Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS BAHSA INDONESIA KELAS X

Total questions: 26

Worksheet time: 48mins

Name
Class
Date
1.

Liburan semester lalu, aku dan keluargaku pergi ke desa nenek di kaki Gunung Salak. Kami menempuh perjalanan panjang dari kota dan tiba saat sore menjelang. Udara yang sejuk dan suasana tenang langsung membuat kami merasa nyaman. Keesokan harinya, aku ikut kakek ke kebun dan belajar menanam sayuran. Aku juga membantu nenek memasak menggunakan tungku kayu. Hari-hari di desa terasa menyenangkan: aku bermain di sungai, memetik buah, dan mengenal anak-anak desa yang ramah. Ketika waktunya pulang tiba, aku merasa berat meninggalkan suasana damai itu. Aku menyadari bahwa hal-hal sederhana bisa memberikan kebahagiaan yang mendalam. Bagian yang menunjukkan penutup atau kesan pribadi penulis dalam teks adalah…

a)
Kami menempuh perjalanan panjang dari kota dan tiba saat sore menjelang.
b)
Keesokan harinya, aku ikut kakek ke kebun dan belajar menanam sayuran.
c)
Aku bermain di sungai, memetik buah, dan mengenal anak-anak desa yang ramah.
d)
Ketika waktunya pulang tiba, aku merasa berat meninggalkan suasana damai itu.
2.
Apa makna dari kalimat: 'Aku menyadari bahwa hal-hal sederhana bisa memberikan kebahagiaan yang mendalam'?
a)
Penulis ingin tinggal di desa selamanya.
b)
Penulis merasa jenuh dengan kehidupan kota.
c)
Penulis menemukan makna kebahagiaan dari pengalaman sederhana.
d)
Penulis menyesal telah pergi ke desa nenek.
3.

Liburan semester lalu, aku dan keluargaku pergi ke desa nenek di kaki Gunung Salak. Kami menempuh perjalanan panjang dari kota dan tiba saat sore menjelang. Udara yang sejuk dan suasana tenang langsung membuat kami merasa nyaman. Keesokan harinya, aku ikut kakek ke kebun dan belajar menanam sayuran. Aku juga membantu nenek memasak menggunakan tungku kayu. Hari-hari di desa terasa menyenangkan: aku bermain di sungai, memetik buah, dan mengenal anak-anak desa yang ramah. Ketika waktunya pulang tiba, aku merasa berat meninggalkan suasana damai itu. Aku menyadari bahwa hal-hal sederhana bisa memberikan kebahagiaan yang mendalam. Manakah yang merupakan bagian dari urutan kejadian dalam teks?

a)
Kami menempuh perjalanan panjang dari kota dan tiba saat sore menjelang.
b)
Aku menyadari bahwa hal-hal sederhana bisa memberikan kebahagiaan yang mendalam.
c)
Kami merasa nyaman dengan suasana desa.
d)
Aku merasa berat meninggalkan suasana damai itu.
4.

Liburan semester lalu, aku dan keluargaku pergi ke desa nenek di kaki Gunung Salak. Kami menempuh perjalanan panjang dari kota dan tiba saat sore menjelang. Udara yang sejuk dan suasana tenang langsung membuat kami merasa nyaman. Keesokan harinya, aku ikut kakek ke kebun dan belajar menanam sayuran. Aku juga membantu nenek memasak menggunakan tungku kayu. Hari-hari di desa terasa menyenangkan: aku bermain di sungai, memetik buah, dan mengenal anak-anak desa yang ramah. Ketika waktunya pulang tiba, aku merasa berat meninggalkan suasana damai itu. Aku menyadari bahwa hal-hal sederhana bisa memberikan kebahagiaan yang mendalam. Nilai kehidupan yang dapat diambil dari pengalaman tokoh adalah…

a)
Kehidupan desa selalu menyenangkan bagi siapa pun.
b)
Bahagia tak perlu mahal
c)
Liburan terbaik adalah yang penuh kemewahan.
d)
Desa adalah tempat terbaik untuk bermain.
5.
Jika kamu ingin menulis teks rekon tentang pengalaman mendaki gunung, apa yang sebaiknya kamu tulis pertama kali?
a)
Menjelaskan kenapa mendaki itu melelahkan.
b)
Menguraikan kegiatan mendaki dari awal hingga akhir.
c)
Memberikan pendapat pribadi tentang gunung.
d)
Menjelaskan waktu, tempat, dan siapa yang terlibat dalam pendakian.
6.

Cerpen: Hujan di Ujung Pekan.

Akhir pekan itu, langit kota tampak kelabu sejak pagi. Aku dan Ayah sebenarnya berencana pergi memancing ke danau kecil di pinggir kota, seperti yang sudah lama kami rencanakan. Namun hujan turun deras, disertai angin yang membuat dedaunan di halaman rumah berjatuhan. Ayah hanya duduk di ruang tamu, matanya menatap kosong ke luar jendela. Aku tahu, ia sama kecewanya denganku.

Untuk mengisi waktu, Ayah mengajakku ke loteng. Sudah lama aku tidak ke sana. Loteng itu dipenuhi kotak-kotak tua berisi barang-barang kenangan. Kami membuka satu per satu, menemukan album foto, mainan masa kecil Ayah, hingga sepucuk surat yang ditulis Ibu saat Ayah hendak merantau dulu. Kami tertawa saat melihat foto-foto lawas, dan diam sejenak saat membaca surat itu. Ada cerita di setiap benda, dan setiap cerita mengikat kami lebih dekat.

Saat sore menjelang, hujan masih turun, tapi tak lagi deras. Kami duduk berdampingan di ruang tengah. Ayah membuatkan teh hangat, dan aku memainkan gitar kecil yang kami temukan tadi di loteng. Meski rencana awal gagal, hari itu justru menjadi hari yang sangat berarti bagiku. Aku sadar, kadang yang terpenting bukan ke mana kita pergi, tapi dengan siapa kita menjalaninya.

Berdasarkan kutipan berikut, apa yang dapat disimpulkan oleh pembaca? “Aku sadar, kadang yang terpenting bukan ke mana kita pergi, tapi dengan siapa kita menjalaninya.”

a)
Kebersamaan dapat mengubah momen sederhana menjadi sangat berharga
b)
Rencana yang gagal harus diperbaiki agar tidak mengecewakan
c)
Berlibur bersama keluarga selalu lebih menyenangkan daripada sendiri
d)
Kegiatan di rumah lebih baik daripada pergi ke luar rumah
7.

Cerpen: Hujan di Ujung Pekan

Akhir pekan itu, langit kota tampak kelabu sejak pagi. Aku dan Ayah sebenarnya berencana pergi memancing ke danau kecil di pinggir kota, seperti yang sudah lama kami rencanakan. Namun hujan turun deras, disertai angin yang membuat dedaunan di halaman rumah berjatuhan. Ayah hanya duduk di ruang tamu, matanya menatap kosong ke luar jendela. Aku tahu, ia sama kecewanya denganku.

Untuk mengisi waktu, Ayah mengajakku ke loteng. Sudah lama aku tidak ke sana. Loteng itu dipenuhi kotak-kotak tua berisi barang-barang kenangan. Kami membuka satu per satu, menemukan album foto, mainan masa kecil Ayah, hingga sepucuk surat yang ditulis Ibu saat Ayah hendak merantau dulu. Kami tertawa saat melihat foto-foto lawas, dan diam sejenak saat membaca surat itu. Ada cerita di setiap benda, dan setiap cerita mengikat kami lebih dekat.

Saat sore menjelang, hujan masih turun, tapi tak lagi deras. Kami duduk berdampingan di ruang tengah. Ayah membuatkan teh hangat, dan aku memainkan gitar kecil yang kami temukan tadi di loteng. Meski rencana awal gagal, hari itu justru menjadi hari yang sangat berarti bagiku. Aku sadar, kadang yang terpenting bukan ke mana kita pergi, tapi dengan siapa kita menjalaninya.

Pernyataan manakah yang menunjukkan bahwa tokoh “aku” mulai memahami makna kebersamaan?

a)
Meski rencana awal gagal, hari itu justru menjadi hari yang sangat berarti bagiku
b)
Kami menunggu hujan reda sambil melihat tetesan air di jendela
c)
Ayah duduk di ruang tamu dan memainkan gitar
d)
Aku menyalakan televisi dan menonton film sendirian
8.

Cerpen: Hujan di Ujung Pekan

Akhir pekan itu, langit kota tampak kelabu sejak pagi. Aku dan Ayah sebenarnya berencana pergi memancing ke danau kecil di pinggir kota, seperti yang sudah lama kami rencanakan. Namun hujan turun deras, disertai angin yang membuat dedaunan di halaman rumah berjatuhan. Ayah hanya duduk di ruang tamu, matanya menatap kosong ke luar jendela. Aku tahu, ia sama kecewanya denganku.

Untuk mengisi waktu, Ayah mengajakku ke loteng. Sudah lama aku tidak ke sana. Loteng itu dipenuhi kotak-kotak tua berisi barang-barang kenangan. Kami membuka satu per satu, menemukan album foto, mainan masa kecil Ayah, hingga sepucuk surat yang ditulis Ibu saat Ayah hendak merantau dulu. Kami tertawa saat melihat foto-foto lawas, dan diam sejenak saat membaca surat itu. Ada cerita di setiap benda, dan setiap cerita mengikat kami lebih dekat.

Saat sore menjelang, hujan masih turun, tapi tak lagi deras. Kami duduk berdampingan di ruang tengah. Ayah membuatkan teh hangat, dan aku memainkan gitar kecil yang kami temukan tadi di loteng. Meski rencana awal gagal, hari itu justru menjadi hari yang sangat berarti bagiku. Aku sadar, kadang yang terpenting bukan ke mana kita pergi, tapi dengan siapa kita menjalaninya.

Manakah yang merupakan bagian penting dari rangkaian peristiwa dalam cerpen tersebut?

a)
Tokoh utama diajak Ayah ke loteng untuk membuka kotak kenangan
b)
Ayah memberi kejutan dengan tiket konser
c)
Tokoh utama melihat ayahnya menatap hujan
d)
Ibunya memanggil untuk makan malam
9.

Cerpen: Hujan di Ujung Pekan

Akhir pekan itu, langit kota tampak kelabu sejak pagi. Aku dan Ayah sebenarnya berencana pergi memancing ke danau kecil di pinggir kota, seperti yang sudah lama kami rencanakan. Namun hujan turun deras, disertai angin yang membuat dedaunan di halaman rumah berjatuhan. Ayah hanya duduk di ruang tamu, matanya menatap kosong ke luar jendela. Aku tahu, ia sama kecewanya denganku.

Untuk mengisi waktu, Ayah mengajakku ke loteng. Sudah lama aku tidak ke sana. Loteng itu dipenuhi kotak-kotak tua berisi barang-barang kenangan. Kami membuka satu per satu, menemukan album foto, mainan masa kecil Ayah, hingga sepucuk surat yang ditulis Ibu saat Ayah hendak merantau dulu. Kami tertawa saat melihat foto-foto lawas, dan diam sejenak saat membaca surat itu. Ada cerita di setiap benda, dan setiap cerita mengikat kami lebih dekat.

Saat sore menjelang, hujan masih turun, tapi tak lagi deras. Kami duduk berdampingan di ruang tengah. Ayah membuatkan teh hangat, dan aku memainkan gitar kecil yang kami temukan tadi di loteng. Meski rencana awal gagal, hari itu justru menjadi hari yang sangat berarti bagiku. Aku sadar, kadang yang terpenting bukan ke mana kita pergi, tapi dengan siapa kita menjalaninya.

Dari isi cerita, nilai kehidupan apa yang bisa kita pelajari?

a)
Momen sederhana hanya boleh dilakukan sekali-kali saja
b)
Kita harus selalu bepergian untuk mendapatkan pengalaman baru
c)
Hari hujan lebih cocok diisi dengan aktivitas pribadi
d)
Kegiatan yang sederhana bisa sangat bermakna jika dilakukan dengan orang terdekat
10.
Jika kamu ingin menulis cerpen serupa, bagian awal cerita sebaiknya berisi…
a)
Pengenalan tokoh, latar waktu, dan situasi yang sedang dihadapi
b)
Kesimpulan tentang makna perjalanan yang dialami
c)
Pesan moral yang ingin disampaikan penulis
d)
Penjelasan panjang lebar tentang cuaca
11.

Hikayat: Raja yang Menyamar

Alkisah, di sebuah kerajaan yang makmur, hiduplah seorang raja bijak bernama Raja Zafran. Ia dikenal adil dan dekat dengan rakyatnya. Namun, belakangan ini, raja merasa resah karena banyak laporan dari menterinya yang menyebutkan bahwa kehidupan rakyat di desa-desa mulai sulit, padahal para pejabatnya selalu menyampaikan bahwa segalanya baik-baik saja. Untuk mengetahui kebenaran, Raja Zafran memutuskan menyamar sebagai pedagang keliling. Ia mengenakan pakaian lusuh dan membawa gerobak kecil berisi barang dagangan. Selama tiga hari, ia mengunjungi desa demi desa. Ia melihat anak-anak yang kekurangan gizi, sawah yang gagal panen, dan rakyat yang terpaksa menjual harta benda demi bertahan hidup. Hatinya miris melihat kenyataan itu. Setelah kembali ke istana, Raja Zafran memanggil semua pejabat istana. Ia menyingkap penyamarannya dan menunjukkan barang bukti serta catatan yang ia buat selama perjalanan. Banyak pejabat yang terbukti menyelewengkan bantuan rakyat. Dengan tegas, ia memecat mereka dan mengganti dengan orang-orang yang jujur dan berdedikasi. Sejak saat itu, kehidupan rakyat membaik. Raja Zafran tetap menjalankan kebijakannya dengan turun langsung ke lapangan setiap beberapa bulan sekali. Rakyat pun semakin mencintainya, bukan hanya sebagai raja, tetapi sebagai pelindung sejati.

Apa alasan utama Raja Zafran memutuskan untuk menyamar dan turun langsung ke desa-desa?

a)
Untuk membuktikan sendiri kondisi rakyat yang tidak sesuai laporan para pejabat
b)
Untuk menyelidiki kasus pencurian di wilayah kerajaan
c)
Untuk membagikan bantuan kepada rakyat secara langsung
d)
Untuk mencari calon istri yang berasal dari kalangan rakyat biasa
12.
Pernyataan manakah yang menunjukkan bahwa Raja Zafran memiliki sifat kepemimpinan yang baik?
a)
Ia turun langsung melihat kondisi rakyat tanpa mengandalkan laporan saja
b)
Ia memberi hadiah kepada semua pejabat yang melapor dengan baik
c)
Ia memerintahkan rakyat untuk melapor jika ada kekurangan
d)
Ia menghindari masalah dengan cara tidak mempedulikan laporan
13.

Hikayat: Raja yang Menyamar

Alkisah, di sebuah kerajaan yang makmur, hiduplah seorang raja bijak bernama Raja Zafran. Ia dikenal adil dan dekat dengan rakyatnya. Namun, belakangan ini, raja merasa resah karena banyak laporan dari menterinya yang menyebutkan bahwa kehidupan rakyat di desa-desa mulai sulit, padahal para pejabatnya selalu menyampaikan bahwa segalanya baik-baik saja. Untuk mengetahui kebenaran, Raja Zafran memutuskan menyamar sebagai pedagang keliling. Ia mengenakan pakaian lusuh dan membawa gerobak kecil berisi barang dagangan. Selama tiga hari, ia mengunjungi desa demi desa. Ia melihat anak-anak yang kekurangan gizi, sawah yang gagal panen, dan rakyat yang terpaksa menjual harta benda demi bertahan hidup. Hatinya miris melihat kenyataan itu. Setelah kembali ke istana, Raja Zafran memanggil semua pejabat istana. Ia menyingkap penyamarannya dan menunjukkan barang bukti serta catatan yang ia buat selama perjalanan. Banyak pejabat yang terbukti menyelewengkan bantuan rakyat. Dengan tegas, ia memecat mereka dan mengganti dengan orang-orang yang jujur dan berdedikasi. Sejak saat itu, kehidupan rakyat membaik. Raja Zafran tetap menjalankan kebijakannya dengan turun langsung ke lapangan setiap beberapa bulan sekali. Rakyat pun semakin mencintainya, bukan hanya sebagai raja, tetapi sebagai pelindung sejati.

Apa akibat dari tindakan penyamaran Raja Zafran bagi pemerintahannya?

a)
Pejabat menjadi curiga dan mulai saling menyalahkan
b)
Rakyat menjadi takut karena tidak tahu siapa yang sedang menyamar
c)
Ia mampu membersihkan pejabat korup dan memperbaiki kondisi rakyat
d)
Kerajaan mengalami kekacauan karena raja tidak di istana
14.

Hikayat: Raja yang Menyamar

Alkisah, di sebuah kerajaan yang makmur, hiduplah seorang raja bijak bernama Raja Zafran. Ia dikenal adil dan dekat dengan rakyatnya. Namun, belakangan ini, raja merasa resah karena banyak laporan dari menterinya yang menyebutkan bahwa kehidupan rakyat di desa-desa mulai sulit, padahal para pejabatnya selalu menyampaikan bahwa segalanya baik-baik saja. Untuk mengetahui kebenaran, Raja Zafran memutuskan menyamar sebagai pedagang keliling. Ia mengenakan pakaian lusuh dan membawa gerobak kecil berisi barang dagangan. Selama tiga hari, ia mengunjungi desa demi desa. Ia melihat anak-anak yang kekurangan gizi, sawah yang gagal panen, dan rakyat yang terpaksa menjual harta benda demi bertahan hidup. Hatinya miris melihat kenyataan itu. Setelah kembali ke istana, Raja Zafran memanggil semua pejabat istana. Ia menyingkap penyamarannya dan menunjukkan barang bukti serta catatan yang ia buat selama perjalanan. Banyak pejabat yang terbukti menyelewengkan bantuan rakyat. Dengan tegas, ia memecat mereka dan mengganti dengan orang-orang yang jujur dan berdedikasi. Sejak saat itu, kehidupan rakyat membaik. Raja Zafran tetap menjalankan kebijakannya dengan turun langsung ke lapangan setiap beberapa bulan sekali. Rakyat pun semakin mencintainya, bukan hanya sebagai raja, tetapi sebagai pelindung sejati.

Nilai moral yang dapat dipetik dari hikayat ini adalah…

a)
Pemimpin yang baik harus merasakan sendiri kesulitan rakyatnya
b)
Setiap pejabat harus patuh tanpa harus diawasi
c)
Kehidupan rakyat tidak penting selama istana sejahtera
d)
Penyamaran adalah cara yang keliru dalam memimpin
15.
Jika kamu ingin menulis cerita seperti hikayat ini, bagaimana sebaiknya kamu mengembangkan tokohnya?
a)
Tokoh utama cukup muncul di akhir cerita untuk memberikan kejutan
b)
Fokus hanya pada latar tempat dan abaikan peran tokoh utama
c)
Gunakan tokoh utama yang tidak perlu berubah sejak awal hingga akhir
d)
Buatlah tokoh utama memiliki karakter khas yang konsisten dan berdampak pada jalan cerita
16.

Hikayat: Raja yang Menyamar

Alkisah, di sebuah kerajaan yang makmur, hiduplah seorang raja bijak bernama Raja Zafran. Ia dikenal adil dan dekat dengan rakyatnya. Namun, belakangan ini, raja merasa resah karena banyak laporan dari menterinya yang menyebutkan bahwa kehidupan rakyat di desa-desa mulai sulit, padahal para pejabatnya selalu menyampaikan bahwa segalanya baik-baik saja. Untuk mengetahui kebenaran, Raja Zafran memutuskan menyamar sebagai pedagang keliling. Ia mengenakan pakaian lusuh dan membawa gerobak kecil berisi barang dagangan. Selama tiga hari, ia mengunjungi desa demi desa. Ia melihat anak-anak yang kekurangan gizi, sawah yang gagal panen, dan rakyat yang terpaksa menjual harta benda demi bertahan hidup. Hatinya miris melihat kenyataan itu. Setelah kembali ke istana, Raja Zafran memanggil semua pejabat istana. Ia menyingkap penyamarannya dan menunjukkan barang bukti serta catatan yang ia buat selama perjalanan. Banyak pejabat yang terbukti menyelewengkan bantuan rakyat. Dengan tegas, ia memecat mereka dan mengganti dengan orang-orang yang jujur dan berdedikasi. Sejak saat itu, kehidupan rakyat membaik. Raja Zafran tetap menjalankan kebijakannya dengan turun langsung ke lapangan setiap beberapa bulan sekali. Rakyat pun semakin mencintainya, bukan hanya sebagai raja, tetapi sebagai pelindung sejati.

Jika kamu menjadi penasihat utama Raja Zafran setelah kejadian ini, langkah strategis apa yang paling bijak untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang?

a)

Membentuk sistem pengawasan dan pelaporan langsung dari rakyat tanpa melalui pejabat, sebagai bentuk pengawasan langsung

b)
Meningkatkan anggaran untuk jamuan para pejabat agar mereka lebih loyal
c)
Melarang raja untuk keluar istana agar fokus mengurus administrasi
d)

Pejabat harus meminta maaf pada rakyat

17.

Denda di Hari Senin

Pagi itu, Pak Hasan buru-buru ke kantor karena terlambat bangun. Ia melanggar satu lampu merah dan ngebut di jalan protokol. Sialnya, ia diberhentikan polisi. "Selamat pagi, Pak. Bisa saya lihat surat-suratnya?" tanya Pak Polisi. Pak Hasan gelagapan, lalu berkata, "Aduh, Pak... saya buru-buru. Hari ini ada apel pagi di kantor. Bisa ditilang nanti saja?" Pak Polisi tersenyum tipis. "Sayangnya, tilang tidak mengenal hari kerja. Justru karena Senin, Bapak kami prioritaskan. "Pak Hasan akhirnya pasrah dan berkata pelan, "Baik, Pak. Saya salah. Tapi bolehlah saya nitip absen juga ke Bapak?"

Apa fungsi penggunaan kalimat terakhir Pak Hasan dalam teks tersebut?

a)
Untuk menunjukkan kelucuan sekaligus menyindir kebiasaan malas yang umum terjadi
b)
Untuk mengalihkan perhatian polisi agar bisa kabur
c)
Untuk menekankan bahwa ia benar-benar ingin ditilang segera
d)
Untuk mengajak polisi bekerja di kantornya
18.

Denda di Hari Senin

Pagi itu, Pak Hasan buru-buru ke kantor karena terlambat bangun. Ia melanggar satu lampu merah dan ngebut di jalan protokol. Sialnya, ia diberhentikan polisi. "Selamat pagi, Pak. Bisa saya lihat surat-suratnya?" tanya Pak Polisi. Pak Hasan gelagapan, lalu berkata, "Aduh, Pak... saya buru-buru. Hari ini ada apel pagi di kantor. Bisa ditilang nanti saja?" Pak Polisi tersenyum tipis. "Sayangnya, tilang tidak mengenal hari kerja. Justru karena Senin, Bapak kami prioritaskan. "Pak Hasan akhirnya pasrah dan berkata pelan, "Baik, Pak. Saya salah. Tapi bolehlah saya nitip absen juga ke Bapak?"

Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan sindiran dalam teks anekdot tersebut?

a)
Polisi terlalu tegas kepada pelanggar lalu lintas
b)
Orang seringkali mencari-cari alasan untuk membenarkan kesalahannya
c)
Hari Senin memang tidak cocok untuk bekerja
d)
Kantor pemerintah sebaiknya mulai apel siang saja
19.

Denda di Hari Senin

Pagi itu, Pak Hasan buru-buru ke kantor karena terlambat bangun. Ia melanggar satu lampu merah dan ngebut di jalan protokol. Sialnya, ia diberhentikan polisi. "Selamat pagi, Pak. Bisa saya lihat surat-suratnya?" tanya Pak Polisi. Pak Hasan gelagapan, lalu berkata, "Aduh, Pak... saya buru-buru. Hari ini ada apel pagi di kantor. Bisa ditilang nanti saja?" Pak Polisi tersenyum tipis. "Sayangnya, tilang tidak mengenal hari kerja. Justru karena Senin, Bapak kami prioritaskan. "Pak Hasan akhirnya pasrah dan berkata pelan, "Baik, Pak. Saya salah. Tapi bolehlah saya nitip absen juga ke Bapak?"

Bagian manakah dari cerita yang menunjukkan unsur kelucuan?

a)
Ketika Pak Hasan bangun kesiangan
b)
Saat Pak Polisi menyuruh Pak Hasan menunjukkan surat
c)
Ketika Pak Hasan menawarkan titip absen kepada polisi
d)
Ketika Pak Hasan mengaku melanggar lampu merah
20.
Jika kamu diminta menulis ulang anekdot ini dalam bentuk video pendek berdurasi 1 menit, bagaimana cara kamu menyampaikan sindiran secara efektif kepada penonton?
a)
Menonjolkan ekspresi canggung Pak Hasan dan wajah datar polisi untuk memperkuat komedi situasional
b)
Memasukkan adegan kejar-kejaran agar terlihat dramatis
c)
Menghilangkan bagian lucu agar fokus pada pelanggaran hukum
d)
Mengganti tokoh polisi dengan guru agar lebih lucu
21.

"Ibu"

Oleh: A. Mustofa Bisri

Ibu, kau selalu tampak letih

namun tak pernah mengeluh

kau selalu tampak lapar

namun tak pernah meminta

kau lebih suka membeli buku untuk anak-anakmu

daripada sepasang sepatu baru untuk kakimu

kau lebih senang menahan rindu

daripada menambah resah anak-anakmu di rantau.

Manakah pernyataan berikut yang paling menggambarkan maksud bait ketiga puisi?

a)
Ibu lebih memilih lapar daripda hutang
b)
Ibu mementingkan harga dirinya dan anaknya
c)
Ibu lebih mementingkan pendidikan anaknya dibanding kebutuhannya sendiri
d)
Ibu ingin anak-anaknya memahaminya
22.

"Ibu"

Oleh: A. Mustofa Bisri

Ibu, kau selalu tampak letih

namun tak pernah mengeluh

kau selalu tampak lapar

namun tak pernah meminta

kau lebih suka membeli buku untuk anak-anakmu

daripada sepasang sepatu baru untuk kakimu

kau lebih senang menahan rindu

daripada menambah resah anak-anakmu di rantau.

Dari puisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa penulis memandang sosok ibu sebagai…

a)
tokoh yang kagum akan pendidikan
b)
tokoh penuh cinta dan pengorbanan yang tulus
c)
orang yang jarang hadir dalam kehidupan anak-anaknya
d)
individu yang keras dan banyak menuntut
23.

"Ibu"

Oleh: A. Mustofa Bisri

Ibu, kau selalu tampak letih

namun tak pernah mengeluh

kau selalu tampak lapar

namun tak pernah meminta

kau lebih suka membeli buku untuk anak-anakmu

daripada sepasang sepatu baru untuk kakimu

kau lebih senang menahan rindu

daripada menambah resah anak-anakmu di rantau. Jika puisi ini dibacakan dalam acara Hari Ibu di sekolah, bagaimana cara menyampaikan makna puisi secara mendalam agar audiens benar-benar merasakannya?

a)
Membacakan dengan intonasi lembut dan penuh penghayatan, memberi jeda di setiap bait agar emosi tersampaikan
b)
Membacakannya seperti pidato formal dengan suara lantang dan cepat agar tidak membosankan
c)
Mengubah isi puisi menjadi lagu agar lebih mudah diingat
d)
Membaca sambil menambahkan kata-kata sendiri agar terdengar lebih modern
24.

Ani ingin membeli jilbab di sebuah toko. Ia tertarik dengan sebuah jilbab yang berharga Rp85.000. Ani menawar dengan sopan, "Boleh tidak, Bu, saya beli Rp70.000? Saya ambil dua, deh." Penjual tersenyum, lalu berkata, "Kalau ambil dua, boleh deh Rp75.000 per buah. Gimana?" Ani berpikir sejenak dan akhirnya setuju.

Bagian manakah dari percakapan di atas yang menunjukkan proses penawaran dalam negosiasi?

a)
Ani ingin harga kerudungnya Rp70.000 untuk 3 buah kerudung
b)
Ani keberatan dengan harga kerudung Rp85.000
c)
Ani memutuskan untuk membeli tanpa tawar-menawar
d)
Ani menawarkan harga Rp70.000 dan mengambil dua buah jilbab
25.
Jika kamu berada di posisi Ani dan penjual tetap pada harga awal Rp85.000, bagaimana cara terbaik melanjutkan negosiasi agar tetap sopan dan berpeluang berhasil?
a)
Langsung meninggalkan toko tanpa bicara
b)
Memberikan alasan yang logis dan menambahkan nilai tawar, seperti membeli lebih banyak atau menawarkan pembayaran tunai
c)
Menawar dengan nada tinggi agar penjual merasa tertekan
d)
Membandingkan dengan toko lain dan menyebutkan bahwa toko itu lebih murah dengan nada sinis
26.

Buatlah Teks Rekon dengan tema bebas, pada sturuktur orientasi (pengenalan), Peristiwa, dan reorientasi yang memenuhi unsur :

-Pada setiap struktur harus memuat minimal 3 kalimat yang memenuhi SPOK (minimal 5 kata pada masing-masing kalimat).

-Menggunakan tatanan bahasa sessuai KBBI

-Serta, memerhatikan EYD ( Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan)

4 lines