wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

mitgasi bencana UTS

Total questions: 25

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.

Apa penyebab utama terjadinya likuifaksi di Kota Palu saat gempa 2018?

a)

Erupsi gunung berapi

b)

Curah hujan tinggi

c)

Tanah berpasir jenuh air diguncang gempa

d)

Kelebihan beban bangunan

2.

Fenomena tanah yang "bergerak seperti cairan" akibat gempa disebut:

a)

Tsunami

b)

Likuifaksi

c)

Abrasi

d)

Subsiden

3.

Jenis bencana alam yang terjadi secara berurutan di Palu tahun 2018 adalah

a)

Banjir, longsor, gempa

b)

Gempa, tsunami, likuifaksi

c)

Tsunami, erupsi, kebakaran

d)

Longsor, banjir, gempa

4.

Salah satu kecamatan yang terdampak parah akibat likuifaksi di Palu adalah:

a)

Tatanga

b)

Birobuli

c)

Petobo

d)

Lere

5.

Salah satu penyebab tingginya risiko bencana di Palu adalah

a)

Letaknya dekat pantai dan pegunungan

b)

Tanahnya kering dan berbatu

c)

Jauh dari jalur sesar akti

d)

Tingkat curah hujan rendah

6.

Mitigasi struktural untuk mengurangi dampak likuifaksi adalah:

a)

Pembuatan jalur evakuasi

b)

Penanaman pohon

c)

Penguatan fondasi bangunan

d)

Sosialisasi bencana

7.

Likuifaksi paling mungkin terjadi pada tanah yang memiliki:

a)

Kandungan batu tinggi

b)

Kandungan pasir dan air tinggi

c)

Tekstur lempung dan kerikil

d)

Tanah laterit kering

8.

Salah satu pendekatan mitigasi non-struktural yang efektif di Palu adalah

a)

Pemasangan bronjong

b)

Program edukasi kebencanaan

c)

Pembangunan bendungan

d)

Pemasangan sistem drainase

9.

Apa fungsi jalur evakuasi di daerah rawan tsunami seperti Palu?

a)

Menghubungkan daerah wisata

b)

Meningkatkan nilai properti

c)

Menyediakan akses cepat ke tempat aman

d)

Menyalurkan air hujan

10.

Bangunan vertikal evakuasi tsunami yang aman harus:

a)

Berbahan ringan dan bertingkat rendah

b)

Menghadap laut dan tertutup

c)

Dirancang tahan gempa dan akses cepat ke atas

d)

Terbuat dari bambu dan kayu

11.

Kearifan lokal masyarakat Simeulue dalam menghadapi tsunami dikenal dengan istilah:

a)

Rambu solo

b)

Smong

c)

Sasi

d)

Leuweung larangan

12.

Smong adalah bentuk kearifan lokal berupa

a)

Rumah adat tahan gempa

b)

Ritual pengusir bencana

c)

Cerita lisan yang memperingatkan bahaya tsunami

d)

Teknologi lokal drainase

13.

Masyarakat adat di Papua menggunakan sistem "Sasi" untuk:

a)

Melarang penebangan pohon di hutan adat

b)

Melindungi sumber daya alam secara bergiliran

c)

Menentukan arah rumah tahan gempa

d)

Menyusun sistem irigasi tradisional

14.

Salah satu bentuk rumah tradisional yang mampu menghadapi banjir adalah

a)

Rumah Gadang

b)

Rumah Honai

c)

Rumah Panggung Bugis

d)

Rumah Betawi

15.

Fungsi utama rumah panggung dalam konteks mitigasi bencana adalah:

a)

Menyimpan hasil panen

b)

Menghindari serangan hewan liar

c)

Mengurangi dampak banjir dan gempa

d)

Menambah estetika bangunan

16.

Salah satu contoh penggunaan kearifan lokal dalam mitigasi longsor adalah

a)

Irigasi tetes

b)

Terasering ladang di lereng

c)

Penggunaan solar panel

d)

Rumah berbentuk dome

17.

Kearifan lokal masyarakat Bali dalam pengelolaan air untuk mencegah banjir dikenal dengan sistem

a)

Gotong royong

b)

Tri Hita Karana

c)

Subak

d)

Smong

18.

Ritual atau tradisi lokal sering kali digunakan untuk:

a)

Hiburan semata

b)

Menarik wisatawan

c)

Membangun kesadaran akan bahaya alam

d)

Meningkatkan produktivitas pertanian

19.

Contoh kearifan lokal dalam bentuk struktur bangunan adalah

a)

Sistem subak

b)

Rumah gadang anti gempa

c)

Pembuatan tugu peringatan

d)

Sistem zonasi modern

20.

Salah satu cara memperkuat peran kearifan lokal dalam mitigasi bencana adalah:

a)

Mengganti dengan teknologi asing

b)

Menghapus budaya tradisional

c)

Integrasi dengan pendidikan formal dan perencanaan tata ruang

d)

Meninggalkan praktik lama sepenuhnya

21.

Mitigasi bencana adalah:

a)

Upaya menghindari semua jenis bencana

b)

Usaha menghilangkan bencana

c)

Langkah-langkah untuk mengurangi risiko dan dampak bencana

d)

Tindakan setelah bencana terjadi

22.

Bangunan tahan gempa umumnya didesain dengan prinsip:

a)

Berat, masif, dan monumental

b)

Ringan, fleksibel, dan fondasi kuat

c)

Dekoratif dan tinggi

d)

Tertutup rapat dan minim ventilasi

23.

Apa itu Early Warning System (EWS)

a)

Sistem untuk mempercepat pembangunan

b)

Sistem pemantauan angin

c)

Sistem peringatan dini bencana

d)

Sistem distribusi logistik

24.

Salah satu tantangan dalam penerapan mitigasi bencana di daerah adat adalah:

a)

Kurangnya teknologi

b)

Tidak adanya pemerintah

c)

Konflik dengan nilai budaya

d)

Tidak adanya bencana

25.

Peran arsitek dalam mitigasi bencana dapat dilakukan dengan cara

a)

Mendesain hanya berdasarkan keindahan

b)

Mengabaikan kontur dan zona rawan

c)

Merancang bangunan responsif terhadap risiko bencana lokal

d)

Membangun gedung tinggi di pesisir