WorksheetsUAS Teknologi Sediaan STERIL 2025
Total questions: 25
Worksheet time: 19mins
Obat "X" adalah campuran partikel padat halus yang tidak larut dalam pembawa cairan, disterilkan untuk penggunaan parenteral. Apa istilah sediaan obat "X" tersebut ?
Injeksi
Granul Steril
Suspensi Steril
Emulsi Steril
Berikut yang merupakan salah satu alasan utama formulasi obat dalam bentuk suspensi steril.
Berikut yang merupakan persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh sediaan suspensi steril untuk pencampuran injeksi
Mengandung alkohol sebagai pelarut
Harus bebas dari mikroorganisme dan partikel kasar
Hanya dapat digunakan secara oral
Kemasan harus mempertahankan stabilitas sediaan
Apakah zat tambahan apa yang biasa digunakan untuk menjaga kestabilan fisik suspensi steril?
Surfaktan
Dapar
Syarat penting dari sediaan tetes mata selain steril adalah:
Tidak boleh larut dalam air
Harus bersifat hipertonik
Harus isotonik dan bebas partikel asing
Harus berwarna terang agar mudah terlihat
Seorang Tenaga Vokasi Farmasi mendampingi Apoteker yang menyusun formulasi Triamcinolone Acetonide Eye Drop, salah satu zat tambahan yang digunakan adalah untuk menyesuaikan tekanan osmotik dalam formulasi tetes mata. Apakah nama zat tambahan yang dimaksud?
Natrium klorida (NaCl)
eorang Tenaga Vokasi Farmasi mendampingi Apoteker yang menyusun formulasi Injeksi Vitamin B Kompleks, salah satu zat tambahan yang dibutuhkan adalah pengawet yang sesuai untuk sedian multi-dose. Apakah nama senyawa tersebut?
Benzalkonium Klorida
Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam menyusun formulasi Triamcinolone Acetonide Eye Drop. Beberapa parameter penting harus diperhatikan dalam formulasi tetes mata untuk menghindari iritasi. Apakah parameter yang dimaksud?
Kemasan dan waktu kadaluarsa
Suhu penyimpanan, warna larutan
Suatu larutan dinyatakan isotonis bila memiliki tekanan osmotik setara tekanan osmotik cairan tubuh atau setara dengan 0,9% NaCl dan memiliki nilai titik beku yang sama dengan tubuh. Berapakah nilai yang dimaksud?
-0,52 derajat Celsius
Suatu kondisi air dalam sel akan ditarik keluar dari sel, sehingga sel akan mengkerut, tetapi keadaan ini bersifat sementara dan tidak akan menyebabkan rusaknya sel tersebut, tetapi menyebabkan nyeri pada penyuntikan. Apakah istilah kondisi tersebut?
Kondisi hipertonis
Kondisi hipotonis
Seorang TVF menghitung tonisitas sediaan injeksi Thiamin HCl yang akan dibuat dengan menggunakan rumus seperti pada gambar disamping. Apa determinasi "C" pada rumus tersebut ?
Konsentrasi zat aktif dalam satuan mL
Konsentrasi zat aktif dalam satuan % b/b
Konsentrasi zat aktif dalam satuan % b/v
Konsentrasi zat aktif dalam satuan % v/v
Seorang TVF menghitung tonisitas sediaan injeksi Thiamin HCl yang akan dibuat dengan menggunakan rumus seperti pada gambar disamping. Apa determinasi "b1" pada rumus tersebut ?
Jumlah zat pengisotonis yang dibutuhkan
Jumlah pelarut yang dibutuhkan
Penurunan titik beku zat berkhasiat
Penurunan titik beku NaCl
Perhatikan resep berikut. Hitunglah berapa gram zat pengisotonis yang dibutuhkan untuk membuat larutan isotonis.
0,659 gram NaCl
Perhatikan rumus perhitungan tonisitas pada gambar disamping. Bagaimana perhitungan konsentrasi (dalam mol) sebagai determinasi "C" pada rumus tersebut ?
(Berat x 1000) / BM x V
(Berat x 100) / BM x V
BM x V / (Berat x 1000)
BM x V / (Berat x 100)
Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam merancang sediaan Pilocarpin Nitrat Eye Drop. Tentukanlah PTB 1% Pilocarpin Nitrat @10 mL dalam NaCl, bila diketahui BM Pilocarpin Nitrat 272, nilai Liso NaCl 3,4
0,125
0,250
0,625
0,500
Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam merancang sediaan Pilocarpin Nitrat Eye Drop 1% @10 mL dalam NaCl. Berapa bobot NaCl yang ditambahkan agar mendaptakan 10 mL larutan isotonis, bila diketahui PTB Pilocarpin Nitrat 0,125 dan PTB NaCl 0,576
0,068 gram
0,685 gram
0,867 gram
0,086 gram
Disebut apakah sekian gram NaCl yang memberikan efek osmose yang sama dengan 1 gram dari suatu zat terlarut tertentu. Dengan syarat bahwa baik NaCl maupun bahan obat berada dalam larutan bervolume sama ?
Ekivalensi NaCl
Ekivalensi Zat Terlarut
Ekivalensi Zat Tambahan
Ekivalensi Zat Pengisotonis
Perhatikan pernyataan berikut : Ekivalensi Efedrin HCl = 0,28. Apa makna pernyataan tersebut ? tiap
1 gram Efedrin HCl setara dengan 0,28 gram NaCl
1 gram NaCl setara dengan 0,28 gram Efedrin HCl
0,28 gram NaCl akan mengisotonis 1 gram Efedrin
1 gram NaCl akan mengisotniskan larutan efedrin konsentrasi 0,28 % b/v
Perhatikan rumus berikut. Bila "W" adalah bobot zat berkhasiat dalam gram, maka apakah determinasi dari "E" ?
Kesetaraan titik beku tubuh dan zat aktif
Kesetaraan titik beku zat aktif dan NaCl
Ekivalensi NaCl terhadap zat aktif
Ekivalensi zat aktif terhadap NaCl
Terdapat tiga jenis kondisi tekanan osmosis suatu larutan obat. Disebut apakah bila zat pengisotonis (B) bernilai negatif atau 0,9% x V lebih kecil dari nilai Bobot zaktif dikali ekivalensi ( WxE ) ?
Isotonis
Hipertonis
Hipotonis
Semi isotonis
Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam menyusun formula Oximethazoline HCl Nasal Spray. Salah satu zat tambahan yang digunakan adalah penyesuai pH. Apakah tujuan penggunaan bahan tambahan tersebut?
Menghindari iritasi pada mukosa hidung dan menjaga stabilitas obat
Menurunkan viskositas larutan agar lebih mudah diteteskan
Meningkatkan kelarutan bahan aktif
Mempercepat penyerapan obat di organ target
Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam menyusun formula Oximethazoline HCl Nasal Spray. Salah satu zat tambahan yang digunakan adalah HPMC sebagai peningkat viskositas sediaan. Apakah tujuan penggunaan bahan tambahan tersebut?
Meningkatkan waktu kontak obat dengan mukosa hidung
Menurunkan viskositas larutan agar lebih mudah diteteskan
Mempermudah sterilisasi dengan pemanasan
Mencegah kerusakan botol penetes
Mengapa sediaan tetes hidung sebaiknya diformulasikan tanpa pengawet bila dikemas dalam wadah sekali pakai?
Karena pengawet menyebabkan viskositas meningkat
Karena pengawet membuat larutan menjadi hipertonik
Karena wadah sekali pakai tidak membutuhkan pengawet untuk mencegah kontaminasi
Karena pengawet menurunkan efektivitas obat
Sebuah industri farmasi menerapkan sistem CPOB salah satunya menjaga agar lingkungan produksi sediaan steril berada pada kelas kebersihan Grade A atau white area pada area pengisian aseptis. Apa parameter kelas tersebut ?
Sistem ventilasi terbuka dan tidak bertekanan
Memiliki aliran udara laminar dengan kecepatan dan filtrasi tinggi
Suhu ruangan di bawah 10°C
Kelembaban ruangan 40-60%
Seorang TVF bekerja dengan sangat hati-hati saat proses produksi sediaan steril. Manakah dari berikut ini yang merupakan titik kritis dalam proses produksi sediaan steril?
Pencampuran awal bahan aktif
Pengemasan akhir dalam dus
Pengisian larutan ke dalam wadah akhir secara aseptis
Penandaan produk jadi
