wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Farmakoterapi Obat-Obatan Koagulan dan Anti-Koagulan

Total questions: 5

Worksheet time: 3mins

Name
Class
Date
1.
  1. 1. Obat koagulan adalah jenis obat yang digunakan untuk mempercepat atau membantu proses pembekuan darah (koagulasi) dalam tubuh. Tujuannya sbb :

a)

untuk menghentikan perdarahan yang terjadi akibat luka, gangguan pembekuan darah, atau kondisi medis tertentu yang menyebabkan darah cepat membeku.

b)

untuk menghentikan perdarahan yang terjadi akibat luka, gangguan pembekuan darah, atau kondisi medis tertentu yang menyebabkan darah sulit membeku.

c)

untuk menghentikan perdarahan yang terjadi akibat luka, gangguan penyumbatan darah, atau kondisi medis tertentu yang menyebabkan darah sulit membeku.

d)

untuk melancarkan perdarahan yang terjadi akibat luka, gangguan pembekuan darah, atau kondisi medis tertentu yang menyebabkan darah sulit membeku.

e)

untuk melancarkan perdarahan yang terjadi akibat luka, gangguan pembekuan darah, atau kondisi medis tertentu yang menyebabkan darah cepat membeku.

2.
  1. 2. Mekanisme Obat Koagulan sbb :

a)

Pembentukan sumbatan trombosit yang menutup luka pada pembuluh darah.

 

b)

Pembentukan sumbatan fibrin yang menutup luka pada pembuluh darah.

 

c)

Meningkatkan aktivitas faktor koagulasi sehingga mempercepat pembentukan fibrin, benang protein yang memperkuat sumbatan trombosit menjadi darah yang stabil.

 

d)

Meningkatkan aktivitas faktor koagulasi sehingga memperlambat pembentukan fibrin, benang protein yang memperkuat sumbatan trombosit menjadi bekuan darah yang stabil.

 

e)

Mencegah trombosit (penguraian bekuan darah) agar bekuan tetap kuat dan perdarahan berhenti.


3.
  1. 3. Contoh Koagulan sbb

a)

Vitamin K: Membantu produksi faktor pembekuan darah di hati.

b)

Asam  Traneksamat  (Antifibrinolitik):  Mempercepat enzim

yang memecah fibrin sehingga bekuan darah tidak cepat larut.

 

c)

Asam  Traneksamat  (Antifibrinolitik):  Menghambat  enzim

yang memecah fibrin sehingga bekuan darah cepat larut.

 

d)

Asam  Traneksamat  (fibrinolitik):  Menghambat  enzim

yang memecah fibrin sehingga bekuan darah tidak cepat larut.

 

e)

Vitamin K: Membantu produksi faktor pembekuan darah di hati.

4.
  1. 4. Obat Anti-Koagulan sbb :

a)

obat yang berfungsi untuk mempercepat pembentukan gumpalan darah (bekuan darah) dalam pembuluh darah. Obat ini digunakan untuk mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, atau trombosis.

b)

obat yang berfungsi untuk mencegah atau menghambat pembentukan gumpalan darah (bekuan darah) dalam pembuluh darah. Obat ini digunakan untuk mempercepat terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, atau trombosis.

c)

obat yang berfungsi untuk mencegah atau menghambat pembentukan gumpalan darah (bekuan darah) dalam pembuluh darah. Obat ini digunakan untuk mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, atau trombosis.

d)

obat yang berfungsi untuk mencegah atau menghambat pembentukan darah (bekuan darah) dalam pembuluh darah. Obat ini digunakan untuk mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, atau trombosis.

e)

obat yang berfungsi untuk mempercepat pembentukan darah (bekuan darah) dalam pembuluh darah. Obat ini digunakan untuk mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, atau trombosis.

5.
  1. 5. Mekanisme Obat Anti- Koagulan : Antagonis Vitamin K (Warfarin) sbb :

a)

Mempercepat enzim vitamin K epoksida reduktase di hati.

Mengurangi             sintesis                 faktor          koagulasi                      II,            VII,       IX,              dan        X yang bergantung pada vitamin K.

Akibatnya, proses pembekuan darah menjadi lambat.

b)

Menghambat enzim vitamin K epoksida reduktase di hati.

Mempercepat             sintesis                 faktor          koagulasi                      II,            VII,       IX,              dan        X yang bergantung pada vitamin K.

Akibatnya, proses pembekuan darah menjadi lambat.

c)

Menghambat enzim vitamin K epoksida reduktase di hati.

Mengurangi             sintesis                 faktor          koagulasi                      II,            VII,       IX,              dan        X yang bergantung pada vitamin K.

Akibatnya, proses pembekuan darah menjadi cepat.

d)

Menghambat enzim vitamin K epoksida reduktase di hati.

Mengurangi             sintesis                 faktor          koagulasi                      II,            VII,       IX,              dan        X yang bergantung pada vitamin K.

Akibatnya, proses pembekuan darah menjadi lambat.

e)

Menghambat enzim vitamin K epoksida reduktase di hati.

Mengurangi             sintesis                 faktor          koagulasi                      II,            VII,       IX,              dan        X yang bergantung pada vitamin K.

Akibatnya, proses perdarahan darah menjadi lambat.