NEW
Font size
Worksheetsmakro p6 : 2
Total questions: 63
Worksheet time: 32mins
Fungsi konsumsi setelah memperhitungkan pajak T = 0,25Y adalah:
C = 500 + 0,8Y
C = 500 + 0,75Y
C = 500 + 0,6Y
C = 500 + 0,5Y
Dalam perekonomian terbuka, ekspor neto dihitung dengan rumus:
X + M
X – M
X × M
X ÷ M
Komponen pengeluaran agregat dalam ekonomi terbuka mencakup:
C, I, G, X, M
C, S, T
I, G, S
Y, T, G
Pajak merupakan salah satu bentuk:
Konsumsi
Investasi
Suntikan
Kebocoran
Jika Y = 6.000 dan T = 0,25Y, maka nilai pajak adalah:
1.000
1.250
1.500
1.750
Tujuan utama dari menambah pengeluaran pemerintah dalam model ini adalah:
Menurunkan ekspor
Mencapai kesempatan kerja penuh
Mengurangi tabungan
Meningkatkan pajak
Pajak proporsional dalam model ini dituliskan sebagai:
T = a + bY
T = c
T = Y
T = 0,25Y
Dalam pendekatan suntikan-bocoran, keseimbangan tercapai ketika:
S = T
I + G + X = S + T + M
C = S + T
X = M
Fungsi pajak baru setelah pemotongan pajak tetap menjadi T = -250 + 0,25Y menunjukkan bahwa:
Pajak meningkat
Pajak tetap ditambah
Pajak tetap dikurangi
Pajak proporsional dihapus
Pada keseimbangan awal Y = 5.600, pajak yang dikumpulkan sebesar:
1.200
1.400
1.500
1.000
Jika ekspor tetap dan impor meningkat, maka ekspor neto akan:
Turun
Naik
Tetap
Tidak berpengaruh
Alasan penurunan pajak digunakan sebagai kebijakan adalah:
Untuk menekan inflasi
Untuk meningkatkan pendapatan disposebel
Untuk mengurangi tabungan
Untuk meningkatkan impor
Multiplier dalam konteks ini didefinisikan sebagai:
Perubahan konsumsi terhadap tabungan
Perbandingan antara pajak dan investasi
Perbandingan perubahan Y terhadap perubahan G
Perubahan impor terhadap ekspor
Jika multiplier = 2 dan pemerintah menambah G sebesar 200, maka Y akan naik sebesar:
200
400
600
1.000
Salah satu indikator bahwa perekonomian mencapai keseimbangan adalah ketika:
Ekspor = Konsumsi
AE = Y
Pajak = Investasi
Cdn = M
Dalam fungsi konsumsi C = 500 + 0,6Y, angka 500 menunjukkan:
Pajak
Konsumsi otonom
Konsumsi marginal
Ekspor
Impor dalam model ini dirumuskan sebagai:
M = Y – T
M = 0,1Y
M = C – I
M = X – Y
Pemerintah mengalami surplus anggaran jika:
G > T
T > G
T = G
I > S
Nilai ekspor tetap meskipun pendapatan nasional berubah karena ekspor dalam model dianggap sebagai:
Fungsi dari konsumsi
Fungsi dari pajak
Konstanta
Fungsi dari Y
Pengeluaran agregat AE dalam model ini mencakup semua berikut kecuali:
Konsumsi
Investas
ggap sebagai:
Fungsi dari konsumsi
Fungsi dari pajak
Konstanta
Fungsi dari Y
Pengeluaran agregat AE dalam model ini mencakup semua berikut kecuali:
Konsumsi
Investasi
Pajak
Ekspor
Jika C = 500 + 0,6Y dan Y = 0, maka C =
0
500
300
600
Kebijakan fiskal ekspansif dalam konteks ini dapat berupa:
Menaikkan pajak
Menurunkan pengeluaran pemerintah
Menurunkan pajak atau menaikkan G
Menurunkan ekspor
Surplus perdagangan terjadi saat:
M > X
X > M
X = M
Tidak ada perdagangan
Dalam model ini, ekspor dan impor memengaruhi:
Pendapatan disposebel
Tabungan
Investasi
Ekspor neto
Pendapatan disposebel dihitung sebagai:
Y – C
Y – M
Y – T
Y – G
Fungsi konsumsi marginal 0,6 menunjukkan bahwa setiap kenaikan Y sebesar 100 akan menaikkan konsumsi sebesar:
100
80
60
50
Saat G naik dan T tetap, maka Y akan:
Turun
Naik
Tetap
Tidak terpengaruh
Jika ekspor = 800 dan impor = 600, maka nilai ekspor neto adalah:
200
400
1.400
600
Nilai G pada kondisi awal sebelum intervensi adalah:
1.000
1.200
1.500
800
Kebijakan pengurangan pajak dalam model ini bertujuan untuk:
Mengurangi ekspor
Menurunkan tabungan
Meningkatkan pendapatan nasional
Mengurangi pengeluaran
Dalam model perekonomian terbuka, sektor luar negeri ditandai oleh:
Investasi dan tabungan
Ekspor dan impor
Konsumsi dan tabungan
Pajak dan subsidi
Dalam pendekatan pendapatan nasional, “Y” melambangkan:
Pendapatan rumah tangga
Pendapatan perusahaan
Pendapatan nasional
Pendapatan disposebel
Rumus untuk menghitung pendapatan disposebel (Yd) adalah:
Y – C
Y – T
Y – M
Y – G
Pajak dalam model perekonomian terbuka termasuk ke dalam:
Suntikan
Ekspor neto
Kebocoran
Pendapatan
Bila konsumsi otonom meningkat, maka:
Pajak menurun
Tabungan meningkat
Pengeluaran agregat meningkat
Ekspor menurun
Kebijakan fiskal ekspansif bertujuan untuk:
Menurunkan pendapatan nasional
Mengurangi pengeluaran pemerintah
Meningkatkan pendapatan nasional
Meningkatkan pajak
Dalam fungsi konsumsi C = a + bYd, b disebut:
Konsumsi otonom
Pajak marjinal
Marginal propensity to consume
Marginal propensity to save
Jika MPC = 0,6 maka MPS adalah:
0,3
0,4
0,6
0,1
Jika pengeluaran pemerintah dinaikkan dan pajak tetap, maka:
AE turun
Y naik
Tabungan turun
Ekspor turun
uaran pemerintah dinaikkan dan pajak tetap, maka:
AE turun
Y naik
Tabungan turun
Ekspor turun
Ekspor neto negatif terjadi ketika:
Ekspor > Impor
Impor > Ekspor
Ekspor = Impor
Tidak ada perdagangan
Yang bukan merupakan suntikan dalam ekonomi terbuka adalah:
Investasi
Pajak
Ekspor
Pengeluaran pemerintah
Bila ekspor tetap dan impor meningkat, maka:
Ekspor neto naik
Ekspor neto turun
AE naik
Tabungan naik
Fungsi konsumsi menunjukkan hubungan antara konsumsi dan:
Pajak
Tabungan
Pendapatan disposebel
Impor
Jika investasi bertambah dan variabel lain tetap, maka pendapatan nasional akan:
Turun
Tetap
Naik
Tidak berubah
Ekuilibrium dalam model AE terjadi saat:
Y = C
AE = AS
AE = Y
T = G
Komponen “M” dalam AE = C + I + G + X – M adalah:
Pengurangan karena impor
Pajak penghasilan
Tabungan pemerintah
Belanja luar negeri
Jika pajak tetap diturunkan, maka Yd akan:
Tetap
Turun
Naik
Nol
Keseimbangan ekonomi terbuka bisa dicapai saat:
G = I
S = T
I + G + X = S + T + M
C = Y
Bila pemerintah menaikkan pajak, efek pertama yang terjadi adalah:
AE naik
Yd turun
M naik
I naik
Ekspor neto positif berarti:
Ekonomi defisit
Impor lebih tinggi
Ekspor lebih tinggi
Tidak ada neraca
Meningkatnya nilai M menyebabkan AE:
Turun
Naik
Tetap
Tidak terpengaruh
Dalam perekonomian terbuka, AE melibatkan variabel luar negeri berupa:
S
T
X dan M
C dan S
Bila Y meningkat dan M = 0,1Y, maka:
M tetap
M turun
M naik
M menjadi nol
Salah satu fungsi utama investasi dalam model ini adalah untuk:
Mengurangi konsumsi
Meningkatkan pajak
Menambah AE
Mengurangi ekspor
Bila pajak ditulis T = tY, maka t adalah:
Tarif pajak proporsional
Pajak otonom
Pendapatan nasional
Tingkat konsumsi
Bila Y = 0, maka konsumsi dalam fungsi C = 500 + 0,6Y adalah:
600
0
300
500
Penurunan T menyebabkan:
Penurunan konsumsi
Kenaikan pendapatan disposebel
Penurunan AE
Penurunan ekspor
Bila multiplier = 2 dan G bertambah 100, maka Y bertambah:
100
200
150
300
Syarat agar ada surplus anggaran pemerintah:
T G
T = 0
Komponen berikut ini termasuk dalam kebocoran ekonomi:
I
G
X
S
