wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post Test Profesi dan Kewirausahaan DPK Kelas X

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan technopreneur?

a)

Technopreneur adalah seorang pengusaha yang memanfaatkan teknologi sebagai inti dari usahanya untuk memasarkan produk atau layanan berbasis teknologi yang inovatif

b)

Techopreneur adalah seorang pengusaha yang menyediakan jasa konsultasi teknologi untuk perusahaan lain, tanpa pernah membuat produk teknologi sendiri

c)

Technopreneur adalah seorang yang mengelola bisnis fisik (seperti toko retail) sembari menggunakan aplikasi sederhana untuk administrasi, tanpa inovasi produk teknologi

d)

Technopreneur adalah seorang yang bekerja sebagai vendor teknologi untuk perusahaan besar, tetapi bukan pencipta produk atau layanan inovatif

2.

Bagaimana technopreneurship berbeda dari entrepreneurship biasa?

a)

Karena Entrepreneurship biasa selalu menggunakan teknologi canggih dalam setiap usaha.

b)

Karena Techopreneurship hanya fokus pada perdagangan konvensionaltanpa teknologi.

c)

Karena Technopreneurship menekankan pada penggunaan teknologi sebagai landasan bisnis.

d)

Karena Technopreneurship adalah usaha yang hanya dijalankan di sektor pertanian.

3.

Apa tugas utama seorang drafter ?

a)

Menyusun laporan keuangan proyek dan mengatur anggaran pembangunan.

b)

Membuat gambar teknis bangunan (2D/3D) berdasarkan konsep arsitek atau insinyur.

c)

Menjual bahan bangunan kepada kontraktor dan pemilik rumah.

d)

Mengerjakan desain interior ruangan tanpa mengikuti arahan teknis arsitek.

4.

Sebutkan 3 contoh profesi yang terkait dengan lulusan DPIB!

(a)  

5.

Apa perbedaan Arsitek dengan Drafter?

a)

Arsitek mengerjakan gambar teknis, sedangkan drafter hanya menghitung biaya pembangunan.

b)

Arsitek bertugas mengawasi pekerja di lapangan, sedangkan drafter mengurus pembelian material.

c)

Arsitek dan drafter sama-sama bertugas membangun rumah secara fisik.

d)

Arsitek bertanggung jawab pada konsep desain dan estetika bangunan, sedangkan drafter membantu menuangkan ide tersebut menjadi gambar teknis yang detail.

6.

yang merupakan contoh technopreneurship di bidang desain bangunan adalah...

a)

Menjual bahan bangunan di toko konvensional tanpa teknologi.

b)

Membuka jasa desain interior 3D secara online dengan teknologi rendering realistis dan konsultasi virtual.

c)

Menjadi pengawas lapangan pada proyek pembangunan yang memakai materialnya.

d)

Menrancang komposisi batu bata sesuai dengan permintaan pelanggan.

7.

Apa yang dimaksud jasa rendering?

a)

Jasa rendering adalah layanan membuat gambar 3D realistis dari desain bangunan hingga realistis sebelum dibuat.

b)

Jasa rendering adalah layanan menghitung biaya pembangunan proyek.

c)

Jasa rendering adalah layanan mengirimkan material bangunan ke lokasi proyek

d)

Jasa rendering adalah layanan merancang struktur bangunan agar tahan gempa.

8.

Mengapa peluang usaha digital di bidang DPK semakin berkembang?

a)

Karena kemajuan teknologi memudahkan promosi jasa melalui media online dan kebutuhan visualisasi digital di dunia konstruksi semakin tinggi.

b)

Karena pembangunan rumah sekarang hanya dilakukan secara manual tanpa bantuan teknologi.

c)

Karena pekerjaan di bidang konstruksi sudah tidak membutuhkan gambar atau desain.

d)

Karena jasa desain bangunan hanya diminati di pedesaan dan tidak memerlukan promosi.

9.

Apa modal awal yang dibutuhkan untuk usaha jasa desain digital?

a)

Perangkat komputer mempuni, internet, software digital, dan kemampuan.

b)

Alat tulis manual, peralatan praktek bangunan, kemampuan, dan bahan bangunan.

c)

Modal uang, peralatan gambar manual, ruang studio, dan kemampuan.

d)

Alat ukur, software, peralatan gambar, dan kemampuan.

10.

Bagaimana cara siswa SMK DPK memulai usaha kecil di bidang desain?

a)

Mengandalkan pinjaman modal besar baru kemudian mengembangkan keterampilan desain.

b)

Menawarkan jasa tanpa portofolio atau contoh hasil pekerjaan kepada calon klien.

c)

Mengabaikan teknologi dan hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut tanpa strategi.

d)

Dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk menerima proyek kecil dari tetangga, teman, atau mempromosikan jasa di media sosial.

11.

Bagaimana cara menumbuhkan jiwa technopreneur sejak di bangku SMK?

a)

Hanya menunggu peluang datang tanpa berusaha mengembangkan keterampilan.

b)

Mengikuti pelatihan teknologi baru, membuat proyek kreatif, dan belajar pemasaran digital.

c)

Lebih memfokuskan diri bermain media sosial untuk hiburan dari pada belajar teknologi.

d)

Menghindari tantangan dan tidak mau ikut kegiatan yang berhubungan dengan inovasi.

12.

Jika kamu ahli dalam pengoperasian Theodolit dan praktek tanah, usaha apa yang bisa kamu buat?

a)

Membuka jasa pengukuran dan pemetaan lahan (surveying).

b)

Menjual material bangunan seperti pasir dan semen.

c)

Membuka jasa dekorasi interior rumah tanpa melakukan pengukuran lahan.

d)

Membuka usaha katering untuk proyek pembangunan.

13.

Hubungan antara keterampilan desain dan peluang usaha adalah?

a)

Keterampilan desain tidak ada hubungannya dengan peluang usaha di bidang jasa desain.

b)

Semakin tinggi keterampilan desain, semakin sulit mendapatkan klien karena teknologi tidak dibutuhkan.

c)

Semakin tinggi keterampilan desain yang dikuasai, semakin besar peluang untuk membuka usaha di bidang jasa desain, visualisasi, dan konsultasi bangunan.

d)

Semakin tinggi keterampilan desain, maka semakin luas peluang usaha karena padar sudah penuh.

14.

Apa manfaat mengikuti lomba desain bagi siswa SMK bidang DPK?

a)

Agar menambah pengalaman dan membuka peluang kerja.

b)

Agar tidak perlu belajar di sekolah.

c)

Agar bisa terhindar dari tugas praktik.

d)

Agar dapat membuka kesempatan magang lebih besar dan naik kelas.

15.

Berikut yang bukan merupakan inovasi pekerjaan di bidang Teknik Sipil yaitu..

a)

Green Building dan Material ramah lingkungan.

b)

Drone untuk survei dan pemetaan.

c)

3D Printing bangunan.

d)

Pengukuran luas lahan bangunan.

16.

Seorang siswa SMK DPK ingin memulai usaha visualisasi desain bangunan dengan modal terbatas.
Langkah strategi yang paling tepat untuk memulai usaha tersebut adalah ….

a)

Membeli alat berat untuk proyek kontruksi dan menawarkan jasa peminjaman alat berat.

b)

Menawarkan jasa desain manual dengan gambar tangan saja kepada teman-teman melalui mulut ke mulut.

c)

Menggunakan komputer pribadi, software gratis/open source, membuat portofolio digital, lalu mempromosikannya secara online.

d)

Menunggu sampai memiliki kantor fisik besar sebelum menerima klien.

17.

Dalam konteks inovasi pekerjaan teknik sipil, seorang pengusaha memutuskan membeli drone untuk pemetaan.
Bagaimana cara memaksimalkan pemanfaatan teknologi drone?

a)

Membuka penyewaan drone unttuk pekerjaan lapangan kontruksi kemudian menjualnya jika sudah tidak terupdate.

b)

Menggunakan drone hanya untuk hobi fotografi pribadi diselingi dengan penyewaanya untuk kontruksi pemetaan.

c)

Menggunakan drone hanya untuk memantau pemetaan pekerjaan di lapangan.

d)

Menggabungkan data hasil pemotretan drone dengan software CAD/BIM untuk menghasilkan peta topografi 3D yang detail.

18.

Jika sebuah tim desain tidak menguasai software CAD dan rendering, apa dampak jangka panjangnya terhadap usaha jasa desain?

a)

Tidak ada pengaruh karena klien lebih menyukai gambar manual.

b)

Menjadi sulit bersaing, hasil kerja kurang presisi, dan peluang proyek menurun.

c)

Proyek akan otomatis dikerjakan pihak lain tanpa perlu bersaing.

d)

Semakin banyak klien karena desain manual lebih cepat.

19.

Sebuah tim technopreneur di bidang konstruksi ingin menggunakan teknologi IoT (Internet of Things) pada bangunan yang mereka rancang.
Jika kamu menjadi bagian tim tersebut, inovasi apa yang paling tepat untuk meningkatkan nilai jual proyek?

a)

Menggunakan IoT hanya untuk menyalakan lampu rumah dengan ponsel.

b)

Membatasi penggunaan IoT hanya pada kantor perusahaan.

c)

Mengabaikan IoT karena tidak berpengaruh terhadap proyek konstruksi.

d)

Menambahkan sensor untuk memantau struktur bangunan (misalnya getaran dan suhu) dan menampilkan data secara real-time pada aplikasi klien.

20.

Seorang wirausaha di bidang desain bangunan memutuskan untuk menggunakan Virtual Reality (VR) untuk presentasi proyek kepada klien.
Apa nilai strategis dari keputusan tersebut?

a)

Hanya menambah biaya tanpa keuntungan lainnya.

b)

Membuat klien dapat menilai desain secara interaktif sehingga mempercepat pengambilan keputusan.

c)

Menggantikan seluruh peran arsitek sepenuhnya.

d)

Menghilangkan kebutuhan komunikasi langsung dengan klien.