Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Aska

Total questions: 64

Worksheet time: 32mins

Name
Class
Date
1.

Menurut Hepler dan Sttand (1990) Drug Related Problems (DRPs) didefinisikan

sebagai “Sebuah peristiwa atau keadaan yang melibatkan terapi obat yang

berpotensi mengganggu pasien dalam mendapatkan hasil perawatan medis yang

optimal”. Apa tujuan dilakukan DRPs pada pasien?

a)

Mengidentifikasi potensi dan manifestasi masalah dalam terapi non farmakologi

b)

Mengidentifikasi potensi dan manifestasi masalah dalam farmakoekonomi

c)

Menyelesaikan potensi dan manifestasi masalah dalam terapi non farmakologi

d)

Mencegah manifestasi masalah yang terjadi agar mencapai outcomes terapi

e)

Mencegah potensi masalah yang terjadi agar mencapai outcomes terapi

2.

Klasifikasi DRPs menggambarkan perkembangan dari praktik pelayanan farmasi,

riset, pendokumentasian, dan ditindak lanjuti pelayanan kefarmasian. Tindakan apa

yang merupakan intervensi farmasi?

a)

Meresepkan obat dengan kepastian tujuan pengobatan

b)

Meresepkan obat dengan menghindari efek samping yang merugikan

c)

Menghubungi menulis resep atas potensi terjadinya DRPs

d)

Mengidentifikasi jadwal / waktu penggunaan obat yang tidak tepat

e)

Mengidentifikasi interval dosis penggunaan obat salah.

3.

Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) didefinisikan sebagai

“pengalaman pasien yang tidak diinginkan yang melibatkan terapi obat dan yang

benar-benar atau berpotensi mengganggu hasil pasien yang diinginkan”. Faktor-

faktor apa yang berkontribusi menyebabkan DRPs?

a)

Peresepan yang dibuat penulis resep

b)

Peresepan dari pelayanan swamedikasi

c)

Dispensing dari pelayanan keperawatan

d)

Dispensing dari penulis resep

e)

Tingkat pengetahuan pasien

4.

Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) dapat terjadi dari pelayanan

kefarmasian. Faktor apa yang berkontribusi menyebabkan DRPs?

a)

Menghitung harga obat dengan tepat

b)

Memberikan informasi obat secara tertulis

c)

Mengidentifikasi ketepatan pasien

d)

Menata obat sesuai dengan standar

e)

Ketidaktepatan penulisan etiket obat

5.

Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5

bagian, yaitu masalah, penyebab, intervensi yang direncanakan, tingkat penerimaan

intervensi, dan status DRPs. Manakan pernyataan yang menunjukkan masalah

DRPs?

a)

DRPs terkait Pemilihan bentuk sediaan

b)

DRPs terkait Pemilihan dosis

c)

DRPs terkait jadwal pemberian dosis

d)

DRPs terkait Pasien menderita ROTD

e)

DRPs terkait Menunjukkan obat yeng bermasalah

6.

Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5

bagian, yaitu masalah, penyebab, intervensi yang direncanakan, tingkat penerimaan

intervensi, dan status DRPs. Manakan pernyataan yang menunjukkan intervensi

farmasi?

a)

DRPs terkait Pemilihan bentuk sediaan

b)

DRPs terkait Pemilihan dosis

c)

DRPs terkait jadwal pemberian dosis

d)

DRPs terkait Pasien menderita ROTD

e)

DRPs terkait Menunjukkan obat yeng bermasalah

7.

Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5

bagian yang masing-masing mempunyai domain primer dan domain sekunder.

Manakan pernyataan yang menunjukkan “Pemilihan Obat” dari bagian “Penyebab”

dalam PCNE?

a)

Duplikasi dari kelompok terapeutik atau bahan aktif yang tidak tepat

b)

Bentuk sediaan obat yang tidak sesuai dengan kondisi pasien

c)

Intruksi waktu pemberian dosis tidak jelas atau tidak tepat

d)

Waktu pemberian obat atau interval dosis tidak tepat

e)

Obat yang diresepkan tidak tersedia

8.

Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5

bagian yang masing-masing mempunyai domain primer dan domain sekunder.Manakan pernyataan yang menunjukkan “Penyiapan Obat” dari bagian “Penyebab”

dalam PCNE?

a)

Duplikasi dari kelompok terapeutik atau bahan aktif yang tidak tepat

b)

Bentuk sediaan obat yang tidak sesuai dengan kondisi pasien

c)

Intruksi waktu pemberian dosis tidak jelas atau tidak tepat

d)

Waktu pemberian obat atau interval dosis tidak tepat

e)

Obat yang diresepkan tidak tersedia

9.

Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5

bagian yang masing-masing mempunyai domain primer dan domain sekunder.

Manakan pernyataan yang menunjukkan “Pemilihan Dosis” dari bagian

“Penyebab” dalam PCNE?

a)

Duplikasi dari kelompok terapeutik atau bahan aktif yang tidak tepat

b)

Bentuk sediaan obat yang tidak sesuai dengan kondisi pasien

c)

Intruksi waktu pemberian dosis tidak jelas atau tidak tepat

d)

Waktu pemberian obat atau interval dosis tidak tepat

e)

Obat yang diresepkan tidak tersedia

10.

Menurut PCNE (1999) Drug Related Problems (DRPs) mengklasifikasikan dalam 5

bagian yang masing-masing mempunyai domain primer dan domain sekunder.

Manakan pernyataan yang menunjukkan “Proses Penggunaan obat” dari bagian

“Penyebab” dalam PCNE?

a)

Duplikasi dari kelompok terapeutik atau bahan aktif yang tidak tepat

b)

Bentuk sediaan obat yang tidak sesuai dengan kondisi pasien

c)

Intruksi waktu pemberian dosis tidak jelas atau tidak tepat

d)

Waktu pemberian obat atau interval dosis tidak tepat

e)

Obat yang diresepkan tidak tersedia

11.

Penetapkan tujuan terapi merupakan langkah penting untuk memastikan pasien

mendapatkan manfaat maksimal dari terapi obat. Apa tujuan terapi untuk penyakit

yang dimaksudkan untuk mengurangi atau menghilangkan tanda dan / atau

gejala?

a)

Diabetes

b)

Penyakit jantung

c)

Infeksi saluran kemih

d)

Pneumonia streptokokus

e)

alergi Rinitis

12.

Penetapkan tujuan terapi merupakan langkah penting untuk memastikan pasien

mendapatkan manfaat maksimal dari terapi obat. Penyakit apa yang dimaksudkan

untuk memperlambat/menghentikan perkembangan penyakit ?

a)

Diabetes

b)

Penyakit jantung

c)

Infeksi saluran kemih

d)

Pneumonia streptokokus

e)

Rinitis alergi

13.

Kebanyakan terapi obat digunakan untuk menangani penyakit kronis yang tidak

dapat disembuhkan dengan produk obat yang ada. Contoh penyakit yang kronis

adalah ?

a)

hipotiroidisme

b)

Infeksi saluran kemih

c)

Infeksi saluran nafas

d)

Pneumonia streptokokus

e)

Rinitis alergi

14.

Penurunan tekanan darah bertujuan untuk meminimalkan kerusakan endorgan

termasuk penyakit jantung (angina, infark miokard, gagal jantung), stroke,

gangguan ginjal, dan / atau retinopati. Bagaimana kondisi medis dan pedoman

umum untuk tujuan terapi hipertensi?

a)

Systolic >140 mmHg

b)

Diastolic >90 mmHg

c)

<130/80 mmHg untuk pasien diabetes

d)

<140/90 mmHg untuk pasien chronic kidney disease

e)

<140/90 mmHg dengan cardiovascular disease

15.

Tujuan pengendalian glikemi adalah untuk mengurangi risiko komplikasi

mikrovaskuler dan kardiovaskuler. Bagaimana kondisi dan pedoman umum

apakah untuk tujuan terapi hipertensi?

a)

Systolic >140 mmHg

b)

Diastolic >90 mmHg

c)

LDL ≥ 100 mg/dL

d)

Triglycerides > 150 mg/dL

e)

ratio TC/HDL ratio < 4.0

16.

Penyesuaian dan/atau penambahan agen antihiperglikemik tepat waktu harus

dilakukan untuk mencapai target A1c. Kapan waktu yang direkomendasikan untuk

mengevaluasi kadar A1c?

a)

1 bulan

b)

3 bulan

c)

6 bulan

d)

9 bulan

e)

12 bulan.

17.

Faktor risiko seperti merokok, hipertensi, HDL <40 mg/dl, ada riwayat keluarga

PJK, laki-laki > 45 tahun atau perempuan> 55 tahun merupakan parameter yang

digunakan untuk mengevaluasi efektivitas/keamanan terapi obat. Obat-obat

apasaja yang membutuhkan parameter tersebut ?

a)

penghambat beta

b)

penghambat ACE

c)

levothyroxine

d)

pravastatin

e)

pioglitazone

18.

Efek Samping Obat adalah respon terhadap suatu obat yang merugikan dan tidak

diinginkan terkait dengan kerja farmakologi. Pada kondisi apa akan terjadi potensi

ROTD?

a)

pasien dengan riwayat patuh menggunakan obat

b)

pasien yang memahami target terapi penyakitnya

c)

pasien dengan kondisi penyakit terkontrol

d)

pasien yang menggunakan polifarmasi

e)

pasien dengan tingkat pengetahuan penyakit yang tinggi

19.

Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat dikelompokkan menjadi

beberapa tingkat keparahan. Pada tingkat keperahan ROTD bagaimana dapat

diidentifikasi sebagai “signifikan”?

a)

Kegagalan respirasi sehingga membutuhkan intubasi

b)

Perubahan status mental: pasien jatuh dan menderita perdarahan intracranial

c)

Mual dan muntah terkait penggunaan azyhromycin

d)

anaphylactic shock yang disebabkan obat antibiotika

e)

Pasien meninggal karena kejadian terkait obat

20.

Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat dikelompokkan menjadi

beberapa tingkat keparahan. Pada tingkat keperahan ROTD bagaimana dapat

diidentifikasi sebagai “fatal”?

a)

Kegagalan respirasi sehingga membutuhkan intubasi

b)

Perubahan status mental: pasien jatuh dan menderita perdarahan intracranial

c)

Mual dan muntah terkait penggunaan azyhromycin

d)

anaphylactic shock yang disebabkan obat antibiotika

e)

Pasien meninggal karena kejadian terkait obat

21.

Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat diklasifikasikan menjadi

beberapa tipe reaksi yang ditimbulkan. Pada tipe reaksi ROTD bagaimana dapat

diidentifikasi sebagai “reaksi tidak terkait dosis”?

a)

tidak terkait aksi farmakologis obat

b)

terkait aksi farmakologi obat

c)

dapat diprediksi

d)

tingkat kematian rendah

e)

reaksi yang timbul setelah obat dihentikan

22.

Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat diklasifikasikan menjadi

beberapa tipe reaksi yang ditimbulkan. Pada tipe reaksi ROTD bagaimana dapat

diidentifikasi sebagai “reaksi terkait dosis dan waktu”?

a)

tidak terkait aksi farmakologis obat

b)

terkait aksi farmakologi obat

c)

dapat diprediksi

d)

tingkat kematian rendah

e)

reaksi yang timbul setelah obat dihentikan

23.

Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat diklasifikasikan menjadi

beberapa tipe reaksi yang ditimbulkan. Contoh ROTD dengan tipe “reaksi terkait

dosis” adalah?

a)

reaksi hipersensitivitas akibat penggunaan penisilin

b)

efek reaksi batuk akibat angiotensin-converting enzyme inhibitors

c)

penekanan hipotalamus-hipofisis-adrenal akibat dari kortikosteroid

24.

Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat diklasifikasikan menjadi

beberapa tipe reaksi yang ditimbulkan. Contoh ROTD dengan tipe “reaksi putus

obat” adalah?

a)

reaksi hipersensitivitas akibat penggunaan penisilin

b)

efek reaksi batuk akibat angiotensin-converting enzyme inhibitors

c)

penekanan hipotalamus-hipofisis-adrenal akibat dari kortikosteroid

d)

teratogenesis (adenokarsinoma vagina) akibat dari dietilstilbestrol

e)

peningkatan keasaman GIT setelah penghentian proton pump inhibitors.

25.

Reaksi Obat Yang Tidak Diharapkan (ROTD) dapat didentifikasi menggunakan

metode kualitatif dan kuantitatif. Salah satu metode kuantitaif untuk identifikasi

ROTD adalah?

a)

PCNE

b)

Gyssen

c)

Naranjo

d)

ATC/DDD

e)

MMAS-8

26.

Penggunaan dua obat secara bersamaan akan berpotensi terjadi interaksi, baik secara

farmakokinetik maupun secara farmakodinamik. Pada kondisi apa, interaksi obat

dengan mekanisme farmakodinamik dapat terjadi?

a)

Kedua obat tersebut mungkin bekerja pada reseptor yang sama untuk menghasilkan efek

b)

Obat lain yang mengubah pH lambung dan mengubah motilitas saluran cerna

c)

Obat lain mempengaruhi protein transpor seperti P-glikoprotein atau albumin

d)

Obat lain yang dapat menghambat metabolisme sitokrom P450 obat lain

e)

Obat lain yang mempengaruhi ekskresi obat aktif di ginjal

27.

Penggunaan dua obat secara bersamaan akan berpotensi terjadi interaksi, baik secara

farmakokinetik maupun secara farmakodinamik. Pada kondisi apa, interaksi obat

dengan mekanisme farmakokinetik fase metabolisme dapat terjadi?

a)

Kedua obat tersebut mungkin bekerja pada reseptor yang sama untuk menghasilkan efek

b)

Obat lain yang mengubah pH lambung dan mengubah motilitas saluran cerna

c)

Obat lain mempengaruhi protein transpor seperti P-glikoprotein atau albumin

d)

Obat yang dapat menghambat metabolisme sitokrom P450 obat lain

e)

Ekskresi obat aktif di ginjal juga dapat dipengaruhi karena terapi obat secara bersamaan

28.

Ketidakpatuhan minum obat adalah ketidakmampuan dan ketidakkemauan pasien

untuk menggunakan rejimen terapeutik sesuai petunjuk yang direkomendasikan

oleh praktisi. Apa faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat?

a)

Biaya obat termasuk dalam jaminan kesehatan pasien

b)

Pasien tidak minum obat karena tidak dapat membuka wadah obat

c)

Obat telah disiapkan untuk dikonsumsi dan disertai kartu waktu minum obat

d)

Pasien minum obat dengan alasan untuk mencapai target terapi

e)

Pasien memiliki pemahaman yang baik tentang penyakit dan tujuan terapi

29.

Ketidakpatuhan minum obat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu primer

dan sekunder. Apa faktor yang diklasifikasikan dalam keidakpatuhan primer?

a)

ketidakpatuhan yang tidak disengaja karena pasien lupa minum obat

b)

tidak bisa minum obat karena mengantisipasi efek samping obat

c)

ketidakpatuhan yang dipicu karena pasien mengalami riwayat DRPs

d)

ketidakpatuhan yang dipicu karena pasien tidak mendapatkan obat

e)

Ketidakpatuhan yang disengaja oleh pasien untuk tidak minum obat

30.

Ketidakpatuhan minum obat dapat diukur menggunakan menjadi dua metode,

yaitu langsung dan tidak langsung. Contoh pengukuran kepatuhan dengan metode

langsung adalah?

a)

menghitung jumlah obat yang tersisa di wadah

b)

megukur kadar obat dalam cairan tubuh/darah

c)

memonitor kartu/buku pelaporan minum obat harian milik pasien

d)

menggunakan aplikasi elektronik ke dalam wadah obat

e)

mengukur kepatuhan minum obat menggunakan lembar kuesioner

31.

Kepatuhan minum obat menggambarkan tingkat kesesuaian pasien dengan nasihat

dan rekomendasi yang diberikan oleh profesional kesehatan. Bagaimana strategi

untuk meningkatkan kepatuhan pasien?

a)

memberikan label dengan ukuran huruf sesuai, kompleks, dan spesifik

b)

memprioritaskan pengemasan dengan penampilan produk menarik

c)

menggunakan alat bantu kepatuhan yang untuk mengingatkan pasien

d)

meningkatkan frekuensi pemberian dosis dan terapi obat

e)

memberikan informasi kepada pasien sebatas yang tertera di etiket obat

32.

Kepatuhan minum obat menggambarkan tingkat kesesuaian pasien dengan nasihat

dan rekomendasi yang diberikan oleh profesional kesehatan. Bagaimana

mempromosikan kepatuhan minum obat?

a)

Pastikan pasien memahami manfaat dari pengobatan

b)

Pilih obat dengan biaya lebih mahal, biasanya lebih manjur

c)

Pilih obat yang lebih kompleks regimen dosisnya

d)

Pilih obat yang paling besar efek samping pengobatannya

e)

Tunjukkan adanya risiko alergi obat terhadap target terapi

33.

Kepatuhan minum obat menggambarkan tingkat kesesuaian pasien dengan nasihat

dan rekomendasi yang diberikan oleh profesional kesehatan. Salah satu metode

kuantitaif untuk mengukur kepatuhan adalah?

a)

PCNE

b)

Gyssen

c)

Naranjo

d)

ATC/DDD

e)

MMAS-8

34.

Ketidakpatuhan menggambarkan kegagalan yang signifikan untuk menyesuaikan

dengan saran dan rekomendasi sampai menurunkan pencapaian hasil yang

direncanakan. Apa faktor penyebab ketidakpatuhan yang berhubungan dengan

terapi obat?

a)

polifarmasi (misalnya pasien harus menangani sejumlah obat berbeda)

b)

pasien merasa tidak mendapatkan manfaat dari terapi obat (mis. hipertensi)

c)

pasien dengan stigma sosial (misalnya gangguan kejiwaan, HIV)

d)

pemahaman tentang penyakit, perjalanannya dan kemungkinan komplikasinya

e)

tingkat pendidikan dan pengetahuan pasien yang tidak memadai

35.

Ketidakpatuhan menggambarkan kegagalan yang signifikan untuk menyesuaikan

dengan saran dan rekomendasi sampai menurunkan pencapaian hasil yang

direncanakan. Apa faktor penyebab ketidakpatuhan yang berhubungan dengan

pasien?

a)

polifarmasi (misalnya pasien harus menangani sejumlah obat berbeda)

b)

pasien merasa tidak mendapatkan manfaat dari terapi obat (mis. hipertensi)

c)

pasien dengan stigma sosial (misalnya gangguan kejiwaan, HIV)

d)

pemahaman tentang penyakit, perjalanannya dan kemungkinan komplikasinya

e)

tingkat pendidikan dan pengetahuan pasien yang tidak memadai

36.

Ketidakpatuhan menggambarkan kegagalan yang signifikan untuk menyesuaikan

dengan saran dan rekomendasi sampai menurunkan pencapaian hasil yang

direncanakan. Apa faktor penyebab ketidakpatuhan yang berhubungan dengan

sistem kesehatan?

a)

polifarmasi (misalnya pasien harus menangani sejumlah obat berbeda)

b)

pemahaman tentang penyakit, perjalanannya dan kemungkinan komplikasinya

c)

pasien dengan stigma sosial (misalnya gangguan kejiwaan, HIV)

37.

Salah satu kualifikasi apoteker yang dibutuhkan dalam mengidentifikasi terjadinya

DRP adalah kemampuan mempelajari perjalanan obat dalam tubuh (dimulai dari

penyerapan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi). Tergolong disiplin ilmu apa

kualifikasi tersebut?

a)

Farmakokinetik klinis

b)

Farmakologi klinis

c)

Farmakoterapi klinis

d)

Farmakodinamik klinis

e)

Farmakoekonomi klinis

38.

Konsentrasi obat dalam keadaan tunak akan memberikan respons klinis pada pasien, karena setiap reseptor sasaran dapat secara maksimal berikatan dengan obat. Disiplin ilmu apakah yang mempelajari hubungan antara obat dengan efek klinis yang dicapai?

a)

Farmakokinetik klinis

b)

Pharmacovigilance

c)

Farmakoterapi klinis

d)

Farmakologi klinis

e)

Farmakoekonomi klinis

39.

Faktor-faktor yang menyebabkan DRPs adalah ukuran dosis, jumlah, frekuensi, dan

periode pemberian. Didefinisikan sebagai apakah kumpulan faktor-faktor tersebut?

a)

Rejimen Dosis (dosage)

b)

Dosis obat (dose)

c)

Kekuatan dosis

d)

Jenis obat

e)

Informasi obat

40.

Jumlah obat tertentu yang diminum pada satu waktu yang biasanya dinyatakan

sebagai kuantitas, misalnya ‘SATU tablet' atau '5 ml’. Didefinisikan sebagai apa

pernyataan tersebut?

a)

Rejimen Dosis (dosage)

b)

Dosis obat (dose)

c)

Kekuatan dosis

d)

Jenis obat

e)

Informasi obat

41.

Saudara mengkaji resep yang didalamnya tertulis meloksikam 15 mg, captopril 12,5

mg dan amlodipine 5 mg, resep tersebut untuk pasien usia 78 tahun. Saudara

menghubungi dokter penulis resep, karena pasien berisiko mengalami tukak

lambung. Termasuk dalam kategori apakah DRPs yang mungkin terjadi?

a)

Penggunaan terapi obat

b)

Efikasi obat

c)

Interaksi obat

d)

Reaksi alergi obat

e)

Efek samping obat

42.

Saudara memberikan edukasi penggunaan antibiotik kepada pasien yang hendak

pulang perawatan, yaitu “harus diminum sampai habis, meskipun gejala klinik

sudah menghilang sama sekali”. Terkait klasifikasi DRPs apa edukasi yang Saudara

berikan?

a)

Durasi obat

b)

Frekuensi obat

c)

Indikasi obat

d)

Keamanan

e)

Konstraindikasi

43.

Saudara mendapati pasien mengalami alergi obat analgesik golongan obat

antiinflamsi non steroid (OAINS). Kejadian ADR tipe manakah yang terkait dengan

reaksi idiosinkratik atau reaksi imunologi ?

a)

Tipe A

b)

Tipe B

c)

Tipe C

d)

Tipe D

e)

Tipe E

44.

Saudara memberikan edukasi penggunaan tablet Ciprofloksasin 500 mg dan Antasida DOEN kepada seorang pasien dengan informasi “ciprofliksasin harus diminum dengan selisih waktu 2 jam setelah minum Antasida”. Termasuk klasifikasi DRPs apa edukasi yang Saudara berikan?

a)

Efek samping obat

b)

Reaksi obat merugikan

c)

Interaksi obat

d)

Kejadian obat merugikan

e)

Konstraindikasi obat

45.

Beberapa obat diresepkan sebagai 'PRN', yang berarti 'sesuai kebutuhan’.

Contohnya adalah obat penghilang rasa sakit, yang mungkin diresepkan untuk

digunakan hanya jika pasien benar-benar merasakan sakit dan tidak diminum secara

teratur. Hal apa yang harus diperhatikan dalam pemberian obat secara “PRN”?

a)

Interval waktu minimum dan dosis harian maksimum

b)

Diminum sesuai kebutuhan atau serangan rasa sakit

c)

Dosis harian maksimum tidak dapat ditentukan

d)

Interval waktu minimum tidak terbatas

e)

Durasi penggunaan obat tidak terbatas

46.

Apoteker di bangsal suatu rumah sakit ingin mengetahui tingkat kepatuhan

penggunaan obat, karena terjadi perubahan obat atau regimen terapi untuk pasien.

Pengukuran apa yang menunjukkan tingkat kepatuhan pasien dalam

mengkonsumsi obat dari salah satu indicator penyakit?

a)

Aspartate/ Alanine aminotransferase

b)

Triiodothyronine dan total serum

c)

Blood Urea nitrogen

d)

Hemoglobin A1C

e)

International Normalized Ratio

47.

46. Seorang pasien datang ke apotek dan bertanya kepada Saudara terkait penggunaan

obat inhalasi dengan dosis terbagi, yang diterimanya 3 hari lalu. Pasien mengeluh

bahwa sejak menggunakan obat tersebut, asma yang dideritanya tidak mengalami

perbaikan. Menurut dugaan Saudara, kesalahan jenis kesalahan terkait apa yang

dialami oleh pasien?

a)

Biaya pengobatan

b)

Pembacaan resep

c)

Cara penggunaan obat

d)

Penggunaan dosis

e)

Pemberian obat

48.

Apoteker di suatu rumah sakit melakukan pemantauan penggunaan obat terhadap

pasien dengan riwayat pemasangan STENT jantung 1 bulan yang lalu, yang

menggunakan kombinasi aspirin dan klopidogrel. Pemeriksaan apa yang perlu

Saudara dapatkan?

a)

Aspartate/ Alanine aminotransferase

b)

Triiodothyronine dan total serum

c)

Blood Urea nitrogen

d)

Hemoglobin A1C

e)

International Normalized Ratio

49.

Penurunan tekanan darah bertujuan untuk meminimalkan kerusakan organ

termasuk penyakit jantung (angina, infark miokard, gagal jantung), stroke,

gangguan ginjal, dan / atau retinopati. Pernyataan yang benar untuk mencapai

tujuan terapi dari penyakit hipertensi adalah?

a)

Systolic >140 mmHg, Diastolic > 90 mmHg

b)

Total cholesterol <200 mg/dL

c)

< 130/80 mmHg untuk pasien dengan penyakit diabetes

d)

< 150/90 mmHg untuk pasien dengan chronic kidney disease

e)

< 150/100 mmHg dengan cardiovascular disease

50.

Tujuan terapi hiperlipidemia sangat tergantung pada faktor risiko pasien. Apa yang

termasuk dalam faktor risiko tersebut?

a)

Riwayat penyakit infeksi saluran kemih

b)

Total cholesterol < 200 mg/dL

c)

riwayat keluarga penyakit infeksi saluran nafas

d)

laki-laki > 40 atau perempuan > 45 tahun

e)

High density lipoproteins > 40 mg / dL.

51.

edoman umum untuk tujuan terapi diabetes mellitus mencakup pemeriksaan gula

darah. Mana pemeriksaan dibawah ini yang digunakan untuk mengevaluasi

efektivitas kontrol glukosa pada pasien diabetes?

a)

Glycosolated hemoglobin

b)

Oxygenated hemoglobin

c)

Glukosa darah preprandial

d)

Glukosa darah 2 hours postprandial

e)

Glukosa darah sewaktu

52.

Penyesuaian dan/atau penambahan agen antihiperglikemik tepat waktu bertujuan

untuk mencapai tujuan terapi diabetes melitus. Kapan waktu yang dibutuhkan

untuk mencapai target A1c normal?

a)

setiap 1 bulan

b)

setiap 3 bulan

c)

1 sampai 3 bulan

d)

3 sampai 6 bulan

e)

6 sampai 12 bulan.

53.

Seorang Apoteker obat fix dose combination (FDC) (< 2 bulan) untuk periode tahun 2020 yang digunakan pasien. Titik kritis apa yang perlu dimonitor?

a)

Aspartate/ Alanine aminotransferase

b)

Total serumTriiodothyronine

c)

Blood Urea nitrogen

d)

Hemoglobin A1C

e)

International Normalized Ratio

54.

Parameter laboratorium yang menunjukkan adanya terjadinya toksisitas jantung sebagai akibat penggunaan dari digoksin atau diuretik, dan ditandai dengan adanya diare atau mual dan muntah adalah ?

a)

Kadar Serum Potassium

b)

International Normalized Ratio

c)

Low density lipoprotein

d)

Cardiac dysrhythmias

e)

Alanine aminotransferase

55.

Suatu kejadian terkait obat yang terjadi pada dosis penggunaan untuk tujuan profilaksis, terapi penyakit atau modifikasi fungsi fisiologis. Didefinisikan sebagai apa pertanyaan tersebut?

a)

Interaksi obat secara farmakokinetik

b)

Interaksi obat secara farmakodinamik

c)

Interaksi obat secara farmakologi

d)

Efek samping obat secara farmakologi

e)

Kejadian nyaris cedera

56.

Reaksi obat yang tidak diharapkan dapat dibedakan menjadi beberapa tingkat keparahan. Tergolong kategori mana rasa mual dan muntah terkait penggunaan azythromycin ?

a)

Fatal

b)

Mengancam jiwa

c)

Serius

d)

Signifikan

e)

Tidak berbahaya

57.

Reaksi obat yang tidak diharapkan dapat dibedakan menjadi beberapa tingkat keparahan. Dibawah ini kejadian mana yang tergolong dalam kategori mengancam jiwa?

a)

Perdarahan gastrointestinal

b)

Peningkatan kadar kretinin

c)

Diare terkait antibiotika

d)

Mual terkait potassium oral

e)

Anaphylactic shock terkait antibiotika

58.

Penggunaan kombinasi dua obat atau lebih, yang masing-masing memiliki efek toksik pada organ yang sama, akan meningkatkan kemungkinan kerusakan organ. Mana yang meningkatkan efek toksisitas dari penggunaan obat secera bersamaan?

a)

pemberian dua obat nefrotoksik

b)

obat dengan efek farmakologis serupa

c)

kedua obat tidak bekerja pada reseptor yang sama

d)

obat yang bekerja pada reseptor yang sama

e)

pemberian dua obat antibiotik

59.

Seorang wanita berusia 85 tahun dengan osteoporosis dan rheumatoid arthritis datang berobat ke RS, mengeluh rasa terbakar yang parah pada perut. Selama ini pasien telah mengkonsumsi beberapa obat yang diresepkan dokter. Hasil endoskopi Gastrointestinal bagian atas menunjukkan ulserasi esofagus yang parah. Menurut dugaan Saudara, obat apa yang memicu kondisi pasien saat ini?(Cipolle et al. 2012)

a)

Metoclopramide

b)

Lansoprazole

c)

Alendronate

d)

Aspirin

e)

Azathiothoprine

60.

Hasil pemantauan obat yang dilakukan Apoteker di suatu bangsal RS terhadap Tn H. berusia 48 tahun, menunjukkan: Tn. H mempunyai riwayat epilepsi, dirawat di rumah sakit dengan tremor, ataksia, sakit kepala, pemikiran abnormal, dan peningkatan aktivitas kejang parsial. Selama ini Tn H menggunakan FENitoin 300 mg setiap hari, clonazePAM 6 mg setiap hari dan FLUoxetine 20 mg setiap hari (yang baru diresepkan 2 minggu terakhir). Kadar FENitoin Tn. H saat ini adalah 35 mg/L, pemeriksaan terakhir 4 bulan yang lalu adalah 18 mg/L. Hasil Analisa Apoteker mencurigai adanya interaksi obat. Obat apakah yang berpotensi menimbulkan interaksi?

a)

Clonazepam meningkatkan kadar fenitoin dalam darah

b)

Clonazepam meningkatkan kadar fluoxetine dalam darah

c)

Fluoxetine meningkatkan kadar fenitoin dalam darah

d)

Fluoxetine menurunkan kadar clonazepam dalam darah

61.

Seorang pria berusia 72 tahun dibawa ke unit gawat darurat dengan nyeri dada. Ia memiliki riwayat anemia dengan kadar hemoglobin 8,6 mg/dL, gagal jantung kongestif, dan atrial fibrilasi. Pasien afebris, SCr 6,8 mg/dL (normal: 0,6 – 1,3 mg/dL); CrCl 26 mL/menit (normal > 80 mL/menit) dan kadar leukosit 23.000 (normal 4.000-10.000). Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya ulserasi, pasien harus mendapatkan antibiotik. Rekomendasi manakah yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

Mengukur konsentrasi antibiotik dalam serum

b)

Menggunakan antibiotik spektrum luas sebagai terapi definitif

c)

Menggunakan terapi antibiotik yang tidak bersifat nefrotoksik

d)

Menggunakan antibiotik spektrum luas sebagai terapi empiris.

e)

Menggunakan antibiotik golongan aminoglikosida.

62.

Ketidakpatuhan pasien untuk menggunakan rejimen terapeutik sesuai petunjuk yang direkomendasikan oleh praktisi akan berisiko terhadap kegagalan terapi. Di bawah ini yang tergolong dalam kategori ketidakpatuhan primer adalah?

a)

Lupa minum obat karena kesibukan pekerjaan

b)

Tidak bisa minum obat karena kemasan sulit dibuka

c)

Tidak dapat minum obat karena alergi terhadap obat tersbut

d)

Memutuskan untuk tidak minum obat karena merasa sehat

e)

Tidak dapat minum obat karena tidak mempunyai biaya

63.

Pengukuran kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat dapat diukur. Metode pengukuran apa yang mungkin diterapkan terhadap pasien yang menggunakan terapi insulin?

a)

Menghitung jumlah unit yang tersisa di wadah

b)

Menghitung jumlah tablet yang tersisa di wadah

c)

Menggunakan pemantauan kartu harian pasien

d)

Menggunakan perkiraan dokter terhadap hasil terapi

e)

Menggunakan bukti laporkan status kesehatan pasien

64.

Untuk meningkatkan kepatuhan pasien, petugas farmasi harus mampu memberikan pengaruh dan mempromosikan tujuan pengobatan. Bagaimana mempromosikan kepatuhan obat?

a)

Memilih obat merk ternama dengan biaya lebih mahal

b)

Memilih obat yang lebih dengan wadah berteknologi mutakhir

c)

Memastikan pasien memahami manfaat dari pengobatan

d)

Memilih obat tanpa mempertimbangkan efek samping obat

e)

Melakukan pemantauan kepatuhan pada awal pengobatan