NEW
Font size
WorksheetsINHOUSE TRAINING PENGGUNAAN SPIROMETER
Total questions: 8
Worksheet time: 3mins
Spirometer Adalah
metode untuk mengukur fungsi Paru, menilai volume udara total yang diekspirasi setelah inspirasi maksimal
metode untuk mengukur fungsi Paru, menilai volume udara total yang diekspirasi maksimal
metode untuk mengukur fungsi Paru, menilai volume udara total yang diinspirasi maksimal
metode untuk mengukur fungsi Paru dan Jantung, menilai volume udara total yang diekspirasi setelah inspirasi maksimal
Persiapan Tindakan Spirometri yang bisa dilakukan
Alat spirometer yang telah dikalibrasi untuk volume dan arus minimal 1 kali dalam sebulan
Memasukkan data ke dalam alat spirometri berupa pemeriksaan KV, KVP, VEP1
Memastikan suhu udara diatas 400celcius
Alat spirometer yang telah dikalibrasi untuk volume dan arus minimal 1 kali dalam seminggu
Berikut Adalah Tujuan Tatalaksana Asma Eksaserbasi , kecuali
Mengatasi penyempitan saluran napas sesegera mungkin
Mengurangi hipoksia
Segera mengembalikan fungsi paru ke keadaan norma
Mengevaluasi dan memperbaharui tata laksana jangka panjang untuk mencegah kekambuhan
Hal yang tidak bisa dilakukan pada penderita Asma Ringan
Pemberian O2 untuk mempertahankan saturasi 93-95% (anak-anak 94-98%)
Agonis beta 2 kerja singkat
Pertimbangkan Magnesium IV
Inhalasi kortikosteroid dosis tinggi atau kortikosteroid oral
Indikasi pasien asma berat bisa dipulangkan
Frekuensi Nadi >120x/menit
Peak Flow (APE) > 60%
Saturasi Oksigen < 94%
Frekuensi Napas >30x/menit
Pada pasien dengan PPOK, Saluran pernapasan sudah menyempit melalui proses dibawah ini, kecuali
Penebalan dari dinding perifer bronkiolus oleh karena inflamasi
Oklusi lumen oleh mukus dan eksudat inflamasi
Gangguan pada dinding alveolus
Penyempitan yang dikarenakan stenosis spinal
Berikut Adalah Perbedaan PPOK dan Asma
Peningkatan IgE pada PPOK sering , sedangkan peningkatan IgE pada Asma jarang
Eosinofil pada PPOK sering, sedangkan Eosinofil pada asma jarang
Saluran Napas pada PPOK tidak reversible penuh, reversible Sebagian dengan bronkodilator sedangkan pada asma sangat reversible dan fungsi paru bisa kembali normal
Sputum Purulen pada PPOK jarang , dan sputum purulen pada asma sangat khas
Pasien PPOK dari rawat inap bisa terindikasi menjadi pasien ICU jika
Ditemukan tanda cyanosis / edema
Hipoksemia atau PaO2 <50 mmHg atau PaCO2 >50 mmHg dan memerlukan alat bantu napas
Hemodinamik stabil
Diagnosis yang belum jelas
