NEW
Font size
WorksheetsUTS Perilaku Organisasi
Total questions: 20
Worksheet time: 30mins
Manakah dari berikut ini yang paling tepat mendefinisikan Perilaku Organisasi?
Studi tentang bagaimana individu berinteraksi dalam kelompok sosial secara umum.
Sebuah bidang studi yang menyelidiki pengaruh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
Analisis fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian.
Ilmu yang berfokus pada peningkatan produktivitas individu tanpa memperhatikan konteks organisasi.
Menurut Mintzberg, peran manajerial yang melibatkan pemrosesan informasi dan penyebaran informasi kepada anggota organisasi termasuk dalam kategori peran:
Interpersonal
Informasional
Decisional
Teknikal
Disiplin ilmu manakah yang memberikan kontribusi terbesar pada studi perilaku organisasi di tingkat analisis individu, terutama terkait pembelajaran, persepsi, dan kepribadian?
Sosiologi
Psikologi
Antropologi
Ilmu Politik
Salah satu tantangan utama dalam Perilaku Organisasi di era globalisasi adalah
Mengurangi keragaman angkatan kerja.
Meningkatkan standarisasi produk dan layanan.
Mengelola tenaga kerja dengan latar belakang budaya yang berbeda.
Menurunkan tingkat inovasi untuk menjaga stabilitas.
Max Weber mengembangkan konsep birokrasi ideal. Salah satu karakteristik utama dari birokrasi menurut Weber adalah:
Fleksibilitas dalam aturan dan prosedur.
Struktur organisasi yang datar dan informal.
Adanya hierarki wewenang yang jelas dan aturan formal.
Fokus pada hubungan interpersonal antar karyawan.
Pendekatan kontingensi (contingency approach) dalam teori organisasi menyarankan bahwa:
Ada satu cara terbaik (one best way) untuk mengelola semua organisasi
Efektivitas manajemen bergantung pada situasi atau kondisi tertentu
Fokus utama manajemen adalah pada pengendalian biaya
Struktur organisasi harus selalu bersifat mekanistik
Teori Organisasi Modern cenderung lebih menekankan pada aspek
Struktur formal dan aturan yang kaku
Organisasi sebagai sistem tertutup yang tidak dipengaruhi lingkungan
Adaptabilitas, pembelajaran organisasi, dan pengelolaan perubahan
Spesialisasi tugas yang sangat tinggi dan sentralisasi keputusan
Kemampuan (ability) seorang individu dalam konteks perilaku organisasi merujuk pada:
Keinginan individu untuk melakukan suatu tugas.
Kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan, baik intelektual maupun fisik.
Sikap individu terhadap pekerjaannya.
Tingkat motivasi individu.
Proses dimana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensoris mereka untuk memberi makna pada lingkungan mereka disebut:
Pembelajaran (Learning)
Persepsi (Perception)
Motivasi (Motivation)
Sikap (Attitude)
Pembelajaran sosial (social learning theory) menekankan bahwa individu dapat belajar melalui:
Pengkondisian secara klasik semata.
Pengkondisian secara operan semata.
Observasi dan pengalaman langsung, serta meniru model.
Insting bawaan sejak lahir.
Nilai (values) dalam konteks perilaku organisasi didefinisikan sebagai:
Preferensi individu terhadap objek atau situasi tertentu.
Keyakinan dasar bahwa cara perilaku atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara pribadi atau sosial daripada cara perilaku atau keadaan akhir yang
Respon emosional individu terhadap pekerjaannya.
Tingkat komitmen individu terhadap organisasi.
Menurut survei nilai Rokeach, nilai terminal (terminal values) merujuk pada:
Cara atau mode perilaku yang lebih disukai untuk mencapai tujuan.
Keadaan akhir atau tujuan hidup yang diinginkan individu.
Nilai-nilai yang berkaitan dengan etika kerja.
Nilai-nilai yang dianut oleh mayoritas anggota organisasi.
Kesesuaian antara nilai-nilai individu dengan nilai-nilai organisasi (person-organization fit) penting karena dapat mempengaruhi:
Hanya struktur gaji karyawan.
Kepuasan kerja, komitmen organisasional, dan tingkat turnover karyawan.
Hanya kemampuan teknis karyawan.
Jumlah jam kerja karyawan.
Ketika nilai-nilai yang dianut oleh seorang individu bertentangan dengan tuntutan perilaku dari organisasi, hal ini dapat menyebabkan:
Peningkatan kepuasan kerja secara otomatis.
Konflik nilai dan potensi disonansi kognitif.
Peningkatan komitmen afektif.
Penurunan kebutuhan untuk beradaptasi.
Sikap (attitude) dalam perilaku organisasi memiliki tiga komponen utama, yaitu:
Kognitif, Afektif, dan Perilaku.
Persepsi, Pembelajaran, dan Motivasi.
Nilai, Keyakinan, dan Norma.
Input, Proses, dan Output
Komponen afektif dari sebuah sikap berkaitan dengan:
Segmen opini atau keyakinan dari sebuah sikap.
Segmen emosional atau perasaan dari sebuah sikap.
Niat untuk berperilaku dengan cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.
Pengetahuan yang dimiliki individu tentang suatu objek sikap.
Komitmen organisasional (organizational commitment) yang paling kuat dikaitkan dengan hasil kerja positif seperti kinerja tinggi dan turnover rendah adalah:
Komitmen berkelanjutan (continuance commitment).
Komitmen normatif (normative commitment).
Komitmen afektif (affective commitment).
Keterlibatan pekerjaan (job involvement).
Kepuasan kerja (job satisfaction) secara umum didefinisikan sebagai:
Tingkat usaha yang dicurahkan karyawan untuk pekerjaannya.
Perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristik-karakteristiknya.
Identifikasi psikologis karyawan dengan pekerjaannya.
Keinginan karyawan untuk tetap menjadi anggota organisasi.
Ketika karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya, mereka dapat mengekspresikan ketidakpuasan tersebut melalui berbagai cara. Respons "Voice" (Suara) ditandai dengan:
Secara pasif menunggu kondisi membaik.
Meninggalkan organisasi.
Upaya aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi.
Membiarkan kondisi memburuk melalui kelalaian.
Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat mengenai dampak kepuasan kerja terhadap perilaku kewargaan organisasi (Organizational Citizenship Behavior - OCB)?
Karyawan yang tidak puas lebih cenderung menunjukkan OCB.
Tidak ada hubungan antara kepuasan kerja dan OCB.
Karyawan yang puas lebih cenderung terlibat dalam OCB.
OCB hanya dipengaruhi oleh kepribadian individu, bukan kepuasan kerja.
