Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Teknologi Sediaan STERIL 2025

Total questions: 25

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Obat "X" adalah campuran partikel padat halus yang tidak larut dalam pembawa cairan, disterilkan untuk penggunaan parenteral. Apa istilah sediaan obat "X" tersebut ?

a)

Injeksi

b)

Granul Steril

c)

Suspensi Steril

d)

Emulsi Steril

2.

Berikut yang merupakan salah satu alasan utama formulasi obat dalam bentuk suspensi steril.

a)
Untuk meningkatkan stabilitas obat.
b)
Untuk mempercepat proses penyerapannya.
c)
Untuk mencegah kontaminasi mikroba.
d)
Untuk mengurangi efek samping obat.
3.

Berikut yang merupakan persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh sediaan suspensi steril untuk pencampuran injeksi

a)

Mengandung alkohol sebagai pelarut

b)

Harus bebas dari mikroorganisme dan partikel kasar

c)

Hanya dapat digunakan secara oral

d)

Kemasan harus mempertahankan stabilitas sediaan

4.

Apakah zat tambahan apa yang biasa digunakan untuk menjaga kestabilan fisik suspensi steril?

a)

Surfaktan

b)

Dapar

c)
Pewarna
d)
Pengawet
5.

Syarat penting dari sediaan tetes mata selain steril adalah:

a)

Tidak boleh larut dalam air

b)

Harus bersifat hipertonik

c)

Harus isotonik dan bebas partikel asing

d)

Harus berwarna terang agar mudah terlihat

6.

Seorang Tenaga Vokasi Farmasi mendampingi Apoteker yang menyusun formulasi Triamcinolone Acetonide Eye Drop, salah satu zat tambahan yang digunakan adalah untuk menyesuaikan tekanan osmotik dalam formulasi tetes mata. Apakah nama zat tambahan yang dimaksud?

a)
Sodium benzoat
b)
Asam borat
c)

Natrium klorida (NaCl)

d)
Kalium klorida
7.

eorang Tenaga Vokasi Farmasi mendampingi Apoteker yang menyusun formulasi Injeksi Vitamin B Kompleks, salah satu zat tambahan yang dibutuhkan adalah pengawet yang sesuai untuk sedian multi-dose. Apakah nama senyawa tersebut?

a)
Sodium Chloride
b)
Ethanol
c)
Glycerin
d)

Benzalkonium Klorida

8.

Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam menyusun formulasi Triamcinolone Acetonide Eye Drop. Beberapa parameter penting harus diperhatikan dalam formulasi tetes mata untuk menghindari iritasi. Apakah parameter yang dimaksud?

a)
pH, osmolaritas, stabilitas, dan bahan pengawet yang aman
b)

Kemasan dan waktu kadaluarsa

c)
Kadar garam, ukuran partikel, aroma
d)

Suhu penyimpanan, warna larutan

9.

Suatu larutan dinyatakan isotonis bila memiliki tekanan osmotik setara tekanan osmotik cairan tubuh atau setara dengan 0,9% NaCl dan memiliki nilai titik beku yang sama dengan tubuh. Berapakah nilai yang dimaksud?

a)
-1,0 derajat Celsius
b)
0,0 derajat Celsius
c)
-0,25 derajat Celsius
d)

-0,52 derajat Celsius

10.

Suatu kondisi air dalam sel akan ditarik keluar dari sel, sehingga sel akan mengkerut, tetapi keadaan ini bersifat sementara dan tidak akan menyebabkan rusaknya sel tersebut, tetapi menyebabkan nyeri pada penyuntikan. Apakah istilah kondisi tersebut?

a)

Kondisi hipertonis

b)
Kondisi dehidrasi
c)
Kondisi isotonic
d)

Kondisi hipotonis

11.

Seorang TVF menghitung tonisitas sediaan injeksi Thiamin HCl yang akan dibuat dengan menggunakan rumus seperti pada gambar disamping. Apa determinasi "C" pada rumus tersebut ?

a)

Konsentrasi zat aktif dalam satuan mL

b)

Konsentrasi zat aktif dalam satuan % b/b

c)

Konsentrasi zat aktif dalam satuan % b/v

d)

Konsentrasi zat aktif dalam satuan % v/v

12.

Seorang TVF menghitung tonisitas sediaan injeksi Thiamin HCl yang akan dibuat dengan menggunakan rumus seperti pada gambar disamping. Apa determinasi "b1" pada rumus tersebut ?

a)

Jumlah zat pengisotonis yang dibutuhkan

b)

Jumlah pelarut yang dibutuhkan

c)

Penurunan titik beku zat berkhasiat

d)

Penurunan titik beku NaCl

13.

Perhatikan resep berikut. Hitunglah berapa gram zat pengisotonis yang dibutuhkan untuk membuat larutan isotonis.

a)
0,300 gram NaCl
b)
0,800 gram NaCl
c)
1,200 gram NaCl
d)

0,659 gram NaCl

14.

Perhatikan rumus perhitungan tonisitas pada gambar disamping. Bagaimana perhitungan konsentrasi (dalam mol) sebagai determinasi "C" pada rumus tersebut ?

a)

(Berat x 1000) / BM x V

b)

(Berat x 100) / BM x V

c)

BM x V / (Berat x 1000)

d)

BM x V / (Berat x 100)

15.

Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam merancang sediaan Pilocarpin Nitrat Eye Drop. Tentukanlah PTB 1% Pilocarpin Nitrat @10 mL dalam NaCl, bila diketahui BM Pilocarpin Nitrat 272, nilai Liso NaCl 3,4

a)

0,125

b)

0,250

c)

0,625

d)

0,500

16.

Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam merancang sediaan Pilocarpin Nitrat Eye Drop 1% @10 mL dalam NaCl. Berapa bobot NaCl yang ditambahkan agar mendaptakan 10 mL larutan isotonis, bila diketahui PTB Pilocarpin Nitrat 0,125 dan PTB NaCl 0,576

a)

0,068 gram

b)

0,685 gram

c)

0,867 gram

d)

0,086 gram

17.

Disebut apakah sekian gram NaCl yang memberikan efek osmose yang sama dengan 1 gram dari suatu zat terlarut tertentu. Dengan syarat bahwa baik NaCl maupun bahan obat berada dalam larutan bervolume sama ?

a)

Ekivalensi NaCl

b)

Ekivalensi Zat Terlarut

c)

Ekivalensi Zat Tambahan

d)

Ekivalensi Zat Pengisotonis

18.

Perhatikan pernyataan berikut : Ekivalensi Efedrin HCl = 0,28. Apa makna pernyataan tersebut ? tiap

a)

1 gram Efedrin HCl setara dengan 0,28 gram NaCl

b)

1 gram NaCl setara dengan 0,28 gram Efedrin HCl

c)

0,28 gram NaCl akan mengisotonis 1 gram Efedrin

d)

1 gram NaCl akan mengisotniskan larutan efedrin konsentrasi 0,28 % b/v

19.

Perhatikan rumus berikut. Bila "W" adalah bobot zat berkhasiat dalam gram, maka apakah determinasi dari "E" ?

a)

Kesetaraan titik beku tubuh dan zat aktif

b)

Kesetaraan titik beku zat aktif dan NaCl

c)

Ekivalensi NaCl terhadap zat aktif

d)

Ekivalensi zat aktif terhadap NaCl

20.

Terdapat tiga jenis kondisi tekanan osmosis suatu larutan obat. Disebut apakah bila zat pengisotonis (B) bernilai negatif atau 0,9% x V lebih kecil dari nilai Bobot zaktif dikali ekivalensi ( WxE ) ?

a)

Isotonis

b)

Hipertonis

c)

Hipotonis

d)

Semi isotonis

21.

Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam menyusun formula Oximethazoline HCl Nasal Spray. Salah satu zat tambahan yang digunakan adalah penyesuai pH. Apakah tujuan penggunaan bahan tambahan tersebut?

a)

Menghindari iritasi pada mukosa hidung dan menjaga stabilitas obat

b)

Menurunkan viskositas larutan agar lebih mudah diteteskan

c)

Meningkatkan kelarutan bahan aktif

d)

Mempercepat penyerapan obat di organ target

22.

Seorang TVF mendampingi Apoteker dalam menyusun formula Oximethazoline HCl Nasal Spray. Salah satu zat tambahan yang digunakan adalah HPMC sebagai peningkat viskositas sediaan. Apakah tujuan penggunaan bahan tambahan tersebut?

a)

Meningkatkan waktu kontak obat dengan mukosa hidung

b)

Menurunkan viskositas larutan agar lebih mudah diteteskan

c)

Mempermudah sterilisasi dengan pemanasan

d)

Mencegah kerusakan botol penetes

23.

Mengapa sediaan tetes hidung sebaiknya diformulasikan tanpa pengawet bila dikemas dalam wadah sekali pakai?

a)



Karena pengawet menyebabkan viskositas meningkat

b)

Karena pengawet membuat larutan menjadi hipertonik

c)

Karena wadah sekali pakai tidak membutuhkan pengawet untuk mencegah kontaminasi

d)

Karena pengawet menurunkan efektivitas obat

24.

Sebuah industri farmasi menerapkan sistem CPOB salah satunya menjaga agar lingkungan produksi sediaan steril berada pada kelas kebersihan Grade A atau white area pada area pengisian aseptis. Apa parameter kelas tersebut ?

a)

Sistem ventilasi terbuka dan tidak bertekanan

b)

Memiliki aliran udara laminar dengan kecepatan dan filtrasi tinggi

c)

Suhu ruangan di bawah 10°C

d)

Kelembaban ruangan 40-60%

25.

Seorang TVF bekerja dengan sangat hati-hati saat proses produksi sediaan steril. Manakah dari berikut ini yang merupakan titik kritis dalam proses produksi sediaan steril?

a)

Pencampuran awal bahan aktif

b)

Pengemasan akhir dalam dus

c)

Pengisian larutan ke dalam wadah akhir secara aseptis

d)

Penandaan produk jadi