WorksheetsQuiz Sejarah Islam dan jalur rempahdi Nusantara
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Perhatikan informasi berikut.
1) Islam masuk ke Indonesia dengan cara penaklukan.
2) Islam tidak mengenal pelapisan sosial seperti sistem kasta.
3) Agama Islam menentang hegemoni yang dilakukan bangsa Eropa.
4) Tata cara peribadatan Islam sederhana, tidak perlu persiapan yang rumit.
5) Mengucapkan kalimat syahadat adalah satu-satunya syarat untuk memeluk agama Islam.
6) Pedagang-pedagang di Nusantara harus beragama Islam untuk dapat berinteraksi dengan pedagang lain dari India dan Gujarat
Berdasarkan informasi tersebut, faktor-faktor yang mendorong Islam mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Nusantara ditunjukan pada nomor ...
1), 2), dan 3)
1), 4), dan 5)
2), 3), dan 6)
2), 4), dan 5)
3), 5), dan 6)
Menurut teori Mekkah, salah satu alasan pendukung bahwa Islam di Nusantara berasal dari Mesir atau Mekkah adalah kesamaan
mazhab
ragam hias batu nisan
ajaran sufi
upacara keagamaan
kalender Islam
Jika kita amati, hampir seluruh kesultanan yang ada di Indonesia berada di wilayah pesisir, seperti Bone, Banjar, Banten, Demak, Cirebon, Samudra Pasai, Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo, Hitu, dan Dell. Hal tersebut berkaitan dengan jalur penyebaran Islam yaitu melalui
perdagangan
perkawinan
pendidikan
kesenian
tasawuf
Wali sanga yang terkenal aktif berdakwah melalui saluran kesenian adalah
Sunan Giri, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga
Sunan Ampel, Sunan Bonang, dan Sunan Muria
Sunan Kudus, Sunan Ampel, dan Sunan Bonang
Sunan Gunung Jati, Sunan Kudus, dan Sunan Ampel
Sunan Muria, Sunan Kalijaga, dan Sunan Gunung Jati
Di antara pilihan-pilihan berikut, bentuk kesenian yang bukan merupakan saluran penyebaran agama Islam adalah
sradha
wayang
gending
seni sastra
seni gamelan
Pada masa Hindu-Buddha, seorang raja dianggap sebagai titisan dewa di dunia. Sementara itu, ketika Islam masuk ke Nusantara, terjadi perubahan konsep kepemimpinan, yaitu kedudukan raja dianggap sebagai.
imam
ulama
khalifah
dewa
wali
Pada masa pemerintahannya, Sultan Aceh, Iskandar Muda, menyusun sebuah kitab yang berjudul Adat Makuta Alam, yang isinya terkait.
undang-undang tata pemerintahan
aturan sistem perdagangan
masalah hukum perdata
sistem manajemen keraton
masalah hukum pidana
Kesultanan Aceh memiliki seorang sastrawan besar bernama Nuruddin ar-Raniri yang menulis Bustanussalatin yang berarti "taman raja-raja". Karya sastra tersebut terkait dengan
adat istiadat Aceh dan ajaran Islam
ajaran Islam tentang pemerintahan
tata kelola pemerintahan
sistem pergantian raja
etiket istana
Salah satu keterangan tentang Raden Patah berikut yang tidak tepat adalah bahwa ia ...
belajar agama Islam pada Sunan Ampel di Jawa Timur lalu mendirikan pesantren sendiri di Jawa Tengah
sampai akhir hayatnya Prabu Brawijaya tidak mengakuinya sebagai anak kandung
anak tiri adipati Palembang (bagian dari Majapahit) bernama Arya Damar
anak kandung Prabu Brawijaya (raja Majapahit)
dibesarkan di Palembang lalu ke Jawa
Putra Raden Patah, Pati Unus, mendapat julukan Pangeran Sabrang lor karena
pernah menyeberangi Laut Jawa menuju Malaka untuk melawan bangsa Portugis
putra mahkota yang gigih menanamkan pengaruh Islam di tanah Jawa
gagah berani memerangi lawan-lawan politiknya di lingkungan istana
dianggap sebagai keturunan negeri seberang (Palembang)
memiliki kemampuan perang yang luar biasa
Pemindahan ibu kota kesultanan dari Demak ke Pajang dilakukan oleh.....
Ki Gede Pemanahan
Pangeran Benowo
Aria Pangiri
Hadiwijaya
Senopati
Perhatikan data berikut.
(1) Menyatukan Pulau Jawa di bawah kekuasaan Mataram.
(2) Menyusun karya sastra yang berjudul Sastra Gending.
(3) Menyerang Belanda ke Batavia.
(4) Menulis cerita wayang dengan lakon yang bernapaskan Islam.
(5) Menyerang kerajaan-kerajaan kecil di Bali.
Keberhasilan Sultan Agung ketika memerintah Mataram ditunjukkan nomor
(1), (2), dan (3)
(1), (2), dan (4)
(2), (3), dan (4)
(2), (3), dan (5)
(3), (4), dan (5)
Kesultanan Mataram kemudian berhasil dikuasai oleh Belanda. Wilayah kekuasaannya kemudian dibagi menjadi dua, yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta
Hal ini merupakan hasil dari Perjanjian
Ambarawa
Giyanti
Kartasura
Ungaran
Bongaya
Dari pernyataan-pernyataan berikut, yang bukan penyebab kemunduran Kesultanan Mataram setelah Sultan Agung tidak lagi menjadi raja adalah
sultan-sultan sesudahnya memerintah dengan sangat lemah
terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Trunojoyo
pengkhianatan yang dilakukan oleh para pembantu Sultan Agung
wilayah kesultanan semakin sempit karena dikuasai Belanda
adanya campur tangan Belanda terhadap masalah internal keluarga kesultanan
Ageng Tirtayasa adalah sultan Banten yang telah berhasil membawa kesultanan ini mencapai masa kejayaannya. Namun, masa itu berakhir karena pengkhianatan yang telah dilakukan oleh putranya sendiri Sultan Haji dalam bentuk..
menangkap dan menyerahkan ayahnya ke pihak Belanda
berambisi merebut kekuasaan dari ayahnya
senang memerintah tanpa pengawasan
mempertahankan takhtanya
lebih memihak Belanda (VOC)
Keperkasaan dan keberanian Sultan Hasanuddin dalam melawan kekuasaan Belanda yang ingin menguasai Kesultanan Makassar membuatnya mendapat julukan
Pahlawan dari Indonesia Timur
Tokoh Pembaharu dari Timur
Ayam Jantan dari Timur
Elang Hitam dari Timur
Mutiara dari Timur
Perhatikanlah data berikut.
(1) Belanda diperbolehkan bertakhta di Kesultanan Gowa.
(2) Belanda mendapat hak monopoli perdagangan di Makassar.
(3) Belanda diperbolehkan mendirikan benteng.
(4) Belanda dibolehkan menguasai Bone dan Sopeng.
(5) Makassar mengakui Aru Palaka sebagai sultan Bone.
Isi Perjanjian Bongaya antara Belanda dan Hasanuddin ditunjukkan nomor
(1), (2), dan (3)
(1), (2), dan (4)
(2), (3), dan (4)
(2), (3), dan (5)
(3), (4), dan (5)
Jenis perahu layar yang menjadi kebanggaan Kesultanan Makassar dan yang menjadikannya sebagai kerajaan maritim yang kuat adalah
cadik
kano
kora-kora
pinisi
kayak
Hubungan antara jatuhnya Malaka dan ramainya pelabuhan di Banten adalah
bangsa Portugis mengusir pedagang-pedagang dari negara-negara Eropa lain dan pedagang-pedagang Tiongkok dari Malaka ke Banten
pedagang-pedagang yang enggan berdagang dengan bangsa portugis pasca-kejatuhan Malaka menyingkir ke Pelabuhan Banten
setelah menguasai Malaka, bangsa Portugis langsung menjalin hubungan dagang dengan Kesultanan Banten
anggota keluarga dan pengikut Kesultanan Malaka mengungsi ke Banten
bangsa Portugis langsung menyerang Banten dan membuka jalur perdagangan yang ramai di sana
Kesultanan Tidore menyambut baik kehadiran Spanyol di wilayahnya karena
Kesultanan Makassar mendesak Tidore untuk menjalin hubungan baik dengan Spanyol dalam rangka menghadapi bangsa Portugis
membangun kekuatan menyerang bangsa Portugis yang melakukan monopoli perdagangan
mengimbangi pesaingnya, Kesultanan Ternate, yang bersekutu dengan bangsa Portugis
meminta bantuannya untuk menyerang dan menguasai Kesultanan Ternate
Spanyol bersikap bersahabat dengan Kesultanan Tidore
Jaringan niaga rempah-rempah warisan nenek moyang bangsa Indonesia sejak 4.500 tahun yang lalu yang menghubungkan belahan barat dengan timur dunia, Jaringan niaga dimulai dari wilayah timur Nusantara, melintasi ujung barat Sumatra, India, Sri Lanka, Mesir, Afrika selatan, Afrika timur, Madagaskar, kemudian daratan Timur Tengah (Asia Barat), kawasan Laut Tengah (Mediterania), hingga Eropa disebut Jalur Rempah karena....
melintasi lautan dan samudra
melibatkan saudagar-saudagar mancanegara
seluruh simpul niaga tersebut memproduksi rempah
menjadi cikal bakal lahirnya kolonialisme/imperialisme Barat
komoditas utama yang diperdagangkan adalah rempah-rempah Nusantara
"Jalur Rempah merupakan jaringan niaga tertua dalam peradaban manusia, warisan nenek moyang bangsa Indonesia sejak 4.500 tahun yang lalu. Jalur ini dibangun jauh sebelum Dinasti Han dari Tiongkok merintis Jalur Sutra (Silk Road) (abad ke-3 SM) melalui daratan di Asia tengah hingga Eropa". Pernyataan ini menunjukkan....
Jalur Rempah lebih tua usianya daripada Jalur Sutra
Jalur Sutra lebih populer daripada Jalur Rempah
Jalur Sutra dirintis oleh nenek moyang bangsa Indonesia
bangsa Tiongkok mengambil alih kendali atas Jalur Rempah
nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari tanah Tiongkok
"Nenek moyang bangsa Indonesia yang merintis Jalur Rempah adalah ras Austrolomelanesoid yang datang ke Nusantara sekitar 4.500 tahun yang lalu." Pernyataan yang senada dengan pernyataan tersebut adalah nenek moyang bangsa Indonesia masuk ke Nusantara
± tahun 2.500 SM
tahun 4.500 SM B.
sekitar abad-abad masehi
menjelang abad-abad setelah masehi
menjelang berakhirnya masa prasejarah
"Lukisan gendang logam pada batu di Situs Here Sorot Entapa di Kisar, Maluku dari Vietnam utara dan Tiongkok barat daya era ±2.500 tahun yang lalu menunjukkan pada ±2.500-3.500 tahun yang lalu nenek moyang bangsa Indonesia telah berlayar hingga ke Vietnam, membarter pala dan cengkih dengan gendang dan kebutuhan pokok." Fakta tersirat dari teks tersebut adalah...
Nenek moyang orang Maluku berasal dari Vietnam utara dan Tiongkok.
Orang Vietnam tidak dapat memproduksi pala dan cengkih dalam jumlah yang mencukupi.
Orang Vietnam dan Tiongkok belum mampu berlayar melintasi lautan dan sarnudra.
Pada saat itu, nenek moyang bangsa Indonesia belum mampu memproduksi barang dari logam.
Pada zaman dahulu, perkawinan orang Maluku dengan orang Vietnam utara dan Tiongkok sudah lazim terjadi.
Perhatikan data berikut.
(1) Kitab Petunjuk Pelaut ke Lautan Erythrea.
(2) Gambar perahu layar di Situs Liang Kacamata.
(3) Lukisan perahu, penari, dan gendang logam di Situs Here Sorot Entapa.
(4) Kitab-kitab sastra India.
(5) Lada hitam di lubang hidung firaun Ramses II (1224 SM).
(6) Catatan G.P. Secundus dan peta buatan Claudius Ptolomaeus.
(7) Kitab Raghuvamsa (400 м).
Berdasarkan data berikut, yang bukan bukti tulis keberadaan Jalur Rempah pada masa praaksara ditunjukkan nomor
(1), (2), dan (3)
(2), (3), dan (4)
(2), (3), dan (5)
(4), (5), dan (6)
(5), (6), dan (7)
Perhatikan data berikut.
(1) Kitab Petunjuk Pelaut ke Lautan Erythrea.
(2) Gambar perahu layar di Situs Liang Kacamata.
(3) Lukisan perahu, penari, dan gendang logam di Situs Here Sorot Entapa.
(4) Kitab-kitab sastra India.
(5) Lada hitam di lubang hidung firaun Ramses II (1224 SM).
(6) Catatan G.P. Secundus dan peta buatan Claudius Ptolomaeus.
(7) Kitab Raghuvamsa (400 м).
Berdasarkan data berikut, rempah khas Sriwijaya ditunjukkan nomor
(1), (2), dan (3)
(2), (3), dan (4)
(2), (3), dan (5)
(4), (5), dan (6)
(5), (6), dan (7)
Salah satu faktor yang mendukung kejayaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim adalah letaknya yang sangat strategis, yakni berada di antara rute Samudra Hindia, Laut Cina Selatan, dan Samudra Pasifik. Sriwijaya berhasil mengambil keuntungan maksimal dari keunggulan tersebut karena melakukan sebuah langkah/kebijakan penting, yaitu menguasai
Kedah
Selat Malaka
Tumasik (Singapura)
pelayaran di Samudra Hindia
Lampung, Bangka, dan Kerajaan Melayu
Sebelum menaklukkan Kedah, Sriwijaya terlebih dahulu menguasai, berturut-turut, Lampung, Bangka, dan Kerajaan Melayu (±682 M). Ketiga wilayah tersebut dikuasai karena
menolak membayar upeti kepada Sriwijaya
merupakan penghasil lada terbesar di kawasan Sumatra
pelabuhan-pelabuhannya memiliki akses langsung ke Selat Malaka
diduduki oleh penguasa asing, yaitu Kerajaan Cola (India)
merupakan tempat persinggahan pertama kapal-kapal dari Samudra Hindia
"Sriwijaya memasukkan kepala bajak laut dalam ikatan kerajaan sehingga mereka menjadi bagian dari organisasi perdagangan kerajaan sekaligus menjadi pengaman bagi jalur-jalur pelayaran." Informasi tersirat yang dapat diperoleh dari pernyataan tersebut adalah
Sriwijaya tidak mengalami masalah dalam hal pengamanan wilayah lautnya.
Sejak Sriwijaya berdiri, para bajak laut dijadikan bagian dari armada Laut Sriwijaya.
Para bajak laut tidak lain adalah Angkatan Laut Kerajaan Sriwijaya itu sendiri.
Sriwijaya menganggap para perompak mengancam kepentingan perniagaan Sriwijaya.
Para bajak laut telah lama berjasa bagi Sriwijaya dengan mengamankan jalur pelayaran dan perdagangan di Selat Malaka.
Perhatikan data berikut.
Relief-relief perahu cadik dan tanaman rempah pada Candi Prambanan.
Relief-relief perahu cadik dengan berbagai model pada Candi Borobudur.
Penemuan 63 spesies tanaman kuno di relief Candi Borobudur.
Gambar rasi Ursa Mayor dengan tujuh buah bulatan (menggambarkan bintang) yang diapit oleh bulan sabit dan matahari di Candi Borobudur.
Penemuan cengkih era 900-1100 M dan lada hitam era 600-700 M di bek
Perhatikan data berikut.
(1) Relief-relief perahu cadik dan tanaman rempah pada Candi Prambanan.
(2) Relief-relief perahu cadik dengan berbagai model pada Candi Borobudur.
(3) Penemuan 63 spesies tanaman kuno di relief Candi Borobudur.
(4) Gambar rasi Ursa Mayor dengan tujuh buah bulatan (menggambarkan bintang) yang diapit oleh bulan sabit dan matahari di Candi Borobudur.
(5) Penemuan cengkih era 900-1100 M dan lada hitam era 600-700 M di bekas pelabuhan kuno Mantal, Sri Lanka.
Di Jawa, perniagaan rempah sudah terjadi sejak era Mataram Kuno, bahkan sejak era Kalingga.
Berdasarkan data tersebut, yang bukan bukti adanya Jalur Rempah pada masa Kerajaan Mataram Kuno ditunjukkan nomor ...
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
"Jejak Jalur Rempah pada era Singasari tampak jelas pada masa pemerintahan Kertanagara (berkuasa 1268-1292). Di bawah Kertanagara, kekuasaan Singasari meliputi seluruh Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Melayu, dan Semenanjung Melayu."
Kaitan antara penguasaan wilayah-wilayah tersebut dan Jalur Rempah adalah...
Singasari dapat mengeskpor rempah-rempah domestiknya ke wilayah-wilayah lain Nusantara.
Kertanagara bercita-cita menyatukan kerajaan-kerajaan Nusantara di bawah payung Singasari.
Singasari menguasai jalur perdagangan yang strategis, mulai dari Kepulauan Maluku hingga Selat Malaka.
Penguasaan wilayah-wilayah tersebut mencerminkan visi politik Kertenagara, yakni Cakrawala Mandala Dwipantara.
Singasari adalah kerajaan pertama di Jawa yang berhasil menjalin hubungan dagang dengan bangsa-bangsa lain di luar Jawa.
"Menarik bahwa hubungan dagang dengan Tiongkok tidak terpengaruh turbulensi politik. Sebagaimana diketahui, Kertanagara menolak tunduk pada Kublai Khan (berkuasa 1260-1294), penguasa Tiongkok (Dinasti Yuan). Pun setelah armada Mongol diporak-porandakan oleh pasukan Raden Wijaya (pendiri Majapahit), kapal-kapal dagang Tiongkok masih lalu-lalang di laut Jawa. Kidung Panji Wijayakrama melukiskan, seluruh dunia datang ke Majapahit untuk berdagang dan disambut baik oleh Raja Raden Wijaya."
Kesimpulan logis dari teks tersebut adalah...
Berbeda dengan Singasari, Majapahit tunduk pada Kekaisaran Tiongkok.
Hubungan dagang Singasari dengan Tiongkok tidak terpengaruh faktor politik.
Pada era Majapahit, Kublai Khan dari Dinasti Yuan dikalahkan oleh dinasti yang lain.
Komoditas yang dimiliki oleh Singasari, terutama rempah-rempah, sangat dibutuhkan oleh Tiongkok.
Singasari (dan kemudian Majahaphit) lebih peduli dengan pertumbuhan ekonomi daripada kerja sama politik.
Dalam hubungannya dengan Jalur Rempah, Kerajaan Singasari di bawah Raja Kertanagara dan era Kerajaan Majapahit memiliki kesamaan, yakni...
Memiliki armada laut yang kuat.
Memiliki visi yang sama, yaitu menguasai seluruh Nusantara.
Menguasai sumber rempah dan jalur pelayarannya yang strategis.
Memiliki produksi domestik yang sama, yakni lada, cengkih, dan pala.
Mampu membuat kapal perang yang dilengkapi dengan meriam Jawa yang disebut cetbang.
Pernyataan berikut yang tidak sesuai tentang Jalur Rempah pada era Kerajaan Majapahit adalah.
Sebagian besar simpul-simpul Jalur Rempah dikuasai dengan cara militer.
Untuk memperkuat kekuasaan di Jalur Rempah, Majapahit membangun armada laut yang kuat.
Kaisar Tiongkok pernah melarang perdagangan dengan Majapahit untuk mencegah merosotnya devisa Tiongkok.
Dengan wilayah kekuasaan yang luas di sepanjang Jalur Rempah, Majapahit menikmati banyak pendapatan dari upeti.
Saudagar-saudagar India menawarkan mata uang, porselen, dan batu mulia kepada Majapahit, sedangkan Tiongkok menawarkan tekstil.
Kesultanan Demak dan Kesultanan Gowa (Makassar) merupakan dua simpul penting dalam Jalur Rempah. Dalam kaitannya dengan peran dan kontribusinya di Jalur Rempah, kedua kesultanan ini memiliki produk domestik yang sama, yakni..
lada
kayu manis
beras
pala dan cengkih
merica
Selain Demak, salah satu kerajaan di Jawa yang merupakan salah satu simpul penting dalam Jalur Rempah adalah Banten (tepatnya Banten Girang). Kesultanan Banten memiliki posisi yang istimewa dalam Jalur Rempah karena perannya sebagai
pemasok utama lada dunia
pelabuhan dagang yang ramai
pusat permukiman yang heterogen
pengendali tata niaga rempah di seluruh Nusantara
tujuan utama migrasi saudagar-saudagar Islam dari Malaka
Informasi tersirat sekaligus kesimpulan logis dari teks tersebut adalah
Lada merupakan produk domestik khas Kesultanan Banten.
Portugis membatasi pergerakan saudagar-saudagar Islam di Malaka.
Lada produksi Banten bersaing ketat dengan lada produksi Semenanjung Melayu.
Banten terbuka dan memberi perhatian istimewa kepada saudagar-saudagar Islam.
Saudagar-saudagar Islam di Malaka kalah bersaing dengan saudagar-saudagar Portugis.
Perhatikan informasi berikut.
(1) Menjadi bandar cengkih dan pala luan Maluku.
(2) Menghasilkan rempah-rempah sendiri, berupa pala dan cengkih.
(3) Menjadi pemasok beras untuk wilayah timur dan barat Nusantara.
(4) Tujuan migrasi saudagar-saudagar Islam dari Malaka.
(5) Ramai dikunjungi para saudagar mancanegara, baik Arab, Melayu, maupun Eropa.
Alasan utama Makassar merupakan salah satu simpul penting dalam Jalur Rempah ditunjukkan nomor...
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(1) dan (3)
(4) dan (5)
(2) dan (3)
Pengelana Portugis bernama Tomé Pires (1512-1515) menulis: "Para saudagar Melayu berkata bahwa Tuhan telah menciptakan Timor untuk kayu cendana, Banda untuk pala, dan Maluku untuk cengkih. Barang dagangan ini tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia kecuali di ketiga tempat ini. Saya telah bertanya kepada banyak orang dengan sangat cermat dan sabar, mengenai apakah ketiga komoditas tersebut dapat ditemukan di tempat lain, dan semua orang menjawab tidak."
Kesimpulan yang tepat dari teks tersebut dalam kaitannya dengan Jalur Rempah adalah...
Wilayah timur Nusantara merupakan titik nol Jalur Rempah.
Cendana, pala, dan cengkih tidak ditemukan di tempat lain di dunia.
Harum rempah mampu melayarkan kapal-kapal mancanegara ke wilayah timur Nusantara.
Kayu cendana hanya ada di Timor, pala hanya ada di Banda, dan cengkih hanya ada di Maluku.
Dibandingkan di tempat-tempat lain, cendana, pala, dan cengkih tumbuh lebih subur di wilayah timur Nusantara.
