wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Sejarah Merdeka

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah artikel singkat di bawah ini dengan cermat!

Dijelaskan oleh Kieven (2014), pada beberapa relief di candi zaman peninggalan Majapahit terdapat cerita Panji yaitu sosok yang bertopi. Cerita Panji merupakan kisah cinta antara Putra Panji dari Kerajaan Jenggala/ Kahuripan dan Putri Candrakirana (Sekartaji) dari kerajaan Daha/Kediri. Cerita Panji yang dikisahkan dalam bentuk relief merupakan seni dan sastra warisan budaya Jawa yang tersebar hingga di beberapa wilayah seperti Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar dan Laos. Nilai-nilai penting dari cerita Panji mengajarkan tentang kesederhanaan, kesetiaan, keadilan, perjuangan meraih cita-cita, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan bacaan di atas, apakah manfaat belajar sejarah dari cerita Panji?

a)

Memahami nilai-nilai masyarakat di masa lampau

b)

Memahami berpikir diakronis (kronologi)

c)

Memahami historiografi kolonial

d)

Mengetahui candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit

2.

Sejarah Museum Nasional

Keberadaan Museum Nasional berawal sejak tanggal 24 April 1778, ketika pemerintah Hindia Belanda mendirikan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) yaitu lembaga independen yang memiliki tujuan memajukan penelitan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. 

Inspirasi dari pendirian BG terjadi sejak tahun 1752 di Belanda ketika berkembang perkumpulan ilmiah Belanda.

Lalu pendiri BG yaitu JCM Radermacher memberikan rumahnya yang beralamatkan di Jalan Kalibesar untuk menyimpan berbagai koleksi benda budaya dan buku sehingga dapat berkembang menjadi museum dan perpustakaan. 

Ketika masa pemerintahan Inggris pada tahun 1811-1816, Gubernur Sir Thomas Stamford menjabat sebagai direktur perkumpulan ilmiah dan memindahkan koleksi di gedung baru yang terletak di Jalan Majapahit.

Selanjutnya pada tahun 1862, pemerintah Hindia Belanda membangun gedung museum baru yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 untuk menyimpan barang-barang koleksi museum yang terus bertambah. 

Pada tahun 1868 museum sudah dibuka untuk masyarakat umum. Pada tahun 1871 Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand berkunjung ke museum ini dan memberikan hadiah patung gajah perunggu.

Museum Nasional juga disebut sebagai Museum Gajah dikarenakan patung gajah yang terdapat di depan gedung museum. 

Pada masa Indonesia merdeka, BG berubah menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia pada tahun 1950 yang bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan tentang Indonesia. 

Lalu pada tanggal 28 Mei 1979 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, museum ini ditetapkan sebagai Museum Nasional.

Perhatikan linimasa di bawah ini, untuk menemukan jawaban yang tidak benar!

a)

1752 Berkembangnya Perkumpulan Ilmiah Belanda

b)

1778 Berdirinya Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG)

c)

1862 Kunjungan Raja Thailand

d)

1979 Penetapan sebagai museum Nasional 

3.

Yang bukan ciri khas dari historiografi tradisional adalah ...

a)

Berpusat pada kehidupan istana

b)

Berpusat pada sejarah daerah tertentu

c)

Berpusat pada agama

d)

Berpusat pada eropa

4.

Perhatikan gambar Prasasti Gajah Mada di bawah ini!

Prasasti tersebut merupakan sumber sejarah sebagai

a)

data primer

b)

data sekunder

c)

data tersier

d)

data pelengkap

5.

Bacalah artikel di bawah ini dengan cermat!

Seorang siswa hendak melakukan penelitian sejarah mengenai daerahnya. Maka dia mengunjungi museum dan mempelajari arsip yang terkait dengan sejarah daerahnya. Selain itu dia juga melakukan wawancara dengan pelaku sejarah yang masih hidup untuk memperkuat sumber sejarah penelitiannya.

Tahapan penelitian sejarah yang dilakukan oleh siswa tersebut adalah

a)

Heuristik

b)

Kritik dan verifikasi

c)

Interprestasi

d)

Historiografi

6.

Perhatikan gambar berikut!

Apa tujuan utama dari tradisi Sasi dalam masyarakat adat di Maluku?

a)

untuk menunjukan status sosial seseorang

b)

untuk merayakan panen raya

c)

untuk menjaga kelestarian sumber daya alam

d)

untuk mengumpulkan dana bagi kegiatan desa

7.

Siapa yang biasanya memiliki wewenang untuk menetapkan dan mencabut berlakunya Sasi di suatu wilayah adat?

a)

seluruh anggota masyarakat secara demokratis

b)

kepala desa atau tokoh adat setempat

c)

perwakilan pemerintah daerah

d)

pemimpin agama

8.

Pelanggaran terhadap aturan Sasi dalam masyarakat adat umumnya akan dikenakan...

a)

HUkuman fisik yang berat

b)

sanksi moral dan sosial

c)

pengucilan dari masyarakat

d)

Hanya teguran lisan

9.

Dalam bahasa daerah Maluku, istilah "Sasi" secara harfiah dapat diartikan sebagai...

a)

Larangan atau pantangan

b)

himbauan untuk gotong royong

c)

upacara syukur panen

d)

peraturan tertulis desa

10.

Majalah Dunia Wanita pada era 1950-an hingga 1960-an menjadi salah satu media populer yang membentuk opini publik mengenai peran dan posisi perempuan di Indonesia. Analisis terhadap rubrik, artikel, dan visualisasi dalam majalah ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana isu kesetaraan gender direpresentasikan dan diperdebatkan pada masa awal kemerdekaan. Perhatikan kutipan ilustratif berikut dari rubrik "Surat Pembaca" Dunia Wanita, edisi 1962:

"Saya merasa bahwa perempuan tidak seharusnya hanya berkutat di dapur. Kami juga memiliki hak dan kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa, sama halnya dengan kaum pria. Mengapa kesempatan kami selalu dibatasi atas nama kodrat?"

Berdasarkan stimulus di atas, isu utama yang diangkat dalam "Surat Pembaca" di majalah Dunia Wanita tahun 1962 terkait kesetaraan gender adalah...

a)

Perbedaan preferensi mode antara pria dan wanita.

b)

Ketidakpuasan terhadap kualitas rubrik masakan dalam majalah.

c)

Pembatasan kesempatan perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa karena alasan gender

d)

Perdebatan mengenai hak waris antara anak laki-laki dan perempuan

11.

Ani Idrus (1918-1999) adalah seorang tokoh pers perempuan Indonesia yang memiliki peran signifikan dalam perkembangan jurnalisme dan perjuangan emansipasi wanita. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri dan pemimpin redaksi majalah Dunia Wanita yang sangat berpengaruh pada masanya. Melalui tulisan-tulisannya, Ani Idrus tidak hanya menyajikan informasi dan hiburan, tetapi juga mengangkat isu-isu penting terkait perempuan, pendidikan, sosial, dan politik. Kepemimpinannya di Dunia Wanita menjadikannya figur penting dalam sejarah pers perempuan Indonesia. Berdasarkan stimulus di atas, peran utama Ani Idrus yang paling menonjol terkait majalah Dunia Wanita adalah sebagai...

a)

Penulis tetap yang menulis tentang mode dan kecantikan

b)

Distributor utama majalah Dunia Wanita di seluruh Indonesia.

c)

Salah satu pendiri dan pemimpin redaksi yang berpengaruh.

d)

Ilustrator sampul majalah Dunia Wanita pada awal penerbitannya.

12.

Cabang filsafat yang secara khusus mengkaji tentang hakikat keberadaan (being) atau realitas adalah...

a)

Epistemologi

b)

Aksiologi

c)

ontologi

d)

metodologi

13.

Istilah "epistemologi" berasal dari bahasa Yunani episteme yang berarti...

a)

nilai

b)

kenyataan

c)

pengetahuan

d)

tindakan

14.

Pertanyaan tentang nilai-nilai (values) seperti baik-buruk, benar-salah, indah-jelek merupakan fokus dari cabang filsafat...

a)

ontologi

b)

epistemologi

c)

aksiologi

d)

logika

15.

Dalam penelitian dan penulisan sejarah, kerangka 5W1H (What, Who, When, Where, Why, How) dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk mengumpulkan informasi, menganalisis peristiwa, dan menyusun narasi yang komprehensif. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini terhadap sumber-sumber sejarah, sejarawan dapat menggali berbagai aspek penting dari suatu peristiwa atau fenomena masa lalu. Pertanyaan "Who?" dalam penelitian sejarah berfokus pada...

a)

Kronologi atau urutan waktu terjadinya peristiwa.

b)

Pihak-pihak atau individu-individu yang terlibat dan perannya masing-masing.

c)

Konteks sosial, politik, atau budaya di sekitar peristiwa.

d)

Metode atau cara peristiwa tersebut terjadi atau berlangsung.

16.

Untuk menggali latar belakang, penyebab, atau motivasi di balik suatu peristiwa sejarah, pertanyaan yang relevan dalam kerangka 5W1H adalah...

a)

What

b)

who

c)

when

d)

why

17.

Dua tokoh sosiologi ekonomi terkemuka, Joseph Schumpeter dan Max Weber, memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman hubungan antara sejarah, budaya, dan perkembangan ekonomi. Schumpeter melalui karyanya History of Economic Analysis menelusuri evolusi pemikiran ekonomi dari masa lampau hingga pertengahan abad ke-20. Sementara itu, Weber dalam The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism meneliti bagaimana etika agama Protestan, khususnya Calvinisme, secara tidak langsung memengaruhi munculnya "semangat kapitalisme". Kedua karya ini menunjukkan bagaimana perspektif historis dan sosiologis dapat memperkaya pemahaman kita tentang fenomena ekonomi. Penelitian Max Weber dalam The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism berargumen bahwa etika Protestan, terutama ajaran tentang panggilan dan berkontribusi terhadap...

a)

Munculnya gerakan buruh dan sosialisme di Eropa

b)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern

c)

Terbentuknya mentalitas kerja keras, disiplin, dan akumulasi modal yang menjadi ciri "semangat kapitalisme"

d)

Sekularisasi masyarakat dan hilangnya pengaruh agama dalam kehidupan ekonomi.

18.

Seorang sejarawan menemukan dua dokumen yang saling bertentangan mengenai jumlah korban dalam sebuah peristiwa. Tahapan penelitian manakah yang paling krusial untuk mengatasi kontradiksi ini?

a)

Heuristik, dengan mencari lebih banyak sumber yang relevan

b)

Interpretasi, dengan mencoba mencari makna simbolis di balik angka yang berbeda.

c)

Verifikasi, dengan melakukan kritik internal dan eksternal terhadap kedua dokumen untuk menilai keandalannya

d)

Historiografi, dengan membandingkan catatan sejarawan lain tentang peristiwa yang sama.

19.

Judul buku yang merupakan kumpulan surat RA Kartini adalah . . . .

a)

Sejarah Wanita Jawa

b)

Habis Gelap Terbitlah Terang

c)

Dari Ujung Mentari Barat

d)

Buah pikiranku

20.

Kisah Cahaya Kartini dari Jepara

Di sebuah kota kecil di Jawa, hiduplah seorang putri bangsawan bernama Kartini. Sejak kecil, ia haus akan ilmu pengetahuan, membaca berbagai buku yang sulit didapat oleh perempuan sebayanya. Ia berkorespondensi dengan sahabat-sahabatnya di Eropa, mengungkapkan pemikirannya tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan Jawa agar mereka tidak hanya terkurung dalam tembok rumah dan tradisi. Kartini digambarkan sebagai sosok lembut, berbakti pada keluarga, namun memiliki semangat yang membara untuk memajukan kaumnya. Sayangnya, impiannya untuk mendirikan sekolah bagi perempuan tidak sepenuhnya terwujud karena tradisi dan usianya yang singkat. Meskipun demikian, surat-suratnya kemudian diterbitkan dan menginspirasi banyak perempuan Indonesia untuk mengejar pendidikan dan memperjuangkan hak-hak mereka. Kisah ini sering diceritakan sebagai bukti perjuangan seorang pahlawan wanita melawan kegelapan tradisi. Untuk menganalisis potensi bias dalam kisah tentang Kartini, seorang sejarawan kritis perlu mempertimbangkan...

a)

Popularitas kisah tersebut di kalangan masyarakat Indonesia.

b)

Jumlah buku dan artikel yang telah ditulis tentang Kartini.

c)

Siapa yang menyebarkan kisah ini, apa latar belakang mereka, dan kemungkinan perspektif atau kepentingan yang mereka bawa.

d)

Keindahan bahasa yang digunakan dalam menceritakan kisah tersebut.