wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Basic Life Support Quiz

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien dewasa ditemukan tidak sadar dan tidak bernapas. Setelah memastikan keamanan lokasi dan respons pasien, tindakan prioritas berikutnya dalam Basic Life Support (BLS) menurut AHA 2020 adalah:

a)

Pastikan patensi saluran napas dengan manuver head tilt-chin lift.

b)

Lakukan ventilasi mulut ke mulut segera.

c)

Panggil bantuan dan aktifkan sistem respons darurat.

d)

Lakukan kompresi dada segera sebanyak 30 kali.

2.

Dalam resusitasi jantung paru (CPR) pada orang dewasa, rasio kompresi-ventilasi yang dianjurkan adalah:

a)

15:2

b)

30:2

c)

5:1

d)

100-120 kompresi per menit tanpa ventilasi

3.

Seorang pasien tidak sadar dengan dugaan cedera tulang belakang. Maneuver jalan napas yang paling tepat untuk mencegah cedera lebih lanjut adalah:

a)

Maneuver head tilt-chin lift

b)

Maneuver jaw-thrust

c)

Maneuver triple airway

d)

Segera masukkan oropharyngeal airway (OPA)

4.

Bagaimana cara menentukan ukuran yang tepat dari jalan napas orofaring (OPA) untuk pasien dewasa?

a)

Ukur dari ujung hidung ke daun telinga.

b)

Ukur dari sudut mulut ke tragus telinga.

c)

Ukur dari gigi seri atas ke sternum.

d)

Bandingkan dengan diameter jari kelingking pasien.

5.

Seorang anak berusia 9 bulan dengan berat 10 kg mengalami demam 39 derajat Celsius. Berapa perkiraan kebutuhan cairan harian?

a)

1000 mL/hari

b)

1100 mL/hari

c)

1200 mL/hari

d)

1500 mL/hari

6.

Infus cairan yang paling umum digunakan sebagai cairan resusitasi awal dalam kasus dehidrasi parah adalah:

a)

Dextrose 5% dalam air

b)

Larutan Ringer Laktat

c)

NaCl 0,45%

d)

Albumin 25%

7.

Seorang perawat sedang menyiapkan infus untuk seorang pasien. Setelah selesai, dia menemukan bahwa area di sekitar situs tusukan bengkak, terasa dingin saat disentuh, dan tidak ada darah yang kembali saat flashback. Komplikasi yang paling mungkin terjadi akibat terapi intravena adalah:

a)

Thrombophlebitis

b)

Bakteremia

c)

Infiltrasi (ekstravasasi)

d)

Emboli udara

8.

Seorang pasien dibawa ke UGD dengan kesadaran yang menurun akibat cedera cerebrovaskular. Indikasi utama untuk penempatan Endotracheal Tube (ETT) pada pasien ini adalah:

a)

Administrasi nutrisi enteral.

b)

Perlindungan saluran napas dari aspirasi.

c)

Pengukuran tekanan vena sentral.

d)

Administrasi obat intravena rutin.

9.

Dalam persiapan untuk penempatan Endotracheal Tube (ETT), salah satu alat penting yang harus disiapkan dan termasuk dalam akronim STATICS (yang mencakup Stylet, Tube, Airlock, Tape, Introducer/Stylet, Connector, Suction) adalah Airlock. Apa fungsi Airlock dalam konteks ini?

a)

Untuk menghubungkan ETT ke sumber oksigen.

b)

Untuk mengukur kedalaman pemasangan ETT.

c)

Untuk mengembangkan cuff ETT.

d)

Untuk membersihkan saluran napas dari sekresi.

10.

Setelah penempatan Endotracheal Tube (ETT), langkah terpenting untuk mengonfirmasi penempatan ETT yang benar adalah:

a)

Mencari kondensasi uap pada ETT saat pasien bernapas.

b)

Meraba leher untuk merasakan getaran udara.

c)

Auskultasi perut, paru-paru kanan, dan paru-paru kiri.

d)

Hanya mengamati ekspansi dinding dada.