Font size
WorksheetsBAS (Belajar Asyk di Rumah) Kelas VI Part 4
Total questions: 50
Worksheet time: 4hrs 9mins
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari di sebelah barat
Mentari di sebelah barat
Ketika kerumunan tidak bersama
Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1)
"Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2)
Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. (3)
”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4)
Bukti latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditandai nomor ...
1
2
3
4
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari adalah ....
kalimat pertama pada paragraf pertama
Kalimat kedua pada paragraph pertama
Kalimat ketiga pada paragraf kedua.
Kalimat keempat pada paragraf kedua
Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1)
"Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2)
Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. (3)
”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4)
Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Kita harus menyesuaikan diri di mana pun berada.
Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak berguna.
Tidak ada kata terlambat untuk memaafkan.
Kita harus menghormati ibu yang telah melahirkan.
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi gadis kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya berteman denganku. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktris Maudy Ayunda, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan tinggi semampai macam Luna Maya
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cerpen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah:
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Orang pertama dan ketiga
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah:
A) Percaya diri
B) Mudah menyesuaikan diri
C) Sombong
D) Rajin berusaha
Percaya diri
Mudah menyesuaikan diri
Sombong
Rajin berusaha
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah:
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang.
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati siang tadi.”
Maksud puisi tersebut adalah:
A) Menceritakan tiga anak kecil datang
B) Menggambarkan anak kecil yang malu-malu
C) Menceritakan peristiwa sore itu
D) Menunjukkan pita hitam dalam karangan bunga
E) Menggambarkan peristiwa kedukaan
Menceritakan tiga anak kecil datang
Menceritakan peristiwa sore itu
Menunjukkan pita hitam dalam karangan bunga
Menggambarkan peristiwa kedukaan
Cermati teks puisi berikut
Ombak memecah di tepi pantai
Angin berhembus lemah-lembut
Puncak kelapa melambai-lambai
Di ruang angkasa awan bergelut
Burung terbang melayang
Serunai berseru adikku sayang
Pelikan bernyanyi berimbang-imbang
Tema teks puisi di atas adalah ….
kesunyian
kelembutan
kemesraan
kedamaian
Pagi hari berhambur cuaca nan cerah matahari menerobos kios-kios pasar. Tanpa sengaja aku kepergok Sri. Aku kikuk. Tak menyangka kalau Sri yang setahun tidak bertemu lantaran aku sibuk kuliah di kota, toh bertemu juga. Sri bendoyotan dengan belanja di tangan. Mau naik dokar barangkali.
Latar waktu dan tempat cuplikan cerpen tersebuta adalah ….
Pagi yang cerah di depan pasar
Pagi yang cerah di parkiran dokar
Pagi yang cerah di dalam kios pasar
Pagi yang cerah di depan warung sate
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : ka…kami tidak bawa hape
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Oce de (memeriksa kantong)
Markus : Ada gak? Tapi ngomong-ngomong, tempat ini aman ga? Tempat apa ne?
Timmy : Bekas menyimpan perkakas. Hey, Ini dia hapenya! N.95 lagi! Telpon orang tuanya! Suruh mereka bayar 1 milyar untuk 1 anak
Markus : Siap Bos… Berapa nomornya Hey anak? (seraya memperketat ikatan tangan Dimi)
Dimi : 08181234567
Suasana kutipan drama tersebut adalah …
a.tegang
b.santai
c.sedih
d.takut
tegang
santai
takut
sedih
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : ka…kami tidak bawa hape
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Oce de (memeriksa kantong)
Markus : Ada gak? Tapi ngomong-ngomong, tempat ini aman ga? Tempat apa ne?
Timmy : Bekas menyimpan perkakas. Hey, Ini dia hapenya! N.95 lagi! Telpon orang tuanya! Suruh mereka bayar 1 milyar untuk 1 anak
Markus : Siap Bos… Berapa nomornya Hey anak? (seraya memperketat ikatan tangan Dimi)
Dimi : 08181234567
Amanat kutipan drama di atas adalah …
Anak-anak hendaknya tidak membawa hp bila bepergian
Kita hendaknya selalu waspada terhadap tindak penculikan anak
Jangan membiarkan anak-anak bepergian tanpa didampingi orang dewasa
Orang kaya harus waspada tehadap anak-anaknya.
(1) Hari berikutnya Mahmud menceritakan apa yang dialaminya dengan Tuan Ragab prihal tas hitam kumal itu pada sahabat karibnya Ramhi. Dan Ramhi menanggapinya dengan emosi.
”Emang, sewa kamarmu sudah kaulunasi?”
”Belum.” Jawab Mahmud.
(2) ”Kau sungguh bodoh! Sok suci! Sok ikhlas! Miskin tapi sok kaya! Apa sih beratnya menerima tanda terima kasih. Mungkin itu bisa jadi modal kamu usaha. Kamu itu sungguh manusia aneh. Bayar sewa kamar saja nunggak berbulan-bulan tapi sok malaikat. Sok tidak butuh uang. Dasar kolot, tolol, bahlul, primitif! Sini berikan kartu namanya biar aku cari Tuan Ragab itu dan aku ambilkan bagianmu.”
Mahmud menggelengkan kepala.
(3) ”Kenapa tidak?!” Sengit Ramhi.
”Lelaki sejati tidak akan menjilat ludahnya!”
”Bah! Dasar primitif kolot! Jika kau masih mempertahankan kekolotan prinsip-prinsipmu di era global seperti ini, kau tidak akan survive! Kau akan binasa terlindas realitas!”
(4) ”Allah bersama orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”
Dengan muka kesal Ramhi meninggalkan Mahmud sambil bergumam,
”Semoga kau dapat petunjuk wahai manusia lugu yang kolot!”
Bukti bahwa Mahmud seorang yang kuat imannya terdapat pada pernyataan tokoh pada nomor….
1
2
3
4
Dinda adalah seorang pelayan putri bangsawan bernama Anggun. Dia dan putri itu memiliki tanggal ulang tahun yang sama. Namun, nasib mereka amat berbeda.
"Anggun... Bukan namanya yang indah, semua barang yang ia miliki pun indah," ucap Dinda sambil mengelap bros cantik hadiah ulang tahun Anggun. Saat itu Dia sedang membersihkan ruang tidur Anggun.
" sementara aku ? kemarin aku cuma diberi hadiah sepotong cokelat !" keluh Dinda lagi.
Bagaimana watak Dinda yang tercermin dalam teks tersebut ?
iri hari
baik hati
dermawan
pemalas
Dinda adalah seorang pelayan putri bangsawan bernama Anggun. Dia dan putri itu memiliki tanggal ulang tahun yang sama. Namun, nasib mereka amat berbeda.
"Anggun... Bukan namanya yang indah, semua barang yang ia miliki pun indah," ucap Dinda sambil mengelap bros cantik hadiah ulang tahun Anggun. Saat itu Dia sedang membersihkan ruang tidur Anggun.
" sementara aku ? kemarin aku cuma diberi hadiah sepotong cokelat !" keluh Dinda lagi.
Latar tempat dari cerita di atas adalah . . . .
halaman
ruang makan
dapur
ruang tidur
Manakah yang termasuk teks fiksi ?
Proses Gerhana Matahari
Sejarah Pembentukan PBB
Misteri kotak ajaib Ridwan
Sejarah Bandung Lautan Api
Berikut ini yang termasuk teks fiksi adalah . . ..
Biografi
Artikel
Fabel
Makalah seminar
" Saya merasa bersalah karena memakan makanan yang bukan hak saya. Saya ingin membayarnapel tersebut, tetapi saya tidak punya uang sepeserpun," ucap anak tersebut.
bagaimanakah sifat anak tersebut ?
sombong
serakah
ramah
baik hati
Teks untuk soal no 1-6
Kemarau tahun ini berlangsung sangat panjang. Pepohonan di hutan mulai layu. Rerumputan mengering. Banyak danau yang juga mengering. Hanya tinggal satu danau di hutan itu yang masih ada airnya.
Siang itu Kancil sangat haus. Persediaan air di rumah Kancil sudah habis. Kancil berusaha mencari air. Kancil menemukan danau yang masih berair. Karena terlalu haus, tanpa pikir panjang Kancil langsung menerjunkan diri ke danau.
“Inilah rezekiku,“ kata Kancil dengan hati berbunga-bunga.
Selain minum, Kancil juga mandi. Selesai mandi, Kancil ingin segera pulang. Tetapi Kancil tidak berhasil keluar dari danau. Dinding danau itu sangat terjal. Kancil selalu gagal naik ke permukaan danau.
Nasib mujur masih berpihak pada Kancil. Gajah datang ke danau. Gajah hendak mengambil air untuk minum. Kancil minta tolong kepada Gajah.
“Gajah sahabatku, tolonglah aku, angkat aku dari dasar danau ini!” Kancil mengiba minta pertolongan. Namun, Kancil tidak yakin permintaannya akan berhasil karena Gajah pernah ditipunya.
Gajah terdiam sesaat. Gajah teringat beberapa bulan yang lalu pernah ditipu oleh Kancil. Saat Kancil tercebur ke sumur. Kancil mengatakan pada Gajah dan Anak Gajah bahwa ia sedang menyelamatkan diri dari himpitan bumi dan langit. Gajah diajak oleh Kancil masuk ke sumur agar selamat. Ternyata Kancil hanya memperalat Gajah untuk menyelamatkan diri.
Setelah berpikir sejenak, Gajah tidak ingin memelihara rasa dendamnya. Gajah segera menjulurkan belalainya ke dasar danau.
“Kancil berpeganganlah pada belalaiku. Aku akan selamatkan kamu,” kata Gajah sambil menarik Kancil. Setelah berhasil terangkat dari dasar danau, Kancil mengucapkan terima kasih dan meminta maaf atas segala perbuatan masa lampaunya kepada Gajah.
Mengapa kancil berpikir gajah tidak akan menolongnya?
Gajah sering menipu Kancil.
Kancil pernah mencelakai Gajah.
Gajah pernah ditipu Kancil.
Kancil pernah mengejak Gajah.
Tokoh utama cerita di atas adalah….
Gajah
Kancil
Anak gajah
Buaya
Latar tempat cerita di atas yaitu ....
hutan yang tandus
danau yang kering
danau di dalam hutan
danau yang kering di dalam hutan
Watak Gajah pada cerita di atas yaitu ....
penyayang
penyabar
periang
pemaaf
"Inilah rezekiku," kata Kancil dengan hati berbunga-bunga.
Maksud pernyataan tersebut adalah ….
Kancil ingin menguasai danau sendirian
Kancil sudah tidak kehausan lagi
Kancil menemukan air minum
Kancil menemukan danau
Akhir cerita tersebut adalah….
Gajah membiarkan Kancil tetap berada di sungai.
Kancil mengejek Gajah meski Gajah sudah menolong Kancil.
Gajah meninggalkan Kancil karena masih sakit hati.
Gajah menolong Kancil dan Kancil berterima kasih pada Gajah.
Teks cerita untuk soal no 7-12!
Pak Tupai dan si Kelinci bersahabat sudah lama. Mereka hidup berdampingan. Pak Tupai sering mengingatkan si Kelinci agar tidak malas bekerja.
“Kelinci, kamu sudah mencari makan?” tanya Pak Tupai suatu siang.
“Ah, nanti saja kalau sudah sore, masih panas gini,” jawab si Kelinci sambil berebahan di rerumputan. Pak Tupai berlalu membawa makanannya pulang ke rumah.
Tiba-tiba langit mulai gelap, hujan gerimis disusul hujan deras. Bahkan, disertai dengan angin kencang. Saat malam menjelang, pintu rumah Pak Tupai ada yang mengetuk.
“Thok … thok!” si Kelinci mengetuk pintu dengan badan basah kuyup dan gemetaran. “Ada apa Kelinci, mengapa malam-malam datang ke sini?” tanya Pak Tupai sambil mempersilakan masuk.
“Aku kelaparan. Aku menyesal tidak menuruti nasihatmu,” kata si Kelinci sambil menundukkan wajah.
“Sudahlah, makanya jangan suka bermalas-malasan. Ayo, kita makan bersama!” ajak Pak Tupai sembari menuju ruang makan.
“Terima kasih Pak Tupai kau memang sangat baik”, kata kelinci.
Kelinci sangat bersyukur mempunyai teman yang baik hati dan mau menolongnya meski ia pemalas. Dalam hati, si Kelinci berjanji akan bekerja dengan giat dan semangat.
Mengapa Kelinci datang ke rumah Pak Tupai di malam hari?
Kelinci ingin bermalam di rumah Pak Tupai.
Kelinci kelaparan karena tadi tidak mencari makan.
Pak Tupai mengundang Kelinci untuk makan di rumahnya.
Kelinci berteduh di rumah Pak Tupai karena kehujanan.
Tokoh utama cerita di atas adalah….
Kancil
Kelinci
Pak Tupai
Pak Tani
“Ah, nanti saja kalau sudah sore, masih panas gini,” jawab si Kelinci sambil berebahan di rerumputan. Pak Tupai berlalu membawa makanannya pulang ke rumah.
Latar waktu penggalan cerita tersebut adalah … hari
pagi
siang
sore
malam
Watak Kelinci dari cerita di atas adalah….
rajin
pekerja keras
pemalas
dermawan
“Aku kelaparan. Aku menyesal tidak menuruti nasihatmu,” kata si Kelinci sambil menundukkan wajah.
Maksud pernyataan tersebut adalah ….
Kelinci menyesal karena tadi siang tidak membantu Pak Tupai mencari makan
Kelinci menyesal karena tidak mau makan siang Bersama Pak Tupai.
Kelinci menyesal karena tidak mencari makan saat siang hari
Kelinci merasa bersalah karena tidak membantu Pak Tupai
Akhir cerita tersebut adalah….
Kelinci mencari makan Bersama Pak Tupai
Kelinci bersyukur ditolong Pak Tupai dan berjanji lebih giat bekerja
Pak Tupai memarahi Kelinci karena Kelinci pemalas
Kelinci makan dan tidur di rumah Pak Tupai
“Maaf Bu!” pintaku santun dengan Bu Laras. “Saya mengantuk, Bu”.
“Tidak apa-apa, Sab. Silakan cuci muka kalau kau mengantuk, Sab!”
Serentak seisi kelas menertawakanku dengan membuatku malu serta kesal dengan diriku sendiri. leherku terasa sakit karena menahan tangis kekesalanku.
“Sudah-sudah! Anak-anak mengantuk itu manusiawi. Suatu saat kalian bisa saja mengantuk.” Nasihat Bu Laras dengan lembut dengan tenang.
Konflik batin kutipan cerita tersebut adalah ...
Permintaan Sab kepada Bu Laras.
Bu Laras mempersilakan Sab mencuci muka.
Sab kesal ditertawakan seisi kelas.
Bu Laras menghibur Sab yg kesal.
Saat pembelajaran berlangsung, Riri tiba-tiba berdiri dan berteriak, “Kecoa…kecoa…” Ibu Guru Fani segera mendatangi Riri, sedangkan teman-teman Riri banyak yang ikutberdiri.
“Ada apa Ri?” tanya Bu Fani.
“Ada kecoa di dalam tasku, Bu.”
Sementara di sudut kelas Bondi tersenyum sendiri. Roy yang melihat sikap Bondi kemudian bertanya, “Kenapa Bon, Kau senyum-senyum sendiri?”
“Aku senang bisa lihat Riri teriak-teriak sepertiitu.”
“Ooo jadi kamu, Bon yang jail pada Riri?”
“Salah sendiri suka marah kalau di tanya” jawab Bondi.
“Bu Guru…Bondi yang masukkan kecoa dalam tas Riri!” teriak Roy.
Bu Fani lantas mendatangi Bondi dan meminta Bondi untuk melakukan kewajibannya. Bondi terduduk diam menerima perintah dari Bu Fani. Iakemudian berdiri dan berjalan menuju tempat duduk Riri.
“Maafkan aku Riri.” Kata Bondi.
Mereka kemudian bersalaman. Bu Fani menasehati Bondi untuk tidak mengulang kejahilannya itu lagi. Bondi mengangguk tanda setuju.
Akhir konflik cerita tersebut adalah…
Bondi dan Riri bersalaman di depan Bu Fani.
Bondi meminta maaf dan berjanji pada seluruh temannya
Bu Fani menasehati Bondi supaya tidak mengulang kesalahannya
Riri memaafkan perbuatan Bondi dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya
Seekor tupai dan burung hantu baru saja menemukan hutan kecil. Mereka hidup bersahabat. Suatu saat tupai mengajak burung hantu untuk membangun tempat berlindung.
Mereka bahu membahu membangun sarangnya masing-masing dan sesekali saling membantu. Pada akhirnya, sarang mereka sudah terbentuk dengan baik.
Tiba-tiba langit mulai mendung, hujan deras mengguyur tempat tersebut. Bahkan angin kencang mulai bersautan. Di saat suasana mulai mencekam, sarang tupai yang dibangun di batang kecil mulai rusak.
“Pai … tupai!” burung hantu berteriak memanggil sahabatnya.
Berlindunglah di sini, sarangku cukup kuat menghadapi badai ini!” burung hantu berusaha meyakinkan sahabatnya.
Akhirnya badai berlalu malam itu, mereka pun dapat beristirahat dengan tenang di sarang burung hantu.
Amanat dalam cerita tersebut adalah kitaharus….
tolong-menolong
persahabatan
berbagi pada sesama
rajindalambekerja
Di suatu tempat, hiduplah seekor kelinci pincang. Ia kesulitan saat mencari makan dan minum karena kakinya yang pincang. Siang itu kelinci hendak pergi ke pinggir sungai. Ia sangat kehausan. Di tengah jalan ia bertemu dengan kambing buta yang juga kehausan. Kelinci ingin sekali menolong kambing itu.
“Bagaimana aku bisa menolong kambing itu?”, gumamnya dalam hati.
Sejenak ia berpikir. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya sebuah ide.
“Kambing, aku ingin sekali menolongmu. Tapi karena juga mempunyai keterbatasan sepertimu, bagaimana kalau aku menolongmu, dan kamu menolongku”, kata kelinci.
“Aku menolongmu, bagaimana caranya?”, jawab kambing.
“Aku akan naik ke punggung mu dan akan berjalan dengan kakimu. Kamu berjalan mengikuti aba-aba yang aku berikan. Kita akan menuju sungai dan kita akan minum untuk menghilangkan haus”, jelas sang kelinci pada kambing.
Tema dari penggalan cerita tersebut adalah ….
dunia hewan
kerja sama
toleransi
Rang-Rang mendengar suara langkah kaki. Dicarinya sumber suara itu dengan hati-hati. Di balik semak-semak, ia melihat seorang pemburu dengan senapannya yang siap membidik. Rang-Rang mengamati arah bidikan pemburu itu. Ia menemukan Rusa yang sahabat baiknya yang menjadi target.
“Rusaaa, cepat kau pergi dari tempat itu!” teriak Rang-Rang. Ia berlari mendekati Rusa untuk memberitahu keberadaan pemburu. Namun, langkah kaki pemburu jauh lebih cepat darinya. Rusa sama sekali tak beranjak dari tempatnya.
“Aku harus mencari ide untuk menyelamatkan Rusa.” gumam Rang-Rang.
Akhirnya, ia mendekati tubuh pemburu dan menggigit kakinya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba, Duarrr ... Suara tembakan terdengar memecah keheningan senja. Rusa dan hewan lainnya berlarian melarikan diri. Sementara itu, Rang-Rang terhempas dari tubuh pemburu dengan tubuh penuh luka.
Prediksi yang akan terjadi jika Rang-Rang tidak menggigit kaki pemburu adalah ….
Rang-Rang tetap bersahabat dengan Rusa.
Rang-Rang tetap sehat dan selamat.
Pemburu dapat menembak Rusa.
Rusa berlari menjauhi pemburu
Teks cerita untuk soal no 18-19!
Musim kemarau telah mulai menyusutkan air di sebuah kolam kecil. Beberapa ikan kecil dan ketam mulai gelisah menghadapi kenyataan tersebut. Datanglah seekor bangau yang sedang mencari keong kecil untuk dimakan.
“Mengapa kalian gelisah seperti itu, bukankan aku tidak memakanmu?” sapa bangau pada ikan dan ketam.
“Kami takut kalau nantinya air kolam ini mengering, kami bisa mati karena keadaan seperti itu,” Jawab ikan kecil.
“Tenang, jika kalian bersedia pindah maka aku rela membantu kalian menuju sebuah telaga yang tak jauh dari sini.” Sambil menunjuk ke arah telaga yang dimaksud oleh bangau.
Akhirnya mereka bersedia untuk pindah ke tempat yang baru di bantu oleh bangau. Satu persatu mereka dibawa terbang oleh bangu dan terakhir si ketam yang dibawa terbang dengan cara berpegangan pada leher bangu.
Ketam dibawa terbang sampai pada suatu tempat yang tinggi di atas pohon.
“Mengapa engkau bawa aku kemari, bukankah ini adalah sarangmu bersama anak-anakmu?” dengan wajah kebingungan ketam masih berpegangan pada bangau.
“Betul ketam, aku telah berbohong kepada kalian, anak-anakku sangat kelaparan sehingga terpaksa harus mencari makanan sebanyak-banyaknya.” Jawab bangau sambil menatap wajah anak anaknya.
Keteladanan tokoh Bangau dalam penggalan cerita tersebut adalah ....
menyayangi keluarga
mudah berbohong
mudah bingung
bersikap rakus
Nilai moral yang kurang baik dari tokoh Burung Bangau dalam cerita tersebut adalah ...
baik hati
suka menolong
berbohong
rakus
Seekor kucing bersahabat dengan Burung Nuri. Erat sekali persahabatan mereka. Mereka ingin mempererat persahabatan dengan bergantian mengundang makan. Setelah diundi, kucinglah yang harus mengundang pertama kali. Ternyata kucing itu sangatlah kikir. Ia tidak menyediakan suatu apapun untuk makan bersama. Ia hanya menyediakan satu botol kecil susu, semangkuk ikan, dan sepotong kue. Burung Nuri pun tetap sopan, ia tidak menunjukkan kekecewaannya.
Setelah beberapa hari, datanglah giliran Burung Nuri untuk mengundang Kucing. Ia menyediakan makanan yang lezat-lezat. Di atas meja disediakan daging panggang, air teh satu poci, sekeranjang buah-buahan, dan kue-kue. Tanpa basa basi, Kucing segera melahap semua makanan itu tanpa tersisa.
Keteladanan tokoh Burung Nuri dalam cerita tersebut adalah ...
tinggi hati
murah hati
lemah hati
rendah hati
pelaku dalam cerita adalah ...
Tokoh
amanat adalah ....
tokoh cerita
Sebuah pesan dalam cerita
ada berapa unsur intrinsik cerita ?
3
4
5
6
suasana cerita adalah...
latar
amanat
alur
tema
unsur intrinsik cerita adalah .....
Unsur intrinsik adalah unsur pembangun yang ada di dalam cerita.
Unsur intrinsik adalah unsur tambahan yang ada di dalam cerita.
Unsur intrinsik adalah unsur perusak yang ada di dalam cerita.
Unsur intrinsik adalah unsur kehidupan yang ada di dalam cerita.
Sentuhan Emas
Suatu hari hiduplah seorang lelaki serakah di sebuah kota kecil. Dia sangat kaya, dan dia mencintai emas dan semua hal mewah.
Suatu hari, dia kebetulan melihat peri. Rambut peri itu tersangkut di beberapa cabang pohon. Dia membantunya, tetapi tiba-tiba hatinya diliputi rasa serakah, dia menyadari bahwa dia memiliki kesempatan untuk menjadi lebih kaya dengan meminta permohonan balasan (dengan membantu si peri).
Peri itu berkata akan mengabulkan satu permohonannya.
Laki-laki itu berkata, “Saya ingin semua yang saya sentuh berubah menjadi emas.” Dan keinginannya dikabulkan oleh peri.
Pria serakah itu bergegas pulang untuk memberi tahu istri dan putrinya tentang keinginannya, sambil menyentuh batu dan kerikil dan menyaksikannya berubah menjadi emas. Begitu dia sampai di rumah, putrinya bergegas menyambutnya.
Begitu dia membungkuk untuk mengangkat hendak memeluk putrinya. Sang putripun berubah menjadi patung emas. Dia sangat bersedih dan mulai menangis serta mencoba untuk menghidupkan kembali putrinya.
Dia pun menyadari kebodohannya dan menghabiskan sisa hari-harinya mencari peri untuk membatalkan kemampuannya dan mengembalikan putri kesayangannya menjadi manusia kembali.
siapakah tokoh dalam cerita tersebut?
lelaki serakah dam peri
lelaki seraakah dan singa
lelaki serakah dan tikus
lelaki serakah dan kerikil
rangkaian kejadian dalam cerita disebut ....
alur
tokoh
penokohan
amanat
watak atau sifatnya pelaku adalah ....
tokoh
penokohan
alur
amanat
Anika menemukan tiga kotak berwarna ungu, biru, dan kuning di kamar ibunya. Kata ibunya jika ada tiga sahabat yang menyukai warna seperti pada kotak itu akan mendapatkan petualangan indah dan sekaligus mendapatkan berlian itu. Tapi waktu yang diberikan untuk berpetualang hanya satu jam. Anika menyukai warna ungu. Tamika, teman dekat Anika, menyukai warna biru. Dan Chika menyukai warna kuning.
“Saya ingin mencoba petualangan indah itu Bu. Saya punya sahabat yang menyukai warna itu,” Anika meyakinkan ibunya.Dengan kesepakatan ketiga sahabat itu berkumpul di rumah Anika. Minggu pukul 6 mereka semua masuk ke kamar Anika yang serba Biru. Di kamar Anika serasa ada di langit.
Latar waktu pada kutipan cerita fantasi di atas terjadi pada...
Pagi hari
Sore hari
Siang hari
Malam hari
"Aduh, sakit!" Suara Kelinci Kecil menggelegar di sudut kebun Pak Rusa. Wajahnya tampak seputih kapas dan titik-titik air mulai membanjiri matanya. Ia terduduk di tanah sambil memegangi kakinya. Burung Pipit, yang sedang bertengger di dahan pohon dekat kebun itu, segera terbang menghampirinya."
Tokoh yang terdapat pada cerita tersebut adalah ...
Kelinci dan Pak Rusa
Kelinci dan burung pipit
Pak Rusa dan burung pipit
Pak rusa dan pohon
