wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Penggunaan Peralatan Manual & Bertenaga

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang teknisi sedang melakukan pekerjaan perakitan rangka baja menggunakan kunci pas dan palu. Ia memastikan ukuran kunci pas sesuai dengan mur yang akan dikencangkan. Namun, ketika ia menggunakan kunci yang lebih besar untuk mempercepat pekerjaan, mur menjadi rusak. Apa kesalahan utama teknisi tersebut?

a)

Tidak menggunakan pelumas pada mur

b)

Menggunakan alat tidak sesuai ukuran

c)

Mengencangkan mur dengan arah yang salah

d)

Tidak memeriksa ulir mur sebelum digunakan

2.

Dalam proses pengeboran logam menggunakan bor tangan listrik, operator memegang benda kerja tanpa penjepit karena menganggap ukuran kecil tidak berbahaya. Saat bor berputar, benda kerja terlepas dan melukai tangan operator. Apa prinsip keselamatan kerja yang dilanggar?

a)

Tidak memakai sarung tangan

b)

Tidak menggunakan pelindung mata

c)

Tidak menjepit benda kerja dengan aman

d)

Menggunakan kecepatan putar yang terlalu tinggi

3.

Saat melakukan pemotongan pelat dengan gergaji tangan, operator merasakan getaran berlebih dan hasil potongan tidak rata. Setelah diperiksa, gigi gergaji tampak tumpul dan bengkok. Apa tindakan perawatan yang tepat?

a)

Melanjutkan pemotongan dengan tekanan lebih kuat

b)

Menajamkan gigi gergaji atau menggantinya

c)

Menambah kecepatan ayunan tangan

d)

Mengoleskan oli untuk mengurangi gesekan

4.

Teknisi menggunakan bor duduk untuk mengebor lubang pada baja karbon. Ia memilih mata bor kecil namun menggunakan kecepatan putar rendah. Akibatnya, lubang tidak presisi dan permukaan kasar. Faktor apa yang tidak sesuai dalam proses ini?

a)

Ukuran mata bor

b)

Kecepatan putar

c)

Jenis bahan benda kerja

d)

Sudut penajaman bor

5.

Dalam penggunaan gerinda tangan, operator memperhatikan adanya percikan api besar dan suara bergetar saat digunakan. Setelah diperiksa, ditemukan bahwa batu gerinda tidak seimbang. Apa penyebab umum batu gerinda tidak seimbang?

a)

Batu gerinda sudah aus di satu sisi

b)

Motor listrik berdaya terlalu kecil

c)

Penggunaan tekanan terlalu

6.

Seorang mahasiswa praktik menggunakan alat ukur vernier caliper untuk mengukur diameter poros. Ia membaca skala utama 20 mm dan skala nonius sejajar di garis ke-7.
Berapa hasil pengukurannya jika ketelitian 0,02 mm?

a)

20,07 mm

b)


20,14 mm

c)


20,70 mm

d)


27,00 mm

7.

Dalam penggunaan alat bertenaga pneumatik seperti impact wrench, tekanan udara dari kompresor terlalu rendah.
Dampak utamanya terhadap kinerja alat adalah...

a)

Putaran alat meningkat

b)


Torsi menjadi lemah

c)


Alat lebih cepat panas

d)


Konsumsi udara meningkat

8.

Operator menggunakan mesin bor tangan listrik berdaya tinggi untuk bahan plastik tipis tanpa pengatur kecepatan.
Apa akibat yang mungkin terjadi?

a)

Lubang terlalu kecil

b)

Bor patah

c)


Plastik meleleh akibat panas

d)


Permukaan terlalu halus

9.

Ketika menggunakan alat potong manual seperti pahat, teknisi tidak menggunakan kacamata pelindung. Pecahan logam kecil mengenai wajahnya.
Kesalahan utama yang dilakukan adalah...

a)

Tidak menajamkan pahat

b)

Tidak mengenakan alat pelindung diri

c)

Menekan pahat terlalu dalam

d)

Salah memilih sudut potong

10.

Sebelum menggunakan mesin bor tangan listrik, teknisi memeriksa kondisi kabel dan colokan. Ia menemukan isolasi kabel terkelupas dan segera menggantinya.
Langkah ini termasuk dalam kegiatan apa?

a)

Pemeliharaan prediktif

b)

Pemeliharaan preventif

c)

Pemeliharaan korektif

d)

Pemeriksaan reaktif

11.

Seorang mahasiswa sedang melakukan praktik menggunakan gergaji tangan untuk memotong pipa baja berdiameter kecil. Ia menekan gergaji dengan sangat kuat agar potongan lebih cepat selesai, namun bilah gergaji tiba-tiba patah. Apa penyebab utama kegagalan alat tersebut?

a)

Gigi gergaji terlalu kecil

b)


Tekanan potong terlalu besar

c)


Sudut potong salah arah

d)

Pipa tidak dijepit dengan kuat

12.

Dalam proses pengeboran menggunakan bor tangan listrik, operator tidak menjepit benda kerja pada ragum karena ingin menghemat waktu. Saat bor mulai berputar, benda kerja ikut berputar dengan cepat dan hampir melukai tangan operator. Apa prinsip utama yang dilanggar?

a)
Efisiensi waktu
b)
Kualitas pengeboran
c)
Penggunaan alat yang tepat
d)
Keselamatan kerja
13.

Teknisi menggunakan gerinda tangan untuk merapikan tepi pelat logam. Ia tidak memeriksa kondisi batu gerinda sebelum digunakan. Saat alat dihidupkan, batu gerinda pecah dan menyebabkan pecahan beterbangan.

Apa kesalahan prosedural yang dilakukan?

a)
Tidak memeriksa kondisi batu gerinda sebelum digunakan.
b)
Menggunakan gerinda tangan yang sudah rusak.
c)
Membiarkan batu gerinda terjatuh sebelum digunakan.
d)
Mengabaikan pelindung wajah saat bekerja.
14.

Dalam pekerjaan pembubutan manual, operator menggunakan kunci pas untuk mengganti pahat. Ia tidak melepas kunci pas dari kepala pahat sebelum menyalakan mesin bubut.

Apa risiko yang mungkin terjadi?

a)
Risiko cedera akibat kunci pas terlempar atau terjepit.
b)
Risiko keausan cepat pada pahat yang digunakan.
c)
Risiko kebisingan berlebih saat mesin dinyalakan.
d)
Risiko kerusakan mesin akibat pahat tidak terpasang dengan benar.
15.

Seorang teknisi menggunakan gergaji pita (band saw) untuk memotong batang baja karbon berdiameter besar. Ia memilih kecepatan potong tinggi untuk mempercepat pekerjaan. Setelah beberapa menit, gigi gergaji aus tidak merata dan hasil potongan bergelombang. Apa analisis paling tepat mengenai penyebab utama masalah ini?

a)
Kecepatan potong yang rendah menyebabkan gigi gergaji aus.
b)
Penggunaan gergaji pita yang salah mengakibatkan potongan tidak rata.
c)
Kecepatan potong yang terlalu tinggi menyebabkan keausan gigi gergaji yang tidak merata.
d)
Batang baja karbon terlalu keras untuk dipotong dengan gergaji ini.
16.

Dalam proses pengeboran logam keras dengan bor duduk, operator menggunakan kecepatan putar rendah dengan tekanan tinggi untuk menjaga kestabilan. Namun, hasil lubang tidak halus dan ujung bor cepat tumpul.

Apa faktor yang paling mempengaruhi kondisi ini?

a)
Kecepatan putar yang tinggi dan tekanan tinggi.
b)
Kecepatan putar yang sedang dan tekanan rendah.
c)
Kecepatan putar yang rendah dan tekanan tinggi.
d)
Kecepatan putar yang tinggi dan tekanan rendah.
17.

Mahasiswa sedang menggunakan gerinda tangan untuk menghaluskan permukaan baja karbon. Ia menggunakan batu gerinda kasar untuk mempercepat proses, tetapi hasil akhir penuh goresan dalam.

Apa kesalahan teknis utama yang dilakukan?

a)
Menggunakan gerinda tangan dengan kecepatan rendah.
b)
Menggunakan batu gerinda halus sebelum batu gerinda kasar.
c)
Menggunakan batu gerinda kasar tanpa melanjutkan dengan batu gerinda halus.
d)
Mengabaikan penggunaan pelumas saat menggerinda.
18.

Teknisi menggunakan impact wrench pneumatik untuk mengencangkan baut flensa pipa industri. Ia tidak mengatur torsi alat dan hanya mengandalkan perasaan. Setelah beberapa jam operasi, ditemukan kebocoran pada sambungan flensa.

Faktor penyebab paling mungkin adalah...

a)
Penggunaan alat tidak sesuai dengan spesifikasi.
b)
Baut flensa terbuat dari material yang tidak kuat.
c)
Sambungan flensa tidak dibersihkan sebelum dipasang.
d)
Pengencangan baut flensa tidak sesuai torsi yang diperlukan.
19.

Dalam proses pemotongan pelat baja menggunakan gergaji listrik (reciprocating saw), operator mengganti mata gergaji dengan tipe gigi besar agar lebih cepat. Namun hasil potong menjadi bergelombang dan banyak serpihan besar.

Mengapa hal ini terjadi?

a)
Mata gergaji dengan gigi kecil lebih cocok untuk pelat baja.
b)
Penggunaan gergaji listrik tidak mempengaruhi hasil potong.
c)
Pelat baja terlalu tebal untuk dipotong dengan gergaji listrik.
d)

mata gergaji dengan gigi besar mengurangi kontrol dan presisi dalam pemotongan.

20.

Dalam penggunaan alat ukur mikrometer, mahasiswa mendapatkan hasil berbeda setiap kali mengukur diameter poros yang sama. Setelah diperiksa, suhu benda kerja naik akibat gesekan tangan.

Apa prinsip dasar metrologi yang dilanggar?

a)
Kesalahan sistematis dalam alat ukur.
b)
Pengaruh suhu lingkungan pada hasil.
c)
Akurasi pengukuran yang rendah.
d)
Konsistensi atau reproduksibilitas pengukuran.
21.

Dalam praktik penggunaan kompresor udara, operator membiarkan tekanan mencapai 1,5 kali tekanan maksimum yang diizinkan. Ia beranggapan hal itu dapat mempercepat pekerjaan dengan alat pneumatik.

Apa konsekuensi paling serius dari tindakan ini?

a)
Peningkatan daya tahan kompresor dalam jangka panjang.
b)
Pengurangan waktu pemeliharaan alat secara signifikan.
c)
Peningkatan efisiensi kerja tanpa risiko.
d)
Risiko ledakan atau kerusakan alat yang dapat membahayakan keselamatan.
22.

Saat menggunakan gergaji bundar listrik (circular saw), mahasiswa memperhatikan percikan api kecil di bagian motor. Ia mengabaikannya karena alat masih berfungsi. Beberapa menit kemudian alat berhenti total.

Apa penyebab paling logis?

a)
Penggunaan gergaji di permukaan yang salah.
b)
Kabel listrik terputus di bagian motor.
c)
Baterai alat habis meskipun terhubung.
d)
Kerusakan pada motor listrik akibat overheating.
23.

Teknisi menggunakan grinder dengan batu gerinda yang diameter luarnya telah melewati batas minimum yang disarankan pabrik.

Apa dampak mekanisnya?

a)
Dampak mekanisnya adalah peningkatan efisiensi dan kecepatan kerja.
b)
Dampak mekanisnya adalah peningkatan umur batu gerinda dan alat kerja.
c)
Dampak mekanisnya adalah ketidakstabilan, getaran berlebih, dan risiko kecelakaan.
d)
Dampak mekanisnya adalah pengurangan suara dan debu saat bekerja.
24.

Dalam penggunaan bor tangan listrik, operator menekan bor dengan kuat untuk mempercepat pekerjaan pada baja keras tanpa coolant. Setelah beberapa menit, asap muncul dari motor.

Apa penyebab utama kerusakan alat?

a)
Overheating akibat tekanan berlebih dan tidak menggunakan coolant.
b)
Kesalahan dalam pengaturan kecepatan bor.
c)
Penggunaan mata bor yang tumpul dan aus.
d)
Kekurangan daya listrik saat digunakan.
25.

Dalam praktik bengkel, mahasiswa mengganti batu gerinda tanpa memastikan putaran arah mesin sesuai label batu. Setelah dinyalakan, alat bergetar kuat.

Apa penyebab paling mungkin?

a)
Batu gerinda tidak cocok untuk jenis mesin ini.
b)
Putaran arah mesin tidak sesuai dengan label batu gerinda.
c)
Mesin tidak terhubung dengan sumber listrik.
d)
Batu gerinda sudah aus dan perlu diganti.
26.

Seorang teknisi menggunakan kunci momen untuk mengencangkan baut kepala silinder. Setelah penggunaan, ia tidak mengembalikan skala torsi ke posisi nol.

Apa dampak jangka panjang terhadap alat?

a)
Dampak jangka panjang adalah peningkatan efisiensi penggunaan kunci momen.
b)
Dampak jangka panjang adalah peningkatan akurasi pengukuran torsi.
c)
Dampak jangka panjang adalah penurunan daya tahan alat.
d)
Dampak jangka panjang adalah kerusakan pada kalibrasi dan mekanisme kunci momen.
27.

Dalam proses penghalusan aluminium menggunakan gerinda tangan, operator tidak menggunakan pelindung mata karena menganggap bahan lunak tidak berbahaya. Potongan kecil menempel di kornea.

Apa pelanggaran K3 yang terjadi?

a)
Pelanggaran K3 karena tidak menggunakan pelindung mata saat bekerja.
b)
Pelanggaran K3 karena tidak menggunakan pelindung telinga saat bekerja.
c)
Pelanggaran K3 karena tidak menggunakan pelindung tangan saat bekerja.
d)
Pelanggaran K3 karena tidak menggunakan pelindung kaki saat bekerja.
28.

Mahasiswa melakukan pengukuran diameter poros menggunakan vernier caliper, tetapi hasil selalu berbeda dengan mikrometer. Setelah diperiksa, ditemukan debu logam pada rahang kaliper.

Kesalahan apa yang terjadi?

a)
Kesalahan pengukuran akibat debu logam pada rahang kaliper.
b)
Kesalahan pengukuran disebabkan oleh suhu lingkungan yang tidak stabil.
c)
Kesalahan pengukuran karena penggunaan alat yang salah.
d)
Kesalahan pengukuran akibat alat yang tidak kalibrasi.
29.

Dalam penggunaan bor radial, operator memilih feed rate tinggi untuk baja keras agar cepat selesai. Namun hasil pengeboran menghasilkan suara bergetar dan lubang tidak bulat sempurna.

Penyebab utama masalah ini adalah...

a)
Feed rate yang rendah menyebabkan hasil pengeboran lambat.
b)
Feed rate yang terlalu tinggi menyebabkan getaran dan lubang tidak bulat.
c)
Penggunaan mata bor yang tumpul menghasilkan suara bergetar.
d)
Kualitas baja yang buruk menyebabkan lubang tidak bulat.
30.

Seorang mahasiswa melakukan pengelasan baja karbon menggunakan elektroda E6013 dengan arus 130 A dan diameter elektroda 3,2 mm. Setelah selesai, hasil las menunjukkan percikan berlebih dan penampang las terlalu cembung.

Apa analisis penyebab paling logis dari kondisi tersebut?

a)
Arus las terlalu tinggi.
b)
Diameter elektroda terlalu kecil.
c)
Arus las terlalu rendah.
d)
Kualitas baja karbon buruk.
31.

Operator SMAW menggunakan polaritas DCEP (elektroda positif) untuk mengelas pelat tipis 2 mm. Setelah selesai, permukaan logam berlubang akibat terbakar.

Apa langkah teknis terbaik untuk mencegah hal tersebut?

a)
Pilih polaritas AC untuk meningkatkan penetrasi las.
b)
Gunakan teknik pengelasan yang lebih cepat dan tidak terkontrol.
c)
Kurangi arus las dan gunakan elektroda yang sesuai.
d)
Tingkatkan arus las dan gunakan elektroda yang lebih besar.
32.

Dalam pengelasan posisi vertikal ke atas (3G), mahasiswa mendapati logam las sering turun dan menumpuk di bawah.

Apa kesalahan teknik paling mungkin?

a)
Arus las terlalu tinggi atau kecepatan penggerak las terlalu lambat.
b)
Arus las terlalu rendah atau kecepatan penggerak las terlalu cepat.
c)
Kualitas logam las yang buruk atau penggunaan elektroda yang salah.
d)
Sudut pengelasan yang tidak tepat atau posisi pengelasan yang salah.
33.

Teknisi menggunakan elektroda E7018 untuk mengelas baja karbon sedang, tetapi hasil las banyak pori. Setelah diperiksa, elektroda dikeluarkan dari wadah terbuka selama beberapa hari.

Apa penyebab utama cacat tersebut?

a)
Kualitas baja yang digunakan.
b)
Kelembapan pada elektroda E7018.
c)
Pengaturan suhu las yang tidak tepat.
d)
Penggunaan gas pelindung yang salah.
34.

Seorang mahasiswa mengelas dengan arus terlalu kecil untuk elektroda 4 mm. Hasil las tampak menonjol, tidak ada penetrasi, dan mudah retak saat pendinginan.

Apa penyebab utamanya?

a)
Arus las terlalu kecil.
b)
Kualitas bahan las buruk.
c)
Elektroda terlalu panjang.
d)
Arus las terlalu besar.
35.

Dalam proses SMAW pada posisi datar (1G), mahasiswa mengarahkan elektroda dengan sudut 90°. Hasil las memperlihatkan slag terperangkap di tengah jalur.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

a)
Sudut elektroda 45° meningkatkan aliran logam cair, sehingga slag terperangkap.
b)
Penggunaan elektroda yang terlalu panjang menyebabkan slag terperangkap di jalur las.
c)
Sudut elektroda 90° menyebabkan aliran logam cair tidak optimal, sehingga slag terperangkap.
d)
Kecepatan pengelasan yang tinggi membuat slag tidak sempat keluar dari jalur.
36.

Pada saat pengelasan sambungan T (fillet), operator mendapati kaki las tidak sama panjang dan bentuk tidak simetris.

Faktor teknis apa yang paling mempengaruhi bentuk ini?

a)
Pengaturan posisi benda kerja.
b)
Kualitas elektroda yang digunakan.
c)
Teknik pengelasan yang diterapkan.
d)
Suhu lingkungan saat pengelasan.
37.

Dalam pengujian radiografi hasil las SMAW, ditemukan cacat undercut di sisi lasan. Operator mengaku mempercepat gerakan tangannya untuk menghemat waktu.

Apa kesimpulan yang paling tepat?

a)
Kecepatan pengelasan yang terlalu rendah menyebabkan cacat undercut.
b)
Kualitas material las yang buruk menyebabkan cacat undercut.
c)
Kecepatan pengelasan yang terlalu tinggi menyebabkan cacat undercut.
d)
Penggunaan elektroda yang salah menyebabkan cacat undercut.
38.

Seorang teknisi menggunakan arus AC dengan elektroda E7018. Hasil las tidak stabil, busur sering padam, dan spatter meningkat.

Apa penjelasan yang paling sesuai?

a)
Elektroda E7018 tidak cocok untuk las vertikal.
b)
Arus AC tidak sesuai untuk elektroda E7018.
c)
Pengaturan arus terlalu tinggi untuk elektroda E7018.
d)
Arus DC lebih cocok untuk elektroda E7018.
39.

Dalam proses root pass pipa, mahasiswa menggunakan arus tinggi agar penetrasi sempurna. Namun terbentuk lubang tembus pada bagian bawah sambungan.

Langkah koreksi terbaik adalah...

a)
Gunakan teknik pengelasan berbeda.
b)
Tingkatkan arus untuk hasil lebih baik.
c)
Lakukan pengelasan ulang dengan arus lebih rendah.
d)
Biarkan sambungan dingin sebelum pengelasan.
40.

Operator melakukan pengelasan pada pelat tebal 25 mm tanpa pemanasan awal. Setelah pendinginan, muncul retakan di daerah HAZ (Heat Affected Zone).

Faktor metalurgi apa yang paling berperan?

a)
Kualitas las yang buruk akibat teknik pengelasan.
b)
Perubahan struktur mikro akibat pendinginan yang cepat.
c)
Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi.
d)
Kelembaban tinggi saat proses pengelasan.
41.

Dalam praktik SMAW, mahasiswa menggunakan elektroda diameter 2,6 mm dengan arus 140 A pada baja 5 mm. Busur menjadi tidak stabil dan logam terlalu cair.

Apa penyesuaian terbaik?

a)
Gunakan baja yang lebih tipis.
b)
Kurangi arus pengelasan.
c)
Ganti elektroda dengan diameter lebih besar.
d)
Tingkatkan arus pengelasan.
42.

Setelah pengelasan posisi overhead (4G), mahasiswa melihat slag sulit dilepaskan dan sebagian menempel di permukaan las.

Apa penyebab paling umum dari kondisi ini?

a)
Kualitas elektroda yang buruk atau tidak sesuai.
b)
Kelembapan tinggi di area pengelasan.
c)
Penggunaan gas pelindung yang tidak tepat.
d)
Suhu pengelasan terlalu tinggi atau kecepatan pengelasan tidak tepat.
43.

Dalam perbaikan retakan pada baja karbon tinggi, operator menggunakan elektroda E6010 dan tidak melakukan pemanasan awal. Setelah pengelasan, retak muncul kembali di sepanjang jalur.

Mengapa hal ini terjadi?

a)
Retakan disebabkan oleh teknik pengelasan yang tidak tepat.
b)
Retakan muncul kembali karena tidak ada pemanasan awal dan penggunaan elektroda E6010 yang tidak cocok.
c)
Retakan terjadi akibat suhu lingkungan yang terlalu rendah.
d)
Retakan muncul karena penggunaan elektroda E7018 yang lebih baik.
44.

Teknisi menggunakan elektroda diameter 5 mm pada baja karbon 8 mm dengan arus tinggi. Namun sambungan menunjukkan lack of fusion (tidak menyatu sempurna).

Faktor paling mungkin penyebabnya?

a)
Arus yang digunakan terlalu rendah untuk proses pengelasan.
b)
Kualitas baja karbon yang buruk dan tidak sesuai standar.
c)
Teknik pengelasan yang salah dan tidak tepat untuk sambungan.
d)
Ukuran elektroda yang terlalu kecil untuk ketebalan baja.
45.

Selama pengelasan pipa posisi 5G, operator kesulitan menjaga busur di bagian atas pipa karena logam cair cenderung turun.

Apa solusi teknis yang disarankan?

a)
Tingkatkan suhu pengelasan dan gunakan elektroda yang lebih besar.
b)
Kurangi kecepatan pengelasan dan gunakan gas pelindung yang lebih ringan.
c)
Terapkan teknik pengelasan vertikal dan gunakan pipa yang lebih kecil.
d)
Gunakan teknik pengelasan yang sesuai dan sesuaikan arus serta kecepatan pengelasan.
46.

Mahasiswa melakukan pengelasan stainless steel menggunakan elektroda biasa (E6013). Hasilnya terjadi korosi cepat di sekitar daerah las.

Mengapa hal ini terjadi?

a)
Korosi cepat terjadi karena penggunaan elektroda yang tidak sesuai, menghilangkan lapisan pasif dan kontaminasi.
b)
Korosi cepat terjadi karena suhu las yang terlalu rendah.
c)
Korosi cepat terjadi karena kelebihan bahan pengisi pada las.
d)
Korosi cepat terjadi akibat penggunaan gas pelindung yang tidak tepat.
47.

Dalam praktik SMAW, operator mendapati spatter berlebih dan warna permukaan abu kehitaman. Ia menggunakan arus 150 A untuk elektroda 3,2 mm.

Apa tindakan korektif paling tepat?

a)
Kurangi arus pengelasan.
b)
Ganti elektroda dengan ukuran lebih kecil.
c)
Tingkatkan arus pengelasan.
d)
Percepat kecepatan pengelasan.
48.

Dalam pengelasan posisi vertikal ke bawah (3G down), hasil las terlihat terlalu cembung dan tidak rata.

Penyebab paling umum adalah...

a)
Pengaturan kecepatan las yang terlalu rendah.
b)
Penggunaan elektroda yang tidak sesuai.
c)
Kondisi cuaca yang terlalu lembab.
d)
Pengaturan arus las yang terlalu tinggi.
49.

Setelah melakukan tiga lapisan las (multi-pass), operator tidak membersihkan slag antar lapisan. Pada pengujian, ditemukan inklusi non-logam di tengah lapisan.

Apa jenis cacat dan penyebabnya?

a)
Retak akibat pendinginan yang terlalu cepat.
b)
Inklusi non-logam akibat tidak membersihkan slag antar lapisan las.
c)
Porositas akibat suhu las yang terlalu tinggi.
d)
Deformasi akibat tekanan berlebih saat pengelasan.
50.

Dalam pengujian hasil SMAW, ditemukan crater crack pada ujung las. Operator mengaku sering menghentikan busur mendadak setelah selesai mengelas.

Apa prosedur yang seharusnya dilakukan untuk mencegah cacat ini?

a)
Lakukan teknik penutupan yang tepat setelah mengelas.
b)
Kurangi suhu pengelasan sebelum menyelesaikan las.
c)
Gunakan elektroda dengan diameter lebih besar.
d)
Tingkatkan kecepatan pengelasan saat bekerja.