wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TO Prodi 8C

Total questions: 45

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Seorang TVF bekerja di Industri Obat Tradisional yang sedang melakukan analisis mutu dari suatu simplisia. Industri Obat Tradisional ini sedang mengembangkan formula obat antibakteri dengan menggunakan bahan dari bunga cengkeh (Syzygium aromaticum). Pengujian kadar abu tak larut asam merupakan parameter mutu penentu kualitas dari simplisia.

Berapa % kadar abu tak larut asam simplisia tersebut?

a)

13,64

b)

1,364

c)

0,833

d)

10,64

2.

Seorang pasien rutin mengkonsumsi formula tradisional yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Ramuannya terdiri dari beberapa campuran jenis simplisia, yang kemudian digunakan dengan cara pendidihan atau penyeduhan dengan menggunakan air panas. Ramuan tersebut diproduksi oleh CV. Berkah Jaya yang merupakan Suatu Usaha Obat Tradisional yang hanya membuat sediaan obat tradisional dalam bentuk param, tapel, pilis, cairan obat luar dan rajangan.

Apakah kategori Industri Obat Tradisional tersebut?

a)

UKOT

b)

IEBA

c)

UMOT

d)

Industri Jamu Racikan

3.

Ekstraksi minyak atsiri cengkeh (Syzygium aromaticum) dilakukan dengan metode destilasi air. Euegnol mempunyai karakteristik membuat bau khas dan berwarna kekuningan. Penentuan kemurnian minyak atsiri  eugenol  dilakukan dengan cara menghitung bobot jenis. Penentuan bobot jenis bertujuan untuk menentukan kemurnian minyak atsiri. Kerapatan air pada suhu 25oC yaitu 0,997074 g/mL dan kerapatan eugenol sebesar 1,0269 g/mL.

Berapakah bobot jenis minyak eugenol?

a)

2,261

b)

1,030

c)

0,971

d)

0,957

4.

TVF melakukan analisis skrining fitokimia dan KLT pada ekstrak tanaman meniran (Phyllanthus niruri). Didapatkan hasil perubahan warna pada saat uji tabung dan pada plat KLT setelah disemprot dengan penampak bercak sebagai berikut :

Apakah nama reagen (a) dan indikator positif (b) yang sesuai?

a)

NaOH (a) ; Buih tidak hilang (b).

b)

Amoniak (a) ; Endapan ungu (b).

c)

Dragendroff (a) ; Warna Coklat (b).

d)

FeCl3 (a) ; Buih tidak hilang (b).

5.

Seorang TVF diminta untuk menganalisis simplisia Adas (Foeniculum vulgare). Simplisia dinyatakan positif mengandung senyawa beracun yang berasal dari jamur Aspergillus flavus dan Aspergilus parasiticus. Senyawa ini menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi.

Pengujian apakah yang dilakukan?

a)

Uji cemaran jamur

b)

Uji Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK)

c)

Uji cemaran aflatoksin.

d)

Uji Most Probable Number  (MPN).

6.

Seorang TVF akan melakukan ekstraksi bunga Syzygium aromaticum yang telah dikeringkan. Sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat, ditambahkan akuades dan dipanaskan dalam kondisi tertutup. Uap yang dihasilkan dialirkan dalam kondensor sehingga diperoleh minyak atsiri.

Apakah prinsip pemisahan tersebut?

a)

Distribusi fase

b)

Perbedaan titik didih

c)

Ketahanan terhadap suhu

d)

Kelarutan zat aktif

7.

Seorang TVF akan melakukan ekstraksi sianidin-3-O-glukosida dari bunga Hibiscus sabdariffa. Sampel dimasukkan ke dalam panci yang berisi air. Panci tersebut dipanaskan pada suhu 90oC selama 15 menit. Sari kemudian disaring dan diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental.

Apakah prinsip ekstraksi tersebut?

a)

Distribusi fase

b)

Persamaan polaritas

c)

Ketahanan terhadap suhu

d)

Pemecahan dinding sel

8.

Seorang TVF melakukan pengembangan produk antiaging dari ekstrak Centella asiatica. Untuk menjamin mutu ekstrak maka dilakukan pengujian kadar sari larut air. Ekstrak dimasukan ke dalam labu sumbat kemudian ditambahkan 100 ml pelarut air-kloroform, kemudian di kocok selama 6 jam dan dibiarkan selama 18 jam. Setelah itu disaring dan filtrat diambil sebanyak 20 ml untuk diuapkan hingga kering dan bobotnya tetap. Adapun hasil evaluasinya yaitu

Bobot cawan kosong = 37,56 g

Bobot cawan kosong + sampel yg digunakan = 42,56 g

Bobot cawan + hasil yang dikeringkan = 37,81 g

Berapakah persentase kadar sari larut air dalam simplisia tersebut?

a)

10

b)

25

c)

50

d)

5

9.

Ekstrak kulit buah manggis akan diidentifikasi senyawa metabolit sekundernya dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis. Fase gerak yang digunakan adalah metanol : asam asetat : kloroform dengan perbandingan 25 : 40 : 35 sebanyak 20 mL.

Berapakah jumlah masing-masing eluen yang diperlukan?

a)

metanol 7 mL, asam asetat 5 mL, kloroform 8 mL

b)

metanol 8 mL, asam asetat 5 mL, klorofrom 7 mL

c)

metanol 25 mL, asam asetat 40 mL, kloroform 35 mL

d)

metanol 5 mL, asam asetat 8 mL, kloroform 7 mL

10.

Seorang TVF di industri obat tradisional memeriksa keutuhan simplisia daun sambiloto kering. Pemeriksaan dilakukan dengan meremas beberapa helai daun untuk menilai kondisi fisiknya. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa helai daun masih sulit hancur.

Apa langkah selanjutnya dalam prosedur pemeriksaan ini?

a)

Menyimpan simplisia di Gudang

b)

Menyerbukkan semua simplisia

c)

Mengeringkan kembali simplisia

d)

Mengemas simplisia ke dalam wadah

11.

Seorang TVF yang bekerja pada bagian RnD suatu IOT sedang mengembangkan sediaan gel dari ekstrak Aloe vera. Sebelum digunakan dalam formulasi, dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekundernya. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagai berikut:

Ekstrak + reagen Dragendorff = Larutan berwarna jingga

Ekstrak + reagen Mayer = Larutan berwarna putih keruh

Ekstrak + FeCl = Larutan berwarna kuning pucat

Ekstrak + NaOH = Larutan berwarna bening

Ekstrak + Liebermann-Burchard = Larutan berwarna bening

Apakah senyawa yang terdapat dalam ekstrak tersebut?

a)

Antrakinon

b)

Alkaloid

c)

Terpenoid

d)

Steroid

12.

Seorang TVF akan melakukan analisis secara kromatografi pada simplisia daun sirsak (Annona muricata). Senyawa aktif yang terkandung dalam daun sirsak yaitu Anonasin. Fase gerak yang digunakan adalah etil asetat : metanol : air (15 : 3 : 2) sebanyak 10 ml, fase diam yang digunakan adalah silika gel GF254.

Berapa ml fase gerak yang perlu disiapkan?

a)

Etil asetat : 15 ml ; metanol : 2 ml ; air : 3 ml

b)

Etil asetat : 1 ml ; metanol : 7,5 ml ; air : 1,5 ml

c)

Etil asetat : 7,5ml ; metanol : 1,5ml ; air : 1ml.

d)

Etil asetat : 15ml ; metanol : 3ml ; air : 2ml.

13.

Seorang pasien membeli jamu berupa campuran simplisia berkhasiat antihipertensi. Campuran ramuan dicuci, ditambahkan aquadest 500 ml dan direbus sampai mendidih selama 30 menit. Rebusan diminum dua kali sehari pagi dan sore.

Apa bentuk sediaan ramuan jamu yang dimaksud?

a)

serbuk

b)

Pil

c)

Rajangan

d)

Param

14.

TVF di apotek sedang melayani pasien yang menghendaki obat bahan alam untuk mencegah masuk angin. Pada penandaan obat bahan yang dikehendaki tertera ijin edar POM HT.222600301.

Apa kategori obat bahan alam tersebut?

a)

Fitofarmaka

b)

Jamu

c)

Obat Herbal terstandar

d)

Obat tradisional lisensi

15.

Seorang TVF di usaha mikro obat tradisional sedang mengidentifikasi kebenaran bahan baku serbuk simplisia penyusun ramuan param. Identifikasi dilakukan dengan mengamati fragmen khas pengenal sel atau jaringan.

Apakah metode yang digunakan tersebut?

a)

identifikasi makroskopis

b)

identifikasi mikroskopis

c)

identifikasi morfologis

d)

uji farmakologis

16.

Simplisia dari buah Piper retrofractum hendak diisolasi untuk diambil kandungan piperin. Diketahui piperin termasuk senyawa alkaloid tersebut bersifat basa lemah, bersifat termolabil dan larut dalam pelarut nonpolar.

Apakah pelarut yang sesuai untuk isolasi senyawa tersebut?

a)

Etanol

b)

Heksana

c)

Aquadest

d)

Etilasetat

17.

Usaha mikro obat tradisional hendak membuat kapsul antiobesitas yang terdiri atas beberapa jenis ekstrak. TVF diminta melakukan pemilihan bahan berkhasiat antiobesitas. Senyawa marker berupa tirilosida.

Apakah sumber tanaman yang mengandung zat aktif yang dikehendaki?

a)

Psidium guajava

b)

Guazuma ulmifolia

c)

Anona muricata

d)

Sonchus arvensis

18.

Simplisia herba sambiloto dilakukan penetapan kadar sari larut etanol. Sebanyak 5 gram simplisia dilarutkan dalam 100 ml etanol dan dikocok selama 6 jam selanjutnya dibiarkan selama 18 jam. Setelah disaring diambil sebanyak 25,0 ml filtrat dan dikeringkan hingga bobot tetap. Setelah dikeringkan diperoleh bobot tetap 0,465 gram.

Berapa % kadar sari larut etanol simplisia tersebut?

a)

27,9

b)

65,1

c)

37,2

d)

46,5

19.

Seorang TVF di bagian QC industri obat tradisional melakukan pengujian mutu berupa penetapan kadar abu larut asam. Diketahui bobot krus: 25,8754, bobot krus berisi simplisia 27,8754 gram; bobot krus dan abu 25,8829 gram; bobot krus dan abu larut asam: 25,8819.

Berapa % kadar abu larut asam?

a)

0,483

b)

0,325

c)

0,694

d)

0,512

20.

Minyak kayu putih merupakan minyak atsiri yang diisolasi daun Melaleuca leucadendra. Senyawa terpineol yang terbentuk oleh dua unit isoprena merupakan komponen utama minyak kayu putih.

Apakah golongan terpenoid senyawa tersebut?

a)

seskuiterpenoid

b)

monoterpenoid

c)

diterpenoid

d)

steroid

21.

TVF sedang melakukan evaluasi kualitas ekstrak sambiloto sebagai bahan baku kapsul antidiabetes. Pengujian dilakukan dengan inokulasi sampel pada media PDA dengan cara tuang dan diinkubasi pada suhu 20-25°C.

Apakah jenis pengujian yang dimaksudkan?

a)

Angka lempeng total

b)

nilai MPN

c)

Angka kapang khamir

d)

Uji aktivitas antibakteri

22.

Seorang TVF akan melakukan fraksinasi ekstrak kulit manggis dari polaritas tertinggi ke rendah. Pelarut yang tersedia adalah sebagai berikut.

1. Kloroform

2. Etanol

3. Air

4. Heksana

5. Etil asetat.

Bagaimana urutan pelarut yang seharusnya digunakan?

a)

4, 1, 5, 2, 3

b)

4, 5, 1, 2, 3

c)

3, 2, 5, 1, 4

d)

3, 1, 5, 2, 4

23.

Seorang TVF akan melakukan isolasi dari batang brotowali. Tahapan diawali dengan melakukan penyerbukan terhadap simplisia, lalu diayak dengan no 20/40. Serbuk yang diperoleh kemudian diekstraksi dengan etanol 70%. Ekstrak cair yang diperoleh selanjutnya diuapkan hingga kental.

Apakah tahapan selanjutnya?

a)

kontrol kualitas

b)

pengemasan

c)

fraksinasi

d)

pengeringan

24.

Ekstraksi dari 1,5 Kg simplisia herba sambiloto secara maserasi dengan pelarut etanol 70% menghasilkan 580 gram maserat. Maserat tersebut difraksinasi secara bertingkat dengan pelarut polar dan semi polar. Hasil fraksinasi dengan etil asetat menghasilkan fraksi sejumlah 190 gram.

Berapa persen rendemen fraksi etil asetat?

a)

1,26

b)

12,67

c)

3,28

d)

0,33

25.

Seorang TVF membuat simplisia dari bunga segar Hibiscus sabdariffa sebanyak 1500 gram. Setelah melalui seluruh tahapan pengolahan, simplisia yang telah siap dikemas memiliki bobot akhir sebesar 225 gram.

Berapa persen rendemen simplisia tersebut?

a)

10

b)

3.4

c)

15

d)

6.7

26.

TVF di industri obat tradisional sedang melakukan pemeriksaan serbuk daun jati belanda (Guazuma ulmifolia). Pengamatan mikroskopis ditemukan fragmen pengenal seperti gambar berikut:

Apa manfaat simplisia tersebut?

a)

Antihipertensi

b)

Antihiperkolesterol

c)

Antidiabetes

d)

Laktagogum

27.

TVF sedang melakukan isolasi minyak atsiri dari rimpang jahe dengan menggunakan menempatkan sampel di atas sekat berpori dalam wadah yang berisi air yang dipanaskan.

Apakah metode isolasi yang sesuai?

a)

Maserasi

b)

Destilasi uap- air

c)

Soxhletasi

d)

Enfleurasi

28.

TVF sedang melakukan pengujian kandungan metabolit sekunder cabe jawa. Sampel serbuk ditambahkan ditambahkan beberapa larutan reagen dan diperoleh hasil berikut:

Sampel + HCl pekat dan serbuk Mg: larutan kuning

Sampel + reagen Mayer :endapan merah jingga

Sampel + reagen FeCl3 : endapan coklat kemerahan

Sampel + aquadest dikocok selama 5 menit: larutan coklat

Apa kandungan metabolit sekunder pada sampel tersebut?

a)

Tanin

b)

Saponin

c)

Flavonoid

d)

Minyak atsiri

29.

Industri obat tradisional sedang melakukan pengembangan pasta gigi dengan bahan aktif ekstrak daun sirih. Untuk meningkatkan daya kelembaban dipilih basis pasta yang berasal dari hewani.

Apa basis yang dipilih?

a)

parafin liquid

b)

adeps lanae

c)

parafin solid

d)

vaselin album

30.

Seorang pengusaha ingin mendirikan UMOT. TVF ditugaskan untuk mempersiapkan syarat pengajuan ijin dan bentuk sediaan yang akan diproduksi.

Apa bentuk sediaan yang boleh diproduksi?

a)

Kapsul

b)

Sirup

c)

Cairan obat luar

d)

Tablet effervescent

31.

Simplisia herba pegagan diperoleh melalui sejumlah tahapan. Setelah tahap pengeringan dan dilakukan pengujian kadar air dan diperoleh hasil kadar air 15%

Langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya?

a)

Menyimpan simplisia di ruangan tertutup

b)

Mengeringkan kembali simplisia

c)

Mengemas simplisia dalam wadah plastik kedap air dan udara

d)

Membuang simplisia yang masih lembab

32.

Simplisia herba pegagan dilakukan penetapan kadar sari larut etanol. Ditimbang 5 gram simplisia dan dilarutkan dalam 100 ml, dikocok selama 6 jam kemudian didiamkan selama 18 jam. Larutan disaring dan filtrat diambil sebanyak 25,0 ml kemudian dikeringkan. Setelah dikeringkan diperoleh bobot tetap 0,2325 gram.

Berapa % kadar sari larut etanol simplisia tersebut?

a)

13,95

b)

27,90

c)

18,60

d)

23,25

33.

TVF sedang melakukan penelitian potensi isolat 6-shogaol sebagai antiemetik. Beberapa sampel simplisia tersedia di laboratorium antara lain: rimpang jahe, rimpang kencur, rimpang kunir putih, rimpang kunyit dan rimpang temulawak.

Sampel apa yang sebaiknya digunakan?

a)

rimpang kunyit

b)

rimpang temulawak

c)

rimpang jahe

d)

rimpang kunir putih

34.

Seorang TVF melakukan pengujian kualitatif untuk memastikan kemurnian piperin cabe jawa dengan metode KLT sebanyak tiga kali pengulangan. Diketahui jarak tempuh eluen: 8 cm, jarak tempuh senyawa ( replikasi 1:5,9 cm , replikasi 2: 6 cm , replikasi 3: 6,2 cm).

Berapa nilai Rf yang diperoleh?

a)

0,77

b)

0,75

c)

0,73

d)

0,74

35.

Simplisia rimpang kencur ( Kaempferia Galangae Rhizoma) yang telah dibuat disimpand di rak gudang penyimpanan sesuai urutan bulan dan tahun produksi dari depan ke belakang dengan kode KGR sebagai berikut:

Depan -> Belakang

Januari 2025 Februari 2025 Maret 2025

Apakah metode penyimpanan yang dimaksud?

a)

LEFO

b)

Bentuk sediaan

c)

FIFO

d)

Alfabetis

36.

Pasien umur 50 tahun dengan diagnosa diabetes mellitus datang ke apotek dan menghendaki obat tradisional sebagai terapi komplementer.

Apa komponen obat tradisional yang sesuai?

a)

rosella

b)

kencur

c)

sambiloto

d)

kayu manis

37.

TVF di bagian QC menguji cemaran mikroba kapsul obat tradisonal. Perhitungan dilakukan terhadap cawan petri dengan jumlah koloni 30-300. Hasil pengujian sebagai berikut

Pengenceran Jumlah koloni

10x 753

100x 258

1000x 44

kontrol 0

Berapa nilai cemaran mikroba (CFU/ml) sampel tersebut?

a)

4,78 x 10.000

b)

3,49 x 10.000

c)

1,49 x 1000

d)

5,80 x 100

38.

TVF di bagian R & D sedang ditugaskan memformulasi sediaan minyak gosok aromaterapi. Minyak atsiri penyusun formula berasal dari bagian tanaman berikut.

Foeniculum vulgare

Melaleuca leucadendra

Syzigium aromaticum

Cocos nucifera

Apa bagian tanaman Foeniculum vulgare yang dimanfaatkan ?

a)

bunga

b)

buah

c)

akar

d)

biji

39.

Kapsul obat tradisional berkhasiat pegal linu sedang diduga mengandung BKO deksametason. TVF melakukan pengujian kandungan BKO pada beberapa sampel dengan metode KLT dengan fase gerak : kloroform: metanol: asam asetat glasial (6:4:1) sebanyak 50 ml.

Berapa voluma masing-masing eluen?

a)

kloroform: 27,27 ml, metanol: 4,54 ml, asam asetat glasial: 18,18 ml

b)

kloroform: 4,54 ml, metanol: 18, 18 ml, asam asetat glasial: 27,27 ml

c)

kloroform: 27,27 ml, metanol: 18,18 ml, asam asetat glasial: 4,54 ml

d)

kloroform: 18,18 ml, metanol: 27,27 ml, asam asetat glasial: 4, 54 ml

40.

TVF sedang melakukan optimasi pemilihan fase gerak analisis kualitatif minyak atsiri jahe secara KLT. Sebagai fase diam digunakanan lempeng silika GF254 dengan jarak elusi 8 cm. Hasil diperoleh sebagai berikut:

Fase gerak Jarak rambat bercak

Metanol: Kloroform ( 2:8) 1,6 cm

Metanol : Kloroform ( 3:7) 1,5 cm

Metanol: n-heksana ( 1:9 ) 5,5 cm

Metanol : n-heksana (8:2) 6,5 cm

Metanol: asam asetat glasial (5:5) 7,2 cm

Apa fase gerak yang memberikan pemisahan terbaik?

a)

Metanol: Kloroform ( 2:8)

b)

Metanol : n-heksana (8:2)

c)

Metanol: n-heksana (1:9)

d)

Metanol: asam asetat glasial (5:5)

41.

Seorang TVF sedang melakukan evaluasi terhadap sediaan salep yang telah dibuat, ia menimbang 0,5 gram salep kemudian diletakan ditengah permukaan kaca bulat, kemudian di atas salep diletakan kaca bulat lain dan diberikan pemberat di atasnya sebesar 50 gram kemudian tunggu satu menit dan catat diameternya. Kemudian pemberat diganti dengan ukuran 100 gram lalu ulangi seperti yang dilakukan di awal.

Apa tujuan pengujian tersebut?

a)

menentukan durasi melekat

b)

menentukan kemampuan penyebaran pada kulit

c)

memastikan tidak ada partikel yang menggumpal

d)

mengetahui tingkat polaritas

42.

Sebuah industri farmasi akan membuat sediaan pasta dari daun sirih merah, karakteritik pasta yang akan dibuat yaitu berbentuk salep yang kaku, tebal, keras dan tidak meleleh pada suhu badan, mengandung lebih dari 50% serbuk padat.

Apakah jenis pasta apa yang akan dibuat?

a)

Pasta kering

b)

Pasta padat

c)

Pasta berlemak

d)

Pasta pedingin

43.

Sebuah industri farmasi akan memproduksi sediaan pasta gigi yang terbuat dari ekstrak siwak. Adapun rancangan formulasinya yaitu

R/ Ekstrak daun sirih hijau 3 %

Kalsium karbonat 40%

Gliserin 5%

Sorbitol 5%

Sodium lauril sulfat 2%

Metil paraben 0,1%

BHT 0,5%

Aquades ad 100%

Berat seluruhnya yaitu 25 gram

Apakah fungsi dari penambahan Sodium lauril sulfat pada sediaan pasta gigi tersebut?

a)

Stabilizer

b)

Pengawet

c)

Deterjen

d)

Humektan

44.

Sebuah industri farmasi akan memproduksi sediaan pasta gigi yang terbuat dari ekstrak siwak. Adapun rancangan formulasinya yaitu

R/ Ekstrak daun sirih hijau 3 %

Kalsium karbonat 40%

Gliserin 5%

Sorbitol 5%

Sodium lauril sulfat 2%

Metil paraben 0,1%

BHT 0,5%

Aquades ad 100%

Berat seluruhnya yaitu 25 gram

Apakah fungsi dari penambahan BHT pada sediaan pasta gigi tersebut?

a)

Stabilizer

b)

Antioksidan

c)

Deterjen

d)

Pengawet

45.

Sebuah industri farmasi akan memproduksi sediaan pasta gigi yang terbuat dari ekstrak siwak. Adapun rancangan formulasinya yaitu

R/ Ekstrak daun sirih hijau 3 %

Kalsium karbonat 40%

Gliserin 5%

Sorbitol 5%

Sodium lauril sulfat 2%

Metil paraben 0,1%

BHT 0,5%

Aquades ad 100%

Berat seluruhnya yaitu 25 gram

Apakah fungsi dari penambahan metil paraben pada sediaan pasta gigi tersebut?

a)

Stabilizer

b)

Antioksidan

c)

Pengawet

d)

Deterjen