NEW
Font size
WorksheetsQuiz Akuntansi Manajemen
Total questions: 61
Worksheet time: 31mins
Tujuan utama akuntansi manajemen adalah:
Menyusun laporan keuangan eksternal
Menentukan pajak yang harus dibayar
Membantu manajemen dalam pengambilan keputusan
Menghitung laba bersih secara akurat
Perbedaan utama antara akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan adalah:
Akuntansi manajemen berfokus pada masa lalu
Akuntansi keuangan digunakan untuk keputusan internal
Akuntansi manajemen bersifat wajib
Akuntansi manajemen digunakan untuk tujuan internal
Informasi akuntansi manajemen biasanya bersifat:
Historis dan tepat waktu
Agregat dan tidak terperinci
Relevan dan tepat waktu
Legal dan diaudit
Dalam struktur organisasi, akuntansi manajemen biasanya digunakan oleh:
Investor dan kreditur
Manajer internal
Regulator pemerintah
Auditor eksternal
Salah satu karakteristik utama informasi akuntansi manajemen adalah:
Diperiksa oleh auditor eksternal
Disusun sesuai standar akuntansi keuangan
Disesuaikan dengan kebutuhan manajemen
Digunakan untuk pelaporan publik
Biaya langsung terhadap produk disebut juga:
Biaya variabel
Biaya tidak langsung
Biaya tetap
Biaya produksi langsung
Biaya tidak langsung dalam akuntansi manajemen dikenal juga sebagai:
Overhead
Biaya utama
Biaya langsung
Biaya konversi
Akuntansi manajemen tidak diwajibkan oleh:
Otoritas pajak
Standar internasional
Manajemen perusahaan
Lembaga auditor
Peran utama akuntan manajemen dalam organisasi adalah:
Mengaudit laporan keuangan
Menyusun strategi pemasaran
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan
Mengawasi operasi produksi
Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen harus:
Selalu akurat
Dapat dibandingkan antar perusahaan
Relevan dengan kebutuhan manajemen
Konsisten dengan prinsip akuntansi umum
Biaya yang berubah secara proporsional dengan perubahan volume aktivitas disebut:
Biaya tetap
Biaya variabel
Biaya campuran
Biaya overhead
Biaya yang tidak berubah meskipun volume produksi berubah disebut:
Biaya variabel
Biaya langsung
Biaya tetap
Biaya semi variabel
Biaya yang dapat langsung ditelusuri ke suatu objek biaya tertentu adalah:
Biaya tidak langsung
Biaya tetap
Biaya langsung
Biaya campuran
Biaya listrik yang mencakup beban tetap dan beban berdasarkan pemakaian tergolong sebagai:
Biaya tetap
Biaya variabel
Biaya campuran
Biaya marginal
Biaya yang digunakan dalam penentuan harga pokok produk disebut:
Biaya konversi
Biaya produksi
Biaya penjualan
Biaya tetap
Biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung termasuk dalam:
Biaya periodik
Biaya konversi
Biaya prime
Biaya tetap
Biaya overhead pabrik termasuk dalam:
Biaya prime
Biaya langsung
Biaya tidak langsung
Biaya variabel
Tujuan utama pemisahan biaya campuran adalah untuk:
Menentukan biaya tetap dan biaya variabel
Mengurangi biaya produksi
Menetapkan harga jual
Menghitung biaya overhead
Metode high-low digunakan untuk:
Menentukan biaya standar
Mengklasifikasi biaya berdasarkan fungsi
Menganalisis biaya tetap dan variabel
Menentukan harga pokok penjualan
Biaya yang digunakan untuk mendukung aktivitas bisnis secara keseluruhan disebut:
Biaya langsung
Biaya variabel
Biaya tidak langsung
Biaya total
Biaya yang digunakan untuk mendukung aktivitas bisnis secara keseluruhan disebut:
Biaya langsung
Biaya variabel
Biaya tidak langsung
Biaya total
Sistem akuntansi yang membebankan biaya berdasarkan aktivitas disebut:
Traditional Costing
Standard Costing
Activity-Based Costing
Variable Costing
Activity-Based Costing (ABC) lebih akurat dibanding sistem tradisional karena:
Menggunakan satu pembebanan biaya
Mengabaikan overhead
Mengidentifikasi pemicu biaya (cost driver)
Hanya menghitung biaya tetap
Dalam sistem ABC, aktivitas diklasifikasikan berdasarkan:
Frekuensinya
Hubungannya dengan produk
Lokasi kerja
Waktu pelaksanaannya
Pemicu biaya yang digunakan dalam sistem ABC disebut:
Overhead driver
Cost driver
Production trigger
Activity base
Salah satu keunggulan sistem ABC adalah:
Mengurangi kebutuhan data
Memberikan biaya produksi yang lebih akurat
Tidak perlu alokasi overhead
Mengurangi jumlah aktivitas
Sistem ABC paling sesuai digunakan ketika:
Overhead tidak signifikan
Produk homogen
Terdapat variasi produk dan kompleksitas tinggi
Perusahaan berskala kecil
Dalam sistem dua tahap ABC, tahap pertama adalah:
Pembebanan biaya ke produk
Pengumpulan biaya aktivitas
Penjualan produk
Evaluasi kinerja
Contoh aktivitas tingkat produk adalah:
Pemesanan bahan baku
Desain produk
Pemeriksaan kualitas tiap unit
Pemeliharaan mesin
Aktivitas yang tidak menambah nilai disebut:
Value-added activity
Cost driver
Non-value-added activity
Support activity
Informasi dari ABC digunakan terutama untuk:
Laporan keuangan
Pelaporan pajak
Pengambilan keputusan manajemen
Audit internal
Tujuan utama analisis biaya-volume-laba adalah:
Menentukan biaya tetap
Menentukan titik impas dan laba target
Menentukan metode depresiasi
Menghitung pajak penghasilan
Titik impas terjadi ketika:
Pendapatan > biaya
Biaya tetap = biaya variabel
Laba = nol
Total biaya < total pendapatan
Kontribusi margin dihitung dengan:
Pendapatan - biaya tetap
Pendapatan - biaya variabel
Laba bersih - pajak
Pendapatan - biaya campuran
Jika harga jual naik, titik impas akan:
Naik
Turun
Tetap
Tidak terpengaruh
Dalam analisis CVP, asumsi biaya adalah:
Selalu tetap
Berubah-ubah setiap periode
Linear terhadap volume
Tidak terukur
Analisis CVP paling sesuai digunakan untuk:
Perusahaan jasa
Perusahaan ritel
Perusahaan manufaktur
Semua jawaban benar
Produk multipel dalam CVP memerlukan:
Analisis titik impas untuk tiap produk
Analisis bauran penjualan
Perhitungan pajak produk
Perbandingan biaya tetap
Margin kontribusi total diperoleh dari:
Margin kontribusi per unit × volume penjualan
Pendapatan bersih
Laba kotor - biaya tetap
Total penjualan - biaya tetap
Perbedaan utama antara variable costing dan absorption costing adalah:
Jenis biaya tetap
Pengakuan biaya overhead tetap
Penggunaan aktiva tetap
Alokasi biaya langsung
Dalam variable costing, biaya tetap:
Dihitung sebagai bagian dari harga pokok penjualan
Dibebankan langsung sebagai biaya periode
Diabaikan dalam pelaporan
Dialokasikan berdasarkan volume produksi
Dihitung sebagai bagian dari harga pokok penjualan
Dihitung sebagai bagian dari harga pokok penjualan
Dibebankan langsung sebagai biaya periode
Diabaikan dalam pelaporan
Dialokasikan berdasarkan volume produksi
Fungsi utama anggaran dalam manajemen adalah:
Menentukan laba bersih
Meningkatkan penjualan
Merencanakan dan mengendalikan aktivitas
Menentukan pajak yang dibayar
Anggaran yang mencakup seluruh aspek keuangan organisasi disebut:
Anggaran fleksibel
Anggaran kas
Master budget
Anggaran penjualan
Komponen utama dalam anggaran operasional adalah:
Anggaran arus kas
Anggaran penjualan dan produksi
Anggaran investasi
Anggaran modal kerja
Anggaran keuangan mencakup:
Anggaran produksi
Anggaran biaya bahan baku
Anggaran kas dan neraca proyeksi
Anggaran penjualan
Salah satu tujuan penganggaran adalah:
Mengalokasikan biaya tetap
Membayar utang jangka panjang
Membantu koordinasi antar bagian
Menentukan dividen
Dalam penyusunan anggaran, pendekatan bottom-up berarti:
Anggaran disusun oleh manajemen puncak
Anggaran dimulai dari data historis
Anggaran disusun oleh unit bawah terlebih dahulu
Anggaran ditetapkan berdasarkan pendapatan
Anggaran penjualan biasanya disusun:
Setelah anggaran produksi
Sebagai dasar dari anggaran lainnya
Berdasarkan anggaran investasi
Terakhir dalam proses penganggaran
Anggaran bersifat formal dan disusun secara:
Insidental
Sukarela
Sistematis
Subyektif
Manfaat dari penganggaran antara lain:
Memastikan laba
Mengontrol aktivitas bisnis
Menentukan harga jual
Mengatur jam kerja karyawan
Dalam aspek keperilakuan, penganggaran dapat:
Menurunkan biaya tetap
Meningkatkan persediaan
Memotivasi karyawan
Menekan biaya variabel
Perbedaan utama antara anggaran statis dan anggaran fleksibel adalah:
Jangka waktu
Tingkat aktivitas
Penggunaan akun
Pengaruh biaya tetap
Anggaran fleksibel disusun berdasarkan:
Volume aktivitas aktual
Data tahun lalu
Jumlah aset tetap
Laba kotor
Anggaran fleksibel bermanfaat untuk:
Menyusun laporan laba rugi
Menghitung beban pajak
Menilai kinerja manajerial
Menentukan harga pokok
Dalam anggaran fleksibel, biaya tetap:
Berubah sesuai volume
Tidak berubah meski volume berubah
Menurun jika volume naik
Bergantung pada penjualan
Jika produksi aktual lebih tinggi dari anggaran statis, anggaran fleksibel akan:
Sama nilainya
Lebih kecil nilainya
Menyesuaikan berdasarkan volume aktual
Mengabaikan perbedaan
Pendekatan tradisional dalam anggaran fleksibel menggunakan:
Volume penjualan
Aktivitas sebagai pemicu biaya
Tingkat bunga pasar
Rasio keuangan
Pendekatan ABC dalam anggaran fleksibel menekankan pada:
Perkiraan biaya tetap
Hubungan antara aktivitas dan biaya
Target penjualan
Prediksi inflasi
Kelebihan anggaran fleksibel dibanding statis adalah:
Lebih sederhana
Tidak memerlukan data aktual
Dapat dibandingkan dengan kinerja aktual
Tidak mengukur varians
Anggaran fleksibel membantu dalam:
Penetapan tarif pajak
Analisis varians biaya
Peningkatan persediaan
Prediks
