WorksheetsAska
Total questions: 64
Worksheet time: 32mins
Menurut Hepler dan Sttand (1990) Drug Related Problems (DRPs) didefinisikan
sebagai “Sebuah peristiwa atau keadaan yang melibatkan terapi obat yang
berpotensi mengganggu pasien dalam mendapatkan hasil perawatan medis yang
optimal”. Apa tujuan dilakukan DRPs pada pasien?
Mengidentifikasi potensi dan manifestasi masalah dalam terapi non farmakologi
Mengidentifikasi potensi dan manifestasi masalah dalam farmakoekonomi
Menyelesaikan potensi dan manifestasi masalah dalam terapi non farmakologi
Mencegah manifestasi masalah yang terjadi agar mencapai outcomes terapi
Mencegah potensi masalah yang terjadi agar mencapai outcomes terapi
Klasifikasi DRPs menggambarkan perkembangan dari praktik pelayanan farmasi,
riset, pendokumentasian, dan ditindak lanjuti pelayanan kefarmasian. Tindakan apa
yang merupakan intervensi farmasi?
Meresepkan obat dengan kepastian tujuan pengobatan
Meresepkan obat dengan menghindari efek samping yang merugikan
Menghubungi menulis resep atas potensi terjadinya DRPs
Mengidentifikasi jadwal / waktu penggunaan obat yang tidak tepat
Mengidentifikasi interval dosis penggunaan obat salah.
Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) didefinisikan sebagai
“pengalaman pasien yang tidak diinginkan yang melibatkan terapi obat dan yang
benar-benar atau berpotensi mengganggu hasil pasien yang diinginkan”. Faktor-
faktor apa yang berkontribusi menyebabkan DRPs?
Peresepan yang dibuat penulis resep
Peresepan dari pelayanan swamedikasi
Dispensing dari pelayanan keperawatan
Dispensing dari penulis resep
Tingkat pengetahuan pasien
Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) dapat terjadi dari pelayanan
kefarmasian. Faktor apa yang berkontribusi menyebabkan DRPs?
Menghitung harga obat dengan tepat
Memberikan informasi obat secara tertulis
Mengidentifikasi ketepatan pasien
Menata obat sesuai dengan standar
Ketidaktepatan penulisan etiket obat
Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5
bagian, yaitu masalah, penyebab, intervensi yang direncanakan, tingkat penerimaan
intervensi, dan status DRPs. Manakan pernyataan yang menunjukkan masalah
DRPs?
DRPs terkait Pemilihan bentuk sediaan
DRPs terkait Pemilihan dosis
DRPs terkait jadwal pemberian dosis
DRPs terkait Pasien menderita ROTD
DRPs terkait Menunjukkan obat yeng bermasalah
Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5
bagian, yaitu masalah, penyebab, intervensi yang direncanakan, tingkat penerimaan
intervensi, dan status DRPs. Manakan pernyataan yang menunjukkan intervensi
farmasi?
DRPs terkait Pemilihan bentuk sediaan
DRPs terkait Pemilihan dosis
DRPs terkait jadwal pemberian dosis
DRPs terkait Pasien menderita ROTD
DRPs terkait Menunjukkan obat yeng bermasalah
Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5
bagian yang masing-masing mempunyai domain primer dan domain sekunder.
Manakan pernyataan yang menunjukkan “Pemilihan Obat” dari bagian “Penyebab”
dalam PCNE?
Duplikasi dari kelompok terapeutik atau bahan aktif yang tidak tepat
Bentuk sediaan obat yang tidak sesuai dengan kondisi pasien
Intruksi waktu pemberian dosis tidak jelas atau tidak tepat
Waktu pemberian obat atau interval dosis tidak tepat
Obat yang diresepkan tidak tersedia
Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5
bagian yang masing-masing mempunyai domain primer dan domain sekunder.Manakan pernyataan yang menunjukkan “Penyiapan Obat” dari bagian “Penyebab”
dalam PCNE?
Duplikasi dari kelompok terapeutik atau bahan aktif yang tidak tepat
Bentuk sediaan obat yang tidak sesuai dengan kondisi pasien
Intruksi waktu pemberian dosis tidak jelas atau tidak tepat
Waktu pemberian obat atau interval dosis tidak tepat
Obat yang diresepkan tidak tersedia
Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5
bagian yang masing-masing mempunyai domain primer dan domain sekunder.
Manakan pernyataan yang menunjukkan “Pemilihan Dosis” dari bagian
“Penyebab” dalam PCNE?
Duplikasi dari kelompok terapeutik atau bahan aktif yang tidak tepat
Bentuk sediaan obat yang tidak sesuai dengan kondisi pasien
Intruksi waktu pemberian dosis tidak jelas atau tidak tepat
Waktu pemberian obat atau interval dosis tidak tepat
Obat yang diresepkan tidak tersedia
Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5
bagian yang masing-masing mempunyai domain primer dan domain sekunder.
Manakan pernyataan yang menunjukkan “Proses Penggunaan obat” dari bagian
“Penyebab” dalam PCNE?
Duplikasi dari kelompok terapeutik atau bahan aktif yang tidak tepat
Bentuk sediaan obat yang tidak sesuai dengan kondisi pasien
Intruksi waktu pemberian dosis tidak jelas atau tidak tepat
Waktu pemberian obat atau interval dosis tidak tepat
Obat yang diresepkan tidak tersedia
Penetapkan tujuan terapi merupakan langkah penting untuk memastikan pasien
mendapatkan manfaat maksimal dari terapi obat. Apa tujuan terapi untuk penyakit
yang dimaksudkan untuk mengurangi atau menghilangkan tanda dan / atau
gejala?
Diabetes
Penyakit jantung
Infeksi saluran kemih
Pneumonia streptokokus
alergi Rinitis
Penetapkan tujuan terapi merupakan langkah penting untuk memastikan pasien
mendapatkan manfaat maksimal dari terapi obat. Penyakit apa yang dimaksudkan
untuk memperlambat/menghentikan perkembangan penyakit ?
Diabetes
Penyakit jantung
Infeksi saluran kemih
Pneumonia streptokokus
Rinitis alergi
Kebanyakan terapi obat digunakan untuk menangani penyakit kronis yang tidak
dapat disembuhkan dengan produk obat yang ada. Contoh penyakit yang kronis
adalah ?
hipotiroidisme
Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran nafas
Pneumonia streptokokus
Rinitis alergi
Penurunan tekanan darah bertujuan untuk meminimalkan kerusakan endorgan
termasuk penyakit jantung (angina, infark miokard, gagal jantung), stroke,
gangguan ginjal, dan / atau retinopati. Bagaimana kondisi medis dan pedoman
umum untuk tujuan terapi hipertensi?
Systolic >140 mmHg
Diastolic >90 mmHg
<130/80 mmHg untuk pasien diabetes
<140/90 mmHg untuk pasien chronic kidney disease
<140/90 mmHg dengan cardiovascular disease
Tujuan pengendalian glikemi adalah untuk mengurangi risiko komplikasi
mikrovaskuler dan kardiovaskuler. Bagaimana kondisi dan pedoman umum
apakah untuk tujuan terapi hipertensi?
Systolic >140 mmHg
Diastolic >90 mmHg
LDL ≥ 100 mg/dL
Triglycerides > 150 mg/dL
ratio TC/HDL ratio < 4.0
Penyesuaian dan/atau penambahan agen antihiperglikemik tepat waktu harus
dilakukan untuk mencapai target A1c. Kapan waktu yang direkomendasikan untuk
mengevaluasi kadar A1c?
1 bulan
3 bulan
6 bulan
9 bulan
12 bulan.
Faktor risiko seperti merokok, hipertensi, HDL <40 mg/dl, ada riwayat keluarga
PJK, laki-laki > 45 tahun atau perempuan> 55 tahun merupakan parameter yang
digunakan untuk mengevaluasi efektivitas/keamanan terapi obat. Obat-obat
apasaja yang membutuhkan parameter tersebut ?
penghambat beta
penghambat ACE
levothyroxine
pravastatin
pioglitazone
Efek Samping Obat adalah respon terhadap suatu obat yang merugikan dan tidak
diinginkan terkait dengan kerja farmakologi. Pada kondisi apa akan terjadi potensi
ROTD?
pasien dengan riwayat patuh menggunakan obat
pasien yang memahami target terapi penyakitnya
pasien dengan kondisi penyakit terkontrol
pasien yang menggunakan polifarmasi
pasien dengan tingkat pengetahuan penyakit yang tinggi
Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat dikelompokkan menjadi
beberapa tingkat keparahan. Pada tingkat keperahan ROTD bagaimana dapat
diidentifikasi sebagai “signifikan”?
Kegagalan respirasi sehingga membutuhkan intubasi
Perubahan status mental: pasien jatuh dan menderita perdarahan intracranial
Mual dan muntah terkait penggunaan azyhromycin
anaphylactic shock yang disebabkan obat antibiotika
Pasien meninggal karena kejadian terkait obat
Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat dikelompokkan menjadi
beberapa tingkat keparahan. Pada tingkat keperahan ROTD bagaimana dapat
diidentifikasi sebagai “fatal”?
Kegagalan respirasi sehingga membutuhkan intubasi
Perubahan status mental: pasien jatuh dan menderita perdarahan intracranial
Mual dan muntah terkait penggunaan azyhromycin
anaphylactic shock yang disebabkan obat antibiotika
Pasien meninggal karena kejadian terkait obat
Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa tipe reaksi yang ditimbulkan. Pada tipe reaksi ROTD bagaimana dapat
diidentifikasi sebagai “reaksi tidak terkait dosis”?
tidak terkait aksi farmakologis obat
terkait aksi farmakologi obat
dapat diprediksi
tingkat kematian rendah
reaksi yang timbul setelah obat dihentikan
Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa tipe reaksi yang ditimbulkan. Pada tipe reaksi ROTD bagaimana dapat
diidentifikasi sebagai “reaksi terkait dosis dan waktu”?
tidak terkait aksi farmakologis obat
terkait aksi farmakologi obat
dapat diprediksi
tingkat kematian rendah
reaksi yang timbul setelah obat dihentikan
Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa tipe reaksi yang ditimbulkan. Contoh ROTD dengan tipe “reaksi terkait
dosis” adalah?
reaksi hipersensitivitas akibat penggunaan penisilin
efek reaksi batuk akibat angiotensin-converting enzyme inhibitors
penekanan hipotalamus-hipofisis-adrenal akibat dari kortikosteroid
Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa tipe reaksi yang ditimbulkan. Contoh ROTD dengan tipe “reaksi putus
obat” adalah?
reaksi hipersensitivitas akibat penggunaan penisilin
efek reaksi batuk akibat angiotensin-converting enzyme inhibitors
penekanan hipotalamus-hipofisis-adrenal akibat dari kortikosteroid
teratogenesis (adenokarsinoma vagina) akibat dari dietilstilbestrol
peningkatan keasaman GIT setelah penghentian proton pump inhibitors.
Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat didentifikasi menggunakan
metode kualitatif dan kuantitatif. Salah satu metode kuantitaif untuk identifikasi
ROTD adalah?
PCNE
Gyssen
Naranjo
ATC/DDD
MMAS-8
Penggunaan dua obat secara bersamaan akan berpotensi terjadi interaksi, baik secara
farmakokinetik maupun secara farmakodinamik. Pada kondisi apa, interaksi obat
dengan mekanisme farmakodinamik dapat terjadi?
Kedua obat tersebut mungkin bekerja pada reseptor yang sama untuk menghasilkan efek
Obat lain yang mengubah pH lambung dan mengubah motilitas saluran cerna
Obat lain mempengaruhi protein transpor seperti P-glikoprotein atau albumin
Obat lain yang dapat menghambat metabolisme sitokrom P450 obat lain
Obat lain yang mempengaruhi ekskresi obat aktif di ginjal
Penggunaan dua obat secara bersamaan akan berpotensi terjadi interaksi, baik secara
farmakokinetik maupun secara farmakodinamik. Pada kondisi apa, interaksi obat
dengan mekanisme farmakokinetik fase metabolisme dapat terjadi?
Kedua obat tersebut mungkin bekerja pada reseptor yang sama untuk menghasilkan efek
Obat lain yang mengubah pH lambung dan mengubah motilitas saluran cerna
Obat lain mempengaruhi protein transpor seperti P-glikoprotein atau albumin
Obat yang dapat menghambat metabolisme sitokrom P450 obat lain
Ekskresi obat aktif di ginjal juga dapat dipengaruhi karena terapi obat secara bersamaan
Ketidakpatuhan minum obat adalah ketidakmampuan dan ketidakkemauan pasien
untuk menggunakan rejimen terapeutik sesuai petunjuk yang direkomendasikan
oleh praktisi. Apa faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat?
Biaya obat termasuk dalam jaminan kesehatan pasien
Pasien tidak minum obat karena tidak dapat membuka wadah obat
Obat telah disiapkan untuk dikonsumsi dan disertai kartu waktu minum obat
Pasien minum obat dengan alasan untuk mencapai target terapi
Pasien memiliki pemahaman yang baik tentang penyakit dan tujuan terapi
Ketidakpatuhan minum obat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu primer
dan sekunder. Apa faktor yang diklasifikasikan dalam keidakpatuhan primer?
ketidakpatuhan yang tidak disengaja karena pasien lupa minum obat
tidak bisa minum obat karena mengantisipasi efek samping obat
ketidakpatuhan yang dipicu karena pasien mengalami riwayat DRPs
ketidakpatuhan yang dipicu karena pasien tidak mendapatkan obat
Ketidakpatuhan yang disengaja oleh pasien untuk tidak minum obat
Ketidakpatuhan minum obat dapat diukur menggunakan menjadi dua metode,
yaitu langsung dan tidak langsung. Contoh pengukuran kepatuhan dengan metode
langsung adalah?
menghitung jumlah obat yang tersisa di wadah
megukur kadar obat dalam cairan tubuh/darah
memonitor kartu/buku pelaporan minum obat harian milik pasien
menggunakan aplikasi elektronik ke dalam wadah obat
mengukur kepatuhan minum obat menggunakan lembar kuesioner
Kepatuhan minum obat menggambarkan tingkat kesesuaian pasien dengan nasihat
dan rekomendasi yang diberikan oleh profesional kesehatan. Bagaimana strategi
untuk meningkatkan kepatuhan pasien?
memberikan label dengan ukuran huruf sesuai, kompleks, dan spesifik
memprioritaskan pengemasan dengan penampilan produk menarik
menggunakan alat bantu kepatuhan yang untuk mengingatkan pasien
meningkatkan frekuensi pemberian dosis dan terapi obat
memberikan informasi kepada pasien sebatas yang tertera di etiket obat
Kepatuhan minum obat menggambarkan tingkat kesesuaian pasien dengan nasihat
dan rekomendasi yang diberikan oleh profesional kesehatan. Bagaimana
mempromosikan kepatuhan minum obat?
Pastikan pasien memahami manfaat dari pengobatan
Pilih obat dengan biaya lebih mahal, biasanya lebih manjur
Pilih obat yang lebih kompleks regimen dosisnya
Pilih obat yang paling besar efek samping pengobatannya
Tunjukkan adanya risiko alergi obat terhadap target terapi
Kepatuhan minum obat menggambarkan tingkat kesesuaian pasien dengan nasihat
dan rekomendasi yang diberikan oleh profesional kesehatan. Salah satu metode
kuantitaif untuk mengukur kepatuhan adalah?
PCNE
Gyssen
Naranjo
ATC/DDD
MMAS-8
Ketidakpatuhan menggambarkan kegagalan yang signifikan untuk menyesuaikan
dengan saran dan rekomendasi sampai menurunkan pencapaian hasil yang
direncanakan. Apa faktor penyebab ketidakpatuhan yang berhubungan dengan
terapi obat?
polifarmasi (misalnya pasien harus menangani sejumlah obat berbeda)
pasien merasa tidak mendapatkan manfaat dari terapi obat (mis. hipertensi)
pasien dengan stigma sosial (misalnya gangguan kejiwaan, HIV)
pemahaman tentang penyakit, perjalanannya dan kemungkinan komplikasinya
tingkat pendidikan dan pengetahuan pasien yang tidak memadai
Ketidakpatuhan menggambarkan kegagalan yang signifikan untuk menyesuaikan
dengan saran dan rekomendasi sampai menurunkan pencapaian hasil yang
direncanakan. Apa faktor penyebab ketidakpatuhan yang berhubungan dengan
pasien?
polifarmasi (misalnya pasien harus menangani sejumlah obat berbeda)
pasien merasa tidak mendapatkan manfaat dari terapi obat (mis. hipertensi)
pasien dengan stigma sosial (misalnya gangguan kejiwaan, HIV)
pemahaman tentang penyakit, perjalanannya dan kemungkinan komplikasinya
tingkat pendidikan dan pengetahuan pasien yang tidak memadai
Ketidakpatuhan menggambarkan kegagalan yang signifikan untuk menyesuaikan
dengan saran dan rekomendasi sampai menurunkan pencapaian hasil yang
direncanakan. Apa faktor penyebab ketidakpatuhan yang berhubungan dengan
sistem kesehatan?
polifarmasi (misalnya pasien harus menangani sejumlah obat berbeda)
pemahaman tentang penyakit, perjalanannya dan kemungkinan komplikasinya
pasien dengan stigma sosial (misalnya gangguan kejiwaan, HIV)
Salah satu kualifikasi apoteker yang dibutuhkan dalam mengidentifikasi terjadinya
DRP adalah kemampuan mempelajari perjalanan obat dalam tubuh (dimulai dari
penyerapan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi). Tergolong disiplin ilmu apa
kualifikasi tersebut?
Farmakokinetik klinis
Farmakologi klinis
Farmakoterapi klinis
Farmakodinamik klinis
Farmakoekonomi klinis
Konsentrasi obat dalam keadaan tunak akan memberikan respons klinis pada pasien, karena setiap reseptor sasaran dapat secara maksimal berikatan dengan obat. Disiplin ilmu apakah yang mempelajari hubungan antara obat dengan efek klinis yang dicapai?
Farmakokinetik klinis
Pharmacovigilance
Farmakoterapi klinis
Farmakologi klinis
Farmakoekonomi klinis
Faktor-faktor yang menyebabkan DRPs adalah ukuran dosis, jumlah, frekuensi, dan
periode pemberian. Didefinisikan sebagai apakah kumpulan faktor-faktor tersebut?
Rejimen Dosis (dosage)
Dosis obat (dose)
Kekuatan dosis
Jenis obat
Informasi obat
Jumlah obat tertentu yang diminum pada satu waktu yang biasanya dinyatakan
sebagai kuantitas, misalnya ‘SATU tablet' atau '5 ml’. Didefinisikan sebagai apa
pernyataan tersebut?
Rejimen Dosis (dosage)
Dosis obat (dose)
Kekuatan dosis
Jenis obat
Informasi obat
Saudara mengkaji resep yang didalamnya tertulis meloksikam 15 mg, captopril 12,5
mg dan amlodipine 5 mg, resep tersebut untuk pasien usia 78 tahun. Saudara
menghubungi dokter penulis resep, karena pasien berisiko mengalami tukak
lambung. Termasuk dalam kategori apakah DRPs yang mungkin terjadi?
Penggunaan terapi obat
Efikasi obat
Interaksi obat
Reaksi alergi obat
Efek samping obat
Saudara memberikan edukasi penggunaan antibiotik kepada pasien yang hendak
pulang perawatan, yaitu “harus diminum sampai habis, meskipun gejala klinik
sudah menghilang sama sekali”. Terkait klasifikasi DRPs apa edukasi yang Saudara
berikan?
Durasi obat
Frekuensi obat
Indikasi obat
Keamanan
Konstraindikasi
Saudara mendapati pasien mengalami alergi obat analgesik golongan obat
antiinflamsi non steroid (OAINS). Kejadian ADR tipe manakah yang terkait dengan
reaksi idiosinkratik atau reaksi imunologi ?
Tipe A
Tipe B
Tipe C
Tipe D
Tipe E
Saudara memberikan edukasi penggunaan tablet Ciprofloksasin 500 mg dan Antasida DOEN kepada seorang pasien dengan informasi “ciprofliksasin harus diminum dengan selisih waktu 2 jam setelah minum Antasida”. Termasuk klasifikasi DRPs apa edukasi yang Saudara berikan?
Efek samping obat
Reaksi obat merugikan
Interaksi obat
Kejadian obat merugikan
Konstraindikasi obat
Beberapa obat diresepkan sebagai 'PRN', yang berarti 'sesuai kebutuhan’.
Contohnya adalah obat penghilang rasa sakit, yang mungkin diresepkan untuk
digunakan hanya jika pasien benar-benar merasakan sakit dan tidak diminum secara
teratur. Hal apa yang harus diperhatikan dalam pemberian obat secara “PRN”?
Interval waktu minimum dan dosis harian maksimum
Diminum sesuai kebutuhan atau serangan rasa sakit
Dosis harian maksimum tidak dapat ditentukan
Interval waktu minimum tidak terbatas
Durasi penggunaan obat tidak terbatas
Apoteker di bangsal suatu rumah sakit ingin mengetahui tingkat kepatuhan
penggunaan obat, karena terjadi perubahan obat atau regimen terapi untuk pasien.
Pengukuran apa yang menunjukkan tingkat kepatuhan pasien dalam
mengkonsumsi obat dari salah satu indicator penyakit?
Aspartate/ Alanine aminotransferase
Triiodothyronine dan total serum
Blood Urea nitrogen
Hemoglobin A1C
International Normalized Ratio
46. Seorang pasien datang ke apotek dan bertanya kepada Saudara terkait penggunaan
obat inhalasi dengan dosis terbagi, yang diterimanya 3 hari lalu. Pasien mengeluh
bahwa sejak menggunakan obat tersebut, asma yang dideritanya tidak mengalami
perbaikan. Menurut dugaan Saudara, kesalahan jenis kesalahan terkait apa yang
dialami oleh pasien?
Biaya pengobatan
Pembacaan resep
Cara penggunaan obat
Penggunaan dosis
Pemberian obat
Apoteker di suatu rumah sakit melakukan pemantauan penggunaan obat terhadap
pasien dengan riwayat pemasangan STENT jantung 1 bulan yang lalu, yang
menggunakan kombinasi aspirin dan klopidogrel. Pemeriksaan apa yang perlu
Saudara dapatkan?
Aspartate/ Alanine aminotransferase
Triiodothyronine dan total serum
Blood Urea nitrogen
Hemoglobin A1C
International Normalized Ratio
Penurunan tekanan darah bertujuan untuk meminimalkan kerusakan organ
termasuk penyakit jantung (angina, infark miokard, gagal jantung), stroke,
gangguan ginjal, dan / atau retinopati. Pernyataan yang benar untuk mencapai
tujuan terapi dari penyakit hipertensi adalah?
Systolic >140 mmHg, Diastolic > 90 mmHg
Total cholesterol <200 mg/dL
< 130/80 mmHg untuk pasien dengan penyakit diabetes
< 150/90 mmHg untuk pasien dengan chronic kidney disease
< 150/100 mmHg dengan cardiovascular disease
Tujuan terapi hiperlipidemia sangat tergantung pada faktor risiko pasien. Apa yang
termasuk dalam faktor risiko tersebut?
Riwayat penyakit infeksi saluran kemih
Total cholesterol < 200 mg/dL
riwayat keluarga penyakit infeksi saluran nafas
laki-laki > 40 atau perempuan > 45 tahun
High density lipoproteins > 40 mg / dL.
edoman umum untuk tujuan terapi diabetes mellitus mencakup pemeriksaan gula
darah. Mana pemeriksaan dibawah ini yang digunakan untuk mengevaluasi
efektivitas kontrol glukosa pada pasien diabetes?
Glycosolated hemoglobin
Oxygenated hemoglobin
Glukosa darah preprandial
Glukosa darah 2 hours postprandial
Glukosa darah sewaktu
Penyesuaian dan/atau penambahan agen antihiperglikemik tepat waktu bertujuan
untuk mencapai tujuan terapi diabetes melitus. Kapan waktu yang dibutuhkan
untuk mencapai target A1c normal?
setiap 1 bulan
setiap 3 bulan
1 sampai 3 bulan
3 sampai 6 bulan
6 sampai 12 bulan.
Seorang Apoteker obat fix dose combination (FDC) (< 2 bulan) untuk periode tahun 2020 yang digunakan pasien. Titik kritis apa yang perlu dimonitor?
Aspartate/ Alanine aminotransferase
Total serumTriiodothyronine
Blood Urea nitrogen
Hemoglobin A1C
International Normalized Ratio
Parameter laboratorium yang menunjukkan adanya terjadinya toksisitas jantung sebagai akibat penggunaan dari digoksin atau diuretik, dan ditandai dengan adanya diare atau mual dan muntah adalah ?
Kadar Serum Potassium
International Normalized Ratio
Low density lipoprotein
Cardiac dysrhythmias
Alanine aminotransferase
Suatu kejadian terkait obat yang terjadi pada dosis penggunaan untuk tujuan profilaksis, terapi penyakit atau modifikasi fungsi fisiologis. Didefinisikan sebagai apa pertanyaan tersebut?
Interaksi obat secara farmakokinetik
Interaksi obat secara farmakodinamik
Interaksi obat secara farmakologi
Efek samping obat secara farmakologi
Kejadian nyaris cedera
Reaksi obat yang tidak diharapkan dapat dibedakan menjadi beberapa tingkat keparahan. Tergolong kategori mana rasa mual dan muntah terkait penggunaan azythromycin ?
Fatal
Mengancam jiwa
Serius
Signifikan
Tidak berbahaya
Reaksi obat yang tidak diharapkan dapat dibedakan menjadi beberapa tingkat keparahan. Dibawah ini kejadian mana yang tergolong dalam kategori mengancam jiwa?
Perdarahan gastrointestinal
Peningkatan kadar kretinin
Diare terkait antibiotika
Mual terkait potassium oral
Anaphylactic shock terkait antibiotika
Penggunaan kombinasi dua obat atau lebih, yang masing-masing memiliki efek toksik pada organ yang sama, akan meningkatkan kemungkinan kerusakan organ. Mana yang meningkatkan efek toksisitas dari penggunaan obat secera bersamaan?
pemberian dua obat nefrotoksik
obat dengan efek farmakologis serupa
kedua obat tidak bekerja pada reseptor yang sama
obat yang bekerja pada reseptor yang sama
pemberian dua obat antibiotik
Seorang wanita berusia 85 tahun dengan osteoporosis dan rheumatoid arthritis datang berobat ke RS, mengeluh rasa terbakar yang parah pada perut. Selama ini pasien telah mengkonsumsi beberapa obat yang diresepkan dokter. Hasil endoskopi Gastrointestinal bagian atas menunjukkan ulserasi esofagus yang parah. Menurut dugaan Saudara, obat apa yang memicu kondisi pasien saat ini?(Cipolle et al. 2012)
Metoclopramide
Lansoprazole
Alendronate
Aspirin
Azathiothoprine
Hasil pemantauan obat yang dilakukan Apoteker di suatu bangsal RS terhadap Tn H. berusia 48 tahun, menunjukkan: Tn. H mempunyai riwayat epilepsi, dirawat di rumah sakit dengan tremor, ataksia, sakit kepala, pemikiran abnormal, dan peningkatan aktivitas kejang parsial. Selama ini Tn H menggunakan FENitoin 300 mg setiap hari, clonazePAM 6 mg setiap hari dan FLUoxetine 20 mg setiap hari (yang baru diresepkan 2 minggu terakhir). Kadar FENitoin Tn. H saat ini adalah 35 mg/L, pemeriksaan terakhir 4 bulan yang lalu adalah 18 mg/L. Hasil Analisa Apoteker mencurigai adanya interaksi obat. Obat apakah yang berpotensi menimbulkan interaksi?
Clonazepam meningkatkan kadar fenitoin dalam darah
Clonazepam meningkatkan kadar fluoxetine dalam darah
Fluoxetine meningkatkan kadar fenitoin dalam darah
Fluoxetine menurunkan kadar clonazepam dalam darah
Seorang pria berusia 72 tahun dibawa ke unit gawat darurat dengan nyeri dada. Ia memiliki riwayat anemia dengan kadar hemoglobin 8,6 mg/dL, gagal jantung kongestif, dan atrial fibrilasi. Pasien afebris, SCr 6,8 mg/dL (normal: 0,6 – 1,3 mg/dL); CrCl 26 mL/menit (normal > 80 mL/menit) dan kadar leukosit 23.000 (normal 4.000-10.000). Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya ulserasi, pasien harus mendapatkan antibiotik. Rekomendasi manakah yang paling tepat untuk pasien tersebut?
Mengukur konsentrasi antibiotik dalam serum
Menggunakan antibiotik spektrum luas sebagai terapi definitif
Menggunakan terapi antibiotik yang tidak bersifat nefrotoksik
Menggunakan antibiotik spektrum luas sebagai terapi empiris.
Menggunakan antibiotik golongan aminoglikosida.
Ketidakpatuhan pasien untuk menggunakan rejimen terapeutik sesuai petunjuk yang direkomendasikan oleh praktisi akan berisiko terhadap kegagalan terapi. Di bawah ini yang tergolong dalam kategori ketidakpatuhan primer adalah?
Lupa minum obat karena kesibukan pekerjaan
Tidak bisa minum obat karena kemasan sulit dibuka
Tidak dapat minum obat karena alergi terhadap obat tersbut
Memutuskan untuk tidak minum obat karena merasa sehat
Tidak dapat minum obat karena tidak mempunyai biaya
Pengukuran kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat dapat diukur. Metode pengukuran apa yang mungkin diterapkan terhadap pasien yang menggunakan terapi insulin?
Menghitung jumlah unit yang tersisa di wadah
Menghitung jumlah tablet yang tersisa di wadah
Menggunakan pemantauan kartu harian pasien
Menggunakan perkiraan dokter terhadap hasil terapi
Menggunakan bukti laporkan status kesehatan pasien
Untuk meningkatkan kepatuhan pasien, petugas farmasi harus mampu memberikan pengaruh dan mempromosikan tujuan pengobatan. Bagaimana mempromosikan kepatuhan obat?
Memilih obat merk ternama dengan biaya lebih mahal
Memilih obat yang lebih dengan wadah berteknologi mutakhir
Memastikan pasien memahami manfaat dari pengobatan
Memilih obat tanpa mempertimbangkan efek samping obat
Melakukan pemantauan kepatuhan pada awal pengobatan
