Font size
WorksheetsUjian Akhir Semester Kimia Analitik
Total questions: 40
Worksheet time: 30mins
Pernyataan yang benar dari gambar berikut adalah :
Senyawa tersebut merupakan ligan tridentat
Senyawa tersebut adalah ligan jenis bidentat
Senyawa tersebut merupakan senyawa kompleks
Pernyataan yang paling tepat mengenai senyawa kompleks adalah ...
Senyawa kompleks merupakan senyawa yang terbentuk akibat ikatan antara logam dengan suatu ligan. Jika senyawa tersebut dilarutkan dalam pelarut yang berbeda, maka kemungkinan akan menghasilkan warna yang berbeda sesuai dengan jenis pelarutnya.
Pembentukan senyawa kompleks bergantung pada jumlah logam yang akan direaksikan. Semakin banyak logam yang berikatan, maka semakin mudah untuk membentuk senyawa kompleks.
Senyawa kompleks yang paling stabil adalah senyawa kompleks logam besi dengan EDTA.
Suatu logam akan ditentukan kadarnya melalui titrasi kompleksometri. Logam tersebut adalah logam golongan utama. Titrasi dilakukan dengan menggunakan EDTA 0,28 M sebagai titran. Sebanyak 60 mL sampel logam dititrasi hingga berubah warna menjadi merah anggur. Volume EDTA yang diperlukan sampai titik akhir titrasi adalah 16,30 mL. Berapakah konsentrasi logam yang dihasilkan dari titrasi tersebut ?
0,076 M
4,564 M
16,800 M
Suatu logam akan ditentukan kadarnya melalui titrasi kompleksometri. Logam tersebut adalah logam golongan utama. Titrasi dilakukan dengan menggunakan EDTA 0,28 M sebagai titran. Sebanyak 60 mL sampel logam dititrasi hingga berubah warna menjadi merah anggur. Volume EDTA yang diperlukan sampai titik akhir titrasi adalah 16,30 mL.
Logam yang mungkin terdapat dalam sampel adalah :
Calsium, Timbal dan Kalium
Zink, tembaga dan nikel
Calsium, kalium dan tembaga
Suatu logam akan ditentukan kadarnya melalui titrasi kompleksometri. Logam tersebut adalah logam golongan utama. Titrasi dilakukan dengan menggunakan EDTA 0,28 M sebagai titran. Sebanyak 60 mL sampel logam dititrasi hingga berubah warna menjadi merah anggur. Volume EDTA yang diperlukan sampai titik akhir titrasi adalah 16,30 mL.
Jika sampel logam yang dimaksudkan adalah magnesium, maka berapakah massa magnesium dalam sampel tersebut ? (Ar Mg = 24 g/mol)
109,536 g
1,824 g
403,2 g
Suatu logam akan ditentukan kadarnya melalui titrasi kompleksometri. Logam tersebut adalah logam golongan utama. Titrasi dilakukan dengan menggunakan EDTA 0,28 M sebagai titran. Sebanyak 60 mL sampel logam dititrasi hingga berubah warna menjadi merah anggur. Volume EDTA yang diperlukan sampai titik akhir titrasi adalah 16,30 mL. Indikator yang mungkin digunakna dalam titrasi tersebut adalah ?
Eriochrome Black T
Indikator fluorescein
Amilum
Ligan EDTA termasuk jenis ligan ?
Monodentat
Bidentat
Polidentat
Suatu logam akan ditentukan kadarnya melalui titrasi kompleksometri. Logam tersebut adalah logam golongan utama. Titrasi dilakukan dengan menggunakan EDTA 0,28 M sebagai titran. Sebanyak 60 mL sampel logam dititrasi hingga berubah warna menjadi merah anggur. Volume EDTA yang diperlukan sampai titik akhir titrasi adalah 16,30 mL. Pada keadaan sebelum titik ekuivalen, pH larutan dapat dihitung dengan menganalogikan bahwa pH hanya bergantung pada konsentrasi?
EDTA
Sampel Logam
Kompleks logam-EDTA
Suatu sampel larutan dititrasi dengan menggunakan KSCN 0,66 M sebagai titrannya. Indikator yang digunakan adalah kation ferri. Hasil yang diperoleh pada titik akhir titrasi setelah penambahan 17 ml KSCN adalah pembentukan senyawa berwarna yang terlarut. Titrasi dilakukan dengan menggunakan erlenmeyer. Jenis titrasi yang memungkinkan untuk sampel tersebut adalah ....
Titrasi redoks
Titrasi kompleksometri
Titrasi argentometri
Suatu sampel larutan dititrasi dengan menggunakan KSCN 0,66 M sebagai titrannya. Indikator yang digunakan adalah kation ferri. Hasil yang diperoleh pada titik akhir titrasi setelah penambahan 17 ml KSCN adalah pembentukan senyawa berwarna yang terlarut. Titrasi dilakukan dengan menggunakan erlenmeyer. Jika konsentrasi sampel diketahui sebesar 0,45 M dengan volume sampel yang dititrasi adalah 25 ml. Berapakah pH pada saat titik ekuivalen tersebut ?
pH = - log √Ksp dari senyawa
pH = - log Ksp senyawa
pH = - log [sampel]
Suatu sampel larutan dititrasi dengan menggunakan KSCN 0,66 M sebagai titrannya. Indikator yang digunakan adalah kation ferri. Hasil yang diperoleh pada titik akhir titrasi setelah penambahan 17 ml KSCN adalah pembentukan senyawa berwarna yang terlarut. Titrasi dilakukan dengan menggunakan erlenmeyer. Konsentrasi KSCN pada saat titik akhir titrasi adalah ...
11,22 mmol
16,50 mmol
11,25 mmol
Pernyataan yang benar untuk titrasi argentometri adalah ....
Indikator yang digunakan dalam titrasi metode fajans adalah senyawa organik yang akan diadsorp oleh endapan
Titrasi argentometri melibatkan reaksi kompleks dalam pembentukan endapannya
Titrasi dengan metode Mohr menggunakan indikator titrasi ion Ag
Pernyataan yang paling tepat adalah ...
Senyawa H2O2 merupakan oksidator yang lebih kuat dibandingkan H3AsO4. Hal ini dikarenakan nilai potensial standar H2O2 lebih kecil dibanding H3AsO4
Semakin negatif nilai Eo maka menunjukkan bahwa zat tersebut mudah mengalami reduksi
Kesetimbangan redoks tercapai dengan cepat setiap penambahan volume titran
Pernyataan yang paling tepat adalah ...
Perubahan elektron adalah perubahan valensi molekul
Senyawa yang mengalami reduksi akan menerima elektron
Oksidator adalah zat ya
Indikator yang dapat digunakan dalam titrasi redoks adalah ...
Metilen blue dan difenil amin
Natrium bikarbonat dan amilum
Murexide dan EBT
Manakah langkah yang lebih efektif untuk pencucian pada metode gravimetri ...
Pencucian dilakukan dengan larutan koloid 30 ml sebanyak 1x
Pencucian dilakukan dengan larutan koloid sebanyak 10 ml dan dilakukan pengulang sebanyak 3x
Pencucian dilakukan dengan larutan koloid sebanyak 10 ml dan dilakukan pengulang sebanyak 2x
Suatu sampel XY sebesar 0,29 gram dilarutkan dalam pelarut polar. Setelah penambahan BaSO4 berlebih , kemudian terbentuk endapan dari kation X. Endapan kemudian disaring, dicuci, dikeringkan dan ditimbang. Berat endapan yang diperoleh adalah sebesar 0,012 gram. (Diketahui Ar Ba = 137 g/mol; Ar S = 32 g/mol; Ar O = 16g/mol, Ar X = 137 g/mol, Ar Y = 35,5 g/mol). Berapakah faktor gravimetri dari percobaan tersebut ?
0,15
0,19
0,74
Suatu sampel XY sebesar 0,29 gram dilarutkan dalam pelarut polar. Setelah penambahan BaSO4 berlebih , kemudian terbentuk endapan dari kation X. Endapan kemudian disaring, dicuci, dikeringkan dan ditimbang. Berat endapan yang diperoleh adalah sebesar 0,012 gram. (Diketahui Ar Ba = 137 g/mol; Ar S = 32 g/mol; Ar O = 16g/mol, Ar X = 137 g/mol, Ar Y = 35,5 g/mol). Berapakah selisih dari berat endapan dan berat sampel ?
0,278
0,170
0,354
Suatu sampel XY sebesar 0,29 gram dilarutkan dalam pelarut polar. Setelah penambahan BaSO4 berlebih , kemudian terbentuk endapan dari kation X. Endapan kemudian disaring, dicuci, dikeringkan dan ditimbang. Berat endapan yang diperoleh adalah sebesar 0,012 gram. (Diketahui Ar Ba = 137 g/mol; Ar S = 32 g/mol; Ar O = 16g/mol, Ar X = 137 g/mol, Ar Y = 35,5 g/mol). Berapakah kadar kation X dalam sampel tersebut ?
0,62 %
3,62 %
4,13 %
Kurva titrasi pada titrasi kompleksometri merupakan hasil plotting antara volume titran dengan (a)
pH pada saat penambahan 50 ml titran adalah sebesar ...
(a)
Jika titrasi dilakukan terhadap logam Ca dengan titran EDTA, maka setelah melewati titik ekuivalen, spesi yang tersisa (berlebih) adalah ...
(a)
Pada saat melakukan analisis gravimetri, setelah proses pengabuan, diperlukan (a) untuk menjaga kadar agar tidak berubah atau terpengaruh oleh lingkungan
Kontaminasi endapan oleh zat lain yang larut dalam pelarut disebut (a)
Diketahui senyawa Zn2+ memiliki nilai potensial reduksi sebesar -0,763. Senyawa MnO4- memiliki nilai potensial reduksi sebesar 1,51. Senyawa Zn2+ lebih mudah mengalami (a) reaksi dibanding MnO4-
Diketahui senyawa Zn2+ memiliki nilai potensial reduksi sebesar -0,763. Senyawa MnO4- memiliki nilai potensial reduksi sebesar 1,51. Senyawa Zn2+ lebih bersifat sebagai (a) dibanding MnO4-
Diketahui senyawa Zn2+ memiliki nilai potensial reduksi sebesar -0,763. Senyawa MnO4- memiliki nilai potensial reduksi sebesar 1,51. Nilai Eo sel dari kedua senyawa tersebut adalah … volt.
(a)
Titrasi argentometri merupakan titrasi pengendapan yang melibatkan pembentukan endapan dari (a) yang tidak mudah larut antara titran dan analit
Larutan baku AgNO3 harus terlebih dahulu distandarisasi menggunakan larutan NaCl karena AgNO3 termasuk larutan baku (a) tujuan standarisasi untuk mengetahui konsentrasi sebenarnya pada AgNO3.
(B / S ) Prinsip titrasi nitrimetri adalah pembentukan garam diazonium dari gugus amin aromatik primer.
(a)
(B / S ) Trapeolin OO adalah contoh indicator dalam titrasi diazotasi
(a)
(B / S ) Titrasi argentometri dengan metode volhard digunakan untuk penentuan ion halida dalam larutan yang bersifat basa.
(a)
(B / S ) pada titrasi redoks, untuk mencari nilai pH saat titik ekuivalen digunakan rumus persamaan Nerst
(a)
(B / S ). Asam kuinaldat digunakan untuk mengendapkan logam tembaga pada analisis dengan metode gravimetri.
(a)
(B / S ) Penentuan kadar kloramfenikol dapat menggunakan titrasi diazotasi.
(a)
(B / S ) Jenis titrasi argentometri adalah titrasi mohr, diazotasi dan fajans
(a)
(B / S ) Titrasi kompleksometri sebagian besar menggunakan indicator yang juga bertindak sebagai pengompleks
(a)
(B / S ) Titrasi merupakan metode penentuan kadar secara kuantitatif yang berdasarkan pada stoikiometri reaksi yang terjadi antara titrant dan indikator.
(a)
(B / S ) kalium dikromat merupakan senyawa ligan heksadentat.
(a)
senyawa tersebut merupakan jenis ligan ...
monodentat
bidentat
kuadridentat
