NEW
Font size
WorksheetsDepag PCK 09-08-2025
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
Ibu Rini adalah guru kelas V yang sedang menghadapi tantangan dalam menjaga suasana kelas yang kondusif. Dalam beberapa pekan terakhir, ia mengamati adanya kecenderungan sebagian peserta didik untuk menarik diri, tidak aktif saat diskusi kelompok, bahkan enggan mengungkapkan pendapat saat diminta. Di sisi lain, beberapa siswa tampak mendominasi kelas dan bersikap kurang peka terhadap teman- temannya. Ibu Rini menyadari bahwa suasana kelas yang aman dan nyaman sangat penting untuk menumbuhkan keberanian belajar dan rasa percaya diri murid. Dari langkah-langkah berikut, manakah yang paling tepat dilakukan oleh Ibu Rini untuk membangun lingkungan kelas yang aman dan nyaman secara psikologis maupun sosial bagi semua peserta didik?
Menyusun aturan kelas yang ketat dan menginformasikan sanksi tegas agar peserta didik tertib dan tidak saling mengganggu satu sama lain.
Mengatur tempat duduk berdasarkan tingkat prestasi agar siswa berprestasi dapat menjadi contoh positif bagi siswa lain dalam kelompok belajarnya.
Menunjuk murid yang pasif untuk aktif menjawab secara langsung agar mereka terlatih untuk tampil percaya diri dalam diskusi terbuka.
Menyediakan ruang refleksi emosional di kelas, menerapkan aktivitas pembuka yang membangun rasa aman, serta menciptakan budaya saling menghargai antarteman
Mengurangi diskusi kelompok dan fokus pada pembelajaran individu agar peserta didik lebih tenang dan tidak merasa terintimidasi oleh dominasi teman.
Pak Indra mengajar di sekolah yang siswanya berasal dari latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang sangat beragam. Ia menyadari bahwa sebagian siswa tampak tidak percaya diri, jarang terlibat dalam diskusi kelas, dan memilih untuk diam meskipun paham materi. Dalam beberapa kesempatan, Pak Indra juga melihat beberapa siswa merasa takut melakukan kesalahan, bahkan dalam suasana latihan atau simulasi yang seharusnya bisa digunakan sebagai ruang eksplorasi. Pak Indra kemudian mengevaluasi pendekatannya dan menyadari bahwa menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman adalah fondasi penting agar semua peserta didik dapat bertumbuh tanpa rasa takut, malu, atau terintimidasi. Berdasarkan situasi tersebut, manakah strategi yang paling tepat dilakukan oleh Pak Indra untuk membangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman secara menyeluruh bagi seluruh peserta didik?
Menekankan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, memberikan pujian pada upaya bukan hasil akhir, serta menerapkan rutinitas harian yang membuat siswa merasa diterima dan dihargai.
Memberikan reward khusus pada siswa yang paling aktif di setiap sesi pembelajaran agar siswa lain terpacu untuk bersaing.
Menghindari memberikan pertanyaan terbuka dalam diskusi agar tidak ada siswa yang merasa malu menjawab salah di depan teman-teman.
Membentuk kelompok belajar berdasarkan minat dan kemampuan tinggi agar diskusi berjalan efektif dan hasil belajar maksimal.
Menyediakan sesi konsultasi pribadi di luar jam pelajaran untuk membahas perasaan siswa terhadap lingkungan kelas.
Bu Ratna mengajar di kelas yang terdiri dari peserta didik dengan karakteristik berbeda. Ia menyadari bahwa suasana kelas sering tegang, terutama saat pembelajaran berlangsung. Beberapa siswa terlihat ragu untuk bertanya atau berpendapat, sementara siswa lainnya tampak dominan dan tidak memberi ruang pada teman sekelasnya. Bu Ratna ingin menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendukung keterlibatan aktif, tetapi juga menumbuhkan rasa saling menghargai antar siswa. Dari tindakan berikut, manakah yang paling tepat diterapkan Bu Ratna untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman secara psikologis dan nyaman secara sosial bagi semua peserta didik?
Memberikan penilaian tambahan untuk siswa yang aktif agar mendorong siswa lain lebih percaya diri dalam berpartisipasi.
Menyusun aturan kelas bersama siswa yang menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecepatan menyelesaikan tugas.
Menyusun kesepakatan kelas bersama siswa yang menekankan sikap saling menghargai, mendengarkan, serta menghormati perbedaan setiap individu.
Menyediakan reward harian bagi siswa yang menyelesaikan tugas paling cepat agar tercipta motivasi dalam belajar.
Menugaskan siswa yang percaya diri sebagai mentor kelompok kecil agar bisa membantu temannya yang kurang aktif.
Pak Damar mengajar di kelas dengan latar belakang peserta didik yang sangat beragam, baik secara akademik maupun sosial-emosional. Beberapa siswa menunjukkan kecenderungan untuk menarik diri dari kegiatan kelompok, sementara sebagian lainnya
terlalu dominan dalam diskusi. Ada juga siswa yang cemas saat harus tampil atau menyampaikan pendapat. Dalam beberapa minggu terakhir, Pak Damar mencatat bahwa partisipasi siswa semakin menurun dan suasana kelas menjadi pasif. Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman secara sosial dan emosional, manakah strategi yang paling tepat dilakukan oleh Pak Damar sebagai langkah awal?
Memberikan pelatihan keterampilan presentasi dan berbicara di depan umum agar siswa lebih siap dan percaya diri saat menyampaikan pendapat.
Mengatur kelompok belajar berdasarkan kemampuan akademik agar siswa dengan kemampuan tinggi bisa membantu siswa lain.
Memberikan reward bagi kelompok yang paling aktif dalam diskusi sebagai bentuk motivasi.
Memberikan umpan balik secara langsung dan terbuka di depan kelas agar semua siswa mendapat pelajaran bersama.
Mengembangkan kebiasaan harian seperti morning circle atau check-in emosional untuk menciptakan rasa saling percaya dan keamanan dalam kelas.
Bu Sari mengajar di kelas VII dengan keberagaman karakter siswa, termasuk beberapa anak yang baru pindah sekolah, satu siswa dengan kebutuhan khusus, dan beberapa siswa yang sering diam dalam diskusi kelompok. Dalam pengamatannya, ia menemukan bahwa interaksi antarsiswa sangat terbatas dan hanya terjadi dalam kelompok tertentu saja. Sebagian siswa juga tampak enggan untuk bertanya atau mengemukakan pendapat karena takut dikritik teman-temannya. Bu Sari ingin
menciptakan lingkungan belajar yang mendorong partisipasi aktif dan rasa aman bagi seluruh peserta didik secara emosional, sosial, dan akademik. Di antara pilihan berikut, strategi manakah yang paling tepat untuk membangun fondasi tersebut?
Menyusun peraturan kelas bersama siswa secara demokratis agar mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap suasana kelas.
Mengadakan aktivitas ice breaking atau permainan kelompok di awal pembelajaran untuk membangun suasana cair
Menyediakan sesi konsultasi pribadi agar siswa yang tertutup bisa menyampaikan unek-unek secara aman.
Mendorong siswa yang aktif untuk melibatkan teman-temannya yang diam agar terjadi pemerataan partisipasi.
Membangun rutinitas harian seperti “sesi refleksi emosi bersama” yang terstruktur dan konsisten untuk menumbuhkan empati dan rasa saling percaya.
Pak Dewa sedang menyusun skenario pembelajaran untuk materi “Pencemaran Lingkungan” di kelas VIII. Ia ingin memastikan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan berpusat pada peserta didik, serta mendorong keterlibatan aktif, berpikir kritis, dan relevansi dengan kehidupan nyata. Dari rancangan awalnya, Pak Dewa mempertimbangkan beberapa pendekatan berikut. Manakah langkah paling tepatuntuk memastikan pembelajaran efektif dan berpusat pada peserta didik?
Menyampaikan materi pencemaran secara runtut melalui ceramah yang diselingi tanya-jawab agar siswa memahami konsep secara sistematis.
Mengajak siswa melakukan proyek eksplorasi lingkungan sekitar rumah mereka untuk mengidentifikasi jenis pencemaran yang terjadi dan mempresentasikan solusinya di kelas.
Memberikan artikel tentang pencemaran lingkungan dari media massa dan meminta siswa merangkum isinya untuk dinilai.
Menayangkan video dokumenter pencemaran lingkungan kemudian mendiskusikannya secara klasikal.
Memberikan kuis daring berbasis game (seperti Kahoot) setelah penjelasan guru agar siswa lebih antusias dalam belajar.
Bu Rina adalah guru IPA kelas VIII yang sedang mengajar topik "Sistem Pernapasan Manusia". Ia ingin menciptakan pembelajaran yang bukan hanya membuat siswa menghafal struktur organ pernapasan, tetapi juga mampu memahami fungsi dan menjaga kesehatannya dalam kehidupan sehari-hari. Bu Rina sangat ingin menerapkan pendekatan yang berpusat pada peserta didik, memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat, mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta reflektif. Manakah strategi pembelajaran yang paling mencerminkan pendekatan yang diinginkan Bu Rina?
Menyajikan video tentang proses pernapasan manusia, lalu memberikan kuis untuk menguji pemahaman siswa tentang organ-organ pernapasan.
Menugaskan siswa membuat diagram sistem pernapasan secara individu, lalu menjelaskannya kepada guru dalam bentuk presentasi.
Mengajak siswa melakukan wawancara ringan terhadap anggota keluarga tentang kebiasaan yang memengaruhi kesehatan pernapasan (misalnya merokok atau olahraga), lalu mendiskusikan temuan mereka dalam kelompok.
Menyuruh siswa merangkum materi dari buku paket dan membuat catatan ringkas tentang fungsi organ pernapasan.
Memberikan LKS berisi soal-soal latihan terstruktur dari mudah ke sulit mengenai sistem pernapasan, untuk dikerjakan secara mandiri.
Seorang guru sedang merancang pembelajaran untuk topik "Pemanfaatan Energi dalam Kehidupan Sehari-hari". Ia ingin peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaitkan materi dengan situasi nyata, serta mengembangkan kemampuan kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Guru juga berharap pembelajaran ini dapat memberi ruang partisipasi aktif bagi semua peserta didik, menyesuaikan dengan karakteristik mereka yang beragam. Strategi manakah yang paling mencerminkan prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?
Guru menjelaskan materi secara rinci di awal, lalu memberikan latihan soal dan membahasnya bersama kelas.
Guru meminta siswa membaca buku paket, mencatat poin penting, dan mengumpulkannya sebagai bukti belajar.
Guru meminta siswa mengamati penggunaan energi di rumah masing-masing selama seminggu, lalu membahas hasil pengamatan dalam kelompok kecil dan mempresentasikan solusi hemat energi yang mereka rumuskan.
Guru membuat kuis interaktif menggunakan aplikasi digital, lalu memberi nilai tertinggi sebagai bentuk penghargaan.
Guru menugaskan siswa membuat poster tentang jenis-jenis energi berdasarkan penjelasan guru dan buku teks.
Seorang guru menghadapi tantangan dalam mengajar topik yang dianggap abstrak oleh peserta didik. Guru ingin memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga memberi ruang untuk eksplorasi, partisipasi aktif, dan keterhubungan dengan pengalaman peserta didik. Guru juga ingin memastikan bahwa setiap peserta didik merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran, bukan hanya sebagai penerima informasi. Manakah pendekatan pembelajaran yang paling mencerminkan pembelajaran berpusat pada peserta didik?
Guru membuat rangkuman materi dan menjelaskannya di depan kelas, lalu memberi tugas soal sebagai latihan mandiri
Guru memberikan video pembelajaran dan meminta peserta didik mencatat hal-hal penting, kemudian diuji melalui kuis online.
Guru memberikan lembar kerja berisi pertanyaan terstruktur dari mudah ke sulit untuk dikerjakan secara individu.
Guru merancang kegiatan eksplorasi di mana peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tantangan berbasis studi kasus, lalu mempresentasikan solusi dengan pendekatan kreatif.
Guru menyusun portofolio tugas individu yang dikumpulkan di akhir pembelajaran untuk dinilai sebagai bukti capaian belajar.
Seorang guru menyadari bahwa peserta didik di kelasnya memiliki gaya belajar dan minat yang beragam. Ada yang lebih aktif dalam diskusi, ada yang suka bekerja sendiri, dan ada pula yang lebih tertarik belajar lewat media visual. Guru ingin menyusun pembelajaran yang mampu menyesuaikan dengan keberagaman karakteristik peserta didik dan mendorong mereka untuk aktif membangun pemahamannya sendiri. Apa strategi terbaik yang dapat digunakan guru untuk mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?
Menyusun aktivitas pembelajaran yang bervariasi, seperti diskusi kelompok, proyek individu, dan pemanfaatan media visual, agar peserta didik dapat memilih cara belajar yang paling sesuai.
Memberikan tugas proyek yang sama kepada semua peserta didik agar hasilnya mudah dibandingkan dan dinilai
Mengutamakan pembelajaran berbasis ceramah agar semua peserta didik mendapatkan informasi yang seragam.
Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi latihan soal pilihan ganda untuk melatih penguasaan konsep.
Memberikan materi bacaan tambahan dan meminta peserta didik merangkum sebagai bentuk penilaian pemahaman.
Seorang guru telah melaksanakan pembelajaran proyek yang melibatkan peserta didik dalam membuat produk akhir sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Setelah produk selesai, guru ingin memastikan bahwa proses asesmen dan pelaporan yang dilakukan mampu:
Memberi makna pada pembelajaran, Mendorong refleksi peserta didik,
Serta menjadi sarana perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
Apa langkah terbaik yang dilakukan guru untuk memastikan asesmen dan umpan balik berpusat pada peserta didik?
Menyusun rubrik penilaian tertutup dan memberikan nilai akhir kepada peserta didik berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan guru.
Menyampaikan hasil penilaian dalam bentuk skor atau angka agar peserta didik mengetahui seberapa besar keberhasilannya.
Memberikan umpan balik formatif yang bersifat personal dan membimbing peserta didik untuk merefleksikan proses belajar dan hasil karyanya.
Menugaskan peserta didik untuk menilai sendiri hasil kerjanya tanpa bimbingan agar mereka belajar mandiri.
Mengumpulkan semua hasil proyek dan mengumumkan siapa yang mendapat nilai tertinggi untuk meningkatkan motivasi kompetitif.
Dalam proses pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru menghadapi keberagaman gaya belajar, minat, dan kesiapan belajar peserta didik. Setelah kegiatan pembelajaran berbasis proyek dilakukan, guru ingin merancang asesmen dan pelaporan hasil belajar yang tidak hanya memberikan informasi tentang capaian kognitif, tetapi juga memperhatikan aspek proses, keterlibatan, dan refleksi belajar tiap peserta didik. Dari pilihan berikut, mana yang paling mencerminkan pendekatan asesmen dan pelaporan yang berpusat pada peserta didik dalam konteks tersebut?
Memberikan hasil asesmen berbentuk laporan naratif untuk masing-masing peserta didik berdasarkan pencapaian akhir mereka.
Menggunakan rubrik penilaian yang dibuat guru untuk mengevaluasi seluruh produk dan proses secara seragam.
Melibatkan peserta didik dalam memberi penilaian terhadap proyek temannya sebagai bagian dari asesmen autentik.
Menyusun portofolio hasil karya peserta didik dan melaporkannya kepada orang tua sebagai bukti perkembangan belajar.
Menggabungkan asesmen diri, asesmen teman sejawat, dan umpan balik guru yang bersifat reflektif serta digunakan peserta didik untuk menetapkan tujuan belajar berikutnya.
Dalam proses pembelajaran, seorang guru IPS SMP menemukan bahwa sebagian siswa merasa kesulitan dalam menganalisis peristiwa sosial karena kurang percaya diri. Guru
ingin memberikan umpan balik yang mendorong peningkatan pemahaman sekaligus membangun motivasi belajar. Langkah manakah yang paling sesuai dengan prinsip umpan balik berpusat pada peserta didik dalam situasi tersebut?
Menuliskan catatan koreksi pada lembar jawaban siswa dan memberi nilai sesuai rubrik.
Mengajak siswa berdiskusi secara individu tentang jawabannya, menunjukkan kekuatan dan area yang bisa dikembangkan, serta menanyakan strategi apa yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki pemahamannya.
Menjelaskan jawaban yang benar di depan kelas agar semua siswa memahami kesalahan yang umum terjadi
Memberikan video pembelajaran tambahan kepada siswa yang nilainya rendah agar mereka bisa mengulang materi secara mandiri.
Membagikan jawaban model dari siswa terbaik agar menjadi contoh bagi siswa lain dalam mengerjakan soal.
Dalam proses pembelajaran, seorang guru IPS SMP menemukan bahwa sebagian siswa merasa kesulitan dalam menganalisis peristiwa sosial karena kurang percaya diri. Guru ingin memberikan umpan balik yang mendorong peningkatan pemahaman sekaligus membangun motivasi belajar. Langkah manakah yang paling sesuai dengan prinsip umpan balik berpusat pada peserta didik dalam situasi tersebut?
Menuliskan catatan koreksi pada lembar jawaban siswa dan memberi nilai sesuai rubrik.
Mengajak siswa berdiskusi secara individu tentang jawabannya, menunjukkan kekuatan dan area yang bisa dikembangkan, serta menanyakan strategi apa yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki pemahamannya.
Menjelaskan jawaban yang benar di depan kelas agar semua siswa memahami kesalahan yang umum terjadi.
Memberikan video pembelajaran tambahan kepada siswa yang nilainya rendah agar mereka bisa mengulang materi secara mandiri.
Membagikan jawaban model dari siswa terbaik agar menjadi contoh bagi siswa lain dalam mengerjakan soal.
Seorang guru matematika kelas 8 memberi tugas proyek membuat video pembelajaran tentang konsep volume bangun ruang. Setelah mengamati hasil tugas, guru menyadari bahwa siswa memahami langkah perhitungan, tetapi tidak dapat menjelaskan keterkaitan antar konsep secara verbal. Guru ingin memberikan umpan balik yang tepat agar siswa mengembangkan pemahaman konseptual dan keterampilan refleksi. Tindakan manakah yang paling tepat untuk memberikan umpan balik yang berpusat pada peserta didik dalam situasi tersebut?
Memberikan revisi catatan langkah-langkah perhitungan volume kepada semua siswa dan meminta mereka memperbaiki penjelasannya secara tertulis.
Menyampaikan umpan balik dalam bentuk rekaman suara guru yang menjelaskan kekurangan dan kelebihan tiap video siswa, lalu dikirimkan secara personal.
Mengajak siswa menonton ulang video mereka dalam kelompok kecil, lalu mendiskusikan bagian yang kuat dan lemah serta saling memberi umpan balik berbasis rubrik.
Mengumpulkan siswa dengan hasil terbaik untuk menjelaskan konsep volume kepada siswa lain secara klasikal.
Memberikan kuis daring berbasis pemahaman konsep volume untuk mengukur kembali pencapaian siswa secara individu.
