wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL TRYOUT UJI KOMPETENSI GIZI (MANDIRI) 3C

Total questions: 180

Worksheet time: 3hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

1. Dalam ilmu gizi, baik kondisi gizi lebih, maupun gizi kurang atau gizi buruk dimasukkan dalam malnutrisi (gizi salah). Malnutrisi merupakan suatu keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relative ataupun ansolut, satu atau lebih zat gizi. Untuk menilai status gizi seseorang dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Disebut apakah pemeriksaan status gizi yang dilakukan dengan melihat kemampuan jaringan dan perubahan struktur?

a)

A.    Survei konsumsi makanan

b)

B.    Biofisik

c)

C.    Pemeriksaan fisik

d)

D.    Pemeriksaan klinis

e)

E.    Antropometri

2.

2. Status gizi dapat dinilai secara langsung, maupun tidak langsung. Salah satu metode penilainnya adalah pengukuran antropometri.

Apa kelebihan dari metode pengukuran antropometri untuk pengukuran status gizi ?

a)

A.    Hasil yang diperoleh tidak dapat digunakan untuk skrining

b)

B.    Prosedur pengukuran antropometri sederhana dan aman dilakukan

c)

C.    Faktor diluar gizi dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas

d)

D.    Tidak dapat mendeteksi riwayat gizi yang terjadi di masa lalu

e)

E.    Hasil yang diperoleh kurang tepat atau tidak akurat

3.

3. Karbohidrat disebut juga sebagai zat tepung atau zat gula yang tersusun dari unsur karbon (C), hydrogen (H), dan oksigen (O). Di dalam tubuh, karbohidrat berperan dalam menghasilkan energi yang akan digunakan oleh tubuh.

Umumnya, berasal dari apakah bahan makanan yang menjadi sumber karbohidrat?

a)

A.    Daging

b)

B.    Susu

c)

C.    Umbi-umbian

d)

D.    Ikan

e)

E.    Tempe

4.

4. Polisakarida adalah senyawa yang terdiri dari gabungan molekul-molekul monosakarida yang banyak jumlahnya. Senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. Polisakarida merupakan jenis karbohidrat yang terdiri dari 6 monosakarida dengan rantai lurus/ cabang. Macam-macam polisakarida, antara lain amilum, selulosa, dan pektin.

Apa saja yang termasuk karakteristik dari amilum?

a)

A.    Butir berbentuk bulat, biasanya ditemukan dalam makanan , seperti biji-bijian, umbi-umbian, dan buah-buahan

b)

B.    Serbuk kasar, larut air, dan disusun oleh asam D-galakturonat

c)

C.    Banyak ditemui di tumbuhan karna memberikan elastisitas dan fleksibilitas

d)

D.    Biasanya digunakan dalam bahan baku pembuatan kertas karena mengandung serat

e)

E.    Berfungsi untuk meningkatkan kadar lemak susu dan mempertahankan papilla rumen.

5.

5. Masalah gizi disebabkan oleh faktor primer dan sekunder yang ada, baik secara tunggal, ataupun keduanya menyebabkan deplesi jaringan. Adanya deplesi zat gizi yang terus menerus dapat diketahui melalui indikator terjadinya perubahan biokimia.

Manakah yang termasuk dampak kekurangan gizi bagi tubuh?

a)

A. Terpenuhi segala kebutuhan hidup

b)

B.    Terganggunya atau terhambatnya pertumbuhan pada anak dan remaja

c)

C.    Sistem pertahanan tubuh baik karena bahan baku sistem pertahanan adalah zat gizi, yaitu protein dan air

d)

D.    Terbentuknya struktur dan fungsi otak

e)

E.    Menimbulkan perubahan perilaku menjadi perilaku sosial tinggi

6.

6. Tubuh yang mengonsumsi protein dalam jumlah yang lebih rendah dari kebutuhan protein tubuh, apabila berlangsung terus-menerus, maka akan berdampak terhadap kesehatannya.

Salah satu dampak kekurangan konsumsi protein adalah kwashiorkor.

Manakah yang termasuk ciri-ciri penderita kwashiorkor?

a)

A.    Anoreksia dan pembesaran hati

b)

B.    Hiperbilirubinemia

c)

C.    Stunting (pendek)

d)

D.    Asidosis

e)

E.    Diare dan dehidrasi

7.

7. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan oleh nutrisionis di beberapa sekolah dasar, ditemukan bahwa sebagian besar (63%) siswa sekolah dasar Kecamatan X belum menerapkan pola makan gizi seimbang. Mayoritas siswa sering mengonsumsi makanan dan jajanan yang tinggi kalori, tetapi rendah zat gizi mikro. Konsumsi sayur dan buah sangat rendah, sementara asupan minuman bergula justru tinggi.

Apa masalah yang rentan terjadi pada kasus di atas?

a)

A. Obesitas

b)

B. Stunting

c)

C. Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)

d)

D.    Kekurangan Vitamin A (KVA)

e)

E. Wasting

8.

8. Nyonya A, berusia 40 tahun, didiagnosis mengalami masalah batu ginjal. Setelah diperiksa didapatkan peningkatan hormon paratiroid, peningkatan kadar kalsium darah, dan penurunaan kadar fosfor.

Apakah penyebab yang paling mungkin dari peningkatan kadar kalsium darah Nyonya A?

a)

A.    Penurunan konsumsi pangan

b)

B.    Penurunan absorpsi kalsium daru usus

c)

C.    Penurunan reabsorpsi kalsium di ginjal

d)

D.    Peningkatan pengeluaran kalsium di urine

e)

E.    Peningkatan pelepasan kalsium dalam darah

9.

9. Nona A, 28 tahun, hamil trimester 3 (tiga), sedang melakukan konsultasi gizi di Rumah Sakit C. Nona A mengeluh tidak nafsu makan. Diketahui berat badan sekarang 57 kg dan tinggi badan 160 cm. Nona A tidak ingat berat badan sebelum hamil.

Data antropometri apa yang dapat digunakan untuk membantu dalam penentuan status gizi pasien?

a)

A.    LiLA

b)

B.    Tinggi lutut

c)

C.    Lingkar perut

d)

D.    Panjang lengan

e)

E.    Lingkar pinggang

10.

10. Kejadian gangguan akibat kekurangan yodium di wilayah X selalu ada dari waktu ke waktu dengan kejadian relatif tetap sepanjang tahun. Salah satu penybab terjadinya masalah tersebut karena rendahnya kadar yodium dalam makanan dan air yang dikonsumsi.

Ditinjau dari perubahan frekuensi antar waktu, maka termasuk golongan apakah kejadian masalah gizi tersebut?

a)

A.    Endemik

b)

B.    Sporadik

c)

C.    Epidemi

d)

D.    Pandemik

e)

E.    Epipandemik

11.

11. Seorang petugas penyelenggaraan makanan mendapat keluhan dari beberapa penghuni panti lansia yang sudah bosan mengonsumsi bening kelor 3 kali dalam seminggu. Petugas melaporkan hal tersebut kepada pengelola panti karena memanfaatkan kelor yang ditanam di sekitar asrama.

Faktor apa yang dipertimbangkan pada kasus tersebut?

a)

A.    Ketersediaan bahan

b)

B.    Petugas masak terbatas

c)

C.    Menu mudah dimodifikasi

d)

D.    Jumlah konsumen banyak

e)

E.    Latar belakang budaya

12.

12. Seorang bapak, usia 65 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan persendian terasa sakit dan bengkak. Diagnosis dokter pasien menderita gout. Kebiasaan makannya tempe bacem, pecel daun singkong, kacang panjang, dan hati sapi.

Zat apa yang menyebabkan keluhan pasien pada kasus tersebut ?

a)

A.    Purina

b)

B.    Tanin

c)

C.    Solanin

d)

D.    Sianida

e)

E.    Asam fitat

13.

13. Seorang nutrisionis di bagian pengadaan sebuah rumah sakit melakukan penerimaan ikan. Ditemukan beberapa ikan sisiknya tidak mengilap dan mudah terlepas, matanya suram, dan daging ikan tidak elastis lagi.

Kerusakan apa yang terjadi pada kasus tersebut ?

a)

A.    Fisik

b)

B.    Kimiawi

c)

C.    Biologis

d)

D.    Mekanis

e)

E. Mikrobiologis

14.

14. Seorang petugas penyelenggaraan makanan di sebuah catering ingin membuat garnish  pada nasi goreng menggunakan bahan dari wortel. Sebelumnya, wortel dimasak dengan cepat dalam air panas dan disiram dengan air dingin untuk menghentikan proses pemasakan lebih lanjut.

Teknik pengolahan apa yang dimaksud pada kasus tersebut ?

a)

A. Boiling

b)

B. Braising

c)

C. Roasting

d)

D. Blanching

e)

E. Steaming

15.

15. Seorang nutrisionis melakukan observasi di sebuah rumah sakit. Sisa makanan pasien masih cukup tinggi. Di Ruang Anggrek, ditemukan rata-rata sisa makanan sebanyak 20% nasi, 10% protein nabati, dan 75%  sayur. Menu tersebut adalah tumis wortel dan kacang panjang.

Apa yang harus dilakukan nutrisionis pada kasus tersebut ?

a)

A.    Memodifikasi resep

b)

B.    Membuat sesuai permintaan

c)

C.    Menghitung biaya yang dibutuhkan

d)

D.    Mengelola sesuai dengan sasarannya

e)

E.    Menambah peralatan yang lebih modern

16.

16. Seorang nutrisionis yang bekerja sebagai pengelola penyelenggaraan makanan di sebuah asrama akan menyusun menu sarapan untuk 300 siswa. Salah satu menunya adalah omelet telur. Kebutuhan telur per-siswa 55 gram.

Berapa total kebutuhan telur pada kasus tersebut ?

a)

A.    33.000 gram

b)

B.    30.000 gram

c)

C.    26.500 gram

d)

D.    20.000 gram

e)

E.    16.500 gram

17.

17. Seorang nutrisionis bertugas di bagian penerimaan bahan pangan di sebuah rumah sakit. Ia menemukan beberapa permukaan kaleng kacang polong dalam keadaan penyok dan berkarat. Ia mengembalikan ke rekanan karena ia khawatir ada mikroorganisme berbahaya yang menyebabkan pangan tersebut tidak layak di konsumsi.

Jenis mikroorganisme apa yang dimaksud pada kasus tersebut ?

a)

A. Shigella

b)

B. Salmonella

c)

C. Escherichia coli

d)

D. Clostridium botulinum

e)

E. Staphylococcus

18.

18. Seorang nutrisionis yang bekerja sebagai pengelola penyelenggaraan makanan di sebuah asrama akan menyusun menu sarapan nasi uduk untuk 300 siswa dengan jumlah beras yang dibutuhkan sebanyak 22.500 gram. Harga beras per kg Rp12.500.

Berapa estimasi harga untuk pembelian beras pada kasus tersebut?

a)

A.    Rp281.250.000

b)

B.    Rp83.375.000

c)

C.    Rp6.750.000

d)

D.    Rp3.750.000

e)

E. Rp281.250

19.

19. Seorang pasien perempuan berusia 54 tahun, memiliki berat badan 50 kg dan tinggi badan 155 cm, dirawat dengan diagnosis medis CKD stadium dengan HD rutin sejak 6 bulan terakhir. Hasil pemeriksaan laboratorium setelah hemodialisis menunjukan nilai GDS 128 mg/dL, Hb 13,3 g/dL, ureum 78 mg/dL, dan kreatinin 8 mg/dL.

Berapa rekomendasi asupan protein pasien tersebut?

a)

A.    25 g/hari

b)

B.    30 g/hari

c)

C.    40 g/hari

d)

D.    50 g/hari

e)

E.    60 g/hari

20.

20. Seorang anak laki-laki, berusia 3 tahun 9 bulan, dirawat di rumah sakit karena combustio grade II ± 48%. Satu jam sebelum masuk rumah sakit pasien terjatuh ke dalam panic berisi air panas saat sedang bermain. BB 17,5 kg, TB 107 cm. Kadar albumin 2,78 g/dL, Hb 10,2 g/dL, GDS 105 mg/dL, Na 128 mol/L, K 4,3 mmol/L, Ca 2,59 mmol/L, CI 96 mmol/L, KU sedang, CM, tekanan darah 130/100 mmHg, RR 22 x/menit, nadi 144 x/menit, dan suhu 36,5°C.

Apakah tindakan selanjutnya yang tepat untuk pasien tersebut?

a)

A.    Menentukan diagnosis gizi

b)

B.    Memberikan nutrisi enteral

c)

C.    Memberikan nutrisi parenteral

d)

D.    Mengidentifikasi kondisi pasien

e)

E.    Melakukan monitoring dan evaluasi

21.

21. Seorang perempuan berusia 25 tahun, memiliki berat badan 50 kg dan TB 160 cm, dirawat dengan diagnosis laparotomi eksplorasi et causa peritonitis. Hasil pemeriksaan: Hb 10,1 g/dL, TD 120/80 mmHg, suhu 36°C, nadi 74 x/menit, dan RR 18 x/menit. Ahli gizi akan memberikan makanan 6 jam setelah pembedahan.

Apakah bentuk makanan yang tepat diberikan pada kasus tersebut?

a)

A.    Makanan biasa

b)

B.    Makanan lunak

c)

C.    Makanan saring

d)

D.    Makanan lewat pipa

e)

E.    Makanan cair jernih oral

22.

22. Seorang laki-laki, berusia 52 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri kaki. Hasil anamnesis: TB 165 cm dan BB 65 kg. Pasien tersebut jarang mengonsumsi buah dan sayur. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa gula darah 2 JPP 150 mg/dL, asam urat 12 g/dL, dan kolesterol 150 mg/dL.

Apa bahan makanan yang sebaiknya dihindari oleh pasien pada kasus?

a)

A.    Daging sapi dan labu siam

b)

B.    Telur dan gambas

c)

C.    Ayam dan jamur

d)

D.    Keju dan terong

e)

E.    Bebek dan kerang

23.

23. Seorang laki-laki berusia 45 tahun, dirawat di RS dengan keluhan utama wajah, tangan, dan kaki bengkak. Diagnosis medis, yakni sindrom nefrotik. Selama di rumah sakit, pasien menjalani hemodialisis. Hasil pemeriksaan didapatkan BB basah (dengan edema) 67 kg, TB 160 cm, TD 130/100 mmHg, nadi 70 x/menit, dan RR 20 x/menit. Hasil laboratorium didapatkan kadar kolesterol 556 mg/dL, LDL 390 mg/dL, TGL 257 mg/dL, albumin 2,4 g/dL, protein dalam urine +++, dan kreatinin 7,39 mg/dL.

Berapakah BB aktual pasien tersebut?

a)

A.    45,5 kg

b)

B.    46,9 kg

c)

C.    53,6 kg

d)

D.    61,0 kg

e)

E.    64,8 kg

24.

24. Seorang pasien laki-laki, berusia 40 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan batuk-batuk lebih dari 1 bulan, nyeri dada, dan batuk darah. Pasien merupakan perokok aktif yang menghabiskan 3-4 bungkus rokok/sehari. Dalam 1 bulan terakhir nafsu makan menurun dan sering tidak mau makan. Diagnosis dokter adalah TB paru. Hasil pengukuran antropometri: TB 159 cm dan BB 40 kg.

Bagaimana penatalaksanaan diet pada kasus tersebut?

a)

A.    Diet energi dan protein tinggi dengan bentuk makanan biasa

b)

B.    Diet energi dan protein tinggi dengan bentuk makanan lunak

c)

C.    Diet energi dan protein rendah dengan bentuk makanan biasa

d)

D.    Diet energi tinggi dan protein rendah dengan bentuk makanan lunak

e)

E.    Diet energi rendah dan protein tinggi dengan bentuk makanan lunak

25.

25. Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 11 bulan, masuk rumah sakit dengan diagnosis Diare Akut dan Dehidrasi Ringan (DADR) dan hipokalemia. Pasien datang dengan keluhan BAB cair >5x sehari dengan konsistensi cair dan tidak berbau. Demam sejak sehari yang lalu, demam tidak turun setelah diberikan obat penurun panas. Keadaan umum lemas dan air mata sedikit. Hasil pengukuran antropometri: PB 72,3 cm, BB 8,5 kg, dan LILA 12,6 cm.

Apakah diet yang diberikan untuk kasus tersebut?

a)

A.    Diet tinggi serat bentuk makanan biasa

b)

B.    Diet rendah serat bentuk makanan biasa

c)

C.    Diet tinggi serat bentuk makanan lunak

d)

D.    Diet rendah sisa bentuk makanan lunak

e)

E.    Diet rendah garam bentuk makanan biasa

26.

26. Seorang pasien perempuan, berumur 50 tahun, dengan diagnosis cholelithiasis post-operation. Pasien telah menjalani operasi pengambilan batu pada kantong empedu 1 hari yang lalu. Sampai kemarin pasien tersebut hanya bisa menerima makanan saring. Hasil anamnesis pasien mengalami kesulitan mengunyah dan sudah bisa menelan sedikit-sedikit. Hasil pemeriksaan TD 60/80 mmHg, nadi 88 x/menit, dan suhu tubuh 36°C.

Apakah menu sayur yang sebaiknya dikonsumsi pasien tersebut?

a)

A.    Tumis kubis

b)

B.    Terong balado

c)

C.    Lodeh labu siam

d)

D.    Sayur asem Jakarta

e)

E.    Sayur bening labu kuning

27.

27. Seorang ibu, berprofesi sebagai guru, berumur 48 tahun, TB 153 cm, TB 153 cm, BB 68 kg, datang ke RS dengan keluhan pusing, badan terasa panas dingin, gelisah, uring-uringan, tidak fokus dalam mengajar, dan terjadi oliguria. Hal ini karena telah terjadi gangguan pada saluran kemih yang ditandai nyeri pada pinggang, glomerular filtration rate 7 mL/menit yang jumlah urine 700 mL/hari. Hasil pemeriksaan laboratorium diketahui KGD puasa 150 mg/dL, KGD sewaktu 250 mg/dL, sedangkan KGD 2 jam postprandial 425 mg/dL.

Apakah pemesanan diet yang cocok dilakukan oleh ahli gizi ruangan untuk ibu guru?

a)

A.    Diet DM dengan retinopati

b)

B.    Diet DM dengan angiopati

c)

C.    Diet DM dengan nefropati

d)

D.    Diet DM dengan gout

e)

E.    Diet DM dengan neuropati

28.

28. Seorang perempuan, berusia 51 tahun, masuk rumah sakit dengan diagnosis DM tipe 2. Hasil pengukuran antropometri menunjukkan BB 52 kg dan TB 150 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan gula darah sesaat 414 mg/dL. Kebiasaan makan: pola makan tidak teratur, sering minum manis setiap hari 2x, suka sekali makan biskuit cokelat untuk camilan, dan tidak suka sayur.

Apakah tanda/gejala menurut domain klinis pada pasien tersebut?

a)

A.    Intake serat tidak adekuat

b)

B.    Ketidakseimbangan serat

c)

C.    Ketidakseimbangan zat gizi

d)

D.    Penurunan kebutuhan energi

e)

E.    Kadar glukosa darah sesaat 414 mg/dL

29.

29. Seorang ahli gizi melakukan skrining pada pasien laki-laki, berusia 55 tahun, menggunakan Malnutrition Screening Tools (MST). Hasil wawancara menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan BB yang tidak dirasakan sejak 2-3 bulan lalu, BB saat ini 50 kg, dan BB biasanya 60 kg. Pasien sering mual dan muntah serta nafsu makan menurun.

Berapa skor yang diperoleh dari hasil tersebut?

a)

A.    0

b)

B.    1

c)

C.    2

d)

D.    3

e)

E.    4

30.

30. Seorang pasien laki-laki berusia 58 tahun, BB 70 kg, dan TB 165 cm, dirujuk oleh dokter ke ahli gizi RS dengan diagnosis hipertensi. Pasien sering mengeluhkan pusing. Hasil pemeriksaan menunjukkan TD 200/130 mmHg. Hasil anamnesis pasien menyukai makanan asin, bersantan kental, kecap manis, keripik, dan biskuit.

Berapakah batasan natrium yang direkomendasikan pada kasus tersebut?

a)

A.    <2.100 mg/hari

b)

B.    <2.300 mg/hari

c)

C.    <2.500 mg/hari

d)

D.    <2.800 mg/hari

e)

E.    <3.000 mg/hari

31.

31. Seorang anak laki-laki berusia 19 bulan, dirujuk ke rumah sakit karena demamtinggi. Hasil anamnesis: anak tersebut tidak nafsu makan dan berat badan turun selama 3 bulan terakhir. Hasil penimbangan BB 8 kg. Setelah dilakukan plotting pada grafik pertumbuhan, diketahui nilai Z-score -2 SD.

Apakah status gizi anak tersebut berdasarkan BB menurut umur?

a)

A.    Kecil

b)

B.    Kurus

c)

C.    Kurang

d)

D.    Sangat kurus

e)

E.    Sangat kurang

32.

32. Seorang perempuan, berusia 50 tahun, datang ke RS dengan keluhan pusing, tidak bisa bicara, serta kesulitan mengunyah dan menelan. Pasien menderita DM sudah sejak satu tahun yang lalu. Berdasarkan pemeriksaan didapatkan data GDP 213 mg/dL, asam urat 1,9 mg/dl, albumin 3,9 g/dL, HDL 37, kolesterol LDL 122, trigliserida 112, tensi 130/100 mmHg, nadi 83 x/menit, RR 20 x/menit. Data penunjang CT scan kepala CVA trombosis EKG, sinus bradikardia, nadi lemah, dan jantung normal. Hasil anamnesis: makan tidak teratur, sering minum softdrink 4-5 x/minggu, teh manis 2 x/hari, dan suka ngemil crackers yang di atasnya ada gula pasir. Ahli gizi akan menentukan diagnosis gizi pada pasien.

Apakah sign/simptoms menurut domain intake pada kasus tersebut?

a)

A.    Intake serat tidak adekuat

b)

B.    Ketidakseimbangan zat gizi

c)

C.    Penurunan kebutuhan zat gizi

d)

D.    Peningkatan kebutuhan energi

e)

E.    Asupan energi dan karbohidrat di atas kebutuhan

33.

33. Seorang perempuan, berusia 48 tahun, dirujuk ke poli gizi dengan keluhan migrain sejak 3 hari yang lalu, sakit pada tengkuk, dan merasa cepat lelah. Hasil anamnesis: senang makan gorengan dan jeroan, jarang makan sayur dan buah, serta nafsu makan baik. Hasil pemeriksaan: TD 140/90 mmHg, IMT lebih, kadar HDL 40 mg/dL, trigliserida 300 mg/dL, dan LDL 200 mg/dL. Ahli gizi akan menentukan diagnosis gizi pada pasien tersebut.

Apakah diagnosis gizi berdasarkan domain asupan makan pada pasien?

a)

A.    Intake asupan KH lebih

b)

B.    Intake asupan serat cukup

c)

C.    Intake asupan kalori kurang

d)

D.    Intake asupan protein cukup

e)

E.    Intake asupan lemak berlebih

34.

34. Seorang laki-laki berusia 50 tahun, dengan diagnosis nefrolitiasis (kalsium oksalat) dirujuk ke poli gizi sebuah RS dengan keluhan mengalami kesulitan memilih bahan makanan.

Manakah rekomendasi yang tepat untuk bahan makanan yang sebaiknya dikonsumsi pasien?

a)

A.    Daging, bit, teh

b)

B.    Ikan, buncis, ubi

c)

C.    Susu, bayam, kentang

d)

D.    Telur, anggur, air putih

e)

E.    Ayam, pisang, air putih

35.

35. Seorang laki-laki berusia 40 tahun, datang dengan keluhan sesak, pusing berputar, dan lemas. Hasil pemeriksaan menunjukkan diagnosis pasien DM hiperglikemia. Hasil laboratorium menunjukkan nilai GDS 351 mg/dL, Ur 33 mg/dL, Cr 0.37 mg/dL, Hb 9,7 g/dL, dan HCT 39,4%. Kebiasaan makanan pasien, yaitu pasien mengonsumsi teh manis setiap pagi dan kopi setiap sorenya. 1 hari SMRS pasien mengonsumsi rawon, es teh manis, dan mendoan 2 potong. Ahli gizi melakukan monitoring dan evaluasi 1 minggu kemudian.

Berdasarkan data di atas, pemeriksaan apakah yang menunjukkan pasien terdiagnosis DM?

a)

A.    GDS

b)

B.    Ureum

c)

C.    Kreatinin

d)

D.    Hematokrit

e)

E.    Hemoglobin

36.

36. Seorang laki-laki, umur 48 tahun, dirawat di rumah sakit karena keluhan kesusahan saat buang air kecil. Hasil pemeriksaan didapatkan BB 75 kg, TB 170 cm, tekanan darah 150/90 mmHg, suhu 36,8°C, dan nadi 80 x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar ureum 19.9 mg/dL, asam urat 8,9 mg/dL, SGOT 17,3 mg/dL dan kreatinin 1,2 mg/dL. Kebiasaan makan pasien suka konsumsi daging 3-4 x/minggu, makan nasi 2-3 x/hari, sayuran hijau 2-3 x/hari, dan sering konsumsi kacang-kacangan. Nutrisionis akan memberikan terapi diet pada pasien tersebut.

Apakah jenis diet yang bisa diberikan untuk pasien tersebut?

a)

A.    Diet rendah lemak rendah protein

b)

B.    Diet rendah sisa rendah serat

c)

C.    Diet rendah purina rendah garam

d)

D.    Diet rendah sisa rendah garam

e)

E.    Diet tinggi kalori tinggi protein

37.

37. Seorang wanita, usia 48 tahun, dirawat di rumah sakit dengan diagnosis diabetes melitus tipe II, rematik, dan nefropati. Hasil pemeriksaan diperoleh BB 50 kg dan TB 153 cm. Kondisi fisik/klinis pasien, yaitu tekanan darah 120/80 mmHg, suhu 36,6°C, nadi 88 x/menit, RR 20 x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan SGOP 22 U/L, asam urat 5,9 mg/dL, ureum 29 mg/dL, GPS 340 mg/dL, dan glukosa puasa 125 mg/dL.

Berapakah rekomendasi asupan protein pada kasus tersebut?

a)

A.    0,8-1 g/kgBB/hari

b)

B.    1,1-1,2 g/kgBB/hari

c)

C.    1,3-1,5 g/kgBB/hari

d)

D.    1,5-1,6 g/kgBB/hari

e)

E.    1,7-2 g/kgBB/hari

38.

38. Seorang pasien wanita, usia 34 tahun, mempunyai 3 orang anak, dirawat di rumah sakit dengan diagnosis post-abortus. Hasil anamnesis menunjukkan terdapat bercak darah di vagina dan terasa sakit. Pasien tidak pernah mengalami keguguran sebelumnya dan tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama. Hasil pemeriksaan antropometri pasien, yaitu BB 47 kg dan TB 140 cm. Kebiasaan makan pasien, yaitu makan 2-3 x sehari, makan ikan 2-3 x/hari, mengonsumsi telur 2-3 x/minggu, konsumsi sayuran hijau 2-3 x/hari, dan jarang konsumsi sayur.

Apakah data yang perlu dilengkapi pada tahapan assessment gizi dalam penyusunan PAGT di rumah sakit dari kasus tersebut?

a)

A.    Data antropometri

b)

B.    Data riwayat makan

c)

C.    Data personal

d)

D.    Data penyakit terdahulu

e)

E.    Data fisik klinis dan hasil laboratorium

39.

39. Seorang anak, usia 1 tahun 9 bulan, dirawat di rumah sakit dengan diagnosis medis leukimia. Keluhan utama pasien adalah demam tinggi dirasakan pasien sejak kurang lebih 3 minggu, lemah, pucat, terjadi pendarahan pada gusi, lebam pada kulit, dan penurunan nafsu makan. Hasil recall makanan pasien adalah energi 60% dari kebutuhan, protein 71%, lemak 50%, dan KH 76%. Kebiasaan makan pasien adalah telur 4-5 x/minggu 1 butir, 1 x di waktu makan, tidak suka makan jamur dan daging. Tahu/tempe 3-4 x/minggu, 1-2 potong sedang 1x di waktu makan. Hasil laboratorium, yaitu HGB 11.0, PLT 197, WBC 1.73, NEUT 71.6, dan LYMPH 12.7.

Apakah jenis diet yang dapat diberikan pada kasus di atas?

a)

A.    Diet tinggi protein

b)

B.    Diet tinggi serat

c)

C.    Diet rendah garam

d)

D.    Diet rendah purina

e)

E.    Diet rendah lemak

40.

40. Seorang pasien perempuan, usia 35 tahun, masuk ke RS memiliki diagnosis medis TB paru relaps. Keluhan utama batuk berdahak, sesak, nafas memberat, pusing, lemas, pegal-pegal, dan ada penurunan berat badan pada awal 6 bulan lalu dari 49 kg ke 16 kg, LILA 12 cm, dan ulna 22 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 8.0 g/dL. Hasil pemeriksaan fisik/klinis: tekanan darah 108/80 mmHg, suhu 36°C, nadi 134 x/menit, respirasi 22 x/menit, adanya penurunan nafsu makan, dan kesulitan mengunyah. Kebiasaan makan pasien adalah sehari 3x makan, mengaku sering makan makanan yang pedas, seperti makanan yang bumbunya tajam.

Bentuk makanan apakah yang dapat diberikan untuk pasien di atas?

a)

A.    Makanan biasa

b)

B.    Makanan lunak

c)

C.    Makanan saring

d)

D.    Makanan cair

e)

E.    Makanan formula F100

41.

41. Pasien laki-laki, usia 40 tahun, masuk rumah sakit dengan diagnosis dokter mengalami gastropati. Pemeriksaan fisik/klinik pasien: tekanan darah 126/86 mmHg, nadi 98 x/menit, suhu 36,2°C, dan RR 20 x/menit. Pasien memiliki kebiasaan olahraga yang tidak teratur. Pasien memiliki kesulitan mengunyah. Berdasarkan hasil recall dengan kecukupan energi, pasien mengonsumsi energi sebanyak 15%, protein 10%, lemak 9%, dan karbohidrat 18%. Nutrisionis akan memberikan terapi diet pada pasien tersebut.

Apakah diagnosis gizi untuk pasien tersebut?

a)

A.    Asupan oral inadekuat berkaitan dengan kesulitan mengunyah dan menelan ditandai dengan hasil recall <50%

b)

B.    Kebiasaan tidak sehat berkaitan dengan olahraga tidak teratur ditandai dengan kondisi kesehatan pasien

c)

C.    Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan kondisi fisik/klinis ditandai dengan suhu tinggi 36,2°C

d)

D.    Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien ditandai dengan tekanan darah 126/86 mmHg

e)

E.    Kurangnya pengetahuan berkaitan dengan usia pasien tidak muda ditandai dengan pasien mengalami penyakit tersebut

42.

42. Ny. An, usia 42 tahun dengan usia kehamilan 28 minggu, berkunjung ke poli obgyn untuk melakukan check-up kandungan. Setelah dilakukan pemeriksaan, diperoleh nilai tekanan darah pasien sebesar 142/91 mmHg dengan nilai protein urine positif. Dokter minta Ny. An ke poli gizi untuk mendapatkan edukasi terkait makanan.

Edukasi apa yang dapat diberikan pada kasus di atas?

a)

A.    Edukasi terkait diet tinggi serat

b)

B.    Edukasi terkait diet tinggi kalori

c)

C.    Edukasi terkait diet rendah garam

d)

D.    Edukasi terkait diet rendah lemak

e)

E.    Edukasi terkait diet rendah protein

43.

43. Perhitungan kebutuhan gizi pasien luka bakar memiliki pertimbangan khusus. Hal ini sebagai upaya untuk menghindari pemecahan protein yang berlebihan.

Pertimbangan apakah yang harus diperhatikan dalam menentukan jumlah kalori untuk pasien luka bakar?

a)

A.    Kesukaan makanan pasien agar daya terima makan pasien tinggi

b)

B.    Riwayat makan sebelum pasien mengalami luka bakar

c)

C.    Kemampuan pasien untuk berbicara dan menelan

d)

D.    Luas luka bakar atau trauma lain yang menyertai

e)

E.    Lingkungan tempat tinggal klien

44.

44. Seorang pasien PR berumur 35 tahun dengan BB 62 kg dengan TB 167 cm, mengalami kebakaran sejam yang lalu sebelum tiba di rumah sakit. Pasien mengalami luka bakar di bagian tangan, seluruh bagian dada, dan punggung bagian atas. Pasien mengalami kesulitan menelan dan tidak mampu menerima makanan dalam bentuk oral intake.

Sebagai ahli gizi, maka apakah alternatif makanan yang dapat diberikan?

a)

A.    Makanan saring

b)

B.    Makanan lunak

c)

C.    Makanan cincang

d)

D.    Makanan semipadat

e)

E.    Makanan enteral maupun parenteral

45.

45. Seorang wanita berumur 20 tahun dengan BB 52 kg dan TB 155 cm, menderita gastritis. Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan sesak, nyeri ulu hati. Setelah dilakukan wawancara, diperoleh hasil recall makan energi 63%, protein 59%, lemak 69%, dan KH 74%. Recall pasien yang tidak memenuhi standar kebutuhan dikarenakan pasien juga mengalami keluhan kembung.

Bagaimana strategi pemberian makanan yang dapat diberikan kepada pasien?

a)

A.    Berikan makanan yang disenangi pasien

b)

B.    Gunakan margarin dan butter agar pasien makan banyak

c)

C.    Berikan makanan tinggi serat

d)

D.    Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering

e)

E.    Berikan makanan dalam bentuk biasa

46.

46. Seorang wanita Ny. SB berusia 58 tahun, datang ke poli gizi dengan keluhan sudah empat hari tidak bisa BAB, kembung perut terasa penuh,dan merasa tidak nyaman pada daerah sekitar perut. Ny. SB jarang berolah raga. Berat badan saat ini 65 kg dengan tinggi badan 155 cm. Kondisi ini sudah beberapa kali dialami Ny. SB dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya, Ny. SB sudah memeriksakan ke dokter dan diberi obat pencahar, tetapi masih sering mengalami masalah yang sama.

Diet apakah yang bisa diberikan pada kasus di atas?

a)

A.    Diet tinggi protein

b)

B.    Diet tinggi kalori

c)

C.    Diet tinggi serat

d)

D.    Diet rendah garam

e)

E.    Diet rendah lemak

47.

47. Seorang laki-laki, usia 62 tahun masuk di IGD rumah sakit dengan keluhan nyeri perut, lemas, dan mual. Hasil pemeriksaan menunjukkan muntah (+), asites (+), dan TD 150/100 mmHg. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan data: SGOT 75 µ/L (↑) dan Hb 9 g/dL (↓). Dari hasil recall menunjukkan bahwa asupan energi 80% kebutuhan, KH 90%, lemak 95%, protein 90%, memiliki pola makan 3x sehari, menyukai makanan yang dimasak dengan cara digoreng dan santan, serta tidak suka makan buah dan sayur.

Data apa saja yang harus dipantau dan dievaluasi oleh ahli gizi pada kasus di atas?

a)

A.    IMT dan riwayat makan dahulu

b)

B.    Tekanan darah dan data laboratorium

c)

C.    Data laboratorium dan riwayat makan dahulu

d)

D.    IMT dan riwayat makan sekarang

e)

E. Riwayat alergi pasien

48.

48. Seorang laki-laki berusia 19 tahun, datang dengan keluhan demam sejak 5 hari yang lalu, mual, muntah. Nafsu makan berkurang dan badan terasa lemas. Hasil pemeriksaan fisik klinis didapat suhu tubuh 38°C, TD 110/72 mmHg, N 9 x/menit, RR 20 x/menit, sedangkan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan nilai trombosit 40.000 sel/µl. Hasil diagnosis utama pasien adalah dengue fever.

Berdasarkan data di atas, diet apakah yang tepat untuk diberikan kepada pasien?

a)

A.    Diet TKTP

b)

B.    Diet jantung

c)

C.    Diet rendah garam

d)

D.    Diet rendah lemak

e)

E.    Diet rendah protein

49.

49. Seorang perempuan datang dengan keluhan sesak sejak tadi pagi, nyeri ulu hati, mual sejak 3 hari yang lalu, muntah 5x SMRS, dan lemas. Berat badan pasien menurun 3 kg dalam 1 bulan terakhir. Nafsu makan menurun sejak 3 hari yang lalu. Riwayat penyakit pasien adalah gastritis.

Berdasarkan data di atas, diagnosis apakah yang tepat untuk diberikan kepada pasien?

a)

A.    NC-1.1 (kesulitan menelan berkaitan dengan gastroparesis yang ditandai mual, muntah)

b)

B.    NC-1.2 (kesulitan mengunyah berkaitan dengan gastroparesis yang ditandai nafsu makan menurun)

c)

C.    NC-1.4 (perubahan fungsi gastrointestinal berkaitan dengan gastroparesis yang ditandai dengan nyeri perut)

d)

D.    NC-1.4 (perubahan fungsi gastrointestinal berkaitan dengan gastroporesis yang ditandai dengan nyeri ulu hati)

e)

E.    NC-1.4 (perubahan fungsi gastrointestinal berkaitan dengan gastroparesis yang ditandai dengan mual, muntah)

50.

50. Seorang laki-laki berusia 64 tahun datang ke poli rawat jalan dengan keluhan sesak sejak 1 bulan yang lalu, riwayat kaki bengkak (+) kadang-kadang, dan perut terlihat agak membesar sejak 1 tahun yang lalu. Pasien mengaku masih bisa BAK. RPD: HT, post-ranap di RS A, dikatakan pasien ada gangguan ginjal. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien harus dirawat inap dan didiagnosis medis oleh dokter susp PPOK dan CKD st. III. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa nilai hemoglobin 10,1 g/dL, ureum 53 mg/dL, dan kreatinin 1,17 mg/dL.

Berdasarkan data di atas, diagnosis gizi apa yang tepat diberikan oleh ahli gizi tersebut?

a)

A.    Gangguan penggunaan zat gizi berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal ditandai dengan nilai hemoglobin rendah

b)

B.    Gangguan penggunaan zat gizi berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal ditandai dengan nilai ureum tinggi

c)

C.    Perubahan nilai laboratorium terkait gizi (hemoglobin) berkaitan dengan anemia dibuktikan dengan nilai hemoglobin 10,1 g/dL

d)

D.    Peningkatan zat gizi khusus (protein) berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal ditandai dengan nilai ureum tinggi dan perut agak membesar dan kaki bengkak

e)

E.    Perubahan nilai laboratorium terkait gizi (ureum, kreatinin) berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal ditandai dengan ureum tinggi, perut agak membesar, kaki bengkak

51.

51. Seorang perempuan datang dengan keluhan mual sejak 3 hari yang lalu, muntah >5 kali, nyeri ulu hati, dan lemas. Riwayat penyakit pasien gastritis. Nafsu makan kurang sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan TD 126/77 mmHg, N 86 x/menit, RR 20 x/menit, dan T 36,9°C. Diagnosis medis pasien adalah GEA + dehidrasi ringan-sedang. Pasien hanya makan 3 sdm bubur 1 hari SMRS. Recall asupan energi hanya 35% dari kebutuhan.

Berdasarkan data di atas, diagnosis gizi apakah yang tepat diberikan oleh ahli gizi tersebut?

a)

A.      Inadekuat oral intake berkaitan dengan gangguan gastrointestinal ditandai dengan berkurangnya nafsu makan, mual, muntah, dan recall asupan 35% dari kebutuhan

b)

B.      Nutrisi enteral tidak adekuat berkaitan dengan gangguan fungsi gastrointestinal ditandai dengan lemas, nafsu makan kurang, mual, muntah, dan recall asupan 35% dari kebutuhan

c)

C.      Nutrisi parenteral tidak adekuat berkaitan dengan gangguan fungsi gastrointestinal ditandai dengan lemas, nafsu makan kurang, mual, muntah, dan recall asupan 35% dari kebutuhan

d)

D.      Asupan cairan tidak adekuat berkaitan dengan gangguan fungsi gastrointestinal ditandai dengan lemas, nafsu makan kurang, mual, muntah, dan recall asupan 35% dari kebutuhan

e)

E.      Komposisi nutrisi parenteral tidak sesuai dengan kebutuhan berkaitan dengan gangguan fungsi gastrointestinal ditandai dengan lemas, nafsu makan kurang, mual, muntah, dan recall asupan 35% dari kebutuhan

52.

52. Seorang perempuan berusia 69 tahun datang dengan keluhan pusing berputar, mual, dan lemas. Hasil pemeriksaan diketahui TD 180/110 mmHg, N 89 x/menit, dan RR 20 x/menit. Pasien mengaku bahwa kaki dapat bengkak sejak 1 tahun terakhir. Seorang ahli gizi akan melakukan asesmen gizi pada pasien tersebut.

Berdasarkan kasus tersebut untuk mengetahui status gizi pasien, data apakah yang tepat untuk dikumpulkan?

a)

A.    Data fisik

b)

B.    Data klinis

c)

C.    Data biokimia

d)

D.    Riwayat makan

e)

E.    Data antropometri

53.

53. Seorang laki-laki berusia 79 tahun, datang dengan keluhan pusing berputar, mual, muntah 5x berisi cairan, dan lemas. Jika berdiri, pasien akan pusing berputar. Hasil pemeriksaan diketahui TD 180/120 mmHg, N 79 x/menit, dan RR 22 x/menit. Pasien mengaku bahwa kaki bengkak sejak 1 tahun terakhir. Seorang ahli gizi akan melakukan asesmen pada pasien tersebut.

Berdasarkan kasus di atas, bagaimana cara mengetahui tinggi badan pasien tersebut?

a)

A.    Mengukur tinggi badan

b)

B.    Mengukur panjang ulna

c)

C.    Mengukur lingkar perut

d)

D.    Mengukur lingkar pinggul

e)

E.    Mengukur lingkar lengan atas

54.

54. Seorang laki-laki berusia 63 tahun, datang dengan keluhan nyeri perut, lemas, mual, perut begah, perut membesar sejak 1 bulan terakhir, dan kaki membesar sejak 1 minggu. Hasil pemeriksaan didapat TD 110/70 mmHg, HR 73 x/menit, RR 24 x/menit, dan T 36,1°C. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan SGOT 49 U/L, SGPT 51 U/L, Hb 12 g/dL, dan eritrosit 3,78 jt/µl. Diagnosis medis pasien adalah sirosis hepatis. Seorang ahli gizi akan memberikan intervensi gizi kepada pasien tersebut.

Berdasarkan data di atas, diet apakah yang tepat diberikan oleh ahli gizi?

a)

A.    Diet hati

b)

B.    Diet jantung

c)

C.    Diet lambung

d)

D.    Diet tinggi serat

e)

E.    Diet rendah serat

55.

55. Seorang wanita berumur 21 tahun bekerja menjadi DJ di suatu klub malam. Akibat tuntutan pekerjaannya, menyebabkan wanita ini gemar mengonsumsi alkohol dan melakukan free sex. Wanita ini datang ke RS dengan keluhan badan pegal-pegal, mudah capek, sedikit mual, dan 4 hari yang lalu saat buang air kecil, urine berwarna seperti teh pekat, nyeri, dan terjadi pembengkakan di bagian kanan di bawah diafragma. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan albumin 3,2 mg/dL, HBsAg +, SGOT 52 µ/L, SGPT 38 μ/L, TD 120/70 mmHg, dan suhu tubuh 37,5°C. Penyakit ini pernah diderita wanita usia muda ini 1,5 tahun yang lalu, tetapi diabaikan dengan hanya mengonsumsi obat-obatan penghilang nyeri dan antibiotik yang dibeli di toko obat.

Diagnosis penyakit apakah yang paling memungkinkan pada kasus tersebut?

a)

A.    Gastritis

b)

B.    Hepatic encephalopathy

c)

C.    Hepatitis akut

d)

D.    Sirosis hepatis

e)

E.    Hepatitis kronis

56.

56. Seorang ibu hamil, umur 26 tahun, dirujuk ke poliklinik gizi RS untuk melakukan konsultasi gizi dengan keluhan lemas dan cepat lelah. Hasil kajian: hamil minggu ke-8, penambahan BB 8 kg, Hb 7 gr/dL, dan tekanan darah 130/80 mmHg. Riwayat gizi: pola makan 3x sehari, lauk tempe/tahu, dan telur setiap makan utama, serta sayur dan buah 5 porsi sehari. Pasien terbiasa minum teh hangat atau es teh setiap kali makan dan juga saat ini mendapat tablet tambah darah.

Perilaku apakah yang prioritas untuk diperbaiki pada kasus tersebut?

a)

A.    Perbanyak konsumsi sayur

b)

B.    Hindari minum teh saat makan

c)

C.    Pilih lauk hewani yang bervariasi

d)

D.    Patuhi konsumsi tablet tambah darah

e)

E.    Hindari makanan yang mengandung serat

57.

57. Seorang laki-laki berumur 40 tahun, berobat ke RS dengan keluhan perut kembung dan diare. Dia dirujuk ke bagian poliklinik gizi di mana nutrisionis memberi anjuran makanan yang sehat dan bernilai gizi tinggi untuk mengatasi keluhannya. Kajian riwayat gizi pasien, yaitu sudah 2 minggu minum susu UHT setiap pagi sehingga mengalami perut kembung dan diare.

Apakah penyebab keracunan pada kasus tersebut?

a)

A.    Dehidrasi

b)

B.    Laktosa intoleran

c)

C.    Asupan serat kurang

d)

D.    Gangguan pencernaan

e)

E. Gluten-sensitive enteropathy

58.

58. Seorang wanita paruh baya berusia 48 tahun, tinggi badan 151 cm, berat badan 75 kg datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit yang luar biasa di bagian ulu hati menjalar ke bagian perut sebelah kanan. Wanita ini penggemar makanan yang tinggi lemak, tinggi kolesterol, dan santan. Akibatnya 1 minggu yang lalu mengalami kram di seluruh otot perut dan mengeluarkan keringat dingin. Hasil pemeriksaan rontgen didapatkan adanya batu pada kantung empedu dan harus dilakukan operasi. 2 hari yang lalu wanita paruh baya selesai dilakukan pengambilan batu dengan melakukan operasi. Setelah fase 24 jam pascabedah, pasien sudah diperbolehkan makan melalui oral.

Apakah diet yang cocok diberikan ahli gizi pada pasien wanita paruh baya post-operasi 2 hari berselang?

a)

A.    Rendah purina

b)

B.    Rendah garam

c)

C.    Rendah lemak

d)

D.    Rendah protein

e)

E.    Rendah kolesterol

59.

59. Tuan J bekerja di sebuah pertambangan minyak lepas pantai, berusia 40 tahun, TB 175 cm, dan BB 68 kg. Tuan J mempunyai kebiasaan mengonsumsi alkohol untuk menghilangkan kejenuhan dalam bekerja dan rasa sepi yang jauh dari sanak keluarga. Kebiasaan ini menyebabkan Tuan J yang alkoholik dan menyebabkan gangguan pada liver serta sudah bersifat kronis. Hal ini dimungkinkan karena tuan J sudah bekerja di proyek tambang minyak selama 15 tahun dan selama itu pula Tuan J selalu mengonsumsi alkohol secara terus menerus dan berkesinambungan. 2 hari yang lalu Tuan J dilarikan ke RS Pertamina dengan sindrom hematemesis, ascites, serta edema pada wajah dan kedua tungkai bawah. Sindrom lainnya lemah, wajah pucat lesu agak kehitaman. Hasil laboratorium diketahui kadar albumin 1,8 mg/dl, ureum 60,7 mg/dL, TD 100/70 mmHg, dan denyut nadi 60 x/menit.

Apakah fungsi albumin sebenarnya pada penderita sirosis hepatis?

a)

A.    Menjaga ritme jantung

b)

B.    Menjaga tekanan darah

c)

C.    Menjaga tekanan osmotik dalam darah

d)

D.    Menjaga keseimbangan cairan di dalam sel

e)

E.    Menjaga keseimbangan cairan intra dan ekstraseluler

60.

60. Seorang nutrisionis memberi asuhan gizi pada mahasiswa berusia 21 tahun, TB 171, BB 56 kg, dan dirawat di RS dengan diagnosis medis demam berdarah (DHF). Riwayat sebelumnya, klien suka tidur pada sore hari karena mahasiswa tersebut mengambil kuliah pada malam hari. Hasil anamnesis diketahui mahasiswa mengeluh sakit kepala dan rasa berdenyut disertai mual sehingga nafsu makan menurun. Gejala klinis lainnya ada bintik-bintik merah pada tangan dan wajah. Lidah terasa panas dan berwarna merah, bahkan sampai mengeluarkan air mata menahan rasa nyeri yang hebat. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 10,5 gr/dl, leukosit 4.000/µl, trombosit 100.000/µl, dan suhu tubuh naik turun berkisar antara 38-40°C.

Jenis monitoring hematologi apakah yang cocok dengan kasus mahasiswa tersebut?

a)

A.    Eritrosit

b)

B.    Limfosit

c)

C.    Trombosit

d)

D.    Hemoglobin

e)

E.    Kadar gula darah

61.

61. Seorang ibu berusia 29 tahun baru saja melahirkan seorang anak berusia 2 minggu, ibu tersebut mengalami pendarahan saat melahirkan. Bidan desa mendiagnosis ibu, mengalami gangguan tidur tidak nyenyak, merasa lemah, wajah, bibir, dan sklera mata terlihat pucat. Ibu tersebut tidak dapat memilih bahan makanan yang dapat menanggulangi masalah anemia yang di deritanya karena kurangnya pengetahuan tentang pemilihan bahan makanan yang sesuai untuk dikonsumsi. Hasil pemeriksaan laboratorium TD 110/70 mmHg, kadar Hb 10,1 gr/dL. Ahli gizi puskesmas menyarankan untuk mengonsumsi bahan makanan yang mengandung zat-zat gizi pembentuk Hb. Zat gizi apakah pembentuk Hb?

a)

A.    Zat besi, zink, kalsium, dan selenium

b)

B.    Energi, protein, karbohidrat, dan lemak

c)

C.    Protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral

d)

D.    Protein, zat besi, vitamin B9, dan vitamin B12

e)

E.    Tiamin, piridoksin, asam folat, dan sianokobalamin

62.

62. Seorang laki-laki berumur 57 tahun, TB 170 cm, BB 78 kg, akhir-akhir in/merasa kakinya kesemutan, BB turun drastis sekitar 6 kg dalam sebulan sehingga selalu merasa lapar. Selain gejala di atas, bapak tersebut mengalami gejala luka sukar sembuh, ditandai bila digigit nyamuk dan digaruk akan menimbulkan luka kecil, untuk sembuh memakan waktu 2 minggu, bahkan luka bisa menjadi lebih besar.

Penurunan BB yang drastis dapat disebabkan terjadinya proses metabolisme seperti di bawah ini?

a)

A.    Glikosilasi

b)

B.    Glucosuria

c)

C.    Lipogenesisf

d)

D.    Gluconeogenesis

e)

E.    Nitrogen balance

63.

63. Seorang anak berusia 7 tahun bersekolah di sekolah luar biasa khusus autis, gejala yang sering terlihat pada anak tersebut adalah melakukan kegiatan memanjat jendela dan dinding rumah yang berisiko terhadap keselamatan jiwanya. Bahkan terkadang si anak suka menjerit secara histeris dan menangis sekuat-kuatnya tanpa mengeluarkan air mata. Hal ini membuat kedua orang anak tersebut menjadi gelisah dan sedikit risau, tetapi tidak memahami bahwa faktor makanan yang dikonsumsi dapat menyebabkan anak mengalami tantrum.

Jenis bahan makanan apakah yang harus dihindari seorang anak autis?

a)

A.    Ubi, nasi, kentang

b)

B.    Roti, es krim, keju

c)

C.    Ikan, daging, udang

d)

D.    Jeruk, mangga, pisang

e)

E. Tahu, tempe, kacang merah

64.

64. Tuan Q berumur 35 tahun, TB 198 cm, BB 60 kg, 3 hari yang lalu melakukan operasi laparotomi karena ada gangguan benjolan di bagian abdomen sebelah kanan. Dokter menduga benjolan tersebut aman untuk diangkat karena benjolan sebesar bola takraw tersebut berupa tumor jinak, untuk memulihkan keadaan pascabedah dan mempercepat penutupan luka, ahli gizi dituntut untuk memberikan modifikasi makanan yang mudah didapat dan mengandung kadar seng tinggi. Modifikasi apakah yang sesuai dengan keadaan pasien?

a)

A.    Puding susu

b)

B.    Nugget ayam

c)

C.    Sup krim wortel

d)

D.    Sup macaroni kepiting

e)

E.    Ekstrak cairan ikan gabus

65.

65. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun, dibawa ke RS dalam kondisi setengah pingsan, beberapa hari sebelumnya anak ini mengalami sakit pada ulu hati yang menyebabkan dia mengalami mual dan muntah, serta demam yang berkepanjangan hingga mencapai 40°C. Hasil palpasi diketahui terjadi hepatomegali, bila ditekan terasa nyeri. Hasil foto rontgen menemukan bahwa terjadi karsinoma dan gambar yang terlihat ada bulatan-bulatan kecil pada hati. Sebelum menderita sakit anak perempuan tersebut sangat menyukai makanan kacang-kacangan serta hasil olahannya sejak berumur 4 tahun.

Makanan apakah yang disinyalir dapat menyebabkan cancer hepatic pada pasien?

a)

A.    Tahu

b)

B.    Tempe

c)

C.    Bakpao

d)

D.    Bumbu pecel

e)

E.    Susu kedelai

66.

66. Seorang wanita berumur 29 tahun bekerja sebagai pemulung. Untuk menambah vitalitas dirinya, sang wanita suka mengonsumsi lem yang dihirup melalui hidung. 5 tahun belakangan ini wanita tersebut mengalami ketergantungan pada suatu obat yang menimbulkan rasa euphoria dan menyebabkan wanita tersebut sangat ringan langkahnya untuk mencari barang-barang bekas. Wanita pemulung datang ke puskesmas rawat inap dengan keluhan kuku dan sklera mata terlihat menguning, begitu juga urine yang dikeluarkan seperti teh pekat. Saat dokter melakukan palpasi di bagian diafragma sebelah kanan, ada pembengkakan, dan ketika diraba wanita tersebut menjerit kesakitan. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan albumin 3,5 mg/dL, HBsAg +, SGOT 57 µ/L, SGPT 61 µ/L, TD 100/70 mmHg suhu tubuh 38°C. keadaan gejala seperti ini pernah dialami wanita pemulung 2 tahun yang lalu, tetapi diabaikan karena merasa seperti demam biasa. Pada akhirnya wanita pemulung harus memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Pada penatalaksanaan diet, apa syarat diet untuk pemberian protein yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

A.    20 gr/kgBB

b)

B.    1 gr/kgBB

c)

C.    Free protein

d)

D.    0,5 gr/kgBB

e)

E. 1,5-2 gr/kgBB

67.

67. Dalam penyusunan diagnosis gizi terdiri dari domain asupan, domain klinis, dan domain perilaku/lingkungan. Kurangnya pengetahuan tentang makanan dan gizi, berkaitan dengan mendapat informasi yang salah dari lingkungan mengenai anjuran diet yang dijalaninya, ditandai dengan memilih bahan makanan yang tidak dianjurkan dan aktivitas fisik yang tidak sesuai anjuran.

Domain gizi apakah yang tepat dari uraian tersebut?

a)

A.    Etiology

b)

B.    Domain klinis

c)

C.    Domain intake

d)

D.    Sign/symptoms

e)

E.    Domain perilaku/lingkungan

68.

68. Seorang anak perempuan, umur 1 tahun 3 bulan, masuk rumah sakit dengan diagnosis medis demam tifoid. Anak tidak memiliki riwayat demam tifoid atau penyakit lain sebelumnya yang mengharuskan rawat inap. Anak merupakan anak pertama dan sehari-harinya diasuh oleh pengasuh karena orang tuanya bekerja. Dari informasi orang tua, pengasuhnya kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, serta sering memperkenalkan jajanan pedagang keliling kepada pasien, seperti cilok, sempol, dan sosis. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 13,3 g/dL (N = 12-17 g/dL), leukosit 15 ribu (N = 4-10 ribu), LED 11 mm/jam (N = 4-20 mm/jam), trombosit 242.000 (N = 150-450 ribu), PCV 40,4% (N = 40-50%), widal: typhi O (+) 1/320, typhi H (+) 1/160, P thy A (-), P thy B (-). Setelah masuk rumah sakit, anak ini mendapat diet bubur TKTP dan secara umum nafsu makan pasien sangat menurun. Hasil recall 1 x 24 jam pasien adalah energi 231,04 kalori, protein 4,19 gram, lemak 3,67 gram, dan karbohidrat 43,34 gram.

Apakah diagnosis gizi yang tepat ditegakkan pada kasus tersebut?

a)

A.    NI 1.2 peningkatan kebutuhan energi yang berhubungan dengan infeksi yang ditandai dengan suhu badan 38°C

b)

B.    NI 2.1 asupan oral tidak adekuat yang berhubungan dengan tidak adanya selera makan dan minum yang ditandai dengan asupan zat gizi makro yang rendah

c)

C.    NC 1.4 perubahan fungsi gastrointestinal yang berhubungan dengan infeksi pada bagian usus yang ditandai dengan diagnosis tifus abdominalis (typhi O (+)), leukosit meningkat, demam (suhu tubuh 38°C)

d)

D.    NB 3.1 konsumsi makanan yang tidak aman yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pengasuh terkait higiene sanitasi yang ditandai dengan pasien sering diajak jajan di pedagang keliling dan kebersihan diri pengasuh yang kurang

e)

E.    NI-2.1 asupan makanan dan minuman per oral tidak adekuat yang berhubungan dengan nafsu makan yang menurun dan keadaan umum lemah yang ditandai dengan asupan defisit tingkat berat E = 19,46%, P = 8,41%, L = 11,15%, dan KH = 24,33%

69.

69. Ny. A datang ke poli rawat jalan dengan hasil fisik klinisnya TD 170/140 mmHg, umur 40 tahun dengan BB 45 kg, TB 150 cm, dan mengeluh kepala pusing.

Diet apakah yang tepat untuk Ny. A?

a)

A.    Diet hipertensi

b)

B.    Diet rendah purina

c)

C.    Diet rendah kalori

d)

D.    Diet mediterania

e)

E.    Diet rendah lemak

70.

70. Tn. A, 25 tahun dengan diagnosis medis DM tipe 1 dan mempunyai diagnosis gizi perubahan data laboratorium (glukosa darah, HbA1c), yang disebabkan karena gangguan fungsi endokrin ditandai oleh glukosa darah puasa 210 mg/dL dan HbA1c 8%. Ahli gizi (dietisien) melakukan monitoring dan evaluasi 1 minggu kemudian.

Tanda dan gejala apakah yang harus diperhatikan dan dicatat oleh ahli gizi (dietisien) pada dokumen rekam medis Tn. A?

a)

A.    Berat badan

b)

B.    Intake makanan

c)

C.    Aktivitas fisik

d)

D.    Glukosa darah sewaktu

e)

E. Glukosa darah puasa

71.

71. Nn. N, umur 29 tahun dengan BB 44 kg, TB 155 cm, dirawat di rumah sakit dengan diagnosis medis lupus nefritis. Nn. N dirawat sudah 3 hari. Hasil laboratorium terakhir diketahui adanya penurunan pada kada Hb, eritrosit, hematokrit, MCV, MCH, MCHC, leukosit dan albumin, serta ditemukan kreatinin sebesar 57,8 mg/dL (normal: 3,5-5 mg/dL). Nn. N tampak lemas, merasa mual, kesadaran kompos mentis. Sementara tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan, dan suhu tubuh normal. Asupan makan pasien defisit. Nn. N tidak memiliki alergi, tidak menyukai sayur dan buah sejak kecil. Pasien telah diagnosis selama 2 tahun terakhir. Hasil recall 2 x 24 jam asupan energi 40% dari kebutuhan, protein 35%, lemak 50%, karbohidrat 55%, dan serat 30%. Terapi obat yang diberikan Ampicillin, Ondansetron, Ranitidin, Mycophenolate mofetil, Prednison, Chloroquine, Aspirin, Calporosis, Calcifar, Sucralfate, vitamin A 1 x 2.500 IU, vitamin D 1 x 1 400 IU, vitamin E 1 x 100 IU, vitamin K 1 x 1 g, asam folat 1 x 1, dan zinc 1 x 20 mg.

Dari kasus soal di atas, apakah penulisan diagnosis gizi yang tepat?

a)

A.    Asupan lemak adekuat ditandai dengan asupan 80% dari kebutuhan lemak total

b)

B.    Gangguan kemampuan mempersiapkan makanan ditandai dengan keluhan lelah saat aktivitas berat

c)

C.    NC.5.3: asupan energi-protein tidak cukup yang berhubungan dengan mual, lemas, dan penurunan nafsu makan

d)

D.    NB.1-1: asupan serat tidak adekuat yang berhubungan dengan mual, lemas dan penurunan nafsu makan yang ditandai dengan asupan karbohidrat 55% dari kebutuhan

e)

E.    NI.5.3: asupan energi protein tidak cukup yang berhubungan dengan mual, lemas, dan penurunan nafsu makan yang ditandai dengan asupan energi (40% dari kebutuhan energi total) dan protein (35% dari kebutuhan total protein)

72.

72. Tn. A mengalami luka bakar grade 2 sebesar 30% karena api. Pasien sudah dirawat di rumah sakit selama 1 minggu dan terdapat luka yang terbuka basah dan mengeluarkan air. Hasil pemeriksaan fisik terdapat edema di kaki dan tangan. Dietisien melakukan monev terhadap penyebab edema.

Apa hasil pemeriksaan yang terkait dengan kasus di atas?

a)

A.    Gula darah

b)

B.    Lemak darah

c)

C.    Protein darah

d)

D.    Leukosit darah

e)

E. Trombosit darah

73.

73. Tn. D dibawa ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung dan setelah >6 jam observasi, pasien diberikan makanan cair jernih/kental yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien. Dietisien melakukan pengkajian awal pasien.

Apakah jenis diet yang diberikan oleh dietisien?

a)

A.    Diet gagal jantung I

b)

B.    Diet gagal jantung II

c)

C.    Diet gagal jantung III

d)

D.    Diet jantung rematik

e)

E.    Diet jantung katup perioperatif

74.

74. Rendahnya cakupan ASI eksklusif pada Puskesmas A di tahun 2021 berkaitan dengan rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga yang ditandai dengan proporsi bayi yang mendapat makanan pendamping ASI (MP ASI) sebelum usia 6 bulan sebesar 75% dan rendahnya cakupan ASI eksklusif sebesar 25%.

Dari soal kasus tersebut yang manakah merupakan sign/symptoms dari diagnosis gizi tersebut?

a)

A.    Proporsi bayi menurun 75%

b)

B.    Rendahnya cakupan ASI eksklusif

c)

C.    Rendahnya cakupan ASI eksklusif 25%

d)

D.    ASI eksklusif pada Puskesmas A tahun 2021

e)

E.    Proporsi bayi yang mendapat makanan pendamping ASI (MP ASI) sebelum usia 6 bulan sebesar 75% dan rendahnya cakupan ASI eksklusif sebesar 25%

75.

75. Pasien MRS dengan keluhan perdarahan (pseudoaneurisma) pada bekas operasi AV shunt (perlakuan prahemodialisis) dan didiagnosis CKD stage V dengan hemodialisis, DM tipe II, anemia, selama 3 hari dilakukan intervensi dan monitoring evaluasi. Pengumpulan data menggunakan metode food recall 24. Hasil pengkajian gizi menunjukkan perubahan nilai laboratorium terkait fungsi ginjal dan endokrin serta anemia. Selain itu, asupan energi dan zat gizi makro masih rendah (<70%). Prinsip diet yang diterapkan selama intervensi adalah diet gagal ginjal kronik dengan hemodialisis, yaitu energi (2.310 kkal), lemak (64 g), dan karbohidrat (375 g) diberikan cukup, sedangkan protein diberikan tinggi (1.2 g/kg BB). Pasien diberikan nasi merah selama di rumah sakit untuk membantu menurunkan gula darah. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan pada hari ke-1 dan ke-2 konsumsi pangan pasien telah memenuhi target (>70%). Namun, hari ketiga konsumsi makan pasien menurun hingga <70%. Hal ini dikarenakan pasien menggigil akibat penurunan gula darah sewaktu (GDS) yang drastis dari 161 mg/dL ke 90 mg/dL sehingga untuk mengatasi hal ini, kolaborasi dengan tenaga kesehatan diperlukan. Akhir intervensi terdapat perbaikan pada gula darah, kreatinin, Hb, Ht, dan kondisi pucat pada pasien.

Dari kasus soal tersebut prinsip diet yang diberikan pada pasien adalah?

a)

A.    Diet gagal ginjal

b)

B.    Diet gagal ginjal akut dengan hemodialisis

c)

C.    Diet gagal ginjal kronik dengan hemodialisis

d)

D.    Diet saluran cerna, hipertensi dengan hemodialisis

e)

E.    Diet nasi biasa diabetes melitus dengan hemodialisis

76.

76. Tuan B, usia 65 tahun, mengalami kecelakaan kendaraan bermotor dan dirawat di rumah sakit Z dengan diagnosis pascabedah eksplorasi laparotomi. Sekarang pasien dalam tahap pemulihan pascabedah hari kelima setelah operasi. Berat badan pasien 48 kg, tinggi badan 168 cm, pasien tampak pucat, kehilangan lemak subkutan, dan kehilangan massa otot.

Apakah rencana terapi gizi bagi Tuan B selama dirawat di rumah sakit terkait degan kondisi status gizinya saat ini?

a)

A.    Tinggi lemak rendah serat

b)

B.    Tinggi kalori tinggi protein

c)

C.    Tinggi lemak tinggi protein

d)

D.    Rendah kalori tinggi protein

e)

E. Rendah lemak tinggi protein

77.

77. Anak Z, usia 12 tahun dengan BB ideal 40 kg dan kebutuhan energi 2.000 kkal, pola sebaran karbohidrat 20-10-30-10-20-10, serta perhitungan basal bolus yang ditetapkan dokter adalah 30/70.

Berapakah sebaran karbohidrat pada anak?

a)

A.    Makan pagi 20%, siang 30%, malam 20%, selingan 3x 10%

b)

B.    Makan pagi 10%, siang 25%, malam 20%, selingan 2x 10%

c)

C.    Makan pagi 10%, siang 30%, malam 15%, selingan 2x 10%

d)

D.    Makan pagi 25%, siang 30%, malam 20%, selingan 2x 10%

e)

E.    Makan pagi 30%, siang 30%, malam 20%, selingan 3x 10%

78.

78. Anak 2, usia 12 tahun dengan BB ideal 40 kg dan kebutuhan Energi 2.000 kkal, pola sebaran karbohidrat 20-10-30-10-20-10, serta perhitungan basal bolus yang ditetapkan dokter adalah 30/70.

Apakah tujuan yang tepat MNT dari kasus di atas?

a)

A.    Memperbaiki keadaan pasien

b)

B.    Terapi atau tindakan berbasis gizi

c)

C.    Membantu memperbaiki kondisi fisiologis dan klinis karena masalah medis dengan mencapai dan mempertahankan status gizi, status kesehatan, dan perbaikan pola makan

d)

D.    Membantu memperbaiki kondisi klinis karena masalah medis dengan mencapai dan mempertahankan status biokimia, status kesehatan, dan perbaikan pola makan

e)

E.    Membantu menyiapkan fisik, klinis dan biokimia karena masalah medis dengan mencapai dan mempertahankan status gizi, status kesehatan, dan perbaikan pola makan

79.

79. Ahli gizi puskesmas sedang merencanakan skrining untuk mencegah anemia terhadap ibu hamil di wilayah kerjanya. Ibu hamil di wilayahnya rentan mengalami anemia karena kebiasaan makan yang terkadang banyak pantangan serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Indikator apakah yang tepat digunakan untuk mendeteksi kondisi anemia pada dengan sasaran tersebut?

a)

A.    Ureum

b)

B.    SGOT

c)

C.    Albumin

d)

D.    Hemoglobin

e)

E.    MCV

80.

80. Seorang anak laki-laki, usia 9 tahun, datang dengan keluhan mual, muntah, dan asupan tidak adekuat selama beberapa hari karena abdominal pain, berat badan anak 29 kilogram. Pasien sudah dilakukan edukasi makan sedikit, tetapi sering, supaya asupan makanan meningkat. Namun, pasien merasa nyeri pada saat makan. Apa bentuk makanan dan jenis diet yang sesuai untuk pasien?

a)

A.    Makanan biasa diet bebas

b)

B.    Makanan biasa diet TKTP

c)

C.    Makanan lunak diet lambung

d)

D.    Makanan lunak diet bebas

e)

E.    Makanan cair jernih

81.

81. Skrining dilakukan terhadap pasien dewasa untuk menetapkan risiko malnutrisi. Hasil skrining gizi ini sebagai dasar pemberian asupan gizi dan monitoring evaluasi.

Apakah alat skrining sederhana yang bisa digunakan dengan efektivitas yang baik dan tidak membutuhkan waktu lama?

a)

A.    Timbangan berat badan digital

b)

B.    STRONGKids

c)

C.    Pita ukur Lingkar Lengan Atas (LILA)

d)

D.    Screening Tool for the Assessment of Malnutrition in Paediatrics (STAMP)

e)

E.    Malnutrition Screening Tool (MST)

82.

82. Pasien Tn. Y datang dengan diabetes melitus dengan GDP 200 mg/dL, pasien masih sering mengonsumsi makanan manis, kecap, dan kopi manis. Pasien dirawat dengan keluhan pusing, mual, dan kebas. Tekanan darah pasien 150/90 mmHg. Pasien setelah dilakukan assessment didapatkan intake natrium pasien lebih dari kebutuhan

Jenis diet apa yang bisa diberikan untuk pasien berdasarkan hasil assessment yang dilakukan?

a)

A.    Diet rendah gula

b)

B.    Diet rendah gula rendah garam

c)

C.    Diet rendah garam rendah lemak

d)

D.    Diet rendah lemak

e)

E.    Diet biasa

83.

83. Seorang anak, usia 6 tahun, memiliki kebiasaan makan dengan nasi dengan gorengan, kuah bakso, sayur sedikit karena anak susah makan. Semakin lama berat badan anak semakin menurun dan mengalami kelainan kulit dan kondisi anak terlihat lemas.

Kondisi kronik kekurangan energi dan protein anak tersebut dinamakan?

a)

A.    Stunting

b)

B.    Wasting

c)

C.    Marasmus

d)

D.    Kwasiorkor

e)

E. Marasmus kwasiorkor

84.

84. Seorang wanita, umur 55 tahun penderita DM tipe 2, datang ke ahli gizi untuk konseling gizi. Data IMT menunjukkan 25,5 kg/m². Data hasil pemeriksaan kadar GDP yaitu 160 mg/dL dan kadar glukosa darah 2 jam pp 220 mg/dL. Ahli gizi menjelaskan kembali cara mengatur makanan sehari-hari dengan menggunakan penukar bahan makanan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Frekuensi pemberian makanan yang baik untuk kasus ini pasien?

a)

A.    3 kali makanan utama, 2 kali makanan selingan

b)

B.    3 kali makan utama, 3 kali selingan

c)

C.    3 kali makan utama, 1 kali selingan

d)

D.    2 kali makan utama, 2 kali selingan

e)

E.    2 kali makan utama, 1 kali selingan

85.

85. Seorang wanita, umur 55 tahun penderita DM tipe 2, datang ke ahli gizi untuk konseling gizi. Data IMT menunjukkan 25,5 kg/m². Data hasil pemeriksaan kadar GDP, yaitu 160 mg/dL dan kadar glukosa darah 2 jam pp 220 mg/dL, hasil pemeriksaan HbA1c terakhir adalah 9,7%.

Berapa nilai normal pemeriksaan HbA1c?

a)

A.    <4%

b)

B.    <8%

c)

C. <9%

d)

D.  <10%

e)

E.    <7%

86.

86. Dietisien puskesmas akan melakukan pengukuran survei konsumsi pada kelompok Wanita Usia Subur (WUS) di sebuah pabrik untuk mengetahui penyebab tingginya prevalensi anemia di pabrik tersebut. Survei konsumsi ini dilakukan untuk melihat rata-rata asupan zat besi sehari pada kelompok WUS pada periode 1 bulan sebelumnya.

Metode survei konsumsi apa yang tepat dilakukan untuk kasus di atas?

a)

A.    Food record

b)

B.    Food weighing

c)

C.    Recall 1 x 24 jam

d)

D.    Food frequency questionnaire

e)

E.    Semiquantitative food frequency questionnaire

87.

87. Seorang dietisien di puskesmas melakukan validasi data antropometri pada sekelompok balita gizi kurang di satu rumah singgah pasca perawatan gizi buruk dari rumah sakit. Pada pengukuran panjang badan banyak balita berusia di bawah 24 bulan terpaksa diukur dengan microtoise karena menolak diukur dengan infantometer. Hasil ukur, kemudian dicatat dalam buku register validasi gizi kurang.

Agar validasi data menghasilkan hasil ukur yang tepat, apa yang harus dilakukan ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

A.    Menambah 0,7 cm pada PB untuk mengonversi menjadi TB

b)

B.    Menambah 0,7 cm pada TB untuk mengonversinya menjadi PB

c)

C.    Mengurangi 0,7 cm pada PB untuk mengonversinya menjadi TB

d)

D.    Menambah 0,07 cm pada PB untuk mengonversinya menjadi TB

e)

E.    Mengurangi 0,07 cm pada PB untuk mengonversinya menjadi TB

88.

88. Seorang perempuan, umur 42 tahun, TB 155 cm, BB 42 kg, dirawat di bagian internal RS. Hasil pemeriksaan lab: Hb 8,1 mg/dL, ureum 97 mg/dL, kreatinin 2,7 mg/dL, GDP 178 mg/dL, dan HbA1c 8,7. Hasil pemeriksaan klinis: TD 140/110 mmHg, bengkak di bagian wajah dan tungkai. Dari hasil semi-FFQ pasien, didapatkan pasien suka mengonsumsi makanan tinggi natrium dan belum pernah mendapatkan edukasi gizi sebelumnya.

Diet apakah yang sesuai untuk pasien pada kasus tersebut?

a)

A.    DM 1.700 kal rendah protein, rendah garam

b)

B.    DM 1.900 kal rendah protein, rendah garam

c)

C.    DM 1.200 kal tinggi protein, rendah garam

d)

D.    DM 1.300 kal tinggi protein, rendah garam

e)

E.    DM 1.000 kal rendah protein, tinggi lemak

89.

89. Pasien laki-laki, usia 38 tahun, TB 160 cm, dan BB 65 kg dirujuk ke ahli gizi dengan diagnosis medis Penyakit Ginjal Kronik (PGK). Hasil pemeriksaan laboratorium: kreatinin 5,6 mg/dL dan ureum 100 mg/dL. Hasil pemeriksaan fisik klinis pasien menunjukkan pasien terdapat edema pada tangan dan melihat riwayat makan intake pasien tidak adekuat. Pasien belum pernah mendapatkan edukasi gizi sebelumnya. Diet sebelumnya 1.700 kkal protein 60 gr.

Berapakah pemberian diet untuk kasus ini?

a)

A.    Energi 35 kkal, protein 0,3 gr/kgBB

b)

B.    Energi 35 kkal, protein 0,6 gr/kgBB

c)

C.    Energi 30 kkal, protein 0,7 gr/kgBB

d)

D.    Energi 30 kkal, protein 0,8 gr/kgBB

e)

E.    Energi 35 kkal, protein 1 gr/kgBB

90.

90. Seorang enumerator melakukan survei konsumsi terhadap 20 orang mahasiswa dan diperoleh rata-rata asupan energi mahasiswa tersebut adalah 83% dari total energi pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan.

Tingkat kecukupan energi mahasiswa tersebut termasuk pada kategori apa?

a)

A.    Normal

b)

B.    Cukup

c)

C.    Defisit tingkat ringan

d)

D.    Defisit tingkat sedang

e)

E.    Defisit tingkat berat

91.

91. Seorang ahli gizi menerima laporan pemantauan pertumbuhan balita dari kader suatu posyandu. Kader melaporkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu mencapai 80%.

Apakah indikator laporan yang tepat digunakan oleh kader pada kasus tersebut ?

a)

A.    K/S

b)

B.    N/S

c)

C.    N/D

d)

D.    D/S

e)

E.    D

92.

92. Seorang ahli gizi membuat laporan hasil penimbangan di sebuah posyandu pada bulan Mei 2024. Diketahui data SKDN sebagai berikut : S = 150, K = 130, D = 100, dan N = 50. Kemudian, ahli gizi melakukan interpretasi terhadap data yang ada.

Berapa persen partisipasi masyarakat pada kasus tersebut ?

a)

A.    66,7%

b)

B.    30%

c)

C.    50%

d)

D.    15%

e)

E.    76,9%

93.

93. Data Riskedas 2018 menunjukan bahwa secara nasional masalah obesitas pada usia > 18 tahun masih tinggi. Pada kelompok usia 19 tahun sebesar 8,9% kelompok usia 20-24 tahun sebesar 12,1% , kelompok usia 25-29 tahun sebesar 18,8%, kelompok usia 30-34 tahun sebesar 23,0%, dan kelompok usia 35-39 tahun sebesar 27,0%. Selain mengunakan indeks massa tubuh, cara lain pengukuran antropometri untuk mengetahui seseorang mengalami obesitas yaitu menggunakan lingkar perut.

Berapa ukuran lingkar perut normal bagi pria?

a)

A.    >90 cm

b)

B.    >80 cm

c)

C.    <90 cm

d)

D.    <80 cm

e)

E.    80 cm

94.

94. Seorang ahli gizi melakukan survey penelitian status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas C. Hasil survey menunjukan bahwa prevalensi gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas C mencapai 2%.

Apakah maksud dari pernyataan kasus tersebut ?

a)

A.    Ada 2 balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas C

b)

B.    Ada 2 balita gizi buruk di wilayah kerja Puskemas C yang belum tertangani

c)

C.    Ada 2 balita gizi buruk yang meninggal di wilayah kerja Puskesmas C

d)

D.    Ada 2 balita gizi buruk dari 100 balita di wilayah kerja Puskesmas C

e)

E.    Ada 2 balita gizi buruk dari 100 penduduk di wilayah kerja Puskesmas C

95.

95.  Hasil skrining anemia pada remaja putri di SMA yang masuk wilayah kerja Puskesmas B menunjukan bahwa 20% mengalami anemia. Ahli gizi puskesmas melalui survei konsumsi pangan untuk mengetahui kebiasaan makan makanan sumber zat besi, vitamin C, dan tanin pada remaja putri yang mengalami anemia tersebut. Data yang akan diketahui berupa jenis, frekuensi, dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Apakah metode survei konsumsi pangan yang tepat digunakan oleh ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

A. Food weighing

b)

B. Semi-quantitative food frequency questionnaire

c)

C. Food frequency questionnaire

d)

D. Food record

e)

E. Food recall 24 hour

96.

96. Presentase konsumsi sayur dan buah setiap hari pada suatu daerah, yaitu masih 40%. Dinas kesehatan daerah tersebut membuat usulan kegiatan untuk meningkatkan presentase masyarakat yang mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, salah satunya melaluin promosi gizi.

Apakah langkah awal yang dilakukan untuk merencanakan program promosi gizi?

a)

A.    Menetapkan tujuan ,sasaran, dan materi

b)

B.    Melakukan kerja sama dengan pihak ketiga

c)

C.    Melakukan advokasi ke tingkat provinsi

d)

D.    Merencanakan pencetakan leaflet

e)

E.    Mengevaluasi tingkat konsumsi sayur dan buah

97.

97. Tepatnya pada bulan Februari 2024, seorang ibu membawa anaknya yang berusia 8 bulan ke posyandu untuk mendapatkan kapsul vitamin A. Petugas kesehatan memberikan kapsul vitamin A dengan dosis tertentu.

Apa jenis dan dosis vitamin A yang di berikan kepada anak tersebut?

a)

A.    Kapsul biru 100.000 IU

b)

B.    Kapsul biru 200.000 IU

c)

C.    Kapsul biru 150.000 IU

d)

D.    Kapsul merah 100.000 IU

e)

E.    Kapsul merah 200.000 IU

98.

98.Seorang ahli gizi puskesmas sedang melakukan pengamatan kepada seorang anak usia 9 bulan di posyandu. Hasil pengamatan menunjukan bahwa anak dapat berdiri dengan berpegangan pada tepian meja.

Proses apakah yang dimaksud pada kasus tersebut?

a)

A.    Pertumbuhan

b)

B.    Perkembangan

c)

C.    Kecerdasan

d)

D.    Keterampilan

e)

E.    Pertumbuhan dan perkembangan

99.

99. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul melakukan kegiatan rutin dan berkelanjutan yaitu pengumpulan, pengolahan , dan diseminasi informasi hasil pengolahan data indikator yang berhubungan dengan kinerja pembinaan gizi masyarakat.

Apa jenis kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pada kasus tersebut?

a)

A.    Monitoring dan evaluasi

b)

B.    Skrining

c)

C.    Surveilans

d)

D.    Survei

e)

E.    Penelitian dan pengembangan

100.

100. Seorang ibu hamil datang ke puskesmas saat usia kehamilan 3 bulan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa kadar Hb 8 g/dL, glukosa darah sewaktu 140 mg/dL tekanan darah 110/80 mmHg.

Apa masalah gizi yang tepat pada kasus tersebut?

a)

A.    Hiperemesis

b)

B.    Anemia

c)

C.    KEK

d)

D.    Hipertensi

e)

E.    Preeklampsia

101.

101. Seorang ahli Puskesmas P akan melakukan program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK). Supaya tepat sasaran, maka ahli gizi melakukan skrining terlebih dahulu.

Apakah jenis skrining yang tepat dilakukan oleh ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

A.    Skrining IMT

b)

B.    Skrining LiLA

c)

C.    Skrining lingkar perut

d)

D.    Skrining HbA1c

e)

E.    Skrining berat badan

102.

102. Seorang ahli gizi Puskesmas B sedang melakukan penyusunan program gizi dengan mengumpulkan data berupa indikator masalah kesehatan terkait gizi, peta wilayah, ketersediaan sumber daya (sarana prasarana, ketenagaan, dan pembiayaan), serta peran serta masyarakat.

Apakah tahap perencanaan program gizi yang dimaksud pada kasus tersebut?

a)

A.    Analisis situasi

b)

B.    Analisis  peran

c)

C.    Analisis masalah

d)

D.    Tahap persiapan

e)

E.    Tahap perencanaan

103.

103. Seorang Ahli Gizi Puskesmas Panarukan akan melakukan penyuluhan gizi dengan memanfaatkan pangan lokal, yaitu ikan teri. Materi yang akan diberikan berupa pembuatan nuget ikan teri. Sasaran penyuluhan tersebut adalah ibu baduta di Posyandu Melati.

Apakah langkah awal yang harus dipersiapkan oleh ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

A.    Menyusun jadwal kegiatan

b)

B.    Menyiapkan media

c)

C.    Menentukan metode

d)

D.    Menyiapkan contoh MPASI

e)

E.    Menyiapkan formulir evaluasi

104.

104. Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Abdoel Moelok, Provinsi Lampung, sedang menjelaskan beberapa pelayanan gizi yang diberikan kepada pasien, salah satu yang dijelaskan adalah tentang kegiatan komunikasi dua arah yang dilaksanakan oleh ahli gizi/dietisien untuk menanamkan dan meningkatkan sikap dan perilaku pasien dalam mengenali dan mengatasi masalah gizi sehingga pasien dapat memutuskan apa yang akan dilakukannya.

Kegiatan pelayanan apakah yang dijelaskan oleh instalasi gizi tersebut?

a)

A.    Terapi gizi

b)

B.    Asuhan gizi

c)

C.    Konseling gizi

d)

D.    Penyuluhan gizi

e)

E.    Edukasi gizi

105.

105. Seorang petugas gizi Puskesmas X ingin mendapatkan data konsumsi gizi individu di wilayah kerjanya denga tidak membebani pada responden. Biaya relatif murah, cepat, responden yang buta huruf dapat digunakan sehingga dapat diketahui intake nyata gizinya.

Metode survei konsumsi apa yang seharusnya dipilih ?

a)

A.    Recall 24 jam

b)

B.    Dietary history

c)

C.    Frekuensi makan

d)

D.    Penimbangan makanan (food weighing)

e)

E.    Observasi

106.

106.  Seorang nutrisionis sedang melakukan penelitian di daerah yang bermasalah gizi dengan judul “ Gambaran Pola Makan dan Status Gizi pada Remaja di SMA X ”

Apa ruang lingkup bidang gizi pada kasus tersebut?

a)

A.    Gizi masyarakat

b)

B.    Gizi klinis

c)

C.    Gizi biokimia

d)

D.    Gizi biomedis

e)

E.    Gizi manusia

107.

107. An. J datang bersama ibunya ke poli anak karena mengalami beberapa keluhan seperti rambut rontok, mata merah, dan radang pada kulit atau dermatitis. An. J diketahui sangat suka mengonsumsi telur setengah matang dan buah jeruk. Saran dokter adalah supaya An. J dapat mengurangi konsumsi telur setengah matang karena pada putih telur yang tidak matang terdapat senyawa antigizi yang dapat menghambat pengikatan vitamin B.

Apa vitamin B yang dihambat oleh antigizi tersebut?

a)

A.    Niacin

b)

B.    Thiamin

c)

C.    Kobalamin

d)

D.    Biotin

e)

E.    Asam folat

108.

108. PMT pemulihan diberikan kepada anak yang berstatus gizi severe underweight. Dalam mendeteksi anak yang perlu mendapatkan PMT pemulihan atas kondisi severe underweight tidak bisa kita hanya menggunakan satu indikator status gizi saja, tetapi harus menyertakan indikator lainnya. Artinya, gabungan dari indikator antropometri menjadi penilaian yang wajib digunakan.

Indikator antropometri apakah yang dipakai?

a)

A.    PB-TB/U dan BB/U

b)

B.    BB/U dan IMT

c)

C.    BB/TB dan BB/U

d)

D.    TB/U dan BB/U

e)

E.    BB/TB dan TB/U

109.

109. Kasus gizi buruk/kurang yang muncul di suatu komunitas pada dasarnya merupakan gambaran situasi yang tidak sebenarnya karena masih banyak kejadian yang sama yang tidak terungkap ke permukaan. Kondisi ini merupakan sebuah fenomena yang akhirnya memunculkan sebuah teori bahwa kondisi yang teridentifikasi jauh lebih besar dari kondisi sebetulnya. Contohnya, data kejadian anak stunted yang terjadi di Puskesmas X mencapai 18,9%, maka sesungguhnya kondisi real anak stunted di lokasi tersebut jauh lebih besar dari data tersebut karena berbagai kesalahan dan pengumpulan data.

 Apa teori yang dimaksudkan?

a)

A.  The iceberg theory of diseases

b)

B. The natural history of diseases

c)

C. The green theory of diseases

d)

D. Bloom theory of diseases

e)

E. Theory of chance

110.

110. Seorang lansia, usia 69 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan kesulitan mengunyah sudah 1 bulan karena banyak gigi yang sudah tanggal. Lansia tersebut tinggal di panti jompo dan sudah menderita osteoporosis sejak 2 tahun lalu sehingga tidak bisa berdiri tegak. Ahli gizi puskesmas hendak melakukan pengukuran tinggi dan berat badan.

Apa metode antropometri yang paling tepat untuk lansia tersebut?

a)

A.    Panjang depa

b)

B.    Lingkar kepala

c)

C.    Tinggi lutut

d)

D.    Panjang lengan

e)

E. Lingkar lengan

111.

111. Seorang peneliti merencanakan penyuluhan pentingnya pengadaan kantin sehat dengan pemanfaatan pangan lokal di SMP Y. Materi tersebut dipilih karena hasil anamnesis pada siswa disebutkan bahwa siswa menyukai makan di luar, dibandingkan harus makan di rumah.

Jika ingin mengetahui frekuensi konsumsi junk food lebih dari 3 kali seminggu, metode survei apa yang sebaiknya digunakan?

a)

A. Food list

b)

B. Food recall

c)

C. Food record

d)

D. Food frequency questionnaire

e)

E. SQ-FFQ (Short Questionnaire)

112.

112. Berdasarkan laporan puskesmas, diketahui angka status gizi balita terutama stunting adalah sebesar 30%. Tingkat pendidikan ibu balita yang tidak tamat SD sebesar 58%, kebiasaan makan kurang baik sebesar 86%, asupan zat gizi terutama protein rata-rata kurang, yaitu 64% dan tingkat pengetahuan ibu balita tentang makanan bergizi untuk balita kurang, yaitu sebesar 78%. Berdasarkan data-data tersebut nutrisionis merencanakan penyuluhan gizi seimbang balita langsung kepada ibu-ibu balita di posyandu.

Media apa yang tepat digunakan untuk keadaan tersebut?

a)

A.    Booklet

b)

B.    Lembar balik

c)

C.    Modul

d)

D.    Poster

e)

E.    Leaflet

113.

113. Suatu daerah diketahui prevalensi stunting pada anak sekolah dasar sangat tinggi. Keadaan tanah daerah tersebut subur, kondisi jalan atau transportasi masih kurang memadai, dan sebagian besar penduduk sebagai petani dengan penghasilan cukup memadai.

Apa program intervensi gizi yang sesuai untuk menanggulangi masalah gizi tersebut?

a)

A. Konseling gizi

b)

B. Edukasi gizi

c)

C. Penyuluhan gizi

d)

D. Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan gizi

e)

E. Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan pendapatan

114.

114. Puskesmas mempunyai program pelayanan kesehatan di wilayah kerja. Salah satunya adalah kegiatan posyandu setiap 1 bulan sekali di desa, kegiatannya adalah pengukuran tinggi badan anak dengan menggunakan microtoise.

Apa langkah pertama yang dilakukan nutrisionis dalam kegiatan tersebut?

a)

A.    Pilih bidang vertical yang datar (misalnya tembok)

b)

B.    Baca angka skala yang tampak pada lubang gulungan microtoise

c)

C.    Turunkan microtoise sampai rata pada kepala bagian atas

d)

D.    Tempelkan dengan paku microtoise tersebut pada dinding

e)

E.    Persilakan subjek untuk berdiri tepat di bawah microtoise

115.

115. Indonesia adalah salah satu negara yang masih menghadapi masalah gizi baik gizi makro maupun mikro, saat ini telah dilaksanakan upaya preventif, di antaranya adalah dengan pemberian kapsul vitamin A pada anak balita.

Berapa dosis yang diberikan pada balita usia 6 bulan?

a)

A.    100.000 IU pada usia 3 bulan

b)

B.    100.000 IU pada usia 6 bulan

c)

C.    100.000 IU pada usia 1 tahun

d)

D.    100.000 IU pada usia 3 tahun

e)

E. 100.000 IU pada usia 5 tahun

116.

116.  Di Desa X prevalensi balita gizi buruknya tinggi, curah hujannya rendah, angka kejadian flu, batuk, diare, frambusia, dan demam tinggi. Rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai buruh kuli. Hampir semua tidak mempunyai jamban dan jaraknya jauh dari fasilitas kesehatan.

Apakah penyebab langsung yang mendukung terjadinya gizi buruk?

a)

A.    Mata pencaharian

b)

B.    Curah hujan rendah

c)

C.    Diare

d)

D.    Tidak memiliki jamban

e)

E.    Tidak ada fasilitas pelayanan kesehatan

117.

117. Di suatu daerah X terdapat beberapa kasus pembesaran kelenjar gondok. Setelah dilakukan pemeriksaan secara serentak dan menyeluruh dapat diketahui bahwa desa tersebut mempunyai prevalensi nilai TGR sebesar 23%.

Termasuk kategori apakah kasus endemik pada desa tersebut?

a)

A.    Normal

b)

B.    Ringan

c)

C.    Sedang

d)

D.    Berat

e)

E.    Sangat berat

118.

118. Rumah Sakit S sedang menyajikan makanan untuk pasien. Hidangan yang disajikan hari ini adalah nasi, semur ayam, tempe bacem, terong balado, dan buah pisang. Tenaga gizi harus memastikan bahwa hidangan tersebut dapat meningkatkan nafsu makan pasien dengan memberikan rangsangan sensorik yang sesuai.

Mutu organoleptik apa yang harus dievaluasi oleh tenaga gizi dari menu tersebut?

a)

A.    Rasa

b)

B.    Aroma

c)

C.    Warna

d)

D.    Tekstur

e)

E.    Konsistensi

119.

119. Rumah Sakit S sedang menyelenggarakan makanan pada pasien, ada beberapa pasien yang menderita penyakit TB paru sehingga menu makanan yang disajikan agak berbeda dengan menu lainnya.

Apa yang harus dievaluasi oleh tenaga gizi dari menu tersebut?

a)

A.    Rasa

b)

B.    Aroma

c)

C.    Warna

d)

D.    Tekstur

e)

E.    Konsistensi

120.

120. Instalasi gizi Rumah Sakit P mengadakan penerimaan bahan makanan dari rekanan berupa ikan segar. Namun, ditolak oleh petugas penerimaan karena jumlah satuan kilogram tidak sesuai dengan jumlah ekor yang dipesan.

Apa yang menyebabkan pengembalian lauk hewani oleh petugas?

a)

A.    Memengaruhi nilai gizi

b)

B.    Memengaruhi estetika

c)

C.    Menyulitkan dalam persiapan

d)

D.    Menyulitkan dalam pemorsian

e)

E.    Memengaruhi dalam pengolahan

121.

121. Instalasi gizi Rumah Sakit P menyelenggarakan makanan pada pasien di hari Sabtu, dan beberapa pasien complain terhadap lauk hewani yang disajikan untuk pasien karena hidangan tersebut kurang segar.

Apa yang pertama kali harus dilakukan oleh petugas terkait kasus tersebut?

a)

A.    Evaluasi SOP setiap kegiatan

b)

B.    Evaluasi daftar hadir petugas saat itu

c)

C.    Evaluasi sarana/prasarana pendukung

d)

D.    Evaluasi jumlah petugas di setiap kegiatan

e)

E.    Evaluasi kinerja petugas di setiap kegiatan

122.

122. Instalasi gizi Rumah Sakit P menyelenggarakan makanan pada pasien, salah satunya adalah pasien ginjal. Beberapa buah yang tersedia saat ini adalah apel, pepaya, mangga, buah naga, dan pisang. Buah apa yang sebaiknya tidak disajikan pada pasien tersebut?

a)

A.    Apel

b)

B.    Pisang

c)

C.    Pepaya

d)

D.    Mangga

e)

E.    Buah naga

123.

123. Seorang nutritionist sedang melakukan aktivitas di ruang penerimaan bahan makanan pada kegiatan penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Guna menghindari risiko bahaya, hendaknya berhati-hati dalam melakukan aktivitas di dapur agar terhindar dari kecelakaan pada saat bekerja

Apa upaya yang harus dilakukan oleh petugas pada kasus tersebut?

a)

A. Kenakan alas kaki yang baik

b)

B. Gunakan pisau dengan tepat

c)

C. Gunakan trolley sesuai prosedur

d)

D. Gunakan oven sesuai prosedur

e)

E. Bersihkan lantai setelah bekerja

124.

124. Rumah Sakit S sedang menyelenggarakan makanan pada pasien. Ada beberapa pasien yang menderita penyakit TB paru dengan gejala batuk,demam, dan kurang nafsu makan.

Bagaimana bentuk makanan yang diberikan pada pasien?

a)

A.    A Makanan biasa

b)

B.    Makanan lunak

c)

C.    Makanan saring

d)

D.    Makanan cair kental

e)

E.   Makanan cair jernih

125.

125. Rumah Sakit S sedang menyelenggarakan makanan pada pasien, ada beberapa pasien yang menderita penyakit TB paru dengan gejala batuk, demam, dan kurang nafsu makan.

Bagaimana menu yang diberikan pada pasien?

a)

A.    Nasi, ayam goreng, tempe mendoan, cah buncis, dan semangka

b)

B.    Nasi lunak ayam kentucky, tahu isi, sayur sop, dan jeruk manis

c)

C.    Nasi lunak, ikan kuah, pepes tahu, sayur bening, dan pisang

d)

D.    Bubur, ikan panggang, perkedel tahu, tumis pakis, dan jeruk

e)

E.    Nasi, ikan goreng, pepes kacang merah, tumis kangkung, dan pisang manis

126.

126. Pada restoran L sedang mempersiapkan makanan yang akan disajikan pada konsumen. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan di ruang pengolahan makanan, yang berisiko terjadi kontaminasi terhadap makanan yang akan disajikan pada klien.

Kontaminasi apa yang biasanya terjadi pada kasus tersebut?

a)

A.    Ada sisa tanah pada wortel

b)

B.    Penggunaan minyak bekas yang berulang

c)

C.    Air yang digunakan untuk mencuci sayuran agak berbau

d)

D.    Pisau untuk memotong sayuran sama dengan memotong kue

e)

E.    Masih ada sisa nasi yang mengeras pada wadah untuk penyajian makanan

127.

127. Restoran L sedang mempersiapkan makanan yang akan disajikan pada konsumen, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan di ruang persiapan makanan yang berisiko terjadi kontaminasi terhadap makanan yang akan disajikan pada klien.

Kontaminasi apa yang biasanya terjadi pada kasus tersebut?

a)

A.    Ada sisa tanah pada wortel

b)

B.    Penggunaan minyak bekas yang berulang

c)

C.    Air yang digunakan untuk mencuci sayuran agak berbau

d)

D.    Masih ada sisa nasi yang mengeras pada wadah untuk penyajian makanan

e)

E.    Baskom bekas bahan makanan mentah digunakan untuk menyimpan masakan

128.

128. Restoran L sedang mempersiapkan makanan yang akan disajikan pada konsumen, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan di bagian distribusi makanan yang berisiko terjadi kontaminasi terhadap makanan yang akan disajikan pada klien.

Kontaminasi apa yang biasanya terjadi pada kasus tersebut?

a)

A.    Ada sisa tanah pada wortel

b)

B.    Penggunaan minyak bekas yang berulang

c)

C.    Air yang digunakan untuk mencuci sayuran agak berbau

d)

D.    Pisau untuk memotong sayuran sama dengan memotong kue

e)

E.    Masih ada sisa nasi yang mengeras pada wadah untuk penyajian makanan

129.

129. Seorang ahli gizi yang bekerja di puskesmas dengan daerah rawan bencana banjir diminta pemerintah untuk melakukan program perencanaan, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan gizi dengan baik ketika bencana itu terjadi.

Apa langkah pertama yang dilakukan ahli gizi pada tahap prabencana pada kasus tersebut?

a)

A.    Melakukan sosialisasi dan pelatihan petugas terkait manajemen gizi bencana

b)

B.    Menghitung kebutuhan energi masyarakat

c)

C.    Pelatihan evakuasi

d)

D.    Merencanakan menu

e)

E.    Koordinasi dengan pihak relawan

130.

130. Rumah Sakit S sedang menyelenggarakan makanan pada pasien, untuk itu hidangan yang disajikan adalah nasi, semur ayam, tempe mendoan, cah buncis, jagung, wortel, dan buah pepaya.

Mutu organoleptik apa yang pertama kali terlihat menarik pada penyajian hidangan tersebut?

a)

A.    Rasa

b)

B.    Aroma

c)

C.    Warna

d)

D.    Tekstur

e)

E.    Konsistensi

131.

131. Instalasi gizi Rumah Sakit M sedang melakukan penyelenggaraan makanan bagi pasien. Petugas sudah menerima bahan makanan dari gudang penyimpanan basah dan kering, seperti beras, sayur, lauk, bumbu, dan lain-lain. Untuk selanjutnya akan diteruskan di dapur persiapan.

Peralatan apa yang dibutuhkan oleh petugas pada kegiatan selanjutnya?

a)

A.    Wajan, panci

b)

B.    Talenan, pisau

c)

C.    Piring, mangkok

d)

D.    Baki, sendok sayur

e)

E.    Sendok makan, garpu

132.

132. Instalasi gizi Rumah Sakit M sedang melakukan pengolahan bahan makanan dalam rangka penyelenggaraan makanan bagi pasien. Bahan makanan yang sedang diolah yaitu sayuran dan lauk hewani.

Peralatan apa yang dibutuhkan oleh petugas berdasarkan kasus tersebut?

a)

A.    Wajan, panci

b)

B.    Talenan, pisau

c)

C.    Piring, mangkok

d)

D.    Baki, sendok sayur

e)

E.    Sendok makan, garpu

133.

133. Penyelenggaraan makanan di suatu rumah sakit dengan siklus menu 10 hari dan jumlah pasien 100 orang, ingin menyediakan telur mata sapi untuk lauk pasien pada saat sarapan dengan interval pemberian 9x pemberian selama 1 siklus menu.

Berapa banyak telur yang dibutuhkan selama 1 bulan pada kasus tersebut?

a)

A.    270 butir

b)

B.    2.700 butir

c)

C.    3.000 butir

d)

D.    3.600 butir

e)

E.    9.000 butir

134.

134. Rumah Sakit R sedang menyelenggarakan kegiatan penerimaan bahan makanan di ruang logistik. Salah satu bahan makanan yang diterima petugas adalah lauk hewani dan jenisnya adalah ikan bandeng, dengan jumlah 5 ekor untuk setiap kilogram.

Apa interpretasi yang tepat dari contoh kasus tersebut?

a)

A.    Petugas menerima ikan sesuai dengan jumlah yang dipesan

b)

B.    Petugas menerima ikan yang terlihat besar, dengan jumlah 5 ekor

c)

C.    Petugas menerima ikan dengan berat bervariasi, jumlah 5 ekor per kilogram

d)

D.    Petugas menerima Ikan yang tidak mementingkan berat, asalkan jumlahnya sesuai

e)

E.    Petugas menerima ikan dengan berat yang sama, jumlah 5 ekor per kilogram

135.

135. Pada Rumah Sakit R sedang dilakukan evaluasi terhadap menu yang dihidangkan pada pasien di ruang perawatan. Ada beberapa pasien yang mengeluh terkait seringnya mengonsumsi ikan tongkol dari instalasi gizi. Berdasarkan kasus tersebut, apa yang harus dilakukan petugas terkait komplain pasien?

a)

A.    Mengubah siklus menu yang sedang berjalan

b)

B.    Komplain ke rekanan penyedia bahan makanan

c)

C.    Modifikasi menu dengan jenis bahan makanan yang sama

d)

D.    Melakukan pengecekan terkait spesifikasi bahan makanan

e)

E. Melakukan pengecekan di bagian penerimaan bahan makanan

136.

136. Pada instalasi gizi Rumah Sakit R sedang dilakukan evaluasi terhadap menu yang dihidangkan pada pasien di ruang perawatan. Beberapa pasien mengeluh terkait seringnya mengkonsumsi ikan bandeng dari instalasi gizi sehingga petugas berupaya untuk membuat variasi penampilan dan rasa pada makanan tersebut.

Apa modifikasi yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

A. Perkedel ikan

b)

B. Ikan panggang

c)

C. Ikan kuah kuning

d)

D. Ikan asam manis

e)

E. Pepes ikan kemangi

137.

137. Pada Rumah Sakit R sedang dilakukan evaluasi terhadap menu yang dihidangkan pada pasien di ruang perawatan. Ada beberapa pasien yang mengeluh terkait seringnya mengkonsumsi ikan dari instalasi gizi. Terdapat 3 pasien yang komplain adalah pasien dengan kadar purina zinggi berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Berdasarkan kasus di atas, apa modifikasi menu yang sebaiknya dihindari bagi pasien?

a)

A.    Sup bola-bola ikan

b)

B.    Pempek dan cuko

c)

C.    Sate ikan bumbu belimbing

d)

D.    Siomay ikan bumbu kacang

e)

E.    Perkedel ikan dan sambal bawang

138.

138. Seorang ahli gizi diminta untuk mengidentifikasi penyebab ikan yang disimpan di lemari es mengalami pembusukan. Ikan tersebut nantinya akan diolah petugas untuk dijadikan menu siang hari. Setelah diidentifikasi, penyebab kejadian tersebut adalah petugas shift sebelumnya lupa untuk mengatur suhu setelah membersihkan lemari es.

Pada suhu berapa derajat Celsius bahan makanan ikan seharusnya disimpan pada kasus tersebut?

a)

A.    0-4°C

b)

B.    5-7°C

c)

C.    10°C

d)

D.    -18°C

e)

E.    15-21°C

139.

139. Seorang ahli gizi pada saat mengecek bahan makanan yang akan diolah menemukan bahan makanan tepung terigu dalam kondisi rusak. Setelah diidentifikasi, ternyata tepung tidak disimpan di rak penyimpanan bahan makanan kering, melainkan hanya disimpan di lantai.

Berapa jarak minimal rak untuk penyimpanan bahan makanan pada kasus tersebut?

a)

A.    5 cm dari dinding lantai dan 45 cm dari langit-langit

b)

B.    10 cm dari dinding lantai dan 50 cm dari langit-langit

c)

C.    15 cm dari dinding lantai dan 60 cm dari langit-langit

d)

D.    20 cm dari dinding lantai dan 65 cm dari langit-langit

e)

E.    25 cm dari dinding lantai dan 70 cm dari langit-langit

140.

140. Seorang ahli gizi di penyelenggaraan makanan asrama sekolah sedang diminta untuk melakukan identifikasi makanan siswa yang hampir 30% masih menyisakan makanannya. Diketahui menu makanan tersebut nasi, ayam bacem, tahu bacem, tumis buncis, pisang, dan air putih.

Apakah masalah yang menjadi penyebab kasus tersebut?

a)

A.    Bentuk

b)

B.    Warna

c)

C.    Aroma

d)

D.    Rasa

e)

E.    Tekstur

141.

141. Seorang ahli gizi di sebuah panti sosial sedang menghitung anggaran bahan makanan yang akan dibeli untuk 1 bulan ke depan, terutama untuk bahan makanan daging ayam. Jumlah frekuensi menu daging ayam selama 1 bulan sebanyak 7 kali. Jumlah konsumen yang ada di panti sosial sebanyak 50 orang. Harga daging ayam sebesar 40.000/kg. dan berat kotor daging ayam untuk setiap orang sebesar 90 gr.

Berapa anggaran dalam satu bulan yang dikeluarkan pada kasus tersebut?

a)

A.    Rp1.260.000,00

b)

B.    Rp1.500.000,00

c)

C.    Rp1.867.000,00

d)

D.    Rp2.500.000,00

e)

E.    Rp3.000.000,00

142.

142. Seorang ahli gizi di asrama sedang melakukan identifikasi terkait sisa pepes ikan yang masih besar, yaitu 50%. Setelah diidentifikasi, ternyata rasa pepes ikan tersebut terlalu asin.

Apakah penyebab sisa makanan pada kasus tersebut?

a)

A.    Standar kualitas makanan

b)

B.    Standar porsi

c)

C.    Standar resep

d)

D.    Standar bumbu

e)

E.    Standar makanan

143.

143. Seorang ahli gizi di puskesmas sedang menghitung pengadaan bahan makanan untuk 1 minggu kedepan. Jumlah pasien rawat inap di puskesmas tersebut setiap harinya rata-rata hanya 5 orang saja.

Metode pembelian apakah yang cocok pada kasus tersebut?

a)

A.    Pembelian tanpa tanda tangan

b)

B.    Pembelian melalui tender

c)

C.    Pembelian langsung di pasar

d)

D.    Pembelian dengan musyawarah

e)

E.    Pembelian yang akan datang

144.

144. Ahli gizi di rumah sakit sedang merencanakan peralatan persiapan yang sedang dilakukan oleh ahli gizi tersebut adalah dengan mempertimbangkan peralatan yang tidak beracun, tidak membahayakan konsumen, dan terbuat dari bahan yang aman.

Apa dasar pertimbangan ahli gizi dalam pemilihan peralatan pada kasus tersebut?

a)

A.    Jumlah dan tipe konsumen

b)

B.    Jumlah dan kualifikasi tenaga penjamah makanan

c)

C.    Biaya yang tersedia

d)

D.    Keamanan

e)

E.    Jenis makanan

145.

145. Seorang ahli gizi di asrama sekolah sedang melihat proses penerimaan yang dilakukan oleh petugas penerimaan. Kebetulan rekanan memberikan bonus sayuran brokoli karena sudah bekerja sama cukup lama. Ahli gizi tersebut meminta petugas pengolahan untuk melakukan blanching pada sayuran brokoli tersebut.

Apa tujuan dari proses blanching pada kasus tersebut?

a)

A.    Mengurangi jumlah mikroba

b)

B.    Mematangkan sayuran

c)

C.    Mempermudah petugas pengolahan

d)

D.    Meningkatkan rasa

e)

E.    Agar sayuran tidak terbuang

146.

146. Seorang ahli gizi di rumah sakit diminta pimpinan rumah sakit untuk membantu mendesain ruang dapur untuk gedung baru. Ruangan dapur khususnya produksi akan dibangun sangat luas, untuk pengajuan sarana dan prasarana sudah disetujui oleh pimpinan yang mengutamakan keamanan dan cukup lengkap. Namun, keterbatasannya adalah

ketersediaan tenaga kerja.

Metode distribusi apa yang sesuai pada kasus tersebut?

a)

A.    Metode blind

b)

B.    Metode desentralisasi

c)

C.    Metode kombinasi

d)

D.    Metode konvensional

e)

E.    Metode sentralisasi

147.

147. Seorang ahli gizi sedang mengevaluasi siklus menu ke-7 rumah sakit untuk diet tinggi kalori tinggi protein, banyak ditemukan sisa makanan pada menu ayam bacem dan tahu goreng. Sisa makanan pada ayam bacem sebesar 35% dan tahu goreng sebesar 40%. Menurut komplain dari beberapa pasien, hidangan tersebut kurang menarik dan tekstur yang lumayan kurang empuk.

Apa tindakan modifikasi yang harus dilakukan ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

A.    Modifikasi tekstur makanan

b)

B.    Modifikasi cita rasa makanan

c)

C.    Modifikasi teknik memasak

d)

D.    Modifikasi standar menu

e)

E.    Modifikasi standar porsi

148.

148. Rumah Sakit S sedang menyelenggarakan makanan pada pasien. Untuk itu, hidangan yang disajikan harus menarik sehingga menggugah selera pasien agar berminat untuk makan.

Mutu organoleptik apa yang pertama harus diperhatikan oleh tenaga gizi berdasarkan kasus tersebut?

a)

A.    Rasa

b)

B.    Aroma

c)

C.    Warna

d)

D.    Tekstur

e)

E.    Konsistensi

149.

149. Seorang ahli gizi diminta untuk menghitung perencanaan kebutuhan ransum di daerah yang rawan bencana. Kebutuhan tersebut diperuntukkan untuk orang dewasa, remaja, bayi, dan balita.

Apa yang perlu diperhatikan ahli gizi dalam menghitung perencanaan pada kasus tersebut?

a)

A.    Jenis kelamin

b)

B.    Ras

c)

C.    Asal daerah

d)

D.    Tabu makanan

e)

E.    Usia

150.

150. Seorang ahli gizi sedang melakukan koordinasi dengan beberapa relawan terkait pendistribusian makanan, agar distribusi tersebut sesuai dengan kebutuhan korban dan tetap memperhatikan keamanan pangan.

Saran apa yang diberikan ahli gizi kepada relawan agar distribusi tersebut memperhatikan keamanan pangan?

a)

A.    Kebutuhan korban tercukupi

b)

B.    Makanan dikemas dengan aman dan tepat waktu

c)

C.    Mengutamakan distribusi makanan di lokasi yang dekat

d)

D.    Memisahkan antara makanan yang basah dan yang kering

e)

E.    Melebihkan kebutuhan energi

151.

151. Seorang ahli gizi di sebuah asrama sekolah meminta petugas pengolahan untuk membuat modifikasi resep, yaitu nugget tahu yang resep sebelumnya adalah tahu goreng. Ketika nugget tahu sudah jadi, ahli gizi tersebut meminta tanggapan dari perwakilan siswa terhadap hasil modifikasi resep yang baru. Tujuan dari meminta tanggapan tersebut untuk mengetahui keberhasilan pelayanan makanan.

Instrumen apakah yang seharusnya dipilih ahli gizi untuk menilai cita rasa hasil modifikasi resep pada kasus tersebut?

a)

A.    Recall 24 jam

b)

B.    FFQ

c)

C.    Sisa makanan

d)

D.    Uji hedonik

e)

E.    Penimbangan

152.

152. Seorang ahli gizi sedang mengecek stok penyimpanan tepung terigu di gudang dan menemukan perbedaan data jumlah tepung terigu yang disimpan dengan yang dikeluarkan. Hal tersebut membuat catatan pemesanan menjadi tidak tepat. Setelah diidentifikasi, menunjukkan bahwa petugas lupa untuk mencatat tepung yang diterima dan dikeluarkan dengan benar. Apa nama dokumen yang diperlukan petugas pada kasus tersebut?

a)

A.    Catatan pemesanan

b)

B.    Catatan permintaan

c)

C.    Daftar bahan makanan

d)

D.    Bon pemesanan

e)

E.    Buku stok bahan makanan

153.

153. Seorang ahli gizi di rumah sakit menguji kebersihan peralatan makanan yang baru saja dicuci oleh petugas. Ahli gizi tersebut menguji dengan cara mencium alat, apakah tercium bau amis dan menaburkan garam pada piring yang kering.

Apakah nama uji kebersihan alat pada kasus tersebut?

a)

A.    Mikrobiologi

b)

B.    Kimia

c)

C.    Fisik

d)

D.    Fisikokimia

e)

E.    Hedonik

154.

154. Sinta adalah seorang ahli gizi yang memiliki praktik di sebuah klinik kesehatan ternama. Suatu hari, dia didatangi oleh seorang pasien bernama Wati yang mengalami gangguan makan anoreksia nervosa. Wati merasa sangat cemas dengan berat badannya dan sangat ingin menurunkan berat badan lebih jauh meskipun berat badannya sudah sangat rendah dan tidak sehat. Dr. Sinta mengetahui bahwa informasi dati influencer tersebut sangat tidak berdasar dan berbahaya bagi kesehatan pasien seperti Wati. Namun, Wati bersikeras bahwa dia ingin mengikuti saran dari influencer tersebut. Dr. Sinta harus memutuskan bagaimana menangani situasi ini dengan menjaga etika, moral, dan profesionalisme.

Apa yang harus dilakukan Dr. Sinta untuk menangani situasi ini dengan tetap menjaga etika, moral, dan profesionalisme dalam pekerjaannya?

a)

A.    Menghormati keputusan Wati dan memberikan panduan untuk diet ekstrem yang diinginkan meskipun tahu itu berbahaya

b)

B.    Menolak membantu Wati sama sekali karena saran yang diinginkannya berbahaya, dan menyarankan agar dia mencari bantuan di tempat lain

c)

C.    Memberi tahu Wati bahwa saran dari influencer tersebut salah dan berbahaya, serta memberikan penjelasan mendetail mengenai risiko diet ekstrem dan menawarkan rencana makan yang aman dan sehat

d)

D.    Memberikan saran diet yang aman, tetapi juga mencampurkan beberapa elemen dari diet ekstrem untuk membuat Wati merasa didengar, sambil tetap memantau kesehatannya secara ketat

e)

E.    Mengarahkan Wati untuk mengikuti terapi psikologis terlebih dahulu untuk mengatasi gangguan makannya sebelum memberikan saran gizi

155.

155. Sebuah puskesmas di daerah pedesaan, Budi, seorang ahli gizi, menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan pelayanan gizi kepada masyarakat setempat. Suatu hari, dia didatangi oleh seorang ibu bernama Ibu Rina yang membawa anaknya yang bernama Dika, berusia S tahun dan mengalami malnutrisi. Ibu Rina meminta Budi memberikan suplemen penambah berat badan yang dia lihat di iklan televisi. Iklan tersebut mengklaim bahwa suplemen ini dapat dengan cepat meningkatkan berat badan anak-anak. Budi mengetahui bahwa suplemen tersebut tidak memiliki cukup bukti ilmiah mengenai Keefektifannya dan mungkin tidak aman untuk anak-anak. Budi juga tahu bahwa kondisi ekonomi keluarga Ibu Rina sangat terbatas, dan pembelian suplemen tersebut bisa membebani keuangan keluarga. Di sisi lain, Ibu Rina sangat cemas dan ingin solusi cepat untuk kondisi anaknya.

Bagaimana seharusnya Budi menangani situasi ini dengan tetap menjaga etika, moral, dan profesionalisme dalam pekerjaannya di puskesmas?

a)

A.    Menyetujui permintaan Ibu Rina untuk memberikan suplemen tersebut agar tidak menambah kecemasan Ibu Rina dan segera membantu anaknya

b)

B.    Menolak permintaan Ibu Rina dan tidak memberikan suplemen tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, mengingat suplemen tersebut tidak aman dan tidak terbukti efektif

c)

C.    Menjelaskan kepada Ibu Rina mengenai risiko dan ketidakpastian efektivitas suplemen tersebut, serta menawarkan rencana makan yang lebih seimbang dan terjangkau untuk mengatasi malnutrisi Dika

d)

D.    Memberikan suplemen tersebut sambil memastikan Ibu Rina memahami bahwa suplemen ini hanya sementara dan harus tetap mengikuti rencana makan yang diberikan Budi

e)

E.    Mengarahkan Ibu Rina untuk mencari pendapat dari dokter lain yang mungkin lebih mendukung penggunaan suplemen tersebut agar Ibu Rina merasa puas dengan pilihan yang ada

156.

156. Di sebuah desa terpencil, seorang ahli gizi masyarakat bernama Wati bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang mengalami malnutrisi. Salah satu komponen utama program ini adalah distribusi susu formula kepada balita yang kurang gizi. Namun, Wati menyadari bahwa sebagian besar ibu di desa tersebut tidak memiliki akses yang memadai untuk menyimpan susu formula dengan aman, dan tidak memiliki air bersih untuk mencampur susu formula tersebut sehinggal berisiko tinggi menyebabkan infeksi pada balita. Wati juga mendapatkan informasi bahwa beberapa perusahaan susu formula menawarkan insentif finansial, jika ia bersedia merekomendasikan produk mereka secara eksklusif kepada masyarakat desa tersebut. Insentif ini dapat membantu meningkatkan dana operasional program PMT yang sangat terbatas.

Bagaimana seharusnya Wati menangani situasi ini dengan tetap menjaga etika, moral, dan profesionalisme dalam program gizi masyarakat?

a)

A.    Menerima tawaran insentif dari perusahaan susu formula dan merekomendasikan produk mereka secara eksklusif untuk mendapatkan dana tambahan bagi program PMT

b)

B.    Menolak tawaran insentif dan tetap mendistribusikan susu formula, meskipun ada risiko kesehatan bagi balita karena ketidakmampuan menyimpan dan mencampur susu formula dengan aman

c)

C.    Menolak tawaran insentif, mengedukasi ibu-ibu mengenai risiko dan cara aman menggunakan susu formula, dan mencari alternatif tambahan makanan yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi setempat

d)

D.    Mengubah program PMT untuk fokus pada makanan padat yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi lokal, serta mencari sumber pendanaan lain yang tidak terkait dengan perusahaan susu formula

e)

E.    Membagikan susu formula dengan instruksi tegas mengenai cara penyimpanan dan penggunaan yang aman, serta tetap menerima insentif untuk membantu dana program PMT

157.

157. Joko adalah seorang ahli gizi klinik yang bekerja di sebuah rumah sakit besar. Suatu hari, dia menerima seorang pasien bernama Pak Arif yang berusia 65 tahun dengan riwayat kesehatan yang kompleks. Pak Arif didiagnosis dengan lima penyakit kronis: diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit ginjal kronis, penyakit jantung koroner, dan dislipidemia. Joko harus merancang diet yang sesuai untuk mengelola semua kondisi ini secara bersamaan. Pak Arif merasa sangat terbebani oleh semua pantangan makanan yang harus dia ikuti, dan menyatakan keinginannya untuk menjalani diet yang lebih sederhana, bahkan jika itu berarti mengabaikan beberapa rekomendasi diet untuk penyakitnya. Dia juga menunjukkan beberapa produk diet khusus yang dia beli secara online, yang mengklaim dapat membantu semua kondisi kesehatannya, tetapi Joko tidak yakin akan keamanannya karena produk tersebut belum diakui secara resmi oleh otoritas kesehatan.

Bagaimana seharusnya Joko menangani situasi ini dengan tetap menjaga etika, moral, dan profesionalisme dalam merancang diet untuk Pak Arif?

a)

A.    Menyetujui permintaan Pak Arif untuk diet yang lebih sederhana meskipun tidak ideal untuk semua kondisi kesehatannya demi meningkatkan kepatuhan pasien

b)

B.    Menolak permintaan Pak Arif dan merancang diet yang ketat berdasarkan semua pedoman medis untuk setiap kondisi, meskipun sulit diikuti oleh pasien

c)

C.    Menjelaskan risiko dan manfaat dari diet yang ketat dan diet yang lebih sederhana, serta bekerja sama dengan Pak Arif untuk menemukan kompromi yang optimal dan dapat diterima

d)

D.    Menerima penggunaan produk diet khusus yang dibeli Pak Arif secara online untuk memenuhi keinginannya, selama dia juga mengikuti beberapa pedoman diet utama

e)

E.    Mengarahkan Pak Arif untuk mengikuti terapi nutrisi intensif dan memantau setiap kondisi penyakitnya secara ketat sambil menyesuaikan dietnya secara bertahap sesuai kemampuan dan kepatuhan pasien

158.

158. Di sebuah daerah yang baru saja terkena bencana alam, rumah sakit setempat mendirikan dapur darurat untuk menyediakan makanan bagi para korban. Siska, seorang ahli gizi yang bekerja di instalasi gizi rumah sakit, ditugaskan untuk mengelola dapur darurat ini. Tugasnya mencakup memastikan bahwa makanan yang disediakan memenuhi kebutuhan gizi para korban, termasuk anak-anak, ibu hamil, lansia, dan pasien dengan kondisi kesehatan khusus. Dalam situasi darurat ini, Siska menghadapi berbagai tantangan, yakni ketersediaan bahan makanan yang terbatas, kebutuhan gizi yang beragam, serta tekanan waktu dan sumber daya. Selain itu, ada tekanan dari pihak manajemen rumah sakit untuk menjaga biaya seminimal mungkin karena anggaran yang terbatas. Siska juga mendapat laporan bahwa beberapa bahan makanan yang tersedia mulai mendekati tanggal kedaluwarsa. Sebagian staf dapur menyarankan untuk tetap menggunakan bahan-bahan ini demi efisiensi biaya, sementara yang lain khawatir akan potensi risiko kesehatan jika bahan tersebut digunakan.

Bagaimana seharusnya Siska menangani situasi ini dengan tetap menjaga etika, moral, dan profesionalisme dalam penyediaan layanan gizi di dapur darurat?

a)

A.    Menggunakan bahan makanan yang mendekati tanggal kedaluwarsa demi efisiensi biaya, asalkan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik

b)

B.    Menolak penggunaan bahan makanan yang mendekati tanggal kedaluwarsa dan mencari sumber bahan makanan lain meskipun dengan biaya tambahan

c)

C.    Menggunakan bahan makanan yang mendekati tanggal kedaluwarsa untuk kelompok korban yang lebih sehat, dan menyisakan bahan yang lebih segar untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia

d)

D.    Menyampaikan kekhawatiran kepada manajemen rumah sakit mengenai risiko kesehatan dari penggunaan bahan makanan yang mendekati tanggal kedaluwarsa dan meminta instruksi lebih lanjut sambil mengupayakan donasi bahan makanan segar dari komunitas atau organisasi lain

e)

E.    Menyusun menu yang memanfaatkan bahan makanan yang ada secara optimal dan mengedukasi staf dapur tentang cara memasak yang aman untuk mengurangi risiko kesehatan dari bahan makanan yang mendekati tanggal kedaluwarsa

159.

159. Di sebuah daerah yang terkena bencana banjir besar, sebuah tim ahli gizi dipimpin oleh Ibu Lina ditugaskan untuk memberikan layanan gizi darurat di sebuah pusat evakuasi. Tim tersebut harus memastikan bahwa makanan yang diberikan mencukupi kebutuhan gizi para pengungsi, termasuk anak-anak, ibu hamil, lansia, dan individu dengan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Namun, karena keterbatasan logistik, pasokan makanan yang datang tidak teratur dan kadang-kadang kurang dalam hal variasi gizi. Beberapa donatur juga mengirimkan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi para pengungsi, seperti makanan tinggi gula dan garam. Ibu Lina menghadapi dilema antara memberikan makanan yang ada, yang mungkin tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi para pengungsi, atau menolak makanan tersebut dan menunggu sampai makanan yang lebih sesuai tiba, yang bisa memakan waktu beberapa hari.

Bagaimana seharusnya Ibu Lina menangani situasi ini dengan tetap menjaga etika, moral, dan profesionalisme dalam penyediaan layanan gizi untuk pengungsi di pusat evakuasi?

a)

A.    Memberikan makanan yang ada meskipun tidak ideal secara gizi, dengan harapan dapat menghindari kelaparan dan malnutrisi akut sementara menunggu pasokan makanan yang lebih sesuai tiba

b)

B.    Menolak makanan yang tidak sesuai secara gizi dan menunggu sampai pasokan makanan yang lebih sesuai tiba, meskipun ini bisa memakan waktu beberapa hari dan meningkatkan risiko kelaparan

c)

C.    Memberikan makanan yang ada sambil mengedukasi pengungsi tentang cara mengonsumsinya dengan bijak, seperti mengurangi porsi makanan tinggi gula dan garam, dan berusaha mendapatkan pasokan makanan yang lebih sesuai secepat mungkin

d)

D.    Menggunakan makanan yang ada hanya untuk kelompok pengungsi yang paling tidak rentan, seperti orang dewasa sehat, dan menyimpan makanan yang lebih bergizi untuk kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia

e)

E.    Menghubungi donatur dan meminta bantuan tambahan dengan panduan yang jelas tentang kebutuhan gizi para pengungsi, serta mengatur distribusi makanan yang ada dengan prioritas pada kebutuhan gizi kritis

160.

160. Di sebuah daerah yang baru saja terkena gempa bumi, rumah sakit setempat berupaya menyediakan makanan bagi para pengungsi di pusat evakuasi. Rina, seorang ahli gizi yang bekerja di instalasi gizi rumah sakit, ditugaskan untuk mengelola penyediaan makanan di dapur darurat ini. Saat menyiapkan makanan, Rina menyadari bahwa sebagian besar bahan makanan yang tersedia adalah donasi dari berbagai sumber dan termasuk banyak makanan olahan tinggi gula dan garam. Rina juga menghadapi tekanan dari pihak manajemen untuk mendistribusikan semua makanan yang tersedia agar tidak terbuang percuma, tetapi dia khawatir tentang dampak jangka panjang pada kesehatan para pengungsi, terutama yang memiliki kondisi medis, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Rina juga menyadari bahwa beberapa pengungsi memiliki kebutuhan diet khusus yang memerlukan perhatian ekstra, seperti anak-anak dengan alergi makanan dan ibu hamil yang memerlukan asupan nutrisi tertentu.

Bagaimana seharusnya Rina menangani situasi ini dengan tetap menjaga etika, moral, dan profesionalisme dalam penyediaan layanan gizi di pusat evakuasi?

a)

A.    Mengikuti instruksi manajemen dan mendistribusikan semua makanan yang tersedia, sambil memberikan penjelasan kepada para pengungsi tentang cara mengonsumsi makanan olahan tersebut secara bijak

b)

B.    Memilah makanan yang tinggi gula dan garam untuk tidak diberikan kepada pengungsi dengan kondisi medis khusus, dan mencari cara untuk mendapatkan bahan makanan yang lebih sehat meskipun dengan biaya tambahan

c)

C.    Mengedukasi pengungsi tentang pentingnya keseimbangan gizi dan mengajarkan cara memodifikasi makanan olahan yang tersedia untuk membuatnya lebih sehat, sambil tetap mendistribusikan semua bahan makanan

d)

D.    Melaporkan kekhawatiran kepada manajemen rumah sakit dan meminta sumbangan bahan makanan segar dari komunitas atau organisasi lain untuk melengkapi makanan olahan yang tersedia

e)

E.    Menggunakan makanan olahan yang tersedia hanya sebagai suplemen dan berfokus pada penyediaan bahan makanan segar untuk kelompok rentan, seperti anak-anak dan ibu hamil

161.

161. Di sebuah desa terpencil, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) setempat memiliki program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak balita yang mengalami kekurangan gizi. Ibu Dina, seorang ahli gizi yang bertugas di instalasi gizi rumah sakit setempat, diberi tanggung jawab untuk mengelola dan mengawasi program ini. Posyandu ini biasanya menerima donasi dalam bentuk makanan olahan dari kota, tetapi Ibu Dina menyadari bahwa banyak makanan olahan ini kurang cocok dengan kebutuhan gizi lokal dan sering kali tidak digunakan secara efektif oleh ibu-ibu di desa. Selain itu, ada banyak bahan pangan lokal yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, seperti ubi, jagung, dan sayuran segar yang mudah didapatkan dan terjangkau. Ibu Dina juga berencana untuk mengadakan penyuluhan bagi ibu-ibu di posyandu tentang cara memanfaatkan bahan pangan lokal untuk meningkatkan gizi anak-anak mereka. Namun, dia menghadapi beberapa tantangan, termasuk kurangnya pemahaman masyarakat tentang nilai gizi bahan pangan lokal dan kebiasaan makan yang sulit diubah.

Bagaimana seharusnya Ibu Dina menangani situasi ini dengan tetap menjaga etika, moral, dan profesionalisme dalam penyediaan PMT dan penyuluhan di posyandu?

a)

A.    Melanjutkan penggunaan makanan olahan dari donasi karena lebih praktis, sambil sedikit-sedikit memperkenalkan bahan pangan lokal kepada ibu-ibu di posyandu

b)

B.    Menolak semua donasi makanan olahan dan berfokus sepenuhnya pada penggunaan bahan pangan lokal meskipun ada kemungkinan resistensi dari masyarakat

c)

C.    Mengombinasikan makanan olahan dari donasi dengan bahan pangan lokal dalam program PMT, sambil mengadakan penyuluhan intensif tentang manfaat bahan pangan lokal

d)

D.    Mengadakan survei terlebih dahulu untuk mengetahui preferensi dan pemahaman masyarakat tentang bahan pangan lokal sebelum memutuskan perubahan dalam program PMT

e)

E.    Membuat kebijakan secara bertahap menggantikan makanan olahan dengan bahan pangan lokal dalam program PMT sambil memberikan pelatihan berkelanjutan kepada ibu-ibu di posyandu

162.

162. Di sebuah puskesmas di wilayah pedesaan, Ibu Maya adalah seorang ahli gizi yang bertugas untuk memantau dan melaporkan data kesehatan masyarakat, termasuk data prevalensi stunting pada anak-anak. Data yang terkumpul menunjukkan bahwa tingkat stunting di wilayah tersebut sangat tinggi. Namun, menjelang kunjungan pejabat tinggi dari pemerintah pusat, Ibu Maya menerima tekanan dari pejabat daerah untuk mengubah data stunting agar terlihat lebih baik. Pejabat tersebut beralasan bahwa data yang terlihat baik akan membantu mendapatkan lebih banyak dana dan proyek dari pemerintah pusat. Ibu Maya merasa dilema antara mengikuti perintah pejabat daerah untuk mengubah data dan mempertahankan integritas profesional serta etika dalam pekerjaannya. Dia menyadari bahwa mengubah data dapat berdampak negatif pada upaya penanggulangan stunting yang sebenarnya diperlukan di wilayah tersebut.

Bagaimana seharusnya Ibu Maya menangani situasi ini dengan tetap menjaga etika, moral, dan profesionalisme dalam pelayanannya di puskesmas?

a)

A.    Mengikuti perintah pejabat daerah dan mengubah data stunting agar terlihat lebih baik, dengan harapan mendapatkan lebih banyak dana dan proyek dari pemerintah pusat

b)

B.    Menolak untuk mengubah data dan melaporkan tekanan yang diterimanya kepada atasan langsung atau pihak berwenang yang lebih tinggi

c)

C.    Mengubah sebagian data untuk menurunkan tingkat stunting, tetapi tidak mengubah semuanya agar tidak terlalu mencolok

d)

D.    Melaporkan data yang sebenarnya, tetapi memberikan penjelasan kepada pejabat daerah mengenai pentingnya data yang akurat untuk perencanaan program yang efektif

e)

E.    Menyembunyikan sebagian data yang menunjukkan tingkat stunting tinggi dan hanya melaporkan data yang terlihat lebih baik tanpa benar-benar mengubah data yang ada

163.

163. Seorang ahli gizi rumah sakit melakukan peragaan contoh makanan diet diabetes melitus. Sasaran kegiatan tersebut adalah pasien rawat jalan rumah sakit tersebut. Tujuannya agar pasien-pasien terampil dalam membuat makanan diet diabetes melitus.

Alat peraga apakah yang paling tepat digunakan oleh ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

A.    Poster

b)

B.    Leaflet

c)

C.    Booklet

d)

D.    Demonstrasi

e)

E.    Foto bahan makanan

164.

164. Seorang ahli gizi melakukan konseling gizi kepada seorang pasien yang datang ke puskesmas dengan menggunakan asuransi BPJS. Pasien diberikan kesempatan oleh ahli gizi untuk menceritakan perasaan yang dialami agar ahli gizi dapat memberikan respons dan berupaya memancing pasien bercerita. Pasien tersebut menceritakan keluhannya secara antusias dan terinci.

Kemampuan komunikasi apakah yang dimiliki ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

A.    Motivasi

b)

B.    Persepsi yang selektif

c)

C.    Semantik dan persuasi

d)

D.    Mendengarkan secara aktif

e)

E.    Sopan santun saat berbicara

165.

165. Seorang ahli gizi rumah sakit melakukan konseling gizi pada ibu balita yang memiliki masalah gizi. Kegiatan ini dilakukan karena balita tersebut susah makan dan mau makan hanya dengan satu jenis makanan saja. Pada percakapan ahli gizi memberikan respons kepada ibu balita dengan mengatakan "makanan apa yang disukai oleh anak ibu?" Apakah bentuk keterampilan mendengarkan dan mempelajari pada percakapan tersebut?

a)

A.    Antusias dan persuasi

b)

B.    Komunikasi nonverbal

c)

C.    Sopan santun saat berbicara

d)

D.    Mengajukan pertanyaan terbuka

e)

E.    Mengatakan kembali apa yang dikatakan

166.

166. Seorang ahli gizi memberikan penyuluhan kepada kelompok ibu hamil di suatu pedesaan tentang makanan yang baik untuk mencegah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Ahli gizi tersebut mengalami kesulitan dalam penyampaian beberapa istilah yang masih asing bagi masyarakat setempat.

Hambatan apa yang dialami pada kasus tersebut?

a)

A.    Pesan

b)

B.    Kajian

c)

C.    Saluran

d)

D.    Umpan balik

e)

E.    Komunikator

167.

167. Seorang ahli gizi puskesmas ingin melakukan penyuluhan dengan tujuan agar materi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman klien.

Media penyuluhan apa yang dapat digunakan?

a)

A.    Studi kasus dan demonstrasi

b)

B.    Demonstrasi dan bermain peran

c)

C.    Diskusi kelompok dan bermain peran

d)

D.    Diskusi kelompok, bermain peran, dan konsultasi

e)

E.    Studi kasus, demonstrasi, diskusi kelompok, dan bermain peran

168.

168. Seorang ahli gizi rumah sakit sedang memberikan konseling kepada beberapa pasien di ruang konseling. Pada saat yang bersamaan, ahli gizi diminta untuk menghadiri rapat, sementara masih ada satu pasien rawat jalan yang belum konsultasi.

Tindakan apakah yang harus dilakukan oleh ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

A.    Menjadwalkan ulang konsultasi

b)

B.    Terus melanjutkan pelayanan konsultasi

c)

C.    Meminta pasien menunggu sampai rapat selesai

d)

D.    Memberikan konsultasi melalui media komunikasi

e)

E.    Melimpahkan tugas konsultasi kepada teman sejawat

169.

169. Desa SM merupakan desa yang jauh dari keramaian, tempat tinggal satu sama lain saling berjauhan. Mata pencaharian di desa tersebut adalah sebagai petani dan buruh serabutan. Sesuai data yang diperoleh dari posyandu, sebagian balita mengalami masalah gizi. Sebagai ahli gizi di puskesmas diharuskan melakukan kegiatan penyuluhan kepada penduduk setempat. Ahli gizi akan melakukan penyuluhan kepada ibu balita yang memiliki masalah gizi tersebut. Untuk melakukan penyuluhan, ahli gizi ingin mengetahui apakah materi penyuluhan yang disampaikan sudah dipahami oleh para ibu balita.

Langkah apa yang harus dilakukan oleh ahli gizi?

a)

A.    Melihat raut wajah

b)

B.    Melakukan pre-test

c)

C.    Kembali mengulang materi

d)

D.    Melakukan pre-test dan post-test

e)

E.    Membuat pertanyaan akhir penyuluhan

170.

170. Desa Y merupakan wilayah pemukiman pesisir pantai, mata pencaharian dari masyarakat tersebut adalah nelayan. Ada kepercayaan leluhur yang dipertahankan sampai saat ini, yaitu ibu yang baru melahirkan dilarang mengonsumsi ikan dan hasil laut. Hal tersebut dipercaya jika mengonsumsi ikan atau hasil laut luka setelah melahirkan sulit sembuh dan akan berdampak pada ASI. Kepala puskesmas setempat telah menugaskan ahli gizi dan bidan untuk dapat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan pada Desa Y.

Apakah yang dapat dilakukan oleh ahli gizi?

a)

A.    Melakukan pemberdayaan masyarakat

b)

B.    Melakukan penyuluhan kepada ibu balita

c)

C.    Melakukan koordinasi dengan kepala desa

d)

D.    Melakukan pembinaan ibu PPK dan para kader

e)

E.    Melakukan pemetaan ibu balita yang mempercayai hal tersebut

171.

171. Tn. D seorang karyawan memiliki permasalahan kebiasaan makan yang berdampak kepada berat badan. la berasal dari desa yang bekerja di kota, saat ini ia tinggal sendiri di sebuah kontrakan. Saat istirahat dan pulang kantor, Tn. D sulit mendapatkan makanan yang sehat. Kebiasaannya adalah ngemil dan minum kopi. la datang menemui ahli gizi untuk meminta saran agar kebiasaan makannya berubah. Ahli gizi memberikan konseling mendalam kepada Tn. D.

Pertama kali apa yang harus dilakukan ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

A.    Menggali informasi dan memberikan terapi gizi

b)

B.    Melakukan kesepakatan langkah yang akan diambil

c)

C.    Memperkenalkan diri dan menanyakan nama klien

d)

D.    Mengevaluasi pemahaman klien terhadap hasil yang dilakukan

e)

E.    Ahli gizi melakukan evaluasi diri mengenai kemampuan yang diberikan

172.

172. Seorang mahasiswa gizi sedang melakukan penelitian di Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Puskesmas Mekarmukti menjadi puskesmas terdekat yang ada di wilayah tersebut. Sampel penelitian terdiri dari seluruh balita yang ada di wilayah cakupan Puskesmas Mekarmukti. Peneliti akan mengukur antropometri balita dan tingkat asupan makanan dengan metode recall 24 jam dan SQ-FFQ.

Apakah pernyataan yang paling sesuai dengan penelitian tersebut?

a)

A.    Variabel bebas pada penelitian ini berupa tingkat asupan makan balita

b)

B.    Variabel perancu pada penelitian ini berupa asupan makan balita

c)

C.    Variabel terikat pada penelitian ini berupa berat badan balita

d)

D.    Variabel bebas pada penelitian ini berupa recall 24 jam

e)

E. Variabel terikat pada penelitian ini berupa SQ-FFQ

173.

173. Penelitian menggunakan hewan coba telah banyak dilakukan untuk menguji kandungan zat gizi, khususnya mineral yang terkandung pada beberapa bahan pangan. Senja mengadopsi penelitian tersebut untuk mengetahui efek dari pemberian tepung biji salak yang di klaim tinggi zat besi (Fe) terhadap tikus model anemia. Penelitian ini dilakukan di laboratorium yang sudah terakreditasi sehingga semua aspek penelitian terkendali. Pembagian kelompok hewan percobaan dilakukan secara acak (random).

Apakah jenis penelitian yang dilakukan oleh Senja?

a)

A.    Eksperimen murni

b)

B.    Eksperimen semu

c)

C.    Observasional

d)

D.    Case control

e)

E.    Uji klinik

174.

174. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti sebagai interviewer. Hani sedang mengumpulkan data terkait karakteristik responden karena akan digunakan pada penelitiannya terkait edukasi gizi.

Apakah hal yang harus diperhatikan oleh Hani ketika wawancara berlangsung?

a)

A.    Sikap rendah hati, menghormati responden, dan tetap memperhatikan efisiensi waktu pelaksanaan wawancara

b)

B.    Utamakan pendekatan dengan responden melalui pembukaan yang menyentuh tanpa melihat waktu

c)

C.    Raut muka menyenangkan, menganggap responden objek penelitian, dan sesekali tersenyum

d)

D.    Berpakaian bagus dan nyentrik, menggunakan perhiasan sederhana, dan bersikap anggun

e)

E.    Sanggup menjadi pendengar yang baik apabila respons dari responden baik

175.

175. Sebuah penelitian dilakukan di 14 desa yang terletak di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Sampel penelitian ditentukan oleh tim peneliti sebanyak 465 anak berdasarkan beberapa kriteria, mencakup anak usia 6-24 bulan dengan orang tua atau pengasuh bersedia untuk diwawancarai, serta anak tersebut tidak memiliki kelainan bawaan. Pengumpulan data dilakukan oleh tim enumerator yang sebelumnya telah mendapat pelatihan terkait asesmen gizi. Sebelum wawancara dan pengukuran antropometri, enumerator memberikan informed consent kepada calon responden sebagai tanda persetujuan.

Apakah metode sampling yang tepat dan sesuai dengan kasus di atas?

a)

A. Systematic random sampling

b)

B. Stratified random sampling

c)

C. Simple random sampling

d)

D. Purposive sampling

e)

E. Quota sampling

176.

176. Selama masa Covid-19 beberapa perguruan tinggi memberlakukan Work From Home (WFH) sehingga berdampak terhadap beberapa kegiatan akademik, salah satunya Praktik Kerja Lapangan (PKL) gizi masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, seorang mahasiswa melaksanakan PKL gizi masyarakat di daerahnya sendiri. Tahapan kegiatan ini mulai dari penyampaian surat izin sampai dengan demo pembuatan Makanan Tambahan (MT) berbasis pangan lokal. Pada salah satu kegiatan, terlihat mahasiswa sedang mengumpulkan beberapa orang termasuk petugas posyandu, ketua RT, ketua RW, dan beberapa anak balita beserta orang tuanya. Kegiatan ini bertujuan memberikan arahan terkait program yang akan dilaksanakan di daerah tersebut.

Apakah tahapan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut?

a)

A. Monitoring dan evaluasi kegiatan

b)

B. Focus Group Discussion (FGD)

c)

C. Sarasehan tingkat wilayah

d)

D. Lokakarya mini (Lokmin)

e)

E. Rapat paripurna daerah

177.

177. Seorang mahasiswa gizi sedang menyusun tugas akhir terkait penelitiannya yang berjudul "Gambaran Status Gizi Mahasiswa dengan Risiko Anemia di Lingkungan Universitas Medika Suherman". Sebelum melaksanakan bimbingan, dia menyiapkan suatu dokumen yang berisi tentang langkah-langkah penelitiannya.

Berdasarkan kasus di atas, apakah langkah-langkah penelitian ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa secara berurutan?

a)

A.    Merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, studi pendahuluan, identifikasi variabel dan definisi operasional, sampai dengan menyusun laporan penelitian

b)

B.    Merumuskan masalah, studi pendahuluan, merumuskan hipotesis, identifikasi variabel dan definisi operasional, sampai dengan menyusun laporan penelitian

c)

C.    Merumuskan masalah, identifikasi variabel dan definisi operasional, merumuskan hipotesis, studi pendahuluan, sampai dengan menyusun laporan penelitian

d)

D.    Identifikasi variabel dan definisi operasional, studi pendahuluan, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, sampai dengan menyusun laporan penelitian

e)

E.    Identifikasi variabel dan definisi operasional, merumuskan masalah, studi pendahuluan, merumuskan hipotesis, sampai dengan menyusun laporan penelitian

178.

178. Terdapat seorang mahasiswa yang sedang melaksanakan penelitian terkait "Pengaruh Pemberian Biskuit Kacang Merah terhadap Status Gizi Balita Wasting di Kabupaten Bekasi". Hipotesis yang dibuat pada penelitian ini ada dua, yaitu HO = tidak terdapat pengaruh pemberian biskuit kacang merah terhadap status gizi balita wasting di Kabupaten Bekasi dan Ha terdapat pengaruh pemberian biskuit kacang merah terhadap status gizi balita wasting di Kabupaten Bekasi. Hasil uji "paired sample t-test" menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,002.

Apa kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini berdasarkan hipotesis yang dibuat dan uji statistik?

a)

A.    HO ditolak dan Ha diterima, yang artinya tidak terdapat pengaruh pemberian biskuit kacang merah terhadap status gizi balita wasting di Kabupaten Bekasi

b)

B.    Ha ditolak dan HO diterima, yang artinya tidak terdapat pengaruh pemberian biskuit kacang merah terhadap status gizi balita wasting di Kabupaten Bekasi

c)

C.    Ha ditolak dan HO diterima, yang artinya terdapat pengaruh pemberian biskuit kacang merah terhadap status gizi balita wasting di Kabupaten Bekasi

d)

D.    HO ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat hubungan pemberian biskuit kacang merah terhadap status gizi balita wasting di Kabupaten Bekasi

e)

E.    HO ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh pemberian biskuit kacang merah terhadap status gizi balita wasting di Kabupaten Bekasi

179.

179. Status gizi anak 0-60 bulan merupakan salah satu indikator kualitas sumber daya manusia. Untuk mengetahui besar masalah status gizi dan konsumsi pangan, diperlukan ketersediaan data yang teratur dan berkelanjutan untuk kepentingan perencanaan program dan pengambilan keputusan. Terdapat beberapa kategori status gizi berdasarkan berat badan menurut Umur (BB/U), yaitu 1 = gizi buruk (<-3 SD), 2 = gizi kurang (-3 SD s.d. <-2 SD), 3 = gizi baik (-2 SD s.d. 2 SD), dan 4 = gizi lebih (>2 SD).

Skala apakah yang digunakan untuk mengelompokkan status gizi tersebut?

a)

A. Skala nominal

b)

B. Skala interval

c)

C. Skala ordinal

d)

D. Skala Likert

e)

E. Skala rasio

180.

180. Seorang peneliti ingin mengetahui prevalensi anak wasting di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Data yang dikumpulkan berupa data berat badan dan panjang badan/tinggi badan. Setelah dilakukan analisis, ternyata prevalensinya 10% (>7% dari target indikator kinerja program gizi). Berdasarkan hal tersebut, peneliti berinisiatif untuk membuat suatu penelitian intervensi makanan berbahan dasar pangan lokal untuk membantu menurunkan prevalensi kejadian wasting. Peneliti melakukan uji statistik di akhir penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan lokal terhadap status gizi anak wasting di Kota Bekasi. Data yang digunakan berupa data numerik yang terdistribusi normal hasil pengukuran pre dan post perlakuan.

Uji statistik apa yang paling tepat digunakan pada penelitian tersebut apabila datanya terdistribusi normal?

a)

A. Uji one way ANOVA

b)

B. Uji Kruskal Wallis

c)

C. Uji paired t-test

d)

D. Uji chi-square

e)

E. Uji Wilcoxon