wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PUISI 2

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Cermati puisi berikut!

"Di Tepi Pantai"
Ombak menyapu pasir tanpa suara
Langit jingga menunduk pilu
Di kejauhan, camar mengepak lesu
Menanti malam jatuh tanpa cahaya

Soal:
Jenis citraan paling dominan dalam puisi tersebut adalah ...

a)

Citraan suara

b)

Citraan penglihatan

c)

Citraan penciuman

d)

Citraan perasaan

2.

Bacalah puisi berikut!

"Hujan di Ujung Kota"
Hujan mengetuk jendela malam
Membawa cerita dari langit yang letih
Pohon-pohon berdoa dalam diam
Menunggu pagi menyeka basah

Soal:
Majas yang digunakan pada baris "Hujan mengetuk jendela malam" adalah ...

a)

Simile

b)

Metafora

c)

Hiperbola

d)

Personifikasi

3.

Bacalah puisi berikut!

"Jejak Waktu"
Setiap langkahmu menoreh pasir
Tak ada yang abadi

Angin akan menyapu
Tapi kenangan tetap tertinggal di langit

Pesan moral yang tersirat dalam puisi tersebut adalah ...

a)

Kita harus mengukir sejarah sebanyak mungkin

b)

Hidup tak berarti jika tak abadi

c)

Meskipun hal-hal hilang, kenangan tetap hidup

d)

Alam selalu lebih kuat daripada manusia

4.

Bacalah puisi berikut!

"Malam Desa"
Asap tungku menari di udara
Serangga bersahutan di balik rimbun

Lentera bergoyang pelan
Sunyi berbicara dalam bisu
Citraan auditif terdapat pada baris ...

a)

Asap tungku menari di udara

b)

Serangga bersahutan di balik rimbun

c)

Lentera bergoyang pelan

d)

Sunyi berbicara dalam bisu

5.

Bacalah puisi berikut!

"Pagi di Kota"
Matahari mengintip dari sela gedung
Jalanan sibuk memeluk langkah
Angin membawa rindu ke jendela
Hari dimulai dengan seribu detik resah
Majas personifikasi terdapat pada baris…

a)

Angin membawa rindu ke jendela

b)

Hari dimulai dengan seribu detik resah

c)

Matahari mengintip dari sela gedung

d)

Jalanan sibuk memeluk langkah

6.

Bacalah puisi berikut!

"Aku dan Waktu"
Detik-detik bukan milikku
Ia melaju tanpa bertanya
Aku hanya menulis pada dinding
Agar waktu tahu aku pernah ada
Pesan utama puisi tersebut adalah ...

a)

Waktu bisa dikendalikan oleh manusia

b)

Kita harus meninggalkan jejak dalam hidup

c)

Waktu akan memaafkan kesalahan

d)

Menulis dapat menghentikan waktu

7.

Bacalah puisi berikut!

Puisi:

"Musim Gugur"
Daun jatuh seperti harapan
Angin membawa kenangan yang diam
Langit membiru dalam ragu
Hari berlalu tanpa kata
Majas yang digunakan dalam baris “Daun jatuh seperti harapan” adalah...

a)

Personifikasi

b)

Simile

c)

Metafora

d)

Ironi

8.

Bacalah puisi berikut!

"Ayah"
Langkahmu berat tapi tetap
Peluhmu tumbuh jadi dinding
Suaramu jarang, tapi dalam
Engkau tiang dalam sunyiku

Soal:
Pesan yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ...

a)

Ayah sering tidak bicara

b)

Ayah adalah sumber kekuatan yang tersembunyi

c)

Ayah adalah orang yang keras dan tegas

d)

Ayah tidak hadir dalam hidup anaknya

9.

Bacalah puisi berikut!

"Jendela Kelas"
Di luar jendela, langit melukis bebas
Sementara kami duduk diam
Papan tulis menahan hujan tanya
Dan jam dinding menatap kami letih
Fungsi majas dalam baris “jam dinding menatap kami letih” adalah ...

a)

Menyindir kebosanan siswa

b)

Menghidupkan suasana kelas dengan personifikasi

c)

Menjelaskan waktu secara teknis

d)

Menekankan pentingnya waktu belajar

10.

Mentari tergelincir di ufuk barat,
Langit berwarna oranye tua,
Burung-burung terbang kembali pulang,
....................................................

Larik yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut agar membentuk citraan visual yang kuat adalah ...

a)

Menyisakan langit yang basah oleh gerimis

b)

Membawa duka yang tak sempat terucap

c)

Menebar cahaya ke setiap penjuru

d)

Menyisakan siluet pohon di cakrawala

11.

Awan berarak tanpa semangat,
....................................................

Larik bermajas personifikasi yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut agar menciptakan suasana murung adalah ...

a)

Langit pun menunduk kehilangan cahaya

b)

Pepohonan diam tak mau bersuara

c)

Matahari enggan membuka matanya

d)

Angin melayang tak tahu arah

12.

Bacalah puisi berikut!

"Langkah Tua"
Langkahmu lambat, penuh jeda
Tapi matamu menyimpan cerita
Tentang perang, sawah, dan luka
Yang kini tinggal suara

Tema dari puisi tersebut adalah ...

a)

Keindahan masa lalu

b)

Perjuangan dan ingatan akan masa silam

c)

Harapan masa depan

d)

Luka akibat kesalahan

13.

Bacalah kutipan puisi berikut!

Aku bukan karang yang diam
Tapi ombak pun tak kupeluk
Kata "karang" dalam larik tersebut digunakan dengan tujuan...

a)

Menunjukkan kerasnya hati

b)

Melambangkan kekuatan dan keteguhan

c)

Menggambarkan tempat tinggal ikan

d)

Menyiratkan keinginan untuk berubah

14.

Bacalah kutipan larik berikut!

Hujan menggigil di ujung malam
Sementara aku tetap kering di dada
Efek diksi "menggigil" dalam larik pertama adalah...

a)

Menguatkan citraan suara

b)

Menyiratkan kesedihan yang tertahan

c)

Menghidupkan suasana dingin dan kesepian

d)

Menggambarkan derasnya hujan

15.

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Aku berjalan di atas sunyi
Menggenggam gema yang mengabur
Diksi "menggenggam gema" dipilih penyair untuk...

a)

Menyampaikan aktivitas yang biasa dilakukan manusia

b)

Melukiskan upaya meraih kenangan yang telah pudar

c)

Menyatakan kemampuan menangkap suara

d)

Menjelaskan kekuatan tangan penyair

16.

Cermati puisi berikut!

“Aku” – Chairil Anwar

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Berikut ini yang paling tepat menggambarkan isi puisi tersebut adalah ...

a)

Penyair menggambarkan dirinya sebagai makhluk liar yang ingin kembali ke masyarakat.

b)

Isi puisi ini menunjukkan semangat keberanian dan sikap nonkonformis terhadap aturan yang mengekang.

c)

Penyair merasa dirinya dikucilkan sehingga memilih hidup dalam kesendirian dan kesunyian.

d)

Larik puisi tersebut hanya menunjukkan keputusasaan tanpa harapan akan perubahan.

17.

Bacalah pusi berikut!

“Hujan Bulan Juni” – Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Isi puisi tersebut adalah ...

a)

Kesetiaan hujan yang datang meskipun tidak diharapkan, menunjukkan ketabahan dalam cinta tanpa balas.

b)

menggambarkan musim hujan yang datang tiba-tiba di tengah musim kemarau.

c)

Hujan dianggap sebagai gangguan terhadap keindahan bunga yang sedang bermekaran.

d)

ketidakpastian cuaca dan perubahan iklim yang memengaruhi kehidupan.

18.

Doa” – Chairil Anwar

Kepada-Mu aku bersimpuh
Dalam sepi
Dalam kelam

Kutipan puisi tersebut berisi ...

a)

Harapan seseorang yang sedang mencari petunjuk dalam kondisi kesulitan.

b)

Luapan kemarahan terhadap keadaan hidup yang tidak adil.

c)

Keinginan untuk menyendiri dan melarikan diri dari realitas sosial.

d)

Penyesalan mendalam karena telah melakukan kesalahan dalam hidup.

19.

Bacalah puisi berikut!

Sajak Seonggok Jagung” – WS Rendra

Seonggok jagung di kamar
tak akan menolong seorang pemuda
yang pandai membaca dan menghafal Undang-Undang
Melalui larik-larik tersebut, penyair mengungkapkan kritik sosial terhadap sistem pendidikan dan kenyataan hidup. Isi puisi ini paling tepat dipahami sebagai...

a)

Penolakan terhadap pendidikan modern karena tidak mengajarkan cara bertani.

b)

Keluhan atas minimnya lapangan kerja bagi lulusan hukum.

c)

Kritik terhadap dunia akademik yang tidak menyentuh kebutuhan hidup nyata.

d)

Seruan untuk menanam jagung sebagai bentuk ketahanan pangan.

20.

“Karawang–Bekasi” – Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang–Bekasi
tidak bisa teriak ‘Merdeka’ dan angkat senjata lagi
Isi dari puisi tersebut lebih dari sekadar pernyataan patriotik; ia merupakan refleksi atas pengorbanan. Berdasarkan kutipan di atas, isi puisi ini paling tepat adalah...

a)

Kesedihan para pejuang yang tidak dapat menikmati kemerdekaan.

b)

Penyesalan atas tindakan perlawanan yang sia-sia.

c)

Peringatan kepada generasi sekarang untuk menghargai perjuangan para pahlawan.

d)

Kegelisahan penyair terhadap kondisi sosial masa kini.

21.

Doa” – Chairil Anwar

Kepada-Mu aku bersimpuh
Dalam sepi
Dalam kelam
Aku masih menyebut nama-Mu
Nada yang muncul dalam penggalan puisi tersebut adalah ...

a)

Penuh amarah terhadap keadaan yang menyakitkan

b)

Putus asa dan kehilangan arah hidup

c)

Tunduk dan penuh pengharapan kepada Tuhan dalam keheningan

d)

Bahagia karena telah mendapatkan petunjuk hidup

22.

“Karawang–Bekasi” – Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang–Bekasi
tidak bisa teriak ‘Merdeka’ dan angkat senjata lagi
tapi siapakah yang tidak mendengar deru kami
terbayang kami maju dan berani
Nada yang mendominasi dalam penggalan puisi tersebut adalah...

a)

Sentimental dan penuh rasa kehilangan

b)

Penuh semangat perjuangan dan kepahlawanan

c)

Murung dan penuh kesedihan akan kematian

d)

Pasrah terhadap kenyataan hidup yang kejam

23.

“Sajak Seonggok Jagung” – WS Rendra

Seonggok jagung di kamar
tak akan menolong seorang pemuda
yang pandai membaca dan menghafal Undang-Undang
Nada yang dapat dirasakan dalam larik-larik puisi tersebut adalah...

a)

Sindiran tajam terhadap sistem pendidikan yang tidak relevan dengan realitas

b)

Kekaguman terhadap pemuda yang rajin belajar

c)

Kesedihan atas nasib pemuda desa

d)

Kepasrahan terhadap sistem yang tidak dapat diubah

24.

“Dengan Puisi, Aku” – Taufiq Ismail

Dengan puisi aku berdiri
Menjadi saksi zaman ini
Nada dalam puisi ini menunjukkan...

a)

Kesombongan seorang penyair yang merasa lebih tahu dari orang lain

b)

Kebanggaan dan kesadaran akan peran puisi dalam mencatat zaman

c)

Penyesalan karena hidup dalam masa yang sulit

d)

Ketidakpedulian terhadap kondisi sosial yang terjadi

25.

“Aku” – Chairil Anwar

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Nada dominan dalam penggalan puisi tersebut dapat digambarkan sebagai...

a)

Putus asa karena merasa tidak diterima oleh masyarakat

b)

Lembut dan penuh cinta terhadap kehidupan

c)

Marah, menantang, dan penuh semangat pemberontakan

d)

Pasrah dan tidak berdaya menghadapi kenyataan

26.

“Dengan Puisi Aku” – Taufiq Ismail

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Rasa yang paling kuat terkandung dalam kutipan puisi tersebut adalah ...

a)

Kegelisahan terhadap masa depan

b)

Ketakutan akan kematian yang datang

c)

Cinta dan pengabdian mendalam terhadap dunia puisi

d)

Penyesalan karena telah menyia-nyiakan waktu

27.

“Tirani dan Benteng” – Taufiq Ismail

Di negeri kami
para tiran berwajah ramah
kata-katanya manis
namun menggertak dengan senyap
Emosi atau rasa dominan yang dirasakan penyair dalam kutipan puisi tersebut adalah ...

a)

Haru terhadap para pemimpin bangsa

b)

Amarah dan kekecewaan yang tersembunyi

c)

Kebingungan terhadap perubahan sosial

d)

Kekaguman terhadap kekuasaan yang efektif

28.

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia” – Taufiq Ismail

Malu (aku) jadi orang Indonesia
negeri kaya raya tapi rakyatnya sengsara
negeri merdeka tapi moralnya lumpuh
Perasaan yang paling mencolok dari penyair dalam puisi ini adalah...

a)

Keinginan untuk pindah kewarganegaraan

b)

Rasa malu dan kecewa yang mendalam terhadap kondisi bangsa

c)

Kebingungan karena terlalu banyak konflik

d)

Kesombongan terhadap bangsa sendiri

29.

“Seonggok Jagung di Kamar” – Taufiq Ismail

Seonggok jagung di kamar
tidak akan menolong seorang pemuda
yang pandai membaca dan menghafal undang-undang
bila perutnya kosong dan hari depan menggelap
Rasa yang muncul dari penggalan puisi tersebut adalah ...

a)

Harapan terhadap masa depan pemuda

b)

Kecemasan terhadap pendidikan yang terlepas dari kenyataan hidup

c)

Kegembiraan atas keberhasilan generasi muda

d)

Kesyukuran atas pendidikan formal

30.

“Tirani” – Taufiq Ismail

Di bawah bayang-bayang tirani
kami belajar diam,
kami belajar menyimpan luka
dan tetap berjalan
Emosi utama yang hendak disampaikan penyair dalam penggalan puisi tersebut adalah...

a)

Rasa syukur karena berhasil keluar dari penindasan

b)

Kesedihan mendalam atas penderitaan yang diterima

c)

Keteguhan hati dan keberanian menghadapi penindasan

d)

Rasa ingin menyerah karena hidup terlalu berat

31.

"Matahari"

Matahari dari timur,
Bercahaya di tanah airku,
Menghidupkan jiwa dan raga,
Menyala dalam dada pemuda.
Amanat yang paling tepat dari puisi "Matahari" adalah...

a)

Menyambut hari dengan semangat kerja keras

b)

Semangat pemuda seperti matahari yang menyinari bangsa

c)

Alam memberi kekuatan fisik kepada manusia

d)

Cahaya matahari adalah simbol dari kehangatan

32.

"Kehidupan"

Hidup bukanlah lamunan,
Tapi perbuatan dan perjuangan.
Bukan keluh di tepi jalan,
Tapi langkah menuju harapan.
Amanat utama yang ingin disampaikan penyair dalam puisi tersebut adalah ...

a)

Kehidupan adalah anugerah yang harus disyukuri

b)

Perjuangan dan tindakan lebih penting daripada keluhan

c)

Harapan adalah bagian dari kehidupan

d)

Setiap orang punya masa lalu yang kelam

33.

"Tanah Air"

Tanah airku bukan hanya tempat berpijak,
Tapi tempat hati berpaut,
Tempat cita-cita tumbuh,
Dan tempat hidup bermakna.
Amanat puisi "Tanah Air" menunjukkan bahwa...

a)

Setiap orang memiliki kenangan di tanah airnya

b)

Tanah air adalah tempat berteduh dan berkelana

c)

Tanah air adalah sumber jati diri dan tujuan hidup

d)

Tanah air hanyalah tempat lahir

34.

"Bintang"

Malam sepi bertabur bintang,
Hatiku tenang menatap terang.
Seperti harapan tak pernah hilang,
Di langit gelap yang panjang.
Amanat puisi ini dapat dikaitkan dengan...

a)

Ketekunan dalam belajar akan menghapus kesepian

b)

Harapan akan selalu ada walau dalam kesulitan

c)

Bintang sebagai simbol hiburan malam hari

d)

Ketenangan jiwa hanya bisa didapat saat sendiri

35.

"Cinta Tanah Air"

Aku mencintai tanah ini,
Seperti ibu mencintai anaknya.
Tak bisa kutinggalkan,
Walau badai dan luka datang.
Pesan moral dari puisi tersebut adalah...

a)

Cinta tanah air bersifat naluriah dan tak tergantikan

b)

Cinta kepada tanah air bisa berubah karena keadaan

c)

Alam adalah bagian dari rasa cinta manusia

d)

Badai dan luka berasal dari tanah air

36.

Burung camar menari di atas ombak,
Langit biru merentang luas,
Mentari menyengat kulit nelayan,
Perahu tua menepi di dermaga.
Kata konkret yang terdapat dalam penggalan puisi tersebut adalah...

a)

Harapan, semangat, kesabaran

b)

Burung, ombak, perahu

c)

Rasa, cinta, luka

d)

Senyuman, doa, keyakinan

37.

Malam memeluk bumi,
Bintang bersinar di langit hitam,
Bayang-bayang rumah panjang,
Diiringi suara jangkrik lirih.
Yang merupakan kata konkret yang berkaitan dengan indra pendengaran adalah...

a)

Malam

b)

Bintang

c)

Rumah

d)

Suara jangkrik

38.

Di ladang hijau terbentang,
Petani mencangkul tanah basah,
Peluh menetes dari dahinya,
Mentari mengintip di balik awan.
Kata konkret yang berhubungan dengan indra peraba adalah...

a)

Tanah basah

b)

Awan

c)

Mentari

d)

Hijau

39.

Hujan menari di atas atap seng,
Tik... tik... tik... terdengar jelas,
Membasuh jendela yang berdebu,
Membawa dingin ke dalam kamar.

kata konkret yang berkaitan dengan suara adalah...

a)

Tik... tik... tik...

b)

Dingin

c)

Jendela

d)

Kamar

40.

Kupetik setangkai mawar merah,
Duri-durinya menyentuh jemari,
Aromanya tajam menusuk hidung,
Dan senja pun menyambut sepi.
Dua kata konkret dalam kutipan di atas adalah...

a)

Sepi, jemari

b)

Mawar, duri

c)

Aroma, senja

d)

Tajam, sepi