Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

kuis baik2

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Dalam pembuatan larutan asam sitrat 0,1 M untuk pengawetan jus buah, seorang teknisi menggunakan neraca analitik yang belum dikalibrasi. Apa konsekuensi paling mungkin terhadap produk akhir?

a)

Konsentrasi larutan tidak akurat, memengaruhi pH jus

b)

Larutan menjadi terkontaminasi oleh senyawa lain

c)

Jus buah mengalami perubahan warna

d)

Proses pengawetan menjadi lebih cepat

e)

Larutan asam sitrat tidak larut sepenuhnya

2.

Untuk analisis kadar gula dalam sirup, larutan glukosa 1 M dibuat sebagai standar. Namun, larutan ternyata keruh setelah disimpan 24 jam. Apa penyebab paling mungkin?

a)

Glukosa terdegradasi menjadi senyawa lain

b)

Air yang digunakan mengandung mikroba

c)

Volume air tidak tepat saat pembuatan larutan

d)

Glukosa tidak dilarutkan pada suhu optimal

e)

Wadah penyimpanan tidak steril

3.

Dalam standardisasi larutan NaOH untuk titrasi asam lemak dalam minyak goreng, indikator fenolftalein tidak menunjukkan perubahan warna yang jelas. Apa langkah terbaik untuk mengatasi masalah ini?

a)

Mengganti indikator dengan metil merah

b)

Meningkatkan konsentrasi larutan NaOH

c)

Memeriksa kemurnian larutan NaOH

d)

Mengurangi volume sampel minyak

e)

Mengulang titrasi pada suhu lebih tinggi

4.

Seorang peneliti membuat larutan natrium benzoat 0,5% untuk pengawetan saus tomat. Setelah pencampuran, larutan tidak homogen. Apa yang harus dilakukan untuk memastikan larutan siap digunakan?

a)

Memanaskan larutan pada suhu 80°C

b)

Mengaduk larutan dengan pengaduk magnetik

c)

Mengganti natrium benzoat dengan senyawa lain

5.

Dalam pembuatan larutan standar vitamin C untuk analisis kandungan antioksidan dalam minuman, larutan ternyata berubah warna menjadi kecokelatan. Apa penyebab paling mungkin?

a)

Vitamin C teroksidasi oleh udara

b)

Suhu larutan terlalu tinggi

c)

Air yang digunakan mengandung logam berat

d)

Konsentrasi vitamin C terlalu rendah

e)

Wadah larutan terkontaminasi bahan kimia

6.

Untuk standardisasi larutan HCl yang digunakan dalam analisis protein pada produk susu, larutan HCl ternyata menghasilkan nilai yang tidak konsisten. Apa yang harus diperiksa terlebih dahulu?

a)

Kalibrasi pipet yang digunakan untuk pengambilan larutan

b)

Kemurnian larutan HCl yang digunakan

c)

Suhu ruangan selama titrasi

d)

Jenis indikator yang digunakan

e)

Volume sampel susu yang dianalisis

7.

Dalam pembuatan larutan kalium sorbat untuk pengawetan selai, teknisi menemukan bahwa larutan tidak larut sepenuhnya. Apa solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini?

a)

Menambahkan lebih banyak kalium sorbat

b)

Memanaskan larutan pada suhu 50°C sambil diaduk

c)

Mengganti air dengan pelarut organik

d)

Mengurangi volume larutan yang dibuat

e)

Menyaring larutan untuk menghilangkan residu

8.

Seorang analis membuat larutan standar natrium tiosulfat untuk titrasi yodium dalam analisis garam beryodium. Namun, hasil titrasi menunjukkan kadar yodium lebih tinggi dari sebenarnya. Apa penyebab paling mungkin?

a)

Larutan natrium tiosulfat terlalu pekat

b)

Indikator pati ditambahkan terlalu awal

c)

Sampel garam terkontaminasi senyawa lain

d)

Volume larutan standar tidak diukur dengan akurat

e)

Suhu titrasi terlalu rendah

9.

Dalam pembuatan larutan buffer fosfat untuk pengujian enzim pada produk pangan, pH larutan ternyata lebih rendah dari yang diinginkan. Apa langkah terbaik untuk memperbaiki pH?

a)

Menambahkan larutan NaOH secara bertahap

b)

Mengganti buffer dengan larutan lain

c)

Meningkatkan konsentrasi garam fosfat

d)

Mengurangi volume air dalam larutan

e)

Memanaskan larutan untuk menstabilkan pH

10.

Dalam standardisasi larutan perak nitrat untuk analisis klorida dalam produk olahan daging, larutan menghasilkan endapan yang tidak diinginkan. Apa yang harus dilakukan untuk memastikan hasil analisis akurat?

a)

Menyaring larutan perak nitrat sebelum digunakan

b)

Mengganti larutan dengan konsentrasi lebih rendah

c)

Mengulang analisis dengan sampel yang lebih kecil

d)

Menambahkan indikator kromogenik tambahan

e)

Memanaskan larutan selama proses titrasi