NEW
Font size
WorksheetsUTB BIOKIM HOEKKK
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Karakteristik fisik darah yang benar adalah:
pH darah normal berkisar antara 6,5 – 7,0
Volume darah pria lebih sedikit dibanding wanita
Suhu darah lebih rendah dari suhu tubuh
Darah terdiri dari 45% plasma dan 55% sel
Darah memiliki viskositas lebih tinggi dibanding air
Komponen utama plasma darah yang berperan dalam menjaga tekanan osmotik adalah:
Immunoglobulin
Albumin
Fibrinogen
Transferin
Hemoglobin
Zat yang berperan dalam sintesis heme di mitokondria eritroblas adalah:
Glisin dan suksinil-KoA
Alanin dan asam piruvat
Lisin dan oksaloasetat
Prolin dan sitrat
Leusin dan malat
Proses pemecahan hemoglobin dalam sistem retikuloendotelial menghasilkan:
Bilirubin terkonjugasi
Bilirubin tidak terkonjugasi
Urobilinogen langsung
Hemoglobin bebas dalam urine
Transferin yang lebih aktif
Oksidasi hemoglobin bebas dalam plasma menghasilkan:
Methemoglobin
Hemoglobin terkonjugasi
Hemin
Hemosiderin
Urobilin
Struktur molekul yang mengikat oksigen dalam hemoglobin adalah:
Rantai globin
Gugus fosfat
Ion natrium
Gugus heme
Albumin
Prekursor utama dalam sintesis heme di mitokondria adalah:
Asam amino glutamat
Asam α-amino-β-keto-adipat
Asam aspartat
Asam piruvat
Asam malat
Enzim pengendali laju dalam biosintesis porfirin adalah:
ALA-dehidratase
Protoporfirinogen oksidase
Ferokelatase
ALA-sintase
Biliverdin reductase
Inhibitor enzim ALA-dehidratase dalam sintesis heme adalah:
Zat besi (Fe²⁺)
Magnesium (Mg²⁺)
Timbal (Pb)
Zeng (Zn)
Tembaga (Cu)
Enzim yang mengkatalis proses pemecahan Heme biliverdin adalah:
Heme sintase
Biliverdin reduktase
Ferokelatase
Heme oksigenase
Uroporfirinogen dekarboksilase
Protein yang mengikat Bilirubin dalam darah adalah:
Albumin
Hemoglobin
Globulin
Transferin
Myoglobin
Senyawa yang terbentuk setelah reduksi biliverdin adalah:
Heme
Urobilinogen
Bilirubin
Sterkobilin
Protoporfirin
Proses pencernaan dipengaruhi oleh aktivitas hormon pencernaan, hormon berikut ini yang menstimulasi pembentukan garam empedu adalah:
Gastrin
Sekretin
Insulin
Kolesitokinin
Glukagon
Berikut ini pasangan zat dan sistem absorpsinya dalam saluran pencernaan yang tepat adalah:
Asam amino dengan bantuan Na+
Glukosa dengan difusi terfasilitasi
Fruktosa dengan transport aktif
Peptida besar dengan bantuan H+
Monoasilgliserol dengan transport aktif
Asam lambung (HCl) dalam pencernaan protein berfungsi untuk:
Meningkatkan pH lambung
Mengemulsi lemak
Menghambat sekresi enzim pankreas
Menyebabkan netralisasi di duodenum
Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin
Produk akhir dari pencernaan lipid oleh lipase pankreas adalah:
Trigliserida dan fosfolipid
Asam lemak dan monogliserida
Asam amino dan glukosa
Kolesterol dan asam lemak bebas
Gliserol dan disakarida
Fungsi utama empedu dalam pencernaan adalah:
Meningkatkan pH lambung
Mengaktifkan pepsin
Mengemulsi lemak
Menghidrolisis protein
Mencerna amilum
Gas dalam saluran cerna dapat dihasilkan melalui berbagai mekanisme. Manakah dari berikut ini yang bukan penyebab utama pembentukan gas dalam saluran cerna?
Aerofagia (menelan udara saat makan atau minum)
Fermentasi bakteri di usus besar
Difusi gas dari darah ke dalam lumen usus
Produksi gas oleh enzim pencernaan lambung
Reaksi kimia antara asam lambung dan bikarbonat
Hormon adalah zat kimia yang merupakan molekul sinyal, berfungsi mengatur metabolism sel dengan cara :
Mengatur aktivitas enzim yang sudah ada dalam sel sasaran sehingga kerjanya lambat.
Mengatur aktivitas enzim yang sudah ada dalam sel sasaran saat hormone bekerja.
Mengatur aktivitas dan sintesis enzim dalam sel sasaran secara cepat.
Mengatur aktivitas dan sintesis protein serentak dengan cepat.
Mengatur sintesis atau degradasi protein secara cepat
Seorang pasien penderita diabetes mellitus (DM) datang ke klinik dengan keluhan gejala alergi. Obat golongan hormon yang dapat menghilangkan gejala alergi, tetapi dapat memperparah keadaan DM adalah :
Insulin.
Glukagon.
Tiroksin.
Kortisol.
Estrogen.
Seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan sering berkeringat dan sudah makan banyak tetap kurus. Pada peneriksaan fisik terlihat gejala exopthalmia. Pada pemeriksaan serum menunjukkan gejala hipertiroidism. Pasien ini kelebihan hormon :
Insulin.
Glukagon.
Tiroksin.
Kortisol.
Estrogen.
Seorang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan diare, mual terutama setelah makan makanan berlemak. Pada pemeriksaan feces menunjukkan gejala steatorea (feces pucat dan berlemak). Gejala ini dapat terjadi akibat kurang atau tidak ada sekresi enzim pancreas dan empedu. Hal ini dapat terjadi karena pasien kekurangan hormone :
Adrenalin
Progesteron
Gastrin
Insulin
Kolesistokinin
Seorang wanita hamil 40 minggu ada gejala untuk melahirkan,wanita ini ingin melahirkan secara normal tanpa operasi, maka wanita ini perlu diinduksi dengan pemberian hormone :
Progesteron
Estrogen
Testosteron
Oksitosin
Kalsitriol
Wanita hamil dan anak balita sebaiknya terpapar sinar matahari pagi, agar wanita dan anak tersebut tidak mengalami gangguan metabolisme kalsium, sehingga wanita tersebut tidak menderita osteoporosis dan pertumbuhan tulang anak balita sempurna. Sinar matahari (UV) dapat membantu sintesis hormon :
Adrenalin
Tirolsin
Kalsitriol
Estrogen
Gastrin
Agar hormone dapat aktif bekerja sebagai molekul sinyal pada sel sasaran harus terdapat reseptor yang sesuai. Kalimat dibawah ini mana yang paling tepat
Reseptor hormone polipeptida terdapat di dalam sel sasaran.
Reseptor hormone steroid terdapat pada permukaan sel sasaran.
Reseptor hormone polipeptida terdapat pada permukaan sel sasaran.
Reseptor hormone tiroksin terdapat pada permukaan sel sasaran.
Reseptor untuk semua hormone terdapat pada permukaan sel sasaran.
Pertukaran gas O2 dan CO2 berlangsung di dalam tubuh dengan melibatkan hemoglobin sebagai media transportasi, daya ikatan dan sifat- sifat hemoglobin (Hb) yang tepat adalah:
Pengikatan O2 pada besi heme dari hemoglobin melalui reaksi deoksigenasi
Sebagian besar CO2 diangkut ke paru-paru melalui pengikatan dengan Hb
Hb secara irreversible mengikat O2 membentuk oksihemoglobin
Afinitas CO terhadap Hb lebih besar dari O2
Reduksi Hb menghasilkan methemoglobin
Protein pengikat O2 selain Hb di dalam tubuh adalah mioglobin, pernyataan berikut yang tepat terkait myoglobin adalah:
Mampu mengikat oksigen di dalam paru-paru dan otot.
Memiliki struktur rantai polipeptida yang sama dengan hemoglobin.
Memiliki kurva saturasi berupa sigmoid.
Memiliki kemampuan mengikat O2 lebih besar bandingkan Hb.
Pada jaringan saraf, afinitas Mb terhadap O2 lebih besar dari Hb.
Molekul berikut menurunkan pengikatan oksigen pada Hb adalah:
1.3 bifosfogliserat dan CO.
1.3 bifosfogliserat dan CO2.
1.3 bifosfogliserat dan H2CO3.
2,3 bifosfogliserat dan H2CO3.
2,3 bifosfogliserat dan proton.
CO2 hasil metabolit aktivitas seluler di jaringan dibawa ke paru-paru oleh darah, transportasi CO2 yang tepat adalah:
CO2 jaringan berdifusi ke pembuluh darah dan sebagian besar ditransport dalam bentuk bikarbonat.
CO2 jaringan di transport secara aktif ke pembuluh darah dan sebagian besar berikatan dengan Hb dalam bentuk karbamino-Hb.
CO2 jaringan berdifusi ke pembuluh darah dan sebagian besar larut dalam plasma.
CO2 jaringan di transport secara aktif ke pembuluh darah dan hanya sedikit yang larut dalam plasma.
CO2 jaringan berdifusi ke pembuluh darah dan sebagian besar berikatan dengan Hb dalam bentuk karbamino Hb.
CO2 yang dibawa dalam aliran darah arteri menuju paru-paru terdapat dalam 2 bentuk utama yaitu:
CO2 terlarut dalam plasma dan karbamino-Hb.
CO2 terlarut dalam plasma dan H2CO3.
CO2 terlarut dalam plasma dan HCO3-.
HCO3- dan karbamino-Hb.
H2CO3 dan karbamino-Hb.
Enzim berikut yang mengkatalis reaksi perubahan CO2 menjadi asam karbonat dalam eritrosit adalah:
Karbonat karboksilase.
Karbonat transferase.
Karbonat anhidrase.
Karbonat oksidase.
Karbonat reductase.
Senyawa yang secara langsung memfasilitasi pelepasan O dari oksihemoglobin adalah :
1.3 bifosfogliserat
Ion H+
Ion Cl-
CO
CO2
Sinyal atau informasi yang diterima oleh reseptor akan diteruskan ke dalam sel dengan beberapa cara diantaranya adalah :
Menutup beberapa kanal ion.
Mempengaruhi proses replikasi DNA.
Membentuk molekul pembawa pesan ke dua.
Menurunkan afinitas pengikatan dengan ligan.
Meningkatkan permeabelitas membran sel.
Hormon steroid merupakan salah satu ligan endogen yang secara fisiologi akan terikat pada reseptornya, pernyataan yang tepat tentang ligan steroid tersebut adalah :
Bersifat hidrofilik dan memiliki reseptor di dalam sel.
Bersifat lipofilik dan hanya memiliki reseptor di nukleus.
Bersifat lipofilik dan membutuhkan protein carrier ketika disekresi di darah.
Melewati membran sel tanpa membutuhkan protein carrier ketika disekresi di darah.
Berikatan dengan reseptor membran dan butuh protein carrier ketika disekresi di darah.
Selain di nukleus juga terdapat reseptor intrasel di sitoplasma, pernyataan berikut yang tepat terkait dengan pengikatan ligan tertentu dengan reseptor yang terdapat di sitoplasma adalah:
Transformasi dan aktivasi reseptor oleh ligan terjadi tanpa pelepasan protein hsp.
Pengikatan ligan pada reseptor menyebabkan pelepasan protein hsp.
Pengikatan kompleks ligan-reseptor dengan nukleotida sekuens DNA selain terjadi di nukleus juga terjadi di sitoplasma.
Pengikatan kompleks ligan-reseptor dengan nukleotida sekuens DNA mengaktivasi proses translasi DNA.
Setelah terjadi aktivasi oleh ligan tertentu reseptor yang terdapat di sitoplasma tidak membutuhkan proses translokasi ke nukleus.
Reseptor sebagai target kerja obat dikatakan bereaksi secara agonis bila:
Berikatan dengan ligan tertentu tanpa menghasilkan efek.
Efek tidak dipengaruhi oleh perubahan struktur kimia ligan.
Efek dapat dihasilkan tanpa afinitas antara reseptor dan ligan.
Mampu berikan dengan banyak ligan untuk menghasilkan efek maksimum.
Mampu berikat
Reseptor sebagai penerima dan penerus pesan yang dibawa oleh ligan memiliki sifat-sifat sebagai beriku:
Sebagain besar reseptor adalah protein dan memiliki afinitas yang rendah terhadap ligannya.
Reseptor memiliki spesifisitas kimiawi yang tinggi terhadap ligannya meskipun afinitas ligan dan reseptor rendah.
Spesifisitas kimiawi yang tinggi antara reseptor-ligan menyebabkan ligan dapat berikatan dengan beberapa reseptor.
Spesifisitas yang tinggi menghasilkan afinitas yang rendah antara ligan dan reseptornya.
Reseptor memiliki afinitas dan spesifisitas yang tinggi terhadap ligannnya.
Mekanisme yang terjadi pada keseimbangan asam basa yaitu:
Pada sistem respirasi berperan dalam eliminasi O2
Jaringan ”active tissue cellls” secara kontinu memproduksi O2
Sistem buffer menyediakan ion hidrogen dan menjaga pH dalam jangka pendek
Ginjal berperan dalam mensekresi O2
Tambahan asam sulfat dari hasil metabolisme normal
Asidosis Respiratorik adalah keasaman darah yang berlebihan karena penumpukan kadar :
Klorida
Asetat
Karbon dioksida
Oksida
Sulfat
Alkalosis Metabolik adalah kondisi karena meningkatnya kadar :
Asetat
Aseto butirat
Aseton
Bikarbonat
Sulfat
Mekanisme ginjal dalam mengatasi asidosis adalah dengan mengabsorbsi : :
NH3-
NH4-
Laktat
HCl
HCO3-
Gangguan keseimbangan asam-basa berdasarkan topik “Complications of Kidney in Severe Malaria” dari jurnal Asian Journal of Research in Infectious Diseases, karena terdapat gangguan kadar:
Asetat
Aseto butirat
Aseton
Bikarbonat
Sulfat
Pembentukan Reactive oxygen Spesies (ROS) melalui langkah-langkah reduksi oksigen tunggal menjadi elektron yang terjadi :
Sitosol
Ribosom
RES
Mitokondria
Nukleus
Hasil akhir dari pembentukan Reaktif Oksigen Spesies (ROS) adalah :
Superoksida
Oksigen
Hidroksil
Hidrogen peroksida
Radikal hidrosil
Enzim yang mengkatalis perubahan superoksida menjadi hidrogen peroksida dan oksigen adalah:
Glutahion oksidase
Peroksida
Superoksida Dismutase
Xantin oksidase
Isomerase
Proses pembentukan foam cell terjadi pada :
Lumen usus halus
Jaringan otot
Jaringan adiposa
Tunika intima pembuluh darah
Hepar
Dampak stress oksidatif yang terjadi pada organ multi organ adalah:
kanker
Dermatitis
Psoriasis
Bowel Disease
Aterosklerosis
Pernyataan berikut yang benar tentang LDL teroksidasi adalah :
Menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah akibat dari aterosklerosis
Memicu terjadinya disfungsi endotel menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah
Menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah karena disfungsi endotel
Sebagai Antioksidan dan prooksidan
Merupakan Reverse Cholesterol Transport
Tubuh diperlengkapi dengan system pertahanan menetralisir radikal bebas, dibawah ini yang merupakan enzim untuk pertahanan terhadap cedera sel adalah :
Amilase
Xantin oksidase
Glutahione Peroxidase
Karbonik anhidrase
Peroksidase
Pembentukan Reactive Oxygen Species dihasilkan dari salah satu dibawah ini yaitu :
H2O
O2
NO
H2O2
NO3
