wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FisioNer 211

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien pria berusia 68 tahun dengan riwayat Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) menunjukkan peningkatan sesak napas dan batuk dengan sputum kental. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk membantu membersihkan saluran napas pasien. Manakah dari teknik berikut yang paling tepat untuk meningkatkan pengeluaran sputum pada pasien ini?

a)

Positive Expiratory Pressure (PEP)

b)

Chest Percussion dan Vibration

c)

Inspiratory Muscle Training

d)

Pursed Lip Breathing

e)

Diaphragmatic Breathing

2.

Seorang pasien wanita berusia 55 tahun dengan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) mengeluhkan sesak napas saat beraktivitas ringan dan penurunan kapasitas fungsional. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk meningkatkan toleransi aktivitas dan kapasitas aerobik. Manakah dari latihan berikut yang paling tepat untuk meningkatkan kapasitas aerobik pasien ini secara bertahap?

a)

Latihan Kekuatan Anggota Tubuh Atas

b)

Latihan Aerobik dengan Intensitas Sedang

c)

Latihan Peregangan Dinamis

d)

Latihan Flexibility

e)

Latihan Kekuatan Anggota Tubuh Bawah

3.

Seorang pria berusia 70 tahun dengan riwayat Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) mengeluhkan penurunan kapasitas napas dan kesulitan bernapas setelah aktivitas fisik. Fisioterapis ingin merencanakan intervensi untuk membantu pasien mengurangi sesak napas selama beraktivitas. Teknik manakah berikut yang paling tepat untuk mengurangi resistansi saluran napas dan meningkatkan ventilasi?

a)

Segmental Breathing

b)

Inspiratory Muscle Training

c)

Pursed Lip Breathing

d)

Diaphragmatic Breathing

e)

Active Cycle of Breathing Technique (ACBT)

4.

Seorang pasien wanita berusia 60 tahun dengan riwayat asma dan COPD menunjukkan kesulitan bernapas selama aktivitas fisik. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya wheezing dan penurunan saturasi oksigen saat berolahraga. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk meningkatkan kapasitas ventilasi pasien dan mengurangi wheezing. Teknik manakah yang paling tepat untuk intervensi tersebut?

a)

Postural Drainage

b)

Chest Percussion dan Vibration

c)

Diaphragmatic Breathing

d)

Positive Expiratory Pressure (PEP)

e)

Segmental Breathing

5.

Seorang pasien pria berusia 65 tahun dengan riwayat Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) menunjukkan batuk kronis, sputum kental, dan sesak napas yang progresif. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk mengurangi gejala batuk dan meningkatkan pengeluaran sputum. Teknik manakah yang paling tepat untuk membantu pasien ini?

a)

Postural Drainage

b)

Inspiratory Muscle Training

c)

Active Cycle of Breathing Technique (ACBT)

d)

Chest Percussion dan Vibration

e)

Inspiratory Hold

6.

Seorang pasien wanita berusia 45 tahun mengalami luka bakar derajat 2 pada lengan kanan akibat kecelakaan rumah tangga. Pasien mengalami nyeri hebat dan menunjukkan tanda-tanda infeksi ringan pada luka tersebut. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk meningkatkan penyembuhan luka dan mengurangi pembengkakan. Modalitas manakah yang paling tepat untuk digunakan dalam situasi ini?

a)

UHF (Ultra High Frequency)

b)

Iontophoresis dengan Steroid

c)

Terapi Kompresi

d)

Laser Terapi

e)

Cryotherapy

7.

Seorang pasien pria berusia 60 tahun dengan luka diabetes tipe 2 di kaki kanan menunjukkan tanda-tanda luka kronis dengan infeksi ringan dan penyembuhan yang lambat. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mempercepat penyembuhan luka. Teknik manakah yang paling tepat untuk memperbaiki sirkulasi dan mempercepat proses penyembuhan luka pada pasien ini?

a)

Terapi Elektroterapi (EMS)

b)

Terapi Hyperbaric Oxygen

c)

Terapi Kompresi dengan Bandase Elastis

d)

Terapi Laser

e)

Cryotherapy

8.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun yang mengalami luka bakar derajat 3 pada bagian tubuhnya mengalami kekakuan pada area yang terbakar setelah fase penyembuhan luka. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk meningkatkan mobilitas sendi dan mencegah kontraktur. Teknik manakah yang paling tepat untuk meningkatkan rentang gerak sendi pada area yang mengalami kekakuan?

a)

Pijat Lymphatic Drainage

b)

Ultrasound Terapi

c)

Latihan Mobilisasi Sendi dan Peregangan

d)

Terapi Kompresi

e)

Laser Terapi

9.

Seorang pasien pria berusia 55 tahun dengan luka bakar pada punggung akibat kecelakaan kerja menunjukkan tanda-tanda infeksi ringan dan jaringan parut yang berkembang. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk mengurangi jaringan parut dan meningkatkan elastisitas kulit. Modalitas manakah yang paling tepat untuk mengurangi pembentukan jaringan parut dan meningkatkan elastisitas kulit?

a)

Ultrasound Terapi

b)

Terapi Gel Silikon

c)

Laser Terapi

d)

Cryotherapy

e)

Elektrostimulasi

10.

Seorang pasien wanita berusia 50 tahun dengan luka ulkus diabetik pada kaki kanan mengalami penyembuhan yang lambat dan menunjukkan tanda-tanda infeksi. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk mengelola infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Teknik manakah yang paling tepat untuk meningkatkan penyembuhan luka dan mengurangi kemungkinan infeksi?

a)

Terapi Gel Silikon

b)

Pijat Lymphatic Drainage

c)

Terapi Elektroterapi dengan Ultraviolet (UV) atau Elektromagnetik

d)

Terapi Laser Low-Level

e)

Cryotherapy

11.

Seorang pasien pria mengalami luka bakar derajat 2 pada lengan kanan dan bagian dada. Fisioterapis ingin memahami distribusi saraf dan pembuluh darah di area yang terkena untuk menentukan intervensi yang tepat. Area kulit yang terdapat pada lengan dan dada ini didominasi oleh cabang dari saraf mana?

a)

Saraf Radialis

b)

Saraf Ulnaris

c)

Saraf Intercostalis

d)

Saraf Medialis

e)

Saraf Femoral

12.

Seorang pasien wanita dengan luka bakar pada punggung bagian bawah menunjukkan tanda-tanda pembentukan jaringan parut dan kontraktur. Fisioterapis ingin memahami struktur anatomi yang dapat terpengaruh akibat pembentukan jaringan parut pada area tersebut. Struktur tubuh mana yang paling mungkin terlibat dalam pembatasan gerak pada punggung bawah?

a)

Otot Trapezius

b)

Otot Erector Spinae

c)

Otot Deltoid

d)

Otot Gluteus Maximus

e)

Otot Pectoralis Major

13.

Seorang pasien pria dengan luka bakar derajat 3 pada bagian punggung menunjukkan keluhan kesulitan bergerak akibat kekakuan jaringan. Fisioterapis ingin mengetahui otot-otot mana yang paling mungkin terpengaruh oleh luka bakar tersebut. Area luka bakar yang melibatkan punggung akan mengganggu struktur otot apa yang dominan?

a)

Otot Biceps Brachii

b)

Otot Trapezius

c)

Otot Latissimus Dorsi

d)

Otot Rhomboid

e)

Otot Pectoralis Minor

14.

Seorang pasien wanita mengalami luka bakar pada bagian wajah dan leher akibat kecelakaan. Fisioterapis perlu memahami anatomi otot di area tersebut untuk merencanakan intervensi yang tepat. Otot apa yang paling terpengaruh jika luka bakar mengenai area anterior leher?

a)

Otot Sternocleidomastoideus

b)

Otot Platysma

c)

Otot Trapezius

d)

Otot Masseter

e)

Otot Temporalis

15.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun mengalami luka bakar derajat 2 pada bagian kaki akibat kecelakaan. Fisioterapis ingin mengetahui bagian tubuh mana yang mengalami pengaruh langsung terhadap sirkulasi darah dalam proses penyembuhan luka tersebut. Pembuluh darah mana yang dominan di daerah kaki yang terlibat dalam penyembuhan luka?

a)

Pembuluh Aorta

b)

Pembuluh Vena Jugularis

c)

Pembuluh Femoral

d)

Pembuluh Radialis

e)

Pembuluh Subclavia

16.

Seorang pasien wanita berusia 50 tahun dengan riwayat diabetes mellitus menunjukkan luka kronis pada kaki yang sulit sembuh. Luka tersebut menunjukkan tanda-tanda infeksi, dan pasien mengeluhkan nyeri hebat serta peningkatan sekresi purulen. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk mengelola infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Berdasarkan gejala ini, diagnosa yang paling tepat untuk luka pasien ini adalah?

a)

Ulkus Venosus

b)

Ulkus Diabetik

c)

Luka Trauma Akut

d)

Luka Bakar Derajat 2

e)

Dermatitis Kontak

17.

Seorang pasien pria berusia 60 tahun mengalami luka bakar derajat 1 pada tangan kanan. Pasien menunjukkan tanda-tanda kemerahan, nyeri, dan sedikit pembengkakan di area yang terlibat. Fisioterapis ingin mengembangkan rencana pengobatan untuk luka bakar tersebut. Berdasarkan gejala ini, apa yang paling tepat untuk dilakukan pada fase akut penyembuhan luka bakar?

a)

Penggunaan Terapi Kompresi

b)

Pemberian Obat Pereda Nyeri dan Pendinginan

c)

Latihan Mobilisasi Sendi

d)

Penggunaan Gel Silikon

e)

Pemberian Terapi Elektroterapi

18.

Seorang pasien wanita berusia 45 tahun mengalami luka bakar derajat 3 di area wajah dan leher. Luka tersebut menunjukkan pembentukan jaringan parut yang signifikan. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk mencegah kontraktur dan memperbaiki elastisitas kulit. Manakah tes berikut yang paling tepat untuk menilai status jaringan parut dan elastisitas kulit pasien ini?

a)

Tes Elastisitas Kulit dengan Manual Palpation

b)

Tes Visual Skala Jaringan Parut

c)

Tes Penyembuhan Luka dengan Analisis Digital

d)

Tes ROM (Range of Motion) untuk Otot Wajah

e)

Tes Sensasi dengan Monofilamen

19.

Seorang pasien pria berusia 70 tahun dengan luka diabetes tipe 2 pada kaki menunjukkan tanda-tanda infeksi ringan dan penyembuhan yang lambat. Pasien mengeluhkan kesulitan bergerak akibat rasa sakit yang muncul ketika berjalan. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk meningkatkan mobilitas dan manajemen luka. Manakah pendekatan yang paling tepat untuk intervensi ini?

a)

Penggunaan Teknik Mobilisasi Sendi

b)

Perawatan Luka dengan Dressing yang Tepat dan Latihan Fungsional

c)

Terapi Gel Silikon untuk Mencegah Jaringan Parut

d)

Penggunaan Terapi Kompresi pada Kaki

e)

Terapi Laser untuk Penyembuhan Luka

20.

Seorang pasien wanita berusia 60 tahun dengan luka bakar derajat 2 pada punggung mengalami kesulitan bergerak karena rasa sakit dan ketegangan pada jaringan sekitar luka. Fisioterapis ingin menilai tingkat ketegangan jaringan dan menentukan apakah terdapat pembatasan gerak. Apa yang harus dilakukan fisioterapis untuk mendiagnosis pembatasan gerak akibat jaringan parut pada area tersebut?

a)

Pemeriksaan CT Scan untuk Jaringan Parut

b)

Pengukuran ROM (Range of Motion) pada Sendi yang Terlibat

c)

Pemeriksaan USG untuk Jaringan Lunak

d)

Pemeriksaan Radiologi untuk Pembentukan Jaringan Parut

e)

Pemeriksaan Dermatoskopi untuk Memetakan Jaringan Parut