wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Kebijakan SPBE

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Dalam sebuah rapat di kantor pemerintah, Tiara, seorang pejabat publik, menjelaskan tentang tujuan utama SPBE sebagaimana diatur dalam Perpres No. 95 Tahun 2018. Apa yang menjadi fokus utama dari kebijakan tersebut?

a)

Meningkatkan volume anggaran belanja modal

b)

Menggantikan sistem manual dengan vendor

c)

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel

d)

Mengembangkan media sosial lembaga

e)

Mengurangi jumlah pegawai ASN

2.

Dalam konteks penganggaran, Rina sebagai kepala unit TI di sebuah kementerian mendorong penggunaan belanja TIK yang efisien dan terencana. Ia mengadakan rapat dengan timnya untuk membahas strategi penganggaran yang sesuai dengan arsitektur SPBE nasional.

a)

Penggunaan vendor asing untuk pembangunan aplikasi

b)

Duplikasi aplikasi antar unit

c)

Belanja TIK berbasis rencana dan arsitektur SPBE nasional

d)

Belanja tanpa rencana karena sifatnya digital

e)

Penganggaran manual tanpa koordinasi pusat

3.

Dalam sebuah rapat di instansi pemerintah, Siti sebagai kepala proyek ditanya tentang acuan yang harus diikuti dalam mengembangkan aplikasi layanan digital. Apa yang harus menjadi acuan instansi dalam mengembangkan aplikasi layanan digital?

a)

Preferensi vendor

b)

Kepentingan masing-masing unit

c)

Arsitektur SPBE Nasional

d)

Tren aplikasi populer

e)

Permintaan publik lewat media sosial

4.

Di sebuah instansi pemerintah, Tiara sebagai perencana program merasa kesulitan dalam menyusun program yang efektif. Dengan adanya SPBE, bagaimana perubahan yang terjadi pada perannya?

a)

Menghapus fungsi perencanaan manual

b)

Menuntut penyusunan program yang berbasis arsitektur dan peta jalan digital

c)

Fokus hanya pada belanja fisik

d)

Menyusun anggaran berdasarkan jumlah pegawai

e)

Menyerahkan tugas ke bagian keuangan

5.

Dalam konteks SPBE, Dedi sebagai kepala departemen di Kementerian Keuangan ingin mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas koordinasi penganggaran SPBE nasional.

a)

BSSN

b)

Kementerian PANRB

c)

Kementerian Kominfo

d)

Kementerian Keuangan (CFO Nasional)

e)

LKPP

6.

Di sebuah kota, Wahyu, seorang pejabat pemerintah daerah, sedang berusaha untuk meningkatkan efisiensi layanan publik. Dia memutuskan untuk memanfaatkan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) untuk menghubungkan berbagai layanan dan data antarinstansi. Apa keuntungan utama dari pemanfaatan SPLP ini?

a)

Menambah jumlah aplikasi yang dibangun

b)

Menghubungkan layanan dan data antarinstansi secara aman dan efisien

c)

Menyimpan dokumen hardcopy layanan

d)

Menyediakan ruang iklan pemerintah

e)

Mengurangi beban jaringan internal

7.

Dalam sebuah evaluasi nasional mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Rizky sebagai penilai ingin mengetahui indikator keberhasilan yang paling sering digunakan. Apa indikator keberhasilan SPBE yang paling sering digunakan dalam evaluasi nasional?

a)

Banyaknya aplikasi dibangun

b)

Indeks SPBE

c)

Jumlah ASN tersertifikasi

d)

Tingkat belanja modal

e)

Rasio server lokal

8.

Dalam SPBE, Rizal menemukan bahwa ada beberapa aplikasi yang digunakan di instansi pemerintahnya yang duplikatif dan tidak interoperabel. Ia harus mengambil keputusan tentang bagaimana menangani aplikasi-aplikasi tersebut. Apa yang seharusnya dilakukan Rizal?

a)

Ditingkatkan skalanya

b)

Diusulkan ulang dalam APBD

c)

Diakhiri atau dimigrasikan sesuai kebijakan nasional

d)

Dialihkan ke outsourcing

e)

Dihapuskan tanpa kajian

9.

Dalam upaya meningkatkan efisiensi layanan publik, Dedi sebagai kepala dinas teknologi informasi memimpin proyek Digital Public Infrastructure (DPI) dalam SPBE. Salah satu fungsi utama dari DPI yang sedang dikembangkan adalah...

a)

Meningkatkan pajak TIK

b)

Menyediakan platform identitas digital, pembayaran digital, dan pertukaran data

c)

Menyiapkan proyek smart city

d)

Mengembangkan CCTV nasional

e)

Menghapus dokumen fisik layanan

10.

Perpres 132/2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional bertujuan untuk...

a)

Menyeragamkan desain grafis aplikasi

b)

Memperluas infrastruktur server fisik

c)

Menjamin keterpaduan dan interoperabilitas antar sistem pemerintahan

d)

Menghapus vendor lokal

e)

Menyiapkan regulasi sektor swasta

11.

Dedi, seorang pegawai perencana di sebuah instansi pemerintah, sedang menyusun program berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi layanan publik. Apa yang harus dilakukan Dedi saat menyusun program tersebut?

a)

Menyesuaikan nama kegiatan dengan vendor

b)

Menyelaraskan dengan domain dan referensi arsitektur SPBE

c)

Fokus pada pencapaian indikator fisik

d)

Menunda kegiatan karena keterbatasan TIK

e)

Menyerahkan semuanya ke bidang TIK

12.

Dalam sebuah rapat perencanaan di kantor pemerintah, Rudi, seorang pejabat yang bertanggung jawab atas implementasi SPBE, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah...

a)

Terlalu banyak ASN digital

b)

Ketidaktahuan terhadap keterkaitan proses bisnis dan aplikasi

c)

Ketiadaan anggaran TIK

d)

Sistem keamanan terlalu ketat

e)

Kelebihan konektivitas

13.

Dalam sebuah pertemuan, Nita bertanya kepada rekan-rekannya tentang peran Pusat Data Nasional (PDN) dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dia ingin tahu bagaimana PDN berkontribusi dalam pengelolaan data pemerintah.

a)

Sebagai pusat pelatihan ASN

b)

Sebagai gudang penyimpanan dokumen fisik

c)

Sebagai infrastruktur utama layanan digital dan pengelolaan data pemerintah

d)

Sebagai kantor sekretariat SPBE

e)

Sebagai pusat simulasi layanan

14.

Yuni, seorang pegawai negeri, sedang menghadiri seminar tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam seminar tersebut, dia mendengar tentang pentingnya interoperabilitas dalam SPBE. Mengapa interoperabilitas penting dalam SPBE?

a)

Agar ASN bisa saling bertukar gadget

b)

Agar aplikasi bisa bersaing

c)

Agar sistem bisa terhubung dan bertukar data secara otomatis dan efisien

d)

Untuk mengganti semua aplikasi lama

e)

Untuk menambah pekerjaan TIK

15.

Dalam penyusunan penganggaran, Sari sebagai kepala unit pengelola keuangan mendorong...

a)

Belanja berdasarkan keinginan unit

b)

Pencairan cepat tanpa TOR

c)

Alokasi belanja berdasarkan kebutuhan berbasis arsitektur SPBE dan target layanan

d)

Duplicated apps lintas satker

e)

Paket proyek rutin

16.

Rudi baru saja mendapatkan identitas digital nasional (INApas) dan ingin tahu untuk apa identitas tersebut dapat digunakan.

a)

Membuat akun sosial media pemerintah

b)

Login ke aplikasi TikTok ASN

c)

Mengakses semua layanan digital publik dengan autentikasi tunggal

d)

Menyimpan file pribadi ASN

e)

Mengurus gaji dan pensiun

17.

Dalam RPJMN 2025–2029, Rizal sebagai seorang pejabat pemerintah berusaha untuk mengimplementasikan transformasi digital yang diarahkan untuk...

a)

Digitalisasi sektor swasta

b)

Memperkuat layanan publik berbasis data dan mempercepat tata kelola digital

c)

Menambah regulasi manual

d)

Mendorong penggunaan kertas di perkantoran

e)

Pengurangan ASN

18.

Dalam sebuah proyek pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), Mega sebagai pegawai TIK bertanggung jawab atas...

a)

Penyusunan DIPA dan RKA

b)

Koordinasi media massa

c)

Penerapan standar interoperabilitas, keamanan, dan pengelolaan sistem digital

d)

Penilaian akreditasi sekolah

e)

Pengawasan kurikulum

19.

Dalam sebuah proyek pengembangan sistem informasi, Yuni bertugas untuk memastikan bahwa semua aplikasi dan sistem dapat saling terhubung dengan baik. Ia menggunakan SPLP untuk mengelola pertukaran data antar aplikasi. Fungsi SPLP dalam ekosistem SPBE adalah sebagai...

a)

Pengendali belanja TIK

b)

Portal berita digital

c)

Penghubung antar aplikasi dan sistem melalui mekanisme pertukaran data

d)

Pusat keluhan masyarakat

e)

Layanan pembelian aplikasi

20.

Dalam sebuah pertemuan, Arif menjelaskan kepada timnya tentang prinsip utama tata kelola digital pemerintah dalam SPBE. Ia menekankan pentingnya integrasi, efisiensi, dan akuntabilitas layanan digital untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

a)

Sentralisasi data di tiap unit kerja

b)

Kegiatan ad-hoc berbasis permintaan

c)

Integrasi, efisiensi, dan akuntabilitas layanan digital

d)

Fokus pada pembangunan fisik

e)

Penugasan vendor tanpa rencana