wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kontrol Otomatik TEP B Bagian II 2025

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Mengapa transformasi Laplace menjadi alat penting dalam menganalisis sistem dinamis?

a)

Mempercepat respon sistem terhadap gangguan

b)

Mengkonversi sinyal frekuensi ke domain waktu

c)

Menyederhanakan persamaan diferensial menjadi bentuk aljabar

d)

Mengubah sistem menjadi bentuk diskrit

e)

Menghilangkan semua komponen osilasi

2.

Apa manfaat transformasi Laplace dalam analisis tanggap transien sistem orde dua?

a)

Menghindari perhitungan konstanta waktu

b)

Menentukan input konstan dari sistem

c)

Mengabaikan efek gangguan permanen

d)

Mengetahui sifat kutub dan stabilitas sistem

e)

Menurunkan respon terhadap frekuensi tinggi

3.

Apa peran matriks A dalam representasi state-space sistem kontrol?

a)

Menghubungkan input dengan output langsung

b)

Menentukan dinamika internal keadaan sistem

c)

Mengatur perubahan output berdasarkan waktu

d)

Mengelola hubungan frekuensi input-output

e)

Mewakili non-linearitas model

4.

Apa yang terjadi jika sistem tidak controllable dalam representasi state-space?

a)

Semua output akan selalu konstan

b)

Sistem tetap stabil untuk semua input

c)

Beberapa keadaan tidak bisa dicapai dari input manapun

d)

Input tidak lagi relevan terhadap model

e)

Sistem otomatis menjadi divergen

5.

Apa strategi utama untuk mempercepat respon transien tanpa meningkatkan overshoot?

a)

Menambah gain integral

b)

Mengurangi waktu sampling

c)

Mengatur ulang parameter derivatif

d)

Menambah gain proporsional secara ekstrem

e)

Mengurangi semua parameter PID

6.

Apa akibat dari tuning parameter integral (Ki) terlalu tinggi dalam sistem PID?

a)

Sistem terlalu sensitif terhadap noise

b)

Terjadi windup dan peningkatan error akumulatif

c)

Sistem stabil dan cepat

d)

Respon tidak terpengaruh

e)

Error steady-state menjadi negatif

7.

Mengapa kontrol derivatif jarang digunakan pada sistem dengan noise tinggi?

a)

Karena mempercepat waktu naik sistem

b)

Karena menurunkan efektivitas integrator

c)

Karena memperbesar efek sinyal fluktuatif

d)

Karena menghilangkan komponen DC

e)

Karena menyebabkan kehilangan kestabilan

8.

Mengapa model matematis sistem fisik penting dalam desain kontrol otomatis?

a)

Untuk menggantikan proses tuning manual

b)

Untuk memastikan semua output konstan

c)

Untuk memungkinkan simulasi, analisis, dan optimasi sistem

d)

Untuk mempercepat reaksi sensor

e)

Untuk menstabilkan kontrol logika fuzzy

9.

Apa risiko menggunakan model sistem fisik yang terlalu sederhana?

a)

Membuat kontroler bekerja lebih akurat

b)

Mengurangi efisiensi proses tuning

c)

Mengabaikan dinamika kritis yang berdampak pada performa kontrol

d)

Meningkatkan resolusi sinyal

e)

Menghapus kebutuhan akan feedback

10.

Apa tantangan utama penerapan kontrol otomatis di sistem pangan?

a)

Tingkat tegangan tinggi pada sensor

b)

Gangguan dari operator

c)

Variasi parameter lingkungan yang tinggi dan material non-linier

d)

Kebutuhan akan simulasi fluida kompleks

e)

Penggunaan algoritma digital terbatas

11.

Apa risiko menggunakan model sistem fisik yang terlalu sederhana?

a)

Membuat kontroler bekerja lebih akurat

b)

Mengurangi efisiensi proses tuning

c)

Mengabaikan dinamika kritis yang berdampak pada performa kontrol

d)

Meningkatkan resolusi sinyal

e)

Menghapus kebutuhan akan feedback

12.

Apa faktor utama yang memengaruhi tanggapan transien sistem kontrol?

a)

Jenis mikrokontroler

b)

Frekuensi alami

c)

Ukuran sensor

d)

Panjang kabel sinyal

e)

Nilai dari integrator

13.

Bagaimana representasi state-space digunakan dalam sistem kontrol?

a)

Untuk mengatur waktu sampling

b)

Untuk mengubah sinyal digital ke analog

c)

Untuk menuliskan dinamika sistem dalam bentuk matriks

d)

Untuk menghitung energi listrik

e)

Untuk mengatur kecepatan motor

14.

Kapan model matematika suatu sistem dapat dianggap valid?

a)

Jika sistem tetap dalam batas non-linear

b)

Jika sesuai dengan hukum fisika

c)

Jika memiliki satu input

d)

Jika membentuk tren grafik

e)

Jika menggunakan metode manual

15.

Strategi pemrograman apa yang dapat digunakan untuk menangani kesalahan sensor ultrasonik?

a)

Mengganti sensor secara manual

b)

Meningkatkan tegangan referensi

c)

Menggunakan logika fuzzy atau validasi data

d)

Menurunkan resolusi sensor

e)

Menghilangkan sinyal PWM