NEW
Font size
WorksheetsMANAJEMEN UNIT KERJA RS
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Untuk mendapatkan Surat Ijin Praktik, tenaga kesehatan harus memiliki:
STR, Tempat Praktik, Pemenuhan SKP.
STR, Pemenuhan SKP, Kewenangan Klinis.
STR, Kewenangan Klinis, Rincian Kewenangan Klinis.
STR, Penugasan Klinis, Pemenuhan SKP.
Semua jawaban salah.
Persyaratan Kelas Rawat Inap Standar (JKN), kecuali:
Kepadatan ruangan maksimal 6 tempat tidur per ruangan.
Ada nakas per tempat tidur.
Temperatur ruangan 20-26⁰C
Pencahayaan 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk pencahayaan tidur.
Ada kamar mandi dalam ruangan rawat inap.
Sistem kelistrikan esensial 2 diterapkan pada ruangan:
Kamar mandi.
Ruang perawatan pasien.
Nurse central station.
Ruang tindakan.
Ruang administrasi.
Termasuk dalam Asuhan Keperawatan Dasar kecuali:
Pengkajian keperawatan.
Diagnosis keperawaatan.
Perencanaan keperawatan.
Intervensi keperawatan.
Perawatan luka episiotomy.
Sumber daya manusia di unit pelayanan gigi dan mulut kecuali:
Dokter gigi.
Terapis gigi dan mulut.
Perawat gigi dan mulut.
Tenaga administrasi.
Dokter gigi spesialis.
Dokter spesialis gigi yang berfokus pada penggunaan ilmu gigi untuk membantu penegakan hukum dan identifikasi korban kriminal/ bencana adalah:
Radiologi kedokteran gigi.
Prostodonsia.
Konservasi gigi.
Odontologi Forensik.
Periodonsia.
Rasio yang mengukur kemampuan RS untuk memenuhi kewajiban jangka pendek:
Rasio Solvabilitas.
Rasio Likuiditas.
Rasio Aktivitas.
Rasio Profitabilitas.
Return of Invenment.
Dalam manajemen sistem informasi pelayanan (SIP) yang baru, migrasi data dari sistem lama dan uji coba SIP masuk dalam tahap:
Perencanaan.
Implementasi.
Evaluasi.
Pemeliharaan.
Pembaruan sistem.
Menjaga stok dalam batas aman dan mencegah kekurangan atau kelebihan stok, masuk dalam proses manajemen obat:
Perencanaan kebutuhan.
Pengadaan/ pembelian.
Penerimaan dan penyimpanan.
Distribusi obat.
Inventory control.
Manajemen informasi mengenai lingkungan dan limbah beracun berbahaya (B3) dengan pelacakan pengangkutan oleh transporter berijin masuk dalam tahapan:
Input data.
Inventarisasi.
Tracking.
Dokumentasi.
Pelaporan berkala ke SPEED.
Manfaat menggunakan Laboratory information system (LIS) adalah sebagai berikut, kecuali:
Kecepatan hasil pemeriksaan karena sistem otomatisasi hasil dari alat.
Data langsung dari alat akan mengurangi kesalahan input manual.
Integrasi data klinis, data terhubung ke EMR pasien.
Jejak audit, setiap proses tercatat otomatis.
Menyimpan arsip citra digital dalam jangka panjang.
Programmer dan administrator data base dalam unit Sistem informasi RS, termasuk dalam kategori SDM:
Manajerial.
Teknis.
Operasional.
Klinis.
Strategis.
SDM Elektromedis di instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit tidak berperan dalam pekerjaan:
Instalasi dan setup alat kesehatan.
Pemeliharaan rutin alat medis kerjasama dengan distributor penyedia alat.
Perbaikan alat medis (korektif)
Kalibrasi dan Validasi alat kesehatan.
Pemeliharaan mesin genset rumah sakit.
Termasuk dalam pemeliharaan aktif, kecuali:
Pengujian system alarm kebakaran (springkle, smoke detector, heat detector) secara berkala.
Penggantian suku cadang saat terjadi kerusakan.
Kalibrasi berkala alat medis.
Pengecekan dan pelumasan rutin pompa air, genset.
Pembersihan Filter HEPA berkala.
Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan SDM di Instalasi Sterilisasi Sentral adalah:
Terlalu banyak staf tanpa tugas yang jelas.
Rotasi kerja antar ruangan.
Risiko paparan infeksi dan bahan kimia.
Kurangnya permintaan alat medis.
Persaingan antar rumah sakit.
Tujuan utama pemisahan zona kotor, zona bersih dan zona steril dalam tata letak ruang Sterilisasi sentral adalah untuk:
Menghemat energi dan biaya
Memudahkan pengawasan CCTV.
Mencegah kontaminasi silang.
Memudahkan komunikasi antar petugas.
Menyimpan alat dengan lebih flexible
Jalur alur kerja di ruang Sterilisasi sentral harus mengikuti prinsip:
Lurus bolak-balik agar hemat tempat.
Sirkular agar efisien.
Satu arah dari kotor ke steril tanpa persilangan.
Bebas tergantung kondisi ruang.
Terbuka agar fleksibel.
Peralatan di Instalasi Sterilisasi Sentral harus memiliki pelacakan yang artinya:
Alat diberi label harga.
Alat dapat dipantau jalur perbaikannya.
Alat dapat dilacak riwayat proses dekontaminasi dan sterilisasi.
Alat dilengkapi sensor alarm otomatis.
Alat harus bisa dilacak lokasi produksinya.
Ruang linen rumah sakit harus memiliki sistem ventilasi dan pencahayaan yang memadai. Tujuan utamanya adalah:
Mengurangi konsumsi air.
Meningkatkan kenyamanan staf dan mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme.
Menghindari rotasi kerja staf.
Menyesuaikan estetika ruangan.
Menurunkan biaya listrik.
Alat yang digunakan untuk mencuci linen dalam jumlah besar dan secara otomatis di rumah sakit adalah:
Mesin cuci rumah tangga.
Flatwork ironer.
Mesin autoclave.
Vacuum cleaner industry.
Mesin barrier washer extractor.
Sistem saluran pembuangan limbah laundry harus dirancang agar:
Dapat dibuka-tutup manual.
Mengalir ke arah dapur gizi untuk melarutkan lemak yang menyumbat saluran air.
Tidak mencemari lingkungan dan memenuhi standar sanitasi rumah sakit.
Dapat digunakan ulang sebagai air bersih.
Tersambung dengan saluran air hujan.
Penjahitan kain dalam rangka memenuhi kebutuhan sesuai perencanaan adalah pelayanan laundy-linen dalam tahap:
Perencanaan linen.
Inventarisasi linen.
Pengadaan linen.
Penyimpanan linen.
Pendistribusian linen.
Lokasi kamar jenazah di rumah sakit idealnya ditempatkan di:
Lantai atas dekat ruang ICU.
Area terbuka dekat taman.
Area khusus yang terpisah dari area pelayanan pasien aktif.
Dekat ruang tunggu keluarga pasien.
Di tengah gedung agar mudah dijangkau.
Alur pelayanan jenazah yang benar di rumah sakit meliputi:
Pemulasaraan → Penyimpanan → Serah terima
Pendaftaran → Serah terima → Pemulasaraan
Serah terima → Pemeriksaan medis → Pemulasaraan
Pemeriksaan medis → Pemulasaraan → Serah terima
Pengiriman → Pendaftaran → Pelabelan
Pelatihan yang harus diikuti oleh petugas ruang pemulasaraan jenazah:
Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian infeksi (PPI).
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pelatihan Pemulasaraan Jenazah sesuai dengan SPO RS dan agama/ kepercayaan.
Pelatihan Etika dalam penanganan jenazah.
Semua jawaban benar.
