NEW
Font size
WorksheetsPOST TES PEMBELAJARAN PPI NON KLINIS
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Kriteria dari healthcare associated infection (HAIs) menurut WHO adalah
infeksi terjadi selama pasien dirawat di fasyankes/RS dimana saat masuk tidak ada infeksi atau tidak dalam masa inkubasi, infeksi didapat di RS tetapi muncul setelah pulang, infeksi yang berhubungan dengan pekerjaan antar petugas di fasilitas pelayanan kesehatan/rumah sakit
infeksi terjadi selama pasien dirawat di fasyankes/RS dimana saat masuk rawat inap dalam inkubasi, infeksi timbul ≥ 48 jam setelah rawat inap, didapat di RS tetapi muncul setelah pulang dari RS
infeksi yang berhubungan dengan pekerjaan antar petugas di fasilitas pelayanan kesehatan dan Rumah Sakit
infeksi terjadi selama pasien dirawat di fasyankes/RS dimana saat masuk rawat inap dalam inkubasi, infeksi timbul ≥ 24 jam setelah rawat inap, didapat di RS tetapi muncul setelah pulang dari RS
Dibawah ini faktor resiko HAIs dari segi ekstrinsik, kecuali
petugas kurang menerapkan kewaspadaan isolasi
peralatan tidak standar
pasien lanjut usia
kebersihan permukaan buruk
HAIs dapat disebabkan agen infeksi yang berasal dari sumber infeksi endogen atau eksogen. Berikut adalah sumber HAIs eksogen, kecuali
kulit dan mukosa (hidung/mulut)
personel kesehatan
peralatan perawatan pasien
lingkungan
Infeksi dapat dicegah dengan memutus rantai infeksi, berikut adalah komponen dari rantai infeksi yang benar adalah
infectious agent, reservoir, portal of exit, portal of entry, susceptible host, environment
infectious agent, portal of exit, mode of transmission, portal of entry, susceptible host
infectious agent, reservoir, portal of exit, portal of entry, susceptible host
infectious agent, reservoir, portal of exit, mode of transmission, portal of entry, susceptible host
Berikut ini merupakan pelaksaanaan hand hygiene, kecuali
Kuku selalu pendek
Tidak mencuci sarung tangan diantara pasien
Tidak memakai perhiasan
Memakai kutek/nail art
Penerapan cuci tangan yang tepat adalah
5 moment 6 langkah
6 moment 5 langkah
4 langkah 5 moment
5 moment 4 langkah
Dampak jika limbah RS tidak dikelola sesuai regulasi kecuali
pencemaran lingkungan
risiko infeksi dari paparan mikoroorganisme
sanksi administrasi dan pidana
masyarakat tidak terpapar mikroorganisme
Dibawah ini yang termasuk limbah B3 infeksius adalah
masker, kemasan primer obat, selang oksigen
sarung tangan, bungkus obat, underpad
masker, bekas kemasan gel, spuit, nurse cap
spuit, masker, selang oksigen, nurse cap
Komponen kewaspadaan standar adalah sebagai berikut
hand hygiene, APD, isolasi pasien, penatalaksanaan linen, pengendalian lingkungan, pengelolaan limbah, penempatan pasien, perlindungan kesehatan staf, etika batuk/hygiene respirasi, praktik menyuntik aman, lumbal pungsi
hand hygiene, APD, pemrosesan peralatan pasien, penatalaksanaan linen, pengendalian lingkungan, pengelolaan limbah, penempatan pasien, perlindungan kesehatan staf, etika batuk/hygiene respirasi, kewaspadaan droplet, kewaspadaan kontak
hand hygiene, APD, pemrosesan peralatan pasien, sterilisasi, disinfeksi, pengelolaan limbah, penempatan pasien, perlindungan kesehatan staf, etika batuk/hygiene respirasi, praktik menyuntik aman, lumbal pungsi
hand hygiene, APD, pemrosesan peralatan pasien, penatalaksanaan linen, pengendalian lingkungan, pengelolaan limbah, penempatan pasien, perlindungan kesehatan staf, etika batuk/hygiene respirasi, praktik menyuntik aman, lumbal pungsi
Komponen dari kewaspadaan berdasarkan transmisi, kecuali
kewaspadaan airborne
kewaspadaan isolasi
kewaspadaan kontak
kewaspadaan droplet
ICRA renovasi/kontruksi adalah
ICRA merupakan pengkajian yang dilakukan secara kualitatif terhadap kualitas udara terkait aktifitas pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan
ICRA merupakan proses terdokumentasi yang dilakukan sebelum memulai kegiatan pemeliharaan, pembongkaran, kontruksi ataupun renovasi untuk mengetahui dampak dan risikonya terhadap kualitas udara dengan mempertimbangkan potensi pajanan pada pasien
ICRA merupakan pengkajian yang dilakukan secara rutin terhadap risiko infeksi terkait aktifitas pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan serta mengenali ancaman/bahaya dari aktifitas tersebut
ICRA merupakan pengkajian dampak infeksi dari proses pemelihara maupun konstruksi bangunan terhadapi di fasilitas pelayanan kesehatan
Langkah penyusunan ICRA konstruksi/renovasi adalah
identifikasi tipe proyek konstruksi dan kelompok pasien berisiko, lalu menentukan kelas kewaspadaan dan intervensinya
identifkasi tipe proyek konstruksi kemudian menentukan intervensi melakukan brainstorming untuk menentukan probabilitas, impact dan current system terhadap potensi masalah
menentukan skor yang berdasarkan pembobotan
menentukan intervensi berdasarkan area sekitar kerja yang terdampak
Tujuan ICRA konstruksi/renovasi adalah
meminimalisasi risiko HAIs yang terjadi ketika ada penyebaran jamur atau bakteri di udara dari debu
meminimalisasi risiko HAIs yang terjadi ketika ada penyebaran jamur atau bakteri di udara dari debu, aerosol atau air selama renovasi atau konstruksi
menjaga stabilitas bangunan yang dilakukan renovasi
menjaga kualitas air selama renovasi berlangsung
Pemakaian APD (alat pelindung diri) yang sesuai adalah
tepat indikasi dan pemilihan, tepat disposal, tepat cara lepas
tepat cara pakai, tepat disposal, tepat cara lepas
tepat indikasi dan pemilihan, tepat cara pakai, tepat disposal, tepat cara lepas
tepat indikasi dan pemilihan, tepat cara pakai, tepat disposal
Etika batuk yang benar adalah kecuali
menutup mulut dengan menggunakan masker
menutup mulut dengan telapak tangan
menutup mulut saat batuk dengan lengan tangan bagian dalam
menutup mulut dengan tissue dan membuangnya ditempat sampah
Tindakan yang benar dilakukan jika tangan tertusuk benda tajam (spuit bekas injeksi) adalah kecuali
tidak menekan area tertusuk dan membiarkan darah keluar
memencet berkali-kali jari tangan sampai darah keluar banyak
cuci dengan air mengalir dengan menggunakan sabun/cairan antiseptic
lapor kepada ketua shift/kepala ruang untuk tindakan selanjutnya
Termasuk perlindungan kesehatan petugas kecuali
Pemeriksaan kesehatan berkala kepada petugas
Pelaporan jika terjadi pajanan
Batuk efektif
Pemberian suplemen nutrisi untuk petugas
Sistem ventilasi yang diterapkan di rumah sakit antara lain
ventilasi alamiah, ventilasi mekanik, dan sinar UV
ventilasi alamiah, ventilasi mekanik, dan ventilasi campuran
ventilasi mekanik, HEPA FILTER, dan sinar UV
ventilasi campuran, ventilasi alamiah dan HEPA FILTER
Ruang lingkup pengendalian lingkungan antara lain
pengendalian kualitas udara, kualitas air, permukaan lingkungan dan desain konstruksi bangunan
pengendalian kualitas udara, kualitas air dan jumlah pengunjung
pengendalian kualitas air dan desain konstruksi bangunan
pengendalian kualitas udara, desain konstruksi bangunan dan permukaan lingkungan
Di bawah ini prinsip yang tepat dalam melakukan audit monitoring hand hygiene adalah
audit hand hygiene dilakukan untuk menilai kepatuhan 5 moment hand hygiene
audit hand hygiene dilakukan untuk menilai ketepatan 6 langkah hand hygiene
audit hand hygiene dilakukan oleh petugas yang melakukan hand hygiene itu sendiri
audit hand hygiene dilakukan untuk menilai kepatuhan dan ketepatan dalam melakukan hand hygiene
