NEW
Font size
WorksheetsUjian Akhir Semester Keperawatan
Total questions: 20
Worksheet time: 22mins
Dalam penerapan asuhan keperawatan keluarga, langkah pertama yang harus dilakukan agar asuhan efektif adalah:
Memberikan pelatihan kepada seluruh anggota keluarga tanpa melihat peran masing-masing
Menentukan jadwal kunjungan ke rumah secara rutin
Mengidentifikasi peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga dalam proses perawatan
Memberikan edukasi umum kepada komunitas sekitar terlebih dahulu
Menentukan siapa yang bertanggung jawab penuh dalam pelayanan kesehatan wilayah
Agar asuhan keperawatan keluarga menjadi efektif, penting bagi perawat untuk melibatkan keluarga sesuai dengan perannya. Contoh penerapan yang tepat adalah:
Memberikan semua tugas perawatan hanya kepada ibu sebagai pengasuh utama
Menyusun jadwal intervensi tanpa melibatkan anggota keluarga
Memberikan edukasi tentang pengambilan keputusan kepada anggota keluarga yang berperan sebagai pengambil Keputusan
Menugaskan anggota keluarga secara acak tanpa memperhatikan kemampuan mereka
Memusatkan semua kegiatan pada petugas kesehatan dan membatasi peran keluarga
Peran keluarga yang paling penting dalam perawatan lansia adalah….
Memberikan pengawasan penuh oleh tenaga medis
Memberikan bantuan langsung dalam aktivitas sehari-hari dan menjadi pengambil keputusan penting
Menyediakan layanan rumah sakit secara mandiri
Menentukan seluruh intervensi keperawatan tanpa melibatkan perawat
Mengganti semua peran sosial lansia dalam keluarga
Strategi perawat dalam pemberdayaan keluarga agar efektif dalam perawatan lansia adalah….
Menugaskan keluarga tanpa memberikan pelatihan yang memadai
Melibatkan keluarga hanya dalam keputusan rumah sakit
Melatih keluarga dalam keterampilan perawatan dan memberikan edukasi tentang kondisi lansia
Mengambil alih semua peran perawatan dari keluarga
Membatasi interaksi keluarga dengan lansia yang sakit
Seorang lansia berusia 70 tahun mengeluhkan pendengarannya semakin menurun. Ia sering tidak mendengar percakapan dengan jelas, terutama ketika orang lain berbicara dengan nada tinggi. Berdasarkan kasus tersebut, perubahan fisiologis apa yang paling mungkin dialami oleh lansia tersebut?
Osteoporosis pada tulang pendengaran
Prebiakusis yang menyebabkan gangguan pendengaran terhadap suara bernada tinggi
Penurunan daya ingat sehingga sulit memahami pembicaraan
Gangguan saraf pusat yang mempengaruhi pendengaran
Penurunan fungsi otot telinga akibat penuaan
Seorang lansia tinggal sendiri setelah pasangannya meninggal. Ia mulai menarik diri dari lingkungan, menolak bersosialisasi, dan menunjukkan gejala kesedihan berkepanjangan yang tidak membaik. Berdasarkan kasus tersebut, kondisi yang paling mungkin dialami lansia adalah….
Gangguan obsesif kompulsif
Sindroma Diogenes
Parafrenia
Depresi akibat duka cita berkepanjangan
Prebiakusis yang memicu isolasi sosial
Seorang lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin setiap 6 bulan di posyandu lansia. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam….
Program pemberdayaan ekonomi lansia
Pelayanan berbasis telemedicine
Standar pelayanan kesehatan lansia untuk deteksi dini dan pencegahan
Program pelatihan keterampilan bagi lansia
Program CSR perusahaan swasta untuk lansia
Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia, pemerintah melaksanakan program anti-isolasi melalui….
Pengadaan obat gratis untuk penyakit degenerative
Kegiatan kunjungan rutin dan aktivitas kelompok bersama komunitas
Peningkatan akses telemedicine di wilayah terpencil
Salah satu prinsip kebijakan pelayanan kesehatan lansia adalah akses universal yang berarti….
Layanan kesehatan lansia hanya tersedia di kota besar
Pelayanan kesehatan lansia harus terintegrasi dengan rumah sakit khusus
Semua lansia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi di seluruh wilayah
Pelayanan kesehatan lansia hanya difokuskan pada program rehabilitasi
Layanan kesehatan lansia diberikan hanya untuk peserta BPJS aktif
Seorang lansia, Tn. B, mengungkapkan bahwa ia merasa kesulitan menghadapi masalah pribadi karena tidak ada anggota keluarga yang ia rasa bisa diandalkan. Ia juga jarang mendapatkan dukungan untuk mencoba aktivitas baru dan merasa keluarganya tidak memiliki cukup waktu bersamanya. Berdasarkan hasil pengkajian APGAR, kemungkinan besar Tn. B memiliki fungsi keluarga yang….
Sangat baik karena masih memiliki komunikasi yang aktif
Baik karena keluarganya kadang-kadang membantu
Kurang sehat karena beberapa aspek dukungan keluarga tidak terpenuhi
Tidak sehat karena dukungan adaptasi, pertumbuhan, dan waktu bersama tidak tersedia
Sehat karena dukungan emosional sudah mencukupi
Seorang lansia mengungkapkan bahwa ia merasa sedih hampir setiap hari dan merasa hidupnya tidak lagi memiliki harapan. Ia mengaku merasa telah gagal dalam hidup, sering merasa lelah, dan tidak tertarik lagi untuk bertemu orang lain. Berdasarkan skoring Depresi Beck, kemungkinan tingkat depresi yang dialami lansia tersebut adalah….
Tidak ada depresi
Depresi ringan
Depresi sedang
Depresi berat
Depresi situasional sesaat
Seorang lansia, Ny. S, mengalami keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari. Ia hanya mampu berjalan dengan bantuan tongkat, naik turun tangga dengan bantuan, memerlukan bantuan saat mandi dan berpakaian, serta kadang-kadang mengalami inkontinensia urin. Berdasarkan pengkajian Indeks Barthel, tingkat kemandirian Ny. S termasuk dalam kategori….
Mandiri penuh
Mandiri Sebagian
Ketergantungan ringan
Ketergantungan sedang
Ketergantungan berat
Seorang lansia, Tn. A, dapat makan dan mengontrol buang air besar dan kecil secara mandiri, tetapi ia memerlukan bantuan dalam berpindah tempat tidur, ke kamar kecil, mandi, dan berpakaian. Berdasarkan pengkajian Indeks Katz, tingkat kemandirian Tn. A termasuk dalam kategori….
Katz A (Mandiri total)
Katz C (Tergantung ringan)
Katz E (Tergantung berat)
Katz F (Tergantung paling berat)
Katz G (Tergantung total)
Seorang lansia, Ny. R, mengeluhkan sulit tidur setiap malam. Ia menghabiskan lebih dari 60 menit untuk dapat tertidur, sering terbangun di tengah malam lebih dari tiga kali seminggu, dan dalam sebulan terakhir sering menggunakan obat tidur. Ia juga merasa sering mengantuk di siang hari dan menilai kualitas tidurnya cukup buruk. Berdasarkan hasil pengkajian PSQI, kualitas tidur Ny. R kemungkinan besar termasuk dalam kategori….
Sangat baik
Baik
Cukup baik
Agak buruk
Buruk
Seorang lansia, Tn. S, saat dilakukan pengkajian MMSE hanya mampu menjawab dengan benar 2 dari 5 pertanyaan orientasi, hanya mampu mengingat 1 dari 3 obyek, dan mengalami kesulitan dalam perhitungan seri 7. Ia juga sering tidak dapat mengulang kata dengan benar dan sulit menyebutkan nama benda yang ditunjukkan. Berdasarkan hasil pengkajian tersebut, kemungkinan besar kondisi Tn. S adalah….
Fungsi kognitif normal
Gangguan kognitif ringan
Gangguan kognitif sedang
Gangguan kognitif berat
Tidak dapat dinilai karena respon tidak lengkap
Seorang pasien yang berusia 70 tahun datang ke panti werdha dengan keluhan penurunan nafsu makan dan tidur yang tidak nyenyak. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, tekanan darahnya 120/80 mmHg, nadi 80 per menit, dan suhu tubuh 36,7°C. Kepala dan rambut dalam keadaan bersih, namun ada keluhan mengenai penglihatan yang kabur. Bagaimana langkah selanjutnya dalam pengkajian berdasarkan formulir pengkajian fisik?
Mengidentifikasi masalah kesehatan yang pernah dialami pasien
Melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan diagnosa pasti
Melanjutkan pemeriksaan fisik terkait kebersihan perorangan dan dada/thorak
Memfokuskan pada riwayat kesehatan dan masalah psikologis pasien
Mencatat hasil pengukuran tanda vital dan mengevaluasi kebersihan perorangan
Seorang pasien lansia berusia 82 tahun datang untuk evaluasi risiko jatuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan Berg Balance Scale (BBS), pasien dapat berdiri dengan stabil tanpa menggunakan tangan selama 2 menit, tetapi tidak dapat berdiri dengan satu kaki lebih dari 5 detik. Pasien juga membutuhkan sedikit bantuan untuk berdiri dari posisi duduk. Berdasarkan skor total, bagaimana Anda mengklasifikasikan risiko jatuh pasien ini?
Risiko Jatuh Tinggi (Skor 0-20)
Risiko Jatuh Sedang (Skor 21-40)
Risiko Jatuh Rendah (Skor 41-56)
Tidak ada risiko jatuh
Pasien tidak memerlukan evaluasi lebih lanjut
Seorang pasien lansia berusia 75 tahun datang dengan keluhan nafsu makan berkurang dalam 3 bulan terakhir, penurunan berat badan sekitar 2 kg, dan kesulitan untuk makan karena sakit gigi. Berdasarkan Mini Nutritional Assessment (MNA), bagaimana hasil screening yang sesuai untuk kondisi pasien ini?
Skor Screening 0, karena tidak ada penurunan berat badan
Skor Screening 1, karena penurunan berat badan 1-3 kg dan nafsu makan berkurang sedikit
Skor Screening 2, karena penurunan berat badan lebih dari 3 kg
Skor Screening 3, karena pasien bisa keluar rumah meskipun memiliki masalah pencernaan
Skor Screening 4, karena masalah neuropsikologis seperti depresi berat
Seorang pasien lansia berusia 75 tahun menjalani pengkajian status mental menggunakan SPMSQ. Berikut adalah hasil pemeriksaannya: Pasien menjawab salah pada 4 pertanyaan, termasuk pertanyaan tentang tanggal, presiden Indonesia saat ini, dan pengurangan angka secara berurutan. Berdasarkan hasil ini, bagaimana Anda mengklasifikasikan tingkat kerusakan intelektual pasien?
Fungsi intelektual utuh (Kesalahan 0-2)
Kerusakan intelektual ringan (Kesalahan 3-4)
Kerusakan intelektual sedang (Kesalahan 5-7)
Kerusakan intelektual berat (Kesalahan 8-10)
Tidak ada masalah dengan status mental pasien
Seorang pasien lansia berusia 78 tahun menjalani penilaian spiritual menggunakan kuesioner DSES. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien merasakan kedekatan dengan Tuhan beberapa kali sehari, merasa bersyukur atas karunia-Nya setiap hari, dan merasakan cinta Tuhan melalui hal lain hampir setiap hari. Berdasarkan hasil ini, bagaimana Anda mengklasifikasikan tingkat spiritualitas pasien?
Tingkat spiritualitas rendah (Nilai 15-40)
Tingkat spiritualitas sedang (Nilai 41-65)
Tingkat spiritualitas tinggi (Nilai 66-90)
Pasien tidak memiliki pengalaman spiritual
Tingkat spiritualitas tidak dapat diukur berdasarkan hasil ini
