NEW
Font size
WorksheetsSOAL UKOM PROFESI NERS
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Seorang pria usia 68 tahun dirawat diruang medikal dengan diagnosis gagal jantung kongesif. Pasien mengeluh sesak nafas saat ebrbaring, batuk kering dan cepat lelah. Tanda vital : TD : 150/90 mmHg, RR : 26x/menit, S : 36 'C, HR : 115x/menit, terdapat edema pergelangan kaki. Bunyi nafas ronchi halus pada kedua lapang paru.
Apa tindakan keperawatan utama pada kasus diatas?
Anjurkan pasien banyak minum air hangat
Posisikan pasien dalam posisi datar
Berikan oksigen 2 liter nassa canule
Ajarkan tekhnik penghematan energi
Pria 68 tahun dengan riwayat hipertensi datang dengan sesak nafas, ortopnea, RR : 26x/menit, TD : 90/60 mmHg, HR : 100x/menit dan edema tungkai. Pemeriksaan menunjukkan ronkhi basah halus pada kelua lapang paru. Apa tindakan keperawatan utama?
Anjurkan tirah baring total
Tinggikan kepala tempat tidur (semi fowler)
Batasi asupan garam
Ajarkan tekhnik penghematan energi
Ajarkan relaksasi nafas dalam
Pasian pria 55 tahunmengeluh nyeri dada menjalar ke lengan kiri sejak 30 menit yang lalu, disertai keringat dingin dan mual muntah. TD : 90/60 mmHg, RR : 24x/menit, HR : 115x/menit.
Apa intervensi awal yang tepat pada kasus diatas?
Berikan makanan ringan
Beirkan tablet Nitrogliserin sub lingual
Lakukan EKG 12 sadapan
Lakukan pengkajian jantung
Tinggikan posisi kepala
Seorang pria 64 tahun dengan keluhan nyeri dada menjalar ke lengan kiri sejam 1 jam yang lalu, ia gelisah berkeringat dingin dan sesak nafas. Pasien memiliki riwayat DM tipe 2 dan hipertensi, TD : 95/60 mmHg, HR : 110x/menit, irreguler, RR : 26x/menit, SpO2 : 91%. Pemeriksaan EKG : ST Elevasi di lead II,III, AVF. Curiga STEMI Inferior, perawat bersiap stabilisasi awal sambil menunggu dokter hasil troponin.
Apa Intervensi awal yang tepat?
Berikan tablet nitrogliserin sub lingual
Pemberian oksigen 4 liter/menit per nasal canule
Pemantauan tanda - tanda vital
Pasang NGT
Lakukan pengkajian jantung
Seorang pria usia 64 tahun dirawat di ruang medikal dengan diagnosis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) eksaserbasi akut. Pasien tampak sesak, RR: 30x/menit, SpO₂: 88% (room air), menggunakan otot bantu napas, dan mengeluh lemah. Ia tampak cemas, posisi tidur datar, dan batuk tidak efektif.
Apa tindakan keperawatan utama?
Ajarkan teknik batuk efektif dan anjurkan banyak minum
Tinggikan kepala tempat tidur (posisi semi-Fowler) dan beri oksigen sesuai instruksi
Posisikan pasien miring ke kanan untuk memperlancar drainase secret
Lakukan suction secara berkala untuk membersihkan jalan napas
Lakukan Fisioterapi dada
Seorang wanita usia 67 tahun dirawat di bangsal bedah ortopedi pasca operasi open reduction internal fixation (ORIF) pada fraktur femur kiri. Hari ke-1 pasca operasi, pasien mengatakan merasa tidak nyaman dan sulit menggerakkan kaki kiri. Perawat menemukan adanya penurunan kekuatan otot, keterbatasan pergerakan sendi, dan pasien tampak takut untuk mencoba duduk. Hasil pemeriksaan:TD: 130/80 mmHg, RR: 20 x/menit, Luka operasi kering, tidak ada tanda infeksi, Mobilitas sangat terbatas, pasien tetap di tempat tidur.
Diagnosa keperawatan yang paling tepat berdasarkan kasus di atas?
Risiko disfungsi neurovaskular berhubungan dengan fiksasi tulang ekstremitas bawah
Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan keterbatasan pergerakan ekstremitas kiri
Nyeri kronis berhubungan dengan trauma jaringan otot
Risiko infeksi berhubungan dengan prosedur pembedahan ortopedi
Nyeri akut
Seorang pria usia 59 tahun dirawat dengan diagnosis perforasi ulkus duodenum. Pasien baru saja menjalani laparatomi eksplorasi 6 jam yang lalu. Saat visit, perawat menemukan bahwa pasien tampak gelisah, nyeri perut berat, RR: 26x/menit, TD: 90/60 mmHg, dan di area luka operasi terdapat perembesan cairan kekuningan dari balutan.
Perawat telah mengukur tanda-tanda vital lengkap dan melaporkan kondisi pasien kepada dokter jaga. Tindakan keperawatan selanjutnya yang paling tepat adalah:
Lakukan penggantian balutan dengan teknik bersih
Siapkan alat dan perlengkapan untuk preoperasi
Catat dan dokumentasikan kondisi luka dan cairan
Anjurkan pasien melakukan teknik relaksasi napas dalam
Melakukan evaluasi
Seorang pria usia 61 tahun datang ke ruang rawat inap dengan luka ulkus diabetikum pada kaki kanan yang telah berlangsung selama 5 hari. Luka berwarna kemerahan dengan eksudat purulen, berbau tidak sedap, dan batas luka tidak jelas.Pasien memiliki riwayat Diabetes Mellitus tipe 2 selama 10 tahun dan tidak teratur kontrol.Hasil pemeriksaan: TD: 140/90 mmHg, GDS: 320 mg/dL, Luka berukuran 5x7 cm, kedalaman ±0,5 cm, Suhu tubuh: 38,5°C. Pasien mengatakan tidak merasakan nyeri di area luka.
Apa diagnosa keperawatan yang paling tepat berdasarkan data di atas?
Gangguan integritas jaringan berhubungan dengan sirkulasi perifer yang tidak adekuat
Risiko infeksi berhubungan dengan gangguan sistem imun akibat hiperglikemia
Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan obstruksi aliran darah local
Risiko amputasi berhubungan dengan infeksi berat dan gangguan metabolik
Nyeri Akut
Seorang pria usia 65 tahun dirawat dengan diagnosis pneumonia lobaris. Pasien mengeluh batuk berdahak kuning kehijauan, demam 38,8°C, dan sesak napas ringan.Pemeriksaan fisik menunjukkan: TD: 130/85 mmHgRR: 26x/menitSpO₂: 91% (RA)Bunyi napas: ronkhi basah di paru kanan bawah, Pasien tampak lemah, tidur terlentang hampir sepanjang waktu, dan belum mampu mobilisasi mandiri.
Apa intervensi keperawatan utama yang perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut pada pasien ini?
Anjurkan pasien untuk tirah baring total dan istirahat cukup
Lakukan suction setiap 4 jam untuk mencegah aspirasi
Dorong pasien melakukan mobilisasi dini dan teknik batuk efektif
Ganti posisi pasien setiap 8 jam untuk mencegah dekubitus
Berikan posisi yang nyaman
Seorang wanita usia 35 tahun dirawat di ruang bedah pasca apendektomi (operasi pengangkatan usus buntu) 1 hari yang lalu. Pasien mengeluh nyeri di perut kanan bawah saat bergerak, tampak ragu untuk batuk dan bernapas dalam karena takut luka terbuka.Tanda vital: TD: 120/80 mmHg, RR: 22x/menit, Suhu: 37,8°C, Luka operasi kering, balutan bersih. Perawat ingin mencegah komplikasi pasca operasi seperti atelektasis dan retensi sekret.
Apa intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mencegah komplikasi pernapasan pada pasien ini?
Berikan obat analgesik untuk menurunkan suhu tubuh
Lakukan suction setiap 4 jam untuk mencegah aspirasi
Anjurkan pasien menggunakan teknik splinting dan latihan napas dalam
Posisikan pasien miring kanan untuk memperlancar drainase
Posisikan pasien tradelenberg
Seorang pasien laki-laki usia 58 tahun masuk IGD dengan keluhan nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri sejak 2 jam lalu, mual, dan keringat dingin. TD 90/60 mmHg, Nadi 110x/menit, EKG menunjukkan elevasi segmen ST. Apa prioritas utama intervensi keperawatan?
Berikan oksigen nasal cannula
Posisikan pasien semi-Fowler
Siapkan rujukan ke hemodinamik
Berikan aspirin sesuai instruksi dokter
Berikan posisi yang nyaman
Pasien post operasi abdomen mengalami RR 28x/menit, SPO2 88%, tampak gelisah dan sesak napas. Apa intervensi pertama yang harus dilakukan?
Posisikan semifowler
Berikan bronkodilator
Kolaborasi pemberian antibiotik
Auskultasi bunyi napas
Berikan relaksasi nafas dalam
Pasien post operasi hemikolektomi mengalami distensi abdomen dan belum flatus >24 jam. Tindakan prioritas?
Pemberian enema
Pemeriksaan bunyi usus
Kompres abdomen
Kolaborasi pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan fisik abdomen
Pasien post op 2 hari mengeluh nyeri di luka operasi. Tampak kemerahan, hangat dan keluar cairan. Apa tindakan keperawatan utama?
Kolaborasi antibiotik
Berikan analgetik
Lakukan balutan steril
Edukasi pasien perawatan luka
Berikan relaksasi nafas dalam
Pasien DM tipe 2 mengalami hipoglikemia (GDS 60 mg/dL). Pasien sadar dan bisa menelan. Apa tindakan pertama?
Berikan insulin sesuai jadwal
Berikan jus manis
Infus dextrose 40%
Kolaborasi dengan dokter pemberian metformin
Berikan air putih
Pasien laki-laki 40 tahun dengan DKA (Diabetic Ketoacidosis) datang dengan napas cepat dan dalam (Kussmaul), lemah, dan muntah. GDS: 460 mg/dL, pH darah: 7.15.
Apa prioritas keperawatan pada pasien ini?
Memantau tanda-tanda hipoglikemia
Memasang infus dan memberikan cairan sesuai kebutuhan
Memberikan diet diabetes
Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan laboratorium
Mengajarkan teknik insulin mandiri
Pasien dengan luka bakar 30% TBSA (Total Body Surface Area) mengeluh haus dan lemas. Tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 120 x/menit, urin <30 ml/jam.
Apa fokus utama dalam asuhan keperawatan fase awal luka bakar?
Pencegahan infeksi
Penurunan nyeri
Pemberian antibiotik
Resusitasi cairan
Evaluasi status psikososial
Pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) mengalami sesak napas, batuk berdahak kronis, dan tampak penggunaan otot bantu napas. Saturasi O₂: 87%.
Apa intervensi yang paling tepat?
Memberikan oksigen 10 liter/menit
Mengajarkan teknik pursed lip breathing
Menyarankan pasien tirah baring total
Memberikan diet tinggi serat
Mengajarkan teknik batuk efektif
Pasien laki-laki 65 tahun dirawat dengan stroke hemoragik. Hasil observasi: GCS 10, tekanan darah 190/100 mmHg, tidak bisa menggerakkan ekstremitas kanan.
Apa masalah utama keperawatan?
Ketidakseimbangan nutrisi
Gangguan mobilitas fisik
Risiko aspirasi
Risiko perfusi jaringan otak tidak efektif
Ansietas
Seorang pasien pre operasi apendiktomi mengalami ansietas karena takut terhadap prosedur pembedahan.
Apa intervensi keperawatan prioritas?
Memberi sedasi sesuai instruksi
Menjelaskan manfaat dan risiko operasi secara detail
Mengalihkan perhatian pasien
Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam
Meminta keluarga menjelaskan kepada pasien
Laki-laki, 58 tahun dirawat di ruang ICCU dengan keluhan nyeri dada seperti tertindih sejak 1 jam yang lalu. Nyeri menjalar ke lengan kiri dan rahang. Hasil pengkajian: TD 150/90 mmHg, Nadi 112x/menit, RR 26x/menit, SpO₂ 90%. Hasil EKG menunjukkan elevasi segmen ST. Apa tindakan keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam
Membatasi aktivitas pasien total
Memberikan oksigen sesuai indikasi
Memantau intake dan output cairan
Seorang perempuan usia 65 tahun dirawat dengan diagnosis gagal jantung kongestif. Pasien mengeluh sesak napas saat beraktivitas ringan. Hasil pemeriksaan didapatkan edema tungkai +2, RR 28x/menit, TD 140/90 mmHg, Nadi 104x/menit, dan terdapat ronki basah di kedua lapang paru. Apakah intervensi keperawatan yang paling tepat dilakukan?
Memberikan cairan oral 2500 mL/hari
Menganjurkan tirah baring total
Memposisikan pasien semi fowler
Melatih ambulasi dini
Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar sejak 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan TD 100/70 mmHg, Nadi 150x/menit tidak teratur, RR 24x/menit. Hasil EKG menunjukkan atrial fibrilasi. Pasien tampak cemas dan lemah. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Gangguan pola tidur
Nyeri akut
Intoleransi aktivitas
Penurunan curah jantung
Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar sejak 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan TD 100/70 mmHg, Nadi 150x/menit tidak teratur, RR 24x/menit. Hasil EKG menunjukkan atrial fibrilasi. Pasien tampak cemas dan lemah. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Gangguan pola tidur
Nyeri akut
Intoleransi aktivitas
Penurunan curah jantung
Seorang laki-laki usia 60 tahun dirawat di ruang ICCU dengan keluhan nyeri dada menjalar ke lengan kiri sejak 30 menit yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan TD 160/100 mmHg, Nadi 110x/menit, RR 28x/menit, SpO₂ 89%. Hasil EKG menunjukkan elevasi segmen ST. Apakah tindakan keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Memberikan kompres hangat
Mengajarkan teknik distraksi
Memberikan oksigen sesuai program terapi
Mengatur diet rendah garam
Seorang perempuan usia 68 tahun dirawat dengan gagal jantung kongestif. Pasien mengeluh sesak napas saat berbaring. Hasil pemeriksaan didapatkan RR 30x/menit, edema tungkai +2, ronki basah bilateral, dan SpO₂ 91%. Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat dilakukan?
Memberikan cairan oral sebanyak 3000 mL/hari
Memposisikan pasien semi fowler
Menganjurkan aktivitas berat
Memberikan diet tinggi natrium
Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar dan lemas. Hasil pemeriksaan didapatkan Nadi 148x/menit tidak teratur, TD 100/70 mmHg, RR 24x/menit. EKG menunjukkan atrial fibrilasi. Apakah diagnosis keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Intoleransi aktivitas
Ansietas
Penurunan curah jantung
Gangguan pola tidur
Seorang laki-laki usia 55 tahun dirawat dengan hipertensi. Hasil pengkajian didapatkan TD 180/100 mmHg, sakit kepala, dan wajah tampak tegang. Pasien mengatakan sering lupa minum obat antihipertensi. Apakah intervensi keperawatan yang paling tepat?
Membatasi interaksi pasien
Mengedukasi kepatuhan minum obat
Menganjurkan aktivitas berat
Memberikan diet tinggi lemak
Seorang perempuan usia 45 tahun dirawat pasca pemasangan kateterisasi jantung melalui arteri femoralis. Hasil pengkajian didapatkan balutan bersih, TD 130/80 mmHg, Nadi 88x/menit, dan pasien mengatakan ingin segera duduk. Apakah tindakan keperawatan yang tepat?
Membantu pasien berjalan ke kamar mandi
Mengizinkan pasien duduk tegak
Menganjurkan tirah baring sesuai program
Melepaskan balutan femoral
Seorang perempuan usia 30 tahun datang ke IGD dengan serangan asma. Pasien tampak gelisah, RR 34x/menit, terdengar wheezing, dan SpO₂ 89%. Apakah tindakan keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Memberikan makanan tinggi protein
Memberikan posisi tripod
Menganjurkan pasien banyak bicara
Memberikan kompres hangat
Seorang laki-laki usia 45 tahun dirawat dengan tuberkulosis paru. Pasien mengalami batuk berdahak lebih dari 3 minggu dan penurunan berat badan. Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat untuk mencegah penularan?
Menempatkan pasien di ruang tekanan negatif
Memberikan diet tinggi serat
Membatasi cairan pasien
Melakukan mobilisasi dini
Seorang laki-laki usia 50 tahun dirawat dengan efusi pleura. Hasil pemeriksaan didapatkan sesak napas, RR 30x/menit, suara napas menurun pada hemitoraks kanan, dan hasil foto thoraks menunjukkan penumpukan cairan pleura. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien?
Gangguan citra tubuh
Risiko infeksi
Bersihan jalan napas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Seorang perempuan usia 40 tahun pasca operasi abdomen mengeluh sulit mengeluarkan dahak. Hasil pemeriksaan terdengar ronki dan batuk lemah. Apakah intervensi keperawatan yang paling tepat?
Membatasi cairan pasien
Memberikan posisi trendelenburg
Mengajarkan teknik batuk efektif
Mengurangi aktivitas pasien
Seorang laki-laki usia 70 tahun dirawat dengan pneumonia. Hasil pemeriksaan menunjukkan suhu 39°C, RR 30x/menit, SpO₂ 90%, dan sputum purulen. Apakah tindakan keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Memberikan latihan ambulasi
Memantau status oksigenasi
Mengurangi asupan cairan
Membatasi komunikasi pasien
Seorang laki-laki usia 35 tahun mengalami trauma dada akibat kecelakaan lalu lintas. Hasil pemeriksaan menunjukkan sesak berat, deviasi trakea, suara napas menurun unilateral, dan sianosis. Apakah tindakan kolaboratif prioritas pada pasien?
Pemberian antibiotik
Pemasangan chest tube
Latihan napas dalam
Pembatasan cairan Pemberian nutrisi enteral
Laki-laki usia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Diabetes Mellitus tipe 2. Pasien mengeluh lemas, sering haus, dan sering berkemih. Hasil pemeriksaan didapatkan GDS 420 mg/dL, mukosa mulut kering, TD 100/70 mmHg, Nadi 110x/menit, RR 26x/menit. Apakah tindakan keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Membatasi aktivitas pasien
Memantau tanda-tanda dehidrasi
Memberikan diet tinggi kalori
Mengajarkan senam kaki diabetik
Seorang perempuan usia 40 tahun dirawat pasca tiroidektomi subtotal. Pasien mengeluh kesemutan pada bibir dan ujung jari. Hasil pemeriksaan didapatkan tanda Chvostek positif dan spasme otot. Apakah komplikasi yang sedang dialami pasien?
Hiperglikemia
Hipokalemia
Hipokalsemia
Hipernatremia
Seorang laki-laki usia 23 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan penurunan kesadaran. Keluarga mengatakan pasien memiliki riwayat Diabetes Mellitus tipe 1 dan belum makan sejak pagi setelah menyuntik insulin. Hasil pemeriksaan didapatkan GDS 48 mg/dL, kulit dingin, berkeringat, dan tremor. Apakah tindakan keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Memberikan insulin kerja cepat
Memberikan cairan rendah gula
Memberikan glukosa sesuai indikasi
Mengajarkan diet diabetes
Seorang perempuan usia 35 tahun dirawat dengan diagnosis hipertiroidisme. Pasien tampak gelisah, mengalami penurunan berat badan, tremor, dan intoleransi panas. Hasil pemeriksaan didapatkan Nadi 124x/menit dan TD 150/90 mmHg. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien?
Gangguan citra tubuh
Intoleransi aktivitas
Risiko infeksi
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Seorang laki-laki usia 48 tahun dirawat dengan ulkus diabetikum pada kaki kanan. Luka tampak berwarna kehitaman dengan jaringan nekrotik dan berbau. Pasien mengatakan sering tidak menggunakan alas kaki saat berjalan. Apakah edukasi prioritas yang harus diberikan perawat?
Mengurangi konsumsi protein
Menghindari olahraga
Melakukan perawatan kaki diabetik secara rutin
Membatasi aktivitas sosial
Seorang laki-laki usia 30 tahun dengan hemofilia mengalami perdarahan lutut setelah terjatuh saat bermain. Lutut tampak bengkak, nyeri, dan sulit digerakkan. Intervensi keperawatan awal yang paling tepat adalah
Melakukan latihan ROM aktif
Memberikan kompres hangat
Memasang balutan ketat pada sendi
Mengistirahatkan dan mengompres dingin area cedera
Seorang laki-laki usia 24 tahun dengan leukemia limfoblastik akut sedang menjalani kemoterapi. Pasien mengeluh nyeri mulut dan sulit menelan. Saat pemeriksaan ditemukan stomatitis dan ulkus pada mukosa oral. Intervensi keperawatan yang paling tepat dilakukan adalah
Menganjurkan menyikat gigi menggunakan sikat keras
Memberikan makanan asam untuk meningkatkan nafsu makan
Membersihkan mulut menggunakan cairan non alkohol
Membatasi asupan cairan pasien
Seorang pasien pasca operasi appendiktomi hari pertama mengeluh nyeri skala 7/10 pada area insisi. TD 130/80 mmHg, Nadi 104x/menit, RR 24x/menit. Pasien tampak meringis dan menolak mobilisasi. Tindakan keperawatan mandiri yang paling tepat dilakukan adalah
Memberikan analgesik sesuai advis
Mengompres hangat area operasi
Mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi
Menganjurkan tirah baring total
Seorang laki-laki usia 62 tahun dirawat di ruang ICCU dengan diagnosis Acute Myocardial Infarction (AMI). Pasien mengeluh nyeri dada menjalar ke lengan kiri sejak 2 jam lalu. Hasil pengkajian: TD 90/60 mmHg, Nadi 118x/menit, RR 28x/menit, SpO₂ 91%, kulit dingin dan lembab, CRT >3 detik. Monitor EKG menunjukkan elevasi segmen ST. Apakah tindakan keperawatan prioritas yang paling tepat?
Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam
Memberikan posisi semifowler
Memantau intake dan output cairan
Memberikan oksigen sesuai program terapi
Seorang perempuan usia 45 tahun dirawat dengan Diabetes Mellitus tipe 2. Pasien tampak lemah, mukosa kering, napas Kussmaul, GDS 480 mg/dL, pH 7,20, keton urine positif. Pasien mengeluh mual dan nyeri perut. Masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut adalah
Intoleransi aktivitas
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah
Defisit volume cairan
Seorang laki-laki usia 62 tahun dirawat di ruang ICCU dengan diagnosis Acute Myocardial Infarction (AMI). Pasien mengeluh nyeri dada menjalar ke lengan kiri sejak 2 jam lalu. Hasil pengkajian: TD 90/60 mmHg, Nadi 118x/menit, RR 28x/menit, SpO₂ 91%, kulit dingin dan lembab, CRT >3 detik. Monitor EKG menunjukkan elevasi segmen ST. Apakah tindakan keperawatan prioritas yang paling tepat?
Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam
Memberikan posisi semifowler
Memantau intake dan output cairan
Memberikan oksigen sesuai program terapi
Seorang laki-laki usia 32 tahun dirawat di ruang jantung dengan keluhan mudah lelah, sesak napas saat aktivitas ringan, dan nyeri dada sejak 5 hari terakhir. Pasien mengatakan sebelumnya mengalami infeksi saluran pernapasan atas disertai demam tinggi sekitar 2 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan didapatkan TD 90/60 mmHg, Nadi 124x/menit, RR 28x/menit, suhu 38°C, SpO₂ 92%, bunyi jantung S3 terdengar, dan hasil EKG menunjukkan sinus takikardi. Ekokardiografi menunjukkan penurunan kontraktilitas miokard. Dokter menegakkan diagnosis miokarditis. Apa masalah keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Gangguan pola tidur
Risiko infeksi
Penurunan curah jantung
Intoleransi aktivitas
Seorang laki-laki usia 42 tahun dirawat di ruang isolasi dengan tuberkulosis paru aktif. Saat dilakukan observasi, keluarga pasien masuk ruangan tanpa menggunakan masker dan tidak memahami cara penularan penyakit. Apa tindakan pelayanan kesehatan yang paling tepat dilakukan perawat?
Membiarkan keluarga tetap berada di ruangan tanpa edukasi
Membatasi seluruh kunjungan keluarga
Memberikan edukasi mengenai pencegahan penularan TB
Mengurangi ventilasi ruangan pasien
Seorang perempuan usia 60 tahun dirawat pasca stroke non hemoragik dengan kelemahan ekstremitas kanan. Keluarga mengatakan pasien akan dipulangkan besok, tetapi mereka belum mengetahui cara membantu latihan mobilisasi dan pencegahan dekubitus di rumah. Apa tindakan keperawatan yang paling tepat sebelum pasien pulang?
Mengurangi keterlibatan keluarga dalam perawatan
Menyerahkan seluruh perawatan kepada fisioterapis
Memberikan discharge planning dan edukasi perawatan di rumah
Menunda kepulangan pasien tanpa alasan medis
Seorang laki-laki usia 50 tahun dirawat di ruang hemodialisa dengan gagal ginjal kronik stadium akhir. Pasien tampak sering terlambat menjalani hemodialisa karena keterbatasan transportasi dari rumah ke rumah sakit. Pasien juga mengatakan mulai merasa putus asa dengan kondisinya. Apa bentuk pelayanan kesehatan kolaboratif yang paling tepat dilakukan perawat?
Membatasi frekuensi hemodialisa pasien
Mengabaikan masalah transportasi pasien
Berkolaborasi dengan tim kesehatan dan keluarga untuk dukungan perawatan berkelanjutan
Mengurangi komunikasi terapeutik
