wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PBAK-GRATIFIKASI-D3 KEBIDANAN

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Seorang bidan yang bekerja di puskesmas menerima bingkisan buah-buahan dari keluarga pasien setelah membantu proses persalinan dengan lancar. Pemberian ini tidak diminta dan tidak ada perjanjian sebelumnya. Dilihat dari ciri-cirinya, tindakan ini paling tepat digolongkan sebagai...

a)

Suap, karena bertujuan memengaruhi tindakan bidan tersebut pada pelayanan selanjutnya

b)

Gratifikasi, karena merupakan pemberian dalam arti luas yang berhubungan dengan jabatan

c)

Pemerasan, karena bidan memiliki kewenangan yang dapat digunakan untuk menekan pasien

d)

Uang pelicin, karena bertujuan untuk memastikan pelayanan persalinan berjalan lebih cepat

2.

Seorang bidan desa yang juga merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima hadiah berupa perhiasan dari seorang pengusaha alat kesehatan. Bidan tersebut merasa tidak enak untuk menolak. Berdasarkan aturan, apa langkah etis pertama yang harus ia lakukan?

a)

Langsung mengembalikan perhiasan tersebut kepada pengusaha yang memberikannya

b)

Menyimpan perhiasan tersebut dan menganggapnya sebagai rezeki pribadi yang halal.

c)

Melaporkan penerimaan tersebut kepada Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) atau KPK

d)

Membagikan nilai perhiasan tersebut kepada rekan kerja lain di puskesmas secara adil

3.

Pihak administrasi sebuah klinik bersalin sengaja mengubah kode diagnosa persalinan normal menjadi persalinan dengan komplikasi ringan dalam klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar mendapatkan bayaran yang lebih tinggi. Tindakan ini merupakan contoh dari...

a)

Gratifikasi yang tidak dianggap suap karena untuk keuntungan pihak klinik sendiri

b)

Pemerasan terselubung terhadap sistem penjaminan kesehatan nasional

c)

Praktik suap kepada verifikator BPJS Kesehatan agar klaim disetujui

d)

Fraud pelayanan kesehatan dalam bentuk upcoding atau menaikkan kode diagnosa

4.

Saat seorang ibu hendak mengurus surat keterangan lahir untuk anaknya, oknum petugas administrasi di kelurahan mengatakan, "Prosesnya bisa lama kalau normal, Bu. Tapi kalau ada uang rokok, bisa saya bantu percepat." Permintaan oknum petugas tersebut merupakan bentuk...

a)

Uang pelicin, karena jumlahnya relatif kecil untuk memperlancar sebuah urusan

b)

Gratifikasi, karena merupakan pemberian sukarela setelah pelayanan selesai diberikan

c)

Pemerasan, karena ada permintaan sepihak dari petugas dengan ancaman terselubung

d)

Suap, karena terjadi kesepakatan antara ibu dan petugas untuk saling menguntungkan

5.

Direktur sebuah rumah sakit mengeluarkan surat edaran resmi yang melarang seluruh staf, termasuk bidan, untuk menerima parsel atau hadiah dalam bentuk apapun dari pasien atau vendor. Kebijakan ini merupakan wujud dari salah satu tahapan penting Program Pengendalian Gratifikasi (PPG), yaitu..

a)

Pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di tingkat rumah sakit

b)

Komitmen dari pimpinan instansi atau yang dikenal dengan istilah

tone from the top

c)

Monitoring dan evaluasi (monev) terhadap seluruh staf rumah sakit secara berkala

d)

Penyusunan mekanisme dan tata cara pelaporan gratifikasi bagi semua staf

6.

Seorang pasien memberikan "uang terima kasih" kepada bidan setelah persalinan. Pasien menganggap hal ini sebagai bagian dari budaya balas budi yang wajar. Namun, secara hukum, tindakan ini berpotensi menjadi gratifikasi. Konflik antara kebiasaan masyarakat dan hukum positif ini disebut sebagai konflik antara..

a)

Positive law (hukum yang berlaku formal) dan living law (hukum yang hidup di masyarakat)

b)

Etika politik yang mengatur perilaku pejabat dan etika profesi yang dipegang oleh bidan

c)

Peran serta masyarakat dalam menolak gratifikasi dan kewajiban bidan dalam melapor

d)

Aturan mengenai suap yang bersifat transaksional dan aturan gratifikasi yang bersifat pasif

7.

Untuk mempercepat proses perizinan pendirian Praktik Mandiri Bidan (PMB), seorang bidan memberikan sejumlah uang tidak resmi kepada petugas di dinas kesehatan agar berkasnya didahulukan. Pemberian yang bertujuan mempercepat layanan yang seharusnya menjadi hak ini disebut...

a)

Pemerasan, karena ada unsur paksaan yang diberikan oleh petugas dinas kesehatan

b)

Gratifikasi, karena pemberian tersebut tidak terkait langsung dengan keputusan petugas

c)

Uang pelicin, karena tujuannya untuk mempermudah atau mempercepat suatu urusan

d)

Suap, karena tujuannya hanya untuk memastikan izin praktik mandiri bidan disetujui

8.

Sebuah rumah sakit membentuk tim khusus yang bertugas menerima dan menganalisis laporan pemberian dari pasien kepada staf, serta melakukan sosialisasi tentang bahaya gratifikasi. Secara fungsional, tim ini menjalankan peran sebagai...

a)

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di tingkat internal rumah sakit

b)

Satuan Pengawas Internal (SPI) yang hanya fokus pada audit keuangan rumah sakit

c)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cabang rumah sakit yang berwenang menindak

d)

Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) yang menjadi motor penggerak pencegahan

9.

Pada tanggal 10 Agustus, seorang bidan ASN menerima hadiah jam tangan mahal dari seorang distributor susu formula. Menurut aturan, kapan batas waktu terakhir bagi bidan tersebut untuk melaporkan gratifikasi ini agar terhindar dari sanksi pidana?

a)

Paling lambat 30 hari kalender terhitung sejak tanggal penerimaan hadiah tersebut

b)

Paling lambat 30 hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima

c)

Paling lambat 7 hari kerja setelah hadiah diterima untuk dilaporkan kepada atasan

d)

Tidak ada batas waktu pelaporan selama hadiah tersebut tidak diminta oleh bidan

10.

Seorang perwakilan perusahaan farmasi menjanjikan akan membiayai seminar internasional untuk seorang bidan koordinator, dengan syarat bidan tersebut harus mengarahkan penggunaan produk vitamin ibu hamil dari perusahaannya di puskesmas tempat ia bekerja. Transaksi ini paling tepat dikategorikan sebagai...

a)

Gratifikasi, karena janji seminar diberikan tanpa ada permintaan sebelumnya dari bidan

b)

Suap, karena ada kesepakatan dan tujuan untuk memengaruhi keputusan atau tindakan

c)

Pemerasan, karena bidan merasa terpaksa untuk menyetujui tawaran dari perusahaan farmasi

d)

Uang pelicin, karena janji seminar bertujuan agar produk perusahaan lebih cepat dipaka