wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ekotoksikologi Perairan

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Menurut pendahuluan jurnal, apa kendala utama pemanfaatan bungkil inti sawit (BIS) sebagai bahan pakan sebelum difermentasi?

a)

Kandungan protein yang terlalu rendah.

b)

Ketersediaannya yang langka di Indonesia.

c)

Kandungan serat kasar, terutama mannan, yang tinggi.

d)

Harga yang lebih mahal dibandingkan pakan komersial.

2.

Bagaimana proses fermentasi menggunakan EM4 dapat meningkatkan kualitas pakan dari bungkil inti sawit menurut pembahasan dalam jurnal?

a)

Dengan cara meningkatkan kandungan lemak pada pakan.

b)

Dengan mengurangi kadar protein agar lebih mudah dicerna.

c)

Dengan menguraikan senyawa kompleks seperti antinutrisi dan serat kasar menjadi bentuk yang lebih sederhana.

d)

Dengan menambahkan mineral anorganik ke dalam bungkil inti sawit.

3.

Sungai Kapuas di Kalimantan Barat tercemar berat oleh merkuri (Hg). Apa sumber utama pencemaran tersebut?

a)

Limbah domestik

b)

Pertambangan Emas

c)

Tumpahan minyak

d)

Pupuk pertanian

4.

Proses peningkatan konsentrasi polutan dalam rantai makanan disebut:

a)

Bioakumulasi

b)

Biomagnifikasi

c)

Biodegradasi

d)

Sedimentasi

5.

Ikan patin di Sungai Kapuas terdeteksi mengandung merkuri. Apa risiko kesehatan bagi manusia yang mengonsumsinya?

a)

Gangguan pencernaan

b)

Kerusakan sistem saraf

c)

Penyakit kulit

d)

Gangguan pernapasan

6.

Manakah berikut ini yang BUKAN termasuk polutan anorganik?

a)

Merkuri (Hg)

b)

Timbal (Pb)

c)

Pestisida organoklorin

d)

Kadmium (Cd)

7.

Apa fungsi bioindikator dalam ekotoksikologi perairan?

a)

Menghasilkan oksigen

b)

Menunjukkan tingkat pencemaran air

c)

Meningkatkan pH air

d)

Menetralkan polutan

8.

Limbah perkebunan kelapa sawit di Kalbar umumnya mengandung polutan:

a)

Logam berat

b)

Pestisida dan bahan organik

c)

Radioaktif

d)

Mikroplastik

9.

Parameter berikut yang TIDAK digunakan dalam analisis kualitas air adalah:

a)

pH

b)

DO (Dissolved Oxygen)

c)

BOD (Biological Oxygen Demand)

d)

Kandungan alkohol

10.

Dampak jangka panjang pestisida di perairan adalah

a)

Penurunan populasi organisme non-target

b)

Peningkatan produktivitas primer

c)

Penurunan suhu air

d)

Akumulasi oksigen terlarut

11.

Teknologi bioremediasi untuk membersihkan merkuri dapat memanfaatkan

a)

Bakteri resisten merkuri

b)

Eceng gondok

c)

Pestisida

d)

Pupuk kimia

12.

Menurut jurnal, apa fungsi utama merkuri dalam proses pengerjaan perhiasan emas oleh para pengrajin?

a)

Sebagai bahan untuk mengeraskan emas agar tidak mudah patah.

b)

Sebagai bahan untuk memberi warna kilau keemasan pada perhiasan.

c)

Sebagai bahan untuk membersihkan dan memisahkan emas dari logam lain (pemurnian).

d)

Sebagai bahan pelapis anti karat untuk perhiasan emas.

13.

Dalam pembahasan, disebutkan bahwa merkuri dapat masuk ke dalam tubuh pengrajin emas tidak hanya melalui inhalasi (pernapasan). Bagaimana rute paparan lain yang dominan terjadi pada praktik kerja mereka?

a)

Melalui konsumsi air minum yang terkontaminasi di tempat kerja.

b)

Melalui kontak langsung dengan kulit karena tidak menggunakan sarung tangan atau baju pelindung.

c)

Melalui makanan yang dijual di sekitar lokasi kerja.

d)

Melalui penggunaan peralatan kerja yang tidak steril.

14.

Menurut jurnal, gejala-gejala gangguan neurologi akibat paparan merkuri yang dapat diamati meliputi

a)

Sakit perut, mual, dan gangguan pencernaan.

b)

Demam tinggi, batuk, dan sesak napas.

c)

Tremor, insomnia, kehilangan memori, dan disfungsi kognitif.

d)

Ruam kulit, gatal-gatal, dan pembengkakan.

15.

Apa kesimpulan utama yang dapat ditarik dari penelitian ini?

a)

Umur dan lama paparan adalah faktor utama yang menyebabkan gangguan neurologi pada pengrajin emas.

b)

Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar merkuri dalam urine dengan kejadian gangguan neurologi pada pengrajin emas.

c)

Semua pengrajin emas di Kecamatan Wajo dipastikan mengalami keracunan merkuri.

d)

Penggunaan merkuri dalam kerajinan emas tidak memiliki dampak kesehatan yang berarti.