Worksheetskuis baik2
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Dalam pembuatan larutan asam sitrat 0,1 M untuk pengawetan jus buah, seorang teknisi menggunakan neraca analitik yang belum dikalibrasi. Apa konsekuensi paling mungkin terhadap produk akhir?
Konsentrasi larutan tidak akurat, memengaruhi pH jus
Larutan menjadi terkontaminasi oleh senyawa lain
Jus buah mengalami perubahan warna
Proses pengawetan menjadi lebih cepat
Larutan asam sitrat tidak larut sepenuhnya
Untuk analisis kadar gula dalam sirup, larutan glukosa 1 M dibuat sebagai standar. Namun, larutan ternyata keruh setelah disimpan 24 jam. Apa penyebab paling mungkin?
Glukosa terdegradasi menjadi senyawa lain
Air yang digunakan mengandung mikroba
Volume air tidak tepat saat pembuatan larutan
Glukosa tidak dilarutkan pada suhu optimal
Wadah penyimpanan tidak steril
Dalam standardisasi larutan NaOH untuk titrasi asam lemak dalam minyak goreng, indikator fenolftalein tidak menunjukkan perubahan warna yang jelas. Apa langkah terbaik untuk mengatasi masalah ini?
Mengganti indikator dengan metil merah
Meningkatkan konsentrasi larutan NaOH
Memeriksa kemurnian larutan NaOH
Mengurangi volume sampel minyak
Mengulang titrasi pada suhu lebih tinggi
Seorang peneliti membuat larutan natrium benzoat 0,5% untuk pengawetan saus tomat. Setelah pencampuran, larutan tidak homogen. Apa yang harus dilakukan untuk memastikan larutan siap digunakan?
Memanaskan larutan pada suhu 80°C
Mengaduk larutan dengan pengaduk magnetik
Mengganti natrium benzoat dengan senyawa lain
Dalam pembuatan larutan standar vitamin C untuk analisis kandungan antioksidan dalam minuman, larutan ternyata berubah warna menjadi kecokelatan. Apa penyebab paling mungkin?
Vitamin C teroksidasi oleh udara
Suhu larutan terlalu tinggi
Air yang digunakan mengandung logam berat
Konsentrasi vitamin C terlalu rendah
Wadah larutan terkontaminasi bahan kimia
Untuk standardisasi larutan HCl yang digunakan dalam analisis protein pada produk susu, larutan HCl ternyata menghasilkan nilai yang tidak konsisten. Apa yang harus diperiksa terlebih dahulu?
Kalibrasi pipet yang digunakan untuk pengambilan larutan
Kemurnian larutan HCl yang digunakan
Suhu ruangan selama titrasi
Jenis indikator yang digunakan
Volume sampel susu yang dianalisis
Dalam pembuatan larutan kalium sorbat untuk pengawetan selai, teknisi menemukan bahwa larutan tidak larut sepenuhnya. Apa solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini?
Menambahkan lebih banyak kalium sorbat
Memanaskan larutan pada suhu 50°C sambil diaduk
Mengganti air dengan pelarut organik
Mengurangi volume larutan yang dibuat
Menyaring larutan untuk menghilangkan residu
Seorang analis membuat larutan standar natrium tiosulfat untuk titrasi yodium dalam analisis garam beryodium. Namun, hasil titrasi menunjukkan kadar yodium lebih tinggi dari sebenarnya. Apa penyebab paling mungkin?
Larutan natrium tiosulfat terlalu pekat
Indikator pati ditambahkan terlalu awal
Sampel garam terkontaminasi senyawa lain
Volume larutan standar tidak diukur dengan akurat
Suhu titrasi terlalu rendah
Dalam pembuatan larutan buffer fosfat untuk pengujian enzim pada produk pangan, pH larutan ternyata lebih rendah dari yang diinginkan. Apa langkah terbaik untuk memperbaiki pH?
Menambahkan larutan NaOH secara bertahap
Mengganti buffer dengan larutan lain
Meningkatkan konsentrasi garam fosfat
Mengurangi volume air dalam larutan
Memanaskan larutan untuk menstabilkan pH
Dalam standardisasi larutan perak nitrat untuk analisis klorida dalam produk olahan daging, larutan menghasilkan endapan yang tidak diinginkan. Apa yang harus dilakukan untuk memastikan hasil analisis akurat?
Menyaring larutan perak nitrat sebelum digunakan
Mengganti larutan dengan konsentrasi lebih rendah
Mengulang analisis dengan sampel yang lebih kecil
Menambahkan indikator kromogenik tambahan
Memanaskan larutan selama proses titrasi
