NEW
Font size
WorksheetsLatihan Soal Pedagogik
Total questions: 77
Worksheet time: 39mins
Salah satu prinsip asesmen adalah bahwa asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali siswa dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya. Adapaun penerapan yang tepat asesmen dalam pembelajaran tergambar berikut...
Pendidik menentukan kriteria ketercapaian pembelajaran dan menyampaikannya pada peserta didik, sehingga mereka memahami target yang perlu dicapai.
Pendidik merencanakan pembelajaran dengan merujuk pada tujuan yang akan dicapai dan memberikan umpan balik agar peserta didik dapat menentukan langkah untuk perbaikan berikutnya.
Pendidik menyediakan alokasi waktu yang cukup agar asesmen menjadi proses pembelajaran dan bukan hanya untuk kepentingan menilai
Pendidik menggunakan teknik asesmen yang beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan asesmen. Hasil dari asesmen formatif digunakan untuk umpan balik pembelajaran, sementara hasil dari asesmen sumatif digunakan untuk
Pada Kurikulum Merdeka diharapkan pendidik dapat menguatkan kemampuan peserta didik dengan melakukan asesmen formatif dalam proses pembelajaran. Berikut merupakan contoh kegiatan asesmen formatif...
Peserta didik mengerjakan soal yang dibuat pendidik setelah menyelesaikan materi pada satu tujuan pembelajaran
Setelah pembelajaran berlangsung pendidik menyampaikan pertanyaan kepada peserta didik untuk mengetahui tingkat penguasaan materi untuk memberikan umpan balik
Pada akhir pembelajaran, setelah menyelesaikan satu capaian pembelajaran, pendidik melakukan asesmen
Pendidik menyusun soal pilihan ganda setelah peserta didik mempelajari semua materi pada akhir semester
Diantara jenis instrumen asesmen yang disiapkan oleh pendidik dapat berupa suatu pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian kinerja peserta didik. Melalui pedoman tersebut, pendidik dapat memusatkan perhatian pada kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sekaligus mempertimbangkan bantuan yang dapat diberikan kepada peserta didik dalam meningkatkan Capaian kinerja dimaksud dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai, yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik. Deskripsi di atas menggambarkan instrumen asesmen berupa.......
Ceklis
Perkembangan
Catatan anekdot
Rubrik
Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP), Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat menyusun perencanaan. Banyak pendekatan yang dapat digunakan oleh pendidik, salah satunya adalah rubrik. Pada tugas menulis laporan, pendidik menetapkan kriteria ketuntanan yang terdiri atas dua bagian, yakni isi laporan dan penulisan. Dalam pembuatan rubrik, pendidik menetapkan empat tahap pencapaian: baru berkembang, layak, cakap, dan mahir. Jika deskripsi tahap pencapaian mahir pada kriteria penulisan laporan adalah "semua tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat", pada tahap pencapaian cakap adalah......
Sebagian kecil tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat
Sebagian tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat
Belum menggunakan tanda baca dan huruf kapital secara tepat
Sebagian besar tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat
Pada setiap mata pelajaran, terdapat sejumlah Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap fase. Rumusan CP tersebut memberikan gambaran tentang tujuan mata pelajaran umum dan ketersediaan waktu untuk mencapai tujuan tersebut dalam enam etape yang disebut fase. Pemanfaatan fase-fase CP dalam perencanaan pembelajaran dapat dikemukakan sebagai berikut, kecuali....
Memungkinkan kolaborasi guru pada fase yang sama untuk merancang pembelajaran yang efektif bagi peserta didik
Mendorong guru fokus pada ketercapaian CP di akhir fase tanpa perlu memperhatikan perkembangan peserta didik dan kesinambungan proses pembelajaran antar kelas.
Memberi kesempatan pada guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta didik.
Memungkinkan guru merancang dan melaksanakan pembelajaran secara flkesibel.
Capaian pembelajaran (CP) per fase dirumuskan dalam dua bentuk, yaitu capaian pembelajaran secara keseluruhan (mata pelajaran umum) dalam lingkup satu fase dan capaian pembelajaran per fase untuk setiap elemen. Oleh karena itu, penting untuk pendidik memahami rumusan capaian pembelajaran untuk mata pelajaran yang diampu secara menyeluruh. Rumusan capaian per fase untuk mata pelajaran PAI pada sekolah terdiri dari unsur sebagai berikut:
kompetensi, materi dan kontekstualisasi
kompetensi, materi dan orientasi
kompetensi, materi dan rasional
kompetensi, materi dan tujuan
Rumusan capaian per fase untuk mata pelajaran PAI pada sekolah terdiri dari unsur sebagai berikut:
kompetensi, materi dan kontekstualisasi
kompetensi, materi dan orientasi
kompetensi, materi dan rasional
kompetensi, materi dan tujuan
Kaitan antara pembelajaran dan asesmen, digambarkan dan diilustrasikan melalui ilustrasi berikut, kecuali....
Guru harus memastikan bahwa tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil asesmen awal.
Guru dapat mengukur capaian hasil belajar peserta didik pada akhir pembelajaran jika diperlukan.
Sepanjang proses pembelajaran, guru dapat mengadakan asesmen formatif untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh peserta didik.
Guru perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran.
Dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), guru dapat memilih beberapa alternatif teknik berikut, kecuali.....
Merumuskan TP secara langsung berdasarkan CP.
Merumuskan TP dengan cara menganalisis "kompetensi' dan 'lingkup materi' pada CP.
Merumuskan TP secara lintas elemen.
Merumuskan TP dengan memperhatikan karakteristik peserta didik
Pertimbangan paling penting perubahan kurikulum adalah...
Mengikuti perubahan politik yang terkait pendidikan
Menyesuaikan dengan kemampuan peserta didik
Mengikuti perkembangan tantangan zaman
Menyederhanakan materi pelajaran yang sangat padat
Berikut merupakan fungsi KKM/KBM, kecuali ...
Sebagai acuan peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran
Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran
Dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah.
Sebagai kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif atau kuantitaif
Untuk bahan laporan dan kelengkapan administrasi sekolah
Pada proses pembelajaran seorang guru ingin melakukan penilaian terhadap perilaku siswa, maka Instrumen yang digunakan dalam proses pembelajaran tersebut adalah
Pedoman observasi
Kuesioner
Tes tulis
Pedoman wawancara
Tes hasil belajar
Dalam menyusun modul ajar, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam merancang pembelajaran yang inklusif bagi peserta didik kecuali...
Pemberian catatan bentuk aKurikulumodasi/penyesuaian yang akan dilaksanakan bagi peserta didik berkebutuhan khusus
Profil peserta didik disusun untuk memberikan gambaran karakteristik dan kebutuhan peserta didik dalam kelas
Modul ajar harus menggambarkan bahwa semua peserta didik dapat mengikuti secara penuh dalam pembelajaran sesuai karakteristik dan kebutuhannya termasuk PDBK
Peserta didik berkebutuhan khusus dibuatkan modul ajar secara khusus dan terpisah dari peserta didik lainnya
Setiap kali diakhir pembelajaran seorang guru akan melakukan proses penilaian. Sebelum guru menyusun soal-soal untuk menilai hasil belajar siswa, manakah yang pertama kali harus dipelajari...
Buku sumber yang digunakan
Kurikulum dan silabus
Karakteristik siswa
Indikator pencapaian kompetensi
Kemampuan awal siswa
Upaya merancang pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar optimal tampak dalam kegiatan guru sebagai berikut...
Memberikan tambahan materi berupa sumber ajar dari pengarang yang berbeda
Memberikan test tambahan dengan tingkat kesukaran lebih tinggi
Memberikan tambahan sumber bacaan yang lebih mendalam dan tingkat variasi yang tinggi berikut instrument testnya yang sesuai
Diberi soal serupa untuk memastikan tingkat keberhasilan belajar
Diberikan materi bahan ajar yang lebih tinggi tingkatannya dan mengerjakan soal-soal yang memiliki kesulitan tinggi
Pada saat mempersiapkan pembelajaran seorang guru dapat menyusun strategi pembelajaran dan menentukan media yang akan digunakan dalam pembelajaran tersebut. Kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang guru terkait dengan keterampilan memilih media pembelajaran adalah
Guru harus mengetahui latar sosial budaya siswa dan sekolah
Guru mengetahui cara mengevaluasi pembelajaran dengan media
Guru harus memahami karakteristik dari media pembelajaran tersebut
Guru harus menyesuaikan diri dengan kemampuan sekolah
Guru menyesuaikan dengan materi pembelajaran
Seorang guru harus mampu memanfaatkan media pembelajaran dan sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran utuh. Pernyataan berikut yang benar terkait dengan media pembelajaran adalah ....
Media pembelajaran yang paling baik adalah media berbasis TIK
Sebuah media dapat digunakan untuk semua kegiatan pembelajaran
Semua media pembelajaran sama cara pemanfaatannya
Media dapat digunakan sebagai pembawa pesan dalam suatu kegiatan pembelajaran
Memilih media tidak perlu banyak pertimbangan agar tidak merepotkan
Setiap materi pembelajaran memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Untuk memudahkan siswa memahami materi yang memiliki tingkat kesukaran tinggi guru sering memanfaatkan media pembelajaran. Misalnya, media gambar atau tayangan video yang berisi sistem peredaran darah. Fungsi media pada pernyataan tersebut adalah ...
Menampilkan objek yang terlalu besar
Menampilkan obyek yang sulit diamati
Membuat konkrit konsep yang abstrak
Menampilkan objek yang tidak diamati dengan mata telanjang
Membawa objek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar
Jika guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan masalah sebagai langkah awal dengan mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya, dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing peserta didik berkolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru merupakan strategi pembelajaran...
Projek based learning
Kontekstual
Discovery Learning
Problem Based Learning
Inquiry Learning
Seorang guru melaksanakan pembelajaran yang mengakomodasi semua anggota kelompok mengungkapkan pendapat, ide, dan tanggapan terhadap skenario secara bebas, sehingga dimungkinkan muncul berbagai macam alternatif pendapat. Kegiatan yang dilakukan guru tersebut merupakan implementasi strategi pembelajaran
Project based learning
Inquiry learning
Discovery learning
Kooperatif
Problem based learning
Seorang guru mengajak siswa melakukan kunjungan ke suatu lembaga, namun sesampai dilembaga tersebut belum ada petugas dan narasumber yang melayani. Untuk mengisi kekosongan waktu guru tersebut memulai pembelajaran dengan memilih menggunakan strategi pembelajaran ekspositori, pertimbangan guru memilih strategi tersebut yaitu
Waktu belajar cukup banyak
Sumber belajar hanya dimiliki pendidik
Sedikitnya jumlah guru
Ruang kelas yang terbatas
Tidak ada sumber belajar dan media pembelajaran
Seorang guru ingin membelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif. Maka urutan tahapan yang tepat pada model pembelajaran kooperatif adalah ....
Orientasi, bekerja kelompok, kuis, penghargaan kelompok
Kuis, penghargaan kelompok, bekerja kelompok, orientasi
Kuis, bekerja kelompok, orientasi, penghargaan kelompok
Orientasi, penghargaan kelompok, bekerja kelompok, kuis
Orientasi, pengamatan, bekerja kelompok, kuis, penghargaan kelompok
Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dengan mengintegrasikan teknologi merupakan kompetensi inti pedagogik pada aspek...
Penguasaan terhadap karakteristik peserta didik
Penguasaan pada teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
Pengembangan kurikulurn
Penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik
Berkomunikasi pada peserta didik
Teori ini memandang belajar sebagai hasil dari pembentukan hubungan antara rangsangan dari luar (stimulus) dan balasan dari siswa (response) yang dapat diamati. Semakin sering hubungan (bond) antara rangsangan dan balasan terjadi, maka akan semakin kuatlah hubungan keduanya (law of exercise). Teori belajar yang dimaksud adalah...
Behaviorisme
Kognitif
Humanistik
Sibernetik
Kontruktivisme
Di dalam proses pembelajaran, para sidwa dihadapkan dengan situasi di mana ia bebas untuk mengumpulkan data, membuat dugaan (hipotesis), mencoba-coba (trial and error), mencari dan menemukan keteraturan (pola), menggeneralisasi atau menyusun rumus beserta bentuk umum, membuktikan benar tidaknya dugaannya itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar
Sibernetik
Kognitif
Humannistik
Behaviorisme
Konstruktivisme
Seorang guru yang mengembangkan tujuan pembelajaran untuk menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensinya dimuat dalam ...
Silabus
RPP
Silabus dan RPP
SKL
Lembar penilaian
Pernyataan berikut yang menjelaskan makna istilah kognitif adalah .....
kemampuan berkomunikasi
kemampuan untuk memecahkan masalah
kemampuan berinteraksi
kemampuan untuk mengintegrasikan diri
Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan peserta didik. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak adalah.....
inspirasi
budaya
inspirasi
pengasuhan dan lingkungan
Kemampuan berfikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika tapi masih terkait dengan objek-obkek bersifat konkrit merupakan ciri-ciri kemampuan anak berusia
0-2 tahun
2-7 tahun
7-11/12 tahun
11/12-14/15 tahun
Kemampuan peserta didik untuk membina hubungan dan kemampuan memotivasi diri termasuk kecerdasan....
kognitif
sosial
emosional
moral
Seorang peserta didik mampu mengendalikan diri dengan baik dalam berbagai situasi dan mampu menjalin kerjasama yang baik dengan teman-temannya, dan mampu memposisikan diri di lingkungan dengan baik. Peserta didik tersebut memiliki kecerdasan
moral
spiritual
sosial emosional
kognitif
Seorang peserta didik selalu ingin mendominasi dalam suatu kelompok belajar. Dia tidak memberi kesempatan anggota lain untuk mengemukakan pendapat. Jika teman lain yang memimpin dan mengendalikan jalannya diskusi, dirinya memisahkan diri dan cenderung belajar sendiri. Peserta didik tersebut mengalami permasalahan dalam perkembangan....
sosial-emosional
kognitif
moral
spritual
Peserta didik telah memiliki yang memiliki moralitas benar-benar diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. Dia mengenal tindakan moral alternatif, menjajaki pilihan-pilihan, dan kemudian memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi. Hal ini merupakan contoh perilaku moral-spritual pada tahapan
penalaran pascakonvensional
penalaran konvensional
penalaran prakonvensional
penalaran interkonvensional
Individu memandang apa yang diharapkan oleh keluarga, kelompok, masyarakat dan bangsa serta setia mendukung aturan social bukan hanya untuk ketenangan tetapi disadari sebagai sesuatu yang berharga. Pernyataan tersebut merupakan tahapan perkembangan moral....
Prakonvensional
Konvensional
Pascakonvensional
Interkonvensional
Memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler, melakukan rekreasi dengan guru, dan melakukan kegiatan informal lainnya memiliki fungsi untuk mengatasi kesulitan belajar dalam hal ....
mengemukakan gagasan
mengaktualisasikan diri
penciptaan hubungan yang baik
menformulasikan tindakan
Tindakan yang paling tepat dilakukan pada saat siswa mengalami kesulitan memahami pelajaran yang sedang diajarkan adalah
mengulang kembali bahan yang diajarkan
memberikan tugas agar siswa mempelajari bahan yang belum dipahami
memberikan buku sumber untuk dipelajari siswa
membantu setiap siswa yang mengalami kesulitan
Seorang peserta didik mampu mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru, tetapi pada saat ditanya tidak mengerti apa yang ia dengar. Peserta didik tersebut mengalami kesulitan atau gangguan belajar dalam hal...
kesulitan akademis
gangguan simbolik
gangguan nonsimbolik
gangguan sosial
Perbedaan antara konseling dan wawancara terletak pada maksud dan tujuannya. Tujuan konseling adalah.....
membantu siswa agar dapat memecahkan masalah pribadinya
membantu siswa agar dapat melakukan penyesuaian diri dengan lingkungannya
membantu siswa agar dapat mengatasi kesulitan belajar
membantu siswa agar memperoleh informasi tertentu
Cara yang yang paling cepat dan akurat yang digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik yang bersumber dari faktor sosial adalah....
sosiometri
angket
wawancara
brainstorming
pabila Anda sebagai guru menemukan peserta didik mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang diberikan, tindakan apa yang akan dilakukan adalah
memindahkan tempat duduk peserta didik ke meja yang paling depan
mengulangi penjelasan bahan ajar kepada seluruh peserta didik
memberikan bantuan belajar kepada peserta didik yang bersangkutan
menugaskan seluruh peserta didik membaca buku sumber
Peserta didik banyak meluangkan waktu untuk bermain dengan teman-temannya. Dia rela menghabiskan waktunya untuk teman daripada belajar. Ketika hasil tes dibagikan, serta didik mendapat nilai yang kurang memuaskan, berusaha menyadarkan siswa. Hal tersebut merupakan penyadaran kesulitan belajar yang bersumber dari faktor....
keluarga
sosial
kondisi fisik
intelektual
Memahami peserta didik secara mendalam
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Manajerial
Seorang guru mampu Mampu merancang pembelajaran, memahami landasan pendidikan
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Manajerial
Seorang guru mampu Mampu melaksanakan pembelajaran
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Manajerial
Seorang guru mampu Mampu merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Manajerial
Seorang guru mampu Memfasilitasi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Kewirausahaan
Seorang guru mampu Menguasai substansi keilmuan yang terkait bidang studi
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Supervisi
Seorang guru mampu Menguasai struktur dan metode keilmuan
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Manajerial
Seorang guru mampu Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Manajerial
Seorang guru mampu Memiliki kepribadian yang arif
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Manajerial
Seorang guru mampu Mampu berkomunikasi dan bergaul efektif dengan peserta didik
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Manajerial
Seorang guru mampu berkomunikasi dan bergaul efektif dengan sesama pendidik di sekolahnya, termasuk.
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Professional
Kompetensi Sosial
Kompetensi Manajerial
Manfaat Penetian Tindakan Kelas (PTK) adalah (1) meningkatkan proses belajar mengajar, (2) menggunakan rancangan yang bersifat siklus di mana setiap siklus memperhatikan perubahan langkah demi langkah, dan (3) mencakup proses refleksi dan partisipatif, kecuali .......
meningkatkan proses belajar mengajar
menggunakan rancangan yang bersifat siklus
mencakup proses refleksi
menggunakan metodelogi terbaru
Prinsip yang paling penting dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah.....
komitmen guru sebagai pengajar tidak terganggu
metodologi tepat
penggumpulan data sederhana
laporan sederhana
Penelitihan Tindakan Kelas (PTK) merupakan proses spiral yang terdiri dari empaat yaitu .......
perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi
perencanaan, penerapan, evaluasi, refleksi
perencanaan, tindakan, refleksi, evluasi
evaluasi, perencanaan, tindakan, refleksi
Penelitian Tindakan kelas (PTK) mempunyai karakteristik sebagai berikut, kecuali ........
didasarkan pada masalah yang dihadapi oleh guru
kolaborasi dalam pelaksanaannya
bertujuan memperbaiki
dilaksanakan dalam satu siklus
Di bawah ini adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan tindakan, kecuali .....
menganalisa masalah
mempersiapkan fasilitas
mempersiapkan instrumen
mempersiapkan skenario
Di bawah ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam penetapan fokus masalah, kecuali
merasakan masalah
analisis masalah
perumusan masalah
penerapan focus
Langkah-langkah Penetian Tindakan Kelas (PTK) secara berurutan meliputi penetapan fokus masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan interpretasi dan refleksi.
perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan intrepretasi dan refleksi
perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan interpretasi
pelaksanaan tindakan, pengamatan interpretasi dan refleksi.
Hal yang terpenting pada setiap siklus pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah
dimonitor, dicatat hasil akhirnya
dievaluasi dan dianalisis
direfleksi dan diamati kembali
diamati dan diperbaiki
Dikaitkan dengan tanggungjawab guru terhadap pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat membantu guru untuk
mengatasi masalah siswa
memperbaiki pembelajaran
berkembang secara profesional
berkolaborasi dengan guru lain
Ibu Siti terbiasa menganalisis pekerjaan siswanya untuk menemukan kesulitan yang ditemukan siswa dalam pelajaran bahasa indonesia. Dari hasil analisis tersebut, Ibu Siti juga mencoba menemukan kekuatan dan kelemahannya dalam mengajar. Jika anda menemuan kelemahan, segera dia mencoba mencari jalan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Langkah-langkah yang dilakukan Ibu Siti tersebut dapat dikatagorikan sebagai langkah awal dalam
perkembangan profesional
melakukan PTK
memperbaiki pembelajaran
menerapkan manfaat PTK
Berikut ini adalah manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru, kecuali
membantu guru memperbaiki pembelajaran
memungkinkan guru berkembang secara profesional
memungkinkan guru mengembangkan karir
menambah rasa percaya diri
Sekolah yang maju embawa dampak bagi kemajuan para guru. Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, jika di suatu sekolah para guru terlatih melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sekolah akan berpotensi untuk
meraih popularitas
menghasilkan siswa teladan
menerbitkan karya-karya penelitian
menghasilkan berbagai teknik pembelajaran
Ibu Ita, seorang guru IPS berpenampilan sangat energik, la sedang melakukan Penetian Tindakan Kelas (PTK). Hampir setiap hari dia sibuk untuk menganalisis hasil pekerjaan siswanya dan mencoba memberi komentar yang dapat mendorong siswa untuk bekerja lebih glat. Para siswa ternyata sangat antusias terhadap usaha Ibu Ita. Karena para siswa merasa pekerjaannya diperiksa dengan cermat, siswapun membuat pekerjaannya dengan cermat pula. Siswa merasa bahwa ia selalu harus bekerja cermat sebagaimana Ibu Ita memeriksa pekerjaannya dengan cermat pula. Ilustrasi di atas menggambarkan manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi siswa, dalam hal ini
Perilaku guru yang melaksanakan PTK menjadi model bagi siswa
Guru Mendorong siswa untuk memperbaiki hasil belajarnya
Siswa termotivasi oleh cara guru mengajar
Siswa dapat memperbaiki proses dan hasil belajarnya
Guru yang tampil melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) akan merasa lebih percaya diri. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain sebagai berikut, kecuali
Munculnya perasaan lebih mampu dibandingkan teman sejawat yang lain
Berkembangnya kemampuan guru dalam pembelajaran
Tumbuhnya rasa puas terhadap pembelajaran yang dikelola
Munculnya perasaan mampu Memecahkan masalah sendiri
Keterbatasan Penetian Tindakan Kelas (PTK) terutama terletak pada
metodologi
validitas
instrumen yang digunakan
reliabilitas hasil yang dicapai
Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tidak mempunyai daya generalisasi karena ...
sampel terbatas pada kelas yang diajar
masalah yang diteliti sangat spesifik
metodologi sangat longgar
PTK dilakukan oleg guru, bukan oleh peneliti
Agar Penetian Tindakan Kelas (PTK) dapat diterapkan secara melembaga diperlukan berbagai kondisi atau persyaratan. Kondisi tersebut antara lain sebagai berikut, kecuali ..........
adanya kebebasan bagi para guru untuk berinovasi
birokrasi yang ketat
dukungan dari semua personil sekolah
ada rasa saling mempercayai antara personil sekolah termasuk siswa
Kemauan guru untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) haruslah didukung oleh iklim sekolah yang memberi kebebasan kepada guru untuk .......
Berdiskusi, berkolaborasi, dan meminta bantuan
Melakukan perubahan jadwal pelajaran
Menetapkan masalah bagi kelasnya
Meminta siswa mengikuti perintahnya
Penetian Tindakan Kelas merupakan penelitian yang dilakukan di dalam kelas oleh
guru
peneliti
guru sebagai peneliti
guru bersama dosen
Tujuan penelitian Tindakan Kelas adalah untuk
mengungkapkan kebenaran
menjawab masalah guru
memperbaiki kinerja guru
mengumpulkan informasi
Metode utama dalam penelitian tindakan kelas disebut sebagai self-reflective inquiry. artinya metode yang digunakan.........
bertumpu pada kemampuan guru melakukan refleksi
longgar tetapi tetap mengikuti kaidah penelitian
hasil observasi/kesan dari guru
bervariasi asal sesuai dengan kaidah penelitian.
Dalam Penelitian tindakan kelas, masalah yang diteliti berasal dari .......
keriasauan guru akan kinerjanya
keriasauan pendidik akan mutu pendidikan
keinginan untuk membantu guru
kepedulian peneliti akan kinerja guru
Penelitian tindakan kelas berbeda dengan penelitian kelas dalam hall..................
pelaku penelitian
tujuan penelitian
tempat penelitian
asal masalah yang diteliti
Penelitian tidakan kelas seyogyanya dilakukan oleh guru karena alasan-alasan berikut, kecuali ...
PTK memang untuk guru
guru paling akrap dengan suasana kelas
masalah di kelas mungkin asing bagi para peneliti
guru bertanggungjawab memperbaiki kinerjanya.
Seorang Dosen Perguruan Tinggi membantu Ibu Tini, guru SLTA untuk mencari jalan keluar kesulitan yang dihadapinya dalam memotivasi para siswa untuk mengerjakan PR yang diberikan. Ibu Tini menceritakan jenis PR, serta kebiasaannya menyimpan PR tersebut di rumah tanpa mengembalikannya kepada siswa.Dosen Perguruan Tinggi mendengar cerita Ibu Tini, dan kemudian mereka berdua merancang cara mengatasinya, dan akhirnya mereka sepakat bahwa Ibu Tini akan mencoba cara tersebut dan memantau hasilnya. Sejak itu hampir setiap minggu mereka bertemu kembali untuk mengkaji hasil perbaikan tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan Ibu Tini merupakan kegiatan penelitian tindakan kelas karena
ibu Tini bekerjasama dengan Dosen Perguruan Tinggi
masalah penelitian muncul dari kerisauan guru
terjadi pertemuan setiap minggu
dosen Perguruan Tunggi membantu guru memecahkan masalahnya
