Font size
WorksheetsAkidah 10
Total questions: 35
Worksheet time: 3hrs 55mins
Perhatikan Pernyataan berikut :
1) Menyerahkan urusan kepada Allah,
2) Ikhlas dalam menjalani keputusannya,
3) Meyakini Allah maha mengumpulkan manusia di padang mahsyar
4) Allah meninggikan derajat orang shaleh
5) Allah membalas segala perbuatan baik dan buruk,
Pernyataan diatas ini, manakah yang termasuk pada Asmaul Husna Al Wakil yaitu :
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
1 dan 5
Firman Allah Swt. dalam surat Al-Ahzab ayat 3 yang berbunyi:
وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا
Ayat tersebut secara eksplisit menunjukkan pentingnya berserah diri kepada Allah Swt. setelah berikhtiar. Hikmah yang dapat dipetik dari pemahaman Asmaul Husna yang terkandung dalam ayat ini adalah ....
Mendorong manusia untuk terus berinovasi dan menciptakan hal baru.
Menumbuhkan rasa optimis dan keyakinan akan pertolongan Allah dalam setiap usaha.
Mengajarkan manusia untuk hidup sederhana dan menjauhi sifat boros.
Membangun kesadaran bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah.
Menjadikan manusia lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, seringkali terjadi perbedaan pendapat dan perselisihan. Namun, sebagai seorang muslim yang memahami Asmaul Husna, kita dianjurkan untuk senantiasa berusaha mencari titik temu dan mempersatukan perbedaan tersebut. Sikap ini merupakan implementasi dari pemahaman terhadap Asmaul Husna ....
Ar-Rahman
Ar-Rahim
Al Jami'
Al Quddus
Al Malik
Perhatikan narasi berikut: Sebuah organisasi Islam berupaya menyatukan berbagai kelompok muslim dengan latar belakang yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu kemaslahatan umat. Upaya organisasi ini selaras dengan hikmah yang terkandung dalam Asmaul Husna .... dan dalilnya terdapat dalam surat ....
Al Wakil, Al-Baqarah ayat 286
Al Jami', Ali Imran ayat 103
Ar-Rafi', An-Nisa ayat 59
Al Jami', Al-Jatsiyah ayat 26
Ar-Rafi', At-Taubah ayat 129
Seorang siswa berprestasi di sekolahnya karena ketekunan dan kerja kerasnya. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mengembangkan potensi dirinya. Keberhasilan siswa ini merupakan manifestasi dari salah satu hikmah Asmaul Husna, yaitu .... yang secara tersirat terdapat dalam firman Allah Swt. dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 sebagai berikut :
ﵟيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ 11 ﵞ
Allah akan memberikan kemudahan bagi setiap usaha hamba-Nya.
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
Allah akan memberikan rezeki yang berlimpah bagi orang yang bersyukur.
Allah akan memberikan petunjuk bagi orang-orang yang beriman.
Allah akan mengampuni dosa-dosa orang yang bertaubat.
Perhatikan pernyataan berikut !
1) Fenomena alam seperti pergantian siang dan malam,
2) Allah memberikan amanah kepada manusia
3) berkumpulnya berbagai jenis makhluk hidup dalam satu ekosistem,
4) Allah maha menentukan takdir baik dan buru
5) Allah mengetahui segala sesuatu
merupakan contoh nyata dari kekuasaan Allah Swt. melalui salah satu Asmaul Husna-Nya Al Jami' ditunjukan oleh nomor . . .
1 dan 2
1 dan 4
1 dan 3
1 dan 5
2 dan 3
Perhatikan ilustrasi berikut: Dalam sebuah diskusi tentang perbedaan pendapat antar kelompok keagamaan, seorang siswa bernama Fatimah selalu berusaha mencari titik tengah dan menekankan pada prinsip persaudaraan Islam. Sikap Fatimah ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang konsep .... yang dalilnya terdapat dalam firman Allah Swt. surat Al-Baqarah ayat 143 sebagai berikut :
ﵟوَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَٰكُمۡ أُمَّةٗ وَسَطٗا لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدٗاۗ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلۡقِبۡلَةَ ٱلَّتِي كُنتَ عَلَيۡهَآ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِۚ وَإِن كَانَتۡ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ 143
Ukhuwah Islamiyah
Tasamuh
Islam Wasathiyah
Syura
Hikmah
Firman Allah Swt. dalam surat Al-Baqarah ayat 143 yang berbunyi:
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa umat Islam adalah umat yang berada di tengah. Implikasi dari pemahaman ini dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara adalah ....
Mendorong umat Islam untuk mendirikan negara Islam.
Mengharuskan umat Islam untuk selalu berbeda dengan kelompok agama lain.
Mengajak umat Islam untuk bersikap ekstrem dalam membela kebenaran.
Mewajibkan umat Islam untuk mengikuti semua budaya asing yang positif.
Mendorong umat Islam untuk menjadi penengah dan berlaku adil dalam masyarakat yang beragam.
Dibawah ini yang bukan termasuk ciri-ciri Islam Wasathiyah adalah ....
Tawassuth (moderat)
Tawazun (seimbang)
I'tidal (lurus dan adil)
Tasamuh (toleran)
Tatharruf (ekstrem)
Konsep Islam Wasathiyah sebagai rahmatan lil alamin memiliki makna bahwa ajaran Islam ....
Hanya berlaku bagi umat Islam saja.
Bertujuan untuk menghancurkan peradaban lain yang tidak sesuai.
Membawa kedamaian, kasih sayang, dan kebaikan bagi seluruh alam semesta.
Membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan yang dianggap benar.
Mewajibkan umat Islam untuk memaksa orang lain memeluk agama Islam.
Perhatikan pernyataan berikut: "Sikap berlebihan dalam beragama yang cenderung memaksakan kehendak, mengkafirkan kelompok lain, dan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan." Pernyataan tersebut merupakan ciri-ciri dari .... yang dalam sebuah hadits riwayat An-Nasai sebagai berikut : - إياكم والغلوَّ في الدينِ فإنما أهلَك مَن كان قبلَكم الغلوُّ في الدينِ Hadits tersebut merupakan larangan berlebihan dengan istilah ....
Islam Wasathiyah, Tawassuth
Radikalisme, Tasamuh
Liberalisme, Tawazun
Radikalisme, Ghuluw
Fundamentalisme, I'tidal
Seorang muslim yang memahami ajaran Islam secara komprehensif akan menyadari bahwa tindakan terorisme dan kekerasan atas nama agama sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Hal ini disebabkan karena Islam .... berdasarkan hadits yang melarang sikap ghuluw.
Menganjurkan umatnya untuk berjihad dengan segala cara.
Membenarkan tindakan kekerasan terhadap orang yang berbeda keyakinan.
Menolak segala bentuk ekstremisme dan tindakan melampaui batas dalam beragama.
Mewajibkan umatnya untuk mendirikan kekhilafahan Islam di seluruh dunia.
Memperbolehkan penggunaan kekerasan dalam kondisi tertentu untuk membela diri.
Perhatikan pernyataan berikut :
1) Merasa tertarik pada hal-hal duniawi dan kesenangan sesaat.
2) Berusaha mengendalikan diri dengan memperbanyak ibadah
3) Menjauhi perbuatan yang dilarang agama,
4) Menahan amarah dan emosi,
5) Bersabar terhadap ujian
Berdasarkan pernyataan berikut yang termasuk menahan diri dari ghadab [marah] ditunjukan oleh nomor . . .
1,3,5
1,2,3
1,4,5
1,2,4
3,4,5
Firman Allah Swt. dalam surat Al-Ankabut ayat 69 yang berbunyi:
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Ayat tersebut mengisyaratkan pentingnya mujahadah dalam meraih ridha Allah. Dalam konteks menundukkan nafsu syahwat, mujahadah dapat diwujudkan melalui ....
Mengikuti semua keinginan hati agar tidak merasa tertekan.
Berusaha keras melawan dorongan hawa nafsu yang bertentangan dengan ajaran agama.
Menyalahkan lingkungan sekitar atas munculnya dorongan nafsu.
Menunda-nunda pemenuhan keinginan sampai waktu yang tepat.
Mencari pembenaran atas setiap keinginan yang muncul.
Salah satu hikmah penting dari berhasil menundukkan nafsu syahwat adalah ....
Mendapatkan pengakuan dan pujian dari orang lain.
Memperoleh kekayaan dan kedudukan yang tinggi di masyarakat.
Mencapai ketenangan hati dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Terhindar dari segala macam ujian dan cobaan hidup.
Mampu mengatur orang lain sesuai dengan keinginan sendiri.
Perhatikan hadits Rasulullah Saw. riwayat Abu Dawud:
إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ
Berdasarkan hadits tersebut dan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 134 tentang ciri orang bertakwa yang mampu menahan amarah, dapat disimpulkan bahwa marah adalah ....
Sikap yang terpuji jika digunakan untuk membela kebenaran.
Emosi negatif yang berasal dari bisikan setan dan dapat merusak hubungan sosial.
Bagian alami dari sifat manusia yang tidak dapat dihindari.
Cara efektif untuk menunjukkan kekuasaan dan superioritas.
Ekspresi kejujuran dan ketidakmunafikan seseorang.
Salah satu bahaya besar dari tidak mampu mengendalikan ghadab (marah) adalah ....
Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri.
Mempererat tali persaudaraan dan persahabatan.
Menimbulkan penyesalan, permusuhan, dan bahkan tindakan kekerasan.
Mendapatkan simpati dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Menjadi pribadi yang tegas dan tidak mudah diintimidasi.
Berikut ini yang bukan termasuk cara-cara yang dianjurkan dalam Islam untuk menundukkan amarah yaitu ....
Membaca ta'awudz (أعوذ بالله من الشيطان الرجيم).
Mengubah posisi tubuh (dari berdiri ke duduk atau berbaring).
Berwudhu untuk mendinginkan emosi.
Melampiaskan kemarahan kepada orang yang menjadi penyebabnya agar merasa puas.
Berusaha untuk diam dan tidak mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.
Perhatikan ilustrasi berikut: Seorang guru menghadapi berbagai karakter siswa di kelasnya. Ia berusaha memahami keunikan setiap siswa dan menggunakan metode pengajaran yang tepat agar semua siswa dapat belajar dengan efektif. Tindakan guru ini mencerminkan implementasi dari konsep .... yang secara implisit terdapat dalam firman Allah Swt. surat Al-Baqarah ayat 231 sebagai berikut :
وَإِذَا طَلَّقۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَبَلَغۡنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمۡسِكُوهُنَّ بِمَعۡرُوفٍ أَوۡ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعۡرُوفٖۚ وَلَا تُمۡسِكُوهُنَّ ضِرَارٗا لِّتَعۡتَدُواْۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَقَدۡ ظَلَمَ نَفۡسَهُۥۚ وَلَا تَتَّخِذُوٓاْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوٗاۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَمَآ أَنزَلَ عَلَيۡكُم مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡحِكۡمَةِ يَعِظُكُم بِهِۦۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ 231 ﵞ
Ayat tersebut merupakan tentang penyelesaian perceraian secara baik-baik.
'Adalah dalam mendidik
Syaja'ah dalam bertindak
Hikmah dalam mendidik
Iffah dalam menjaga kehormatan diri
Qana'ah dalam menghadapi ujian
Firman Allah Swt. dalam surat Al-Baqarah ayat 269 sebagai berikut :
ﵟيُؤۡتِي ٱلۡحِكۡمَةَ مَن يَشَآءُۚ وَمَن يُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِيَ خَيۡرٗا كَثِيرٗاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ 269 ﵞ
menyatakan bahwa Allah memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki, dan barang siapa diberi hikmah, maka sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak. Berdasarkan ayat ini, keutamaan utama dari hikmah adalah ....
Mendapatkan kekayaan yang berlimpah.
Memperoleh kedudukan yang tinggi di masyarakat.
Menjadi orang yang paling pandai dan disegani.
Meraih kebaikan yang tak terhingga dari Allah Swt.
Mampu menyelesaikan semua masalah dengan mudah.
Seorang pemuda memiliki potensi besar dalam bidang seni. Namun, ia menyadari bahwa popularitas dan ketenaran dapat menjerumuskannya pada perbuatan maksiat. Oleh karena itu, ia memilih untuk mengembangkan bakatnya secara proporsional dan menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan. Sikap pemuda ini mencerminkan pengamalan dari .... yang dalil naqlinya terdapat dalam surat An-Nur ayat 33 sebagai berikut :
وَلۡيَسۡتَعۡفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَٱلَّذِينَ يَبۡتَغُونَ ٱلۡكِتَٰبَ مِمَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ فَكَاتِبُوهُمۡ إِنۡ عَلِمۡتُمۡ فِيهِمۡ خَيۡرٗاۖ وَءَاتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِيٓ ءَاتَىٰكُمۡۚ وَلَا تُكۡرِهُواْ فَتَيَٰتِكُمۡ عَلَى ٱلۡبِغَآءِ إِنۡ أَرَدۡنَ تَحَصُّنٗا لِّتَبۡتَغُواْ عَرَضَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَمَن يُكۡرِههُّنَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ مِنۢ بَعۡدِ إِكۡرَٰهِهِنَّ غَفُورٞ رَّحِيمٞ 33ﵞ
Syaja'ah Nafsiah
'Adalah terhadap diri sendiri
Hikmah dalam bertindak
Iffah dalam menjaga kesucian diri
Syaja'ah Harbiah
Perhatikan narasi berikut: Dalam situasi konflik, seorang pemimpin tidak terpancing emosi dan mampu mengambil keputusan yang bijaksana serta berpihak pada kebenaran, meskipun berisiko bagi dirinya. Sikap pemimpin ini merupakan contoh dari ....
Hikmah dalam menghadapi ujian dan Syaja'ah Nafsiah
'Adalah terhadap orang lain dan Iffah dalam berbicara
Syaja'ah Harbiah dan Hikmah dalam berbicara
Iffah dalam menjaga kehormatan diri dan 'Adalah terhadap diri sendiri
Hikmah dalam bermasyarakat dan Syaja'ah Harbiah
Firman Allah Swt. dalam surat An-Nisa ayat 58 sebagai berikut :
ﵟ إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا 58 ﵞ
memerintahkan untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak dan menetapkan hukum secara adil. Implementasi dari perintah ini dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
Memberikan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan meskipun kita sendiri kekurangan.
Berani menyampaikan kebenaran meskipun menghadapi risiko dan tantangan.
Menahan diri dari segala bentuk keinginan duniawi yang berlebihan.
Memperlakukan semua orang dengan tanpa memandang status sosial atau latar belakang.
Menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang dalam setiap perkataan dan perbuatan.
Seorang siswa melihat temannya melakukan kecurangan saat ujian. Meskipun merasa takut untuk melaporkannya, ia memberanikan diri untuk menyampaikan hal tersebut kepada guru karena ia menyadari pentingnya kejujuran dan keadilan. Tindakan siswa ini merupakan perwujudan dari .... yang dalil naqlinya terdapat dalam surat ....
Iffah, Al-Ahzab ayat 70 "يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا 70 "
Hikmah, An-Nahl ayat 125 "ﵟٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱLۡمَوۡعِظَةِ ٱLۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱLَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱLۡمُهۡتَدِينَ 125 ﵞ"
'Adalah, An-Nisa ayat 58 “ﵟإِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا 58 ﵞ ”
Syaja'ah Nafsiah, Ali Imran ayat 139 “ﵟوَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ 139 ﵞ ”
Iffah, Al-Ahzab ayat 59 “ﵟيَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا 59ﵞ ”
Perhatikan ilustrasi berikut: Dalam sebuah proyek kelompok, seorang siswa menyusun rencana yang tampak membantu semua anggota, namun di balik itu ia memiliki niat tersembunyi untuk mengambil keuntungan terbesar bagi dirinya sendiri tanpa sepengetahuan yang lain. Perilaku siswa ini sesuai dengan pengertian .... yang diisyaratkan dalam firman Allah Swt. surat Al-Baqarah ayat 42 sebagai berikut :
ﵟوَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ 42 وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ 43ﵞ
tentang mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan.
Tamak
Zalim
Licik
Diskriminasi
Ghibah
Perhatikan pernyataan berikut :
1) Terus terang dalam menyampaikan pendapat meskipun menyakitkan.
2) Berusaha untuk jujur dalam bekerja
3) Melakukan kekerasan fisik maupun verbal kepada orang lain.
4) Bersikap hemat dan tidak menghambur-hamburkan harta.
5) Menggunakan cara-cara yang tidak jujur dan tersembunyi untuk mencapai tujuan.
Berdasarkan pernyataan berikut yang termasuk menahan diri dari licik ditunjukan oleh nomor . . .
3,4,5
1,2,3
1,4,5
1,2,4
1,3,5
Perhatikan hadits Rasulullah Saw. riwayat Bukhari: "Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya berkhianat." Meskipun hadits ini secara spesifik menyebutkan ciri munafik, salah satu perilakunya memiliki kemiripan dengan sifat licik, yaitu ....
Dusta dalam perkataan
Ingkar janji
Khianat terhadap amanah
Sombong dan meremehkan orang lain
Riya' dalam beribadah
Firman Allah Swt. dalam surat At-Takatsur ayat 1-2 sebagai berikut : ﵟأَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ 1 حَتَّىٰ زُرۡتُمُ ٱلۡمَقَابِرَ 2 ﵞ mengingatkan tentang bahaya .... yang melalaikan manusia dari tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu ....
Licik, mencari keuntungan duniawi semata
Tamak, berlomba-lomba dalam urusan dunia hingga ajal tiba
Zalim, menyakiti diri sendiri dan orang lain
Diskriminasi, membeda-bedakan manusia berdasarkan status sosial
Ghibah, membicarakan aib orang lain
Berikut ini yang bukan termasuk beberapa penyebab seseorang berperilaku tamak adalah ....
Kurangnya rasa syukur atas nikmat Allah Swt.
Cinta dunia yang berlebihan (hubbud dunya).
Keyakinan yang kuat bahwa rezeki telah diatur oleh Allah.
Khawatir akan kekurangan rezeki di masa depan.
Terlalu berambisi untuk mengumpulkan kekayaan.
Perhatikan firman Allah Swt. dalam surat Al-'Adiyat ayat 8:
وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
Ayat ini mengindikasikan bahwa salah satu pendorong perilaku tamak adalah kecintaan yang berlebihan terhadap ....
Kekuasaan
Kebaikan (harta)
Ilmu pengetahuan
Ketenangan hati
Popularitas
Bagaimana pemahaman terhadap Asmaul Husna "Al Wakil" dan prinsip Islam Wasathiyah berkontribusi dalam membangun integritas diri dan mencegah perilaku licik dalam interaksi sosial? Analisislah keterkaitannya.
Jelaskan peran mujahadah dan kesadaran akan bahaya tamak serta zalim dalam membentuk karakter muslim yang mampu mengendalikan diri dan menghindari perbuatan tercela. Kaitkan dengan dalil.
Evaluasilah bagaimana implementasi hikmah, 'iffah, dan syaja'ah secara sinergis dapat membentengi generasi muda dari pengaruh negatif modernitas dan mewujudkan pribadi muslim yang unggul. Berikan contoh relevan.
Mengapa konsep 'adalah (keadilan) dan penegasan kesetaraan manusia dalam Islam (QS. Al-Hujurat: 13) sebagai berikut : ﵟيَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ 13 ﵞ menjadi fondasi esensial dalam memberantas diskriminasi? Uraikan analisis Anda.
Bagaimana prinsip Islam Wasathiyah sebagai rahmatan lil alamin dan larangan ghuluw (ekstremisme) dalam Islam dapat menjadi solusi preventif dan kuratif terhadap ancaman radikalisme? Analisislah secara mendalam.
