WorksheetsUAS Manajemen Produksi Teknik Grafika 2025
Total questions: 60
Worksheet time: 35mins
Tujuan utama dari perencanaan produksi adalah:
Menghemat biaya listrik
Menurunkan kualitas produk
Menjamin kelancaran proses produksi
Menambah jumlah pekerja
Faktor utama yang perlu diperhatikan dalam perencanaan produksi grafika adalah:
Jumlah karyawan tetap
Kemasan produk
Waktu penyelesaian dan spesifikasi desain
Warna tinta yang tersedia
Jadwal produksi dibuat untuk:
Meningkatkan biaya produksi
Mengurangi jam kerja
Menyusun urutan kerja yang efisien
Mengganti mesin produksi
Dalam industri grafika, yang termasuk sumber daya produksi adalah:
Iklan dan promosi
Tenaga kerja, bahan, mesin
Pelanggan dan investor
Lembaga pendidikan
Yang termasuk dokumen penting dalam perencanaan produksi adalah:
Faktur dan kuitansi
Surat izin usaha
Work Order (WO)
CV dan portofolio
Estimasi biaya produksi mencakup:
Biaya transportasi pribadi
Biaya cetak, bahan, tenaga kerja
Gaji manajer
Bonus akhir tahun
Fungsi layout produksi adalah untuk:
Menyusun laporan keuangan
Menentukan harga jual
Menata alur kerja yang efisien
Mempromosikan produk
Time schedule dalam produksi mencakup:
Waktu istirahat pekerja
Rencana pemasaran
Durasi setiap tahap produksi
Jadwal gaji
Dalam perencanaan bahan baku, penting untuk mempertimbangkan:
Warna favorit pelanggan
Ketersediaan di pasar dan kebutuhan desain
Model printer terbaru
Gaya hidup karyawan
Fungsi utama dari SOP (Standard Operating Procedure) adalah:
Mengatur jam makan
Memberikan pelatihan seni
Menstandarkan proses kerja
Menentukan warna desain
Proses pra-cetak meliputi:
Penjilidan dan pengemasan
Desain, layout, dan proofing
Percetakan dan distribusi
Pembayaran dan pengiriman
Alat utama pada proses cetak offset adalah:
Screen printing
Mesin press offset
Printer inkjet
Mesin sablon
Proses finishing meliputi kegiatan:
Editing desain
Cutting, folding, binding
Warna proofing
Pra-rilis media
Salah satu keuntungan digital printing dibanding offset adalah:
Hasil lebih buram
Tidak memerlukan tinta
Waktu produksi lebih cepat untuk jumlah kecil
Biaya tinggi untuk sedikit cetakan
Dalam percetakan, warna CMYK terdiri dari:
Cyan, Magenta, Yellow, Black
Cyan, Magenta, Yellow, Blue
Cyan, Magenta, White, Black
Cyan, Magenta, Gray, Black
Proofing adalah proses untuk:
Mengatur jadwal produksi
Menguji kecepatan mesin
Meninjau hasil desain sebelum dicetak
Mengganti bahan baku
Hal utama yang harus dikendalikan saat proses cetak berlangsung adalah:
Hal utama yang harus dikendalikan saat proses cetak berlangsung adalah:
Suhu ruangan
Warna dan ketepatan register
Jumlah pekerja
Gaji operator
Yang termasuk teknik cetak konvensional adalah:
Inkjet printing
Flexography
Sublimasi
Laser printing
Bahan cetak seperti kertas coated digunakan untuk:
Kartu nama biasa
Buku latihan
Brosur dan majalah
Amplop kantor
Satuan ukuran ketebalan kertas disebut:
Liter
Micron
GSM (Gram per Square Meter)
DPI
DPI dalam dunia grafika merujuk pada:
Detik Per Inci
Dot Per Inch
Design Production Index
Data Printing Input
Untuk pencetakan poster A2, jenis printer yang cocok adalah:
Inkjet A4
Digital press
Wide format printer
Dot matrix
Warna RGB biasanya digunakan untuk:
Cetakan brosur
Media digital/screen
Katalog cetak
Buku tulis
Tujuan utama pengendalian produksi adalah:
Mengurangi staf
Mempercepat promosi
Menjaga mutu dan ketepatan waktu
Menurunkan harga
Contoh alat bantu untuk kontrol kualitas cetakan:
Timbangan
Loupe/magnifier
Stopwatch
Alat ukur listrik
Istilah "lead time" merujuk pada:
Waktu tunggu antara pesanan dan produksi selesai
Jumlah tinta yang digunakan
Waktu kerja shift
Lama promosi
Manajemen SDM dalam produksi grafika berfungsi untuk:
Menyusun laporan tahunan
Mengatur distribusi produk
Menyediakan tenaga kerja yang kompeten
Mendesain brosur
Training karyawan di industri grafika biasanya mencakup:
Desain
Teknik cetak
Motivasi karyawan
Kepemimpinan
Salah satu kriteria operator mesin cetak adalah:
Berpengalaman dalam bidang grafika
Memahami mutu bahan
Teliti dan memahami teknis mesin
Memahami color management
Kedisiplinan dalam proses produksi penting untuk:
Membuat lingkungan nyaman
Menambah waktu untuk break
Menjaga jadwal dan kualitas
Meningkatkan komunikasi sosial
Salah satu metode evaluasi kinerja produksi adalah:
Penilaian loyalitas
Analisis output vs target
Survei pelanggan
Perilaku kerja
Peran supervisor produksi adalah:
Mempromosikan produk
Memimpin tim perencanaan pemasaran
Mengawasi jalannya proses produksi
Mendesain kebutuhan promosi
Rotasi kerja dilakukan agar:
Rotasi kerja dilakukan agar:
Pekerja tidak bosan dan meningkatkan skill
Mengurangi gaji karyawan yang berlebih
Menentukan jadwal shift pekerja
Menghilangkan jam lembur
Quality Control (QC) bertugas untuk:
Memastikan bahan baku
Mengawasi kinerja produksi
Menjamin mutu hasil cetakan
Melayani pelanggan
Standar mutu produksi ditentukan oleh:
Tim desain/kreatif
Tim QC dan QA dan kebutuhan pelanggan
Spesifikasi teknis dan kebutuhan pelanggan
Ketersediaan mesin cetak
Salah satu indikator efisiensi produksi adalah:
Kesesuaian produk dengan standar hingga 90%
Kecepatan produksi dengan sedikit cacat
Jumlah desain yang beragam dalam 1 kali produksi
Mesin yang dapat terus bekerja sehingga kuantitas produksi maksimal
"Waste" dalam produksi grafika berarti:
Bahan yang tidak dapat dipakai
Bahan sisa atau cacat
Produk yang tidak terjual
Kekurangan pada produk
Dalam produksi massal, yang harus dijaga adalah:
Timeline
Konsistensi kualitas
Jumlah waste
Perawatan mesin
Penyebab umum cacat cetak offset adalah:
Pemilihan jenis kertas
Mesin terlalu baru
Ketidakseimbangan tinta atau air
Desain terlalu bagus
Untuk menghindari kesalahan cetak, diperlukan:
Tenaga kerja yang kompeten
Pengawasan dan pengecekan berlapis
Jumlah tenaga kerja yang banyak
Kondisi mesin
Salah satu bentuk keselamatan kerja di percetakan adalah:
Waktu istirahat
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
Jadwal bekerja yang efektif
Kompensasi yang sesusi dengan pekerjaan
Bahaya umum di ruang produksi grafika adalah:
Pendingin ruangan dengan suhu berlebih
Asap dan bahan kimia tinta
Ergonomi
Mesin potong
Alat pelindung kerja yang umum digunakan:
Kacamata, sarung tangan, masker
Baju produksi, sepatu, helm
Kacamata, sarung tangan, helm
Masker, jas lab, sepatu
Fire extinguisher harus disediakan karena:
Bagian dari SOP Keselamatan kerja
Melindungi karyawan
Antisipasi kebakaran dari bahan mudah terbakar
Menjaga produk dari bahaya
Untuk menjamin keamanan data desain, perusahaan perlu:
Menyimpan hardcopy
Menghapus data setelah dicetak
Backup digital secara rutin
Cetak dua kali
Manajemen limbah produksi meliputi:
Tim manajemen limbah
Pembuangan tinta dan kertas sisa dengan aman
Tempat penyimpanan bahan baku yang aman
Kerjasama eksternal
Penggunaan sistem digital dalam manajemen produksi bertujuan untuk:
Menjaga keamanan
Mengurangi jumlah SDM
Meningkatkan efisiensi dan akurasi
Memudahkan komunikasi grafika
ISO 12647 berkaitan dengan:
Standar keuangan perusahaan
Standar desain interior
Standar reproduksi warna cetak
Standar SDM grafika
Sistem kerja yang berorientasi pada waktu dan output disebut?
Sistem manajemen produksi
Sistem lembur
Sistem shift
Just in time
Metode pencetakan yang menggunakan silinder dan banyak digunakan untuk kemasan, disebut?
Offset
Gravure
Digital
Relief
Fungsi inventory dalam produksi adalah?
Mengatur pesanan
Memanajemen jumlah stok produk
Mengatur persediaan bahan
Mengatur alur kerja produksi
Apa yang dimaksud dengan overhead cost dalam produksi?
Biaya langsung bahan
Biaya langsung tenaga kerja
Biaya tidak langsung seperti listrik
Biaya promosi
Sebuah perusahaan percetakan menerima pesanan mendadak dari klien besar untuk mencetak 10.000 brosur dalam waktu 3 hari. Saat ini, jadwal produksi sudah padat.
Menolak pesanan karena tidak masuk dalam jadwal
Menurunkan kualitas cetak untuk mengejar waktu
Melakukan rescheduling dan menambah shift lembur
Mengalihkan pesanan ke vendor lain
Selama proses cetak offset, hasil cetakan menunjukkan adanya warna yang tidak konsisten di setiap lembar. Operator mencurigai adanya ketidakseimbangan tinta dan air.
Menghentikan mesin dan melakukan kalibrasi ulang
Melanjutkan produksi untuk mengejar target
Mengganti seluruh bahan cetak
Menambahkan air secara manual
Klien mengeluh karena hasil cetak katalog yang diterima tidak sesuai dengan dummy/proof yang telah disepakati. Setelah ditelusuri, versi final yang dicetak tidak melalui proses proofing.
Operator mesin tidak terampil
Tidak adanya sistem kontrol prosedur kerja
Mesin cetak rusak
Tidak ada peran QC
Tim produksi mengeluhkan ketidaksesuaian antara jadwal kerja dan kapasitas mesin yang ada, menyebabkan keterlambatan pengiriman produk. Apa pendekatan manajemen yang sebaiknya dilakukan?
Memberikan bonus untuk kerja lembur
Mengabaikan keluhan terlebih dahulu karena target lebih penting
Melakukan evaluasi time scheduling dan efisiensi alur kerja
Mengurangi jumlah pesanan yang diterima
Perusahaan akan mencetak kemasan produk makanan dalam jumlah besar, namun belum mengantongi sertifikasi food grade untuk bahan cetaknya. Apa risiko terbesar jika tetap melanjutkan produksi?
Kehilangan klien
Menerima sanksi dari perusahaan klien
Tuntutan hukum dan pencemaran merek
Produksi akan terhambat
Perusahaan akan mencetak kemasan produk makanan dalam jumlah besar, namun belum mengantongi sertifikasi food grade untuk bahan cetaknya. Apa risiko terbesar jika tetap melanjutkan produksi?
Kehilangan klien
Menerima sanksi dari perusahaan klien
Tuntutan hukum dan pencemaran merek
Produksi akan terhambat
