WorksheetsPost-test - Pendahuluan Manajemen Lingkungan
Total questions: 50
Worksheet time: 8mins
Apa saja prinsip dasar manajemen lingkungan?
Pencegahan pencemaran
Perbaikan berkelanjutan
Kepatuhan terhadap hukum
Pengabaian terhadap limbah
okus pada keuntungan finansial semata
Fungsi sistem manajemen lingkungan antara lain:
Mengurangi dampak negatif lingkungan
Menjamin kepatuhan regulasi
Meningkatkan efisiensi operasional
Menyederhanakan struktur organisasi
Mengurangi jumlah pekerja
ISO 14001 adalah standar internasional untuk:
Sistem manajemen lingkungan
Audit lingkungan
Manajemen mutu produk
Sistem akuntansi keuangan
Penilaian kinerja karyawan
Siklus PDCA dalam manajemen lingkungan meliputi:
Plan
Do
Check
Act
Analyze
Tujuan audit lingkungan adalah:
Menilai kepatuhan lingkungan
Mengidentifikasi potensi perbaikan
Memonitor dampak kegiatan industri
Meningkatkan pemasaran produk
Menurunkan standar operasional
Salah satu contoh penerapan manajemen lingkungan adalah:
Pengelolaan limbah yang baik
Pemantauan kualitas udara
Konservasi energi
Meningkatkan produksi semaksimalnya
Menghindari laporan ke instansi
Faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem manajemen lingkungan:
Komitmen manajemen puncak
Ketersediaan sumber daya
Pelatihan dan kesadaran karyawan
Jumlah proyek yang dikerjakan
Lokasi perusahaan
Kegiatan pelaporan lingkungan biasanya mencakup:
Laporan emisi
Laporan limbah B3
Laporan pemantauan kualitas air
Laporan pemasaran
Laporan keuangan tahunan
Komponen penting dalam pengendalian pencemaran meliputi:
Identifikasi sumber pencemar
Pemilihan teknologi pengolahan
Sistem pemantauan dan evaluasi
Pengurangan jumlah pekerja
Outsourcing sepenuhnya
Perusahaan yang menerapkan manajemen lingkungan yang baik akan:
Memiliki risiko hukum yang lebih rendah
Meningkatkan reputasi perusahaan
Menarik investor yang peduli lingkungan
Menurunkan efisiensi produksi
Menghindari pelaporan publik
Dokumen lingkungan yang wajib dimiliki proyek berdampak penting adalah:
AMDAL
ANDAL
RKL-RPL
UKL-UPL
SPPL
Dokumen UKL-UPL biasanya diwajibkan untuk:
Kegiatan berdampak sedang
Kegiatan non-skala besar
Perusahaan mikro dengan dampak terhadap lingkungan hidup
Pabrik besar
Proyek strategis nasional
Komponen utama dalam dokumen AMDAL:
KA-ANDAL
ANDAL
RKL-RPL
UKL-UPL
SPPL
Izin lingkungan terbit setelah:
Dokumen AMDAL/UKL-UPL disetujui
Kegiatan dinyatakan layak lingkungan
Proses konsultasi publik dilaksanakan
Bangunan selesai
Laporan audit keuangan selesai
Tujuan dari RKL-RPL adalah:
Mengelola dampak lingkungan
Memonitor kegiatan perusahaan
Menjaga kualitas lingkungan
Menghitung biaya pembangunan
Menyusun strategi marketing
Perubahan kegiatan usaha harus:
Dikaji ulang dokumen lingkungannya
Mendapat persetujuan ulang dari instansi
Dilaporkan ke direktur keuangan
Diperiksa apakah berdampak signifikan
Diabaikan jika kecil
Komponen penting dalam pengajuan izin lingkungan:
Deskripsi kegiatan
Identifikasi dampak
Rencana pengelolaan dan pemantauan
Strategi promosi
Analisis pesaing
Salah satu syarat AMDAL bisa disetujui:
Keterlibatan masyarakat
Adanya konsultasi publik
Komitmen pelaksanaan RKL-RPL
Harga pembangunan rendah
Lokasi dekat pemukiman
Siapa saja yang wajib terlibat dalam penyusunan AMDAL?
Tim penyusun
Komisi penilai
Masyarakat terdampak
Investor asing
Petugas pajak
Dokumen lingkungan harus diperbarui jika:
Terjadi perubahan kegiatan
Ada peraturan baru
Setelah audit lingkungan
Jika nilai saham turun
Setelah pergantian manajer
Apa tujuan dari program PROPER?
Mendorong ketaatan lingkungan
Menilai kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan
Mendorong inovasi hijau
Menambah pajak
Menaikkan harga saham
Warna dalam PROPER melambangkan:
Kinerja pengelolaan lingkungan
Tingkat kepatuhan
Inovasi beyond compliance
Jenis industri
Besar keuntungan
PROPER Emas diberikan kepada perusahaan yang:
Konsisten melakukan beyond compliance
Berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan
Melakukan inovasi sosial dan lingkungan
Tidak pernah diaudit
Membayar denda pencemaran
Warna PROPER dari tertinggi ke terendah:
Emas, Hijau, Biru, Merah, Hitam
Hitam, Biru, Hijau, Emas, Merah
Hijau, Emas, Biru, Hitam, Merah
HIjau, Biru, Emas, Merah, Hitam
Emas, Bitu, Hijau, Hitam, Merah
Kriteria penilaian PROPER:
Ketaatan terhadap regulasi
Efisiensi energi
Pengelolaan limbah
CSR lingkungan
Jumlah produk dijual
PROPER dikelola oleh:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Kementerian Perindustrian
Direktorat Jenderal PSLB3
BUMN
Lembaga swasta
Inovasi yang dinilai dalam PROPER:
Efisiensi energi
Penggunaan bahan baku ramah lingkungan
3R (Reduce, Reuse, Recycle)
Peningkatan profit
Penambahan tenaga kerja
PROPER dapat memotivasi perusahaan untuk:
Berinovasi dalam pengelolaan lingkungan
Transparansi kinerja lingkungan
Menghindari sanksi
Menutup informasi ke publik
Mengurangi biaya audit
Perusahaan PROPER merah berarti:
Tidak patuh sebagian terhadap regulasi
Ada pelanggaran pengelolaan lingkungan
Inovatif dalam CSR
Telah mendapat penghargaan
Berisiko terkena sanksi
Indikator kinerja beyond compliance:
Penurunan emisi GRK
Pengelolaan air limbah terpadu
Program pemberdayaan masyarakat
Penambahan kapasitas produksi
Pemotongan biaya gaji
Komponen ekosistem meliputi:
Biotik
Abiotik
Interaksi antara makhluk hidup
Suku bangsa
Wilayah politik
Contoh interaksi antara komponen biotik dan abiotik:
Tumbuhan memerlukan air dan cahaya
Ikan hidup di perairan tertentu
Mobil menggunakan bahan bakar
Hewan mencari tempat teduh
Hewan besar memakan hewan kecil
Rantai makanan adalah contoh dari:
Interaksi antarorganisme
Aliran energi dalam ekosistem
Hubungan trofik
Siklus karbon
Proses fotosintesis
Penyebab terganggunya ekosistem:
Deforestasi
Polusi udara dan air
Perubahan iklim
Pergantian musim
Migrasi burung
Ekosistem alami meliputi:
Hutan hujan tropis
Terumbu karang
Danau alami
Taman kota
Sawah buatan
Daur biogeokimia mencakup:
Daur air
Daur karbon
Daur nitrogen
Daur keuangan
Daur ekonomi
Keanekaragaman hayati penting karena:
Menjaga stabilitas ekosistem
Menyediakan sumber daya genetik
Menunjang kehidupan manusia
Mengurangi migrasi manusia
Mempercepat urbanisasi
Salah satu fungsi hutan dalam ekologi:
Menyerap CO₂
Mencegah erosi
Menyediakan habitat
Menyediakan bahan bakar fosil
Meningkatkan suhu lokal
Indikator pencemaran air:
Penurunan kadar oksigen
Peningkatan BOD
Warna dan bau air berubah
Banyaknya pasir
Tinggi tanaman di sekitar sungai
Konservasi lingkungan berarti:
Perlindungan sumber daya alam
Pengelolaan berkelanjutan
Pemulihan ekosistem rusak
Eksploitasi maksimal
Urbanisasi besar-besaran
Faktor yang memengaruhi daya dukung lingkungan:
Jumlah penduduk
Ketersediaan sumber daya alam
Pola konsumsi
Jumlah industri asing
Volume ekspor
Bioindikator digunakan untuk:
Menilai kualitas lingkungan
Mendeteksi adanya pencemaran
Monitoring perubahan ekosistem
Menilai profit perusahaan
Menentukan lokasi pembangunan
Salah satu contoh organisme bioindikator air:
Plankton
Larva serangga air
Ikan-ikan tertentu
Tikus
Burung gagak
Dampak pencemaran udara:
Gangguan pernapasan
Hujan asam
Perubahan iklim
Keanekaragaman bertambah
Polusi suara
Ekosistem laut berfungsi untuk:
Menyimpan karbon
Menyediakan pangan
Menjaga keseimbangan iklim
Menyebabkan abrasi
Meningkatkan suhu global
Spesies kunci dalam ekosistem adalah:
Spesies yang berperan besar dalam struktur ekosistem
Spesies yang memengaruhi spesies lain
Spesies yang kehilangan akan menyebabkan perubahan besar
Spesies yang paling banyak
Spesies invasif
Invasif spesies berbahaya karena:
Mengganggu ekosistem lokal
Mematikan spesies asli
Mengubah rantai makanan
Meningkatkan pariwisata
Mempercepat evolusi
Contoh adaptasi morfologi makhluk hidup:
Paruh burung yang berbeda bentuk
Daun kaktus yang berubah jadi duri
Warna tubuh hewan untuk kamuflase
Pola migrasi musiman
Perilaku mencari makan
Daya lenting lingkungan adalah:
Kemampuan pulih dari gangguan
Toleransi terhadap tekanan lingkungan
Kapasitas ekspor
Stabilitas ekosistem
Jumlah limbah yang dapat ditampung
Pengelolaan lingkungan berbasis ekoregion mencakup:
Pengelolaan sesuai karakteristik wilayah
Pendekatan terpadu lintas sektor
Perencanaan berkelanjutan
Fokus pada industri saja
Berbasis jumlah penduduk
