NEW
Font size
WorksheetsKerajaan Hindu Buddha
Total questions: 30
Worksheet time: 5mins
Pengaruh Hindu-Buddha menyebabkan perubahan dari sistem kesukuan menjadi kerajaan.
Kerajaan Hindu-Buddha pertama di Indonesia adalah:
Samudra Pasai
Demak
Tarumanegara
Kutai
Majapahit
Kerajaan Mataram kuno diperintah oleh dua dinasti yang memiliki agama yang berbeda, yaitu:
Sanjaya - Hindu, Isyana - Buddha
Sanjaya – Buddha, Syailendra – Hindu
Syailendra – Hindu, Isyana – Buddha
Isyana – Hindu, Syailendra – Buddha
Syailendra – Buddha, Sanjaya – Hindu
Kepercayaan terhadap roh nenek moyang di Nusantara sebelum kedatangan Hindu-Buddha dikenal sebagai:
Totemisme
Taoisme
Dinamisme
Animisme
Sinkretisme
Keterangan yang dapat dikemukakan untuk mendukung kesimpulan bahwa corak
kebudayaan yang berkembang di Kerajaan Kutai adalah Hindu diantaranya:
Upacara selamatan diadakan diatas sebidang tanah Wavrakesywara
Penggunaan nama Warman pada nama nama raja Kerajaan Kutai
Raja Pertama Kerajaan Kutai adalah Kudungga
Pendiri Dinasti Kerajaan Kutai adalah Aswawarman
Kerajaan Kutai mulai mendapat pengaruh budaya Hindu pada masa
pemerintahan Aswawarman
Dalam salah satu Yupa pada prasasti Kutai tertera keterangan tentang silsilah raja
raja kerajaan Kutai. Berdasarkan keterangan tersebut maka dapat disimpulkan
pendiri atau perintis kerajaan Kutai adalah:
Kudungga
Mulawarman
Aswawarman
Purnawarman
Adityawarman
Yupa ditandai dengan huruf:
A
B
Kerajaan Kutai runtuh pada masa pemerintahan Raja Dharma Setia, salah satu factor keruntuhan tersebut adalah karena adanya serangan dari:
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Kutai Kartanegara
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Singasari
Prasasti yang menerangkan penggalian Sungai Cabdrabaga oleh Rajadiraja guru dan penggaliran sungai yang bernama Gomati sepanjang 11-12 kilometer oleh Purnawarman, dengan tujuan untuk menghindari bencana alam berupa banjir dan kekeringan yang terjadi di musim kemarau adalah:
Prasasti Tugu
Prasasti Kebon Kopi
Prasasti Ciaruteun
Prasasti Lebak
Prasasti Muara Cianten
Gambar tersebut salah satu peninggalan dari kerajaan Tarumanegara yang bernama prasasti:
Prasasti Tugu
Prasasti Kebon Kopi
Prasasti Ciaruteun
Prasasti Jambu
Prasasti Muara Cianten
Mataram Kuno merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang menjunjung tinggi sikap toleransi. Salah satu peristiwa yang menunjukkan sikap tersebut adalah:
Pernikahan antara Pramodawardhani dan Rakai Pikatan
Pemindahan pusat Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok
Pembangunan Candi Kalasan yang bercorak Buddha oleh Rakai Panangkaran
Pembangunan pusat perdagangan di Sungai Bengawan Solo oleh Rakai Dyah Balitung
Pembentukan tiga jabatan penting di bawah kekuasaan raja oleh Rakai Dyah Balitung
Ditemukannya Yupa di Kerajaan Kutai menunjukkan adanya pengaruh dari India. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari:
Pembuatan Yupa dilakukan pada masa Mulawarman yang sudah terpengaruh Hindu
Isi Yupa menyebutkan tentang persembahan hewan untuk Brahmana
Penulisan Yupa menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta
Nama raja-raja Kutai menggunakan nama seperti raja di India
Pembuatan Yupa mendatangkan ahli dari India
Yupa merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kutai. Informasi yang termuat dalam yupa salah satunya adalah:
Pembangunan pelabuhan di dekat Sungai Mahakam
Pembangunan istana Raja Aswawarman di Muarakaman
Persembahan 20.000 ekor lembu kepada kaum brahmana
Hubungan erat Kerajaan Kutai dengan para penguasa India
Kehidupan harmonis rakyat Kutai di bawah kekuasaan Raja Mulawarman
Tokoh yang memindahkan kekuasaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur adalah:
Mpu Bharada
Mpu Sindok
Mpu Gandring
Mpu Tantular
Mpu Prapanca
Sriwijaya berhasil menguasai perdagangan nasional dan internasional sehingga
meningkatkan kehidupan social ekonomi negaranya. Faktor yang mendorong
pernyataan ini adalah:
Armada Maritim Sriwijaya ditakuti oleh kerajaan kerajaan baik di dalam
maupun diluar negeri
Sriwijaya sangat aktif melakukan aktifitas perdagangan
Sriwijaya merupakan Negara Maritim terbesar di Nusantara
Sriwijaya berhasil menguasai Selat Malaka yang merupakan urat nadi
perdagangan di Asia Tenggara
Sriwijaya memiliki komoditi dagang berlimpah yang diburu oleh para
pedagang asing
Salah satu politik luar negeri kerajaan Sriwijaya adalah dengan menaklukan
kerajaan kerajaan yang ada disekitar Semenanjung Melayu dan Jawa. Tujuan utama
kerajaan Sriwijya menyerang kerajaan kerajaan di wilayah tersebut adalah:
Menyebarkan agama Buddha
Menghentikan perluasan penyebaran agama Hindu
Merealisasikan sumpahnya untuk menyatukan seluruh Nusantara di bawah
kekuasaannya
Menaklukkan bandar pelabuhan pesaing di kawasan sekitarnya untuk
menjaga dominasi perdagangannya
Membentuk negara persemakmuran bersama diantara
kerajaan kerajaan disekitarnya di bawah kekuasaannya
Perhatikan keterangan dari tokoh berikut ini :
1) Berasal dari dinasti Syailendra di Kerajaan Mataram
2) Memerintah di Sriwijaya setelah terjadi perang saudara di Kerajaan Mataram
3) Memberikan bantuan bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Universitas Nalanda,India
4) Merupakan raja terbesar dalam sejarah Sriwijaya
Berdasarkan keterangan tersebut tokoh yang dimaksud adalah:
Balaputera dewa
Sri Indrawarman
Sri cudamaniwarman
Dharanindra
Sri Jayanasa
Perhatikan beberapa pernyataan berikut!
1) Mempersatukan seluruh wilayah di kepulauan Nusantara.
2) Mengembangkan Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan agraris terbesar di Asia Tenggara.
3) Menjadikan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara.
4) Menjadikan Sriwijaya sebagai pusat pengajaran agama Buddha terbesar di Asia Tenggara.
5) Menguasai jalur perdagangan laut antara Timur Tengah-India-Cina.
Keberhasilan Raja Balaputradewa dalam upaya memajukan kerajaan Sriwijaya ditunjukkan oleh:
1), 2) dan 3)
1), 2) dan 4)
2), 3) dan 4)
2), 4) dan 5)
3), 4) dan 5)
Berikut ini dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Jawa Tengah adalah:
Dinasti Girindra dan Syailendra
Dinasti Syailendra dan Sanjaya
Dinasti Sanjaya dan Isana
Dinasti Isana dan Rajasa
Dinasti Girindra dan Isana
Salah satu Kerajaan Nusantara yang pernah menjadi pusat Penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara adalah:
Mataram Kuno
Majapahit
Sriwijaya
Kalingga
Taruma Negara
Puncak kejayaan kerajaan Majapahit berlangsung pada masa pemerintahan Raja:
Hayam Wuruk
Jayanegara
Tribhuanatunggadewi
Wikramawardhana
Raden Wijaya
Raja terkenal dari kerajaan Singhasari yang merupakan raja pertama bernama:
Raja Anusapati
Raja Tohjaya
Raja Wisnuwardhana
Ken arok
Raja Kertanegara
Kerajaan Kediri adalah warisan dari kerajaan:
Sriwijaya
Tarumanegara
Medang Kamulan
Singasari
Majapahit
Raja pertama kerajaan Majapahit adalah:
Raden Wijaya
Suhita
Hayam Wuruk
Rajasanagara
Tribuwanatunggadewi
Gajah Mada terkenal dengan sebuah sumpahnya untuk tidak bersenang-senang sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Apa nama dari Sumpah tersebut:
Sumpah Pemuda
Sumpah Palapa
Sumpah Archipelago
Sumpah Nusantara
Sumpah Jabatan
Berikut ini merupakan perbedaan candi Hindu dengan candi Buddha, kecuali:
Fungsi candi Hindu untuk pemakaman, sedangkan candi Buddha untuk peribadatan
Bentuk puncak candi Hindu berbentuk runcing, sedangkan candi Buddha berbentuk stupa
Arah pintu candi Hindu menghadap ke barat, sedangkan candi Buddha menghadap ke timur
Bahan dalam candi Hindu menggunakan batuan merah, sedangkan candi Buddha menggunakan batuan andesit
Tidak terdapat relief pada candi Buddha, sedangkan pada candi Hindu terdapat relief yang beragam
Pada masa kerajaan Hindu-Buddha, masyarakat sudah hidup rukun, sehingga muncul semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang terkandung dalam kitab:
Sutasoma
Negarakertagama
Pararaton
Kresnayana
Kresnayana
Raja Kediri yang juga ahli dalam meramal adalah:
Bameswara
Aryeswara
Kameswara
Jayabaya
Kertajaya
Mpu Bharada membagi Kerajaan Medang Kamulan menjadi dua yaitu Kediri
dan Jenggala atas perintah Raja Airlangga. Alasan pembagian kerajaan ini
adalah:
Memisahkan antara pemeluk agama Hindu dengan Budha agar tidak saling berseteru
Menghindari terjadinya perang saudara diantara sesama putera putera Airlangga
Penolakan puteri mahkota Sri Sanggramawijaya atas tahta kerajaan Kediri
Meningkatkan kemakmuran dan perdagangan rakyat di dua kerajaan
Meningkatkan pertahanan militer Kediri untuk menghadapi serangan
balik dari Sriwijaya
Runtuhnya Kerajaan Majapahit di dorong oleh beberapa faktor, salah
satunya adalah:
Perang saudara antara Pramodhawardani – Rakai Pikatan dengan Balaputeradewa
Perang Bubat antara kerajaan Majapahit dengan kerajaan Sunda Pajajaran
Penyerangan Raja Kertanegara dari kerajaan Singasari melalui Ekspedisi Pamalayu
Perang saudara ( Perang Paregreg ) antara Kusuma Wardani –
Wikrama Wardana dengan Bhre Wirabumi
Penyerangan Dapunta Hyang dari kerajaan Sriwijaya karena Majapahit
Tidak mau tunduk kepada Sriwijaya
Perhatikan wacana berikut ini :
Salah satu cara majapahit dibawah pimpinan Mahapatih Gajahmada
untuk mewujudkan cita cita menguasai seluruh Nusantara melalui
sumpah Palapa adalah dengan menguasai kerajaan Pajajaran melalui
perkawinan politik antara Hayam Wuruk dengan Putri Dyah Pitaloka, namun
di tengah perjalanan iring iringan penganten diserang oleh pasukan
Majapahit yang menyebabkan Putri Dyah Pitaloka bunuh diri.
Peristiwa yang menjadi catatan hitam hubungan kerajaan Majapahit dengan
kerajaan Pajajaran adalah:
Perang Bubat
Perang Ganter
Perang Paregreg
Ekpedisi Pamalayu
Ekspedisi Pabali
