Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Klasifikasi Penyakit Ginjal Kronis

Total questions: 43

Worksheet time: 27mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pria berusia 48 tahun datang ke klinik nefrologi dengan keluhan lemah dan sering berkemih di malam hari. Hasil pemeriksaan menunjukkan eGFR 27 mL/menit/1,73 m². Berdasarkan KDIGO 2024, apa klasifikasi GFR pasien ini?

a)

G2

b)

G3a

c)

G3b

d)

G4

e)

G5

2.

Pasien yang sama memiliki rasio albumin/kreatinin urin (uACR) sebesar 280 mg/g. Menurut KDIGO, nilai ini termasuk dalam kategori albuminuria mana?

a)

A1 (normal)

b)

A2 (mikroalbuminuria)

c)

A3 batas

d)

A3 pasti

e)

Tidak ada albuminuria

3.

Dengan kombinasi eGFR 27 mL/min/1.73 m² dan uACR 280 mg/g, pasien diklasifikasikan sebagai:

a)

CKD G2A1

b)

CKD G3aA2

c)

CKD G3bA3

d)

CKD G4A3

e)

CKD G5A2

4.

Pasien dikategorikan sebagai CKD G3bA3. Apa implikasi klinis dari klasifikasi ini?

a)

Tidak ada terapi yang diperlukan

b)

Risiko tinggi untuk progresi dan komplikasi

c)

Risiko stroke mendadak

d)

Pasien telah memasuki gagal ginjal tahap akhir

e)

Tidak perlu pemantauan lebih lanjut

5.

uACR pasien adalah 280 mg/g, diklasifikasikan sebagai borderline A3. Apa alasan untuk klasifikasi ini?

a)

Karena nilainya masih di bawah 200 mg/g

b)

Karena nilainya mendekati ambang A3 yaitu 300 mg/g

c)

Karena disertai dengan tekanan darah tinggi

d)

Karena pasien tidak memiliki edema

e)

Karena kreatinin pasien masih normal

6.

Berdasarkan kondisi pasien tanpa riwayat penyakit sistemik, salah satu penyebab yang dicurigai dari CKD-nya adalah nefritis tubulointerstitial kronis. Penyakit ini dikategorikan sebagai:

a)

Glomerulopati primer

b)

Penyakit vaskular ginjal

c)

Penyakit ginjal herediter

d)

Penyakit tubulointerstitial kronis

e)

Infeksi saluran kemih bagian bawah

7.

Pasien tanpa keluhan sistemik sebelumnya dan tanpa riwayat penyakit autoimun dapat mengalami glomerulopati primer ringan. Contoh yang paling mungkin adalah:

a)

Nephropathy lupus

b)

Glomerulonefritis progresif cepat

c)

Membranous atau membranoproliferatif

d)

FSGS berat

e)

Sindrom Goodpasture

8.

Jika tidak ditemukan penyebab spesifik, dan pasien tidak memiliki riwayat signifikan, diagnosis CKD dapat diklasifikasikan sebagai:

a)

CKD sekunder akibat infeksi

b)

CKD akibat gagal jantung

c)

CKD penyebab tidak diketahui

d)

CKD akibat trauma

e)

CKD akibat nefrolithiasis

9.

Penggunaan NSAID jangka panjang dapat menjadi salah satu penyebab CKD, meskipun tidak selalu dilaporkan. Jenis cedera ginjal akibat NSAID umumnya adalah:

a)

Gagal ginjal prerenal akut

b)

Nefritis interstisial kronis

c)

Glomerulonefritis akut

d)

Nefropati hiperkalsemia

e)

Infeksi pielonefritis

10.

Seorang pasien dengan CKD G3bA3 memiliki Hb 10,2 g/dL dan saturasi transferrin (TSAT) 18%. Apa diagnosis yang paling tepat untuk komplikasi hematologis ini?

a)

Anemia defisiensi vitamin B12

b)

Anemia penyakit kronis

c)

Anemia CKD akibat EPO dan defisiensi besi fungsional

d)

Thalassemia minor

e)

Anemia hemolitik autoimun

11.

Nilai HCO₃⁻ pasien adalah 19 mmol/L. Bagaimana kondisi asam-basa pasien ini diklasifikasikan?

a)

Normal

b)

Alkalosis metabolik ringan

c)

Asidosis metabolik ringan

d)

Asidosis respiratori

e)

Alkalosis campuran

12.

Pasien tidak mengalami hiperklasemia tetapi memiliki tingkat fosfat 4,9 mg/dL dan PTH 135 pg/mL. Apa interpretasi yang paling akurat dari data ini?

4 lines
13.

Apa interpretasi yang paling akurat dari data yang menunjukkan seorang pasien dengan tingkat fosfat 4,9 mg/dL dan PTH 135 pg/mL?

a)

Gangguan keseimbangan mineral yang tidak signifikan

b)

CKD-MBD parah yang memerlukan dialisis

c)

Tanda awal gangguan tulang mineral (CKD-MBD)

d)

Hipoparatiroidisme

e)

Hiperkalsemia akut

14.

Apa signifikansi klinis dari temuan albuminuria yang terdeteksi pada 280 mg/g?

a)

Normal karena tidak ada hipertensi

b)

Menandakan hipovolemia

c)

Penanda kerusakan ginjal dan risiko progresi

d)

Bukti nefropati diabetik

e)

Tidak relevan karena pasien tidak edematosa

15.

Apa terapi awal yang direkomendasikan menurut KDIGO 2024 untuk pasien dengan CKD G3bA3 yang mengalami anemia dengan Hb 10,2 g/dL, TSAT 18%, dan ferritin 140 ng/mL?

a)

Transfusi darah segera

b)

Administrasi vitamin C dosis tinggi

c)

Suplementasi besi oral seperti ferrous sulfate 200 mg/hari

d)

Administrasi ESA langsung

e)

Injeksi epoetin alfa harian

16.

Apa langkah selanjutnya yang tepat menurut KDIGO 2024 untuk pasien yang telah menjalani terapi besi oral selama 3 bulan tetapi tidak menunjukkan peningkatan TSAT dan ferritin?

a)

Gandakan dosis besi

b)

Berpindah ke besi intravena

c)

Pertimbangkan ESA (agen perangsang eritropoiesis)

d)

Berikan vitamin D

e)

Transfusi rutin setiap bulan

17.

Terapi apa yang direkomendasikan untuk pasien dengan HCO₃⁻ 19 mmol/L yang mengeluh lemas?

a)

Loperamid

b)

Kalium klorida

c)

Sodium bikarbonat 650 mg 2–3 kali/hari

d)

Antasida

e)

Vitamin B kompleks

18.

Apa tindakan awal yang direkomendasikan untuk mengelola CKD-MBD menurut KDIGO untuk pasien dengan tingkat fosfat 4,9 mg/dL dan PTH yang meningkat?

a)

Berikan fosfat dalam makanan

b)

Diet tinggi kalsium

c)

Batasi fosfat dari makanan (diet rendah fosfor)

d)

Berikan kalsium karbonat

e)

Suntikkan vitamin K

19.

Jika kadar fosfat pasien melebihi 5,5 mg/dL, terapi apa yang dapat diberikan?

a)

Dosis tinggi kalsium asetat

b)

Pemikat fosfat berbasis aluminium

c)

Pemikat fosfat bebas kalsium

d)

Pengurang asam urat

e)

Diuretik yang menghemat kalium

20.

Jika PTH terus meningkat meskipun kadar fosfat terkontrol, terapi lanjutan apa yang dapat diberikan?

a)

Furosemide

b)

Epoetin alfa

c)

Calcitriol (analogi vitamin D)

d)

Magnesium sulfat

e)

Dexamethasone

21.

Pasien memiliki tekanan darah 124/78 mmHg dan albuminuria 280 mg/g. Menurut KDIGO 2024, apa yang harus dipertimbangkan?

a)

Tidak perlu terapi karena tekanan darah normal

b)

ACEi/ARB tetap direkomendasikan untuk mengurangi albuminuria

c)

Hentikan semua obat tekanan darah

d)

Tambahkan diuretik thiazide

e)

Amati tanpa terapi

22.

Manakah di antara berikut yang termasuk dalam terapi non-farmakologis?

a)

Diet protein rendah (0,6–0,8 g/kgBB/hari) dan aktivitas fisik ringan-sedang

b)

Kalim cukup, hindari diet yang sangat ketat dan cegah nefrotoksin (NSAID, kontras radiologis)

c)

Diet protein tinggi dan hindari aktivitas fisik ringan-sedang

d)

Kalim dan kalsium yang cukup dan cegah nefrotoksin

e)

Hindari diet yang sangat ketat dan diet tinggi kalori

23.

Untuk memantau fungsi ginjal dan proteinuria pada pasien dengan CKD G3bA3 yang menjalani terapi ACEi dan pengikat fosfat, kapan eGF harus diperiksa?

4 lines
24.

Untuk memantau fungsi ginjal dan proteinuria, kapan eGFR dan albuminuria harus dievaluasi kembali?

a)

Setiap minggu

b)

Setiap bulan

c)

Setiap 3 bulan

d)

Setiap 6 bulan

e)

Hanya jika ada keluhan

25.

Selama fase koreksi anemia pada pasien CKD, kapan pemantauan Hb, ferritin, dan TSAT harus dilakukan?

a)

Setiap minggu

b)

Setiap 3 bulan

c)

Setiap hari

d)

Hanya sebelum transfusi

e)

Hanya ketika Hb <8 g/dL

26.

Seorang pasien dengan CKD dievaluasi untuk risiko CKD-MBD. Pemeriksaan rutin apa yang disarankan setiap 3-6 bulan?

a)

SGOT dan SGPT

b)

HDL dan trigliserida

c)

Tingkat elektrolit (K, HCO₃⁻), fosfat, kalsium, dan PTH

d)

Albumin serum dan CRP

e)

Vitamin B12 dan magnesium

27.

Seorang pasien baru saja memulai terapi inhibitor ACE. Parameter apa yang harus dipantau 1-2 minggu setelah inisiasi terapi?

a)

Hemoglobin dan urea

b)

LDL dan fosfat

c)

Tekanan darah, kalium, dan kreatinin

d)

TSAT dan ferritin

e)

Glukosa puasa dan HBA1c

28.

Seorang pria berusia 48 tahun memiliki eGFR sebesar 27 mL/menit/1,73 m² dan uACR sebesar 280 mg/g. Kondisi ini termasuk dalam tahap CKD mana?

a)

G2A2

b)

G3aA2

c)

G3bA3

d)

G4A1

e)

G1A3

29.

Hemoglobin pasien adalah 10,2 g/dL, dan TSAT adalah 18%. Ferritin masih di atas 100 ng/mL. Apa diagnosis dan jenis anemia yang paling akurat?

a)

Anemia defisiensi absolut

b)

Anemia akibat perdarahan akut

c)

Anemia akibat CKD dengan defisiensi besi fungsional

d)

Anemia akibat malnutrisi parah

e)

Anemia hemolitik

30.

Tingkat HCO₃⁻ pasien adalah 19 mmol/L. Apa diagnosis yang tepat?

a)

Normal

b)

Asidosis metabolik ringan

c)

Alkalosis metabolik

d)

Hipernatremia

e)

Asidosis respiratori

31.

Pasien memiliki kadar fosfat yang meningkat, PTH yang tinggi, dan kalsium pada batas normal yang lebih rendah. Apa diagnosis yang tepat untuk komplikasi CKD?

a)

Hiperkalsemia akut

b)

Hiperfosfatemia sekunder

c)

CKD-MBD tahap awal

d)

Osteoartritis degeneratif

e)

Hipoparatiroidisme

32.

Manajemen awal untuk CKD-MBD dalam kondisi seperti ini meliputi:

a)

Administrasi suplemen fosfat dan kalsium

b)

Intervensi nutrisi dan pertimbangan farmakologis

c)

Transfusi darah dan administrasi insulin

d)

Berhenti mengonsumsi semua vitamin D

e)

Diet tinggi protein dan natrium

33.

Seorang pasien CKD dengan Hb 10,2 g/dL, TSAT 18%, dan ferritin 140 ng/mL didiagnosis dengan anemia CKD. Terapi awal apa yang direkomendasikan untuk kondisi ini?

a)

Transfusi darah segera

b)

Ferrous sulfate 200 mg 1-2 kali sehari

c)

ESA dari awal

d)

Suplementasi kalsium dan vitamin C

e)

Multivitamin umum

34.

Setelah pasien mengonsumsi suplemen besi oral, kapan Hb, TSAT, dan ferritin harus dievaluasi kembali?

a)

Setelah 1 minggu

b)

Setelah 2 minggu

c)

Dalam 3 bulan

d)

Hanya jika Hb <9 g/dL

e)

Tidak perlu evaluasi jika asimptomatik

35.

Setelah 3 bulan terapi besi oral, Hb tetap <10 g/dL dan TSAT tetap rendah. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat?

a)

Berpindah ke besi intravena

b)

Menambah dosis ferrous sulfate

c)

Memberikan ESA (agen stimulasi eritropoiesis)

d)

Memberikan steroid untuk merangsang eritropoiesis

e)

Melanjutkan terapi besi tanpa perubahan

36.

Terapi apa yang direkomendasikan dalam kondisi ini dan berapa target koreksi bikarbonat?

a)

Kalium klorida 600 mg/hari, target HCO₃⁻ >28 mmol/L

b)

Sodium bikarbonat 650 mg 2–3 kali sehari, target HCO₃⁻ 22–26 mmol/L

c)

Sodium bikarbonat 1,5 g sekali sehari, target HCO₃⁻ <20 mmol/L

d)

Kalsium karbonat 500 mg/hari, target HCO₃⁻ 18–20 mmol/L

e)

Tidak ada terapi yang dibutuhkan jika HCO₃⁻ >15 mmol/L

37.

Langkah awal apa yang disarankan untuk mencegah perkembangan CKD-MBD?

a)

Diet tinggi kalsium dan fosfat

b)

Diet tinggi protein hewani

c)

Diet rendah fosfat yang menghindari jeroan, soda, dan makanan olahan

d)

Suplementasi zat besi dan seng

e)

Konsumsi susu tinggi fosfor secara teratur

38.

Jika kadar fosfat pasien meningkat menjadi >5,5 mg/dL, intervensi farmakologis apa yang dapat dipertimbangkan?

a)

Diuretik loop

b)

Kalsium karbonat sebagai pengikat fosfat

c)

Pengikat fosfat bebas kalsium

d)

Antasid magnesium

e)

Obat penurun kalium

39.

Terapi tambahan apa yang dapat diberikan untuk mengatasi CKD-MBD?

a)

Eritropoietin

b)

Gluconat kalsium

c)

Calcitriol (vitamin D aktif)

d)

Diuretik hemat kalium

e)

Vitamin B kompleks

40.

Intervensi farmakologis apa yang masih direkomendasikan meskipun tekanan darah normal?

a)

Tidak ada obat yang diberikan karena tekanan darah normal

b)

Tambahkan diuretik loop

c)

ACEi/ARB untuk perlindungan ginjal

d)

Berikan beta blocker dosis rendah

e)

Hanya observasi tanpa pengobatan

41.

Apa dosis awal yang direkomendasikan dan waktu evaluasi untuk ACEi/ARB seperti losartan pada pasien dengan albuminuria?

a)

Losartan 25 mg/hari, evaluasi dalam 1 bulan

b)

Losartan 100 mg/hari, evaluasi dalam 3 bulan

c)

Losartan 50 mg/hari, evaluasi tekanan darah dan fungsi ginjal dalam 1–2 minggu

d)

Losartan 10 mg/hari, evaluasi kadar glukosa

e)

Losartan 80 mg/hari, tidak ada evaluasi lebih lanjut

42.

Apa yang harus dihindari oleh pasien dengan CKD karena risiko memperburuk fungsi ginjal?

a)

Vitamin D dan aspirin

b)

Kalsium dan ACEi

c)

NSAID dan kontras radiologis

d)

Statin dan metformin

e)

Suplemen besi

43.

What is the appropriate protein diet recommendation for this patient?

a)

High protein (1.2–1.5 g/kg body weight/day)

b)

Low protein (0.6–0.8 g/kg body weight/day)

c)

High calorie with no protein restriction

d)

Protein only from supplements

e)

No restriction as not on dialysis