NEW
Font size
WorksheetsSOAL PTS BAHASA INDONESIA KELAS XI
Total questions: 40
Worksheet time: 56mins
Cermatilah dialog berikut!
Pardi
:
(Monolog) “Ah, semoga hujan lekas turun kembali. Jika hujan turun, tanaman yang dahulunya kering bisa hijau kembali.” (dari dalam rumah ibunya muncul menemui anaknya yang sedang menanam pohon)
Ibu
:
“Sedang apa kau, Pardi?”
Pardi
:
“.....”
Ibu
:
“Kau memang seperti Bapakmu dulu, Pardi. Sewaktu Bapakmu masih hidup, sangat-sangat gemar menanam pohon-pohon akasia.”
Kalimat berikut yang tepat untuk melengkapi dialog tersebut adalah ....
E, sedang membaca tanaman akasia, Bu.
E, sedang menyiram akasia, Bu.
E, sedang menyiangi akasia, Bu.
E, sedang mencangkok akasia, Bu.
E, sedang menanam pohon akasia, Bu.
Sebuah ruangan kamar tamu. Ada beberapa meja dan kursi. Ada sebuah pintu di sebelah kiri untuk keluar dan masuk. Di atas meja, ada beberapa buku. Saat itu, sore hari kira-kira pukul 18.00 lampu belum dinyalakan.
Paragraf di atas, dalam naskah drama disebut ....
Monolog
Dialog
Epilog
Penokohan
Prolog
Pembicaraan dengan tokoh lain dalam pementasan drama disebut ....
Dialog
Monolog
Prolog
Epilog
Narator
Cecep : “Terserah, yang jelas aku punya uang. Kapan waktu bisa makan enak dan membeli beberapa baju. (Tertawa mengejek) mengapa harus melabuhkan diri hanya pada istri di kampung?”
Penggalan drama di atas menggambarkan karakter tokoh yang ....
Egois
Sombong
Materialistis
Sempit hati
Pemarah
Edi : “Hari ini kan tanggal 10, uang SPP ku belum bayar. Bapakku masih di luar kota, sedangkan ibuku sakit sudah dua minggu. Aku malu pada guruku.” (Tertunduk)
Dialog Edi diucapkan dengan nada .....
Sedih
Gembira
Kecewa
Riang
Kaget
Bacalah penggalan drama berikut!
Ibu
:
(Tidak menoleh benar) “Malam lebaran Narto, dengarlah tabuh itu bersahut-sahutan. Pada malam lebaran seperti ini dia pergi, pergi dengan tidak meninggalkan kita.”
Gunarto
:
(Agak kesal) “Ayah .... ?
Ibu
:
“Keesokan harinya, hari lebaran, sesudah sembahyang aku memaafkan dosanya.”
Gunarto
:
“Kenapa ibu ingat juga waktu yang lampau, mengingat kepada orang yang tak pernah lagi mengingat kita.”
Ibu
:
(memandang Gunarto) “Aku merasa ia masih ingat kita Gunarto.”
Hal yang tergambar dalam penggalan drama di atas adalah konflik ....
Sosial
Fisik
Batin
Budaya
Alam
"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"
"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.
"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.
Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"
"Mengapa?"
"Pantas kau panggil mbah?"
"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!
Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"
"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"
Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….
kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya
ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas
panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
(1) Menyadari hal itu semua membuat Heri jadi orang linglung. (2) Kalau padanya Heri tertarik pada Ichen karena kesederhanaan dan pesona gadis itu, kini selain daya tarik itu, adalah karena kepandaian gadis itu berperan. (3) Bagaimana mungkin dalam waktu yang begitu singkat ia bisa berubah penampilan? (4) Siapakah Ichen sebenarnya dan apa maunya gadis itu? Kalimat yang terlalu kompleks dalam cuplikan tersebut ditandai nomor.....
1
2
3
4
5
Bacalah cuplikan cerita berikut!
Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!
Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.
Unsur instrinsik yang tampak dalam kutipan cerpen di atas adalah....
tema
amanat
latar
penokohan
plot
"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"
"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.
"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.
Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"
"Mengapa?"
"Pantas kau panggil mbah?"
"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!
Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"
"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"
Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….
kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya
ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas
panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
Bacalah cuplikan cerita berikut!
Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas meloncat ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawanya. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri
kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak
Gaya bercerita di dalam cuplikan tersebut menggunakan sudut pandang….
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang kedua pelaku utama
orang ketiga serbatahu
orang ketiga pengamat
Cermatilah kutipan teks drama berikut.
Bu Mulyono: "Pak, sebenarnya apa dosa kita sampai anak kita menderita seperti ini? Saya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi."
Pak Mulyono : "Bersabarlah, Bu. Pasti Yang Mahakuasa akan memberikan jalan."
Drama tersebut menunjukkan sebuah suasana ....
penuh suka
gembira
jenuh
haru
sedih
Cermatilah kutipan teks drama berikut.
"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang tapi kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.
Dialog di atas diucapkan dengan nada ....
keras sambil bercanda
marah dan serius
rendah dan penuh tanya
penuh kasih sayang
gelisah
Bacalah dialog berikut !
Husna : Sakit apa, Mbak?
Astuti : Sakit perut, sudah beberapa hari.
Husna : Mbak selalu ke dokter ini? Apa setiap hari banyak pasiennya? ( sambil melihat beberapa pasien yang menunggu)
Astuti : Setahu saya begitu, setiap hari banyak dikunjungi pasien. Padahal dokter lain juga ada.
Husna : Dokter di sini punya kelebihan?
Astuti : ...
Husna : O, pantas kalau begitu.
Astuti : Banyak orang yang sembuh ditangani dokter ini.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada dialog drama tersebut adalah ...
Ya, anak saya sembuh di sini.
Setahu saya, dia biasa saja.
Dia punya apotek yang cukup besar.
Dia dokter yang bertangan dingin.
Obatnya selalu obat generik saja.
Bacalah dialog berikut !
Husna : Sakit apa, Mbak?
Astuti : Sakit perut, sudah beberapa hari.
Husna : Mbak selalu ke dokter ini? Apa setiap hari banyak pasiennya? ( sambil melihat beberapa pasien yang menunggu)
Astuti : Setahu saya begitu, setiap hari banyak dikunjungi pasien. Padahal dokter lain juga ada.
Husna : Dokter di sini punya kelebihan?
Astuti : ...
Husna : O, pantas kalau begitu.
Astuti : Banyak orang yang sembuh ditangani dokter ini.
Topik penggalan drama di atas adalah ...
pujian terhadap seorang dokter
percakapan dua orang pasien
kelebihan seorang dokter
dialog antara pasien dengan dokter
sikap seorang dokter kepada pasien
Bacalah kutipan teks drama berikut.
SESEORANG: Kalau begitu memang tidak mungkin. Sebab yang jelas harga sandang bakal ikut naik. Kalau naik, yang kelabakan ‘kan kita-kita juga.
SESEORANG: Makanya saya kurang setuju pada putusan itu. Tapi mau apa lagi kita ‘kan pegawai kecil.
SESEORANG: Heran. Dari dulu kog cuma diperalat saja. Dikelabui. Katanya Orde Baru. Apanya yang baru?
SESEORANG: Aturannya.
SESEORANG: Ya. Tapi pelaksanaannya juga pakai taktik gaya baru.
SESEORANG: Padahal janjinya dulu tidak begitu.
(Yudhistira Adi Nugraha, WOT)
Inti penggalan naskah drama tersebut adalah ….
peraturan baru dari penguasa baru
janji penguasa baru kepada rakyatnya
pegawai kecil yang diperalat pemilik perusahaan
harga barang yang semakin mahal dan tak terjangkau
penderitaan rakyat kecil atas kebijakan yang diterapkan
Bacalah kutipan naskah drama berikut.
Istri Tukang Cukur : “Cahaya matamu, raut wajahmu, memberiku isyarat bahwa kamu sedang memikirkan sesuatu, katakanlah kepada Ibu.”
Rabiah : “Aku berpikir tentang Ayah. Aku berpikir tentang Ayah, Bu! Terus-menerus pikiran ini menggangguku.”
Istri Tukang Cukur : “Apa yang salah dengan ayahmu, Nak?”
Rabiah : “(Sejenak tidak menjawab, Ia berdiri perlahan, melangkah ke depan mendekati pot-pot bunga, lalu mendekat sambil memandang ibunya) “Bu, mengapa Ayah menjadi tukang cukur?”
Istri Tukang Cukur : “Mengapa kamu bertanya begitu?” (terkejut) “Apakah salah Ayahmu bekerja sebagai tukang cukur?” (berdiri tegak)
Rabiah : “Orang-orang, teman-teman, semua mengejekku dengan kata-kata anak si tukang cukur!”
Istri Tukang Cukur : “[...]”
(Kado Perkawinan, Hamsad Rangkuti)
Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog terakhir dari istri tukang cukur adalah ....
“Kamu risau?”
"Kamu heran?”
“Kamu senang?”
“Kamu malu?”
“Kamu bingung?”
Bacalah kutipan naskah drama berikut.
Pelayan : Masuk saja, silakan.
Tamu 1 : Barangkali aku mengganggu ?
Pelayan : O, tidak.
Hakim : Ya.
Pelayan : La iya! (berbaring di lantai)
Tamu 1 : Tetapi, tidak apa.
Hakim : Apa kabar?
Tamu 1 : Baik.
Hakim : Silakan duduk.
Tamu 1 : Begini, ini sesuai dengan misiku yang bersifat resmi dan serius. Atas nama seratus ribu orang pembaca. Sinar Senja, dengarkan aku, Pak.
Hakim : Sudah tentu, memang kewajibanku.
Tamu 1 : Dan kewajibanku menyampaikan demikian rupa tepatnya sehingga ia mampu mendesak yang menurut ukuran normal sudah tidak mungkin diubah.
Hakim : Walaupun kau belum mengetahui isi keputusan itu?
(“DOR”, Putu Wijaya )
Isi kutipan drama di atas adalah ....
Pertengkaran antara pelayan dengan tamunya hakim.
Pertengkaran antara pelayan dengan hakim.
Pertengkaran antara hakim dengan tamu-tamunya.
Usaha tamu 1 menemui hakim untuk mengadili seseorang.
Usaha tamu 1 menemui hakim untuk membicarakan keputusan.
Bacalah kutipan naskah drama berikut.
Pelayan : Masuk saja, silakan.
Tamu 1 : Barangkali aku mengganggu ?
Pelayan : O, tidak.
Hakim : Ya.
Pelayan : La iya! (berbaring di lantai)
Tamu 1 : Tetapi, tidak apa.
Hakim : Apa kabar?
Tamu 1 : Baik.
Hakim : Silakan duduk.
Tamu 1 : Begini, ini sesuai dengan misiku yang bersifat resmi dan serius. Atas nama seratus ribu orang pembaca. Sinar Senja, dengarkan aku, Pak.
Hakim : Sudah tentu, memang kewajibanmu.
Tamu 1 : Dan kewajibanku menyampaikan demikian rupa tepatnya sehingga ia mampu mendesak yang menurut ukuran normal sudah tidak mungkin diubah.
Hakim : Walaupun kau belum mengetahui isi keputusan itu?
(“DOR”, Putu Wijaya )
Berdasarkan dialog dalam kutipan drama di atas, pekerjaan tokoh tamu 1 adalah ....
pelajar
redaktur koran
pejabat
dosen
polisi
Bacalah kutipan drama berikut.
Romeo: Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kupertaruhkan segalanya. Tapi….aku seorang Montague….
Juliet: Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan aku bukan Montague, Romeo!
Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah ....
kepercayaan
persahabatan
permusuhan
percintaan
pertentangan keluarga
Cermatilah penggalan dialog berikut!
(1) Pujo : Ling, Apakah kita jadi bertemu Pak Lurah?
(2) Maling : Untuk apa? Dia pasti sudah bertemu Kolonel Jono.
(3) Pujo : Maksudmu? Pak Lurah mau menjadikan kita tumbal!
(4) Maling : Begitulah. Bukankah dia maju mencalonkan diri sebagai anggota DPRD!
(5) Suminten : Maksudnya apa, Kang!
(6) Pujo : Jadi kesepakatan yang kita buat di hutan itu bohong belaka!
(7) Suminten : Kesepakatan? Kesepakatan apa?
(8) Maling : Tentang kawan-kawan kita yang dituduh mencuri kayu hutan!
Kalimat dialog yang berisi informasi latar adalah ....
1
4
6
7
8
Perhatikan kutipan cerpen “Tukang Cukur” berikut ini!
Pada suatu hari, ketika Gito pulang, ada sebuah jeep berjalan perlahan-lahan di Jalan Bitingan, lalu dengan sigap Gito meloncat ke selokan, bersembunyi. Di dalam jeep ada dua orang berpakaian tentara Belanda, yaitu tukang cukur bertindak sebagai sopir, dan Ruslan duduk di sebelahnya. Hampir setiap malam ada tembak-menembak: gerilyawan pejuang Indonesia masuk kota.
Tema yang tepat dari kutipan cerpen di atas tentang ….
profesi
persahabatan
perekonomian
perjuangan
pendidikan
Menurut Moulton, drama adalah...
Kesenian melukis sifat dan sikap manusia dengan gerak
Hidup yang ditampilkan dalam gerak
Cerita fiksi yang ditulis dalam bentuk naskah
Cerita yang hanya disampaikan melalui dialog
Salah satu nilai yang bisa terkandung dalam teks drama adalah...
Nilai moral
Nilai jual
Nilai produksi
Nilai pasar
Pesan yang disampaikan penulis kepada para penonton disebut..?
Tokoh
Isi Drama
Amanat
Naskah
Orang yang mengatur jalannya pertunjukan Drama disebut…?
Pemain
Sastrawan
Aktris
Sutradara
Raut muka pemain Drama disebut dengan..?
Tatarias
Epilog
Mimik
Antagonis
Bagian dari suatu cerita disebut..?
Adegan
Skenario
Babak
Paragraf
Didalam unsur Drama yang menjelaskan mengenai tempat,waktu dan suasana dalam naskah tersebut disebut…?
Tema
Amanat
Latar
Tokoh
Pada bagian unsur Drama orang-orang yang berperan dalam cerita naskah Drama tersebut disebut..?
Artis
Tokoh
Karakter
Sifat
Pesan yang ingin disampaikan oleh pegarang sebuah cerita didalam cerita dan penokohan disebut.......
Alur
Latar
Amanat
Tema
Dibawah ini adalah unsur-unsur penting dalam pementasan drama, kecuali ...
Naskah
Sutradara
Sound effect
Tansportasi
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memerankan tokoh dalam drama adalah .....
lafal
intonasi
mimik
gerak-gerik
gaya bahasa
Berikut ini yang tidak termasuk persiapan pementasan drama ....
menghapal teks
memahami cerita
meditasi dan mediasi
bloking
Setting sebuah drama mengandung unsur ....
tempat terjadinya peristiwa
waktu peristiwa bergulir
tempat dan waktu cerita
tempat, waktu, dan suasana cerita
Salah satu alasan perlunya berlatih pernapasan dalam memerankan drama adalah....
membantu pengaturan dan pertahanan vokal selama pentas berlangsung
membantu pengaturan dan pertahanan nada selama pentas berlangsung
memperlancar dialog antarpemain
memperjelas ekspresi dan gerak anggota tubuh dalam mendukung peran
mempermudah pembedaan karakter dan sifat dasar pemeranan
Sifat dasar yang harus diperankan pemain dalam drama sehingga memungkinkan untuk bertentangan dengan sifat yang dimiliki disebut....
Akting
Laku
Perwatakan
Ekspresi
Alur
Berikut ini termasuk unsur yang harus ada dalam pementasan drama, kecuali...
Panggung
Pemain
Penonton
Naskah
Sutradara
Pada tahap persiapan pementasan drama, seorang sutradra melakukan seleksi untuk memilih pemeran yang sesuai dengan peran aka dimainkan. Tahapan ini disebut...
Akting
Cesting
Bloking
Editing
Lighting
Lana : Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi......aku seorang Montague.....
Firah : Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Lana!
Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah....
Kepercayaan
Persahabatan
Permusuhan
Percintaan
Pertentangan keluarga
