Font size
WorksheetsGaya Bahasa dalam Puisi
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Langit meneteskan dukanya di pipi bumi yang retak.
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Alegori
Ironi
Ia berjalan membawa badai dalam dadanya, meski wajahnya setenang danau.
Simile
Metafora
Hiperbola
Personifikasi
Litotes
Jiwa yang haus pun meneguk cahaya pagi
Metafora
Personifikasi
Simile
Sinekdoke
Hiperbola
Kata-katanya, seperti duri yang mencabik tanpa darah.
Simile
Metafora
Personifikasi
Alegori
Ironi
Bayangan kesunyian menari dalam lorong-lorong jiwa yang gelap.
Metafora
Simile
Personifikasi
Litotes
Paradoks
Engkau adalah rembulan yang tenggelam dalam samudra luka.
Metafora
Simile
Hiperbola
Alegori
Personifikasi
Ia tersenyum meski hatinya runtuh seperti gedung tua dilanda gempa.
Simile
Metafora
Personifikasi
Paradoks
Hiperbola
Matahari mencumbu lembut pucuk-pucuk pinus.
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Ironi
Simile
Waktu menggulung langkahku, melumat detik-detik kesabaran.
Metafora
Simile
Personifikasi
Alegori
Hiperbola
Dalam diam, ribuan tanya menari-nari di benakku.
Hiperbola
Personifikasi
Simile
Metafora
Alegori
Bibir orang-orang berdasi itu sudah terbiasa melukis dusta dengan tinta emas.
Metafora
Simile
Hiperbola
Ironi
Personifikasi
Ribuan bintang bersaksi atas luka yang tak terucap.
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Litotes
Simile
Hidupnya setipis kabut pagi, mengambang tanpa tujuan.
Metafora
Simile
Personifikasi
Litotes
Alegori
Setiap kata yang kau ucapkan adalah anak panah menuju dadaku.
Personifikasi
Hiperbola
Metafora
Ironi
Simile
Pikirannya adalah labirin tanpa ujung, menyesatkan siapa pun yang mencoba masuk
Simile
Metafora
Hiperbola
Alegori
Personifikasi
