wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pilihan Ganda Kompleks

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru SMP mengamati bahwa siswanya kurang antusias belajar. Ia lalu merancang pembelajaran yang melibatkan:

  • Proyek kelompok membuat video edukatif

  • Refleksi individu terhadap peran masing-masing

  • Pemberian poin untuk kerja sama dan keaktifan

  • Diskusi terbuka dengan pertanyaan kritis

Pendekatan teori belajar yang paling mencerminkan strategi guru tersebut adalah...

a)

🅐 Behavioristik

b)

🅑 Kognitivistik

c)

🅒 Humanistik

d)

🅓 Konstruktivistik

e)

🅔 Sosial Kognitif

2.

Menurut Piaget, guru perlu memahami tahapan perkembangan berpikir siswa agar tidak memberikan beban kognitif yang melebihi tahapannya. Guru kelas 2 SD ingin menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahap berpikir konkret siswa.

Strategi yang paling sesuai adalah...

a)

🅐 Menyediakan alat peraga nyata dan benda konkret

b)

🅑 Mengajak siswa berdiskusi tentang ide abstrak dan filsafat moral

c)

🅒 Menggunakan cerita dan gambar visual untuk menjelaskan konsep

d)

🅓 Memberi soal logika simbolik dan berpikir hipotetis

e)

🅔 Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata siswa

3.

Bu Tania ingin mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Ia menyusun pembelajaran dengan:

  • Pertanyaan terbuka

  • Latihan pemecahan masalah terbuka

  • Tidak memberi jawaban langsung, tetapi mendorong siswa eksplorasi

  • Menyediakan umpan balik secara individu

Berdasarkan pendekatan teori belajar, strategi Bu Tania mencerminkan...

a)

🅐 Kognitivistik

b)

🅑 Behavioristik

c)

🅒 Konstruktivistik

d)

🅓 Humanistik

e)

🅔 Teori Sosial Vygotsky

4.

Seorang guru memahami bahwa murid-murid SMP sedang berada pada tahap pencarian jati diri. Ia kemudian memberi ruang untuk siswa memilih topik proyek yang mereka minati dan mendorong diskusi kelompok tentang isu-isu remaja.

Teori yang paling sesuai dengan pendekatan guru tersebut adalah...

a)

🅐 Teori Perkembangan Psikososial Erikson

b)

🅑 Teori Belajar Behavioristik

c)

🅒 Teori Belajar Sosial Vygotsky

d)

🅓 Teori Kognitivistik

e)

🅔 Teori Humanistik

5.

Bu Reni ingin melatih siswa berpikir kritis, bekerja sama, dan menghasilkan produk akhir berupa media kampanye digital bertema “Hemat Energi”. Ia merancang pembelajaran dengan:

  • Menyajikan masalah lingkungan

  • Diskusi kelompok dan pengumpulan data

  • Pembuatan konten kampanye digital

  • Presentasi hasil

Model pembelajaran yang relevan dan dapat digabungkan dalam rancangan tersebut adalah...

a)

🅐 Project-Based Learning

b)

🅑 Problem-Based Learning

c)

🅒 Discovery Learning

d)

🅓 Inquiry-Based Learning

e)

🅔 Cooperative Learning

6.

Pak Dika menggunakan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan) dalam pembelajaran IPA. Namun, siswa masih pasif dan cenderung hanya mengikuti prosedur tanpa refleksi mendalam.

Apa langkah perbaikan yang paling sesuai dengan karakteristik pendekatan saintifik?

a)

🅐 Memberikan LKS eksploratif yang menuntun siswa merumuskan pertanyaan

b)

🅑 Mewajibkan siswa mencatat seluruh hasil pengamatan secara lengkap

c)

🅒 Mendorong siswa menarik kesimpulan dari hasil percobaan sendiri

d)

🅓 Menghilangkan tahap "menanya" agar lebih efisien

e)

🅔 Menugaskan siswa membuat presentasi hasil diskusi dalam bentuk visual

7.

Bu Lilis menggunakan metode ceramah dalam mengajarkan topik “Pemanasan Global”. Setelah pembelajaran, ia merefleksi bahwa:

  • Siswa pasif dan tidak mengajukan pertanyaan

  • Sebagian besar siswa tidak memahami hubungan sebab-akibat

  • Pembelajaran terasa membosankan

Apa tindakan reflektif yang paling tepat dilakukan Bu Lilis?

a)

🅐 Mengganti ceramah dengan metode problem-based learning berbasis studi kasus

b)

🅑 Menambahkan sesi tanya jawab interaktif di akhir ceramah

c)

🅒 Mengintegrasikan media visual dan video dokumenter

d)

🅓 Membagi siswa dalam kelompok dan meminta mereka membuat solusi kreatif terhadap isu pemanasan global

e)

🅔 Memberikan rangkuman materi di awal agar siswa tidak bingung

8.

Bu Rika merasa kelasnya tidak kondusif. Beberapa siswa sering tidak fokus, ada yang gelisah, dan beberapa bahkan menghindari pelajaran. Setelah melakukan observasi dan refleksi, ia menyadari beberapa hal:

  • Ia jarang menyapa siswa secara personal

  • Tidak ada kesepakatan kelas yang disusun bersama

  • Tugas-tugas bersifat satu arah dan menuntut hasil instan

  • Ia jarang memberi pujian atau penguatan positif

Pertanyaan:
Apa saja aspek penting dari lingkungan belajar yang aman dan nyaman yang belum diterapkan oleh Bu Rika?

a)

🅐 Relasi positif dan perhatian personal guru terhadap siswa

b)

🅑 Kedisiplinan ketat dan peraturan guru yang tegas

c)

🅒 Keterlibatan siswa dalam pengambilan keputusan kelas

d)

🅓 Pemberian penguatan positif untuk membangun motivasi

e)

🅔 Penyusunan tugas yang memberi ruang eksplorasi dan proses

9.

Kasus:
Di kelas Pak Johan, terdapat siswa berkebutuhan khusus (tuna daksa ringan) dan beberapa siswa minoritas agama. Saat pembelajaran, siswa tuna daksa sering tidak bisa mengikuti kegiatan praktik fisik, dan siswa minoritas tampak tertutup karena jarang dilibatkan diskusi kelompok.

Pertanyaan:
Strategi apa saja yang dapat dilakukan Pak Johan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan nyaman bagi semua siswa?

a)

🅐 Menyesuaikan aktivitas dengan kebutuhan siswa disabilitas

b)

🅑 Menyediakan ruang aman diskusi lintas identitas dan keyakinan

c)

🅒 Menghindari melibatkan siswa minoritas agar tidak menyinggung mereka

d)

🅓 Membuat aturan bersama yang menekankan saling menghargai perbedaan

e)

🅔 Mendorong siswa untuk terbuka terhadap keberagaman dan empati sosial

10.

Kasus:
Di kelas Bu Meli, banyak siswa takut menjawab karena beberapa kali Bu Meli menyindir mereka yang jawabannya dianggap “bodoh”. Siswa hanya aktif saat disuruh, dan suasana kelas terasa canggung. Saat diadakan evaluasi, mayoritas siswa mengaku tidak nyaman berpendapat.

Pertanyaan:
Berdasarkan kasus di atas, apa saja faktor penghambat terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman?

a)

🅐 Adanya komunikasi verbal guru yang merendahkan siswa

b)

🅑 Tidak adanya ruang untuk membuat kesalahan dalam proses belajar

c)

🅒 Ketidakjelasan materi ajar yang disampaikan

d)

🅓 Budaya kelas yang kaku dan otoriter

e)

🅔 Minimnya penerapan prinsip berpihak pada murid

11.

Kasus:
Bu Ratna ingin merancang pembelajaran IPS yang menguatkan dimensi “Bernalar Kritis” dan “Berkebinekaan Global.” Ia ingin siswa bisa:

  • Menganalisis konflik antarbudaya di masyarakat

  • Menyampaikan argumen berdasarkan data

  • Mengembangkan empati terhadap pandangan berbeda

Pertanyaan:
Strategi pembelajaran apa yang paling sesuai dan selaras dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang ditargetkan?

a)

🅐 Debat antar kelompok berdasarkan studi kasus sosial

b)

🅑 Ceramah guru tentang nilai-nilai Pancasila

c)

🅒 Diskusi dengan narasumber dari latar budaya berbeda

d)

🅓 Analisis berita aktual dengan grafik dan data

e)

🅔 Refleksi tertulis tentang pengalaman berbeda dalam interaksi sosial

12.

Kasus:
Dalam mata pelajaran Informatika, Pak Rio memberi tugas siswa membuat aplikasi sederhana untuk membantu teman tunanetra mengenali warna pakaian. Setelahnya, siswa mempresentasikan aplikasinya dan menceritakan proses kerja tim.

Pertanyaan:
Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang terlibat dan berkembang secara eksplisit dalam pembelajaran tersebut adalah...

a)

🅐 Mandiri

b)

🅑 Kreatif

c)

🅒 Bergotong Royong

d)

🅓 Bernalar Kritis

e)

🅔 Beriman dan Berakhlak Mulia

13.

Kasus:
Bu Ira menuliskan tujuan pembelajarannya: “Siswa mampu menunjukkan sikap gotong royong dan mandiri dalam proyek sosial.” Namun saat pelaksanaan:

  • Guru membagi tugas secara sepihak

  • Semua siswa mengerjakan tugas individu, lalu dikompilasi oleh guru

  • Presentasi dilakukan oleh satu siswa per kelompok

  • Tidak ada sesi refleksi atau diskusi kelompok

Pertanyaan:
Apa saja ketidaksesuaian antara tujuan pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Bu Ira?

a)

🅐 Kurangnya keterlibatan siswa dalam pengambilan keputusan kelompok

b)

🅑 Aktivitas terlalu difokuskan pada produk, bukan proses kerja sama

c)

🅒 Tugas individu tidak mencerminkan semangat gotong royong

d)

🅓 Tidak adanya ruang refleksi menghambat kemandirian dan pembelajaran bermakna

e)

🅔 Penilaian hanya berdasarkan presentasi akhir

14.

Kasus:
Pak Arfan memulai pelajaran dengan bertanya: “Hal apa yang sering kalian alami di lingkungan, tetapi belum kalian pahami sepenuhnya?” Dari diskusi itu, siswa mengangkat topik polusi suara di sekitar rumah. Guru mengarahkan pembelajaran agar siswa:

  • Meneliti kasus polusi suara di lingkungan masing-masing

  • Berbagi pengalaman dan dampaknya

  • Merancang kampanye kesadaran di sekolah

Pertanyaan:
Nilai-nilai Filosofi KHD yang paling tercermin dalam pendekatan Pak Arfan adalah...

a)

🅐 Pendidikan sebagai proses menuntun kodrat alam dan kodrat zaman

b)

🅑 Guru sebagai pamong yang memberi kebebasan dan arah sesuai potensi murid

c)

🅒 Pendidikan bersifat netral, tidak perlu mengangkat masalah lingkungan atau sosial

d)

🅓 Siswa belajar dari kehidupan nyata, bukan hanya dari guru dan buku

e)

🅔 Pembelajaran harus selaras dengan konteks sosial dan pengalaman pribadi

15.

Kasus:
Bu Nita selalu menyiapkan materi lengkap dan menjelaskan secara rinci dari awal sampai akhir. Ia merasa siswa belum siap belajar sendiri, sehingga semua alur pembelajaran dikendalikan olehnya. Saat evaluasi, siswa mampu menghafal isi materi, namun sulit menjawab soal yang menuntut penalaran dan penerapan.

Pertanyaan:
Jika dikaitkan dengan filosofi KHD, kelemahan utama dalam praktik Bu Nita adalah...

a)

🅐 Tidak memberi ruang tumbuhnya kemerdekaan belajar siswa

b)

🅑 Melanggar prinsip “tut wuri handayani” karena mendominasi proses

c)

🅒 Menolak kodrat alam siswa untuk aktif berpikir dan bereksplorasi

d)

🅓 Mengabaikan peran guru sebagai pendamping, bukan pusat pengetahuan

e)

🅔 Tidak berpegang pada prinsip evaluasi yang objektif dan berbasis data

16.

Guru memberi siswa kebebasan memilih topik proyek, membimbing saat dibutuhkan, dan mendorong refleksi personal di akhir proses.

Nilai yang paling mencerminkan filosofi Ki Hadjar Dewantara dan Kurikulum Merdeka adalah...

a)

🅐 Pembelajaran harus mengacu pada konten kurikulum

b)

🅑 Guru sebagai pamong, bukan pusat pengetahuan

c)

🅒 Anak berkembang sesuai kodrat alam dan zaman

d)

🅓 Hasil belajar lebih penting dari proses

e)

🅔 Pendidikan harus memerdekakan pikiran dan tindakan siswa

17.

Kasus:
Pak Irfan mengamati bahwa beberapa siswanya sering tertinggal dalam tugas. Ia kemudian:

  • Mengizinkan siswa memilih cara menyelesaikan tugas (video, tulisan, poster)

  • Memberi waktu tambahan sesuai kebutuhan siswa

  • Menyediakan sesi bimbingan bagi yang kesulitan

  • Tidak membandingkan hasil siswa satu sama lain

Pertanyaan:
Prinsip pendidikan yang berpihak pada anak yang tampak dalam praktik Pak Irfan adalah...

a)

🅐 Diferensiasi proses dan produk belajar

b)

🅑 Menyediakan pengalaman belajar yang setara untuk semua

c)

🅒 Mengutamakan hasil akhir yang seragam

d)

🅓 Menghindari praktik membandingkan anak

e)

🅔 Menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individual anak

18.

Kasus:
Bu Tari selalu menekankan hasil ulangan harian dan memberikan perlakuan khusus pada siswa berprestasi. Ia sering memarahi siswa yang tidak mengumpulkan tugas dan hanya memberi pujian pada siswa ranking atas.

Pertanyaan:
Apa saja indikasi bahwa Bu Tari belum menerapkan pendidikan yang berpihak pada anak?

a)

🅐 Menilai siswa hanya dari hasil, bukan proses

b)

🅑 Mengabaikan kebutuhan dan latar belakang belajar yang berbeda

c)

🅒 Memberi kesempatan yang adil bagi semua siswa

d)

🅓 Menggunakan pendekatan tunggal dalam menilai keberhasilan

e)

🅔 Memberikan umpan balik untuk mengembangkan potensi

19.

Kasus:
Bu Neni memiliki siswa bernama Bima yang suka menggambar, tetapi kurang aktif dalam diskusi lisan. Dalam tugas presentasi kelompok, Bu Neni memberi peran pada Bima untuk membuat ilustrasi dan poster dari ide-ide kelompoknya.

Pertanyaan:
Praktik Bu Neni mencerminkan bahwa pendidikan berpihak pada anak berarti...

a)

🅐 Memberi ruang pada kekuatan unik setiap siswa

b)

🅑 Menyamaratakan tugas agar semua anak memiliki peran sama

c)

🅒 Mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan akademik

d)

🅓 Menyusun peran dalam pembelajaran berdasarkan minat dan potensi

e)

🅔 Memaksakan semua siswa untuk mengembangkan keterampilan yang sama

20.

Kasus:
Pak Yusuf menerapkan pembelajaran berbasis proyek di kelas IX. Ia tidak menentukan satu model atau hasil akhir, melainkan:

  • Memberi kebebasan siswa memilih topik dan bentuk produk (video, poster, esai, dll.)

  • Membimbing kelompok yang kesulitan menyusun tujuan

  • Memberi ruang diskusi antar kelompok

  • Tidak memberi nilai hanya dari produk akhir, tapi juga dari proses, ide, dan kerja tim

Saat supervisi, ia ditanya: “Apa filosofi yang melandasi keputusan Anda dalam pembelajaran ini?”

Pertanyaan:
Nilai-nilai Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang tercermin dari praktik Pak Yusuf adalah...

a)

🅐 Pendidikan harus menuntun kodrat alam dan kodrat zaman siswa

b)

🅑 Guru sebaiknya menentukan arah dan format pembelajaran agar hasil lebih optimal

c)

🅒 Proses belajar harus menghargai keunikan dan kemerdekaan belajar anak

d)

🅓 Peran guru adalah pamong: membimbing saat dibutuhkan, memberi ruang saat siswa bisa mandiri

e)

🅔 Penilaian berfokus pada capaian kognitif dan hasil akhir untuk membedakan siswa unggul