wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Semester Keperawatan

Total questions: 20

Worksheet time: 22mins

Name
Class
Date
1.

Dalam penerapan asuhan keperawatan keluarga, langkah pertama yang harus dilakukan agar asuhan efektif adalah:

a)

Memberikan pelatihan kepada seluruh anggota keluarga tanpa melihat peran masing-masing

b)

Menentukan jadwal kunjungan ke rumah secara rutin

c)

Mengidentifikasi peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga dalam proses perawatan

d)

Memberikan edukasi umum kepada komunitas sekitar terlebih dahulu

e)

Menentukan siapa yang bertanggung jawab penuh dalam pelayanan kesehatan wilayah

2.

Agar asuhan keperawatan keluarga menjadi efektif, penting bagi perawat untuk melibatkan keluarga sesuai dengan perannya. Contoh penerapan yang tepat adalah:

a)

Memberikan semua tugas perawatan hanya kepada ibu sebagai pengasuh utama

b)

Menyusun jadwal intervensi tanpa melibatkan anggota keluarga

c)

Memberikan edukasi tentang pengambilan keputusan kepada anggota keluarga yang berperan sebagai pengambil Keputusan

d)

Menugaskan anggota keluarga secara acak tanpa memperhatikan kemampuan mereka

e)

Memusatkan semua kegiatan pada petugas kesehatan dan membatasi peran keluarga

3.

Peran keluarga yang paling penting dalam perawatan lansia adalah….

a)

Memberikan pengawasan penuh oleh tenaga medis

b)

Memberikan bantuan langsung dalam aktivitas sehari-hari dan menjadi pengambil keputusan penting

c)

Menyediakan layanan rumah sakit secara mandiri

d)

Menentukan seluruh intervensi keperawatan tanpa melibatkan perawat

e)

Mengganti semua peran sosial lansia dalam keluarga

4.

Strategi perawat dalam pemberdayaan keluarga agar efektif dalam perawatan lansia adalah….

a)

Menugaskan keluarga tanpa memberikan pelatihan yang memadai

b)

Melibatkan keluarga hanya dalam keputusan rumah sakit

c)

Melatih keluarga dalam keterampilan perawatan dan memberikan edukasi tentang kondisi lansia

d)

Mengambil alih semua peran perawatan dari keluarga

e)

Membatasi interaksi keluarga dengan lansia yang sakit

5.

Seorang lansia berusia 70 tahun mengeluhkan pendengarannya semakin menurun. Ia sering tidak mendengar percakapan dengan jelas, terutama ketika orang lain berbicara dengan nada tinggi. Berdasarkan kasus tersebut, perubahan fisiologis apa yang paling mungkin dialami oleh lansia tersebut?

a)

Osteoporosis pada tulang pendengaran

b)

Prebiakusis yang menyebabkan gangguan pendengaran terhadap suara bernada tinggi

c)

Penurunan daya ingat sehingga sulit memahami pembicaraan

d)

Gangguan saraf pusat yang mempengaruhi pendengaran

e)

Penurunan fungsi otot telinga akibat penuaan

6.

Seorang lansia tinggal sendiri setelah pasangannya meninggal. Ia mulai menarik diri dari lingkungan, menolak bersosialisasi, dan menunjukkan gejala kesedihan berkepanjangan yang tidak membaik. Berdasarkan kasus tersebut, kondisi yang paling mungkin dialami lansia adalah….

a)

Gangguan obsesif kompulsif

b)

Sindroma Diogenes

c)

Parafrenia

d)

Depresi akibat duka cita berkepanjangan

e)

Prebiakusis yang memicu isolasi sosial

7.

Seorang lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin setiap 6 bulan di posyandu lansia. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam….

a)

Program pemberdayaan ekonomi lansia

b)

Pelayanan berbasis telemedicine

c)

Standar pelayanan kesehatan lansia untuk deteksi dini dan pencegahan

d)

Program pelatihan keterampilan bagi lansia

e)

Program CSR perusahaan swasta untuk lansia

8.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia, pemerintah melaksanakan program anti-isolasi melalui….

a)

Pengadaan obat gratis untuk penyakit degenerative

b)

Kegiatan kunjungan rutin dan aktivitas kelompok bersama komunitas

c)

Peningkatan akses telemedicine di wilayah terpencil

9.

Salah satu prinsip kebijakan pelayanan kesehatan lansia adalah akses universal yang berarti….

a)

Layanan kesehatan lansia hanya tersedia di kota besar

b)

Pelayanan kesehatan lansia harus terintegrasi dengan rumah sakit khusus

c)

Semua lansia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi di seluruh wilayah

d)

Pelayanan kesehatan lansia hanya difokuskan pada program rehabilitasi

e)

Layanan kesehatan lansia diberikan hanya untuk peserta BPJS aktif

10.

Seorang lansia, Tn. B, mengungkapkan bahwa ia merasa kesulitan menghadapi masalah pribadi karena tidak ada anggota keluarga yang ia rasa bisa diandalkan. Ia juga jarang mendapatkan dukungan untuk mencoba aktivitas baru dan merasa keluarganya tidak memiliki cukup waktu bersamanya. Berdasarkan hasil pengkajian APGAR, kemungkinan besar Tn. B memiliki fungsi keluarga yang….

a)

Sangat baik karena masih memiliki komunikasi yang aktif

b)

Baik karena keluarganya kadang-kadang membantu

c)

Kurang sehat karena beberapa aspek dukungan keluarga tidak terpenuhi

d)

Tidak sehat karena dukungan adaptasi, pertumbuhan, dan waktu bersama tidak tersedia

e)

Sehat karena dukungan emosional sudah mencukupi

11.

Seorang lansia mengungkapkan bahwa ia merasa sedih hampir setiap hari dan merasa hidupnya tidak lagi memiliki harapan. Ia mengaku merasa telah gagal dalam hidup, sering merasa lelah, dan tidak tertarik lagi untuk bertemu orang lain. Berdasarkan skoring Depresi Beck, kemungkinan tingkat depresi yang dialami lansia tersebut adalah….

a)

Tidak ada depresi

b)

Depresi ringan

c)

Depresi sedang

d)

Depresi berat

e)

Depresi situasional sesaat

12.

Seorang lansia, Ny. S, mengalami keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari. Ia hanya mampu berjalan dengan bantuan tongkat, naik turun tangga dengan bantuan, memerlukan bantuan saat mandi dan berpakaian, serta kadang-kadang mengalami inkontinensia urin. Berdasarkan pengkajian Indeks Barthel, tingkat kemandirian Ny. S termasuk dalam kategori….

a)

Mandiri penuh

b)

Mandiri Sebagian

c)

Ketergantungan ringan

d)

Ketergantungan sedang

e)

Ketergantungan berat

13.

Seorang lansia, Tn. A, dapat makan dan mengontrol buang air besar dan kecil secara mandiri, tetapi ia memerlukan bantuan dalam berpindah tempat tidur, ke kamar kecil, mandi, dan berpakaian. Berdasarkan pengkajian Indeks Katz, tingkat kemandirian Tn. A termasuk dalam kategori….

a)

Katz A (Mandiri total)

b)

Katz C (Tergantung ringan)

c)

Katz E (Tergantung berat)

d)

Katz F (Tergantung paling berat)

e)

Katz G (Tergantung total)

14.

Seorang lansia, Ny. R, mengeluhkan sulit tidur setiap malam. Ia menghabiskan lebih dari 60 menit untuk dapat tertidur, sering terbangun di tengah malam lebih dari tiga kali seminggu, dan dalam sebulan terakhir sering menggunakan obat tidur. Ia juga merasa sering mengantuk di siang hari dan menilai kualitas tidurnya cukup buruk. Berdasarkan hasil pengkajian PSQI, kualitas tidur Ny. R kemungkinan besar termasuk dalam kategori….

a)

Sangat baik

b)

Baik

c)

Cukup baik

d)

Agak buruk

e)

Buruk

15.

Seorang lansia, Tn. S, saat dilakukan pengkajian MMSE hanya mampu menjawab dengan benar 2 dari 5 pertanyaan orientasi, hanya mampu mengingat 1 dari 3 obyek, dan mengalami kesulitan dalam perhitungan seri 7. Ia juga sering tidak dapat mengulang kata dengan benar dan sulit menyebutkan nama benda yang ditunjukkan. Berdasarkan hasil pengkajian tersebut, kemungkinan besar kondisi Tn. S adalah….

a)

Fungsi kognitif normal

b)

Gangguan kognitif ringan

c)

Gangguan kognitif sedang

d)

Gangguan kognitif berat

e)

Tidak dapat dinilai karena respon tidak lengkap

16.

Seorang pasien yang berusia 70 tahun datang ke panti werdha dengan keluhan penurunan nafsu makan dan tidur yang tidak nyenyak. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, tekanan darahnya 120/80 mmHg, nadi 80 per menit, dan suhu tubuh 36,7°C. Kepala dan rambut dalam keadaan bersih, namun ada keluhan mengenai penglihatan yang kabur. Bagaimana langkah selanjutnya dalam pengkajian berdasarkan formulir pengkajian fisik?

a)

Mengidentifikasi masalah kesehatan yang pernah dialami pasien

b)

Melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan diagnosa pasti

c)

Melanjutkan pemeriksaan fisik terkait kebersihan perorangan dan dada/thorak

d)

Memfokuskan pada riwayat kesehatan dan masalah psikologis pasien

e)

Mencatat hasil pengukuran tanda vital dan mengevaluasi kebersihan perorangan

17.

Seorang pasien lansia berusia 82 tahun datang untuk evaluasi risiko jatuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan Berg Balance Scale (BBS), pasien dapat berdiri dengan stabil tanpa menggunakan tangan selama 2 menit, tetapi tidak dapat berdiri dengan satu kaki lebih dari 5 detik. Pasien juga membutuhkan sedikit bantuan untuk berdiri dari posisi duduk. Berdasarkan skor total, bagaimana Anda mengklasifikasikan risiko jatuh pasien ini?

a)

Risiko Jatuh Tinggi (Skor 0-20)

b)

Risiko Jatuh Sedang (Skor 21-40)

c)

Risiko Jatuh Rendah (Skor 41-56)

d)

Tidak ada risiko jatuh

e)

Pasien tidak memerlukan evaluasi lebih lanjut

18.

Seorang pasien lansia berusia 75 tahun datang dengan keluhan nafsu makan berkurang dalam 3 bulan terakhir, penurunan berat badan sekitar 2 kg, dan kesulitan untuk makan karena sakit gigi. Berdasarkan Mini Nutritional Assessment (MNA), bagaimana hasil screening yang sesuai untuk kondisi pasien ini?

a)

Skor Screening 0, karena tidak ada penurunan berat badan

b)

Skor Screening 1, karena penurunan berat badan 1-3 kg dan nafsu makan berkurang sedikit

c)

Skor Screening 2, karena penurunan berat badan lebih dari 3 kg

d)

Skor Screening 3, karena pasien bisa keluar rumah meskipun memiliki masalah pencernaan

e)

Skor Screening 4, karena masalah neuropsikologis seperti depresi berat

19.

Seorang pasien lansia berusia 75 tahun menjalani pengkajian status mental menggunakan SPMSQ. Berikut adalah hasil pemeriksaannya: Pasien menjawab salah pada 4 pertanyaan, termasuk pertanyaan tentang tanggal, presiden Indonesia saat ini, dan pengurangan angka secara berurutan. Berdasarkan hasil ini, bagaimana Anda mengklasifikasikan tingkat kerusakan intelektual pasien?

a)

Fungsi intelektual utuh (Kesalahan 0-2)

b)

Kerusakan intelektual ringan (Kesalahan 3-4)

c)

Kerusakan intelektual sedang (Kesalahan 5-7)

d)

Kerusakan intelektual berat (Kesalahan 8-10)

e)

Tidak ada masalah dengan status mental pasien

20.

Seorang pasien lansia berusia 78 tahun menjalani penilaian spiritual menggunakan kuesioner DSES. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien merasakan kedekatan dengan Tuhan beberapa kali sehari, merasa bersyukur atas karunia-Nya setiap hari, dan merasakan cinta Tuhan melalui hal lain hampir setiap hari. Berdasarkan hasil ini, bagaimana Anda mengklasifikasikan tingkat spiritualitas pasien?

a)

Tingkat spiritualitas rendah (Nilai 15-40)

b)

Tingkat spiritualitas sedang (Nilai 41-65)

c)

Tingkat spiritualitas tinggi (Nilai 66-90)

d)

Pasien tidak memiliki pengalaman spiritual

e)

Tingkat spiritualitas tidak dapat diukur berdasarkan hasil ini