Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL PRA SAT 2024/2025
Total questions: 50
Worksheet time: 1hrs 9mins
Tuliskan minimal 5 kata penghubung yang menyatakan waktu (konjungsi temporal) !
Tuliskan minimal 5 kata adjektiva (kata sifat) !
Tuliskan 3 ciri kebahasaan teks biografi yang Anda ketahui.
Salah satu ciri kebahasaan teks biografi adalah adjektiva (kata sifat). Manakah kata di bawah ini yang merupakan sifat ?
berjuang
prestasi
sederhana
rumah
Indonesia
Kata penghubung berikut termasuk dalam konjungsi temporal, kecuali ....
kemudian
meskipun
berikutnya
selanjutnya
akhirnya
Struktur isi teks biografi bagian reorientasi berisi ....
Pengenalan tokoh secara umum
Rangkaian peristiwa yang dialami tokoh secara tidak berurutan
Rangkaian peristiwa yang dialami tokoh secara kronologis
Rangkaian peristiwa yang dialami keluarga tokoh
Ungkapan yang menimbulkan kesan bagi pembaca tentang keberhasilan tokoh
Struktur isi teks biografi bagian orientasi berisi tentang ...
pengenalan tokoh secara umum yang meliputi identitas tokoh, latar belakang, dan pendidikannya
rangkaian kejadian yang pernah dialami
peristiwa yang pernah dilakukan oleh tokoh
peristiwa mengesankan yang dialami tokoh
ungkapan yang menimbulkan kesan bagi pembaca
Berikut ini peristiwa/ kejadian yang layak diceritakan dalam teks biografi, kecuali....
peristiwa yang langka
kejadian unik
hal yang spektakuler / istimewa
hal yang membuat yang terkenal sehingga dapat diteladani
peristiwa harian tokoh di rumah
Sebuah kejadian yang dialami tokoh, mulai dari perjalanan karir hingga peristiwa yang mengahantarkannya mencapai kesuksesan disebut....
Prestasi
Orientasi
Peristiwa/Kejadian penting
Reorientasi
Koda
Berikut ini yang termasuk kaidah kebahasaan teks biografi, kecuali...
Ada tawar menawar
Menggunakan adjektiva
Menggunakan konjungsi
Menggunakan pronomina
Perhatikan kalimat berikut!
Pertama kali, WS Rendra mempublikasikan puisinya di media masa pada tahun 1952 melalui majalah siasat. Kemudian puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah saat itu.
Konjungsi "kemudian" pada penggalan biografi di atas menyatakan...
Penambahan
Urutan waktu
Pertentangan
Perbandingan
Berikut ini struktur teks biografi yang benar adalah...
Reorientasi - orientasi - peristiwa
Orientasi - peristiwa - evaluasi
Orientasi - peristiwa - reorientasi
Pernyataan umum - argumentasi - reorientasi
Sebuah teks biografi dikatakan faktual jika berdasarkan...
Pengalaman penulis
Keinginan penulis menuangkan ide
Pengalaman hidup seseorang yang diceritakan dalam tokoh biografi tersebut.
Biodata penulis
Berikut ini yang tidak termasuk ciri teks biografi adalah....
Memuat informasi yang bersifat fakta
Disajikan dalam bentuk narasi
Memiliki struktur yang tersiri atas orientasi, peristiwa dan reorientasi
Bersifat imajinatif
Biografi memuat informasi berupa fakta serta disajikan dalam bentuk....
Narasi
Deskripsi
Puisi lama
Eksposisi
Teks yang berisi riwayat hidup seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain disebut teks....
Eksposisi
Biografi
Anekdot
Autobiografi
“Aku adalah butir-butir perak
yang dijatuhkan dari surga oleh para dewa.
Alam memungutku,
untuk menghiasi padang dan lembahnya.”
Berdasarkan kutipan di atas terdapat majas ….
(a)
SAJAK RAJAWALI
W.S. Rendra
Sebuah sangkar besi
tidak bisa merubah seekor rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langi
Dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan
tanpa sukma
Tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara
Rajawali terbang tinggi
memasuki sepi
memandang dunia
Rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi/ dari keringat matahari
Tanpa kemantapan hati rajawali
Mata kita hanya melihat fatamorgana
Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
Dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka
Persamaan bunyi pada bait keempat …
Tinggi, dunia, sepi
Besi, hidupnya, bertapa
Tinggi, besi, dunia
Tinggi, sepi, besi
Dunia, besi, bertapa
SAJAK RAJAWALI
W.S. Rendra
Sebuah sangkar besi
tidak bisa merubah seekor rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langi
Dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan
tanpa sukma
Tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara
Rajawali terbang tinggi
memasuki sepi
memandang dunia
Rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi/ dari keringat matahari
Tanpa kemantapan hati rajawali
Mata kita hanya melihat fatamorgana
Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
Dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka
Kata 'langit' pada puisi tersebut mempunyai makna lambang …
Keluasan dan kebebasan
Kebatilan dan kezaliman
Kemerdekaan dan pengungkungan
Keanggunan dan kemelaratan
Keadilan dan kesewenang-wenangan
….
Topan menyapu luas padang
Tubuhku bergoyang-goyang
Tetapi tetap teguh dalam sembahyang
Akarku yang mengurat di bumi
Tak berhenti mengucap shalawat nabi
Sembahyangku sembahyang rumputan
Sembahyang penyerahan jiwa dan badan
Yang rindu berbaring di pangkuan tuhan
Sembahyang ku sembahyang rumputan
Sembahyang penyerahan habis-habisan
….
(Penggalan puisi ‘Sembahyang Rerumputan’ karya Ahmadun Yosi Herfanda)
Seorang hamba yang penuh keteguhan beribadah pada Tuhannya.
Penyesalan seorang hamba pada Tuhannya.
Praktik ibadah yang penuh dengan airmata
Memperkuat iman dengan doa
Agama mengajarkan kita untuk beribadah dengan sungguh-sungguh
SAMARRR
Muhammad Febriyadi
Samarrr
Kudengar suara napas tercungap-cungap di balik jenggala gundul
jengah kujengah-jengah
tak jumpa jasadnya
Samarrr
kudengar suara senso belandong menebas-nebas berkah
musibah membuas
menuntut balas
hujan membantai
bukit berderai
darat jadi laut
terbenam
Habislah!
Suasana yang terbangun dalam puisi di atas adalah …
Cemas
Penuh haru
Penuh Amarah
Sedih
Sunyi
ELEGI NELAYAN TUA
Idrus Tintin
Lelaki tua itu tersengguk-sengguk di emper gubuk
Bulan layu rendah di langit
Air mulai surut
dan terlena digerogoti mimpi
Sebentar lagi subuh tiba
‘Bulan layu rendah di langit’ mengandung majas …
Repetisi
Personifikasi
Metafora
Simile
Hiperbola
RIAU
Ediruslan Pe Amanriza
Di Riau
Banjir jadi pantun sepanjang sungai
Air menjilat lantai rumah kami
Air padamkan api di tungku kami
Air basahkan tikar
Dan bubung dalam kelambu kami
Banjir menghanyutkan mimpi-mimpi kami
Di Riau
Kami tak sempat lagi bernyanyi
‘Air menjilat lantai rumah kami’ sesuai dengan puisi di atas mengandung majas …
Repetisi
Personifikasi
Metafora
Simile
Hiperbola
ELEGI NELAYAN TUA
Idrus Tintin
Lelaki tua itu tersengguk-sengguk di emper gubuk
Bulan layu rendah di langit
Air mulai surut
dan terlena digerogoti mimpi
Sebentar lagi subuh tiba
….
Jenis citraan yang terdapat dalam puisi di atas …
Visual
Audio
Perabaan
Pengecapan
Penciuman
RIAU
Ediruslan Pe Amanriza
Di Riau
Banjir jadi pantun sepanjang sungai
Air menjilat lantai rumah kami
Air padamkan api di tungku kami
Air basahkan tikar
Dan bubung dalam kelambu kami
Banjir menghanyutkan mimpi-mimpi kami
Di Riau
Kami tak sempat lagi bernyanyi
Jenis citraan pada baris ketiga yang terdapat dalam puisi di atas …
Visual
Audio
Perabaan
Pengecapan
Penciuman
Berikut ini yang bukan pernyataan yang tepat tentang kata konkret adalah …
Pilihan kata yang mewakili sebuah wujud makna, makna fisik, yang sesuai dengan konteks puisinya.
Pilihan kata yang mewakili sebuah wujud makna, makna fisik, yang bukan berbentuk kata abstrak.
Pilihan kata yang mewakili sebuah wujud makna, makna fisik, yang masih belum jelas atau abstrak.
Pilihan kata yang mewakili sebuah wujud makna, makna fisik, yang rujukan maknanya lebih mudah diserap oleh indra
Pilihan kata yang mewakili sebuah wujud makna, makna fisik, yang kesemua maknanya bisa dirasakan oleh indera, seperti terlihat, disentuh, dicium dan didengar
Dengan Puisi, Aku…
Karya Taufiq Ismail
Dengan puisi aku bernyanyi,
Sampai senja umurku nanti,
Dengan puisi aku bercinta,
Berbatas cakrawala…
Dengan puisi aku mengenang,
Keabadian Yang Akan Datang,
Dengan puisi aku menangis,
Jarum waktu bila kejam mengiris…
Dengan puisi aku mengutuk,
Nafas zaman yang busuk,
Dengan puisi aku berdoa,
Perkenankanlah kiranya…
Makna diksi ‘senja’ pada bait pertama, baris kedua puisi di atas …
Gelap
Tua
Sedih
Mendung
Langit
SELAMBAI DINGIN
Muhammad Febriyadi
Malam mendengkur sunyi
dini hari berdering
alamanakmu membuncah
keluar dari gua pertapaannya
Suara angin Tuhan membelit badan
selambai dingin menusuk ke dalam jemari
merasuk tiap jengkal tawamu
dan berbisik
: selembar lagi umurmu telah gugur
O
lambainya lambai maut
dinginnya sedingin mayyit
selembar kabar lewat selambai dinginnya
merubah tawa jadi renungan
panjang
selama umur yang telah terpakai
Ada akhirat yang mesti dierami
cangkang-cangkang dunia, tak cukup kokoh merumahi mimpi
: setelah hidup
selambai dingin
menetaskan pesan Tuhan
padamu
Dia memintanya kembali
Makna puisi di atas adalah …
Setiap tahun usia manusia akan bertambah, dan jatah hidupnya pun akan berkurang. Sehingga seluruh aktivitasnya di dunia harus ia kurangi demi memberikan kesempatan pada dirinya untuk beristirahat.
Kematian adalah sebuah keniscayaan, maka jangan takut mati hanya karena usia bertambah.
Manusia tidak bisa menolak tua, maka manfaatkan hari muda dengan sebaik-baiknya.
Penambahan usia sama dengan berkurangnya jatah umur yang diberikan pada Tuhan pada umatnya, maka manfaatkan sisa umur yang ada untuk mendekatkan diri pada Tuhan sebelum kematian mendatangi kita.
Usia hanyalah masalah angka-angka. Ketika kita bermanfaat untuk orang lain, Bukan usia yang dilihat, namun seberapa bermanfaat kita untuk orang lain.
SELAMBAI DINGIN
Muhammad Febriyadi
Malam mendengkur sunyi
dini hari berdering
alamanakmu membuncah
keluar dari gua pertapaannya
Suara angin Tuhan membelit badan
selambai dingin menusuk ke dalam jemari
merasuk tiap jengkal tawamu
dan berbisik
: selembar lagi umurmu telah gugur
O
lambainya lambai maut
dinginnya sedingin mayyit
selembar kabar lewat selambai dinginnya
merubah tawa jadi renungan
panjang
selama umur yang telah terpakai
Ada akhirat yang mesti dierami
cangkang-cangkang dunia, tak cukup kokoh merumahi mimpi
: setelah hidup
selambai dingin
menetaskan pesan Tuhan
padamu
Dia memintanya kembali
Maksud baris “selembar lagi umurmu telah gugur” pada puisi di atas adalah …
Bertambahnya beban masalah karena bertambahnya usia
Mendekati kematian, karena usia terus berkurang
Penambahan usia adalah tanda manusia harus semakin mendekatkan diri kepada pencipta
Ulang tahun yang menyedihkan, karena semakin dengan dengan pintu kematian
Usia hanyalah angka, karena yang terpenting adalah menggugurkan dosa-dosa
SAJAK RAJAWALI
W.S. Rendra
Sebuah sangkar besi
tidak bisa merubah seekor rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langi
Dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan
tanpa sukma
Tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara
Rajawali terbang tinggi
memasuki sepi
memandang dunia
Rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi/ dari keringat matahari
Tanpa kemantapan hati rajawali
Mata kita hanya melihat fatamorgana
Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
Dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka
Persamaan bunyi pada bait keempat …
Tinggi, dunia, sepi
Besi, hidupnya, bertapa
Tinggi, besi, dunia
Tinggi, sepi, besi
Dunia, besi, bertapa
SAJAK RAJAWALI
W.S. Rendra
Sebuah sangkar besi
tidak bisa merubah seekor rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langi
Dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan
tanpa sukma
Tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara
Rajawali terbang tinggi
memasuki sepi
memandang dunia
Rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi/ dari keringat matahari
Tanpa kemantapan hati rajawali
Mata kita hanya melihat fatamorgana
Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
Dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka
Maksud bait pertama puisi di atas adalah …
Sebagai binatang langka, burung rajawali tidak sama dengan burung nuri yang biasa dijadikan burung hias.
Seorang pejuang yang pemberani, tidak akan mengubah pribadinya yang tangguh hanya karena ia dikurung dalam penjara.
Sebagai burung hias, rajawali adalah burung yang biasanya hidup di sangkar besi.
Seorang pengkritik yang handal, tidak akan malu jika hidup di sangkar besi.
Pejuang yang bebas mengatakan apa saja demi sebuah kemerdekaan.
SAJAK RAJAWALI
W.S. Rendra
Sebuah sangkar besi
tidak bisa merubah seekor rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langi
Dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan
tanpa sukma
Tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara
Rajawali terbang tinggi
memasuki sepi
memandang dunia
Rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi/ dari keringat matahari
Tanpa kemantapan hati rajawali
Mata kita hanya melihat fatamorgana
Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
Dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka
Kata 'langit' pada puisi tersebut mempunyai makna lambang …
Keluasan dan kebebasan
Kebatilan dan kezaliman
Kemerdekaan dan pengungkungan
Keanggunan dan kemelaratan
Keadilan dan kesewenang-wenangan
Berdiri beriringan dijalan yang gersang
Deru suara tornton besar kepalang
membuat salju debu kian berhabur
pepohonan sekitar kehilangan wajahnya.
puisi diatas pada baris ke-4 menggunakan majas?
Hiperbola
Personifikasi
Simile
Metafora
Yang termasuk kata konkret adalah ...
cinta, kasih, rindu
buku, papan, paham
kertas, gelas, rumput
ingin, malu, sakit
Pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya disebut ...
tipografi
diksi
majas
rima
Bacalah kutipan puisi berikut!
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Makna kutipan puisi di atas adalah ...
Aku mengetuk pintu dan tidak bisa berpaling.
Aku tidak dapat menghindar setelah mengetuk pintu.
Hanya kepada-Mu, Tuhan, manusia berserah diri.
Aku kembali dan takkan pergi lagi.
Setelah mengetuk pintu, aku tidak bisa pergi lagi.
Bacalah puisi berikut!
Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di pagi hari
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda ku harapkan
Atur barisan di pagi hari
Menuju ke atas padang bakti!
(A. Hasjmi, Puisi Baru, STA)
Amanat yang sesuai dengan puisi di atas adalah ...
Atur barisan menuju cita-cita selagi muda.
Selagi muda carilah harta sebanyak-banyaknya.
Selagi muda tututlah ilmu dan bekerja keraslah.
Walaupun sudah tua tuntutlah ilmu.
Tuntutlah ilmu dan carilah harta.
Apa definisi puisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)?
Puisi adalah cerita pendek yang ditulis dengan paragraf dan bab.
Puisi atau sajak merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima,
Puisi adalah karya tulis yang menggunakan bahasa prosa untuk mengungkapkan fakta.
Puisi adalah kumpulan kata-kata yang ditulis tanpa memperhatikan irama, rima, atau struktur.
Analisis puisi berikut berdasarkan ciri-ciri puisi secara umum yang telah disampaikan:
"Dalam diamku terucap ribuan kata, Melukiskan rasa tanpa suara. Setiap bait membawa kita melayang, Ke dunia yang penuh dengan makna dan harapan."
Berdasarkan ciri-ciri puisi umum, aspek mana yang paling dominan terlihat pada puisi di atas?
Pengungkapan alur dan tokoh yang eksplisit
Penggunaan diksi yang indah dan berupa kiasan
Penggunaan diksi majas yang minimal
Struktur penulisan yang bebas tanpa bait dan baris
Dalam puisi, penggunaan diksi kiasan mempengaruhi interpretasi pembaca terhadap makna keseluruhan puisi. Contoh diksi kiasan yang sering digunakan dalam puisi adalah...
"Langit menangis" yang menggambarkan hujan
"Buku adalah jendela dunia" yang mengindikasikan bahwa membaca memberikan pengetahuan
"Kaki langit" yang merujuk pada horizon
Semua jawaban benar
ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Imaji/citraan yang terkandung dalam penggalan puisi tersebut adalah...
Penglihatan
Perabaan
Penciuman
Pendengaran
Sepuluh November
Saat itu
Api yang membakar dadamu
Mengukuhkan semangat juangmu
Saat ini
Meskipun jasmanimu cacat
Jiwamu, pahlawan
Memihak yang benar
Semangat yang benar
Semangat itu bergemuruh di dada
Di hati para pemuda
Makna kata yang dicetak tebal dalam puisi di atas adalah . . . .
semangat
zat yang panas
suara
perjuangan
Memandang senja bersama jingganya
Menikmati pasir putihnya dengan manja
Mendengar riuh ombak yang pulang
Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda
Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya
Bagi insan yang mempunyai rasa
Isi puisi tersebut adalah ....
seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai
seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai
seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai
seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai
Seratus Juta
Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Di tengah mereka takt ahu akan berbuat apa
Kini kutundukkan kepala, karena
Ada sesuatu besar luar bisa
Hilang terasa dari rongga dada
Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Kita mesti berbuat sesuatu, betapa pun sukarnya
(Taufik Ismail)
Amanat puisi tersebut adalah kita harus ..
Tetap berjuang tanpa kenal putus asa
Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa
Pasrah pada keadaan yang menyulitkan
Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia
Deretan bukit menghijau
Hamparan kerikil dan batu
Air sungai gemericik merdu
Di sanalah tempat kami bersatu
Sungguh indah dikenangkan
Takkan mungkin terlupakan
Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
....
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
makna puisi pada bait tersebut adalah....
Pahlawan tak dikenal yang telah berjuang antara krawang-bekasi tidak bisa berjuang lagi karena mereka telah gugur.
Pahlawan tak dikenal yang ingin dikenang semua orang
Pahlawan yang tidak pernah didengar isi hatinya
Pahlawab yang mempunyai hati yang tulus ikhlas
HAMPA
Sepi di luar
Sepi menekan mendesak
Lurus kaku pohonan
Tak bergerak
Sampai ke puncak
Sepi memagut
Segala menanti, menanti, menanti
Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa.
Karya Chairil Anwar
Amanat yang tepat dalam puisi tersebut adalah . . . .
Hendaknya jangan membuat sseorang harus menunggu.
Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan.
Menunggu adalah pekerjaan yang menyedihkan manusia.
Hendaknya seseorang menghindari kebiasaan menunggu.
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
pada sore hari
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
mengagumi wanita yang dicintai
Cintaku Jauh Di Pulau
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh !
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan cintaku
Chairil Anwar
Suasana dalam puisi di atas adalah....
sedih
marah
gembira
kecewa
senang
Fajar timur datang menjelang
Membawa pertama ke atas dunia
Seri berseri sepantun mutia
Bebagai warna bersilang-silang
Makna bait puisi di atas yaitu ....
Bangsa-bangsa di wilayah timur mulai bergolak sehingga menggoyahkan kedudukan penjajah, antara kuasa dan tiada.
Pergerakan kebangsaan mulia menuntut kemerdekaan yang menjadi haknya. Berbagai cara dan berganti strategi memperjuangkannya.
Dengan gigih berusaha akhirnya tercapai juga kemerdekaan itu. Kemerdekaan memacu semangat membangun negara di negeri sendiri yang diinginkannya.
Bunga bangsa (pergerakan kebangsaan) menggelora memberi semangat juang rakyat untuk mengisi kemerdekaan.
Bunga bangsa keguguran memperjuangkan nasib bangsa yang sedang dijajah.
