wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Memahami Puisi

Total questions: 10

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Cita-Cita

Joko Pinurbo

Setelah punya rumah, apa cita-citamu?

Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.

Ah, cita-cita. Makin hari kesibukan makin bertumpuk, uang makin banyak maunya, jalanan macet, akhirnya pulang terlambat.


Berdasarkan puisi di atas, bagaimana suasana hati yang paling tepat dari larik berikut? Makin hari kesibukan makin bertumpuk, uang makin banyak maunya, jalanan macet, akhirnya pulang terlambat

a)

a. Optimis dan penuh harapan, karena tetap gigih mengejar impiannya

b)

b. Gelisah dan frustrasi, akibat cita-cita sederhana yang terhalang oleh tuntutan hidup dan rutinitas.

c)

c. Bersyukur atas rezeki yang melimpah meskipun harus mengorbankan waktu pribadi.

d)

d. Pasrah dan acuh tak acuh terhadap situasi, karena sudah terbiasa dengan kesibukan.

e)

e. Antusias menghadapi tantangan hidup, melihatnya sebagai bagian dari dinamika perkotaan

2.

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin

Yang tegak di puncak bukit

Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik

Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,

Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang

Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya

Jadilah saja jalan kecil,

Tetapi jalan setapak yang

Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten

Tentu harus ada awak kapalnya

Bukan besar kecilnya tugas menjadikan tinggi

Rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Apa tema utama yang disampaikan dalam puisi "Kerendahan Hati" karya Taufiq Ismail?

a)

Pentingnya ambisi dan pencapaian besar dalam hidup

b)

Keharusan untuk selalu menjadi yang terbaik diantara yang lain

c)

Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda

d)

Nilai kerendahan hati, penerimaan diri, dan kontribusi positif dalam setiap peran

e)

Peran penting seorang pemimpin dalam sebuah komunitas

3.

Perpisahan

Acep Zamzam Noor

Kau meninggalkanku dengan rambut

Yang terbungkus kabut. Langkahmu

kunangkunang

Di antara kegelapan yang mengepung malam

Aku pun melepasmu tanpa kepang elang

Tanpa lolongan anjing di kejauhan

Apa makna yang paling tepat dari frasa "rambut yang terbungkus kabut" dalam konteks puisi ini?

a)

Rambut orang yang ditinggalkan terlihat kotor dan tidak terawat karena kesedihan.

b)

Gambaran visual tentang rambut yang panjang dan lebat, sehingga tampak seperti kabut.

c)

Menggambarkan ketidakjelasan atau kesamaran sosok yang pergi, seolah-olah menghilang secara perlahan dan misterius.

d)

Simbol dari usia tua atau kebijaksanaan yang dimiliki oleh orang yang meninggalkan.

e)

Sebuah metafora untuk pikiran yang dipenuhi kebingungan dan kegamangan setelah perpisahan.

4.

Frasa "Langkahmu kunangkunang" pada puisi Perpisahan karya Acep Zamzam Noor paling tepat mengindikasikan makna...

a)

Langkah kaki yang cepat dan gesit, seperti serangga kunang-kunang yang bergerak lincah.

b)

Gerakan kaki yang kecil, terhenti-henti, dan ragu-ragu karena kebingungan.

c)

Jejak kaki yang bersinar dalam gelap, meninggalkan memori yang terang.

d)

Langkah yang perlahan, samar, dan semakin tidak terlihat, seolah-olah memudar ke dalam kegelapan.

e)

Kehadiran yang menarik perhatian dan memancarkan cahaya, mirip dengan kunang-kunang.

5.

Manakah yang termasuk ke dalam majas simile?

  1. Tubuhnya menjulang seperti tiang listrik di depan rumahku.

  2. Mari kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin.

  3. Suara gemuruh semalam membangunkan orang-orang yang sedang terlelap.

  4. Emosi dalam diri seseorang seperti api yang semakin disulut akan semakin membara kemarahannya.

  5. Hidup ibarat kotak hadiah, kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalamnya.

  6. Kakak berkecil hati karena tidak lulus ujian.

  7. Dia menatapku dengan tajam seperti singa yang kelaparan.

  8. Lumut beramai-ramai kumpul di belakang rumah Pak Edo.

a)

1 dan 2

b)

1 dan 3

c)

1 dan 5

d)

1 dan 6

e)

1 dan 7

6.

Manakah yang termasuk majas metafora?

  1. Tubuhnya menjulang seperti tiang listrik di depan rumahku.

  2. Mari kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin.

  3. Suara gemuruh semalam membangunkan orang-orang yang sedang terlelap.

  4. Emosi dalam diri seseorang seperti api yang semakin disulut akan semakin membara kemarahannya.

  5. Hidup ibarat kotak hadiah, kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalamnya.

  6. Kakak berkecil hati karena tidak lulus ujian.

  7. Dia menatapku dengan tajam seperti singa yang kelaparan.

  8. Lumut beramai-ramai kumpul di belakang rumah Pak Edo.

a)

1 dan 7

b)

2 dan 6

c)

3 dan 4

d)

5 dan 6

e)

7 dan 8

7.

Manakah yang termasuk majas alegori?

  1. Tubuhnya menjulang seperti tiang listrik di depan rumahku.

  2. Mari kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin.

  3. Suara gemuruh semalam membangunkan orang-orang yang sedang terlelap.

  4. Emosi dalam diri seseorang seperti api yang semakin disulut akan semakin membara kemarahannya.

  5. Hidup ibarat kotak hadiah, kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalamnya.

  6. Kakak berkecil hati karena tidak lulus ujian.

  7. Dia menatapku dengan tajam seperti singa yang kelaparan.

  8. Lumut beramai-ramai kumpul di belakang rumah Pak Edo.

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

e)

5 dan 6

8.

Manakah yang termasuk majas personifikasi?

  1. Tubuhnya menjulang seperti tiang listrik di depan rumahku.

  2. Mari kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin.

  3. Suara gemuruh semalam membangunkan orang-orang yang sedang terlelap.

  4. Emosi dalam diri seseorang seperti api yang semakin disulut akan semakin membara kemarahannya.

  5. Hidup ibarat kotak hadiah, kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalamnya.

  6. Kakak berkecil hati karena tidak lulus ujian.

  7. Dia menatapku dengan tajam seperti singa yang kelaparan.

  8. Lumut beramai-ramai kumpul di belakang rumah Pak Edo.

a)

1 dan 7

b)

2 dan 6

c)

3 dan 8

d)

4 dan 5

e)

3 dan 4

9.

Menurutmu, mana yang termasuk majas asosiasi?

a)

Kulitnya putih seperti kapas.

b)

Tidak diragukan lagi, dia memang bertangan dingin.

c)

Langkah kakimu seumpama gajah berlari.

d)

Apakah kamu merasa bahwa banjir ini akhirnya menegur kita?

e)

Seorang anak yang terlahir di dunia ini ibarat kanvas putih. Orang tua yang menjadi pelukisnya.

10.

Menurutmu, manakah yang termasuk majas hiperbola, metonimia, dan eufemisme berturut-turut?

  1. Suaranya menggelegar sampai membelah langit.

  2. Mulai bulan depan, dinas sosial akan memberikan bantuan rutin kepada tunawisma.

  3. Mereka kemana-mana naik Supra tuanya.

a)

1, 2, dan 3

b)

2, 3, dan 1

c)

1, 3, dan 2

d)

2, 1, dan 3

e)

3, 2, dan 1