NEW
Font size
WorksheetsUAS ERM_25
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Resiko yang muncul karena counter party wanprestasi disebut:
Resiko operasi
Resiko Kredit
Resiko pasar
Resiko karena pihak ke tiga
RAROC merupakan alat pengukuran risiko
Kredit
Operasi
Pasar
Kematian
Penilaian risiko kualitatif dengan menggunakan 3R digunakan untuk mengukur risiko
Pasar
Operasi
Kredit
Kerugian
5C merupakan pengukuran kualitatif untuk risiko
Kerugian portofolio
Pasar
Operasi
Kredit
Dalam menentukan besaran risiko, sering pula dipertimbangkan nilai aset yang menjadi jaminan. Hal ini disebut dengan
Capital
Collateral
Capacity
Cindittion
Berikut merupakan alat penilaian risiko kredit kecuali
Morality Rate
Rating
Scoring
VaR
Pefindo merupakan salah satu perusahaan pemeringkat efek Indonesia. Menurut pefindo, perusahaan yang memiliki rating semakin mendekati nilai Tripel A maka perusahaan tersebut
Kurang layak untuk didanai
Returnya semakin tinggi
Semakin sehat
Semakin berisiko
Z-Score merupakan salah satu alat untuk menilai risiko perusahaan. Apabila nilai Z scor 1.80 maka perusahaan tersebut
Bangkrut
Ada kemungkinan bisa bangkrut
Ada kemungkinan menjadi sehat
Perusahaan yang sehat
Perusahaan yang layat didanai adalah perusahaan yang memiliki nilai Z sebesar
1
2
3
0
Nilai Z untuk setiap perusahaan dapat naik turun setiap tahunnya. Hal yang dapat mempengaruhi perubahan nilai Z adalah di bawah ini, kecuali:
Perubahan Nilai Asset
Besarny Hutang
Perubahan harga saham
Nilai Buku saham
Nilai Z semakin tinggi, menunjukkan perusahaan semakin
Beresiko
Besar kemungkinan bangkrut
Harga sahamnya semakin disukai investor
Sehat
Menghitung prosentase kebangkrutan yang terjadi untuk kelas risiko tertentu digunakan
Mortality rate
RAROC
VaR
Z-Score
Tujuan perusahaan melakukan portofolio adalah
Menghindari kerugian
Memaksimalkan return pada resiko terendah
Meminimalkan risiko pada return tertentu
Memaksimalkan return
Jangan letakkan telur anda dalam satu keranjang merupakan gambaran dari konsep di bawah ini kecuali:
Portofolio
Meminimalkan risiko
Diversifikasi
Memaksimalkan keuntungan
Diversifikasi, merupakan syarat dalam membentuk
Investasi
Portofolio
Usaha
Mendapatkan keuntungan yang tinggi
Risiko yang muncul dikarenakan perusahaan menjalankan bisnisnya disebut dengan risiko
Bisnis
Operasional
Pasar
Kredit
Di bawah ini termasuk resiko operasional kecuali
Kegagalan mendapatkan kredit
Kegagalan proses internal
Kegagalan mengelola karyawan
Kerusakan sistem yang digunakan perusahaan
Di bawah ini termasuk resiko sistem kecuali:
Kerusakan data
Kesalahan pemrograman
Menggunakan big data yang mahal
Menggunakan teknologi yang belum teruji
Pengukuran risiko operasional dengan menggunakan klasifikasi di bawah ini kecuali:
Frekuensi terjadinya resiko
Tempat munculnya risiko
Probabilitas terjadinya risiko
Impack dari risiko
Pengelolaan risiko yang utama adalah yang memiliki:
Severity tinggi dan likelihood tinggi
Severity rendah dan likelihood tinggi
Severity tinggi dan likelihood rendah
Severity rendah dan likelihood rendah
Typo dalam pengetikan merupakan contoh risiko denagn:
Severity tinggi, likelihood tinggi
Severity rendah, likelihood tinggi
Severity tinggi, likelihood rendah
Severity rendahi, likelihood rendah
Perubahan risiko operasional dapat disebabkan seperti di bawah ini kecuali
Globalisasi
Otomatisasi
Kurang mengandalkan teknologi
Perubahan budaya masyarakat
Faktor yang menyebabkan perubahan kurs adalah seperti di bawah ini kecuali:
Perbedaa inflasi
Perbedaan tingkat bunga
Perbedaan pertumbuhan ekonomi
Perbedaan mata uang
Nilai mata uang akan menguat bia seperti di bawah ini kecuali:
Ekonominya bertumbuh relatif lebih tinggi
Bank sentral negara tersebut relatif lebih independen
Tingkat bunga negara tersebut relatif lebih tinggi dibanding negara lain
Inflasi negara relatif lebih rendah dibandingkan inflasi di negara lain
Fisher Effect menyatakan bahwa
Negara yang memiliki tingkat bunga lebih tinggi maka mata uangnya akan melemah
Negara yang memiliki inflasi lebih tinggi maka nilai mata uangnya akan melemah
Negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi lebih rendah maka nilai mata uangnya akan melemah
Negara yang independensi bank sentraknya kurang kuat maka nilai mata uangnya akan melemah
Soverign risk merupakan risiko yang ditanggung perusahaan karena adanya perubahan
Kurs
Inflasi
Tingkat bunga
Pemimpin negara
Untuk memindahkan risiko ke pihak lain maka dapat dilakukan dengan di bawah ini kecuali
Asuransi
Hedging
Mitigasi risiko
Incoporated
Dalam Timing risk maka pengendalian risiko dapat dilakukan seperti di bawah ini kecuali
Sebelum risiko terjadi
Selama risiko terjadi
Setelah risiko terjadi
Hindari risiko (tidak mengambil risiko)
Di dunia ini semua hal selalu ada risikonya, akan tetapi dalam investasi ada yang tidak berisiko yaitu bila kita berinvestadi di
SBI
Saham
Reksa Dana
Deposito bank Pemerintah
Untuk meminimalkan risiko investasi dapat dilakukan dengan portofolio. Akan tetapi dalam portofolio tetap ada risiko yang masih muncul karena
Ada sistematik risk
Ada bisnis risk
Ada diversified risk
Ada risiko perusahaan
Ada risiko yang dapat didiversifikasi, tetapi ada juga risiko yang tidak dapat didiversifikasi. Risiko yang tidak dapat didiversifikasi adalah risiko
Bisnis
Pasar
Risiko perusahaan
Unsistematic risk
Skala ekonomi yang tepat seringkali juga digunakan untuk mengelola risiko. Konsep skala ekonomi adalah seperti di bawah ini
Jumlah produksi semakin ditambahkan maka akan mengurani biaya dan risiko produksi, tetapi sampai titik tertentu bila output terus ditambahkan maka biaya dan risiko produksi akan meningkat
Semakin banyak output yang dihasilkan maka biaya dan risiko produksi semakin rendah
Semakin sedikit output yang dihasilkan maka biaya dan risiko produksi semakin rendah
Semua pendapat tidak ada yang tepat
Semakin banyak eksposur yang serupa, semakin kecil penyimpangan kerugian yang terjadi dari kerugian yang diperkirakan, hal ini merupakan hukum asuransi yang menyatakan
Asuransi yang terbaik
Portofolio optimal
The low of large numbers
Diversifikai yang tepat
Risiko di bawah ini yang merupakan risiko yang tidak dapat diasuransikan adalah
Risiko yang diakibatkan bencana (alam)
Kerugian terjadi karena ketidaksengajaan
Risiko yang memiliki kemiripan dan banyak
Kerugian karena risiko dapat ditentukan dan diukur
Di bawah ini merupakan prinsip asuransi kecuali
Idemnity
Insurable Interest
Subrogration
No warranties
Di bawah ini fungsi yang tidak dilakukan oleh perusahaan asuransi:
Produksi
Adverse
Underwriting
Manajemen Klaim
Tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia dianggap sebagai investasi bebas risiko karena
Ditetapkan oleh menteri keuangan
Ditentukan oleh pemerintah
Dikeluarkan oleh bank Sentral
Dikeluarkan oleh bank pemerintah
Sinergi yang didapatkan perusahaan bila perusahaan menghasilkan 2 jenis produk atau lebih dengan menggunakan input yang sama disebut
Skop Ekonomi
Skala ekonomi
Efisiensi
Diversifikasi
Risiko yang dapat dihindari adalah risiko yang
Terlalu besar
Terlalu kecil (mendekati 0)
Tidak mempengaruhi pencapaian tujuan
Resiko yang tidak memungkinkan untuk ditanggung
Perusahaan menanggung sendiri risiko yang muncul disebut dengan
Risk Transfer
Risk control
Risk Avoidance
Risk Retention
