NEW
Font size
WorksheetsPengoperasian Gardu Induk
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Sistem ketenagalistrikan terdiri dari tiga subsistem utama, yaitu:
Pembangkit, distribusi, pelanggan
Pembangkit, transmisi, distribusi
Gardu induk, transmisi, distribusi
Distribusi, pelanggan, transmisi
Pembangkit, pelanggan, beban
Frekuensi sistem PLN yang berlaku di Indonesia adalah:
60 Hz ± 0,2 Hz
50 Hz ± 0,2 Hz
55 Hz ± 0,5 Hz
45 Hz ± 0,2 Hz
48 Hz ± 0,5 Hz
Batas tegangan terendah untuk sistem 150 kV adalah:
140 kV
135 kV
130 kV
145 kV
150 kV
Peralatan yang digunakan untuk membuka/menutup instalasi berbeban adalah:
PMS
PMT
CT
VT
Arester
PMS boleh dibuka jika:
PMT sudah tertutup
PMT sudah terbuka
Sistem bertegangan
Tegangan 0 kV
Ada perintah dispatcher
Fungsi busbar pada gardu induk adalah:
Mengatur frekuensi
Menghubungkan beberapa peralatan listrik
Menyediakan cadangan daya
Menurunkan tegangan
Mengukur daya
Operator GI adalah singkatan dari:
Operator Gardu Industri
Operator Gardu Induk
Operator Generator Indonesia
Operator Gardu Interkoneksi
Operator Generator Induk
Dispatcher memberikan perintah manuver kepada Operator GI melalui:
Surat resmi
Radio dan telepon
SCADA
Manuver untuk memutus peralatan dari tegangan disebut:
Energize
De-energize
Isolasi
Restorasi
Proteksi
Tujuan utama prosedur manuver adalah:
Mempercepat penyaluran listrik
Menjamin keamanan sistem, peralatan, dan personil
Menghemat biaya operasi
Meningkatkan daya guna trafo
Mengurangi frekuensi gangguan
Pada kondisi siaga, seluruh kebutuhan listrik masih terpenuhi namun:
Ada pemadaman total
Salah satu batasan keandalan atau kualitas tidak terpenuhi
Semua peralatan rusak
Daya tidak seimbang
Frekuensi 55 Hz
Peralatan yang tidak boleh dioperasikan dalam kondisi berbeban adalah:
PMT
PMS
CT
VT
Trafo
Alat yang berfungsi melindungi sistem dari tegangan lebih adalah:
CT
VT
PMS
PMT
Arester
Dalam pengoperasian GI, pentanahan lokal dilepas saat:
Akan membebaskan tegangan
Akan memberikan tegangan
Saat beban puncak
Saat frekuensi rendah
Saat pemeliharaan selesai
Komponen yang mengukur arus pada sistem tenaga adalah:
CT
VT
PMT
PMS
Busbar
Instruksi manuver dari dispatcher harus:
Sekaligus dalam satu perintah
Bertahap
Tidak dicatat
Tidak diulang
Langsung dilaksanakan tanpa konfirmasi
Saat kondisi darurat, operator GI dapat:
Langsung membebaskan peralatan dari tegangan
Menunggu instruksi tertulis
Meminta izin ke pelanggan
Mengabaikan gangguan
Menghubungi pihak distribusi
Manuver keandalan dilakukan untuk:
Mengatur beban dan pemeliharaan
Meningkatkan efisiensi trafo
Menurunkan frekuensi
Mengurangi losses
Menambah kapasitas GI
Pms tanah digunakan untuk:
Membuka arus beban
Menghilangkan pengaruh induksi dan elektrostatik
Mengukur tegangan
Menyalakan trafo
Melindungi dari petir
Pada manuver pembebasan tegangan, langkah pertama adalah:
Menutup PMS Tanah
Membuka PMT
Menutup PMS Rel
Membuka PMS Tanah
Membuka CT
Seorang operator GI menerima instruksi untuk melakukan de-energize trafo. Urutan tindakan yang benar adalah:
Tutup PMS Rel, buka PMS Tanah, buka PMT
Buka PMT, buka PMS Rel, buka PMS Line, tutup PMS Tanah
Buka PMS Rel, buka PMT, tutup PMS Tanah
Tutup PMS Rel, buka PMS Line, buka PMT
Buka PMS Line, buka PMS Tanah, tutup PMS Rel
Jika frekuensi sistem naik di atas 50,2 Hz, tindakan yang tepat adalah:
Menambah pembangkit
Mengurangi beban
Menutup PMT
Mengaktifkan PMS Tanah
Menambah beban
Pada kondisi siaga, salah satu batas keandalan tidak terpenuhi. Jika beban puncak akan datang, tindakan terbaik adalah:
Mengabaikan karena masih normal
Melakukan manuver keandalan
Menutup semua PMS Tanah
Menyalakan semua trafo cadangan tanpa koordinasi
Memutus pelanggan industri
Saat terjadi gangguan total di GI, indikator PMT menunjukkan posisi tertutup. Apa yang harus dilakukan?
Menunggu perintah pelanggan
Membuka PMT sesuai SOP
Menutup PMS Rel
Mengaktifkan reaktor
Menaikkan frekuensi
Operator GI diminta melakukan switching pemeliharaan PMT. Faktor yang paling penting untuk diperhatikan sebelum manuver adalah:
Ketersediaan gembok panel
Keamanan personil dan peralatan
Waktu pelaksanaan
Cuaca
Jarak GI ke pembangkit
Dalam koordinasi operasi GI, mengapa instruksi manuver harus diberikan bertahap?
Agar pekerjaan cepat selesai
Untuk mencegah kesalahan urutan
Untuk menguji konsentrasi operator
Karena radio tidak kuat untuk komunikasi lama
Untuk efisiensi energi
Seorang dispatcher memerintahkan penormalan trafo yang trip akibat Buchholz. Tindakan yang benar adalah:
Langsung menutup PMT trafo
Memastikan trafo siap operasi sesuai konfirmasi pejabat berwenang
Membuka PMS Rel
Melepas pentanahan
Menghidupkan kembali tanpa pemeriksaan
Jika terjadi kesalahan urutan manuver, risiko yang paling besar adalah:
Penurunan tegangan sementara
Kerusakan alat dan kecelakaan personil
Kenaikan frekuensi
Peningkatan losses
Terjadinya beban puncak
Bagaimana tindakan operator GI saat gangguan parsial menyebabkan trip PMT?
Langsung menutup kembali PMT
Mencatat dan mereset indikator, lalu melapor ke dispatcher
Menutup PMS Tanah
Membuka semua PMT
Mengabaikan gangguan
Dalam pengoperasian GI, mengapa pentanahan harus dilepas sebelum energize?
Agar arus beban lebih stabil
Mencegah korsleting saat tegangan masuk
Mempercepat proses switching
Menghemat energi
Menurunkan frekuensi
