wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL PTS BAHASA INDONESIA KELAS XI

Total questions: 40

Worksheet time: 56mins

Name
Class
Date
1.

Cermatilah dialog berikut!

Pardi

:

(Monolog) “Ah, semoga hujan lekas turun kembali. Jika hujan turun, tanaman yang dahulunya kering bisa hijau kembali.” (dari dalam rumah ibunya muncul menemui anaknya yang sedang menanam pohon)


Ibu

:

“Sedang apa kau, Pardi?”


Pardi

:

“.....”


Ibu

:

“Kau memang seperti Bapakmu dulu, Pardi. Sewaktu Bapakmu masih hidup, sangat-sangat gemar menanam pohon-pohon akasia.”


Kalimat berikut yang tepat untuk melengkapi dialog tersebut adalah ....

a)

E, sedang membaca tanaman akasia, Bu.

b)

E, sedang menyiram akasia, Bu.

c)

E, sedang menyiangi akasia, Bu.

d)

E, sedang mencangkok akasia, Bu.

e)

E, sedang menanam pohon akasia, Bu.

2.

Sebuah ruangan kamar tamu. Ada beberapa meja dan kursi. Ada sebuah pintu di sebelah kiri untuk keluar dan masuk. Di atas meja, ada beberapa buku. Saat itu, sore hari kira-kira pukul 18.00 lampu belum dinyalakan.

Paragraf di atas, dalam naskah drama disebut ....

a)

Monolog

b)

Dialog

c)

Epilog

d)

Penokohan

e)

Prolog

3.

Pembicaraan dengan tokoh lain dalam pementasan drama disebut ....

a)

Dialog

b)

Monolog

c)

Prolog

d)

Epilog

e)

Narator

4.

Cecep : “Terserah, yang jelas aku punya uang. Kapan waktu bisa makan enak dan membeli beberapa baju. (Tertawa mengejek) mengapa harus melabuhkan diri hanya pada istri di kampung?”

Penggalan drama di atas menggambarkan karakter tokoh yang ....

a)

Egois

b)

Sombong

c)

Materialistis

d)

Sempit hati

e)

Pemarah

5.

Edi : “Hari ini kan tanggal 10, uang SPP ku belum bayar. Bapakku masih di luar kota, sedangkan ibuku sakit sudah dua minggu. Aku malu pada guruku.” (Tertunduk)

Dialog Edi diucapkan dengan nada .....

a)

Sedih

b)

Gembira

c)

Kecewa

d)

Riang

e)

Kaget

6.

Bacalah penggalan drama berikut!

Ibu

:

(Tidak menoleh benar) “Malam lebaran Narto, dengarlah tabuh itu bersahut-sahutan. Pada malam lebaran seperti ini dia pergi, pergi dengan tidak meninggalkan kita.”


Gunarto

:

(Agak kesal) “Ayah .... ?


Ibu

:

“Keesokan harinya, hari lebaran, sesudah sembahyang aku memaafkan dosanya.”


Gunarto

:

“Kenapa ibu ingat juga waktu yang lampau, mengingat kepada orang yang tak pernah lagi mengingat kita.”


Ibu

:

(memandang Gunarto) “Aku merasa ia masih ingat kita Gunarto.”


Hal yang tergambar dalam penggalan drama di atas adalah konflik ....

a)

Sosial

b)

Fisik

c)

Batin

d)

Budaya

e)

Alam

7.

"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"

"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.

"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.

Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"

"Mengapa?"

"Pantas kau panggil mbah?"

"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!

Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"

"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"

Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….

a)

kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya

b)

ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas

c)

panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas

d)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

e)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

8.

(1) Menyadari hal itu semua membuat Heri jadi orang linglung. (2) Kalau padanya Heri tertarik pada Ichen karena kesederhanaan dan pesona gadis itu, kini selain daya tarik itu, adalah karena kepandaian gadis itu berperan. (3) Bagaimana mungkin dalam waktu yang begitu singkat ia bisa berubah penampilan? (4) Siapakah Ichen sebenarnya dan apa maunya gadis itu? Kalimat yang terlalu kompleks dalam cuplikan tersebut ditandai nomor.....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

9.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!

Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.

Unsur instrinsik yang tampak dalam kutipan cerpen di atas adalah....

a)

tema

b)

amanat

c)

latar

d)

penokohan

e)

plot

10.

"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"

"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.

"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.

Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"

"Mengapa?"

"Pantas kau panggil mbah?"

"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!

Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"

"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"

Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….

a)

kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya

b)

ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas

c)

panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas

d)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

e)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

11.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas meloncat ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawanya. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri

kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak

Gaya bercerita di dalam cuplikan tersebut menggunakan sudut pandang….

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama pelaku sampingan

c)

orang kedua pelaku utama

d)

orang ketiga serbatahu

e)

orang ketiga pengamat

12.

Cermatilah kutipan teks drama berikut.

Bu Mulyono: "Pak, sebenarnya apa dosa kita sampai anak kita menderita seperti ini? Saya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi."

Pak Mulyono : "Bersabarlah, Bu. Pasti Yang Mahakuasa akan memberikan jalan."

Drama tersebut menunjukkan sebuah suasana ....

a)

penuh suka

b)

gembira

c)

jenuh

d)

haru

e)

sedih

13.

Cermatilah kutipan teks drama berikut.

"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang tapi kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.

Dialog di atas diucapkan dengan nada ....

a)

keras sambil bercanda

b)

marah dan serius

c)

rendah dan penuh tanya

d)

penuh kasih sayang

e)

gelisah

14.

Bacalah dialog berikut !

Husna : Sakit apa, Mbak?

Astuti : Sakit perut, sudah beberapa hari.

Husna : Mbak selalu ke dokter ini? Apa setiap hari banyak pasiennya? ( sambil melihat beberapa pasien yang menunggu)

Astuti : Setahu saya begitu, setiap hari banyak dikunjungi pasien. Padahal dokter lain juga ada.

Husna : Dokter di sini punya kelebihan?

Astuti : ...

Husna : O, pantas kalau begitu.

Astuti : Banyak orang yang sembuh ditangani dokter ini.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada dialog drama tersebut adalah ...

a)

Ya, anak saya sembuh di sini.

b)

Setahu saya, dia biasa saja.

c)

Dia punya apotek yang cukup besar.

d)

Dia dokter yang bertangan dingin.

e)

Obatnya selalu obat generik saja.

15.

Bacalah dialog berikut !

Husna : Sakit apa, Mbak?

Astuti : Sakit perut, sudah beberapa hari.

Husna : Mbak selalu ke dokter ini? Apa setiap hari banyak pasiennya? ( sambil melihat beberapa pasien yang menunggu)

Astuti : Setahu saya begitu, setiap hari banyak dikunjungi pasien. Padahal dokter lain juga ada.

Husna : Dokter di sini punya kelebihan?

Astuti : ...

Husna : O, pantas kalau begitu.

Astuti : Banyak orang yang sembuh ditangani dokter ini.

Topik penggalan drama di atas adalah ...

a)

pujian terhadap seorang dokter

b)

percakapan dua orang pasien

c)

kelebihan seorang dokter

d)

dialog antara pasien dengan dokter

e)

sikap seorang dokter kepada pasien

16.

Bacalah kutipan teks drama berikut.

SESEORANG: Kalau begitu memang tidak mungkin. Sebab yang jelas harga sandang bakal ikut naik. Kalau naik, yang kelabakan ‘kan kita-kita juga.

SESEORANG: Makanya saya kurang setuju pada putusan itu. Tapi mau apa lagi kita ‘kan pegawai kecil.

SESEORANG: Heran. Dari dulu kog cuma diperalat saja. Dikelabui. Katanya Orde Baru. Apanya yang baru?

SESEORANG: Aturannya.

SESEORANG: Ya. Tapi pelaksanaannya juga pakai taktik gaya baru.

SESEORANG: Padahal janjinya dulu tidak begitu.

(Yudhistira Adi Nugraha, WOT)

Inti penggalan naskah drama tersebut adalah ….

a)

peraturan baru dari penguasa baru

b)

janji penguasa baru kepada rakyatnya

c)

pegawai kecil yang diperalat pemilik perusahaan

d)

harga barang yang semakin mahal dan tak terjangkau

e)

penderitaan rakyat kecil atas kebijakan yang diterapkan

17.

Bacalah kutipan naskah drama berikut.

Istri Tukang Cukur : “Cahaya matamu, raut wajahmu, memberiku isyarat bahwa kamu sedang memikirkan sesuatu, katakanlah kepada Ibu.”

Rabiah : “Aku berpikir tentang Ayah. Aku berpikir tentang Ayah, Bu! Terus-menerus pikiran ini menggangguku.”

Istri Tukang Cukur : “Apa yang salah dengan ayahmu, Nak?”

Rabiah : “(Sejenak tidak menjawab, Ia berdiri perlahan, melangkah ke depan mendekati pot-pot bunga, lalu mendekat sambil memandang ibunya) “Bu, mengapa Ayah menjadi tukang cukur?”

Istri Tukang Cukur : “Mengapa kamu bertanya begitu?” (terkejut) “Apakah salah Ayahmu bekerja sebagai tukang cukur?” (berdiri tegak)

Rabiah : “Orang-orang, teman-teman, semua mengejekku dengan kata-kata anak si tukang cukur!”

Istri Tukang Cukur : “[...]”

(Kado Perkawinan, Hamsad Rangkuti)

Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog terakhir dari istri tukang cukur adalah ....

a)

“Kamu risau?”

b)

"Kamu heran?”

c)

“Kamu senang?”

d)

“Kamu malu?”

e)

“Kamu bingung?”

18.

Bacalah kutipan naskah drama berikut.

Pelayan : Masuk saja, silakan.

Tamu 1 : Barangkali aku mengganggu ?

Pelayan : O, tidak.

Hakim : Ya.

Pelayan : La iya! (berbaring di lantai)

Tamu 1 : Tetapi, tidak apa.

Hakim : Apa kabar?

Tamu 1 : Baik.

Hakim : Silakan duduk.

Tamu 1 : Begini, ini sesuai dengan misiku yang bersifat resmi dan serius. Atas nama seratus ribu orang pembaca. Sinar Senja, dengarkan aku, Pak.

Hakim : Sudah tentu, memang kewajibanku.

Tamu 1 : Dan kewajibanku menyampaikan demikian rupa tepatnya sehingga ia mampu mendesak yang menurut ukuran normal sudah tidak mungkin diubah.

Hakim : Walaupun kau belum mengetahui isi keputusan itu?

(“DOR”, Putu Wijaya )

Isi kutipan drama di atas adalah ....

a)

Pertengkaran antara pelayan dengan tamunya hakim.

b)

Pertengkaran antara pelayan dengan hakim.

c)

Pertengkaran antara hakim dengan tamu-tamunya.

d)

Usaha tamu 1 menemui hakim untuk mengadili seseorang.

e)

Usaha tamu 1 menemui hakim untuk membicarakan keputusan.

19.

Bacalah kutipan naskah drama berikut.

Pelayan : Masuk saja, silakan.

Tamu 1 : Barangkali aku mengganggu ?

Pelayan : O, tidak.

Hakim : Ya.

Pelayan : La iya! (berbaring di lantai)

Tamu 1 : Tetapi, tidak apa.

Hakim : Apa kabar?

Tamu 1 : Baik.

Hakim : Silakan duduk.

Tamu 1 : Begini, ini sesuai dengan misiku yang bersifat resmi dan serius. Atas nama seratus ribu orang pembaca. Sinar Senja, dengarkan aku, Pak.

Hakim : Sudah tentu, memang kewajibanmu.

Tamu 1 : Dan kewajibanku menyampaikan demikian rupa tepatnya sehingga ia mampu mendesak yang menurut ukuran normal sudah tidak mungkin diubah.

Hakim : Walaupun kau belum mengetahui isi keputusan itu?

(“DOR”, Putu Wijaya )

Berdasarkan dialog dalam kutipan drama di atas, pekerjaan tokoh tamu 1 adalah ....

a)

pelajar

b)

redaktur koran

c)

pejabat

d)

dosen

e)

polisi

20.

Bacalah kutipan drama berikut.

Romeo: Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kupertaruhkan segalanya. Tapi….aku seorang Montague….

Juliet: Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan aku bukan Montague, Romeo!

Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah ....

a)

kepercayaan

b)

persahabatan

c)

permusuhan

d)

percintaan

e)

pertentangan keluarga

21.

Cermatilah penggalan dialog berikut!

(1) Pujo : Ling, Apakah kita jadi bertemu Pak Lurah?

(2) Maling : Untuk apa? Dia pasti sudah bertemu Kolonel Jono.

(3) Pujo : Maksudmu? Pak Lurah mau menjadikan kita tumbal!

(4) Maling : Begitulah. Bukankah dia maju mencalonkan diri sebagai anggota DPRD!

(5) Suminten : Maksudnya apa, Kang!

(6) Pujo : Jadi kesepakatan yang kita buat di hutan itu bohong belaka!

(7) Suminten : Kesepakatan? Kesepakatan apa?

(8) Maling : Tentang kawan-kawan kita yang dituduh mencuri kayu hutan!

Kalimat dialog yang berisi informasi latar adalah ....

a)

1

b)

4

c)

6

d)

7

e)

8

22.

Perhatikan kutipan cerpen “Tukang Cukur” berikut ini!

Pada suatu hari, ketika Gito pulang, ada sebuah jeep berjalan perlahan-lahan di Jalan Bitingan, lalu dengan sigap Gito meloncat ke selokan, bersembunyi. Di dalam jeep ada dua orang berpakaian tentara Belanda, yaitu tukang cukur bertindak sebagai sopir, dan Ruslan duduk di sebelahnya. Hampir setiap malam ada tembak-menembak: gerilyawan pejuang Indonesia masuk kota.

Tema yang tepat dari kutipan cerpen di atas tentang ….

a)

profesi

b)

persahabatan

c)

perekonomian

d)

perjuangan

e)

pendidikan

23.

Menurut Moulton, drama adalah...

a)

Kesenian melukis sifat dan sikap manusia dengan gerak

b)

Hidup yang ditampilkan dalam gerak

c)

Cerita fiksi yang ditulis dalam bentuk naskah

d)

Cerita yang hanya disampaikan melalui dialog

24.

Salah satu nilai yang bisa terkandung dalam teks drama adalah...

a)

Nilai moral

b)

Nilai jual

c)

Nilai produksi

d)

Nilai pasar

25.

Pesan yang disampaikan penulis kepada para penonton disebut..?

a)

Tokoh

b)

Isi Drama

c)

Amanat

d)

Naskah

26.

Orang yang mengatur jalannya pertunjukan Drama disebut…?

a)

Pemain

b)

Sastrawan

c)

Aktris

d)

Sutradara

27.

Raut muka pemain Drama disebut dengan..?

a)

Tatarias

b)

Epilog

c)

Mimik

d)

Antagonis

28.

Bagian dari suatu cerita disebut..?

a)

Adegan

b)

Skenario

c)

Babak

d)

Paragraf

29.

Didalam unsur Drama yang menjelaskan mengenai tempat,waktu dan suasana dalam naskah tersebut disebut…?

a)

Tema

b)

Amanat

c)

Latar

d)

Tokoh

30.

Pada bagian unsur Drama orang-orang yang berperan dalam cerita naskah Drama tersebut disebut..?

a)

Artis

b)

Tokoh

c)

Karakter

d)

Sifat

31.

Pesan yang ingin disampaikan oleh pegarang sebuah cerita didalam cerita dan penokohan disebut.......

a)

Alur

b)

Latar

c)

Amanat

d)

Tema

32.

Dibawah ini adalah unsur-unsur penting dalam pementasan drama, kecuali ...

a)

Naskah

b)

Sutradara

c)

Sound effect

d)

Tansportasi

33.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memerankan tokoh dalam drama adalah .....

a)

lafal

b)

intonasi

c)

mimik

d)

gerak-gerik

e)

gaya bahasa

34.

Berikut ini yang tidak termasuk persiapan pementasan drama ....

a)

menghapal teks

b)

memahami cerita

c)

meditasi dan mediasi

d)

bloking

35.

Setting sebuah drama mengandung unsur ....

a)

tempat terjadinya peristiwa

b)

waktu peristiwa bergulir

c)

tempat dan waktu cerita

d)

tempat, waktu, dan suasana cerita

36.

Salah satu alasan perlunya berlatih pernapasan dalam memerankan drama adalah....

a)

membantu pengaturan dan pertahanan vokal selama pentas berlangsung

b)

membantu pengaturan dan pertahanan nada selama pentas berlangsung

c)

memperlancar dialog antarpemain

d)

memperjelas ekspresi dan gerak anggota tubuh dalam mendukung peran

e)

mempermudah pembedaan karakter dan sifat dasar pemeranan

37.

Sifat dasar yang harus diperankan pemain dalam drama sehingga memungkinkan untuk bertentangan dengan sifat yang dimiliki disebut....

a)

Akting

b)

Laku

c)

Perwatakan

d)

Ekspresi

e)

Alur

38.

Berikut ini termasuk unsur yang harus ada dalam pementasan drama, kecuali...

a)

Panggung

b)

Pemain

c)

Penonton

d)

Naskah

e)

Sutradara

39.

Pada tahap persiapan pementasan drama, seorang sutradra melakukan seleksi untuk memilih pemeran yang sesuai dengan peran aka dimainkan. Tahapan ini disebut...

a)

Akting

b)

Cesting

c)

Bloking

d)

Editing

e)

Lighting

40.

Lana : Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi......aku seorang Montague.....

Firah : Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Lana!


Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah....

a)

Kepercayaan

b)

Persahabatan

c)

Permusuhan

d)

Percintaan

e)

Pertentangan keluarga