NEW
Font size
WorksheetsLatihan 9 - Cloud Computing - 2TRKA
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Sebuah perusahaan menggunakan SLA dengan penyedia cloud untuk menjamin uptime server sebesar 99,9%. Jika server mengalami downtime selama 4 jam dalam satu bulan, apakah SLA terpenuhi?
Ya, karena downtime masih di bawah batas toleransi.
Tidak, karena downtime melebihi batas toleransi.
Ya, jika downtime terjadi di luar jam operasional bisnis
Tidak, karena downtime tidak dapat ditoleransi dalam SLA.
Seorang administrator cloud ingin memastikan bahwa sistem RAS (Remote Administration System) mereka aman dari serangan man-in-the-middle. Langkah apa yang paling efektif untuk mencapai hal ini?
Menggunakan protokol SSH tanpa enkripsi tambahan.
Mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) tanpa enkripsi.
Menggunakan protokol VNC dengan enkripsi TLS.
Menggunakan protokol RDP dengan enkripsi AES-256.
Sebuah aplikasi cloud mengalami lonjakan pengguna hingga 300% dalam waktu singkat. Apa yang harus dilakukan oleh sistem cloud untuk menjaga performa optimal tanpa campur tangan manual?
Mengurangi jumlah pengguna secara paksa melalui SLA.
Mematikan fitur otentikasi untuk mengurangi beban server.
Menambah kapasitas penyimpanan cloud secara otomatis.
Menggunakan load balancing untuk mendistribusikan trafik ke beberapa server.
Dalam sistem manajemen penagihan cloud, pelanggan dikenakan biaya berdasarkan penggunaan CPU, RAM, dan penyimpanan. Jika pelanggan menggunakan 80% dari kuota bulanan hanya dalam 10 hari, apa langkah terbaik yang harus diambil oleh sistem?
Memberikan peringatan dan menawarkan opsi upgrade paket.
Memblokir akses pelanggan hingga awal bulan depan.
Menagih biaya tambahan secara otomatis tanpa notifikasi.
Mengurangi performa layanan hingga akhir bulan.
Sebuah perusahaan ingin mengukur efisiensi cloud berbasis SLA. Parameter apa yang paling relevan untuk menilai kualitas layanan?
Frekuensi pembaruan perangkat lunak cloud.
Total biaya yang dikeluarkan untuk infrastruktur cloud.
Waktu respons rata-rata server terhadap permintaan.
Jumlah pengguna yang terdaftar di sistem.
Sebuah sistem cloud menggunakan failover otomatis untuk memastikan ketersediaan layanan. Jika server utama gagal, apa yang harus dilakukan oleh sistem failover?
Menyalin data dari server cadangan ke server utama.
Mengaktifkan server cadangan dan memindahkan lalu lintas ke sana.
Mematikan semua layanan hingga server utama pulih.
Mengirim notifikasi kepada pengguna untuk menggunakan layanan alternatif.
Sebuah perusahaan ingin mengoptimalkan penggunaan sumber daya cloud dengan memantau performa aplikasi. Metrik apa yang paling penting untuk dipantau?
Persentase penggunaan CPU dan memori.
Persentase penggunaan CPU dan memori.
Frekuensi pembaruan antarmuka pengguna.
Jumlah email yang dikirim melalui aplikasi.
Sebuah perusahaan ingin memigrasikan data dari on-premise ke cloud. Apa risiko utama yang harus diperhatikan?
Penurunan performa aplikasi karena migrasi.
Ketidaksesuaian antara sistem operasi on-premise dan cloud.
Biaya migrasi yang lebih tinggi daripada ekspektasi.
Kehilangan kontrol atas data sensitif.
Seorang administrator cloud ingin memastikan bahwa aplikasi mereka tetap tersedia selama pemeliharaan server. Apa strategi terbaik untuk mencapai ini?
Memindahkan aplikasi ke server lain secara manual.
Menonaktifkan pemeliharaan server secara permanen.
Menggunakan replikasi data dan load balancing.
Menghentikan aplikasi selama pemeliharaan.
Sebuah perusahaan ingin mengukur ROI (Return on Investment) dari cloud computing. Faktor apa yang paling penting untuk dipertimbangkan?
Penghematan biaya operasional dibandingkan infrastruktur fisik.
Total biaya lisensi perangkat lunak cloud.
Frekuensi pembaruan perangkat lunak cloud.
Total biaya lisensi perangkat lunak cloud.
Manakah yang bukan kategori pengukuran SMI?
Agility.
Compliance.
Risk.
Risk.
Perusahaan menggunakan hybrid cloud (AWS + on-premise). Tantangan utama manajemen?
Ketergantungan pada satu penyedia cloud.
Tidak ada mekanisme failover.
Sinkronisasi kebijakan keamanan antar lingkungan.
Biaya bandwidth yang tinggi.
Konsumen cloud memilih model "pay-per-allocation". Apa implikasinya?
Dibebankan per GB traffic.
Dibebankan berdasarkan penggunaan aktual CPU.
Dibebankan per jumlah request API.
Dibebankan berdasarkan kapasitas yang dialokasikan.
Virtual Infrastructure Manager (VIM) gagal membuat instance baru karena "insufficient physical resources". Solusi terbaik?
Mematikan fitur replikasi
Memperbesar kuota penyimpanan.
Mengaktifkan live migration ke server lain.
enghapus instance lama secara manual.
Monitor cloud menunjukkan packet loss 15% pada link jaringan. Parameter apa yang paling penting untuk dianalisis lebih lanjut?
Versi sistem operasi.
Ukuran penyimpanan cloud.
Jumlah pengguna aktif.
Throughput dan latensi.
Sebuah organisasi mengalami lonjakan lalu lintas aplikasi yang menyebabkan layanan menjadi lambat. Administrator cloud ingin menjaga ketersediaan dan performa optimal tanpa mengubah konfigurasi manual. Mekanisme manakah yang paling sesuai untuk menghadapi situasi ini?
Virtual Private Network (VPN)
Load Balancing
Snapshot Redundansi
Auto Scaling Manual
Dalam konteks FCAPS, manakah dari berikut ini yang akan terlibat dalam mengatur izin akses dan autentikasi ke sistem cloud?
Configuration Management
Accounting Management
Fault Management
Security Management
Sebuah perusahaan menggunakan cloud hybrid dan mengalami kesulitan menyatukan pengelolaan antar lingkungan cloud. Standar manajemen apa yang perlu diterapkan untuk mengatasi masalah interoperabilitas ini?
SLA-based Billing
CloudWatch Integration Model
Open Cloud Standards Incubator (OCSI)
Cloud VPN Gateway
Dalam implementasi Remote Administration System (RAS), apa konsekuensi utama jika enkripsi tidak diterapkan dengan baik?
Penggunaan bandwidth melebihi kuota
Terbukanya celah keamanan pada akses jarak jauh
Penggunaan bandwidth melebihi kuota
Gagalnya konfigurasi otomatis
Sebuah sistem cloud tiba-tiba mengalami penurunan throughput sebesar 60%. Protokol SNMP mengirimkan notifikasi ke stasiun manajemen, tetapi administrator tidak menerima alert. Apa penyebab paling mungkin?
Firewall memblokir port 161/162 yang digunakan SNMP.
SLA tidak mencakup pemantauan throughput.
Load balancer gagal mendistribusikan lalu lintas.
SNMP trap tidak dikonfigurasi untuk mengirim notifikasi ke stasiun manajemen.
