Font size
WorksheetsQuiz Strategi Pemasaran
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Hal-hal yang akan pemasar lakukan sebagai penerapan dari marketing strategy yang telah disusun, akan dituangkan pada;
Marketing tactic
Marketing environment
Marketing guidelines
Marketing plan
Tidak ada opsi jawaban yang benar
Berikut salah satu unsur yang termasuk dalam model 3C Ohmae dalam pendekatan strategi:
Collaborator
Consumer
Company
Creditor
Communicator
Alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut, merupakan penjelasan dari konsep:
Sustainable Competitive Advantage
Marketing strategy
Customer Journey
Marketing Plan
Tidak ada opsi jawaban yang benar
Berikut yang tidak termasuk komponen dari strategi marketing:
Positioning strategy
Share objektif
Keunggulan bersaing
Channel strategy
Price strategy
Produk akhir dari adanya marketing plan dan marketing action adalah:
Market share
Marketing performance
Market position
Market growth
Marketing Mix
Berikut yang tidak termasuk aktivitas dalam tahapan marketing situation analysis:
Strategic marketing plan
Environmental analysis
Marketing research
Consumer behavior analysis
Competitor behavior analysis
Berikut yang tidak termasuk pada marketing program development:
People and presentation strategy
Positioning strategy
Product strategy
Price strategy
Promotion strategy
Tujuan dari positioning adalah:
Membentuk ukuran pasar relevan
Membendung tingkat persaingan
Menempatkan merek dalam pikiran konsumen
Menentukan keunggulan bersaing berkelanjutan
Tidak ada opsi jawaban yang benar
Kunci keberhasilan positioning terletak pada:
Ukuran target pasar yang dicapai
Persepsi yang berhasil diciptakan
Ekuitas merek yang tinggi
Tingkat diferensiasi produk
Tingkat kepuasan pelanggan
Berikut yang tidak termasuk kriteria sebagai dasar pemilihan atribut yang akan dijadikan dasar positioning:
Satisfaction
Importance
Distinctiveness
Affordability
Profitability
Berikut yang tidak termasuk pada pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning:
Atribut
Harga dan Kualitas
Pemakai produk
Customer Journey
Competitor Positioning
Strategi repositioning dilakukan jika:
Harga naik
Permintaan naik
Preferensi konsumen berubah
Konsumen merasa puas
Tidak ada opsi jawaban yang benar
Menciptakan persaingan terhadap merek tertentu milik perusahaan sendiri, disebut strategi:
Overlap produk
Market penetration
Market defense
Product development
Keunggulan bersaing
Hasil yang ingin dicaapai dari strategi overlap produk adalah:
Mengurangi pesaing
Meningkatkan pasar dan pertumbuhan
Penetrasi pasar
Meningkatkan loyalitas pelanggan
Tidak ada opsi jawaban yang benar
Salah satu tujuan strategi multi produk adalah:
Mendiversifikasi pasar
Mengurangi pesaing
Meningkatkan pasar dan pertumbuhan
Penetrasi pasar
Meningkatkan loyalitas pelanggan
Berikut yang tidak termasuk langkah pemasar yang berkaitan dengan strategi produk baru:
Perluasan lini
Repositioning
Revisi produk yang sudah ada
Lini produk baru
Penetrasi pasar
Upaya mencari dan mengembangkan produk atau pasar baru, atau keduanya dengan tujuan mengejar penjualan, profitabilitas dan fleksibilitas, disebut:
Diferensiasi
Diversifikasi
Diversity
Diskualifikasi
Konglomerasi
Berkaitan dengan produk baru dan pengembangan merek, berikut yang tidak termasuk strategi ekspansi yang dapat dilakukan menurut Ansoff:
Market penetration
Product development
Brand position
Market development
Diversification
Berikut yang tidak termasuk pada komponen atau pilar dari ekuitas merek:
Pengetahuan merek
Diferensiasi merek
Energi merek
Relevansi merek
Resonansi merek
Berikut yang tidak termasuk perspektif dalam penilaian kinerja dengan pendekatan balanced scorecard:
Finansial
Inovasi dan Pembelajaran
Pelanggan
Ekuitas merek
Internal Business Process
Dalam analisis rantai nilai, berikut yang termasuk pada "supported activities":
Procurement
Inbound logistic
Operations
Outbond logistic
Marketing and sales
Berdasarkan five Porter forces, yang tidak termasuk kekuatan persaingan dalam industri, adalah:
Hambatan pendatang baru
Daya tawar pemasok
Iklan dari pesaing
Daya tawar pembeli
Hambatan bagi produk pengganti
Tahapan awal dalam proses pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian terpola adalah:
Pencarian informasi
Pengenalan kebutuhan
Evaluasi alternatif
Pembelian
Evaluasi kepuasan pada produk
Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar, merupakan salah satu tahapan dalam proses:
Segmentasi
Targeting
Positioning
Differentiation
Branding
Berikut yang tidak menjadi dasar atau alasan bagi pemasar dalam melakukan segmentasi:
Konsumen bersifat heterogen
Konsumen bersifat homogen
Mengubah konnsumen yang bersifat heterogen menjadi homogen
Keinginan yang bervariasi
Menciptakan keunggulan bersaing
Berikut yang termasuk kesulitan pemasar dalam menetapkan harga:
Bagaimana menanggapi pemotongan harga yang agresif
Bagaimana menetapkan harga dengan saluran yang berbeda
Bagaimana menetapkan harga produk yang sama di negara-negara yang berbeda
Bagaimana menetapkan harga untuk produk versi baru
Semua opsi jawaban benar
Berikut yang tidak termasuk pada konsep harga:
Tuition
Bunga
Tarif
Agen
Premi
Berikut isu-isu yang berkaitan dengan harga, kecuali:
Berapa harga yang harus ditetapkan
Apa yang menjadi dasar penetapan harga
Kapan pembayaran harus dilakukan
Bagaimana menghitung biaya iklan
Bagaimana mengkomunikasikan harga kepada pasar
Berikut yang tidak termasuk potensi konflik dalam penetapan harga:
Konflik internal perusahaan
Konflik dengan supplier
Konflik saluran distribusi
Konflik dengan instansi pemerintah
Konflik dengan pesaing
Berikut yang termasuk strategi permintaan primer, adalah:
Memperluas pasar yang dilayani
Meningkatkan jumlah pemakai
Merebut pasar pesaing
Meningkatkan permintaan pelanggan saat ini
Melayani segmen yang berorientasi pada harga
Berikut yang tidak termasuk pada strategi permintaan selektif, adalah:
Memperluas pasar yang dilayani
Meningkatkan jumlah pemakai
Merebut pasar pesaing
Meningkatkan permintaan pelanggan saat ini
Melayani segmen yang berorientasi pada harga
Elastisitas harga merupakan konsep yang berkaitan dengan:
Stabilitas harga pasar dibanding dengan kompetitor
Sensitifitas penawaran dan permintaan atas perubahan harga
Perbandingan harga dengan perilaku konsumen
Kemampuan penerimaan harga oleh konsumen
Keseimbangan harga pasar
Sebuah perusahaan EdTech menawarkan paket harga berbeda untuk siswa, profesional, dan institusi. Setiap segmen dikenakan harga berbeda untuk produk yang sama. Strategi ini disebut:
Skimming pricing
Third-degree price discrimination
Psychological pricing
Value-based pricing
Bundling pricing
Jika elastisitas permintaan suatu produk adalah -0.5, dan perusahaan menurunkan harga sebesar 10%, maka:
Permintaan akan naik tajam
Total revenue akan meningkat
Total revenue akan menurun
Permintaan tidak berubah
Biaya marjinal akan meningkat
Marketplace seperti Amazon menggunakan AI untuk mengubah harga produk berdasarkan waktu, stok, dan perilaku konsumen. Strategi ini dikenal sebagai:
Demand-based pricing
Dynamic pricing
Competitive pricing
Psychological pricing
Value-adding pricing
Perusahaan teknologi baru meluncurkan smartphone dengan harga tinggi untuk menargetkan konsumen premium lebih dulu sebelum menurunkan harga. Strategi ini disebut:
Penetration pricing
Prestige pricing
Skimming pricing
Competitive pricing
Bundle pricing
Penurunan harga produk A menyebabkan penurunan permintaan produk B. Maka hubungan antara keduanya adalah:
Barang inferior
Barang komplementer
Barang substitusi
Barang netral
Produk tidak elastis
Jika sebuah perusahaan mengetahui bahwa permintaan terhadap produknya sangat elastis, maka untuk memaksimalkan profit, perusahaan sebaiknya:
Menurunkan harga untuk meningkatkan volume
Menaikkan harga untuk meningkatkan margin
Menjaga harga tetap
Fokus pada segmentasi demografis
Meningkatkan biaya distribusi
Sebuah platform streaming menjual paket gabungan film dan musik dengan harga lebih rendah dibanding membeli keduanya secara terpisah. Strategi ini disebut:
Loss leader pricing
Dynamic pricing
Psychological pricing
Bundling pricing
Prestige pricing
Sebuah brand fashion menetapkan harga produknya $99.99 alih-alih $100 untuk menarik konsumen secara emosional. Ini adalah contoh:
Skimming
Value-based pricing
Psychological pricing
Predatory pricing
Flat pricing
Perusahaan FMCG menjual produknya langsung ke konsumen melalui e-commerce, meskipun telah memiliki jaringan distributor konvensional. Hal ini berpotensi menimbulkan:
Horizontal conflict
Selective distribution
Disintermediation
Vertical conflict
Intensive channel conflict
Produk minuman ringan tersedia di hampir semua minimarket dan supermarket di berbagai daerah. Strategi distribusi yang digunakan adalah:
Selective
Intensive
Exclusive
Dual-channel
Hybrid
Apa risiko utama dari strategi distribusi eksklusif?
Overexposure brand
Margin keuntungan rendah
Rendahnya kontrol kualitas
Ketergantungan tinggi pada mitra tunggal
Terlalu banyak pesaing
Perusahaan global menggunakan toko fisik, e-commerce, dan agen untuk menjangkau pelanggan. Tantangan utama dari strategi ini adalah:
Pengurangan biaya logistik
Penguatan posisi premium
Pengendalian konflik antar kanal
Penyederhanaan distribusi
Inovasi produk
Dalam konteks strategi distribusi, logistik dapat dikategorikan sebagai:
Beban tetap dalam pemasaran
Fungsi keuangan murni
Keunggulan kompetitif
Biaya sunk-cost
Strategi retensi konsumen
Strategi distribusi langsung ke konsumen (direct-to-consumer) cenderung lebih hemat biaya dalam hal:
Biaya riset dan pengembangan
Biaya iklan massal
Margin distribusi pihak ketiga
Biaya operasional toko fisik
Biaya raw material
Perusahaan fashion menerapkan pendekatan click-and-collect, integrasi toko fisik dan online. Ini merupakan contoh dari:
Multichannel conflict
Exclusive distribution
Omnichannel strategy
Logistics outsourcing
Viral channel optimization
Produk mewah seperti jam tangan Rolex cenderung menggunakan:
Intensive distribution
Indirect franchising
Skimming strategy
Selective distribution
Exclusive distribution
Perusahaan e-commerce menyediakan layanan pengembalian barang dan pelacakan. Strategi ini termasuk dalam:
Logistics redundancy
Last mile optimization
Reverse logistics
Predictive logistics
Cross-docking
Manakah dari metrik berikut paling relevan untuk mengevaluasi efektivitas strategi distribusi?
Customer Lifetime Value
Inventory Turnover Ratio
Click Through Rate
Brand Awareness Score
Organic Search Traffic
Manakah pernyataan yang paling benar tentang perbedaan antara paid search dan organic search?
Paid search lebih murah daripada organic
Organic search memberikan hasil instan
Paid search membutuhkan SEO
Organic search bergantung pada konten dan otoritas situs
Organic search tidak muncul di mesin pencari
Dalam model AIDA digital marketing, fase di mana retargeting iklan paling efektif adalah:
Awareness
Interest
Desire
Action
Loyalty
Mengapa banyak brand memilih micro-influencer dalam kampanye digital?
Mereka memiliki jangkauan global
Mereka lebih murah dan engagement-nya lebih tinggi
Mereka ahli dalam paid advertising
Mereka berlisensi oleh Google
Mereka menjamin ROI tinggi secara legal
Manakah indikator kinerja yang paling tepat untuk mengukur efektivitas kampanye digital branding?
Conversion rate
Click-through rate
Cost per acquisition
Brand recall rate
Bounce rate
Tujuan utama dari content marketing jangka panjang adalah:
Meningkatkan paid reach
Mengurangi biaya produksi
Meningkatkan SEO dan loyalitas pelanggan
Menurunkan CPC
Meningkatkan churn rate
Iklan digital yang dibeli secara otomatis melalui algoritma dan data real-time disebut:
PPC
Native advertising
Programmatic advertising
Display retargeting
Earned media
Metode terbaik untuk mengukur kualitas segmentasi dalam email marketing adalah:
Open rate
Bounce rate
Conversion rate
Unsubscribe rate
Click-to-open rate
Landing page dengan kecepatan rendah dan CTA tidak jelas akan mengakibatkan:
CPC tinggi
CTR tinggi
Conversion rate rendah
ROAS meningkat
Engagement rate stabil
Salah satu manfaat utama dari strategi retargeting adalah:
Menjangkau konsumen baru
Meningkatkan harga produk
Menurunkan loyalitas
Meningkatkan konversi dari pengunjung sebelumnya
Menurunkan kualitas traffic
Strategi SEO yang berbahaya dan dapat merugikan reputasi situs disebut:
White hat SEO
On-page SEO
Long-tail optimization
Black hat SEO
Schema markup
Dalam analisis SWOT, peluang (opportunities) merujuk pada:
Kelebihan internal perusahaan
Hambatan eksternal yang menghalangi tujuan
Tren eksternal yang dapat dimanfaatkan perusahaan
Kelemahan internal perusahaan
Persaingan harga yang ketat
Faktor internal dalam analisis IFAS meliputi:
Peluang dan ancaman
Kekuatan dan kelemahan
Visi dan misi perusahaan
Posisi kompetitor
Inovasi industri
Dalam VRIO Framework, suatu sumber daya dikatakan menjadi keunggulan kompetitif berkelanjutan jika memenuhi kriteria:
Valuable dan Rare
Valuable, Rare, dan Imitable
Valuable, Rare, Inimitable, dan Organized
Rare dan Organized
Inimitable dan Tangible
Contoh keunggulan kompetitif yang tidak berkelanjutan adalah:
Teknologi eksklusif yang dipatenkan
Budaya organisasi yang unik
Harga diskon musiman
Reputasi merek yang kuat
Hubungan jangka panjang dengan pelanggan
Strategi korporat menjawab pertanyaan utama berikut, kecuali:
Di industri apa perusahaan beroperasi?
Bagaimana kita menentukan target pasar spesifik?
Bagaimana unit bisnis dikoordinasikan?
Bagaimana pertumbuhan organisasi dikelola?
Bagaimana diversifikasi dilakukan?
Strategi bisnis unit fokus pada:
Struktur organisasi
Keunggulan kompetitif di pasar tertentu
Manajemen keuangan
Rekrutmen dan pelatihan
Regulasi industri
Matriks BCG digunakan untuk menilai:
Struktur biaya perusahaan
Tingkat loyalitas pelanggan
Posisi produk berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif
Margin keuntungan produk
Umur siklus produk
Dalam Matriks BCG, produk "Dog" memiliki karakteristik:
Pangsa pasar tinggi dan pertumbuhan tinggi
Pangsa pasar tinggi dan pertumbuhan rendah
Pangsa pasar rendah dan pertumbuhan tinggi
Pangsa pasar rendah dan pertumbuhan rendah
Potensi menjadi bintang
Dalam Ansoff Model, strategi penetrasi pasar berarti:
Meningkatkan penjualan produk lama di pasar lama
Menjual produk baru di pasar lama
Memasuki pasar baru dengan produk baru
Menghapus lini produk lama
Menjual aset perusahaan
Strategi diversifikasi dalam Ansoff Matrix melibatkan:
Fokus pada pasar yang sama
Menjual produk baru ke pasar baru
Menurunkan harga
Mengembangkan saluran distribusi
Melakukan merger
Dalam SOSTAC, huruf "S" pertama berarti:
Situation Analysis
Segmentation
Strategy
Strength
Scope
Dalam model SOSTAC, 'Tactics' menjelaskan:
Evaluasi hasil
Rencana spesifik pelaksanaan strategi
Visi jangka panjang
Desain produk
Analisis pesaing
Tahap pertama dalam Design Thinking adalah:
Ideate
Empathize
Prototype
Test
Implement
Pada tahap 'Ideate' dalam design thinking, aktivitas utamanya adalah:
Pengujian solusi
Observasi pelanggan
Menghasilkan sebanyak mungkin ide solusi
Merancang prototipe
Membuat buyer persona
Customer Journey Map membantu perusahaan untuk:
Meningkatkan margin keuntungan
Menyusun laporan keuangan
Memahami pengalaman pelanggan dari awal hingga akhir
Mengatur struktur organisasi
Menetapkan harga
Dalam value proposition canvas, fit terjadi ketika:
Produk gagal menjawab kebutuhan pelanggan
Brand tidak memiliki positioning
Harga lebih tinggi dari pesaing
Produk sesuai dengan jobs, gains, dan pains pelanggan
Promosi tidak efektif
Buyer persona digunakan untuk:
Memahami karakteristik dan perilaku pelanggan ideal
Menggambarkan demografi pasar secara umum
Menentukan harga jual produk
Menyusun laporan keuangan
Mengidentifikasi pesaing
Salah satu elemen penting dari Anicca Framework adalah:
Positioning
Awareness
Strategy
Loyalty
Testing
Dalam Anicca Framework, tahap 'Consideration' biasanya berisi aktivitas seperti:
Membuat awareness melalui iklan
Menawarkan konten edukatif dan perbandingan produk
Memberi diskon besar
Meminta feedback pelanggan
Analisis pesaing
PDCR cycle digunakan dalam strategi pemasaran untuk:
Membuat promosi diskon
Melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement)
Menentukan posisi pasar
Menentukan target pasar
Menyusun laporan pajak
Dalam PDCR, langkah 'Check' mengacu pada:
Mengimplementasikan perencanaan
Mengidentifikasi peluang
Mengevaluasi hasil dari pelaksanaan
Menciptakan ide inovasi
Menentukan buyer persona
Komponen utama dari analisis EFAS adalah:
Nilai pelanggan dan loyalitas
Struktur internal organisasi
Peluang dan ancaman eksternal
Aktivitas distribusi
Anggaran promosi
Keunggulan kompetitif berkelanjutan (Sustainable Competitive Advantage) idealnya bersifat:
Mudah ditiru
Sulit diimitasi dan bertahan lama
Sementara
Berdasarkan diskon
Sering berubah
Salah satu tujuan strategi korporat adalah untuk:
Mengelola kampanye iklan
Menyusun buyer persona
Mengatur portofolio bisnis secara keseluruhan
Menentukan desain logo
Mengatur saluran distribusi
Strategi pemasaran berfokus pada:
Manajemen sumber daya manusia
Perluasan lini produksi
Penciptaan nilai dan penyampaian kepada pelanggan
Struktur organisasi
Akuisisi perusahaan
Dalam design thinking, prototyping dilakukan agar:
Menyelesaikan masalah finansial
Mengembangkan segmen pasar
Menguji ide dalam bentuk nyata dengan biaya rendah
Memahami kompetitor
Memperluas distribusi
Buyer persona berbeda dari segmentasi karena:
Memiliki profil fiktif namun detail berdasarkan data aktual
Berdasarkan rata-rata pasar
Digunakan untuk pricing
Fokus pada kompetitor
Hanya mencakup demografi
Dalam SOSTAC, strategi menjawab pertanyaan:
Apa yang harus dilakukan dalam operasional
Bagaimana mencapai tujuan dari situasi saat ini
Kapan melakukan promosi
Siapa pesaing utama
Apa visi perusahaan
Dalam matriks BCG, "Stars" harus:
Terus didanai untuk mempertahankan posisi pasar
Dihapus dari portofolio
Dijual ke pesaing
Dibiarkan tumbuh tanpa campur tangan
Diminimalkan biayanya
Tahapan terakhir dari Design Thinking adalah:
Prototype
Ideate
Empathize
Test
Refine
Strategi diversifikasi terkait erat dengan keputusan:
Targeting
Masuk ke industri baru dengan produk baru
Penurunan harga
Reposisi merek
Konsolidasi pelanggan
Dalam Analisis VRIO, "Imitability" rendah berarti:
Sulit ditiru oleh pesaing
Mudah dipalsukan
Produk murah
Dapat di-outsourcing
Tidak relevan
Strategi pemasaran efektif harus dimulai dari:
Pemahaman mendalam terhadap pelanggan dan pasar
Fokus pada produk
Pengurangan biaya
Aktivitas promosi
Peningkatan aset
Dalam Value Proposition Canvas, "Gain Creators" bertujuan untuk:
Menghapus kompetitor
Memberikan manfaat tambahan bagi pelanggan
Meningkatkan biaya produksi
Mengurangi risiko investasi
Menurunkan margin keuntungan
Buyer persona biasanya berisi informasi berikut, kecuali:
Usia dan pekerjaan
Tujuan dan tantangan
Motivasi dan kebiasaan
Margin keuntungan perusahaan
Channel favorit
"Customer Journey" mencakup tahapan berikut, kecuali:
Awareness
Consideration
Decision
Outsourcing
Retention
Dalam PDCR, "Act" berarti:
Menyusun anggaran
Mengadopsi perubahan berbasis hasil evaluasi
Menjual produk
Menentukan buyer persona
Menyusun rencana iklan
Elemen VRIO "Organization" berarti bahwa:
Perusahaan harus membuat prototipe
Perusahaan mampu mengatur dan memanfaatkan sumber daya secara optimal
Perusahaan menyalin strategi pesaing
Perusahaan menurunkan biaya
Perusahaan membentuk joint venture
Salah satu output dari EFAS dan IFAS adalah:
Branding
Matriks SWOT kuantitatif
Buyer persona
Product positioning
Repricing
Strategi pemasaran yang berkelanjutan sebaiknya bersifat:
Sementara dan fleksibel
Konsisten, adaptif, dan berbasis data pelanggan
Fokus pada produk semata
Agresif tanpa analisis
Mengabaikan pesaing
