Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Pemberian Obat Intravena

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Langkah pertama sebelum pemberian obat IV adalah:

a)

Menyiapkan obat di spuit

b)

Menyalakan lampu ruangan

c)

Melakukan identifikasi pasien dan cek label obat dengan resep

d)

Menghentikan cairan infus

2.

Salah satu risiko utama pemberian obat secara intravena adalah:

a)

Nyeri perut

b)

Syok anafilaktik atau reaksi cepat terhadap obat

c)

Batuk dan pilek

d)

Iritasi kulit

3.

Obat intravena harus diberikan dengan prinsip 5 benar, yaitu:

a)

Benar pasien, obat, dosis, waktu, cara pemberian

b)

Benar pasien, harga, tempat, warna obat, alat

c)

Benar perawat, jam kerja, catatan, kamar, dokter

d)

Benar shift, spuit, suster, supervisor, syarat

4.

Sebelum menyuntikkan obat melalui IV line, perawat harus memastikan:

a)

Pasien sudah makan

b)

Tempat tidur pasien rapi

c)

IV line masih paten dan tidak ada tanda infiltrasi

d)

Tangan pasien dingin

5.

Teknik pemberian obat secara intravena melalui IV line yang terpasang melibatkan:

a)

Aspirasi vena dulu

b)

Pemberian langsung tanpa pengecekan

c)

Penyuntikan ke Y-site atau port dari infus berjalan

d)

Memasukkan spuit ke otot lengan

6.

Obat IV diberikan terlalu cepat dapat menyebabkan:

a)

Kesemutan

b)

Reaksi sistemik berat dan syok

c)

Nyeri di telinga

d)

Perubahan warna kulit

7.

Pemberian obat melalui IV line harus diikuti oleh:

a)

Pemberian makan pasien

b)

Flush (pembilasan) menggunakan NaCl 0,9%

c)

Suntikan vitamin

d)

Pemeriksaan darah

8.

Tujuan flush IV line sebelum dan sesudah pemberian obat adalah:

a)

Menstabilkan tekanan darah

b)

Membersihkan saluran dari sisa cairan atau obat dan memastikan patensi jalur

c)

Mendinginkan obat

d)

Melindungi vena dari panas

9.

Setelah menyuntikkan obat ke IV line, pasien mengeluh nyeri dan tampak bengkak di area infus. Kemungkinan terjadi:

a)

Hipotensi

b)

Infiltrasi

c)

Hipertermia

d)

Hiperglikemia

10.

Jika obat yang akan diberikan memiliki potensi iritasi tinggi, maka sebaiknya diberikan dengan:

a)

Teknik injeksi cepat

b)

Campur langsung dengan dekstrosa

c)

Encerkan sesuai panduan dan infus perlahan

d)

Suntik di area bokong

11.

Dokumentasi pemberian obat IV harus mencakup, kecuali:

a)

Nama obat dan dosis

b)

Tanda tangan pasien

c)

Waktu pemberian dan respon pasien

d)

Nama perawat pemberi

12.

Perawat akan memberikan obat IV pada pasien yang sedang menjalani infus. Langkah tepat sebelum menyuntik adalah:

a)

Mematikan infus permanen

b)

Mencabut infus dan mulai baru

c)

Jeda aliran infus dan suntik melalui port Y

d)

Ganti infus ke larutan glukosa dulu

13.

Perawat harus mengetahui kecepatan pemberian obat IV berdasarkan:

a)

Jadwal bangsal

b)

Standar rumah sakit dan literatur farmakologi

c)

Permintaan pasien

d)

Shift perawat sebelumnya

14.

Pasien menunjukkan tanda-tanda syok anafilaktik setelah injeksi IV. Tindakan pertama:

a)

Dokumentasi dulu

b)

Panggil keluarga pasien

c)

Hentikan pemberian, beri oksigen, dan lapor segera

d)

Lanjutkan dengan dosis lebih rendah

15.

Jika terjadi resistensi saat menyuntik obat ke port IV line, maka:

a)

Tekan lebih kuat

b)

Suntik lebih cepat

c)

Hentikan tindakan, evaluasi patensi jalur dan cek kembali

d)

Campur dengan alkohol