NEW
Font size
Worksheetsmitgasi bencana UTS
Total questions: 25
Worksheet time: 12mins
Apa penyebab utama terjadinya likuifaksi di Kota Palu saat gempa 2018?
Erupsi gunung berapi
Curah hujan tinggi
Tanah berpasir jenuh air diguncang gempa
Kelebihan beban bangunan
Fenomena tanah yang "bergerak seperti cairan" akibat gempa disebut:
Tsunami
Likuifaksi
Abrasi
Subsiden
Jenis bencana alam yang terjadi secara berurutan di Palu tahun 2018 adalah
Banjir, longsor, gempa
Gempa, tsunami, likuifaksi
Tsunami, erupsi, kebakaran
Longsor, banjir, gempa
Salah satu kecamatan yang terdampak parah akibat likuifaksi di Palu adalah:
Tatanga
Birobuli
Petobo
Lere
Salah satu penyebab tingginya risiko bencana di Palu adalah
Letaknya dekat pantai dan pegunungan
Tanahnya kering dan berbatu
Jauh dari jalur sesar akti
Tingkat curah hujan rendah
Mitigasi struktural untuk mengurangi dampak likuifaksi adalah:
Pembuatan jalur evakuasi
Penanaman pohon
Penguatan fondasi bangunan
Sosialisasi bencana
Likuifaksi paling mungkin terjadi pada tanah yang memiliki:
Kandungan batu tinggi
Kandungan pasir dan air tinggi
Tekstur lempung dan kerikil
Tanah laterit kering
Salah satu pendekatan mitigasi non-struktural yang efektif di Palu adalah
Pemasangan bronjong
Program edukasi kebencanaan
Pembangunan bendungan
Pemasangan sistem drainase
Apa fungsi jalur evakuasi di daerah rawan tsunami seperti Palu?
Menghubungkan daerah wisata
Meningkatkan nilai properti
Menyediakan akses cepat ke tempat aman
Menyalurkan air hujan
Bangunan vertikal evakuasi tsunami yang aman harus:
Berbahan ringan dan bertingkat rendah
Menghadap laut dan tertutup
Dirancang tahan gempa dan akses cepat ke atas
Terbuat dari bambu dan kayu
Kearifan lokal masyarakat Simeulue dalam menghadapi tsunami dikenal dengan istilah:
Rambu solo
Smong
Sasi
Leuweung larangan
Smong adalah bentuk kearifan lokal berupa
Rumah adat tahan gempa
Ritual pengusir bencana
Cerita lisan yang memperingatkan bahaya tsunami
Teknologi lokal drainase
Masyarakat adat di Papua menggunakan sistem "Sasi" untuk:
Melarang penebangan pohon di hutan adat
Melindungi sumber daya alam secara bergiliran
Menentukan arah rumah tahan gempa
Menyusun sistem irigasi tradisional
Salah satu bentuk rumah tradisional yang mampu menghadapi banjir adalah
Rumah Gadang
Rumah Honai
Rumah Panggung Bugis
Rumah Betawi
Fungsi utama rumah panggung dalam konteks mitigasi bencana adalah:
Menyimpan hasil panen
Menghindari serangan hewan liar
Mengurangi dampak banjir dan gempa
Menambah estetika bangunan
Salah satu contoh penggunaan kearifan lokal dalam mitigasi longsor adalah
Irigasi tetes
Terasering ladang di lereng
Penggunaan solar panel
Rumah berbentuk dome
Kearifan lokal masyarakat Bali dalam pengelolaan air untuk mencegah banjir dikenal dengan sistem
Gotong royong
Tri Hita Karana
Subak
Smong
Ritual atau tradisi lokal sering kali digunakan untuk:
Hiburan semata
Menarik wisatawan
Membangun kesadaran akan bahaya alam
Meningkatkan produktivitas pertanian
Contoh kearifan lokal dalam bentuk struktur bangunan adalah
Sistem subak
Rumah gadang anti gempa
Pembuatan tugu peringatan
Sistem zonasi modern
Salah satu cara memperkuat peran kearifan lokal dalam mitigasi bencana adalah:
Mengganti dengan teknologi asing
Menghapus budaya tradisional
Integrasi dengan pendidikan formal dan perencanaan tata ruang
Meninggalkan praktik lama sepenuhnya
Mitigasi bencana adalah:
Upaya menghindari semua jenis bencana
Usaha menghilangkan bencana
Langkah-langkah untuk mengurangi risiko dan dampak bencana
Tindakan setelah bencana terjadi
Bangunan tahan gempa umumnya didesain dengan prinsip:
Berat, masif, dan monumental
Ringan, fleksibel, dan fondasi kuat
Dekoratif dan tinggi
Tertutup rapat dan minim ventilasi
Apa itu Early Warning System (EWS)
Sistem untuk mempercepat pembangunan
Sistem pemantauan angin
Sistem peringatan dini bencana
Sistem distribusi logistik
Salah satu tantangan dalam penerapan mitigasi bencana di daerah adat adalah:
Kurangnya teknologi
Tidak adanya pemerintah
Konflik dengan nilai budaya
Tidak adanya bencana
Peran arsitek dalam mitigasi bencana dapat dilakukan dengan cara
Mendesain hanya berdasarkan keindahan
Mengabaikan kontur dan zona rawan
Merancang bangunan responsif terhadap risiko bencana lokal
Membangun gedung tinggi di pesisir
