NEW
Font size
WorksheetsQUIZ INVASIF 3 (CABG, IVUS, FFR)
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Seorang pasien laki-laki berumur 78 tahun dengan indikasi 3VD pada semua pembuluh koronernya akan dilakukan operasi CABG. Apa konduit yang paling baik untuk dilakukannya operasi CABG?
Vena Saphena Magna
Vena Saphena Carta
Left Internal Thoracic Artery
Gastroepiploic Artery
Pemilihan vena saphena sebagai konduit pada tindakan CABG adalah pilihan yang tepat. Apakah keunggulan dari konduit vena saphena sebagai pilihan yang baik pada tindakan CABG?
Meskipun merupakan pembuluh vena tetapi vena saphena tahan terhadap tekanan koroner
Akses yang lebih mudah
Akses vena saphena lebih dekat dengan jantung
Memerlukan hanya satu kali operasi saat bersamaan
Heart-Lung Machine adalah alat yang digunakan untuk operasi CABG dengan metode On Pump. Apakah fungsi dari Heart-Lung Machine tersebut?
Alat yang digunakan untuk mendeteksi kelainan pada jantung dan paru pasien
Alat yang digunakan sebagai pengganti sementara jantung dan paru saat tindakan CABG
Alat yang digunakan sebagai pengganti koroner saat tindakan CABG terbuka
Alat yang digunakan sebagai pompa jantung selamanya bagi pasien
Dokter akan melakukan teknik anastomisis ke pasien CABG dengan indikasi total oklusi. Teknik anastomisis yang digunakan adalah menghubungkan ujung ateri langsung dengan target oklusi. Apakah nama dari teknik anastomosis yang dilakukan dokter tersebut?
End to End Anastomosis
End to Side Anastomosis
Sequential Anastomosis
Y-Grafting
Pasien yang telah menjalani operasi CABG akan dilakukan tindakan rehabilitasi. Apakah tindakan yang dilakukan pada fase rehabilitasi?
Latihan Fisik Terkontrol
Pemberian beta bloker
Kontrol dokter Sp.OK
Latihan pernapasan
Seorang pasien laki-laki 53 tahun akan dilakukan tindakan IVUS untuk menilai fungsi dari pembuluh koronernya. Setelah dilakukan IVUS didapatkan ukuran lumen left mainnya adalah 2mm. Dari keterangan tersebut apakah yang harus dilakukan dokter?
Revaskularisasi
IVUS ulang
Lakukan tindakan FFR untuk memastikan kembali
Langsung dilakukan CABG segera
Pada gambar tersebut adalah bagian anatomi dari tindakan IVUS. Apakah nama bagian yang ditunjuk dari panah berwarna putih?
Lumen
Intima
Adventitia
Media
Pada gambar tersebut adalah bagian anatomi dari tindakan IVUS. Apakah nama bagian yang ditunjuk dari panah berwarna kuning?
Lumen
Intima
Media
Adventitia
Dokter melakukan tindakan IVUS pada pasien. Didapatkan gambaran IVUS seperti gambar berikut, terlihat plak fibrosis pada IVUS. Apakah klasifikasi plak dari gambaran IVUS berikut berdasarkan echogenicitynya?
Hypoechoic
Hyperechoic
Heterogeneous Plaque
Hypoechoic with Shadowing
IVUS menjadi pilihan yang tepat untuk menilai apakah revaskularisasi akan dilakukan atau tidak. Namun, IVUS juga memiliki kekurangan pada tindakannya. Apakah kekurangan pada tindakan IVUS?
Tidak dapat dilakukan pada total oklusi
Tidak dapat dilakukan pada plak dengan lipid
Tidak diklaim oleh BPJS
Memakai kontras yang banyak
Seorang pasien berusia 66 tahun akan dilakukan tindakan FFR. Dokter membuat koroner pasien tersebut sampai hiperemia kemudian dokter bisa mengukur tekanan pada pembuluh darah koroner pasien tersebut. Mengapa dokter melakukan tindakan hiperemia saat pemasangan FFR?
Agar pembuluh darah koronernya bagus untuk dinilai
Agar pasien mereka rileks saat tindakan FFR
Agar dokter fokus untuk menilai tekanan di koronernya
Agar pembuluh darah bervasodilatasi maksimal
Tindakan hiperemia yang dilakukan dokter adalah menyuntikkan obat melalui vena atau intra coronary pasien. Apakah jenis obat yang dimasukkan dokter untuk membuat hiperemia pada koroner jantung pasien?
Adenosin
Simvastatin
Purin
Acetylcysteine
Pressure wire masuk ke pembuluh darah koroner harus melewati dari bagian plak yang ada. Apakah rumus yang dinilai untuk menentukan nilai FFR?
PA/PD
PD/PA
PA X PD
PA + PD
Seorang pasien wanita berumur 58 tahun dilakukan tindakan FFR di right coronary artery. Setelah dihitung nilai FFR oleh dokter didapatkan hasilnya adalah 0.91. Apakah yang harus dokter lakukan selanjutnya?
Menilai kembali FFR di bagian stenosisnya
Melakukan revaskularisasi
Jika tidak yakin lakukan tindakan OCT
Tidak memerlukan PCI
Seorang pasien laki-laki berusia 77 tahun post heart attack dengan riwayat diabetes melitus dilakukan tindakan angiografi koroner dengan jaminan BPJS. Setelah tindakan didapatkan stenosis pada Left Circumflex Artery pasien adalah 90%, dokter tidak menyarankan untuk dilakukan FFR. Apa alasan dokter tidak melakukan tindakan FFR pada pasien tersebut
Riwayat DM
Post Heart Attack
Pressure wire tidak dapat menembus stenosis
BPJS tidak mencover tindakan FFR
