WorksheetsQuiz 6 BPN Agusuts 2025
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Seorang pasien wanita usia 37 tahun datang untuk menjalani operasi pembedahan darurat laparotomi eksplorasi untuk reseksi ileum di rumah sakit tempat anda bekerja. Sebagai bagian dari manajemen anestesi, penting untuk mengetahui kebutuhan cairan yang akan diberikan pada pasien. Anda bertugas untuk menilai dan mengelola terapi cairan untuk pasien ini selama periode intraoperasi. Pernyataan yang tepat mengenai terapi cairan pengganti intraoperatif untuk kehilangan cairan selama pembedahan pada pasien yang menjalani Tindakan diatas:
Pada semua prosedur, pemberian cairan koloid harus diberikan sebagai cairan maintenance
Pemberian cairan tambahan pengganti dapat diganti dengan pemberian produk darah sebanyak 2-4 ml/KgBB
Cairan tambahan pengganti dengan jumlah 2-4 mL/KgBB dengan menggunakan kristaloid
Cairan tambahan pengganti dengan jumlah 4-8 mL/KgBB dengan menggunakan Kristaloid
Cairan tambahan pengganti dengan jumlah 2-4 mL/KgBB dengan menggunakan Koloid
Seorang anak usia 3 tahun dengan berat badan 18 kg datang untuk menjalani operasi pembedahan darurat laparotomi eksplorasi untuk kecurigaan ileus obstruktif di rumah sakit tempat anda bekerja. Sebagai bagian dari manajemen anestesi, penting untuk mengetahui kebutuhan cairan yang akan diberikan pada pasien. Anda bertugas untuk menilai dan mengelola terapi cairan untuk pasien ini selama periode intraoperasi. Berapakah estimated blood volume pada pasien tersebut:
1280 mL
1440 mL
1680 mL
1350 mL
1170 mL
Seorang pasien laki-laki usia 45 tahun dengan riwayat diabetes tipe 2 menjalani operasi elektif untuk pengangkatan kantung empedu. Pada saat operasi, pasien mengalami komplikasi pembedahan sehingga pasien mengalami perdarahan sebanyak 1.500 cc. Pasien diputuskan untuk diberikan transfusi darah. Manakah dibawah ini pernyataan yang benar tentang pemberian transfusi trombosit pada pasien:
Pemberian transfusi 1 unit trombosit dapat meningkatkan nilai trombosit sebanyak 10.000 – 15.000.
Pemberian transfusi 1 unit trombosit apheresis dapat meningkatkan nilai trombosit sebanyak 20.000 – 40.000.
Dilakukan pemeriksaan ulang pada pasien untuk menilai kebutuhan transfuse trombosit, jika trombosit didapatkan 100.000 dapat dilakukan transfusi trombosit sebanyak 1 unit
Pemberian Transfusi trombosit profilaksis dapat diberikan bila nilai trombosit kurang dari 5.000
Pemberian transfusi 1 unit trombosit dapat meningkatkan nilai trombosit sebanyak 5.000 – 10.000.
Anak wanita 6 tahun, berat badan 20 kg datang ke IGD dengan lemah, pucat dan nyeri perut paska kecelakaan lalu lintas. Dari hasil pemeriksaan didapatkan akral dingin basah pucat, Nadi 168x/ menit, tekanan darah 53/41 mmHg, dan didapatkan jejas pada perut kanan atas. Kemudian dilakukan resusitasi dengan menggunakan cairan kristaloid. TS Bedah curiga pasien mengalami perdarahan internal abdomen akibat robekan pada hepar sehingga merencanakan untuk pembedahan darurat eksplorasi laparotomi. Pembedahan berlangsung selama 3 jam dengan total perdarahan sebanyak 1500 cc diganti dengan cairan kristaloid sebesar 2000 cc, PRC 500 cc, dan FFP 500 cc karena produk darah sangat terbatas. Sebelum ekstubasi pasien nampak pucat dan dari hasil pemeriksaan masih didapatkan rembesan darah dari lokasi operasi padahal operator sudah yakin betul tidak ada jahitan yang terlepas. Pasien tidak di ekstubasi, kemudian dilakukan perawatan intensif di ICU sembari melakukan pemeriksaan darah lengkap dan faal hemostasis untuk mengevaluasi kemungkinan non surgical bleeding.
Apa kemungkinan penyebab tersering non surgical bleeding paska transfusi masif ?
Von Willebrand Dissease
Dilutional Anemia
Dilutional trombositopenia
Citrate Toxicity
Hypothermia
Seorang laki laki, usia 30 tahun, dengan berat badan 60 kg, status fisik ASA I, akan
menjalani operasi laparotomi eksplorasi atas indikasi peritonitis difus ec appendicitis
perforasi. Intraoperasi, pasien mengalami perdarahan sebanyak 400ml.
Pernyataan yang tepat di bawah ini terkait pemberian cairan dalam anestesi adalah?
Pada kasus ini, sebaiknya diberikan cairan kristaloid sebanyak 1200ml
Pemberian koloid memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan kristaloid dengan jumlah yang sesuai
Pemberian Normal Saline dalam jumlah besar, tidak berhubungan dengan kejadian metabolic acidosis
Pemberian cairan sebagai ganti perdarahan menggunakan cairan koloid dengan perbandingan 1:1
Cairan koloid menjadi pilihan untuk rumatan cairan
Seorang anak usia 10 tahun, dengan berat badan 30kg, menjalani operasi laparotomi
eksplorasi atas indikasi trauma tumpul abdomen. Pascaoperasi pasien tampak anemis
sehingga dokter memutuskan melakukan pemeriksaan laboratorium. Didapatkan hasil
Hemoglobin 6,0 gr/dL.
Berapa banyak transfusi PRC yang diberikan pada pasien untuk meningkatkan
Hemoglobin pasien tersebut menjadi 9 gr/dL?
100 ml
200 ml
300 ml
400 ml
500 ml
Pasien laki laki usia 18 tahun, dengan berat badan 50 kg, menjalani operasi
laparotomi eksplorasi atas indikasi trauma tajam abdomen. Pascaoperasi pasien
tampak anemis sehingga dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan
laboratorium. Didapatkan hasil Hemoglobin 6 gr/dL
Pernyataan di bawah ini yang kurang tepat adalah?
Konsentrasi hemoglobin di bawah 7 gr/dL menyebabkan peningkatan cardiac output untuk menjaga delivery oksigen
Target hemoglobin pada setiap pasien adalah sama
Pada pasien dengan hematokrit normal, sebaiknya mendapatkan transfusi darah setelah perdarahan sekitar 10-20% dari volume darah tubuh
Perkiraan volume darah tubuh berbeda antara seorang laki laki dan perempuan dengan berat badan yang sama
Pada kasus selain trauma masif, untuk menggantikan perdarahan, dibutuhkan cairan kristaloid lebih banyak dibandingkan cairan koloid.
Seorang wanita 35 tahun G1 P0A0 gemelli hamil usia kandungan 35 minggu
direncanakan untuk operasi SC elektif. Pada saat dilakukan persiapan di meja operasi
pasien diposisikan supine. Kemudian tiba tiba terjadi hipotensi sebelum dilakukan
tindakan pembiusan.
Penanganan untuk kondisi diatas?
Maintenance pemberian cairan kristaloid sudah cukup
Memberikan oksigen nasal kanul 2 lt/menit
Memiringkan pasien ke kanan
Melakukan left uterine displacement
Mencegah kompresi aorta abdominalis
Wanita primipara usia 25 tahun, akan dilakukan labour analgesia dengan teknik
epidural kontinyu. Pasien sudah mengeluh sakit perut hilang timbul. Pemeriksaan
laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal.
Dimanakah letak Optimal analgesia yang dibutuhkan dalam persalinan kala 2 fase
aktif
L2-L5
T12-L1
T8-S4
T10-S4
T10-L1
Seorang perempuan primigravida umur kehamilan 31-32 minggu yang
direncanakan akan dilakukan SC emergensi karena pecah ketuban dan
gawat
janin, pasien mengeluh nafas cepat dan agak berat saat tidur terlentang,
pasien didapatkan dengan status fisik ASA 2 karena kehamilan. Pemeriksaan
laboratorium dalam batas normal dengan faal haemostasis dalam batas
normal
Apa kondisi fisiologis kardiovaskuler yang mengarah pada kondisi di atas?
Anemia yang timbul akibat produksi sel darah merah yang relatif kurang.
Penurunan produksi renin, angiotensin dan aldosteron sehingga terjadi retensi air
Sampai kehamilan aterm volume plasma dapat meningkat sampai 30 persen
Hormon progesteron berhubungan dengan dengan peningkatan konsentrasi
protein plasma
Peningkatan absorpsi Natrium dan retensi air sehingga terjadi relative
hipervolemia
Pasien Primigravida umur 27 tahun, hamil usia gestasi 37 minggu masuk kamar bersalin dengan keluhan pusing, mata kabur dan confuse. Pemeriksaan selanjutnya, tekanan darah 190/110, refleks refleks meningkat, clonus dan proteinuria 3+. Terapi yang tepat untuk kondisi pasien tersebut adalah
Methyldopa tablet
Hydralazine dan magnesium
Observasi ketat, terapi segera diberikan jika kondisi memburuk
Labetalol tablet
Kehamilan segera diterminasi
Laki-laki, 60 tahun menjalani operasi Total Hip Athroplasty. Pasien dinilai dengan ASA 2 dengan komorbid Rheumatoid Arthritis, anemia dengan Hb 11.0, dan imobilisasi. Pasien rutin diberikan obat golongan glukokortikoid dan antikoagulan selama beberapa bulan. Pasien direncanakan untuk anestesia combined spinal-epidural. Intraoperatif, pasien mengeluh pusing dan tidak nyaman setelah operator memasukkan polymethylmethacrylate. Saat dilakukan pemeriksaan TD 70/40, nadi 120x/menit, RR 26-30x/menit, SpO2 95% dengan room air. Jika pasien dibeikan LMWH profilaksis satu dosis per hari, kapan kateter epidural sebaiknya dilepaskan dari pasien dan kapan heparin dilanjutkan kembali?
Kateter dilepaskan 6-10 jam pascapembedahan dosis terahir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
Kateter dilepaskan 10-12 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian
Kateter dilepaskan 4-6 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian
Kateter dilepaskan 10-12 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
Kateter dilepaskan 4-6 jam pascapembedahan dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
Seorang laki-laki berusia 48 tahun menjalani operasi pembedahan mata. Dokter
anestesi menggunakan teknik regional anestesi dengan menyuntikkan anestesi lokal di
daerah episklera bola mata pasien. Teknik anestesi regional ini adalah ?
Subtenon blok
Peribulbar blok
Retrobulbar blok
Facial blok
Ophtalmic blok
Seorang parturient usia 21 tahun menjalani pembedahan section caesarea dengan
anestesi spinal. Beberapa saat setelah obat spinal disuntikkan, pasien merasa ibu jari
tangannya kesemutan. tinggi blok pada pasien yaitu sesuai ?
Dermatome C4
Dermatome C6
Dermatome C7
Dermatome C5
Dermatome C8
Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarakhnoid dan epidural. Pasien dengan status fisisk ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80 mmH, nadi 65x/menit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarakhnoid dengan bupivakain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40 mmHg, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun. Akhirnya pasien diberikan norepinefrin hingga akhir operasi. Pasien geriatri rentan mengalami delirium pascaoperasi, terutama pascaoperasi hip. Berikut BUKAN merupakan usaha yang dapat mencegah delirium pascaoperasi
Stimulasi kogitif dengan orientasi jam dinding dan kalendar
Mempertahankan keteter urin hingga pasien dapat pulang ke rumah
Mobilisasi segera setelah operasi
Manajemen nyeri yang baik
Menggunakan alat bantu pendengaran
Saat anda bertugas jaga IRD, pasien dikonsulkan kepada saudara untuk rencana
tindakan operasi. Pasien adalah laki-laki 35 tahun dengan trauma di daerah bahu
karena KLL. Didapatkan fraktur terbuka. Rencana akan dilakukan pemasangan
implant (ORIF). Dari pemeriksaan didapatkan gangguan membuka mulut (hanya 2
jari) karena bekas luka bakar 2 tahun yang lalu di wajah dan perioral. Saat ini pasienpasien tampak tenang dan sesekali mengeluh nyeri bahunya, GCS 456, TD 138/74
mmHg, laju nadi 92x/menit.
Teknik regional anestesi yang dapat dilakukan pada pasien ini adalah:
Interscalene blok
Supraclavicular blok
Infraclavicular blok
Axillar blok
Axillar + musculocutaneus blok
Saat anda bertugas jaga IRD ada pasien dikonsulkan kepada saudara untuk rencana tindakan operasi. Pasien adalah laki-laki dengan trauma di daerah bahu karena KLL, didapatkan fraktur terbuka dan rencana akan dilakukan pemasangan implant (ORIF). Dari pemeriksaan didapatkan gangguan membuka mulut (hanya 2 jari) karena bekas luka bakar 2 tahun yang lalu di wajah dan perioral. Saat ini pasien tampak tenang dan sesekali mengeluhkan nyeri di bahunya, GCS 456, TD 138/74 mmHg, nadi 92 x/menit. Jika menggunakan alat bantu USG dalam melakukan peripheral blok pada pasien ini, hal berikut ini yang tidak benar adalah:
Jangan lakukan pendekatan agresif ujung jarum ke tengah saraf yang dituju
Steril drapping tetap diperlukan pada blok saraf dengan menggunakan USG
Penting memahami anatomi dan sono-anatomi area yang akan dilakukan blok dengan baik
Letakan ujung jarum sedekat mungkin dengan target saraf
Pemilihan ultrasound probe untuk lokasi saraf yang superficial lebih baik menggunakan jenis kurva
Seorang perempuan 64 tahun, direncanakan operasi open batu ureter kanan, dengan keluhan nyeri pinggang kanan hilang timbul. Sejak 3 hari sebelum ke poliklinik, ada keluhan mual muntah hilang timbul. Saat ini muntah tidak ada, masih kadang mual. Tidak ada riwayat sesak nafas, aktivitas saat ini terbatas karena mual mula nya. Pernah ada riwayat kencing berdarah 3 bulan yang lalu, tidak pernah ada riwayat keluar batu. Transmisi rangsang proprioseptif melalui:
serabut A Beta
serabut C
serabut B
serabut A alpha
serabut A gamma
Seorang pasien menjalani operasi ekstremitas bawah dalam anestesi epidural. Selama
prosedur digunakan pneumatic tourniquet. Satu jam paska inflasi, dengan tekana
mendekati 100 mmHg di atas sistolik, pasien mengeluh terasa nyeri seperti terbakar di
daerah operasi. Apa tindakan yang tepat untuk kejadian tersebut ?
Menghentikan stimulus tindakan operasi
Deflasi tourniquet
Memberikan suplemen analgetik intravena
Meminta spool cairan normal saline dingin pada area operasi
Menambah suplemen obat epidural
Seorang laki – laki usia 71 tahun datang ke IGD setelah terjatuh dari sepeda. Pasien didiagnosa open fraktur digiti 4 pedis sinistra. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 180/100 mmHg, nadi 55-65x/menit irreguler. Pasien memiliki riwayat hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, dan transplant ginjal. Pemeriksaan laboratorium dan faal hemostasis dalam batas normal. Pemeriksaan X-ray dada didapatkan kardiomegali dengan CTR 65%. EKG didapatkan irama AF slow response. Pasien direncanakan untuk dioperasi debridemen dan pinning oleh dokter bedah. Jenis anestesi yang tepat untuk pasien tersebut diatas adalah:
Epidural block
Subarachnoid block
Anestesi umum TIVA
Anestesi umum inhalasi masker
Peripheral nerve block
Cedera saraf perifer merupakan komplikasi yang sering terjadi dapat disebabkan oleh
posisi pembedahan dengan anestesi regional maupun anestesia umum. Biasanya akan
pulih 6-12 minggu, akan tetapi ada yang menetap.
Cedera saraf perifer paling sering terjadi pada ?
N. Radialis
N. Medianus
N. Ulnaris
N. Axillaris
N. Tibialis
Seorang pasien berusia 78 tahun dijadwalkan untuk operasi bypass arteri koroner.
Sebagai bagian dari pemantauan rutin, spektroskopi inframerah digunakan.
Manakah dari pernyataan berikut tentang oksimetri yang benar?
Oksimetri nadi tidak bergantung pada perbedaan penyerapan sinar merah dan inframerah antara hemoglobin teroksigenasi dan tereduksi
Hemoglobin teroksigenasi menyerap lebih banyak cahaya merah
Karboksihemoglobin dan oksihemoglobin menyerap cahaya pada 770nm secara serupa.
Methemoglobin memiliki koefisien absorpsi yang berbeda pada warna merah dan infra merah panjang gelombang merah
Semakin besar rasio penyerapan inframerah, semakin tinggi angka saturasi
Setelah inisiasi cardiopulmonary bypass, saturasi oksigen otak turun dari 45%
menjadi 35%. (note: pakae nirs, atau jugular bulb. baca chapter monitoring cerebral oximetry) Etiologi yang mungkin dari penurunan ini mencakup semua hal berikut kecuali
Mengurangi konsentrasi hemoglobin
Mengurangi konsentrasi oksigen arteri
Peningkatan perfusi serebral.
Penurunan PaC02
Peningkatan konsumsi oksigen serebral
Tidak ada masalah sebelumnya yang melibatkan anestesi baik dengan dia atau keluarganya. Pasien diberi ventilasi menggunakan mode kontrol volume yang diatur pada laju pernapasan 12 napas/menit, volume tidal 450 mL, rasio I:E 1:2, dan tidak ada tekanan ekspirasi akhir positif (PEEP). Dua puluh menit setelah dimulainya pembedahan, terjadi peningkatan yang berkelanjutan pada end-tidal C02 menjadi 48 mm Hg terlihat pada kapnograf. Tanda-tanda vital stabil. Apa penyebab yang paling mungkin?
Hiperalimentasi
Hipertermia ganas (MH)
Hipertiroidisme
Emboli paru
Semua salah
Seorang pasien dengan syok kardiogenik menjalani pompa balon intra-aorta.
Apa hal berikut yang akan Anda singkirkan sebelum menggunakan pompa?
Angina tidak stabil
Infark miokard akut
Regurgitasi aorta
Aritmia ventrikel
Regurgitasi mitral akut
Seorang pasien laki-laki berusia 60 tahun diberi ventilasi menggunakan volume-controlled. Bentuk gelombang normal EtCO2 bertahap (lebih dari 15 menit) berubah sebagai berikut.
Kondisi yang menggambarkan peristiwa tersebut adalah ?
Nafas spontan
Hipoventilasi
Malfungsi katup inspirasi
Malfungsi katup ekspirasi
Absorber tidak berfungsi
Gambar di bawah adalah grafik arteri dari seorang pasien berusia 70 tahun yang menderita PPOK di unit perawatan intensif. Bagaimana interpretasi gambaran grafik tersebut?
Adanya blood clot
Underdamped
Tubing error
Atrial fibbrilasi
Kinking pada kanula arteri
Anda menemukan mesin anestesi dengan penyerap sodalime dan alat penguap
desfluran tidak digunakan selama 48 jam terakhir. Namun, aliran fresh gas dibiarkan
mengalir pada 2L/menit untuk yang terakhir 48 jam. Tindakan berikut manakah yang paling tepat sebelum menggunakan mesin ini?
Ganti mesin
Ganti penyerab sodalime, mesin anestesi tetap sama
Flush mesin anestesi selama satu jam, kemudian gunakan mesin yang sama
Gunakan fresh gas flow pada satu jam pertama
Ganti voporiser
Seorang pasien wanita berusia 20 tahun dengan diagnosis limfoma baru-baru ini menerima kemoterapi. Manakah cara berikut yang paling efektif dalam mencegah mual/muntah?
Metoklopramid 10mg IV dan siklizin 50mg IV
Ondansetron 8mg IV dan deksametason 8mg IV
Droperidol 1,25mg IV dan proklorperazin 12,5mg IV
Metoklopramid 10mg IV dan ondansetron 8mg IV
Proklorperazin 12,5mg IV dan deksametason 8mg IV
Seorang wanita berusia 66 tahun dijadwalkan menjalani mastektomi dengan pembersihan aksila. Riwayat kesehatannya meliputi hipertensi dan gangguan ginjal kronis dengan laju filtrasi glomerulus 27ml/menit. Analgesik berikut manakah yang paling tepat digunakan untuk meredakan nyeri pasca operasi pada pasien ini?
Morfin
Fentanil
Natrium Diklofenak
Tramadol
Remifentanil
Seorang Laki-laki 57 tahun datang di IGD dengan keluhan nyeri di seluruh lapang perut. Nyeri dirasakan sejak sehari yang lalu, disertai mual muntah, tidak dapat kentut dan BAB. Pasien mempunyai riwayat pengobatan hepatitis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital TD 92/50 mmHg, HR 110x/menit. S: 37,8°C, RR 28x/menit dengan SpO2 96% Room air. Pada mata didapatkan sklera ikterik. Pemeriksaan abdomen didapatkan distensi, nyeri tekan di seluruh lapang perut dan bising usus menghilang. Oleh dokter jaga GD dilakukan pemeriksaan laboratorium dan didapatkan hasil : Hb : 10,3 mg/dl, AL : 12.800/μL, AT 85.000/μL, HbsAg : Reaktif. Apa yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan vena porta hepatik dan memperberat kondisi pasien di atas?
Penggunaan agen inhalasi Sevofluran
Ventilasi tekanan positif dengan tekanan jalan nafas < 20 cmH2O
Nilai tekanan vena sentral yang rendah
Penurunan tonus simpatis di segmen T3-T11
Gagal jantung kongestif
Seorang wanita 60 tahun akan menjalani operasi laparotomi complete surgical staging atas indikasi keganasan ovarium. Pasien mengeluh perutnya tampak membesar progresif sejak 6 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, compos mentis, tanda vital TD 140/83 mmHg, HR 104x/menit. S: 36,5°C, RR 30 x/menit dengan SpO2 96% Room air. Pada pemeriksaan paru didapatkan suara dasar vesikuler kanan kiri menurun di basal. Abdomen tampak seperti hamil 6 bulan. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil : Hb : 9,3 mg/dl, AL : 10.500/μL, AT 145.000/μL, GDS: 258 mg/dL, Bilirubin total: 15,3 mg/dL, SGOT: 105 IU/L, SGPT: 178 IU/L. Hasil USG abdomen menunjukkan adanya massa dari ovarium kanan diameter terpanjang 30 cm, ascites (+), nodul multipel di hepar. Apa kemungkinan masalah perioperatif yang dapat dijumpai pada pasien di atas?
Gangguan faal koagulasi
Penurunan tekanan di vena porta
Penurunan ekskresi vecuronium
Gangguan paru obstruktif
Peningkatan motilitas usus
Seorang wanita 30 tahun, G3P2A0, hamil 35 minggu, datang dengan perdarahan antepartum. Makan terakhir 4 jam sebelum masuk RS, 1 lembar roti tawar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, somnolen, tanda vital TD 92/63 mmHg, HR 115x/menit. S: 36,5°C, RR 30 x/menit dengan SpO2 98% Room air. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb : 7,5 mg/dl, AL : 11.300/μL, AT 165.000/μL, GDS: 98 mg/dL. Pasien direncanakan operasi Sectio Caesaria cito oleh sejawat Obsgyn. Bagaimana manajemen perioperatif anda untuk mengurangi risiko aspirasi?
Menunda operasi sampai puasa genap 6 jam
Memberikan premedikasi obat prokinetik
Menggunakan teknik regional anestesi
Memasang selang nasogastric
Memposisikan head up selama tindakan operasi
Seorang wanita 56 tahun menjalani operasi laparoscopi cholecystectomy elektif. Pasien mempunyai riwayat DM tidak terkontrol sejak 5 tahun yang lalu. Dua puluh jam setelah operasi, pasien mengeluh mual dan muntah setiap sesudah makan. Perut terasa penuh dan begah. Gejala tersebut juga sering dirasakan pasien dari sebelum operasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, compos mentis, tanda vital TD 102/65 mmHg, HR 98 x/menit. S: 36,5 0C, RR 16 x/menit, SpO2 98% Room air, Pemeriksaan bising usus (+) menurun, distensi (-). Hasil laboratorium GDS: 198 mg/dL. Pasien telah mendapatkan terapi omeprazole 40 mg IV 30 menit sebelum operasi selesai. Tindakan apa yang kita lakukan untuk mengatasi komplikasi tersebut?
Menghentikan diet oral
Memberikan nutrisi parenteral total
Memberikan metoclopramide 10 mg IV
Memberikan neostigmine 0,5 mg IV
Menghentikan omeprazole
Seorang laki-laki 25 tahun menjalani operasi tonsilektomi atas indikasi
tonsilopharingitis kronis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik,
tanda vital TD 102/71 mmHg, HR 55x/menit. S: 36,7 0C, RR 14 x/menit dengan SpO298% Room air. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Sebelum induksi, ahli anestesi memberikan sulfas atropin 0,5 mg untuk mengatasi bradikardi. Operasi
berjalan lancar, kemudian dilakukan ekstubasi sadar setelah syarat ekstubasi sadar terpenuhi. Beberapa saat kemudian pasien gelisah, mengalami halusinasi, dan penurunan kesadaran.
Memberikan Nalokson 0,4 mg/kg IV
Memberikan Neostigmine 0,05 mg/kg IV
Memberikan Fentanyl 0,25 mcg/kg IV
Memberikan Physostigmine 15 mcg/kg IV
Memberikan Flumazenil 0,01 mg/kg IV
Seorang wanita 50 tahun datang di IGD dengan open fraktur femur dekstra setelah mengalami kecelakaan lalu lintas dan akan menjalani operasi ORIF cito oleh TS ortopedi. Selain keluhan nyeri pada paha kanan setelah kecelakaan, pada anamnesis, pasien mengeluh demam sejak 5 hari sebelum masuk RS. Pasien juga mengeluh mual dan penurunan nafsu makan sejak 3 hari sebelum masuk RS. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital TD 110/70 mmHg, HR 110x/menit. S: 380C, RR 20x/menit dengan SpO2 98% Room air. Didapatkan klinis konjugtiva ikterik. Oleh dokter jaga IGD dilakukan pemeriksaan laboratorium dan didapatkan hasil : Hb : 13 mg/dl, AL : 9800/L, AT 168.000/L, AntiHA V IgM (+), HbsAg : Non reactive . Apa prinsip anestesi yang perlu diperhatikan agar tidak menurunkan aliran darah hepar pada pasien di atas?
Mencegah hipotensi
Meningkatkan kerja sistem simpatis
High mean airway pressure selama ventilasi terkontrol dijaga tinggi
Meningkatkan mean arterial pressure
Meningkatkan systemic vascular resistence (SVR)
Seorang Laki – laki 65 tahun akan menjalani operasi kolelithiasis. pada pemeriksaan didapatkan tanda vital TD 142/70, HR 82x/menit, RR 18x/menit, S 36.80C Pada pemeriksaan fisik didapatkan klinis ikterik, nyeri pada ulu hati dan perut terasa membesar. Pasien merupakan pasien sirosis hepatis yang sudah rutin kontrol poli penyakit dalam selama 3 tahun. Apa agen NMBA yang relatif aman untuk digunakan pada kondisi pasien di atas?
Pipecurorium
Pancuronium
Rocuronium
Cisatracurium
Vecuronium
Seorang Laki – laki 65 tahun akan menjalani operasi kolelithiasis. pada pemeriksaan didapatkan tanda vital TD 142/70, HR 82x/menit, RR 18x/menit, S 36.80C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan klinis ikterik, nyeri pada ulu hati dan perut terasa membesar. Pasien merupakan pasien sirosis hepatis yang sudah rutin kontrol poli penyakit dalam selama 3 tahun. Kondisi klinis apakah yang dapat ditemukan akibat komplikasi kondisi pasien di atas?
Penurunan pulmonary vascular resistence
Gagal jantung kiri
Hipoksemia kronis dan shunting
Penurunan kadar ureum dan peningkatan klirens kreatinin
Penurunan cardiac output
Seorang Laki – laki 45 tahun dengan sirosis hepatis akan melakukan operasi
transplantasi hepar. Pasien mengeluh perut terasa membesar seperti hamil 9 bulan
sejak 1 tahun terakhir dan BAB bewarna kehitaman. Pada pemeriksaan fisik,
didapatkan GCS E4V5M6, TD 150/90mmHg, N 80x/menit, RR 18x/menit, Spo2 98%
room air. Pada pemeriksaan laboratorium, didapatkan Hb 10.8 mg/dl, Hct 34%, AL
9010/L, AT 148.000/L, Albumin 3 gr/dl, HbsAg : Reaktif. Pasien disediakan PRC
4 kolf, FFP 4 kolf, dan TC 4 kolf untuk persiapan operasi
Hal apakah yang tepat terkait pertimbangan anestesi pada pasien di atas?
Pembiusan pada pasien ini dapat menggunakan GA-ET
Disarankan untuk dilakukannya hiperventilasi
Penggunaan gas inhalasi maksimal 1 MAC pada pasien dengan encepalopathy berat
Agen inhalasi yang disarankan adalah isoflurane dan halotane
Penggunaan penghangat tidak mengurangi risiko hipotermia akibat perdarahan massif
Seorang Laki – laki 45 tahun dengan sirosis hepatis akan melakukan operasi transplantasi hepar. Pasien mengeluh perut terasa membesar seperti hamil 9 bulan sejak 1 tahun terakhir dan BAB bewarna kehitaman. Pada pemeriksaan fisik,
didapatkan GCS E4V5M6, TD 150/90mmHg, Nadi 80x/menit, frekuensi nafas18x/menit, Spo2 98% room air. Pada pemeriksaan laboratorium, didapatkan Hb 10.8 mg/dl, Hct 34%, AL 9010/µL, AT 148.000/ µL, Albumin 3 gr/dl, HbsAg : Reaktive. Pasien disediakan PRC 4 kolf, FFP 4 kolf, dan TC 4 kolf untuk persiapan operasi. Pada saat durante operasi, ketika transplantasi hepar ke pasien dilakukan, tekanan darah pasien menjadi 70/40mmHg, nadi 40x/menit ireguler. Apakah tanda terjadinya sindrom reperfusi intraoperatif pada pasien dengan transplantasi hepar?
Hipertensi
ST depresi pada EKG
Alkalosis metabolik
Gagal jantung kanan
Gagal jantung kiri
Seorang Wanita usia 45 tahun dibawa ke IGD dengan nyeri perut hebat sejak 3 jam SMRS. Dikatakan pasien sedang hamil trimester 1 dan memiliki Riwayat GERD yang cukup serius hingga sering menggangu aktifitas. Dari hasil pemeriksaan didapatkan Tekanan darah 160/100 mmHg, HR 120x/menit, RR 22x/menit, SpO2 98% dengan udara ruang posisi supine dan dikatakan sudah tidak makan dan minum sejak 8 jam yang lalu. Pasien direncanakan untuk dilakukan laparotomy eksplorasi karena kecurigaan terjadi KET. Apakah faktor resiko aspirasi saat dilakukan anestesi umum pada pasien di atas?
Wanita hamil trimester 1
Pasien yang memiliki riwayat makan dan minum terakhir 8 jam sebelum operasi.
Pasien dengan riwayat GERD yang cukup serius
Pasien dengan kecurigaan hipovolemia
Pasien dengan hipertensi
Seorang Wanita usia 45 tahun dibawa ke IGD dengan nyeri perut hebat sejak 3 jam
SMRS. Dikatakan pasien sedang hamil trimester 1 dan memiliki Riwayat GERD
yang cukup serius hingga sering menggangu aktifitas. Pasien mengatakan
sebelumnya tidak pernah menjalani operasi. Pasien bukan seorang perokok. Dari
hasil pemeriksaan didapatkan Tekanan darah 160/100 mmHg, HR 120x/menit, RR
22x/menit, SpO2 98% dengan udara ruang posisi supine dan dikatakan sudah tidakmakan dan minum sejak 8 jam yang lalu. Pasien direncanakan untuk dilakukan
laparotomy eksplorasi karena kecurigaan terjadi KET. Setelah operasi pasien
mendapatkan infus opioid kontinyu sebagai agen analgetik pasca operasi.
Berapakah skoring faktor resiko dan persentase terjadinya PONV pada pasien
tersebut?
Skor 0 dengan resiko terjadinya PONV sekitar 10%
Skor 1 dengan resiko terjadinya PONV sekitar 20%
Skor 2 dengan resiko terjadinya PONV sekitar 40%
Skor 3 dengan resiko terjadinya PONV sekitar 60%
Skor 4 dengan resiko terjadinya PONV sekitar 80%
Seorang laki-laki 35 tahun datang ke IGD dengan keterangan mengalami kecelakaan lalu lintas saat sedang mengendarai sepeda motor. Dari hasil pemeriksaan didapatkan GCS E2V2M5 dan didapatkan EDH dan SDH. Pasien menjalani operasi craniotomy cito dan dilakukan perawatan di ICU setelah operasi berlangsung. Dikatakan tidak ada permasalahan selama durante operasi. Dari hasil pemeriksaan setelah operasi di ICU didapatkan TD 121/80, HR 65 , SpO2 98% dengan bantuan ventilator. Apakah pertimbangan yang benar mengenai pemberian nutrisi pada pasien tersebut?
Pemberian nutrisi parenteral lebih diutamakan dibandingkan
pemberian nutrisi enteral
Pemberian nutritional support tidak dapat diberikan pada pasien
Pemberian regimen hipokalorik (20cal/kg) dapat dipertimbangkan
pada fase awal pasien tersebut
Kalori lipid dari pemberian infus propofol yang diberikan kepada
pasien tidak perlu dimasukkan dalam perhitungan kalori intake
Total Parenteral Nutrition sangat diperlukan pada pasien tersebut
Seorang perempuan 50 tahun datang ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan nyeri perut sejak 2 hari yang lalu dikatakan perih dan nyeri tekan di seluruh lapang perut. Dikatakan sebelumnya pasien sering mengkonsumsi jamu pegel linu. Pemeriksaan fisik didapatkan GCS E4V5M6, tekanan darah awal 150/80 mmHg, HR 115x/menit teraba lemah reguler, RR 24-26x/menit, SpO2 95% dengan udara ruang posisi supine.Pasien didiagnosis dengan curiga perforasi gaster dan direncanakan dilakukan operasi laparotomy cito. Bagaimana kita mengurangi risiko kerusakan gaster pada kasus di atas
Memberikan antasida
Memberikan proton pump inhibitor
Memberikan 5HT3 reseptor antagonis
Memberikan diet cair
Memberikan anticholinergik
Seorang laki-laki 61 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas dan perut yang membesar sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengatakan sudah tidak dapat BAB sejak 5 hari yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan abdomen yang distensi dan didapatkan metalic sound saat dilakukan auskultasi abdomen. Pasien direncanakan dilakukan Laparotomy Eksplorasi dengan diagnosis awal Ileus Obstruktif. Pasien dilakukan anestesi umum dengan teknik GARSI. Saat proses induksi salah satu petugas anestesi melakukan penekanan pada krikoid pasien dengan harapan dapat menutup esofagus.
Manakah pernyataan yang tepat mengenai fisiologi esofagus terkait manuver penekanan krikoid?
Hanya terdapat satu sphincter esofagus didalam tubuh
Tekanan normal dari lower esophageal sphincter saat akhir ekshalasi
sekitar 7-14 mmHg
Tekanan sphincter esofagus hanya menurun saat pasien diberikan
obat anestesi dan kehilangan kesadaran
Anestesi umum menurunkan tekanan lower esophageal sphincter
sekitar 7-14 mmHg, tergantung dari tingkat relaksasi otot skelet
yang terjadi
Tindakan penekanan krikoid dapat meningkatkan tekanan dari lower
esophageal sphincter
Seorang pasien laki-laki, usia 45 tahun akan menjalani operasi tumor di kelenjar
pituitary. Post operasi pasien menunjukkan gejala diabetes insipidus sentral akibat
terganggunya sekresi hormon arginine vasopressin. Yang termasuk faktor inhibitor
sekresi hormon arginin vasopressin adalah?
Hipovolemia
Hipotermia
Nausea and Vomiting
Hipotensi
Nyeri
Seorang laki-laki berusia 68 tahun dikonsul dengan klinis kelemhan pada ekstrimitas yang berlangsung kurag lebih 1 minggu yang lalu. Dari anamnesis didapatkan bahwa kelemahan dimulai dari ekstrimitas bawah, adanya keluhan mulut kering dan adanya disfungsi otonom. Dari pemeriksaan foto thorkas terdapat small cell carcinoma pada paru Apakah diagnosis pada pasien tersebut?
Myasthenia grafis
Limbic encephalitis
Lamber eaton myasthenic syndrom
Guillen barre syndrome
Neuromyotonia
Seorang laki-laki 25 tahun, datang dibawa ke Ruang Resusitasi Instalasi Gawat Darurat dengan riwayat kecelakaan lalu lintas 30 menit sebelum masuk rumah sakit. Pasien dengan penurunan kesadaran dan didapatkan jejas pada clavicula kanan dan luka terbuka pada kepala bagian temporal kanan. Tekanan darah 80/30 mmHg dan laju nadi 130x permenit. Akral dingin dan pucat. Jika pasien direncakan resusitasi dengan cairan dan diperlukan komponen darah.
Berapakah perbandingan komponen darah yang diberikan pada pasien?
1 PRC : 2 FFP : 3 Trombocyte Concentrate
2 PRC : 1 FFP : 1 Trombocyte Concentrate
1 PRC : 1 FFP : 1 Trombocyte Concentrate
2 PRC : 1 FFP : 2 Trombocyte Concentrate
3 PRC : 2 FFP
Seorang pasien wanita usia 37 tahun datang untuk menjalani operasi pembedahan darurat laparotomi eksplorasi untuk reseksi ileum di rumah sakit tempat anda bekerja. Sebagai bagian dari manajemen anestesi, penting untuk mengetahui kebutuhan cairan yang akan diberikan pada pasien. Anda bertugas untuk menilai dan mengelola terapi cairan untuk pasien ini selama periode intraoperasi. Pernyataan yang tepat mengenai terapi cairan pengganti intraoperatif untuk kehilangan cairan selama pembedahan pada pasien yang menjalani Tindakan diatas:
Pada semua prosedur, pemberian cairan koloid harus diberikan sebagai
cairan maintenance
Pemberian cairan tambahan pengganti dapat diganti dengan pemberian
produk darah sebanyak 2-4 ml/KgBB
Cairan tambahan pengganti dengan jumlah 2-4 mL/KgBB dengan
menggunakan kristaloid
Cairan tambahan pengganti dengan jumlah 4-8 mL/KgBB dengan
menggunakan Kristaloid
Cairan tambahan pengganti dengan jumlah 2-4 mL/KgBB dengan
menggunakan Koloid
Seorang anak usia 3 tahun dengan berat badan 18 kg datang untuk menjalani operasi pembedahan darurat laparotomi eksplorasi untuk kecurigaan ileus obstruktif di rumah sakit tempat anda bekerja. Sebagai bagian dari manajemen anestesi, penting untuk mengetahui kebutuhan cairan yang akan diberikan pada pasien. Anda bertugas untuk menilai dan mengelola terapi cairan untuk pasien ini selama periode intraoperasi. Berapakah estimated blood volume pada pasien tersebut ?
a. 1280 mL
b. 1440 mL
c. 1680 mL
d. 1350 mL
e. 1170 mL
