NEW
Font size
WorksheetsSOAL KLS X MATERI KE-5 (CULTUURSTELSEL)
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Traktat London adalah sebuah perjanjian yang terjadi antara pemerintah Belanda dengan pemerintah Inggris pada tahun 1814, adapun salah satu isi dari perjanjian ini menyebutkan bahwa Indonesia diberikan kembali kepada Belanda. Hal ini menandakan bahwa setelah tahun 1814 Indonesia kembali berstatus sebagai Negara jajahan Belanda yang juga dikenal sebagai wilayah “Pemerintahan Hindia Belanda”. Pada masa peralihan dari Inggris kepada Belanda, pemerintah Belanda sengaja membuat sebuah badan yang ditugaskan untuk mengatasi secara cepat persoalan ekonomi baik di tanah jajahan (Indonesia) maupun Negara induk (Belanda).
Berdasarkan pernyataan di atas, badan atau organisasi yang dimaksud adalah…
Vereenigde Oostindische Compagnie
Komisaris Jenderal
Indische Partij
Dewan Keamanan
East India Company
Perhatikan data berikut ini:
1) Setiap penduduk wajib menyerahkan jatah seperlima tanah miliknya
2) Tanah yang disediakan penduduk dibebaskan dari pembayaran pajak tanah
3) Mereka yang tidak memiliki tanah, wajib bekerja selama 65 hari dalam setahun
4) Rakyat dipekerjakan untuk membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan
Berdasarkan data di atas, pernyataan manakah yang termasuk ke dalam kebijakan yang dibuat Van den Bosch (1830-1870) atau yang lebih dikenal dengan istilah kebijakan Cultuurstelsel...
1, 2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Tujuan utama penerapan kebijakan Tanam Paksa 1830-1870 (Cultuurstelsel) di bawah Gubernur Jenderal Johanes van den Bosch adalah…
menyelamatkan negara Belanda dari kebangkrutan ekonomi
memenuhi permintaan pasar Eropa akan tanaman-tanaman ekspor selain cengkeh
membiayai berbagai perang yang terjadi di Indonesia
membiasakan petani Indonesia untuk menanam tanaman ekspor
membiayai perang Belanda melawan Perancis
Penerapan sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) pada masa penjajahan Belanda merupakan salah satu kebijakan kolonial yang sangat memberatkan rakyat. Dampak negatif utama dari sistem ini bagi rakyat Indonesia adalah...
Rakyat bebas memilih tanaman komersial untuk diekspor
Terjadinya peningkatan jumlah perusahaan milik pribumi
Kegiatan ekspor rempah-rempah dikendalikan sepenuhnya oleh VOC
Peningkatan kesejahteraan petani karena hasil panen dibeli dengan harga tinggi
Rakyat kehilangan sebagian besar tanahnya dan mengalami kelaparan
Protes terhadap Sistem Tanam Paksa banyak muncul di Belanda setelah...
Belanda memenangkan banyak peperangan menghadapi Indonesia
Laporan-laporan mengenai penderitaan rakyat Indonesia tersebar luas
VOC kembali berkuasa di Nusantara pasca Inggris menyerahkan Indonesia terhadap Belanda
Sistem tanam paksa dinilai gagal memberikan keuntungan bagi Belanda
Rakyat Indonesia menolak membayar pajak ketika diberlakukannya kebijakan sistem tanam paksa
Dampak positif yang secara tidak langsung dirasakan Indonesia dari Cultuurstelsel adalah...
Rakyat menjadi kaya raya dari hasil perdagangan
Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan meningkat
Semua petani memiliki kebun sendiri dan bebas pajak
Pemerintah kolonial memberikan hak politik kepada pribumi
Rakyat mendapatkan jaminan kesehatan dan kesejahteraan
Tokoh Belanda yang menulis buku berjudul Max Havelaar untuk mengkritik sistem tanam paksa adalah...
Van den Bosch
Herman Willem Daendels
Edward Douwes Dekker
Van Mook
Snouck Hurgronje
Politik pintu terbuka adalah pelaksanaan politik kolonial liberal di Indonesia, dimana golongan liberal Belanda berpendapat bahwa kegiatan ekonomi di Indonesia harus ditangani oleh pihak swasta, sementara pemerintah cukup berperan mengawasi saja. Pada tahun 1850, partai liberal Belanda memenangi pemilu. Maka sebagai pemenang, partai ini berhak membentuk dan menjalankan pemerintahan. Pada tahun 1870, partai ini bahkan meraih kemenangan mutlak.”
Berdasarkan pemahaman mengenai kebijakan politik pintu terbuka yang sudah dijelaskan di atas, salah satu dampak dari dilaksanakannya kebijakan tersebut adalah melahirkan sebuah paham baru. Paham yang dimaksud adalah…
Paham Komunisme
Paham Liberalisme
Paham Nasionalisme
Paham Pan-Islamisme
Paham Sekularisme
Multatuli adalah nama pena dari Eduard Douwes Dekker, seorang penulis dan pejabat Belanda yang terkenal karena kritik tajamnya terhadap sistem penjajahan Belanda di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Nama "Multatuli" berasal dari bahasa Latin, berarti "aku telah banyak menderita" ("Multa tuli"). Adapun isi dari kritik tersebut adalah...
Petani Indonesia mendapat upah terlalu tinggi yang dinilai dapat merugikan Belanda
Eksploitasi terhadap rakyat Indonesia yang sangat tidak manusiawi
Pemerintah kolonial Belanda tidak mampu mengelola keuangan secara efisien
Belanda mendapatkan banyak kerugian akibat penerapan kebijakan sistem tanam paksa
Tanah-tanah pertanian Belanda mengalami kerusakan akibat perlawanan yang dilakukan Petani Indonesia
Mengapa pemerintah kolonial Belanda akhirnya merasa perlu mengubah kebijakan tanam paksa?
Cultuurstelsel dinilai terlalu menguntungkan petani
Pemerintah kolonial ingin memberikan otonomi penuh kepada rakyat
Tekanan dari kaum liberal dan perubahan pandangan ekonomi di Eropa
Rakyat Indonesia mulai menolak seluruh bentuk pertanian
Cuaca buruk menyebabkan semua tanaman gagal panen
